Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Story by Ichihara Sakura
Pairing : Sasuke U & Sakura H
Warning : OOC, typo, gaje, dan kekurangan lainnya.
[Sakura PoV's]
Hari ini, tepat 5 hari semenjak Sasu-kun melamarku. Dan hari ini pula, tepat 2 hari sebelum pernikahanku dilangsungkan. Sasuke-kun jadi semakin sibuk akhir-akhir ini. Selain masalah pekerjaan, dirinya jg disibukkan dengan persiapan pernikahan kami. Sebenarnya, aku sangat ingin membantu, namun Sasu-kun tak mengizinkanku. Katanya aku tak boleh terlalu lelah, aku jg harus menjaga kesehatanku, aku tak boleh ini, dan itu. Bahkan bekerja saja kini aku dibatasi. Haah sifat over protective-nya itu menyebalkan sekali.
'Drt Drt'
Sebuah getaran pada ponselku membuyarkan lamunanku akan Sasuke. Segera saja ku lirik handphone yang terdapat pada meja kerjaku. Ku sentuh layar ponselku dan terpampanglah sebuah pesan dari nomer yang tak ku kenal.
054-358-55-12xxx
Sakura, ku tunggu kau di kantin Rumah Sakit 5menit lagi. Aku ingin membicarakan sesuatu mengenai hubungan kita.
Aku mengernyitkan alis bingung menatap pesan yang tertera pada layar ponselku. Ingin membicarakan hubungan kita? Memang dia siapa? Seenaknýa saja membuat janji! Huh! Aku membaca ulang pesan dari nomor tak dikenal itu. Sesungguhnya, aku sangat penasaran siapa orang tersebut. Mungkinkah itu Sasuke-kun? Atau mungkin... Haah daripada menebak-nebak, lebih baik aku langsung bergegas menuju kantin RS sekarang.
Aku berjalan pelan menyusuri koridor Rumah Sakit, sesekali aku menyapa para perawat dan dokter-dokter yang sedang lewat. Tak terasa kini aku sudah berada di depan kantin Rumah Sakit. Suasana kantin saat ini bisa dibilang ramai, mengingat saat ini sudah hampir memasuki jam makan siang. Ku edarkan pandanganku ke seluruh penjuru kantin. Mencari-cari mungkin ada Sasuke-kun atau seseorang yang ku kenali disini.
'Drt Drt'
Kurasakan handphone-ku bergetar lagi. Segera saja kurogoh saku jas dokterku, dan ku keluarkan handphone tersebut perlahan. Kemudian, aku langsung membaca pesan yang baru saja sampai.
054-358-55-12xxx
Aku ada di arah jam 9
Seusai membaca pesan itu, langsung saja ku tolehkan kepalaku ke arah jam 9. Dan seketika mataku membulat melihat orang itu. Orang yang sangat tak ingin kutemui sejak dua bulan yang lalu. Orang itu adalah—
"Ga-Gaara"
—Sabaku no Gaara, mantan kekasihku.
Aku berbalik dan melangkahkan kakiku cepat, sungguh saat ini aku tak ingin bertemu dengannya. Lagipula, untuk apa ia mengajakku untuk bertemu? Namun, langkahku terhenti ketika kurasakan sebuah lengan kekar merengkuh tubuhku.
"Sakuraa, maafkan aku"
Sebuah suara yang telah akrab ditelingaku. Suara ini, suara yang sudah tak ingin lagi ku dengar sejak dua bulan lalu.
"Lepaskan aku, Sabaku-san!" ucapku, dingin. Kini sudah tak ada lagi kelembutan dan kehangatan untuk pria sepertinya.
"Sakuraa, kumohon maafkan aku. Dengarkan dulu penjelasanku." ucap Gaara sedikit, errr parau?
"Tak ada yang perlu di jelaskan lagi Sabaku-san, semuanya sudah sangat jelas." ucapku masih dengan dingin.
"Kumohoon, duduklah dulu dan dengarkan penjelasanku." katanya masih dengan suara yang terdengar parau.
Sejujurnya, aku sedikit tak tega dengannya. Entah kenapa aku merasa permohonan maafnya saat ini terdengar sangat... Tulus?
"Baik, tapi sekarang lepaskan aku dulu Sabaku-san" ucapku seraya melepas paksa rengkuhannya di tubuhku.
Ia menurut dan melepas rengkuhannya, kemudian ia menuntunku ke meja yang tadi didudukinya.
Aku duduk berhadap-hadapan dengannya. Saat ini, kami duduk dipojok ruangan. Ia menatapku dengan tatapan yang terkesan lembut dan sarat akan kerinduan. Sedangkan aku menatapnya masih dengan tatapan dingin. Biar bagaimanapun ketika kau telah dihianati rasa sakit itu akan selalu ada kan? Meski kau tlah bersama yang lain.
"Sakura, saat itu tak seperti yang kau lihat." ujarnya memecah keheningan yang tercipta diantara kami.
"Aku dan Matsuri, kami dijodohkan." lanjutnya sembari menatapku dengan tatapan sendu.
Aku hanya membuang muka tak peduli. Sungguh, saat ini aku sedang tak ingin mengingat kejadian itu. Aku masih merasa sakit atas kejadian itu.
"Tapi aku masih mencintaimu." ujarnya, kali ini dengan menggenggam tanganku, erat.
"Ohya? Wow! Kalau kau mencintaiku, kemana saja kau selama ini? Kau bahkan tak mencoba menghubungiku selama hampir 3 bulan ini." ujarku dingin, sejujurnya aku menahan suaraku agar tak bergetar dan terdengar parau.
"Maafkan aku, selama ini aku tengah mencoba meyakinkan Temari-neesan bahwa aku hanya mencintaimu." ujar Gaara meyakinkanku. Genggaman tangannya pada tangankupun semakin mengerat.
"Aku tak peduli." ucapku masih terdengar dingin, meski air mataku sudah menggenang di pelupuk mataku.
"Maafkan aku Sakura. Kumohon, kembalilah padaku. Aku janji tak akan mengecewakanmu lagi. Aku benar-benar mencintaimu." ucapannya kini mulai menggoyahkan pertahananku. Dan kini, dapat kurasakan air mataku tlah menetes di pipiku.
"A-aku tak bisa" ucapku parau.
"Kenapa? Kau tak percaya padaku?" katanya, kini tatapannya terlihat terluka. Tangannyapun beralih mengusap air mataku lembut.
"Bukan, hanya saja... " aku menjeda kalimatku cukup lama, entah kenapa aku tak sanggup mengatakannya.
"Hanya saja apa Sakuraa?" tanya Gaara, tak sabar.
"Hanya saja—"
"—Sakura akan menikah denganku." ucapanku terpotong ketika kulihat Sasuke datang dan menarik tanganku. Tatapannya menajam ketika menatap Gaara. Sangat terlihat jika ia kesal dengan Gaara. Gaara-pun demikian. Dirinya menatap balik Sasuke yang tiba-tiba datang dan memotong pembicaraan kami. Sesungguhnya, aku merasa sedikit lega, karna Sasuke sedikit banyak membantuku bicara pada Gaara. Namun tak dapat dipungkiri jika hatiku sedikit resah, takut-takut terjadi perkelahian disini.
"Ayo Sakura." ucapan Sasuke yang terkesan dingin membuyarkan lamunanku. Dirinya juga sedikit menghentak dan menarik kasar tanganku. Aku yang tak siap-pun hanya dapat mengikuti kemanapun Sasuke pergi. Meninggalkan Gaara yang kulihat hanya diam terpaku menatap kepergian kami.
"Sasuke-kun, saakiit" ucapku yang tak tahan dengan genggaman tangannya yang tidak bisa dibilang longgar itu.
Sesaat setelah itu, Sasuke pun melonggarkan genggamannya pada tanganku. Kemudian ia membawaku ke sebuah lorong sepi. Di pojokkannya tubuhku ke dinding lorong, dan dikuncinya pergerakkanku olehnya.
"Sa-sasuke-kun" ucapku takut, sungguh tatapan tajamnya membuat nyaliku menciut. Segera saja ku alihkan mataku ke arah lain.
"Apa yang kau lakukan dengan pemuda Sabaku itu?" ucapnya dingin, tatapan matanya menajam menuju emeraldku.
"A-aku, a-aku hanya menemuinya. Di-dia hanya minta maaf." ucapku tergagap. Aku masih takut untuk menatapnya.
"Tatap aku Uchiha Sakura!" ucap Sasuke tegas. Kalau situasinya tak seperti ini, mungkin aku akan memerah karna malu dibuatnya. Tapi saat ini bukan waktunya untuk malu.
Aku tersentak dan seketika itu pula aku menatapnya. Dirinya, masih menatap tajam kearahku.
"Apa kau masih mencintainya?" desis Sasuke tajam.
"Tidak." ucapku, ya kalau boleh jujur aku tak pernah merasakan sensasi getaran ketika aku bersamanya.
"Dengar Sakura, kau milikku! Dan selamanya akan menjadi milikku! Sampai kapanpun aku takkan pernah melepaskanmu!" ucap Sasuke tajam.
Aku hanya bisa mengangguk mendengarnya. Karna aku masih sangat takut. Sasuke kemudian menarikku untuk mengikutinya, masih dengan menggenggam tanganku. Namun, kali ini terkesan lebih lembut.
[End Sakura's PoV]
5 menit perjalanan mereka lalui dalam diam, suasana masih terasa tegang akibat keheningan yang tercipta diantara mereka di dalam mobil Sasuke. Saat ini, mereka telah sampai di kediaman mereka yang baru saja dibeli Sasuke beberapa hari yang lalu. Ya! Sasuke memang sudah membelinya, seorang Uchiha selalu matang dalam menyiapkan sesuatukan?
Sasuke dan Sakura turun dari mobil mereka. Sakura terlihat tercengang dengan pemandangan yang ada dihadapannya. Sebuah rumah bertingkat dua berdiri manis dihadapannya. Didepannya, terdapat sebuah halaman yang cukup luas dihiasi dengan berbagai tanaman hias yang indah, juga tak jarang berdiri pohon Sakura yang terlihat sangat manis saat musim semi seperti ini. Rumah ini terkesan minimalis, dengan campuran warna hitam dan putih di setiap sisinya.
"Ayo!" ucap Sasuke membuyarkan lamunan Sakura, sembari menggenggam tangan Sakura lembut.
"Sasuke-kun, ini...?"
"Ini rumah kita Sakura" ucap Sasuke melanjutkan, dirinya tersenyum tipis mendapati reaksi Sakura yang masih tercengang.
"Indah sekali~" ucap Sakura, kagum.
"Kau suka?" tanya Sasuke masih dengan senyum yang terpatru di bibirnya.
"Suka, sukaaa sekaliii~" ucap Sakura yang masih terkagum-kagum. Senyumanpun tak lepas dari bibir tipisnya.
Sasuke terkekeh pelan, dirinya kemudian mengecup puncak kepala Sakura sayang.
"Aku senang kalau kau suka, lihat! Tepat disamping rumah kita itu ada rumah Sai dan Ino, kita akan bertetangga dengan mereka." ucap Sasuke sembari menunjuk ke arah samping rumah mereka.
"Benarkah? Tapi, bagaimana bisa?" tanya Sakura sembari memiringkan kepalanya, heran.
"Apapun bisa dilakukan oleh seorang Uchiha" ucap Sasuke dengan bangga.
"Ayo masuk, kau harus lekas beristirahat kan?" ucap Sasuke santai.
"Apa maksudmu 'lekas beristirahat' Sasuke-kun?" tanya Sakura bingung.
"Mulai hari ini kau akan tinggal disini Sakura. Barang-barangmu juga sudah kupindahkan, disini juga ada beberapa maid dan butler terpercaya yang akan membantumu." terang Sasuke santai.
"Hey tapi aku tidak bilang akan pindah secepat ini kan?" protes Sakura sembari menggembungkan pipinya kesal.
Cup
"Kalau kau seperti itu, aku jadi tak tahan untuk tidak mengecupmu walau sebentar saja." ucap Sasuke dengan seringai menghiasi bibir tipisnya.
Sakura yang baru saja di cium oleh Sasuke hanya bisa merona malu, dirinya kemudian membuang muka dan mengikuti kemanapun Sasuke membawanya.
"Ini kamar kita Sakura" ucap Sasuke ketika mereka telah sampai dikamar utama di lantai dua.
Sakura kemudian membuka pintu kamar tersebut perlahan, dan ia pun kembali tercengang ketika didapatinya barang-barangnya sudah terdapat disana. Bahkan, foto-foto mendiang ayah dan ibunya juga sudah terpajang manis disana. Difoto itu, Kizashi dan Mebuki Haruno—orangtua Sakura— tengah melangsukan pernikahan mereka.
"Itu foto mendiang ayah dan ibumu Sakura." ucap Sasuke menerangkan.
"Bagaimana bisa kau mendapatkannya?"tanya Sakura yang masih tercengang.
"Sudah ku katakankan apapun bisa dilakukan oleh seorang Uchiha." ujar Sasuke bangga.
"Yayaya terserahlah~"
Sasuke hanya terkekeh, kemudian dirinya merapatkan tubuhnya ke punggung Sakura dan memeluk Sakura, sayang.
"Hime, maaf karna aku tlah berlaku kasar padamu." ucap Sasuke sambil mengeratkan pelukannya.
"Tak apa Sasuke-kun."
"Aku tadi terlalu terbawa emosi, maaf."Sasuke berucap dengan nada penuh penyesalan.
"Aku sudah memaafkanmu Sasuke-kun." ungkap Sakura sambil tersenyum.
Sasuke yang mendengarnya kemudian membalikkan tubuh Sakura agar menghadapnya kemudian kembali memeluk tubuh Sakura sayang, sesekali dirinya juga mengecup kening dan bibir Sakura, lembut.
[Hindata's PoV]
Aku tersenyum memperhatikan Hikari yang tengah bermain dengan teman sebayanya di taman dekat rumah kami. Hikari terlihat sangat ceria. Sungguh, pemandangan yang sangat jarang kulihat akhir-akhir ini. Terlebih akhir-akhir ini Sasuke sudah jarang pulang.
"Hinata!"
Aku tersentak ketika kurasakan seseorang memanggilku dari kejauhan. Segera saja kutolehkan kepalaku menuju asal suara, dan dapat kulihat seorang pemuda tengah berlari kearahku sambil melambaikan tangannya ke arahku. Aku tersenyum menatapnya, dan dapat kurasakan getaran-getaran yang slalu kurasakan di dadaku setiap aku melihatnya.
"Fuh, kau tau? Baru saja aku dari rumahmu! Dan katanya, kau ada disini jadi langsung saja aku berlari kesini." ucapnya riang disertai cengirannya yang slalu membuatku menghangat.
"Ya a-aku se-sedang me-me-nemani Hikari-chan be-bermain." kataku gugup. Haah selalu saja gugup ketika berhadapan dengannya.
"Hahaha, kau ini masih saja gugup setiap berbicara dengan orang!" ucapnya sambil terkekeh pelan. Aku hanya tersenyum melihatnya.
"Na-naruto-kun a-ada pe-perlu ap-apa?" tanyaku masih dengan tergugup.
"Aku hanya ingin menemui Teme! Tadi aku dari kantornya, tapi katanya ia sudah pulang. Jadi aku langsung kerumahmu. Tumben sekali ia pulang cepat? Dan hey apa ia tak bersamamu?"
Aku mengernyitkan alis bingung, Sasuke-kun? Sudah pulang? Benarkah?
"Sa-sa-suke-kun su-sudah be-b-berapa hari ini tidak pulang, ka-katanya ia se-sedang dinas keluar negeri." ucapku. Ya, Sasuke-kun memang pernah bilang akan keluar negeri saat terakhir kami bertemu. Meski aku tak tahu kemana dan kapan ia kembali. Tapi ini aneh, bila Sasuke-kun sudah pulang ia seharusnya sudah berada dirumah saat ini.
"Begitu yaaa. Lalu? Kapan ia kembali?"
"A-aku tak tau Na-naruto-kun. Me-me-mang ada apa?" tanyaku heran.
"Tak apa, aku hanya ingin mengajaknya mengunjungi Sakura-chan!" ungkapnya ceria. Sesungguhnya hatiku berdenyut sakit ketika ia menyebut nama Sakura, wanita yang sangat ia dan Sasuke cintai.
"Sa-sa-kura-chan su-sudah kembali?"
"Ya! Ia kembali sekitar 3 bulan yang lalu!" ucapnya ceria.
Tunggu! Kalau Sakura-chan sudah kembali, mungkinkah? Mungkinkah akhir-akhir ini Sasuke-kun menemui Sakura-chan?
-To be Continued-
A/n :
Maaf telat update u,u beberapa hari ini aku lagi banyak halangannya u,u dari kesibukan di RL, sakit, sampe idenya yg tbtb ilang-_- ini aja baru tadi pagi kutulis pas aku disekolah u,u
Oke, sekarang aku mau bales review dari para review-ers!:D tapi sebelumnya aku mau ucapin terimakasih yang sebanyak2nya untuk para review-ers:D sungguh, review kalian sangat membantukuuuu! Terimakasih sekali lagiii:D
Kazama Sakura : hallo juga Kazama-senpai! Salam kenaal:D sebenernya ini yang aku tunggu, sebuah kritik membangun dari para readers hihi:D Iya, ini emang salah aku karna bikin alur yang terlalu cepet u,u karna sejujurnya, ide yang ada di otakku itu sering bgt hilang, makanya aku harus cepet2 u,u aku usahain kedepannya ga terlalu cepet yaaa!:D terus untuk kata bahasa asing-nya juga udah aku coba usahain yaaa:D Pertanyaanmu akan terjawab di chapter2 selanjutnya yaa senpai hehehe;3 iyaaa kedepannya aku usahain aku gaakan terpatok sama reviewers hehe:D terimakasih atas kritik membangunnya Kazama-saaan!:D
hanazono yuri : gomeen karna terlalu cepat u,u aku usahain supaya agak lambat yaaa hehe:D terimakasih sudah sukaaa:D
Hayashi Hana-chan : ha'i! Terimakasih sudah menunggu:D maaf gabisa update kilat u,u
Sasa Cherry : terimakasih sudah membaca dan me-review:D anak naruto bukan yaaa?;p tunggu kelanjutannya di chapter2 selanjutnya yaaa Sasa-chaan:D iyaaa aku juga suka karakter SasuSaku yang kayak gituuu hihiw;3
kihara : ha'i terimakasih dukungannyaaa;D pertanyaanmu akan terjawab di chapter selanjutnya yaaa kihara-chaan:D ini akan tetep sasusaku kook:D karna aku jg gasuka sasuhina hehe:D
Fira Uchiha : iyaa terimakasih:D maaf yaa gabisa update kilaat u,u hikari emang bukan anak sasuke kook, tenang ajaa ahaha kamu gasuka sama hinata yaa fira-chan?
nadira cherry : iyaaa terimakasih sudah menunggu dan me-review:D
khumaira : hikari anak siapa yaaa? Tunggu kelanjutannya aja yaaa khumaira-chaan hehe:D terimakasih dukungannyaa:D akusih maunya happy ending hehe:D
Terimakasih untuk para silent reader dan review-ers yang sudah menyempatkan diri untuk membacaa:D review kalian membuatku semangat untuk menulis lagiii hehe:D untuk update kilat akan aku usahain yaaaa!:D maaf karna kemarin2 aku gabisa update kilat, karna alasan2 yang sudah kukemukakan diatas aku jadi susah update u,u
Akhir kata,
Mind to Review?
