Fairy Tail © Hiro Mashima
A Fairy Tail Fanfiction
Three Heart for One Love
By Yusa-kun
Warning : AU, Typo(s), OOC.
.
.
.
.
.
Hari-hari pun berlalu, ujian tengah semester pun semakin dekat. Para siswa belajar dengan giatnya, walaupun ada sebagian siswa yang masih bermain-main.
Dikelas, Lucy dan siswa lainnya sedang mengadakan diskusi untuk pengambilan suara apa yang akan dilakukan saat festival sekolah. Lucy lah yang memimpin diskusi tersebut, dibantu oleh Erza.
"Baiklah, apa kalian ada pendapat untuk mengisi acara di festival sekolah? Kalau ada tolong tunjuk tangan" ucap Lucy dengan lantang.
Seorang siswi dengan rambut orange seleher mengangkat tangannya.
"Ya, Shiori, silahkan" ucap Erza
"Bagaimana kalau saat pertunjukkan kita menampilkan band Natsu dan Gray? Dikelas kita punya dua orang yang suaranya bagus loh, kenapa tidak dimanfaatkan?" Ujar siswi yang bernama Shiori itu.
Para siswa yang lainnya berseru, mereka terlihat setuju dengan ide Shiori. Lucy pun tersenyum dan menuliskan ide itu.
"Ya terimakasih Shiori, apa ada lagi yang lainnya?" Tanya Erza
Beberapa siswa pun mengacungkan tangannya dan mengeluarkan pendapat, sampai pada saat pemungutan suara. Pilihan mengadakan pertunjukkan Natsu dan Gray bernyanyi adalah pilihan yang banyak dipilih.
"Baiklah, jadi Natsu dan Gray akan menyanyi untuk festival sekolah kita untuk perwakilan kelas kita" ucap Lucy
Natsu dan Gray saling memandang.
"Lucy! Kenapa aku harus menyanyi dengan si ice princess itu? Bisa-bisa dipanggung aku akan kedinginan" keluh Natsu sambil menunjuk-nunjuk Gray.
Gray pun merasa kesal, akhirnya ia bangkit berdiri. "Memangnya aku mau berduet dengan otak api sepertimu? Nanti panggung akan hancur jika ada kau!" Balas Gray
"Apa kau bilang!" Ujar Natsu yang sekarang juga sudah bangkit berdiri.
Sting bingung dengan sikap Natsu. Kenapa Natsu bisa memanggil nama Lucy dengan mudahnya? Dan sikapnya berbeda dengan beberapa hari yang lalu.
Lucy hanya tertawa canggung. Erza pun memukul meja. Gray dan Natsu pun berhenti berseteru.
"Diam! Mau tidak mau kalian harus tampil! Kalian mengertiiii?!" Desak Erza
"Haaa'iiiii" Gray dan Natsu menjawab pertanyaan Erza dengan bersama-sama.
"Diskusi hari ini selesai, jadi untuk tugas yang lainnya akan aku umumkan dihari lain, terimakasih atas kerja samanya" ucap Lucy
XXX
Lucy dan yang lainnya sedang berada diatap sekolah. Mereka sedang belajar bersama-sama. Mereka semua tidak mau mendapat nilai yang buruk untuk ujian tengah semester kali ini.
"Aaah untung ada Lucy dan Levy, jadi kita ada yang mengajari" ucap Gray
Lucy dan Levy hanya tersenyum.
"Ne ne Gray, Gajeel dan Natsu pergi kemana? Apa mereka tidak belajar?" Tanya Levy
Lucy juga bertanya-tanya, kemana perginya Natsu. Apa Natsu tidak mau belajar dengan dirinya?
"Hmm mereka sepertinya sedang membuat lagu" jawab Gray dengan santai
"Hah? Membuat lagu?" Tanya Lucy
Gray menggangguk.
"Loh kau tidak tahu ya Lucy? Natsu itu pintar membuat lagu loh" ucap Lisanna
"Eh? Masa?"
"Iya, kau belum pernah melihat pertunjukkannya ya?" Tanya Erza
Lucy menggeleng. "Yang aku tahu dia itu pemain band, aku pikir dia hanya menyanyikan lagu-lagu yang sudah ada hehe"
"Makanya, lainkali kau harus lihat" ujar Gray
"Apa Natsu tidak keberatan jika aku datang untuk melihatnya tampil?" Tanya Lucy
"Kenapa harus keberatan? Semakin banyak penonton, akan semakin bagus juga" jawab Erza sambil tersenyum pada Lucy.
Tiba-tiba ponsel Lucy berbunyi, ternyata ada panggilan masuk dari Sting. Lucy pun mengangkatnya.
"Moshi-moshi"
"Kau dimana? Ayo pulang" ucap Sting diseberang telepon.
"Hmm baiklah, tunggu ya aku akan membereskan barang-barangku dulu" jawab Lucy
Sting pun akhirnya memutuskan telepon.
"Minna, sepertinya aku harus segera pulang. Gomenne" pamit Lucy
"Hmm begitu ya, yasudah kau hati-hati ya. Salam untuk Sting" ujar Erza
Lucy mengangguk dan melambaikan tangannya pada teman-temannya. Pada saat mencapai pintu atap, ia berpapasan dengan Natsu. Mereka saling memandang.
"Kau mau kemana?" Tanya Natsu
"Pulang, aku pamit dulu ya. Jaa nee" pamit Lucy dengan buru-buru.
Natsu melihat Lucy yang terburu-buru itu hanya mengangkat sebelah alisnya, bingung dengan sikap Lucy. Natsu pun menghampiri teman-temannya yang masih belajar dan duduk bersama-sama untuk melanjutkan belajar kelompoknya.
XXX
Lucy dan Sting sudah sampai diapartemen milik Lucy. Mereka berbincang banyak hal dan terkadang tertawa.
"Lucy" panggil Sting
"Hmm?"
"Kau benar-benar sayang padaku kan? Kau tidak akan meninggalkanku kan?" Tanya Sting
Lucy menoleh kearah Sting dan memandang Sting.
"Hey kenapa kau bertanya seperti itu? Aku sungguh menyayangimu, Sting" jawab Lucy
Sting pun menghampiri Lucy dan duduk disebelahnya. Karena pada sebelumnya, mereka duduk saling berhadapan.
Sting duduk disebelah Lucy dan menggenggam tangan Lucy.
"Benarkah? Kau sungguh-sungguh?" Tanya Sting lagi sambil menatap mata karamel milik Lucy.
Lucy mengangguk. "Iya"
Sting pun membelai rambut Lucy, lalu membelai pipi Lucy dan mendekatkan wajahnya pada wajah Lucy. Sting pun menautkan bibirnya ke bibir Lucy dalam ciuman yang hangat dan penuh dengan kemesraan.
XXX
Pada malam harinya, Natsu sudah berada diapartemennya, ia mengambil ponselnya dan menghubungi keluarganya.
"Ibu, ayah ada?" Tanyanya
"Ada, tapi ia sedang istirahat, bagaimana kabarmu, nak?" Tanya ibu Natsu dengan suara lembutnya
"Aku baik-baik saja. Bagaimana kabar kalian disana?" Natsu duduk dipinggir tempat tidur.
"Kami baik-baik saja. Hmm tumben kau menelepon kami malam-malam, ada apa?" Tanya ibunya
"Aku menelepon karena ada sesuatu yang ingin aku beritahu" ucap Natsu
"Apa itu?"
"Aku akan berkunjung kesana untuk beberapa hari setelah festival disekolah. Tolong beritahu ayah ya, bu" sahut Natsu
"Oh iya, sebentar lagi peringatan kematian orang tua Lucy. Baiklah, nanti ibu akan beritahu ayahmu" ucap ibu Natsu
"Baiklah. Jaa nee" Natsu pun menutup teleponnya.
Natsu membaringkan tubuhnya ketempat tidurnya. Ia memandang langit-langit kamarnya.
"Sudah berlalu delapan tahun sejak kejadian itu" gumamnya
Natsu pun menutup matanya. Dan mulai terlelap.
XXX
"Aku berjanji padamu, aku akan melindungimu dan selalu ada disisimu saat kau membutuhkan aku, Luce"
"Kau janji?"
"Janji"
Lucy membuka kedua bola mata karamelnya yang indah. Ia melihat diluar sudah mulai terang, ia menoleh ke jam dindingnya.
Hari ini adalah hari pertama ujian tengah semester. Ia harus segera bersiap-siap agar tidak terlambat. Setelah semuanya siap, Lucy pun berangkat kesekolah.
XXX
Sesampainya disekolah, Lucy masuk kedalam kelas dan melihat Natsu sudah datang. Dia tidak datang terlambat kali ini.
"Ohayou, Natsu" sapa Lucy sambil tersenyum.
"Ohayou" sahutnya
Lucy meletakkan tasnya dan menoleh kebelakang.
"Kau sudah belajar?" Tanya Lucy
"Sedikit, kemarin aku ikut belajar bersama saat kau pulang" jawab Natsu
Hubungan Natsu dan Lucy sudah mulai membaik. Sikap Natsu pun tidak lah dingin seperti saat awal. Lucy pun senang.
"Kalau ada yang tidak bisa, kau bisa bertanya padaku, hmm" ucap Lucy
"Siap! Mohon bantuannya Lucy-sama~" Jawab Natsu
Lucy dan Natsu pun tertawa. Sting yang baru datang menatap kedua insan itu dengan pandangan yang tidak suka.
XXX
Ujian pun dimulai, para siswa dengan tenang melaksanakan ujiannya. Tidak ada satu orang pun yang bersuara. Mereka semua fokus pada kertas soal dan lembar jawaban yang ada dihadapan mereka masing-masing. Begitupun juga dengan Lucy. Ia membaca soal dengan seksama dan menjawabnya dengan lancar. Dan Natsu? Natsu juga membaca soal dengan seksama, yang berbeda adalah Natsu mengerjakan soal-soal yang hanya dimengerti olehnya. Selebihnya, ia akan berusaha tengok kanan dan tengok kiri.
Sudah lewat dari satu jam ujian, Lucy masih memberitahu jawabannya pada Natsu, setelah memberitahu jawaban pada Natsu, Natsu mengopernya pada Gray dan juga Gajeel. Setelah selesai, Lucy dan Levy pun mengumpulkan lembar jawabannya terlebih dahulu, lalu disusul oleh Erza, Sting, Lisanna, Juvia, lalu para siswa lainnya, dan detik-detik terakhir Gray, Natsu, dan Gajeel baru mengumpulkan lembar jawabannya.
Setelah selesai, mereka semua keluar dari kelas dan menikmati istirahatnya.
"Ah Lucy! Terimakasih atas jawabanmu, aku tertolong berkatmuuu" ujar Natsu
"Iya, berkat dirimu semua jawabanku terisi" timpal Gray
"Ah tidak apa-apa. Aku senang bisa membantu kalian" jawab Lucy sambil tersenyum.
Tiba-tiba tangan Lucy ditarik oleh Sting.
"Lucy ayo kita kekantin" ajak Sting
Lucy bingung dengan tingkah Sting, Sting menarik Lucy seperti itu didepan teman-temannya.
"Sting, kenapa kau menarikku seperti ini" tanya Lucy
"Tidak apa-apa. Aku hanya lapar, aku ingin kau temani aku kekantin" jawab Sting tanpa menoleh kearah Lucy.
"Baiklah.."
XXX
Ujian yang kedua pun dimulai, tidak selancar seperti ujian yang pertama, ujian yang kedua ini, diawasi oleh guru-guru yang dijuluki "guru ter-killer". Ya siapa lagi kalau bukan Laxus-sensei.
Natsu hanya menggaruk-garuk kepalanya. Ia sangat pusing melihat pertanyaan-pertanyaan yang ia tidak bisa menjawabnya.
'Astaga kenapa harus dia yang mengawas saat ujian pelajaran ini' batin Natsu
Natsu melirik kearah Gray lalu ke Gajeel, mereka juga sama stress nya dengan dirinya sekarang.
'Oh..teman seperjuangankuu~" pikir Natsu
XXX
"Ahhhh selesai juga ujian hari pertama, aku bisa gila" keluh Gray
"Gray-sama tetap menawan walaupun kau gila~" timpal Juvia
Yang lainnya hanya tertawa. Natsu menoleh kesana-kemari, ia mencari Lucy.
'Kemana dia' pikir Natsu
Matanya menangkap dua sosok yang sepertinya sedang berebut omong dikelas. Itu adalah Lucy dan Sting.
"Kau ini kenapa sih? Hari ini kau terlihat sangat suka menarik-narik tanganku" ucap Lucy sambil menghentakkan tangannya yang digenggam Sting.
"Aku hanya ingin kita cepat pulang" jawab Sting.
"Ya tapi aku harus menemui teman-temanku dulu, Sting" ujar Lucy
"Tidak usah, lagipula memangnya harus? Besok kita juga akan bertemu lagi, kenapa mereka sebegitu pentingnya untukmu, Lucy?" Sahut Sting dengan nada yang cukup tinggi.
Natsu masih memperhatikan mereka, begitupun juga lainnya dari luar kelas.
"Mereka sedang berantem ya?" Tanya Lisanna
"Sepertinya begitu" jawab Levy
"Mereka itu penting, karena mereka adalah teman-temanku. Mereka sangat berharga, Sting. Kau mengerti?!" Jawab Lucy
"Jadi kau menganggap mereka berharga sedangkan kau tidak menganggapku berharga? Begitukah?" Tanya Sting
"Bu-bukan begitu-" sebelum Lucy menyelesaikan kalimatnya, Sting sudah memotongnya.
"Kau menganggap Natsu berharga?! Begitu?!" Sting mulai berbicara dengan keras.
Natsu yang mendengar namanya disebut-sebut, ia pun mengepalkan tangannya, berusaha menahan emosi.
"Kenapa jadi Natsu? Oh tolong Sting, jangan bilang kau cemburu padanya! Jangan seperti anak kecil, Sting!" Timpal Lucy
"Anak kecil? Cih, sikapmu padanya yang membuatku seperti ini, Lucy!" Ujar Sting
Sting memegang kedua tangan Lucy dengan keras, Lucy pun mengaduh.
"Sakit, Sting. Lepaskan" rintih Lucy
"Tidak! Sampai kau berjanji, kau tidak akan perhatian lagi pada si brengsek itu!"
"Terserah padamu, Sting. Kenapa aku harus menuruti perkataanmu? Aku dan Natsu hanya sebatas teman, tidak lebih. Apa salahnya aku perhatian pada temanku?" Mendengar pernyataan yang terlontar dari mulut Lucy, kemarahan Sting makin menjadi-jadi. Sting mengeratkan pegangannya, membuat tangan Lucy memerah.
Natsu yang melihat itu segera membuka pintu. Lucy dan Sting pun menoleh. Mata karamel Lucy sudah mengeluarkan setitik airmata.
"Kalau mau berantem jangan dikelas begini, kalian tidak malu? Kalian sudah tontonan diluar tahu" ujar Natsu dengan santai sambil menunjuk keluar kelas.
Lucy dan Sting pun melihatnya, Sting melepas genggamannya.
"Kalian mau buat drama?" Sindir Natsu
"Jangan disini.." Tambah Natsu
Natsu pun keluar dari kelas dan meninggalkan semuanya. Begitu juga dengan siswa lainnya.
Lucy menatap Sting dan berlari keluar kelas. Sting menatap kepergian Lucy, karena ia merasa begitu kesal, ia menendang salah satu kursi.
"Aaaarrrrgggh!" teriaknya.
XXX
Lucy berlari keluar sekolah sambil menangis. Ia berlari menuju ke halte bus. Ia ingin segera sampai ke apartemennya. Ia merasa sedih dan sangat-malu. Sesekali ia menghapus airmatanya dengan tangannya. Ia menunggu kedatangan bus. Ia duduk dihalte masih dengan tatapan yang sendu.
Beberapa menit kemudian, bus yang ditunggu Lucy pun tiba, begitu pula dengan Sting. Sting berada dibelakang bus itu.
"Lucy!" Panggil Sting.
Lucy yang sudah didepan pintu untuk naik ke bus menoleh ke Sting.
"Pulang lah bersamaku, hey!" Bujuk Sting
Lucy tak menjawab, Lucy pun masuk kedalam bus tanpa menghiraukan kata-kata Sting.
"Sial!" Umpat Sting
Bus itu kemudian jalandengan kecepatan yang selayaknya. Lucy duduk di pojok jendela. Ia menoleh, memandang keluar jendela. Banyak yang ia pikirkan sekarang ini. Ia berpikir, semenjak Lucy dan Sting menjadi sepasang kekasih, Sting sudah mulai berubah. Sikap dan sifatnya. Perubahannya terbukti dengan kejadian tadi disekolah. Tanpa alasan, Sting cemburu dengan Natsu? Itu konyol.
Sting mengikuti bus yang dinaiki oleh Lucy. Ia mengikutinya dengan pelan, sampai pada halte dimana seharusnya Lucy turun. Sting pun memberhentikan mesin motornya dan membuka helmnya. Bus itu berhenti dan menurunkan seorang penumpang yang tidak lain adalah Lucy.
Sting turun dari motor dan menghampiri Lucy.
"Lucy tunggu" Sting menarik tangan Lucy. Lucy pun menoleh.
"Ada apa lagi?" Tanya Lucy
"Tidakkah cukup kau mempermalukanku disekolah seperti tadi? Tidak cukup kau membentakku? Hmm?" Lucy menyentakkan tangannya hingga genggaman Sting terlepas.
"Aku tidak mengerti denganmu, Sting. Kau berubah. Kau menjadi overprotect padaku tanpa alasan yang jelas. Tidakkah kau bisa percaya padaku, sedikit? sedikit saja..." Lucy sekarang berdiri berhadapan dengan Sting. Sting menunduk.
"Maafkan aku" gumam Sting
"Sudahlah, aku capek. Aku ingin istirahat, pulanglah" Lucy pun berjalan meninggalkan Sting yang masih diam terpaku.
"Tung-" ucapan Sting terpotong karena Lucy
"Aku bilang pulanglah, aku sedang tidak ingin bicara denganmu" potong Lucy.
Sting pun hanya memandang kepergian Lucy. Ia merasa benar-benar menyesal karena perbuatannya tadi disekolah.
Apa Lucy tidak akan memaafkannya? Sting pun menjadi frustasi memikirkan hal itu.
XXX
Natsu berada distudio bandnya. Ia sedang bersama dengan teman-temannya.
"Bukankah kau sedang ujian? Kenapa kau malah main kemari?" Tanya Matsumoto
"Oy, memangnya tidak boleh?" Natsu membalikkan pertanyaan Matsumoto.
"Bukan begitu, hanya saja kau harusnya belajar dirumah" timpal Tamazaki
"Otakku memanas saat membaca buku-buku pelajaran, kalian tahu kan kalau aku tidak begitu hebat dalam hal bersekolah, ugh" keluh Natsu
"Baiklah..baiklah.. Terserah dirimu saja" sahut Matsumoto yang sekarang entah pergi kemana.
Natsu memetik gitar dan mulai memainkan nada-nada yang sederhana. Ia teringat kejadian tadi disekolah, dimana Lucy dan Sting bertengkar. Lucy menangis. Lucy merintih kesakitan. Tetapi Natsu meninggalkannya. Natsu tidak membantunya.
"Tama, aku mau bertanya padamu" Natsu menghentikan permainan gitarnya dan menoleh kearah Tamazaki
"Apa?"
"Apa yang kau lakukan kalau melihat seseorang yang kau cintai menangis karena disakiti oleh orang yang dicintainya?" Tanya Natsu dengan serius.
"Aku akan membunuh orang yang menyakitinya" jawab Tamazaki singkat
Natsu bersweatdrop. "Oy oy, itu bisa membuatmu masuk penjara, Tama!" Ujar Natsu sambil menunjuk-nunjuk Tamazaki.
Tamazaki tertawa. "Aku bercanda"
"Dasar!" Gerutu Natsu
XXX
Lucy sudah berada didalam apartemennya. Ia sedang berbaring ditempat tidurnya. Ia menutupi wajahnya menggunakan bantal kecil. Bahunya naik dan turun menandakan kalau ia sedang menangis.
"Aku..benci Sting yang sekarang.." Gumam Lucy didalam tangisnya.
XXX
Keesokkan harinya, Lucy masuk kekelas dengan mata yang sembab. Ia dikerumuni oleh sahabat-sahabatnya, seperti Erza, Juvia, Levy, dan juga Lisanna.
"Lu-chan, kau menangis semalaman ya?" Tanya Levy sambil memegang bahu Lucy.
Lucy menggeleng. "Mooou aku tidak menangis, mataku semalam kena angin karena aku berjalan-jalan saat malam hari hahaha" sanggah Lucy.
Natsu masuk kedalam kelas bersama dengan Gajeel dan Gray. Natsu melihat Lucy sedang dikerumuni oleh yang lain.
"Ada apa itu?" Tanya Gajeel pada siapapun yang ingin menjawabnya.
"Entahlah.." Jawab Gray
Natsu masih diam ditempat, sedangkan Gray dan Gajeel sudah menghampiri para gadis. Dari tempat Natsu berdiri, ia melihat Lucy dan juga mata sembabnya. Natsu kaget melihatnya. Natsu berjalan santai ketempat duduknya. Ia menoleh sebentar ketempat Sting. Sting belum datang. Tumben sekali.
Natsu kembali melihat teman-temannya yang mengerubungi Lucy.
"Hoy, sudah kalian itu mengganggu pemandangan saja. Kalian seperti lalat, tahu" ujar Natsu dengan cuek.
Teman-temannya menoleh kearahnya dan menatapnya tajam, termasuk Lucy.
"Maksudmu apa, Natsu? Kami ini lalat?!" Tanya Gray dengan nada kesal.
"Iya kalian itu seperti lalat lagi berebutan sampah tau, makanya pergi sana" sahut Natsu.
Lucy bangkit berdiri dan menatap Natsu dengan pandangan horor.
"Natsuuu, berarti aku ini sampahnya? Begitu?" Tanya Lucy dengan amarah yang meledak-ledak.
Natsu meneguk ludahnya, ia pelan-pelan bangkit berdiri dan kabur dari kelas.
"Natsu! Jawab aku! Jangan kabur hey!" Teriak Lucy sambil berlari mengejar Natsu.
Mereka berlarian dikoridor sekolah.
"Kau sangat menyeramkan, aku tidak mau!" Ujar Natsu masih terus berlari menghindar dari Lucy.
"Sini kau Natsu! Akan aku beri pelajaran untuk mulutmu itu! Hey!" Teriak Lucy
Sting yang baru saja tiba disekolah, dibuat kaget saat melihat Lucy mengejar Natsu.
"Tidak! Kau menyeramkan, Luce" teriak Natsu dengan kencang.
Lucy dan Sting membelalakkan matanya. Lucy memelankan larinya saat mendengar teriakan Natsu.
'Luce..panggilan itu..' Batin Lucy
Lucy pun menghentikan langkahnya.
"Ne ne Luce..ayo kita main.." Terdengar suara anak laki-laki kecil.
Ia mengingat mimpinya, mengingat suara yang memanggilnya.
Natsu sadar kalau Lucy sudah tidak mengejarnya. Ia menoleh kebelakang, dan terlihat Lucy yang sedang memegang kepalanya seperti kesakitan. Natsu membelalakkan matanya begitu pula dengan Sting.
XXX
Suara yang ada didalam mimpi itu selalu terngiang-ngiang didalam pikirannya.
'Siapa' pikir Lucy
"Ne ne Luce..ayo kita main.." Terdengar suara anak laki-laki kecil.
"Tidak! Kau menyeramkan, Luce!"
'Terdengar sama..' Batin Lucy
Lucy merasakan hantaman yang besar dikepalanya. Ia merasa sakit yang tidak tertahankan dikepalanya. Ia mulai terjatuh dan semuanya pun gelap.
"LUCYY!" Teriak Sting dan Natsu bersamaan.
.
.
.
.
.
To be Continued
Hallo minna-san, apa kabar semuanyaaaa? Ini dia chapter barunyaaa, bagaimana? kurang puaskah? mohon reviewnya lagi ya para readers yang baik hati~~~~
Btw. Kalian sudah membaca chapter 372-nya? aku membacanya sampai merinding dan tidak berkedip #plak *lebaymodeon* abis seru bangeeeeet! jadi Excited gituuu yuhuuu~~~ daaan Zeref pun nongol dichapter itu, makin gasabar nunggu kelanjutannya!
Pasti kalian bertanya-tanya kenapa Natsu bisa berubah drastis gitu sama Lucy? secara Sting aja bingung ama kelakuan Natsu(?) nah, disini aku bakal jelasin. Kalian udah baca chapter yang sebelumnya bukan? yang Gray menjadi orang yang bijak banget kaya mario teguh*LOHAPA-APAANINIII* Natsu mikir kalau omongan Gray ada benernya, ya walaupun Lucy udah jadi milik Sting, tapi Natsu ngerasa mau tetep ngawasin Lucy secara diam-diam, bukan ngawasin sih, tapi lebih ke melindungi! Diam-diam? itu pikirannya Natsu, tapi beda sama pikiran Gray, Natsu disuruh buat blak-blakkan ngelindungi Lucy. berada disamping Lucy. Nah disitu tuh, Natsu jadi memberanikan diri merubah sikapnya secara perlahan pada Lucy. di chapter ini jelas kan? dari mulai interaksi berbicara satu sama lain, terus ledekan Natsu yang membuat Lucy marah, dan sekarang Natsu menjadi mudah memanggil Lucy. sebelumnya Natsu kan memanggil Lucy gak pake nama. cuma "Hei'. Gituu~
Penjelasannya kepanjangan ya? dan kayanya para readers juga udah pada tau alesannya Natsu berubah sikapnya pada Lucy tanpa penjelasan yang aku kasih ahaha :$ Dan buat figur Shiori, bayangkan saja dia seperti Yuki Yoshida atau Tomonori yang ada di korewa zombie desuka? hihi ^^
XXX
Balasan buat review yang kemarin.
yodontknow : urwell
zuryuteki : Natsu udah dapet pencerahan dari Gray nih, dan sekarang udah mulai melancarkan usaha-usahanya dia XD Penasaran? tunggu chapter berikutnya, dijamin tambah bikin penasaran (?) XD
karinalu : Lagu itu, menenangkan banget loh melodinya huaaaaah~~ Ahh tidak apa-apa ^^ Iya Gray memberikan pencerahan banget buat Natsu dengan kata-kata bijaknya, mungkin Gray berguru dulu ama mario teguh XD Iya semoga saja Natsu kembali kedalam pelukan Lucy. Aku juga maunya buat gitu XD
Fi-chan nalupi : Haaaah yokatta kalau tidak membosankan dan membuat dirimu senang wihiw XD duh jadi refresh ya abis ujian matematik :D iya ini semangat banget ini, makanya udah update hahaha XD
shadow : Ini sudah lanjut XD
winha heartfilia : Kaya lagu ungu aja nih cinta dalam hati XD semangatin Natsu terus yaa biar Lucynya jadinya ama Natsu XD
Okeeey, udah dulu. Sampe sini aja bacotan author. Jangan lupa, mohon reviewnya dan tunggu selalu kelanjutannya
Yusa-kun XD
