Fairy Tail © Hiro Mashima
A Fairy Tail Fanfiction
Three Heart for One Love
By Yusa-kun
Warning : AU, Typo(s), OOC.
.
.
.
.
.
Sting dan Natsu segera berlari menghampiri Lucy yang tergeletak dikoridor. Para siswa pun berusaha menolong. Natsu pun sampai terlebih dahulu. Saat Natsu ingin menggendong Lucy, tangannya ditepis oleh Sting.
"Jangan menyentuhnya, Natsu!" geram Sting.
Sting pun menggendong Lucy dan membawanya keruang kesehatan. Natsu masih terdiam tanpa mengedipkan matanya sekalipun.
"Ada apa dengan Lucy, Natsu?" Tanya Erza
Natsu tidak menjawab. Gray menaruh tangannya dibahu Natsu.
"Natsu" panggilnya
Natsu pun tersadar dan menoleh kearah teman-temannya.
"Ia pingsan, kalian jenguklah dia di ruang kesehatan" Setelah berkata seperti itu, Natsu pun kembali berjalan kedalam kelas. Teman-temannya memandang kepergian Natsu.
"Kalian pergi kesana duluan, aku akan menyusul si flamehead" ujar Gray
Gray pun menyusul Natsu.
XXX
Diruang perawatan, Sting membaringkan Lucy. Suster yang berada di ruang kesehatan pun memeriksa keadaan Lucy. Erza, Juvia, Lisanna, Gajeel dan Levy masuk kedalam ruangan.
"Sting, bagaimana keadaan Lu-chan?" Tanya Levy
"Aku belum tahu, dia sedang diperiksa oleh suster" jawab Sting dengan wajah yang begitu cemas.
Terdengar bel masuk berbunyi, seiring suster selesai memeriksa Lucy.
"Kalian ikutlah ujian dulu. Aku akan menjaganya" ucap sang suster
"Tidak, aku tetap disini" ucap Sting dengan keukehnya.
"Tidak bisa, kalian harus ikut ujian. Temanmu akan aku jaga sampai kalian selesai ujian" suster itu mengedarkan pandangan pada semuanya.
"Baiklah kami mengerti, ayo kita kembali kekelas" ajak Erza
Semuanya mengangguk kecuali Sting. Sting masih diam diruang perawatan.
"Ayo Sting" ajak Erza lagi
Sting memandang Lucy dengan tatapan yang khawatir kemudian mereka semua keluar dari ruangan.
XXX
Dikelas, Natsu masih terdiam. Ia masih mengingat kejadian saat Lucy jatuh pingsan. Ia memandang kursi Lucy yang kosong. Natsu pun kembali fokus pada ujiannya, begitu juga yang lainnya. Natsu berusaha untuk menjawab semua pertanyaan dengan cepat agar ia dapat menjenguk Lucy.
'Dan nomor terakhir' pikir Natsu
Selesai.
Natsu pun bangkit berdiri dan mengumpulkan lembar jawabannya. Teman-teman dekatnya heran melihat Natsu bisa secepat itu menyelesaikan ujian. Natsu menyambar tasnya dan keluar dari kelas. Sting yang sadar akan hal itu, ia dengan segera menyelesaikan ujiannya.
XXX
Natsu berlari menuju keruang perawatan, saat masuk ia melihat suster sedang duduk menjaga Lucy. Lucy masih terbaring tidak sadarkan diri. Padahal sudah satu jam lamanya ia pingsan.
"Suster" panggil Natsu
Suster pun menoleh dan tersenyum.
"Kau ingin menjenguknya?" Tanya sang suster sambil bangkit berdiri.
Natsu mengangguk.
"Dia belum sadarkan diri" ungkap sang suster
Natsu menatap Lucy. Kedua mata karamelnya tertutup rapat. Deru nafas milik Lucy terdengar halus ditelinga Natsu. Natsu pun menyeret kursi dan duduk didekat ranjang Lucy.
Natsu menggenggam tangan Lucy, memandangnya dengan khawatir. Natsu tidak tahu harus berkata apa.
"Aku akan keluar sebentar" pamit sang suster.
Tanpa menoleh, Natsu pun mengangguk.
Saat terdengar pintu ditutup, Natsu pun mencium punggung tangan Lucy.
'Bangunlah Lucy..' Batin Natsu
Natsu pun mengecup dahi Lucy.
XXX
"Kau sedang apa? Berani sekali kau menjenguknya" Sting tiba-tiba sudah berada didalam ruangan yang sama dengan Natsu dan Lucy.
Natsu pun menoleh. "Aku hanya mengecek saja" jawab Natsu
Sting menghampirinya dan meraih kerah seragam Natsu. Ia menatap Natsu dengan penuh amarah.
"Dia pingsan karenamu, brengsek!" Geram Sting. Ia telah mengacungkan bogeman ke wajah Natsu.
Natsu mendecih. "Kau mau memukulku? Kau bisa kena hukuman"
"Aku tidak peduli!" Sting pun melayangkan pukulan keras kewajah Natsu. Bibir Natsu pun mengeluarkan sedikit darah.
"Panggilanmu! Panggilanmu untuknya" ujar Sting
Natsu mengingat kejadian tadi pagi. Ia baru saja mengingat kalau ia memanggil Lucy dengan panggilannya yang dulu.
"Tidak! Kau menyeramkan, Luce"
Natsu terdiam. Jadi alasan Lucy pingsan adalah karena dia? karena panggilan itu?
"Kau sudah ingat?!" Bentak Sting
"Ak-aku tidak bermaksud un-" Natsu dipukul lagi oleh Sting.
"Aku sudah bilang, jauhi dia! Dia milikku!" Ujar Sting seperti orang yang kerasukan setan.
"Ak-aku tid-dak akan men-jau-hi Lu-cy" sahut Natsu
Sting mendecih. "Kenapa? Kau mau membuat dia celaka seperti dulu? Aku sudah bilang kalau kau tidak dapat membuatnya bahagia!" Ungkap Sting
Natsu bersandar ditembok, ia memegangi pipinya yang nyeri karena pukulan Sting.
Tiba-tiba pintu ruang kesehatan terbuka dan menampakkan Gray.
"Hoy hoy, kalau mau berkelahi lakukanlah diluar, jangan didepan orang yang sedang sakit. Kalian tidak punya etika" Gray berjalan masuk dan menutup pintu ruang perawatan.
Keadaan menjadi canggung karena kehadiran Gray. Gray menoleh kearah Natsu.
"Kau babak belur" ucap Gray sambil senyum meledek.
Natsu berdecak.
"Ayo Natsu kita pulang" ajak Gray
Natsu pun menatap Lucy, lalu ke Sting dan pergi dari ruang kesehatan. Meninggalkan Lucy dan Sting.
XXX
"Kau dibuat seperti ini sama bocah pirang itu. Astagaaa payah" ledek Gray
"Berisik!" Natsu sedang mengompres lukanya.
"Tadi apa yang terjadi pada Lucy? Kenapa dia bisa pingsan seperti itu?" Tanya Gray
"Kemungkinan besarnya, dia sedikit mengingatku" jawab Natsu. Natsu terkadang meringis kesakitan.
"Ap-apa?! Bagaimana bisa?" Gray kaget mendengar dugaan Natsu.
"Dia mendengar aku menyebut nama panggilannya saat kecil" Natsu melemparkan kompresannya kesembarang arah.
Sekarang mereka berdua sedang berada diapartemen milik Natsu. Jadi Natsu berlaku bebas diapartemennya, ya termasuk melepar kompresannya.
"Panggilan?"
Natsu mengangguk. "Aku memanggil Lucy dengan panggilan 'Luce'. Dan aku benar-benar tidak sengaja tadi. Itu terlontar begitu saja dari mulutku, aku pun tidak sadar" jelas Natsu
"Apa aku bilang! Jauh didalam hati Lucy, pasti ada kenangan yang tersangkut tentangmu, otak api!" Seru Gray
"Iya, tapi gara-gara itu, dia jadi jatuh pingsan dan tidak dapat ikut ujian" ucap Natsu
"Dia masih bisa ikut ujian susulan, baka" sahut Gray
Natsu tersenyum riang lagi "Ah! Benar juga!"
XXX
Diruang kesehatan sekolah, Sting masih menunggu Lucy sadar. Teman-teman Lucy pun sudah menjenguknya.
"Lucy, maafkan aku" gumam Sting sambil menggenggam tangan Lucy.
Tiba-tiba tangan Lucy bergerak saat digenggam oleh Sting. Sting terperanjat kaget. Ia menatap Lucy.
"Lucy!"
Lucy akhirnya membuka matanya. Saat pertama yang ia lihat adalah Sting.
"S-sting?" Dengan lemah Lucy memanggil nama Sting.
"Iya Lucy, aku disini" sahut Sting yang masih menggenggam tangan Lucy.
Lucy berusaha untuk bangun dan dibantu oleh Sting. Lucy menoleh kekanan dan kekiri seperti mencari seseorang.
"Dimana Natsu?" Tanya Lucy
Sting terdiam mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut kekasihnya. Ia berusaha untuk menahan emosinya.
"Untuk apa kau mencarinya, Lucy?" Tanya Sting
"Aku hanya ingin bertanya sesuatu padanya" jawab Lucy
Sting mengepalkan tangannya.
"Dia tidak menjengukmu. Ia sungguh tidak menjengukmu" ungkap Sting
"Benarkah?" Tanya Lucy. Sting mengangguk.
Terlihat kekecewaan dimata Lucy saat Sting bilang Natsu tidak menjenguknya.
'Sebenarnya apa yang kau harapkan Lucy..' Batin Lucy.
XXX
Hari-hari pun berlalu, ujian pun dilalui oleh para murid dengan bersusah payah. Lucy pun mengikuti ujian susulan untuk ujian hari kedua yang dilewatkannya. Dan hari ini adalah hari dimana ujian berakhir. Dimana semua murid sibuk menyiapkan festival sekolah.
"Lucy, kita harus beli beberapa bahan untuk membuat spanduk" ucap salah seorang siswa kelasnya.
"Hmm baiklah, Levy-chan, tolong hitung pengeluarannya ya" ucap Lucy. Levy menganggukkan kepalanya. Levy adalah bendahara kelas, dimana semua pengeluaran akan dihitung oleh dirinya begitu juga dengan pemasukannya.
"Kalau bisa usaha kita ini dapat mendatangkan keuntungan!" Seru salah satu siswa laki-laki dikelasnya dengan penuh semangat.
Lucy pun menjitak kepala anak itu.
"Kalaupun ada keuntungan, keuntungan itu harus digunakan untuk kelas ini juga, bukan untuk bersenang-senang" Lucy pun mengomel sana-sini sambil bertolak pinggang. Yang lainnya juga sibuk membuat sesuatu. Termasuk Sting.
Lucy menoleh kesana kemari, ia seperti mencari seseorang.
"Erza, dimana Natsu?" Tanya Lucy
"Mungkin diruang musik" jawab Erza
"Hmm baiklah" Lucy pun keluar dari kelas menuju ke ruang musik. Saat sampai di depan ruang musik, dari luar ia bisa mendengar suara musik dan juga nyanyian.
Lucy pun membuka pintu dan terlihat Natsu dan Gray sedang berlatih bernyanyi bersama Gajeel dan tiga orang lainnya dari kelasnya sebagai band. Lucy tersenyum dan mendengar lagu itu dengan seksama. Ia bersandar didepan pintu. Mereka yang sedang berlatih tidak memperhatikan bahwa ada keberadaan Lucy disana.
Saat musik berhenti, Lucy pun bertepuk tangan dan menghampiri mereka semua.
"Lagu yang baguuuss" puji Lucy. Lucy tersenyum manis pada semuanya. Natsu yang melihatnya hanya blushing. Gray menyikut perutnya dengan maksud meledeknya.
"Si otak api ini yang membuatnya" Gray menunjuk kearah Natsu. Natsu pura-pura tidak tahu.
Lucy tertawa. "Sekali-sekali kau harus membuatkan ku lagu, Natsu"
"Itu gampang" sahut Natsu
Lucy duduk dikursi yang ada diruang tersebut.
"Apa kalian akan menampilkan lagu itu saja? Kita bisa menampilkan banyak hal loh" ungkap Lucy
"Kenapa kau tidak mencoba untuk berduet dengan Natsu saat festival nanti?" Usul Gray membuat Lucy dan Natsu terbatuk-batuk.
"Loh? Kenapa kalian?" Tanya Gajeel
"Tidak!" Natsu dan Lucy jawab bersamaan. Mereka pun saling memandang dan blushing.
"Iya kenapa tidak dicoba? Lagipula suaramu bagus kan Lucy" timpal Gajeel
"Kita buat akustik, bagaimana menurutmu Natsu?" tambah Gray sambil menyenggol siku Natsu. Natsu menoleh dan menatap sinis Gray.
"Kenapa jadi kalian yang mengaturku? Aku ini ketua kelas kalian loh" protes Lucy sambil berkacak pinggang. Natsu mengalihkan pandangannya kearah Lucy dan tersenyum.
"Kalau kau tidak mau berduet denganku, kenapa kau tidak mencoba berduet dengan kekasihmu?" Usul Natsu
Deg!
Entah kenapa saat Natsu mengatakan hal itu dan menekankan pada kata 'kekasihmu' hati Lucy merasakan ada yang aneh.
"Aku bilang jangan mengaturku!" Protes Lucy lagi. Wajahnya sudah mulai memerah.
Yang lainnya tertawa lagi, sedangkan Natsu menahan tawanya.
"Tapi kami sudah melapor kalau kalian akan tampil berduet nanti" ucap Gajeel dengan polosnya tanpa ada rasa bersalah dan pada akhirnya ia dipelototi oleh Gray. Gajeel hanya menyengir. "Aku hanya berusaha untuk jujur Gray, sudahlah.." tambah Gajeel.
"Ap-Apa maksudmu dengan sebutan 'Kalian' ?" tanya Lucy sambil memandang secara bergantian kearah Gray dan Gajeel.
Natsu bertolak pinggang "Iya, apa maksud kalian?" ucap Natsu
"Kami mendaftarkan kalian, kalau kalian akan bernyanyi berduet untuk mengisi acara dipanggung" jelas Gray. Lucy dan Natsu tercengang, tanpa sadar mereka telah ternganga mendengar penjelasan Gray. Sesaat kemudian, Natsu mengepalkan tangannya, matanya berapi-rapi dan siap-siap untuk menghajar Gray dan Gajeel.
"KAAALIIIIAAANNNN!" geram Lucy dan Natsu bersama-sama. Yang membuat ulah pun akhirnya melarikan diri dan dikejar oleh Natsu dan Lucy.
XXX
Dua hari pun telah berlalu, seluruh murid Fairy Tail High School telah menyiapkan segala sesuatunya untuk festival. Begitu juga dengan Lucy dan yang lainnya.
Lucy dan yang lainnya yang akan tampil dipanggung juga sibuk berlatih. Dengan adanya festival ini, Lucy dan Natsu menjadi dekat, mereka latihan bernyanyi bersama, mengerjakan keperluan pentas, lalu keperluan stand untuk usaha kelas. Lucy pun sekarang jarang terlihat bersama dengan Sting. Sting sudah diberi tugas untuk mengurus keperluan stand usaha kelas, ia juga repot sehingga tidak dapat melihat Lucy.
"Kau lelah?" Natsu duduk disebelahnya.
Lucy menggeleng. "Ini menyenangkan" jawab Lucy
Lucy menoleh kearah Natsu dan tersenyum manis. Jantung Natsu berdegup dengan kencangnya saat melihat senyuman manis itu.
"Kita harus maksimal untuk pertunjukkan festival nanti" ucap Lucy
Natsu mengangguk dan memberikan grinsnya yang khas pada Lucy. Lucy pun terpengarah melihatnya.
'Ini juga begitu familiar..' Pikir Lucy
"Lucy? Lucy..." Natsu melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Lucy. Lucy pun tersadar.
"Kau melamun?" Tanya Natsu
Lucy menggeleng dan bangkit berdiri.
"Aku kembali kekelas dulu, ada yang harus ku urus" pamit Lucy.
Saat diluar pintu ruang musik, Lucy memegangi dadanya. Ia merasa jantungnya berdegup dengan kencang.
'Ada apa ini..' Batin Lucy
XXX
Keesokkan harinya, stand kelas Lucy sudah siap. Mereka menjual beberapa macam kue kering dengan harga yang murah dan bentuk-bentuk yang unik. Yang membuat kue ini semua adalah Shiori, karena ibunya mempunyai toko kue yang cukup terkenal dengan kelezatan kuenya.
Lucy berjalan kesana-kemari melihat kelasnya. Ia melihat agar semuanya tidak ada yang terlupakan. Setelah semua selesai, ia pun berdiri bersandar ditembok dan melihat stand usahanya dari kejauhan.
"Hah capeknya" keluhnya
Tiba-tiba, Lucy merasakan dingin dipipi kanannya. Ia menoleh dan melihat Natsu sudah membawakan jus kotak strawberry dingin. "Eh?"
Natsu menyodorkan minuman itu dan diterima oleh Lucy. Dari kejauhan terlihat Sting yang juga membawa sekotak jus yang sama seperti yang diberikan Natsu pada Lucy. Sting menatapnya kesal, tanpa sadar ia telah meremukkan kotak jusnya itu.
"Bandmu tampil urutan ke empat ya, jadi siap-siap" Lucy mengingatkan Natsu
Natsu mengangguk. "Kita tampil setelah itu bukan?" Tanya Natsu
Lucy mengangguk.
"Jadi kau bisa melihatku tampil kan nanti?" Tanya Natsu sambil menoleh kearah Lucy dan tidak lupa, ia tersenyum.
Lucy blushing. Lucy berpikir sejak kapan ia dan Natsu terlihat akrab seperti ini. Sejak kapan Natsu jadi banyak tersenyum dihadapan Lucy. Sejak kapan Lucy dan Natsu berinteraksi sebanyak ini.
"Pastinya" jawab Lucy sambil membalas senyuman Natsu.
XXX
"Baiklah, kalian sudah melihat pertunjukkan drama dari kelas 2-2 bukan? Jadi sekarang waktunya kita nge-rock bersama!" Seru host acara
"Kita sambut band kelas 2-4. Dengan vokalis Natsu Dragneel dan Gray Fulbuster!" Host itu terlihat begitu semangat.
Natsu dan yang lainnya naik keatas panggung. Alat-alat musik mereka sudah disediakan. Lucy melihatnya dari tempat yang dapat melihat dengan jelas. Natsu pun bisa melihatnya dari atas panggung. Sekilas, Natsu tersenyum pada Lucy.
Alunan musik pun dimulai.
Natsu dan Gray pun bersama menyanyikan liriknya. Dan memegang stand mic dengan penuh pesona sehingga para penonton bersorak-sorai.
We will blow away mukaikaze ni tachimukai
Subete tsuyosa ni kae rising
Blow away kanashimi sae norikoete
Ima kibou no hikari tsukamu ze
Natsu menyanyikan lirik selanjutnya. Ia melirik kearah Gray sambil memegang stand micnya.
Burn moeagaru kobushi ni chikai
Itsu de mo honki misete yaru maji de
Gray pun menyanyi kan lirik selanjutnya.
Freeze mayoi nante itetsukasete
Shinjiru mirai egakeru sa
Gray dan Natsu bernyanyi bergantian. Penonton pun bersorak-sorai. Lucy yang melihatnya hanya menepuk tangannya. Dan tersenyum. Semua yang mendengarkan dan menonton terhanyut dalam lagu tersebut.
Makesou ni nattara oshiero yo
Donna toki datte tasuke ni iku zo
Yokei na o-sewa da ze dakedo maa
Sukoshi kansha wa suru ze
Natsu dan Gray bernyanyi bersama. Membuat penonton makin histeris.
We can blow away donna kabe mo buchiyaburi
Omoi yuuki ni shite rising
Blow away kurushimi sae norikoete
Saikyou no kizuna wo shinjite
Saikou no nakama to issho ni
Natsu dan Gray terus menyanyikan liriknya secara bergantian. Di setiap reff mereka menyanyikan lirik bersama-sama.
Soul furueru kowasa wo norikoe
Taisetsu na mono miete kuru MAJI de
Go tomerarenai kono kanjou de
Taisetsu na mono wo mamoru zo
Hitori de tsuppashitte komattara
Furimuite mina soko ni ite yaru ze
Kakko tsukesugita zo demo ii ka
Iku zo chikara awasete
We will blow away mukaikaze ni tachimukai
Subete tsuyosa ni kae rising
Blow away kanashimi sae norikoete
Saikou no mirai wo shinjite
Ima kibou no hikari tsukamu ze
We can blow away nando datte tachiagari
Omoi yuuki ni shite rising
Blow away kurushimi sae norikoete
Saikyou no kizuna wo shinjite
Saikou no nakama to issho ni
Setelah selesai, semua penonton bersorak dan bertepuk tangan. Lucy pun juga bertepuk tangan.
"Aku tidak menyangka kalau mereka akan berduet dengan bagus, padahal mereka sering berkelahi" ucap Erza yang tiba-tiba ada dibelakang Lucy.
Lucy mengangguk tersenyum. "Kombinasi yang bagus, bukan?"
Mereka semua menikmati lagu yang dibawakan Natsu dan Gray. Karena lagu ini terdengar begitu penuh semangat. Cocok dengan suasana hari itu.
"Setelah ini, kau akan tampil bersama mereka, bukan?" tanya Erza. Lucy mengangguk, "Aku sedikit gugup"
"Tidak usah gugup, Lucy. Ganbatte ne" Erza memberi semangat Lucy sambil menepuk pelan bahu Lucy. Lucy mengangguk.
XXX
"Yaaah penampilan selanjutnya masih dari kelas 2-4. Dan band yang sama, hanya ditambah dengan keberadaaann...Kita sambut Lucy Heartfilia. Berikan tepuk tangan untuk mereka" Seru host itu
Lucy naik keatas panggung sedangkan Gray turun dari panggung, sebelum itu, mereka saling ber-high five. Lucy berdiri disamping Natsu. Lucy merasa gugup, jantungnya berdebar begitu cepat. Lucy menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya kembali.
'Aku tidak boleh mengacau' batin Lucy.
Penonton semua terpesona dengan kecantikan Lucy. Lucy tidak memakai kostum yang khusus, tubuhnya masih dibalut dengan seragam sekolahnya. Natsu berdiri didekatnya dan membisikkan sesuatu.
"Jangan gugup" bisik Natsu. Lucy menoleh dan mengangguk.
Lucy pun memegang stand microfonenya dan bersiap untuk bernyanyi. Natsu memberikan tanda pada band pengiringnya yang terdiri dari Gajeel dan kawan-kawan lainnya.
Alunan musik pun dimulai.
Lucy mulai bernyanyi dengan merdunya dan mengikuti iringan musik.
I've been living with a shadow overhead,
I've been sleeping with a cloud above my bed,
Lucy bernyanyi sambil melirik kearah Natsu, Natsu pun memandang Lucy dan tersenyum,
I've been lonely for so long,
Trapped in the past,
I just can't seem to move on
Natsu pun bergantian untuk menyanyikan lirik selanjutnya.
I've been hiding all my hopes and dreams away,
Just in case I ever need 'em again someday,
Natsu bernyanyi dengan suaranya yang merdu, dan begitu mengkhayatinya. Lucy yang memandangnya hanya tersenyum.
I've been setting aside time,
To clear a little space in the corners of my mind
Para penonton mulai terhanyut dalam alunan musik yang diberikan oleh Natsu dan Lucy.
Natsu dan Lucy pun menyanyikan bagian reff dengan bersama-sama. Mereka berjalan, saling mendekat dan saling memandang.
All I wanna do is find a way back into love.
I can't make it through without a way back into love.
Ooo hooow
Lucy menyanyikan lirik selanjutnya. Ia berjalan kearah lain dan melihat kearah penonton.
I've been watching but the stars refuse to shine,
I've been searching but I just don't see the signs,
Lucy menunjuk kearah lain saat menyanyikan lirik ini,
I know that it's out there,
There's gotta be something for my soul somewhere
Natsu menyanyikan lirik selanjutnya sambil melangkah kakinya kearah berlawanan dari Lucy. Natsu berusaha atraktif dengan penonton.
I've been looking for someone to she'd some light,
Not somebody just to get me through the night,
Natsu menoleh kearah Lucy, Lucy pun ikut menoleh. Natsu menyanyikan lirik ini sambil menunjuk kearah Lucy. Lucy tersenyum.
I could use some direction,
And I'm open to your suggestions.
Mereka kembali menyanyikan reff dengan bersama-sama. Mereka melangkahkan kakinya untuk ketengah panggung.
All I wanna do is find a way back into love.
I can't make it through without a way back into love.
Natsu dan Lucy menyanyikan lirik sambil saling memandang satu sama lainnya.
And if I open my heart again,
I guess I'm hoping you'll be there for me in the end
Oh ooohhh..
Dari kejauhan, Gray dan kawan-kawan melihat penampilan Natsu dan Lucy hanya bisa tersenyum.
"Mereka terlihat seperti sedang jatuh cinta ya" komentar siswi lain yang terdengar ditelinga Gray. Gray hanya tersenyum.
"Mereka terlihat benar-benar serasi. Aku tidak menyangka.." ucap Erza.
"Hmm" jawab Gray yang masih melihat penampilan Natsu dan Lucy yang memukau.
Dari kejauhan pun, ternyata Sting melihat penampilan Lucy dengan Natsu. terlihat kekesalan diwajahnya. Ia mengepalkan tangannya dan ia mulai tidak tahan melihatnya dan pergi meninggalkan sekolah.
Lucy bernyanyi sambil melambaikan tangannya kepenonton. Penonton pun terlihat begitu menyukai penampilannya.
There are moments when I don't know if it's real
Or if anybody feels the way I feel
I need inspiration
Not just another negotiation
Mereka menyanyikan lirik bersama-sama. Tangan keduanya mulai tertaut erat.
All I wanna do is find a way back into love,
I can't make it through without a way back into love,
Natsu dan Lucy masih bernyanyi bersama, tangan mereka yang saling tergenggam diayun-ayunkan. Terlihat wajah mereka yang begitu bahagia.
And if I open my heart to you,
I'm hoping you'll show me what to do,
Natsu dan Lucy saling memandang dan menyanyikan lirik lagu tersebut,
And if you help me to start again,
You know that I'll be there for you in the end...
Irama musik masih terdengar, Lucy dan Natsu pun melepaskan genggaman tangan. Mereka saling memandang dan tersenyum. Sampai musik pun berhenti.
Lucy dan Natsu merundukkan kepala mereka. terdengar sorak-sorai para penonton dan juga banjir tepuk tangan. Lucy dan Natsu saling memandang dan tertawa bahagia. Mereka saling berhigh-five, Setelah berhigh-five, Natsu dan Lucy masih saling menggenggam tangan. Mereka saling memandang dan tertawa bersama. Latihan-latihan mereka membuahkan hasil yang memuaskan.
.
.
.
.
.
.
To be Continued
HALLO PARA READERSKU YANG TERCINTAAAAAA~~~ YUSA-KUN KEMBALI LAGI DENGAN CHAPTER TERBARUUUU...
BAGAIMANA MENURUT KALIAN SEMUA YANG TELAH MEMBACA CHAPTER INIIII?! KAYANYA MEMBUAT PARA READERS KECEWA DEH YANG MENEBAK KALAU LUCY LANGSUNG INGET XD
mohon reviewnya aja yaahhh XD
Oh iya, info buat lagu yang dinyanyiin sama Gray dan Natsu itu adalah soundtrack OVA FT yang kedua. Kalian pasti tau judulnya? hayo apaaa? BLOW AWAAAY! hahaha XD Entahlah aku bener-bener suka ama lagu itu, terus nadanya tuh bikin semangat gitu deeeeh XD
Laluuuu, lagu yang dinyanyikan Lucy feat Natsu itu judulnya Way Back into Love. dan dipopulerkan oleh Hugh Grant and Haley Bennett. Lagu itu adalah soundtrack film Music and Lyrics di tahun 2007. WAAAWWW. kenapa Yusa-kun bisa tahuu? karena saya googling kyahahaha XD lagunya sih jadul tapi entahlah, bikin aku gregetaaaan... #abaikan#
Ohiya apa kalian sudah baca FT chapter 374? Author makin penasaaraaan dan bertanya-tanya. siapa itu end? itu orang? naga? monster? atau apa? duh penasaran penasaran penasaraaaannn! *mulaifrustasi* #abaikaninijuga#
Baiklaaah, waktunya untuk membalas review syalalalaaaaa XD
winha heartfilia : Sabar buuu, tahan-tahan aja ya kalo ada adegan StiCy hihi XD
LRCN : Hehe XD
zuryuteki : Iya doakan Natsu ya! XD , Natsu sengaja apa gak manggil dengan sebutan "Luce"? Hayoo udah terjawab kan dari cerita diatas XD Lucy bakalan inget gak yaaaaa ama Natsu? Maunya inget apa gak? XD
Fi-chan nalupi : Hayooo Lucy belum inget apa-apa ternyata XD
shadow(guest) : I love you too *loh? #plak #abaikan! ini sudah update XD
TheZarkMon(guest) : Hehe arigatou, ini sudah lanjutttt XD
hana(guest) : hmm Lucy itu suka sama Sting, sayang juga sama Sting, tapi Lucy juga ga nyadar ama perasaannya dia buat Natsu. Lucy berpikir, dihatinya hanya ada Sting, padahal mah ada Natsu bangeeet tuuh udah nempel dari kapan tau :3 *spoilerbgt zzzz* Hayooo pertanyaan kamu udah ada jawabannya loh dari cerita diatas hihi XD
SSAPHIRA : Duuuh kenapa pada minta Lucy putus ama Sting siiiiiihhh...kalian jahaaaatttt. Tapi tapiiiii mungkin itu bisa terjadi sih haha jadi tunggu saja ya XD *SPOILERLAGIIIIIIIII*
karinalu : Hehe makasih! Natsunya mulai baik dan mulai dekat juga dengan Lucy yuhuuuu~~ XD
Nah kelar deh balesin reviewnya. Author undur diri duluuu, sekian duluuuu... Tungguin kelanjutan ceritanya, bakalan makin seruuu dijamiin!
Jaaaaa
Yusa-kun!
