Fairy Tail © Hiro Mashima
A Fairy Tail Fanfiction
Three Heart for One Love
By Yusa-kun
Warning : AU, Typo(s), OOC.
.
.
.
.
.
Festival sekolah pun selesai, kue kering yang dijual di stand usaha kelas Lucy pun habis dibeli. Stand usahanya menjadi lebih ramai setelah pertunjukkan Lucy dan Natsu. Setelah selesai beberes, semua murid pun berpamitan dan pulang kerumahnya.
Lucy berada didalam kelas, untuk mengambil tasnya. Lucy melihat bukan hanya tasnya saja yang masih berada didalam kelas, tetapi tas Sting pun masih disana. Lucy berpikir kalau Sting sedang pergi sebentar. Jadi ia memutuskan untuk membawakan tas sekolah Sting. Setelah selesai, ia pun berjalan keluar kelas. Lucy berjalan perlahan keluar dan berdiri didepan gerbang sekolahnya sambil melihat kelangit. Langit sudah mulai mendung, sebentar lagi akan turun hujan. Lucy menghela nafas.
"Sting mana ya" gumamnya
Tiba-tiba Lucy mendengar suara motor dari belakang, ia pun menoleh.
"Kau sendirian? Tidak bersama dengan Sting?" Natsu membuka helmnya.
Lucy menggeleng, "Dia sepertinya sedang pergi sebentar"
"Hmm begitu, mau aku yang antar pulang? Sudah mau hujan" tangan Natsu menunjuk kearah atas.
"Eh?"
"Aku menawarkanmu bukan karena aku peduli padamu, tapi-" ucapan Natsu pun dipotong oleh Lucy.
"Iya iya terserah alasanmu, Natsu. Aku menunggu Sting saja disini. Aku tidak apa-apa" ujar Lucy sambil tersenyum.
"Yasudah kalau begitu, aku duluan" pamit Natsu. Natsu menutup kaca helmnya dan mulai menjalankan motornya dan meninggalkan Lucy.
XXX
Langit sudah mulai gelap, Lucy masih berdiri bersandar didepan gerbang sekolahnya. Ia membawa tas Sting ditangannya.
"Dimana dia? Apa dia sudah pulang?" Gumam Lucy.
Lucy mengambil ponselnya yang ada disakunya, ia melihat ponsel miliknya yang ternyata sudah mati karena baterainya habis. Lucy pun menghela nafas.
XXX
Natsu sedang dalam perjalanan pulang. Ia sadar kalau langit bertambah gelap. Ia berpikir akan hujan yang sangat deras hari ini. Ia menambah kecepatan motornya.
Diperjalanan, saat Natsu melewati sebuah kafe, tidak sengaja ia melihat Sting. Natsu memberhentikan motornya dan membuka kaca helmnya. Ia memperhatikan, ternyata benar itu Sting. Tapi Sting sedang bersama teman-temannya dan ia merangkul seorang gadis? Natsu melihatnya menjadi geram dan mendecih.
"Dasar bodoh!" Rutuk Natsu. Natsu turun dari motornya, membuka helmnya dan meletakkannya dimotor. Ia berjalan masuk kedalam kafe dimana Sting berada. Ia menghampiri Sting yang sedang tertawa-tawa dengan teman-temannya.
Setelah sampai, Natsu menarik kerah Sting, dan memelototinya. Teman-teman Sting bangkit berdiri melihat temannya tiba-tiba diserang.
"Natsu! Apa-apaan kau!" Ujar Sting
Natsu tidak menjawab dan memukul wajah rupawan milik Sting.
"Kau disini bersenang-senang dengan teman-temanmu sambil merangkul seorang gadis? Kau tidak tahu disekolah Lucy sedang menunggumu?! HAH?!" Geram Natsu. Sting membelalakkan matanya. Beberapa detik kemudian, Sting membenarkan seragam sekolahnya.
"Cih, kalau kau peduli dengannya, kenapa kau tidak antarkan dia saja" jawab Sting
Natsu mengepalkan tangannya. "Karena ia lebih memilih untuk menunggumu!"
Natsu berlari keluar kafe, memakai helmnya dan menyalakan motornya. Ia memutar arah dan berjalan kembali kesekolah.
Rintik-rintik hujan pun sudah turun. Volume hujan semakin lama semakin membesar. Natsu makin khawatir dengan keadaan Lucy.
"Dia tidak bodoh bukan? Dia sudah pulang bukan?" Gumam Natsu. Motornya melaju dengan cepat menembus hujan.
XXX
Setelah Natsu pergi, Sting terdiam dan tertunduk. Ucapan Natsu selalu terngiang-ngiang. Lucy menunggunya? Walaupun Natsu..
Sting berlari meninggalkan teman-temannya keluar dari kafe, ia tidak mempedulikan pannggilan dari teman0temannya. Sting menyalakan motornya, memakai helm dan berjalan kembali kesekolah.
XXX
Lucy berdiri didepan pintu masuk sekolah. Ia menatap kelangit. Langit yang turun hujan. Sudah beberapa kali ia menghela nafasnya.
"Kenapa Sting tidak datang-datang ya?" Ucapnya. Ia menoleh kesana kemari tapi tidak ada yang datang.
XXX
Natsu sampai didepan gerbang sekolah. Ia sudah tidak melihat Lucy disana. Dengan segera ia melajukan motornya untuk masuk kesekolah. Dan terlihat samar-samar Lucy sedang berdiri. Natsu berhenti didepan Lucy yang sedang tertunduk.
Natsu membuka helmnya dan turun dari motor.
"Hey" Lucy menoleh dan kaget melihat Natsu yang ada dihadapannya. Ia pikir yang datang adalah Sting. Tapi ternyata dugaannya salah.
"Natsu? Kenapa kau kembali?" Tanya Lucy dengan bingung. Natsu hanya menyengir.
"Ayo aku antar pulang" ajak Natsu
"Tapi-" ucapan Lucy tertahan saat Natsu memakaikan helmnya ke kepala Lucy.
"Tidak ada tapi-tapian" Natsu membuka jaketnya dan dilemparkannya kearah Lucy.
"Pakai itu" ucap Natsu.
"Tapi bagaimana dengan kau?" Tanya Lucy
"Aku tidak apa-apa. Cepatlah" jawab Natsu.
Natsu sudah menaiki motornya dan juga sudah menyalakan motornya. Lucy memakai jaket Natsu. Setelah selesai, Lucy naik kemotor Natsu. Natsu diam-diam tersenyum.
"Pegangan" suruh Natsu. Lucy masih ragu-ragu berpegangan pada Natsu.
"Aku membawa motor lebih gila dari Sting loh. Aku tidak mau tahu kalau kau tiba-tiba terjatuh" tambah Natsu. Lucy yang takut langsung memeluk Natsu. Wajah Lucy memerah.
Natsu tersenyum dan menjalankan motornya.
XXX
Sting sampai disekolah, ia tidak melihat keberadaan Lucy disana. Sting menghela nafasnya.
"Sial!" Rutuk Sting.
XXX
Lucy masih berada diperjalanan menuju rumahnya. Lucy memeluk Natsu dengan erat dan sesekali ia menutup kedua matanya karena Natsu membawa motornya benar-benar seperti seseorang yang kesetanan.
Lucy bisa mencium harum Natsu dari helm yang ia pakai. Lucy tersenyum.
XXX
"Lucy..Lucy..Lucy" panggil Natsu.
Lucy membuka matanya dan menegakkan badannya. Ia menatap Natsu yang ada didepannya.
"Pulas tidurnya?" Ucap Natsu
Lucy masih tidak sadar. Detik kemudian, ia mulai sadar kalau dirinya sudah sampai.
"Sudah sampai ya hahaha" ucap Lucy sambil turun dari motor Natsu. Ia membuka helm dan memberikannya pada Natsu.
"Natsu" panggil Lucy
Natsu sudah memakai helmnya dan menoleh kearah Lucy.
"Apa?" Sahutnya. Lucy tersenyum pada Natsu. "Arigatou"
Natsu blushing karena melihat senyuman manis Lucy. Ia mulai salah tingkah.
"I-iya. Ti-tidak apa-apa. Aku pamit. Jaa" Natsu menjawab dengan gugup dan segera melajukan motornya dan melupakan jaketnya masih dipakai oleh Lucy.
Lucy menyadari hal itu dan berteriak.
"NATSUUU JAKEEETMUUU!"
Natsu sudah pergi jauh. Lucy menghela nafas. "Mouu, dasar.." Gerutu Lucy. Lucy pun masuk kedalam apartemennya.
XXX
Keesokkan harinya, Lucy bangun dari tidurnya. Ia meregangkan tubuhnya dan bangkit duduk. Ia melihat jam dinding. Ia segera menyambar handuknya dan masuk kedalam kamar mandi.
Setelah mandi, Lucy melakukan aktifitas seperti biasanya pada pagi hari. Membuat sarapan, membenahi apartemennya. Setelah selesai ia berangkat kesekolah. Lucy mengunci pintu apartemennya. Saat ingin berjalan meninggalkan apartemen, terlihat Sting sudah menunggunya. Lucy tersenyum dan berjalan menghampirinya.
"Sting!" Panggil Lucy
"Ohayou, Lucy" sapa Sting dengan ramah, seperti biasanya.
"Ah, ohayou. Haah aku lupa. Tas mu kemarin kehujanan. Gomenne" ucap Lucy.
Sting tersenyum. "Tidak apa-apa, Lucy. Seharusnya aku yang minta maaf. Karena aku tidak kembali kesekolah kemarin" jawab Sting sambil meraih tangan Lucy. Lucy mengangguk.
Sting tersenyum. "Yuk, kita berangkat" ajaknya sambil memakai helmnya.
Lucy mengangguk dan naik ke motor Sting, setelah siap, mereka pun berangkat kesekolah.
XXX
Natsu bangun pagi hari ini, tapi bedanya ia sedang melakukan packing. Memasukkan beberapa pasang baju kedalam tas ranselnya. Setelah selesai, ia menutup tasnya dan meraih ponselnya dan memencet beberapa angka.
"Moshi-moshi, ayah?" Sapa Natsu
"Ada apa kau pagi-pagi menelepon?" Tanya ayahnya dari seberang telepon.
"Apa ibu sudah bilang tentang.." Sebelum kalimat Natsu selesai, ayahnya memotongnya.
"Sudah, kau akan pulang? Kapan?" Tanya ayahnya
"Aku akan berangkat hari ini menggunakan motor. Jadi tunggu aku" jawab Natsu
"Baiklah, hati-hati"
"Iya, ayah. Sampai bertemu" telepon pun ditutup.
Setelah siap semua, Natsu pun menggendong tas ranselnya. Membenarkan syalnya yang ada dilehernya, meraih helmnya dan keluar dari apartemen. Hari ini Natsu tidak akan datang kesekolah. Karena ia akan pulang kekota asalnya. Yaitu ke Crocus.
Sebelum Natsu mengendarai motornya, Natsu mengambil ponselnya yang bergetar disaku celananya.
"Halo? Ada apa, mata sayu?!" Ujar Natsu
"Kau panggil aku apa! Kau tidak akan masuk hari ini kan? Berapa hari? Biar aku izinkan pada sensei" tanya Gray
"Kira-kira tiga hari" jawab Natsu
"Baiklah. Hati-hati dijalan. Jangan sampai kau mati muda hahaha" ucap Gray sambil tertawa diseberang telepon. Telepon pun terputus.
"Sial!" Gerutu Natsu
Natsu pun memakai helm dan melajukan motornya meninggalkan parkiran apartemennya.
XXX
Lucy duduk ditempat duduknya, Sting pun begitu. Tidak lama mereka datang, bel masuk pun berbunyi. Guru pun masuk kedalam kelas dan memulai pelajaran pertama. Lucy terlihat gelisah ditengah-tengah pelajaran. Pandangannya terus terfokus pada pintu kelas. Seperti sedang menunggu kedatangan seseorang.
'Natsu tidak masuk ya?' Pikir Lucy
'Apa gara-gara ia kehujanan kemarin?' batin Lucy
Lucy pun menoleh kebelakang tempat duduknya yang kosong, dimana itu adalah tempat duduk Natsu. Menyadari Lucy yang gelisah, Gray melempar secarik kertas ke Lucy. Lucy pun menoleh kearah Gray. Gray mengisyaratkan untuk membaca kertas itu. Lucy pun mengambilnya dan membacanya.
Natsu tidak masuk selama tiga hari, tolong izinkan kepada guru-guru ya. Ia pulang menjenguk orangtuanya.
Lucy menoleh lagi ke Gray dan mengangguk.
Sting memandangnya dengan curiga, Gray sebenarnya tahu kalau Sting memperhatikannya. Tapi ia tidak memperdulikannya.
XXX
Sepulang sekolah, Lucy membolos kerja. Ia memutuskan untuk berjalan-jalan bersama Sting. Mereka berjalan-jalan ditaman, lalu dipusat perbelanjaan dan menonton film di bioskop.
Setelah selesai berjalan-jalan, mereka duduk ditaman sebelum mereka pulang.
"Besok kau harus kembali ke Crocus bukan?" Tanya Sting. Lucy mengangguk.
"Aku akan ikut" tambah Sting
Lucy tersenyum dan mengangguk. "Arigatou, Sting"
Sting menggenggam tangan Lucy, mendekatkan wajahnya kewajah Lucy, Lucy memejamkan matanya. Saat ia memejamkan matanya, tiba-tiba ia teringat wajah Natsu. Sontak ia memalingkan wajahnya. Membuat Sting kaget.
'Ada apa ini, kenapa aku mengingat Natsu' batin Lucy
"Ada apa?" Tanya Sting
Lucy menoleh kearah Sting dan tersenyum.
"Tidak apa-apa. Ayo kita pulang. Sudah malam" ajak Lucy
Sting mengangguk. Mereka pun akhirnya pulang.
XXX
"Natsu" panggil ayah Natsu
Natsu sedang berada dikamarnya. Ia sudah sampai dirumahnya yang ada di Crocus. Dimana tempat orang tuanya tinggal. Rumah yang cukup mewah. Natsu lahir dikeluarga yang memiliki harta yang cukup melimpah. Bisa dibilang ia anak dari orang kaya. Ayahnya adalah pengusaha. Ibunya juga memiliki bisnis sendiri yaitu membuka rumah sakit di kota Crocus. Dan ia putra tunggal.
"Ada apa ayah?" Sahutnya
"Besok kau akan ke makam orang tua Lucy?" Tanya ayahnya
Natsu mengangguk. "Kenapa? Kalian mau ikut?" Natsu benar-benar santai berbicara pada ayahnya.
"Tentu saja, Nak! Mereka kan sahabat ayah dan ibumu juga" jawab ayahnya
"Yasudah, besok bangunkan aku. Aku ingin istirahat dulu, sekarang" ucap Natsu
Natsu pun berbaring di ranjang empuknya dan mencoba memejamkan matanya. Ayahnya masih terus memandangnya.
"Bagaimana keadaan Lucy disana?" Tanya ayahnya.
"Baik. Sangat baik." Jawab Natsu
"Syukurlah.." Gumam ayah Natsu yang sekarang sudah berjalan keluar kamar Natsu.
Natsu menatap kepergian ayahnya seiiring pintu kamarnya tertutup.
"Dia sangat baik ayah, tapi aku yang tidak baik saat melihatnya" gumam Natsu sebelum memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya.
XXX
Natsu dan kedua orang tuanya sedang berada disebuah pemakaman. Mereka sedang mengunjungi makam kedua orang tua Lucy.
Jude Heartfilia dan Layla Heartfilia.
"Ohayou, obaa-san. Ojii-san" sapa Natsu sambil merundukkan kepalanya tanda penghormatan.
"Layla-chan. Jude. Apa kabar? Kami datang mengunjungi kalian." Ucap ibu Natsu
"Sudah delapan tahun kalian meninggalkan dunia ini" tambah ayah Natsu.
Natsu menaruh karangan bunga yang ia beli bersama dengan orang tuanya dan menyalakan dupa. Mereka bertiga pun tidak lupa untuk memanjatkan doa. Setelah selesai, orang tua Natsu pamit pulang terlebih dahulu karena harus ada yang diurusi oleh mereka. Tinggallah Natsu disana. Natsu membersihkan makam milik kedua orang tua Lucy.
"Obaa-san, Ojii-san. Kalian lihat Lucy dari sana? Lucy sudah menjadi gadis yang cantik dan pintar loh. Dia selalu menjadi andalan semua orang" Natsu berbicara sendiri sambil terus membersihkan makam.
"Dia seorang gadis yang menawan, dia itu terkenal disekolah. Dia gadis yang mandiri" tambah Natsu
Natsu menghentikan aktivitasnya dan berjongkok dihadapan makam kedua orang tua Lucy.
"Aku begitu dekat dengannya, terkadang banyak waktu yang dapat aku habiskan bersamanya, tapi entahlah...dia begitu jauh dimataku, sampai-sampai aku tidak dapat menggapainya" Ucap Natsu, lebih terdengar seperti lirihan.
XXX
Disekolah. Levy, Erza, Lisanna, dan Juvia sedang mengobrol dikantin sekolah sambil memakan jajanan yang mereka beli.
"Lucy tidak akan masuk selama dua hari? Begitu juga Sting?" Tanya Erza pada entah siapa yang mau menjawabnya.
"Iya, dia mengirimiku pesan. Katanya tolong izinkan dia pada guru-guru. Dia ada acara peringatan kematian kedua orang tuanya" jelas Levy
Yang lainnya hanya mengangguk-anggukan kepala, karena memang setiap tahun, setiap tanggal yang sama dan bulan yang sama, Lucy akan meminta izin untuk pergi ke Crocus agar dapat memperingati hari kematian kedua orangtuanya.
XXX
Lucy dan Sting pun tiba di Crocus, lebih tepatnya mereka sudah berada dirumah tante Lucy.
"Hisashiburi, Lucy" sapa tantenya
Lucy memeluk tantenya dengan erat untuk melepas rindunya.
"Apa kabar, obaa-san?" Tanya Lucy yang masih memeluk tantenya.
"Aku baik-baik saja" tantenya melepaskan pelukannya dan memandang Lucy.
Tantenya membelai rambut Lucy, memandangi wajah Lucy.
"Kau semakin mirip dengan ibumu, Lucy" ucapnya
Lucy hanya tersenyum, Sting pun ikut tersenyum. Tantenya menoleh kearah Sting.
"Hisashiburi, Sting-kun. Aku dengar kau pindah ke Magnolia. Benarkah?" Tanya tante Lucy.
Sting mengangguk dan tersenyum. "Benar, sekarang aku dan Lucy satu sekolah"
"Waaah, itu bagus sekali. Mohon jaga dia ya Sting" tante Lucy merangkul keponakannya yang wajahnya sudah memerah.
"Siap! Obaa-san" jawab Sting
XXX
Sting dan Lucy pergi kemakam kedua orang tua Lucy. Mereka menggunakan motor menuju ketempat pemakaman. Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka pun sudah sampai.
Lucy turun dari motor, dan melihat sebuah mobil mewah terparkir disana.
XXX
Natsu bangkit berdiri, ia sudah cukup lama berjongkok dan berbicara di makam orang tua Lucy. Ia berpikir harus segera pulang.
"Obaa-san, ojii-san. Aku pamit pulang dulu. Sampai jumpa lagi" pamit Natsu
Natsu pun melangkahkan kakinya pergi dari makam orang tua Lucy. Natsu memakai tudung jaketnya untuk menutupi kepalanya dan berjalan dengan kepala tertunduk.
XXX
Lucy dan Sting masuk kedalam kompleks pemakaman. Saat berjalan menuju ke makam ayah ibunya, Lucy dan Sting berpapasan dengan seseorang yang berjalan dengan menggunakan tudung kepala dengan kepala tertunduk. Mereka berdua tidak bisa melihat wajah orang itu. Lucy memperhatikannya sampai mereka tiba didepan makam orang tua Lucy.
Lucy dan Sting kaget melihat keadaan makam ayah dan ibu Lucy. Ada sebuah karangan bunga. Lucy menoleh kearah seseorang yang berpapasan dengannya dan berlari mengejar tanpa menghiraukan panggilan Sting.
Setelah jauh dari makam kedua orang tuanya, Lucy sudah tidak melihat seseorang yang berpapasan dengannya.
"Apa dia yang mengunjungi makam kedua orang tuaku setiap tahun?" Gumam Lucy
XXX
Natsu mengendarai mobil mewahnya dengan laju yang cukup kencang. Ia ingin segera sampai dirumahnya. Ia tidak ingin berlama-lama dikota ini. Tapi Natsu teringat akan sesuatu.
'Kira-kira, tempat itu masih ada tidak ya' pikir Natsu
Natsu membelokkan stir mobilnya dan berbalik arah.
XXX
Natsu menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah tanah kosong, yang dulunya banyak pepohonan tinggi disana. Terlihat sangat rindang. Natsu keluar dari dalam mobilnya dan memandang tempat itu.
Ia tersenyum dan melangkahkan kakinya menjauh dari mobil.
"Sudah lama aku tidak kesini" ucapnya sendiri.
"Ne ne Lucy, ayo kita bermain bola disini" ucap bocah kecil yang sangat mirip dengan Natsu. Itu memang Natsu. Bocah itu sedang memegang sebuah bola sepak. Dan mengajak teman kecilnya untuk bermain.
"Aku tidak mau bermain bola, nanti aku sakit kena bolanya" sahut gadis kecil dengan rambut pirangnya. Itu Lucy.
"Ah padahal aku sudah mengajakmu jauh-jauh kesini, aku pikir kau ingin bermain bola denganku" keluh Natsu
"Seharusnya kau mengajak Sting" sahut Lucy sambil terus memeluk boneka yang ada ditangannya.
"Tidak! Kalau aku mengajak dia, dia pasti akan menjahilimu. Aku tidak suka" ungkap Natsu sambil menyundul-nyundul bola sepaknya.
"Kau tidak suka ada yang menjahiliku?" Tanya Lucy dengan lembutnya.
Bola sepak yang disundul oleh Natsu pun berpindah kekaki Natsu. "Jelas aku tidak suka kalau ada yang menjahilimu dan mengganggumu. Karena aku suka padamu, Luce"
Natsu tersenyum mengingat kenangan itu. Betapa polosnya dia dulu. Dengan gampangnya menyatakan suka pada seorang gadis kecil.
"Luce.. Seandainya kau ingat semuanya, apa kau akan datang lagi kesini bersamaku?" Ucap Natsu
XXX
Lucy dan Sting memanjatkan doa. Mereka pun juga telah menyiapkan karangan bunga dan menaruhnya disamping karangan bunga yang sudah ditaruh oleh Natsu.
"Aku merasa aneh, apa ada keluarga dari salah satu orang tuamu yang kesini? Setiap tahun, sebelum kita kesini, pasti sudah ada yang menaruh karangan bunga disini" ungkap Sting.
Sting dan Lucy berjalan menuju ketempat parkir motornya.
"Entahlah..yang jelas, pasti itu adalah salah satu kerabat orang tuaku" jawab Lucy
Merekapun sampai ditempat parkir, Sting sedang bersiap-siap. Lucy hanya diam memandang langit. Ia bisa merasakan belaian angin disiang hari. Rambut pirang panjangnya melambai seiring hembusan angin menyentuhnya.
"Ayo naik" ajak Sting
Lucy pun naik keatas motor Sting, setelah siap, mereka pun berjalan pulang kerumah tantenya.
XXX
"Bagaimana dengan hasil ujian tengah semestermu?" Tanya ayah Natsu
Natsu yang sedang tiduran disofa ruang keluarga pun bangkit duduk dan menatap ayah ibunya.
"Bagaimana aku tahu kalau aku masih disini. Oh ayolah ayah, semustinya kau berpikir dulu sebelum bertanya" jawab Natsu
Ibu Natsu hanya tertawa, ayah Natsu blushing.
"Anak kurang ajar!" Ujar ayah Natsu
"Ahaha gomen-gomen. Just kidding" tangan Natsu membentuk tanda peace dan menyengir.
"Lalu besok kau sudah harus pulang ke Magnolia? Begitu?" Tanya ibunya
"Ya begitulah, kenapa? Ah tidak-tidak. Kalian tidak boleh ikut!"
Ibu dan ayahnya bersweatdrop.
"Kami tidak bilang kalau kami mau ikut denganmu, Natsu" jawab ibu Natsu
"Wajah kalian bilang begitu" Natsu mencibir.
"Apa benar kau satu sekolah dengan Lucy-chan? Bagaimana keadaannya? Ah aku sudah lama tidak melihat dia" tanya ibunya pada Natsu.
"Dia baik-baik saja" Natsu bangkit berdiri dan berjalan kekamarnya.
Ayah dan ibunya menatap kepergian Natsu.
"Hubungannya sepertinya belum membaik sejak saat itu" ucap ayah Natsu
Ibu Natsu hanya bisa mengangguk.
XXX
Keesokkan harinya, Lucy dan Sting pergi berjalan-jalan bersama. Tanpa mengendarai kendaraan. Karena Lucy yang memintanya.
"Ah, aku sungguh tidak suka berjalan kaki" keluh Sting
"Mouu, anggap saja ini kencan kita. Kenapa kau selalu mengeluh" gerutu Lucy
Sting merangkul Lucy. "Baiklah-baiklah"
XXX
Natsu sedang berjalan ditengah kota. Ia ingin menikmati suasana kota kelahirannya sebelum kembali ke Magnolia. Ia juga tidak lupa membawa kamera yang dikalungkan dilehernya. Ia memotret segala hal. Dari keramaian orang-orang yang berlalu lalang, sampai pada pemandangan dikota itu.
"Seharusnya aku memotret tempat kenanganku dulu" ucapnya sambil melihat-lihat foto yang diambilnya tanpa memperhatikan langkahnya.
Tanpa sadar, Natsu pun menabrak seseorang yang berada didepannya.
BUUKK!
Natsu sadar kalau seseorang yang dia tabrak akan jatuh, ia pun dengan sigap menarik tangan seseorang itu agar tidak terjatuh.
"Gomenasai" ucap Natsu
Natsu membelalakkan matanya saat melihat seseorang yang ditabraknya.
"Natsu?!"
"Lucy?!"
Lucy pun berdiri dengan normal kembali dan menatap Natsu.
"Kenapa kau ada dikota ini? Bukannya kau sedang mengunjungi orang tuamu?" Tanya Lucy
Natsu pun terlihat panik, ia menoleh kesana-kemari. Lucy melihat kelakuannya menjadi bingung.
"Hey, Natsu?" Panggil Lucy lagi. Natsu pun tersadar.
"Ah kau sendirian?" Tanya Natsu untuk mengalihkan pertanyaan Lucy.
"Tidak, aku bersama dengan Sting. Sting sedang ke toilet sebentar" jawab Lucy
Natsu sadar kalau ia masih menggenggam tangan Lucy, Lucy juga baru menyadarinya. Lucy blushing, dengan segera Natsu melepaskan genggamannya. Wajahnya juga mulai memerah.
"Gomen" ucap Natsu
"Ah tidak apa-apa" sahut Lucy
"Sedang apa kau disini?" Tanya seseorang dibelakang Lucy dengan tiba-tiba. Dan muncullah sosok Sting.
Natsu melihatnya dengan tatapan sinis.
"Menikmati pemandangan? Mungkin" Jawab Natsu.
Sting mengepalkan tangannya, menahan amarahnya agar tidak meledak didepan Lucy.
"Tadi aku dan Natsu tidak sengaja bertabrakkan, dan dia menolongku untuk tidak jatuh" terang Lucy
"Oh benarkah?" tanya Sting. Matanya yang sinis menatap intens kepada Natsu.
"Ada apa?" Tanya Lucy
Sting menoleh ke Lucy dan tersenyum. "Tidak ada apa-apa"
Sting menarik tangan Lucy, "Ayo kita pulang" tapi tiba-tiba, tangan Lucy yang bebas pun ditarik oleh Natsu.
"Apa-apaan sih kalian" tanya Lucy
Sting dan Natsu saling menatap. Penuh kemarahan.
"Lepaskan tanganmu darinya, Natsu!" ucap Sting dengan geram.
"Kenapa kalian harus buru-buru? Tidakkah kebetulan kita bisa bertemu disini?" Sahut Natsu dengan nada menantang.
Sting mendecih. "Lucy, aku mau bertanya sesuatu padamu"
Lucy memandang Natsu dan Sting secara bergantian dengan bingung.
"Kau lebih pilih aku atau Natsu?" Tanya Sting. Natsu yang mendengar pertanyaan itu hanya berdecih.
Deg!
Tiba-tiba jantung Lucy merasa berhenti. Ia harus berkata apa? Menjawab apa? Sting? Atau Natsu?
"Ap-apa maksudmu, Sting? Aku-" ucapan Lucy terpotong karena Sting.
"Pilihlah seseorang yang akan menjagamu mulai saat ini" ucap Sting
Lucy memandang secara bergantian antara Sting dan Natsu. Lucy bertanya-tanya, kenapa Sting membuat rumit saat berhubungan dengan Natsu? Sting adalah kekasihnya sekaligus teman kecilnya, dan Natsu? Natsu adalah teman Lucy. Teman sekelas Lucy. Untuk apa Sting menanyakannya, bukannya sudah jelas Lucy akan memilih Sting? Tapi tunggu, Lucy merasa mulutnya tak bisa berkata apapun. Apa benar Natsu hanya temannya? Mengapa saat melihat Natsu, Lucy merasa jantungnya berdebar lebih kencang?
"Lucy jawab!" Pinta Sting
Lucy pun berhenti melamun dan mulai membuka mulutnya.
"Sting kenapa kau menanyakan ini secara tiba-tiba?" Tanya Lucy
"Kenapa? Kau tidak tahu harus menjawab apa?!" sahut Sting
Natsu dan Sting masih menggenggam tangan Lucy.
"Baiklah kalau begitu. Aku...aku..aku memilihmu, Sting" jawab Lucy dengan suaranya yang bergetar. kedua matanya ditutup karena takut melihat ekspresi kedua pemuda yang mengapitnya.
Natsu pun tersentak. Ia tercengang sejenak saat mendengar jawaban Lucy. Bukannya ia mengharapkan jawaban Lucy adalah dirinya, tetapi hanya saja, ia merasakan sakit didadanya. Sakit sekali. Ia pun melepaskan genggaman tangannya. Lucy membuka matanya dan menoleh kearah Natsu. Wajah Natsu sebagian terhalang oleh poninya.
"Dengar itu, Natsu. Jadi jangan ganggu kita lagi" ucap Sting
Natsu terdiam.
"Baiklah, aku akan pergi" ucap Natsu
Natsu pun melangkahkan kakinya, meninggalkan Lucy dan Sting. Lucy memandangnya dengan sedih. Entah kenapa ia merasa begitu sedih saat Natsu bilang akan pergi. Lucy pun menyentakkan tangannya, genggaman Sting pun terlepas. Lucy berlari dan menarik tangan Natsu. Natsu pun menoleh.
"Lucy?"
"Jangan pergi" ucap Lucy dengan memelas.
Natsu terdiam menatap Lucy dalam, ia pun membalikkan tubuhnya menghadap Lucy dan melepaskan genggaman tangan Lucy dengan perlahan. Dan berjalan meninggalkan Lucy yang tercengang tanpa sepatah kata pun.
Tanpa disadari, Lucy sudah mengeluarkan airmata dari kedua mata karamelnya. Sting yang melihatnya dari jauh hanya bisa tersenyum senang.
XXX
Beberapa hari pun telah berlalu, Natsu pun sudah kembali ke Magnolia dan kembali bersekolah. Begitu pula dengan Lucy dan Sting. Hubungan mereka pun terlihat baik-baik saja. Tetapi sebaliknya untuk hubungan Lucy dan Natsu. Hubungannya mulai memburuk kembali. Natsu mulai bersikap dingin lagi terhadap Lucy. Membuat Lucy sedih.
Natsu melihat papan pengumuman, melihat hasil ujian tengah semester yang beberapa hari lalu sudah diumumkan. "Hah, skorku lagi-lagi nge-pas" keluh Natsu
Natsu pun berjalan kekelasnya. Saat ia berjalan untuk kembali kekelas, ia berpapasan dengan Sting dan Lucy. Tidak ada sapaan diantara mereka.
XXX
Lucy dan Sting sedang berada diperjalanan pulang. Mereka habis melakukan kencan seperti pasangan-pasangan lainnya yang pergi nonton bersama, makan siang bersama di kafe, dan lain sebagainya.
Setelah sampai diapartemen Lucy, Lucy turun dari motor Sting dan langsung masuk kedalam apartemen tanpa berbicara apapun pada Sting. Sting melihatnya tanpa ekspresi. Sting pun mengejar Lucy masuk kedalam apartemen.
"Lucy" panggil Sting
Lucy menoleh, "Eh, Sting? Ayo duduk. Kau mau minum apa? Aku buatkan" ucap Lucy. Ekspresinya seperti orang yang linglung.
"Tidak usah, kau ini kenapa sih Lucy?! Kau tidak senang berkencan denganku?" Tanya Sting dengan nada tinggi.
Lucy membelalakkan matanya. Lucy segera menggeleng, "Bukan begitu-"
Sting memotong ucapan Lucy, "Kalau bukan, kenapa wajahmu seperti itu? Menyiratkan kesedihan? Apa kau tidak bahagia bersamaku? Hmm?"
Lucy menundukkan kepalanya.
"Semenjak kejadian di Crocus, kau menjadi murung seperti ini, Lucy. Ada apa denganmu? Apa gara-gara Natsu lagi?" Ucap Sting masih dengan nada membentak.
Lucy mengepalkan tangannya. Wajahnya masih tertunduk. Sting sudah berdiri dihadapan Lucy. Ia mencengkram lengan Lucy.
"Apa karena Natsu bersikap dingin padamu? Lucy, jawab!" Bentak Sting
"Sakit, Sting" Lucy merasa kesakitan karena cengkraman Sting yang kencang.
"Jawab aku!" Bentak Sting lagi.
Lucy pun mengangkat wajahnya dan dengan sekuat tenaga ia menghentakkan tangan Sting hingga cengkramannya terlepas.
Lucy memegang dadanya dengan kedua tangannya. "Aku tidak tahu apa yang aku rasakan, tapi disini, disini begitu sesak saat Natsu memperlakukanku dengan dingin" terang Lucy.
Sting terdiam mendengar pengakuan Lucy.
"Aku tidak tahu apa yang aku rasakan padanya, aku hanya ingin...berada didekatnya.." Ungkap Lucy
Sting mendecih dan membalikkan tubuhnya.
"Apa kau mencintainya?" Tanya Sting
Lucy menggeleng, wajahnya sudah memerah.
"Tidak-" ucapan Lucy dipotong kembali oleh Sting.
Sting membalikkan tubuhnya kembali menghadap ke Lucy dan memandang Lucy.
"Kau bilang tidak mencintainya? Lalu apa?" Sting terlihat sangat frustasi.
Lucy pun meraih lengan kekar Sting, dan menatapnya.
"Aku menyayangimu, Sting. Hanya kau. Tapi aku tidak mengerti. Setiap aku-" Sting menghentakkan tangan Lucy.
"Sting.."
"Sudah cukup, Lucy.." Sting pun keluar dari apartemen Lucy. Lucy pun jatuh terduduk dan menangis. Kedua tangannya menutupi wajahnya.
'Bodoh, Lucy bodoh' rutuk Lucy dalam hatinya
XXX
Sting mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Ia menyalip beberapa rentetan mobil dijalan dengan jagonya.
"Aaaarrrrggghh sial!" Teriaknya tertahan karena ia memakai helm.
XXX
"Kalian akan mengadakan pertunjukkan? Kapan?" Tanya Levy pada Gajeel dan juga Natsu.
Levy, Gajeel, Erza, Jellal, Gray, Juvia, Natsu dan Lisanna sedang makan siang diatap sekolah sambil berbincang-bincang. Gajeel mengangguk. Natsu pun ikut mengangguk.
"Kalian harus lihat penampilan kami!" Ujar Natsu dengan semangat.
"Memangnya kapan?" Tanya Erza
"Hmm minggu depan, tempat biasa. Kalian tahu kan?" Jawab Natsu
"Oy flamehead, apa kau sudah mengajak Lucy?" Tanya Gray
Natsu memandang Gray. Lalu memandang ke yang lainnya.
"Pasti belum" timpal Lisanna
"Natsu, seharusnya kau mengajaknya, seperti kau mengajak kita semua" usul Jellal
"Aku lihat hubungan kalian membaik, bukan begitu?" Tambah Levy
Natsu masih diam dan memakan roti isi dagingnya.
"Kalian ajaklah dia" sahut Natsu
"Kenapa kau tidak mengajaknya sendiri, salamander?" Tanya Gajeel
"Ah urusaii, kalau kalian ingin dia ikut, kalian yang harus mengajaknya. Bukan aku. Datang atau tidaknya Lucy, pertunjukkanku akan tetap berjalan" sahut Natsu. Natsu pun berdiri dan berjalan keluar dari atap sekolah. Yang lainnya menghela nafas.
"Kenapa sikapnya jadi seperti itu lagi" gerutu Levy
"Entahlah.." Jawab Gajeel
Gray hanya menatap kepergian Natsu.
'Pasti terjadi sesuatu lagi' batin Gray
XXX
Lucy melihat Sting sedang bermain basket digedung olahraga bersama dengan teman-temannya. Ia menatap Sting, sebenarnya, ia ingin sekali memanggil Sting. Tapi ia mengingat kejadian kemarin yang terjadi diapartemennya. Mungkin Sting masih marah padanya.
Lucy melihat Sting sudah selesai bermain. Lucy segera berlari mengikuti Sting. Sting yang merasa diikuti akhirnya menoleh. Dan memandang Lucy.
"Ada apa?" Tanyanya
"Aku mau bicara denganmu" jawab Lucy
.
.
.
.
.
To be continued
Okeeey akhirnya chapter ini selesai jugaahhhh uwaaaah :O
Bagaimana menurut para readers? kepanjangan? aku juga merasa chapter ini kepanjangan, abisnya jari-jari author tidak bisa berhenti untuk mengetik, jadi hasilnya panjang giniii (?) teruuus kalo Nalu atau Sticy momentnya kurang berasa, yaah author minta maaf karena otak author kaya kebelah dua, yang otak 1 mikirin tugas-tugas dan yang satu lagi mikirin kelanjutan fanfic ini hahaha XD
Yasudahlah mohon reviewnya sajaaa yaaa XD
Okeey ini balesan review buat chapter yang kemarin XD
anyui : Hehe makasih loooh udah di fav XD gapapa kok kalo baru review, gada yang larang XD ini sudah lanjuuuttt~~
winha heartfilia : YOOOOSSSSSHHHH Ganbatte buat Natsuuu! kita dukung Natsuuu! #abaikan
TheZarkMon : Ketahuan nih fansnya sticy hihi XD iya ini cinta segitiga, hmm lebih rumit lagi kalo cinta segi enam (?) ini sudah lanjut, hayo dibacaa XD
shiko miomi : Waduuuh agak serem ya ketawanya XD waaaah itu mah udah mimpi semua Nalu Shippeeerrrr, jangankan dueeet, jadi pasangan kekasih aja tuh hmmm gimana gituuu... XD
zuryuteki : Hayooo hayooo dichapter ini Natsu ama Lucynya hubungannya kembali memburuk loooh, doanya ga sampe tuh ke Natsu berarti hihihihi XD
LRCN : Okee XD
Fi-chan nalupi : Kapan ya ingeeetnya? hmm author inget-inget dulu yahhh XD aaaaa Stingnya jangan dikubur idup-iduuup, tar ceritanya jadi ga seru hahaha XD oke deh ini sudah lanjuuutttt~
Okaay, udah semua kan dibalesssss... nah para readers semuanya, tunggu chapter berikutnya yaaa
Ohiyaaa jangan lupa direview juga wihiiiw XD
Jaa
Yusa-kun XD
