Lucy dan Sting sudah berada di dalam kafe. Mereka duduk berhadapan dan terdiam.

"Kau mau bicara apa?" Tanya Sting

Lucy menatap dalam Sting. "Maafkan aku, Sting"

Sting mengalihkan pandangannya, ia tidak mau menatap mata Lucy. "Untuk apa?" Sahut Sting

"Untuk kejadian kemarin. Aku janji. Aku tidak akan seperti itu lagi. Aku sadar, aku telah melukai perasaanmu" ujar Lucy dengan pandangan memohon.

Sting menghela nafasnya dan memandang Lucy. "Aku memaafkanmu"

"Sungguh?" Lucy terlihat lebih riang.

Sting mengangguk. Lucy pun tersenyum.

"Arigatou, Sting"

Fairy Tail © Hiro Mashima

A Fairy Tail Fanfiction

Three Heart for One Love

By Yusa-kun

Warning : AU, Typo(s), OOC.

.

.

.

.

.

Hari-hari pun berlalu dengan cepat. Lucy tidak pernah lagi memperhatikan atau bertegur sapa dengan Natsu. Begitu juga sebaliknya. Lucy sebisa mungkin untuk menjaga perasaan Sting walaupun saat ia mulai menjauhi Natsu, ada rasa ingin menolaknya. Tapi ia telah memilih Sting, ia harus menjaga perasaan Sting. Hubungan Lucy dan Sting pun semakin membaik.

"Lu-chan" panggil Levy

Lucy menoleh, ia sedang berada diluar perpustakaan sekolah.

"Aku ingin bicara denganmu" ucap Levy

Lucy mengangguk.

XXX

"Ada apa, Levy-chan?" Tanya Lucy

Mereka berdua sedang duduk dibawah pohon belakang gedung sekolah. Memang disana tempat para siswa beristirahat.

"Aku melihat hubunganmu dengan Natsu menjadi semakin memburuk" ungkap Levy

Lucy yang mendengar perkataan Levy hanya tertunduk diam.

"Kalau boleh tahu, kenapa alasannya? Ini tidak seperti dirimu. Walaupun Natsu bersikap dingin padamu, biasanya kau akan berusaha menyapanya, Lu-chan" terang Levy

Lucy menoleh kearah Levy. Lucy menggenggam tangan Levy dan menceritakan detail permasalahannya.

"Tunggu dulu, Lu-chan. Kau bilang kau ingin terus berada didekat Natsu? Kau merasa sesak membayangkan dia meninggalkanmu? Begitu?" Tanya Levy

Lucy hanya mengangguk pelan.

"Aku juga tidak mengerti apa yang aku rasakan, jauh didalam hatiku seperti ada perasaan aneh tentang Natsu" jelas Lucy sambil meletakkan kedua tangannya didepan dadanya.

"Jangan-jangan..kau menyukai Natsu ya Lu-chan?" Ujar Levy

Karena pertanyaan Levy, wajah Lucy pun menjadi memerah dan Lucy pun menjadi salah tingkah. "Ti-tidak mu-mungkin Levy-chan!" Seru Lucy

"Tapi-" ucapan Levy terpotong karena Lucy telah bangkit berdiri.

"Itu tidak mungkin. Selama ini aku hanya menganggapnya sebagai temanku saja, Levy-chan. Lagipula aku sudah bersama Sting. Tidak mungkin kan seseorang dapat mencintai dua orang sekaligus?" Jelas Lucy sambil tersenyum dan berjalan meninggalkan Levy yang masih duduk.

Levy hanya menghela nafasnya "Dia terlalu naif untuk menyadari perasaannya sendiri" gumam Levy

XXX

Lucy berbaring ditempat tidurnya. Banyak hal yang ia pikirkan saat ini. Terutama masalah Sting dan Natsu. Dan juga perkataan Levy saat disekolah.

"Apa benar aku menyukainya?" Gumam Lucy

Lucy menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tidak! Tidak mungkin!" Lucy berusaha menyangkalnya.

Lucy bangkit duduk dan ia mengingat kalau jaket Natsu masih ada didirinya. Lucy menepuk keningnya.

"Bagaimana aku mengembalikannya kalau hubunganku seperti ini" keluh Lucy sambil menghela nafasnya.

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar apartemen Lucy. Lucy menoleh kearah pintu. "Eh? Tamu?" Lucy dengan segera membukakan pintunya dan terlihat Gray berdiri didepan apartemennya.

"Konbanwa" sapa Gray sambil tersenyum.

"Ah Gray? Konbanwa. Ayo masuk" ajak Lucy

Gray pun masuk kedalam apartemen Lucy. Lucy mempersilahkan Gray duduk dan membuatkan minuman untuk Gray.

"Ada apa kau kesini malam-malam? Tidak biasanya.." Tanya Lucy sambil menghidangkan kue kecil dan juga minuman hangat.

"Entahlah, aku juga tidak yakin" jawab Gray

Lucy menaikkan sebelah alisnya. Bingung dengan sikap temannya. Gray pun tertawa pelan "Kau bingung ya?" Tanya Gray. Lucy pun mengangguk.

Gray pun mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. Seperti kertas. Ia membuka lipatan kertas itu dan menyodorkan ke Lucy.

"Ini.."

Lucy pun menerima selebaran kertas yang diberikan Gray. Lucy pun membacanya.

"Ini kan.."

"Iya, itu brosur tentang pertunjukkan band milik Natsu. Kau akan datang melihatnya kan?" Tanya Gray

Lucy meletakkan brosur itu dimejanya dan memandang Gray.

"Entahlah Gray.." Jawab Lucy. Terlihat jelas matanya menyiratkan keraguan.

"Natsu pasti senang kalau kau datang, Lucy" Gray pun menyesap minumannya.

"Apa benar ia akan senang melihatku? Kurasa tidak, Gray" sahut Lucy mengalihkan pandangannya.

"Kau punya hubungan yang rumit ya?" Gray menanyakan pertanyaan yang membuat Lucy bingung.

"Rumit? Apa maksudmu?" Tanya Lucy

Gray pun terdiam, hampir saja ia membuka rahasia Natsu.

"Tidak hahaha, pokoknya kalau kau sempat, kau harus lihat pertunjukkan itu. Karena ada sesuatu yang berbeda" Gray pun bangkit berdiri.

"Aku pamit ya, sampai bertemu" Gray pun keluar dari apartemen Lucy. Lucy memandangnya dengan heran.

Lucy pun meraih brosur tersebut dan memandanginya kembali.

XXX

Esok harinya, kelas Lucy sedang pelajaran olahraga. Mereka sedang berkumpul dilapangan luar karena mereka akan bermain kasti.

"Baiklah, siswa laki-laki dan perempuan akan saya campur menjadi satu tim" ujar Elfman. Sang guru olahraga.

"Apa tidak apa-apa sensei?"

"Kan siswa laki-laki mainnya kasar"

Itulah beberapa keluhan dari beberapa siswi. Lucy hanya menghela nafasnya. Hari ini Sting tidak masuk sekolah, karena ia sedang tidak enak badan. Lucy berencana pulang sekolah akan kerumahnya untuk menjenguknya.

"Sudah, kalian jangan banyak protes. Kalau dipisah, permainan kalian tidak akan seru" jawab Elfman-sensei.

"Huh, dasar Elf-niichan. Seenaknya saja. Ini kan sudah siang. Masa kita harus bermain-main panas-panas begini" keluh Lisanna. Elfman-sensei adalah kakaknya. Mira-sensei pun juga kakak tertua Lisanna.

"Itulah kakakmu.." Timpal Erza

Lisanna pun menghela nafas.

Elfman sensei pun menyebutkan nama-nama yang berada didalam tim yang sama. Lucy dan Natsu berada ditim yang sama bersama dengan Gray, Erza dan Lisanna. Ada kecanggungan diantara Lucy dan Natsu. Gray dan Erza bisa melihat itu.

"Hey, kau sudah mengajaknya?" Bisik Erza pada Gray

"Sudah, tapi dia bilang tidak tahu akan datang atau tidak" sahut Gray dengan berbisik-bisik pula. Lisanna yang mendengarnya menjadi risih.

"Kalian apa-apaan sih pake segala bisik-bisik" gerutu Lisanna.

Lucy dan Natsu pun menoleh kearah sumber suara. Gray dan Erza pun sudah terlihat salah tingkah. Lucy dan Natsu memandang mereka dengan heran.

XXX

Permainan kasti pun dimulai. Dengan tim Natsu yang menjadi pemukul. Gray adalah pemukul pertama. Dan pelemparnya adalah Gajeel.

"Kau akan kena lemparan maut dariku, Gray" ujar Gajeel

"Hah, lihat saja. Lemparanmu itu tidak ada apa-apanya" Gray pun tersenyum mengejek.

Gajeel pun melemparkan bolanya dan benar saja, dipukul dengan baik oleh Gray. Gray pun berlari ke base-base dan skor pun didapat untuk tim Natsu.

Permainan berjalan dengan lancar, suasana diantara Natsu dan Lucy pun membaik. Tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka. Saat tim mendapat skor, mereka juga terlihat tertawa bersama.

"Sepertinya mereka tidak menyadarinya ya" ucap Erza. Gray mengangguk.

XXX

Semua murid pun kembali kedalam kelas. Mereka sudah lelah karena bermain kasti sampai pulang sekolah. Karena pelajaran olahraga tersebut adalah pelajaran terakhir. Karena permainannya yang seru, mereka tidak tahu kalau jam pulang sekolah sudah terlewat.

Lucy dan Natsu diminta oleh Elfman-sensei untuk mengembalikan peralatan bermain kasti ke gudang olahraga.

"Hah, kenapa harus menyuruh kita. Padahal dia badannya besar, kenapa tidak membawanya sendiri" gerutu Natsu diperjalanan ke gudang olahraga.

"Sudahlah Natsu, dengan kau menggerutu seperti itu peralatan itu juga tidak akan kembali dengan sendirinya" sahut Lucy yang mulai kesal mendengar gerutu dari mulut Natsu. Padahal ia juga tidak mau disuruh seperti ini.

"Ha'i hai'i" jawab Natsu

Sesampainya kegudang olahraga, Natsu dan Lucy masuk kedalam dan menaruh barang-barang ketempatnya. Setelah selesai, Lucy dan Natsu keluar dan kembali kekelas.

XXX

"Loh, Lu-chan, antingmu yang sebelah tidak ada ya?" Tanya Levy sambil menunjuk kearah telinga milik Lucy yang sebelah kanan.

Lucy pun meraba telinganya dan benar saja, antingnya tidak ada.

"Ah iya, tidak ada" Lucy pun menjadi panik. Anting itu diberikan dari ibunya. Jadi dia harus menjaga peninggalan ibunya itu.

"Apa terjatuh saat bermain tadi?" Tanya Erza

"Mungkin saja, kalian pulang saja duluan. Aku akan mencarinya kedalam" Lucy pun berlari masuk kembali kedalam gedung sekolah.

XXX

Lucy berlarian kesana-kemari mencari antingnya yang hilang. Tiba-tiba ia menabrak seseorang didepannya.

Buuuuk!

"Ah gomenasaii" ucap Lucy sambil merundukkan kepalanya untuk bentuk permintaan maaf.

"Loh? Kau?" Lucy mendengar suara yang begitu familiar. Terlihatlah Natsu yang sudah mengganti pakaiannya.

"Natsu?"

"Kau belum pulang?" Tanya Natsu

Lucy menggeleng. "Aku mencari antingku. Maaf ya aku buru-buru"

Lucy pun ingin berlari tapi ditahan oleh Natsu. Lucy pun memandang Natsu, begitupun juga Natsu.

"Aku bantu" ucap Natsu

Lucy sempat berpikir sejenak, tapi ia langsung mengiyakan dengan anggukan.

Mereka pun berdua berlari kelapangan, dan mencari dengan pelan. Beberapa lama mereka mencari tapi tidak membuahkan hasil.

"Tidak ada.." Gumam Lucy. Terlihat airmatanya yang ingin jatuh dari mata karamelnya. Natsu hanya berdecih.

"Kita cari kegudang olahraga. Ayo jangan menangis" Natsu menggenggam tangan Lucy sambil berlari menuju ke gudang olahraga.

Sesampainya digudang, mereka mencoba mencarinya.

"Ah, dapat!" Seru Lucy

Natsu pun menoleh dan menghampiri Lucy.

"Hah, baguslah" tiba-tiba terdengar pintu gudang yang terkunci.

Natsu dan Lucy saling memandang dan berlari kearah pintu. Natsu berusaha membuka pintunya tapi tidak bisa.

"Ini terkunci" ucap Natsu

Lucy menutup mulutnya karena kaget.

"Apa! Kita kekunci disini? Aaah bagaimana ini?! Ini sudah sore" Lucy pun menjadi panik. Natsu berusaha menggedor-gedor pintu dan meminta tolong.

"Ini tidak berhasil" gumam Natsu

Natsu menoleh kebelakang dan melihat lucy sudah duduk berjongkok. Airmatanya sudah mengalir dari mata indahnya. Natsu pun berjalan mendekati Lucy dan ikut berjongkok.

"Jangan menangis, aku janji. Aku janji kau akan keluar dari sini. Jadi jangan menangis" ucap Natsu sambil mengusap pipi Lucy dengan tangannya untuk menghapus airmata Lucy. Lucy pun memandang Natsu.

"Nat..su..aku takut gelap" ujar Lucy disela tangisnya.

Natsu tiba-tiba menarik tubuh Lucy dan merengkuhnya. "Aku tahu, sudah, aku disini, jangan menangis"

Lucy tercengang saat mendengar kata itu. Ia merasa familiar dengan situasi ini. Ia berusaha mengingatnya. Tapi ingatannya begitu samar-samar.

'Hangat' batin Lucy

Natsu menepuk-nepuk punggung Lucy untuk menenangkan Lucy. Lucy pun sudah mulai tenang. Natsu melepaskan pelukannya dan duduk disebelah Lucy. Lucy mengeluarkan ponselnya, baterainya sudah habis dan mati. Natsu juga mengeluarkan ponselnya dan memencet beberapa angka dan menelepon seseorang.

"Hoy, ice princess. Ini aku. Aku terkunci digudang olahraga. Hmm. Iya aku minta tolong. Sekarang! Masa nanti. Dobrak? Hey aku tidak mau kena marah! Ya sudah cepat kemari. Cepatlah, aku bersama dengan Lucy. Jangan menggodaku! Hmm baiklah. Ja nee" Natsu pun menutup teleponnya dan menyimpan kembali kedalam saku celananya.

"Gray akan menolong kita, jadi tunggulah" ucap Natsu. Sekilas Natsu bisa melihat lucy tersenyum.

Hening. Tidak ada percakapan. Hanya terdengar hembusan nafas Lucy dan Natsu. Natsu pun berdeham. Lucy menoleh dan melihat Natsu yang memantulkan bola basket yang ia ambil dari keranjang kumpulan bola basket.

"Natsu" panggil Lucy

"Hmm" Natsu tidak menoleh kearah Lucy.

"Terimakasih" ucap Lucy

"Untuk?" Natsu masih tidak mau menoleh kearah Lucy. Ia masih sibuk memantulkan dengan pelan bola basket yang ia pegang.

"Natsu, aku sedang berbicara denganmu!" Seru Lucy

"Iya aku dengar" ucap Natsu

Tiba-tiba Lucy meraih wajah Natsu dan menghadapkan kearahnya. Natsu melihat wajah Lucy yang sangat dekat. Lucy yang sadar akan kelakuannya, pipinya merah merona, begitu juga dengan Natsu. Natsu mengerjapkan matanya beberapa kali. Lucy pun bergerak mundur, tapi sayangnya kepala Lucy terbentuk rak yang ada dibelakangnya.

"Ittaiii" Lucy mengelus belakang kepalanya. Natsu langsung maju karena khawatir.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Natsu dengan perhatiannya. Lucy menoleh keatas dan lagi-lagi wajah mereka sangat dekat. Mereka pun terdiam dan saling memandang. Mata onyx milik Natsu bertemu dengan mata karamel milik Lucy. Pipi mereka sudah merah merona. Jantung mereka pun sekarang sudah berdebar dengan kencangnya.

Natsu mengangkat tangannya dan membelai rambut Lucy yang tergerai.

"Kau cantik, Lucy" puji Natsu

Lucy tercengang mendengar pujian dari Natsu. Ia tidak salah dengar bukan? Natsu memujinya?

Natsu memainkan ujung rambut milik Lucy dan memandangnya. Lucy memegang lengan kekar milik Natsu. Natsu pun kembali menoleh kearah Lucy yang kini tertunduk.

"Maaf" lirih Lucy.

"Untuk apa kau meminta maaf?" Natsu melepaskan genggaman tangannya dari rambut Lucy dan duduk berhadapan dengan Lucy.

"Untuk semuanya" sahut Lucy

Natsu kembali mengangkat tangannya dan membelai wajah Lucy.

"Seharusnya aku yang minta maaf padamu, Luce.." Ucap Natsu. Lucy mengangkat wajahnya dan memandang Natsu. Ia seperti terhipnotis saat melihat kedalam mata onyx milik Natsu.

"Kenapa kau memanggilku dengan sebutan 'Luce', Natsu?" Tanya Lucy

Ia masih penasaran kenapa Natsu bisa memanggilnya seperti itu. Dan panggilan itu terdengar familiar bagi Lucy.

"Karena itu mudah diucapkan olehku.." Jawab Natsu sambil memamerkan jejeran giginya yang rapi.

Deg!

Kata-kata itu juga pernah didengar oleh Lucy. Tapi oleh siapa?

Lucy melepaskan pegangannya dari lengan Natsu dan berpindah untuk menyentuh wajah Natsu. Dan memandang Natsu. Natsu menutup kedua matanya menikmati belaian tangan Lucy diwajahnya. Tanpa sadar, Lucy telah menangis. Ia mengeluarkan airmata dari kedua mata karamelnya. Natsu membuka matanya, melihat Lucy telah menangis. Ia pun segera menghapus airmata yang mengalir dipipi Lucy.

"Aku sudah bilang, jangan menangis" ucap Natsu

Lucy masih diam. Tangannya sekarang sudah berada didepan dadanya. Entah kenapa saat melihat, memandang wajah Natsu, hatinya merasakan sakit. Dadanya merasakan sesak.

Natsu merengkuh wajah Lucy, mendekatkan wajahnya kewajah Lucy. Wajah Lucy sudah memerah karenanya. Jarak diantara mereka sedikit demi sedikit terhapuskan. Natsu pun mencium bibir Lucy dengan lembut. Pada awalnya, Lucy kaget. Tapi pada akhirnya, Lucy mulai menutup kedua matanya. Lucy merasakan kehangatan yang menjalar ditubuhnya.

Cukup lama mereka berciuman, akhirnya Natsu melepaskan ciuman tersebut. Dan memandang wajah Lucy.

"Aku mencintaimu, Luce" ungkap Natsu

Airmata tiba-tiba terjatuh dari mata Lucy. Lucy yang mendengar pernyataan Natsu tidak percaya sehingga dia menutup mulutnya. Natsu pun akhirnya membelai rambut Lucy kembali sambil tersenyum.

"Tapi aku tahu, kau tidak akan pernah memilihku.." Tambah Natsu

Tiba-tiba pintu terbuka, menampakkan seorang penjaga sekolah beserta Gray.

"Hoy, kalian tidak apa-apa?" Tanya Gray

Gray melihat Natsu sedang memegangi kepala Lucy. Lucy terlihat menangis.

"Tidak apa-apa" sahut Natsu sambil bangkit berdiri dan berjalan keluar gudang.

Lucy melihat kepergian Natsu dengan tatapan sedih. Banyak pertanyaan yang berkecamuk dipikiran dan dihatinya.

Gray berjalan menghampiri Lucy dan membantu Lucy berdiri.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Gray

"Aku tidak apa-apa. Terimakasih sudah menolong kami, Gray" sahut Lucy

Lucy menghapus airmatanya dan berjalan keluar dari gudang. Gray melihatnya sudah bisa menebak. Pasti terjadi sesuatu tadi diruangan itu.

XXX

Lucy berjalan pulang dengan langkah yang pelan. Ia masih memikirkan kata-kata yang dilontarkan oleh Natsu. Lucy pun menyentuh bibirnya, mengingat kejadian tadi digudang dimana dia dan Natsu berciuman.

'Bodohnya aku, kenapa aku tidak marah padanya' batin Lucy

"Aku mencintaimu, Luce.."

"Tapi aku tahu, kau tidak akan pernah memilihku"

Kata-kata Natsu terus-menerus terngiang ditelinga Lucy. Lucy memegang dadanya.

'Ada apa dengan perasaanku..' Batin Lucy

.

.

.

.

.

.

.

.

To be continued


Haloooo semuaaanyaaa yuhuuuu author kembali lagi dengan chapter baruuu~~~ bagaimana bagaimanaa menurut kalian di chapter ini? moment NaLunya dapet gak sih? kayanya masih kurang dan chapter ini bener-bener pendek.. hmm XD

Yasudaahlah mohon direview saja ya para readers yang baik hatiiiii... XD

Oke deeeh, sekarang author akan balas review dari chapter yang sebelumnya...

zuryuteki : Nah dichapter ini Natsu dan Lucy udah bisa dibilang baikan belom yaa? hmm...lalu pertanyaan yuuchan yang ingin Lucy bicarakan ama Sting sudah terjawab kaaan? hehehe ini sudah lanjuuut looh XD

LRCN : Hehe simak terus ya! XD

winha heartfilia : Yaaa namanya juga orang yang hilang ingatan. jadi plin plan geto deeeh, jadi jangan benci Lucy yaaa~~ pertama-tama Natsu bakal tersakiti tapi nanti diakhir mah...XD

shiko miomi :Yooosh! ini dia chapter barunya, silahkaaaan XD

TakimotoAiko : Naaah ini sudah update~~ yaaah gabisa sekarang putusnya, mungkin suatu saat nanti (?) tapi ditunggu aja ya moment-moment ituuu XD

Fi-chan nalupi : Ih Lucy mah jangan digebukin, inget kagak, bonyok iye XD ditunggu saja ya moment saat Lucy udah inget, moment ya gitu deeeh hahaha nah dichapter ini NaLu momentnya udah banyak apa belom? atau masih kurang? XD

TheZarkMon : Nah buat kamuu yang penggemar StiCy bisa baca fanfic ku yang judulnya Love Affair hehe *promosi dikit ah*Yaaaah kalau begitu jangan nangis, nanti banjir seluruh dunia, bingung buang airmatanya dimana haha XD

anyui : Nah jawabannya udah nemu kan di chapter ini? hihi Nah gimana gimana Nalu momentnya dichapter ini? kerasa or tidak? XD

ameru chan : Salam kenaaal~ Iya disini author buat Gray seperti seorang yang bijaksana seperti mario teguh (?) Iya iya nanti Lucy author suruh putus ama Sting #digebukinamafansSticy# ini sudah lanjuuut XD

Okeee semua sudah dibalas, ayo siapa yang belom dibales reviewnya? tunjuk kaki (?) #plak

Yasudah, author pamit undur diri dulu yaaa, tunggu chapter yang berikutnya yang bakal lebih-lebih seru dari ini hehe XD

Ohiyaaa, dan jangan lupa..baca juga fanfic author yang lain yang judulnyaaa...

Difficult Love : yang sampe sekarang belom diterusin ceritanya XD

Love Affair : ini pairingnya Lucy dan Sting. ada NaLu juga sih hohohooo XD

Baiklah, sampai jumpa minggu depaaan~~~

Jaa nee,

Yusa-kun