Lucy berjalan ditengah kota, rambutnya sudah lebih panjang dari sebelumnya. Ia sudah lulus dari Universitas dan sekarang ia menjadi seorang penulis terkenal. Ia sekarang sedang berada disebuah taman kota yang berada di tengah kota Crocus.

Lucy duduk termenung dibangku taman. Sendirian. Melihat beberapa warga yang sedang menikmati keindahan taman itu. Lucy tersenyum dan menoleh kelangit. Ia memejamkan matanya, membiarkan angin berhembus, membelai lembut wajahnya dan rambutnya.

'Sudah lima tahun ya?' pikirnya

Fairy Tail © Hiro Mashima

A Fairy Tail Fanfiction

Three Heart for One Love

By Yusa-kun

Warning : AU, Typo(s), OOC.

.

.

.

.

.

Lucy sedang berada diruang kerjanya, ia sedang mengerjakan projek terbarunya. Ia akan menerbitkan sebuah novel bergenre romance. Dan itu merupakan kisah cintanya. Ia memakai nama lain untuk karakternya di cerita tersebut. Lucy sedang sibuk mengetik dengan laptopnya, tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi. Lucy membuka kacamata yang ia pakai dan meraih ponselnya dan mengangkat teleponnya.

"Moshi-moshi?" ucap Lucy

"Moshi-moshi.. Lu-chan? Ini aku Levy. Apa kabarmu?" Ternyata penelpon itu dari sahabat lamanya yang mempunyai karier yang sama dengan Lucy.

"Hey, Levy-chan. Ah aku baik-baik saja. Bagaimana dengan dirimu? Maaf ya aku tidak datang kepesta pertunanganmu dengan Gajeel" Lucy bangkit berdiri dan berjalan menghampiri jendela.

"Ah iiee, tidak apa-apa kok. Aku tahu kau sedang sibuk dengan projek terbarumu. Bagaimana? Kau sudah menyelesaikannya?" tanya Levy. Terdengar samar-samar suara Gajeel disana.

"Belum, sedang dalam proses. Aku berjanji saat sudah selesai, orang pertama yang aku tunjukkan adalah dirimu, Levy-chan" jawab Lucy. Levy tertawa.

"Baiklah-baiklah. Akan aku tunggu. Oh iya, bulan depan Jellal dan Erza akan menikah. Kau sudah dapat undangannya kan?" tanya Levy.

"Ah undangan ya? Hmm entahlah, aku belum memeriksa kotak suratku hehe" jawab Lucy sambil tertawa.

"Dasar kau ini, cepatlah lihat undangan itu dan kabari aku ya datang atau tidaknya dirimu. Aku harap kau bisa datang" ucap Levy.

Lucy tersenyum "Iya akan aku usahakan"

"Baiklah, sudah dulu ya. Gajeel sungguh merepotkan, nanti kita akan mengobrol lagi. Oke?" ucap Levy

"Baiklah, Jaa nee" Lucy menutup teleponnya dan berjalan keluar dari ruang kerjanya. Ia melihat kotak suratnya dan sangat banyak surat yang belum diambilnya. Lucy masuk kedalam sambil melihat satu per satu surat yang ia pegang. Ia melihat undangan pernikahan Erza dan Jellal. Ia pun tersenyum. Saat sampai di ruang kerjanya, Lucy melemparkan surat-surat lainnya ke mejanya dan membuka undangan dari Erza.

Lucy tersenyum melihatnya.

"Bulan depan ya? Sepertinya aku bisa datang" gumam Lucy.

XXX

"What? No, I don't think so. No, I can't accept it. Yeah. My assistant will be take care about it, so don't worry. Yes. Alright. Bye" terdengar helaan nafas dari seseorang. Seseorang itu menutup teleponnya. Ia memijat keningnya yang terasa pening.

"Aku tidak tahan dengan urusan ini, Sting. Aaarrrggh aku ingin cepat-cepat kembali" gerutu seseorang itu yang ternyata tidak lain adalah Natsu.

"Kau ini bisanya mengeluh saja. Perusahaan ayahmu ini sedang naik daunnya disini, jadi kau tidak boleh meninggalkannya begitu saja. Lagi pula masih banyak urusanmu" jawab Sting

Natsu duduk berhadapan dengan Sting. Pakaian mereka serba formal. Mereka memakai setelan jas, lalu sepatu pantofel. Wajah mereka juga terlihat sedikit dewasa.

"Tapi aku benar-benar rindu pada Lucy.." rengek Natsu

"Oh sungguh Natsu, sifatmu lama-kelamaan seperti anak kecil" sahut Sting

"Jangan mengejekku seperti itu, atau kontrak kerjasama kita akan aku batalkan" ancam Natsu. Sting menyeringai.

"Kau ini benar-benar tidak professional" ucap Sting.

Tiba-tiba, terdengar suara email masuk. Natsu segera menghampiri meja kerjanya dan melihat laptopnya. Ia membuka emailnya dan terlihat itu adalah email dari Lucy.

From : Lucy_Heartfilias

Subject : Erza akan menikah!

Natsu aku mendapatkan undangan dari Erza. Dia akan menikah dengan Jellal bulan depan. Kau sudah tahu belum? Aaah mereka memang pasangan yang serasi ya. Hey bagaimana keadaanmu? Keadaan Sting bagaimana? Kalian baik-baik saja kan?

Kalian sudah dengar kalau Gray akan melakukan konser disana? Kalian harus melihatnya dan kirimkan fotonya ya? Ia sudah menjadi bintang terkenal sekarang. Juvia sekarang juga sudah menjadi manajernya sekaligus hmm kau tahu apa maksudku kan hehe ^^

Tenang saja, aku disini baik-baik saja. Aku makan teratur, yaah walaupun aku juga sering bergadang hehe ^^

Baiklah, sudah dulu ya.

Aku sangat merindukanmu, Natsu..

Natsu membaca email dari Lucy dengan antusias. Natsu juga mulai mengetik balasan untuk email Lucy. setelah selesai ia mengirimkan email tersebut. Natsu kembali duduk berhadapan dengan Sting. Sting sedang mengotak-atik ponselnya. Natsu tahu kalau ia sedang mengabari sang pacar.

"Itu email dari Lucy kan?" tanya Sting. Natsu mengangguk.

"Ada apa?" tanya Sting.

"Erza akan menikah bulan depan. Lalu ia menanyakan kabar kita. Lalu katanya Gray akan melakukan konser disini, jadi kita harus melihatnya dan mengirimkan fotonya ke dia" jelas Natsu.

Sting memutar kedua bola matanya. "Hah Lucy.."

XXX

Natsu sekarang tinggal di New York, ia lulus kuliah dan diberikan izin untuk menjabat menjadi direktur utama perusahaan cabang ayahnya yang berada di New York ini. Sekarang ia bukan seorang pemuda yang suka membolos atau pun yang lain, tetapi Natsu tumbuh menjadi seorang yang bertanggung jawab, memikirkan hal-hal apapun sebelum melakukannya dan ia juga sungguh-sungguh menjalankan perusahaan ayahnya.

Perusahaan yang dijalankan oleh Sting pun sekarang bekerja sama dengan perusahaannya. Sting lulus lebih dulu dari Natsu, mereka kuliah ditempat berbeda tetapi mereka selalu bertemu, terkadang Natsu menginap di apartemen Sting dan begitupun sebaliknya. Hubungan mereka juga cukup baik saat ini.

Natsu tidak pernah bisa kembali ke jepang karena urusannya di New York, urusan perusahaannya yang masih belum bisa ditinggal. Natsu pun selama jauh dari Lucy selalu mengabari Lucy melalui email. Natsu juga masih berkomunikasi dengan yang lainnya.

"Natsu, kau sudah pesan tiket konser Gray?" Tanya Sting. Sting sedang sibuk mengetik di meja kerjanya. Sedangkan Natsu sedang mengotak-atik ponselnya.

"Aku sudah menghubungi Gray, katanya kita akan dikirimi tiket VIP sehingga bisa menemuinya di backstage" jawab Natsu

"Ah benarkah? Baguslah. Itu gratis kan?" Tanya Sting.

Natsu menoleh dan memandang Sting.

"Kau sudah jadi pengusaha sukses tapi maunya yang gratisan? Dasar. Jadi tukang sayur saja sana" ejek Natsu.

"Bukan begitu, kalau gratis kan kita bisa menghemat uang. Lagi pula apa artinya pertemanan selama tiga tahun, tetapi tetap saja kita disuruh beli tiketnya" gerutu Sting. Ia masih sibuk mengetik.

"Menghemat matamu. Uangmu segunung begitu, masih saja pelit" sahut Natsu

"Uang ini bukan untuk bersenang-senang Natsu, aku mengumpulkannya untuk masa depanku" terang Sting.

"Ah aku tahu, aku tahu.. Ternyata hanya aku dan Lucy yang hubungannya tidak ada peningkatan" Natsu menyandarkan tubuhnya disofa empuk milik Sting.

"Makanya, cepat selesaikan pekerjaanmu dan balik ke jepang. Temui Lucy. Kau ini lelet sih" Sting mulai mengomel.

"Ohiya, aku dengar Lucy sedang mengerjakan projek baru ya? Novel barunya.. Aku membacanya diinternet" ucap Sting.

"Iya, dia sedang mengerjakannya. Aku benar-benar senang melihat dia bisa menggapai cita-citanya menjadi seorang penulis. Dia benar-benar mengidam-idamkan itu kan" sahut Natsu sambil tersenyum.

"Kau tidak minta kirim foto dirinya yang sekarang?" Tanya Sting. Natsu blushing.

"Su-sudah! Dia sangat cantik sekarang" sahut Natsu mengingat wajah Lucy difoto yang dikirimkan Lucy.

"Aku lihat dong, aku belum melihatnya" pinta Sting, sekarang ia sudah menghentikan aktifitasnya. Natsu memelototinya.

"Apa?!" Tanya Sting

"Tidak! Tidak boleh! Nanti kau jadi berubah pikiran untuk menikahi kekasihmu itu dan beralih ke Lucy" ucap Natsu

Sting mendengus kesal. "Dasar pelit"

XXX

Lucy sedang sibuk melanjutkan menulis novelnya. Ia terkadang berhenti dan menyesap kopi yang berada tepat disampingnya. Lalu melanjutkannya. Tiba-tiba ia berhenti mengetik dan melamun.

"Kira-kira, aku akan buatkan ending seperti apa ya.." Gumamnya sambil menopang wajahnya dengan tangannya.

XXX

Minggu demi minggu berlalu, Lucy terlihat murung dan tidak dapat berkonsentrasi untuk melanjutkan novelnya. Ia memikirkan Natsu. Sudah beberapa minggu, Natsu tidak mengabarinya, tidak membalas email darinya. Lucy begitu khawatir, sampai-sampai ia ingin menyusul Natsu. Tapi mengingat novelnya, ia jadi memikirkan ulang rencananya untuk menyusul Natsu.

'Apa kabar dia? Kenapa dia tidak mengabariku. Natsu, baka' pikir Lucy

Lucy melihat kalender dikamarnya. Satu minggu lagi pernikahan Erza dilaksanakan. Ia harus membeli tiket untuk ke Magnolia sekarang. Ia berencana akan menginap dirumah Levy dan membantu mempersiapkan segalanya.

XXX

Lucy telah tiba di Magnolia. Ia benar-benar nostalgia. Terlintas kenangan-kenangannya dikota ini. Lucy menoleh kesana-kemari mencari sahabatnya yang berjanji akan menjemputnya distasiun. Lucy menangkap sosok yang ia kenal. Levy dan Gajeel. Lucy tersenyum dan melambaikan tangannya.

Lucy menyeret kopernya dan menghampiri sepasang kekasih itu.

"Ahhh Lu-chaaaan hisashiburiiii!" Levy begitu antusias dan langsung berhambur memeluk Lucy. Lucy membalas pelukan sahabatnya. Setelah Levy melepaskan pelukannya, Lucy tersenyum pada Gajeel dan bersalaman.

"Apa kabar, Gajeel? Sepertinya baik-baik saja hihi" goda Lucy.

Levy, Lucy dan Gajeel berjalan pulang kerumah Levy. Didalam mobil mereka banyak berbincang. Tentang diri mereka sendiri, lalu teman-teman yang lain.

"Lisanna sekarang sudah menjadi model, dia sangat cantik. Kau lihat kan?" Ucap Levy. Lucy mengangguk.

"Rambutnya juga panjang sekarang, benar-benar mirip dengan kakaknya. Mira-sensei" sahut Lucy. Levy mengangguk setuju.

"Oh iya, bagaimana keadaan Salamander? Kau masih dengannya, bukan?" Tanya Gajeel. Lucy menoleh kearahnya dan tersenyum.

"Mungkin" jawab Lucy. Tiba-tiba aura yang begitu suram keluar dari tubuh Lucy. Levy khawatir tentang sahabatnya.

"Ada apa, Lu-chan?" Tanya Levy dengan khawatir.

"Sudah beberapa minggu ini dia tidak mengabariku. Biasanya seminggu sekali ia akan mengirimiku email. Tapi emailku saja tidak ia balas. Menyebalkan bukan? Ugh" keluh Lucy. Levy merangkulnya.

"Sabar ya Lu-chan. Mungkin dia sibuk" Levy mencoba menenangkan Lucy.

"Ya mungkin dia sedang bersama yang lain. Disana kan banyak bule-bule yang cantik. Bisa jadi loh" tambah Gajeel. Levy memukul bahu Gajeel.

"Apa sih kau ini, ngaco" ucap Levy pada Gajeel.

"Ah sakit tahu" ucap Gajeel dengan datar.

Levy kembali fokus pada Lucy, Levy mengelus punggung Lucy agar tenang.

"Jangan dengarkan dia, Lu-chan" Levy melirik Gajeel dengan tatapan sinis. Gajeel menahan tawanya. Levy mendengus kesal.

XXX

Lucy sudah sampai dirumah Levy, Gajeel pun sekarang sudah pulang kerumahnya.

"Nanti sore kita akan kerumah Erza, jadi kau harus istirahat dulu sekarang" ucap Levy. Lucy mengangguk dan membanting dirinya ditempat tidurnya. Levy keluar dari kamarnya.

Lucy menatap langit-langit kamar. Matanya terasa panas, tiba-tiba ia sudah mengeluarkan airmata. Lucy menutup matanya dengan tangannya.

"Aku merindukanmu, Natsu.." Gumamnya disela tangisnya yang tanpa suara.

XXX

"Erza, aku punya kejutan untukmu" ucap Levy. Erza sedang duduk dikamarnya sedang membaca majalah. Erza menutup majalahnya dan menoleh kearah Levy.

"Apaaa?" Tanya Erza.

Lucy muncul dari belakang Levy membuat Erza terkejut. Erza berlari menghampiri Lucy dan memeluknya. Memeluknya dengan erat-ralat memeluknya dengan kencang sehingga Lucy tidak bisa bernafas.

"Er-za a-ku ti-tidak bi-bisa berna-nafassshh" Lucy mulai kehabisan nafas. Erza menyadarinya langsung melepaskan pelukannya. Lucy bernafas dengan terengah-engah. Levy hanya memandangnya dengan khawatir.

"Maaf Lucy, aku terlalu rindu padamu. Maaf" ucap Erza. Lucy sudah kembali normal. Lucy tersenyum pada Erza. "Tidak apa-apa, aku juga rindu padamu"

Lucy, Levy, dan Erza sekarang sudah berada diruang tengah, mereka sedang menikmati teh yang dibuatkan oleh Erza.

"Aku sudah membaca novel-novelmu, Lucy. Kisahnya sungguh manis lalu ada juga yang mengharukan. Aku sampai menangis. Sungguh" puji Erza membuat Lucy blushing.

"Aku juga membaca buku motivasi milikmu, Levy. Itu sangat membantuku. Kau hebat, sungguh bijak" puji Erza membuat Levy blushing.

"Arigatou~" Lucy dan Levy mengatakannya dengan bersamaan dan mereka pun tertawa.

"Aku akan membantumu untuk menyiapkan pernikahanmu yang tinggal beberapa hari lagi" ucap Lucy. Erza tersenyum.

"Terimakasih Lucy. Kau baik sekali, tapi semua sudah diurusi oleh wedding organizer, jadi ya tinggal terima jadi saja" sahut Erza.

"Baiklah, yang penting aku tidak melewatkan momen kebahagiaan sahabatku" Lucy tersenyum manis, kalimatnya membuat Erza terharu.

XXX

Hari-hari yang ditunggu telah tiba, Hari ini adalah hari pernikahan Erza dilaksanakan. Semua kerabat dan sanak saudara sudah datang untuk melihat pernikahan Erza dan Jellal. Kedua keluarga juga telah berkumpul. Teman-teman dari Jellal dan Erza pun sudah datang. Termasuk Gray, Juvia, Lisanna, dan beberapa teman lainnya.

Lucy dan Levy sedang berada di ruang berhias. Mereka berdua sedang berdandan. Mereka berdua menjadi pengiring pengantin wanita. Mereka berdua mengenakan dress dengan model yang sama tetapi dengan warna berbeda. Lucy memakai dress berwarna rose, sedangkan Levy memakai warna vanili. Rambut Levy dibiarkan tergerai dengan bebas dengan memakai bandana mutiara putih. Sedangkan Lucy, Lucy menggelung rambut pirang panjangnya keatas dan hanya menyisakan poninya untuk menutupi keningnya dan tidak lupa memakai bandana mutiara. Mereka hanya bermake-up dengan natural.

"Lu-chan, kau sudah siap?" tanya Levy. Lucy mengangguk. "Bagaimana dengan mempelai wanita kita?~" tanya Lucy pada Erza yang masih duduk didepan cermin. Terlihat raut kegugupan diwajahnya. Lucy dan Levy mendekati Erza dan memegang tangannya yang dingin.

"Tenanglah Erza, semua akan berjalan dengan lancar" ucap Lucy berusaha menenangkan sahabatnya. Levy hanya mengangguk.

"Ta—tapi jantungku berdebar begitu kencang. Hah sampai aku merasa tidak bisa bernafas" rengek Erza

Lucy dan Levy tersenyum. "Itu sangat wajar, Erza. Ini adalah hari yang kau tunggu-tunggu. Makanya jantungmu berdegup dengan kencangnya" ucap Levy.

"Uwaaah..Jangan sampai kau mengacaukan pernikahanmu sendiri ya Erza~" ledek Lucy disusul tawa dari kedua sahabatnya.

Erza memandang bergantian pada kedua sahabatnya. "Arigatou, Lucy, Levy." Lucy dan Levy hanya tersenyum dan mengangguk.

"Sepertinya sudah waktunya mempelai wanita keluar" ucap Levy sambil melirik jam dinding yang berada diruangan tersebut. Lucy membantu Erza berdiri.

"Kau sangat cantik Erza. Sungguh" puji Lucy. pujian Lucy itu membuat Erza tersipu malu.

"Jellal pasti tidak akan mengedipkan matanya setelah melihatmu, Er" tambah Levy sambil menyodorkan buket bunga pengantin kepada Erza dan Erza menerimanya. "Arigatou, Levy"

XXX

Jellal berdiri didepan altar dengan gelisah. Sesekali ia mengepalkan tangannya untuk mengurangi gemetar. sampai tiba waktunya mempelai wanita masuk kedalam gereja.

Erza berjalan diatas karpet altar. Bagian belakang gaunnya bersinggungan dengan lantai dan begitu terdengar lembut. Para tamu yang hadir berdiri dan menatap takjub mempelai wanita yang terlihat sangat mempesona. Lucy dan Levy berjalan dibelakang Erza dengan beriringan.

Lucy menoleh kearah para tamu dan melihat sahabat-sahabatnya telah hadir, berdiri disana. Ada Gray, Lisanna, Juvia, Gajeel. dan tidak luput dari pandangannya yaitu guru-guru mereka saat mereka masih SMA. Lucy tersenyum.

Levy melihat kekasihnya sibuk dengan kamera yang ia pegang. Gajeel memotret Levy dengan tidak henti-hentinya. Levy hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya.

Jellal begitu sempurna dengan balutan tuxedo yang ia pakai. Erza merasa jantungnya berdegup dengan kencangnya, ia mencengkram erat buket bunga kuat-kuat. Jellal terlihat begitu gagah dan begitu menawan dengan setelan yang ia pakai. Erza sampai didepan altar, mereka berdua saling pandang dengan penuh cinta. Senyuman Jellal membuat Erza yang melihatnya ingin melayang terbang keatas kelangit. Kedua tangan mereka saling bertemu dan upacara pernikahan pun dilaksanakan.

XXX

Lucy duduk termenung di taman dekat gereja, tempat dimana pernikahan Erza dilaksanakan, ia memegang kuat-kuat buket bunga yang didapatnya saat Erza melempar bunga. Lucy menghela nafasnya beberapa kali. Ia termenung sampai tidak sadar kalau dibelakangnya sudah ada sosok yang memperhatikannya.

"Memikirkan Natsu ya?" tanya suara yang begitu familiar bagi Lucy. Lucy menoleh kebelakang dan tersenyum. "Gray!"

Gray duduk disebelah Lucy. Lucy memandang sahabatnya yang ada didepannya ini. ia benar-benar berbeda dari Gray yang dulu. Ia sekarang terlihat lebih—err rapi?

"Aku bertemu dengannya saat aku melakukan konser di New York" ungkap Gray membuat Lucy menoleh kearahnya. "Benarkah? Bagaimana keadaannya?" tanya Lucy.

"Loh? Kenapa bertanya padaku? Memangnya kalian sudah tidak saling berkomunikasi?" Gray menoleh kearah Lucy. Lucy menggeleng, "Aku mengiriminya email tetapi tidak dibalas olehnya. Dia benar-benar menyebalkan" gerutu Lucy. Gray tertawa.

"Mungkin dia sibuk. Dia kan sekarang sudah menjadi business man" sahut Gray sambil menyandarkan tubuhnya dikursi tersebut.

"Lalu kau juga bertemu dengan Sting kan?" tanya Lucy. Gray mengangguk, "Yah dia juga tidak terlihat berbeda. Aku berpikir mereka berdua saat ini telah mengubah gaya rambutnya, tetapi masih saja rambut mereka seperti nanas" ucap Gray diiringi gelak tawa dari Lucy.

"Gray.." panggil seseorang dari belakang. Lucy dan Gray menoleh kebelakang bersamaan dan melihat wanita berambut biru ikal dengan dress selutut berwarna biru langit bersama dengan wanita dengan rambut silver yang digerai, mata birunya membuat Lucy mengingat kedua wanita tersebut.

"Juvia! Lisanna!" ujar Lucy segera bangkit berdiri dan berlari menghampiri sahabat-sahabatnya dan memeluknya. Juvia dan Lisanna membalas pelukan Lucy dan tersenyum.

"Hisashiburi, Lucy-san" sapa Juvia sambil tersenyum.

"Yoo hisashiburi, Lucy. Kau makin cantik dan anggun sekarang" sapa dan puji Lisanna membuat pipi Lucy merona.

"Lisanna dan Juvia juga terlihat cantik. Ah aku benar-benar rindu pada kalian semua~" rengek Lucy. Juvia dan Lisanna hanya tertawa pelan. Gray menghampiri Juvia dan merangkulnya.

"Kau sudah menemui Erza dan Jellal?" tanya Gray. Juvia mengangguk. Lucy dan Lisanna hanya saling senggol.

"Baiklah, aku akan menemui mereka dulu. Kau disini saja bersama Lucy dan Lisanna. Ohiya, hibur Lucy tuh. Dia sedang galau hihi" Gray berlari setelah mengejek Lucy. Lucy menatap kepergian Gray dengan jengkel.

"Lucy-san masih berpacaran dengan Natsu-san kan? Ohiya aku tidak melihatnya, dia tidak datang ya?" tanya Juvia. Lucy menggeleng. Lisanna dan Juvia melihat raut wajah Lucy berubah.

"Kenapa Lucy? kau terlihat sedih" Lisanna menyentuh bahu Lucy. Lucy menggeleng "Aku tidak apa-apa kok" jawab Lucy. Lisanna dan Juvia saling memandang. Mereka tahu kalau sahabatnya yang berada didepan mereka ini sedang ada masalah. Tetapi mereka memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut lagi.

"Oh iya, aku hampir lupa. Aku merencanakan acara reuni sekolah SMA kita loh. Aku akan menyewa sebuah penginapan didekat pantai. Bagaimana? Kalian setuju tidak?" tanya Lisanna dengan mata yang berbinar-binar.

"Kau yang menyewanya?" tanya Lucy diiringi anggukan dari Lisanna.

"Haaaah dasar. Kekayaanmu itu berlimpah kali ya" ledek Lucy dan gelak tawa dari mereka bertiga pun terdengar.

"Aku akan membicarakannya dengan anak-anak yang lainnya. Semua akan diurus olehku. Jadi kalian hanya terima jadi dan harus datang! Mengerti?!" ujar Lisanna. Lucy dan Juvia tersenyum. "Ha'i..Ha'i" jawab Lucy dan Juvia bersamaan.

XXX

Setelah acara pernikahan Erza, Lucy kembali lagi ke Crocus. Ia harus melanjutkan projek novel terbarunya yang sudah diangguri beberapa hari karena menghadiri pernikahan sahabatnya itu. Lucy juga meletakkan buket bunga yang ia dapat dari Erza, walaupun bunganya sudah terlihat layu. Saat Lucy sedang ada waktu senggang, Lucy memerhatikan buket bunga tersebut. Dan berangan-angan ia akan menikah.

"Haaah pasanganku saja tidak jelas begini. Bagaimana mau menikah. Natsu baka" gerutu Lucy

XXX

Lucy bangun dari tidurnya. Sudah sebulan berlalu. Projek novelnya pun sedikit lagi akan selesai. Lucy hanya bingung menentukan endingnya seperti apa. Lucy membasuh wajahnya dan mengelapnya dengan handuk kering. Lalu ia membuat secangkir kopi dan duduk di balkon kamarnya. Ia menikmati angin yang berhembus dipagi hari.

Lucy keluar dari rumahnya untuk mengecek kotak surat. Ia melihat beberapa surat yang belum ia ambil. Setelah selesai mengambil, Lucy menutup kotak suratnya dan masuk kedalam rumahnya kembali. Ia melihat sebuah undangan yang membuatnya tertarik. Ia membukanya dan melihat ternyata itu adalah undanngan acar reuni SMA nya.

"Jadi Lisanna itu sungguh-sungguh ya?" gumamnya

XXX

Lucy menatap kalender yang ada dimeja kerjanya. Besok adalah acara reuni SMA-nya akan dilaksanakan. Lucy sudah memutuskan untuk datang ke acara itu. Siapa tahu..siapa tahu sosok yang ia rindukan akan datang.

Lucy berkemas pakaian-pakaian yang ia perlukan saat menginap disana. Karena penginapannya dekat pantai, ia juga membawa baju renang. Hmm atau lebih tepatnya bikini? Setelah siap semua, Lucy menarik resleting tasnya dan duduk disebelah tasnya. Ia mengotak-atik ponselnya. Ia mengetik pesan singkat untuk seseorang.

To : Levy-chan

Levy-chan, besok kau akan datang kan keacara reuni? Aku akan datang. Jangan lupa untuk membawa bikinimu, buat Gajeel tergila-gila denganmu disana :P

Lucy memencet tombol send.

Tidak lama kemudian, Lucy mendapatkan sebuah balasan pesan singkat.

From : Levy-chan

Mouuuu, Lu-chan. Jangan menggodaku seperti itu.. Aku datang kok bersama dengan Gajeel tentunya. Sampai ketemu disana ya, Lu-chan.

Jangan galau terus karena Natsu loh, nanti cepat tua :P

Lucy yang membaca pesan singkat dari Levy pun hanya tertawa.

"Ada-ada saja" gumamnya.

XXX

Acara reuni pun tiba. Lucy berangkat pagi dari rumahnya ketempat acara reuni itu. Ia menggunakan kereta untuk menuju kesana. Sesampainya disana, ia disambut oleh Lisanna dan beberapa temannya dulu di SMA. Mereka saling berpelukan untuk melepas rindu.

Setelah merasa anak-anak semuanya sudah berkumpul, acara reuni itu dimulai. Dari bernostalgia, lalu bermain dipantai, lalu mengadakan game yang sungguh mengasyikkan. Sejenak Lucy bisa melepaskan kepenatannya akan pekerjaannya. ia tertawa dengan lepasnya saat bermain dengan teman-temannya.

Gray dan Juvia datang bersama dan mengabarkan kalau mereka akan segera menikah, begitupun juga Levy dan Gajeel. Mereka menggunakan acara reuni ini untuk menyebar undangan pernikahannya. Lalu ada Erza dan Jellal. Erza sedang mengandung satu bulan. Betapa bahagianya pasangan itu. Lisanna juga memperkenalkan pasangannya yang akan menjadi tunangannya. Lucy hanya bisa tersenyum senang melihat kebahagiaan sahabat-sahabatnya itu.

Tiba-tiba pintu depan penginapan terbuka.

"Aku datang~~" Lucy kaget saat mendengar suara itu. Ia benar-benar mengenali suara itu. Lucy menoleh dan melihat sosok yang ia kenal.

"Sting!" semua memanggil pemuda yang berdiri dihadapan mereka. Lucy menatapnya tidak percaya. Setelah Sting masuk, tidak lama kemudian seorang gadis cantik nan anggun dengan rambut silver pendeknya berdiri disamping Sting. Sting menoleh kearah gadis itu dan tersenyum.

"Ah hisashiburi nee haha" Sting menyapa semua orang dengan begitu ceria. Lucy yang terhalang oleh orang banyak hanya bisa menatapnya. Lucy tersenyum.

Sting melihat Lucy dan tersenyum. Sting menarik tangan gadis yang ia bawa dan membawanya kehadapan Lucy.

"Yo, Lucy" sapanya. Lucy tersenyum, "Hisashiburi, Sting" ucap Lucy.

Sting melepas genggaman tangan gadis yang ia bawa lalu menarik Lucy kedalam pelukannya. Lucy tersentak kaget. "Aaaaah aku sangat merindukanmu, Lucy.." ucap Sting. Lucy hanya tersenyum dan membalas pelukan Sting. "Aku juga"

Sting melepaskan pelukannya dan mulai memperkenalkan gadis yang ia bawa kepada Lucy dan semua orang.

"Minna..perkenalkan. ini Yukino Aguria. Dia adalah tunanganku" Sting memperkenalkan gadisnya dengan suara lantang, membuat semburat merah dipipi tunangannya. Lucy tersenyum dan berjalan menghampiri Yukino.

"Hai. Aku Lucy. Lucy Heartfilia. Aku sahabatnya Sting" Lucy menyapanya dengan ramah. Yukino tersenyum. "Aku Yukino. Yoroshiku, Lucy-san"

"Ah tidak usah pakai embel-embel –san Yukino" pinta Lucy. Yukino mengangguk. Lucy menyikut perut Sting. "Kalian kenal di New York?" tanya Lucy

Sting mengangguk. "Aku mengenalnya saat masih kuliah disana" jawab Sting

"Benarkah? Jadi kalian sudah berpacaran dalam waktu yang lama? Begitu?" tanya Levy yang ikut nimbrung tiba-tiba. Sting mengangguk.

"Sugoooooiiii!" ujar yang lainnya.

"Aku pikir dia tidak bisa menjalani hubungan yang serius"

"Iya aku juga berpikir begitu haha"

Sting medengar ledekan teman-temannya menjadi jengkel dan mulai mengejar teman-teman yang mengejeknya. Yukino dan Lucy hanya tertawa melihat kelakuan Sting.

XXX

Sting duduk bersama dengan Lucy di balkon penginapan. Teman-teman yang lain sedang berkumpul diruang pertemuan. Mereka berdua sengaja memisahkan diri karena mereka rasa ada sesuatu yang harus dibicarakan.

"Kau tidak ingin tahu keadaan Natsu?" tanya Sting

"Pasti dia baik-baik saja kan. Aku harap sih begitu" jawab Lucy. Sting tertawa.

"Dia begitu sibuk akhir-akhir ini. Ia harus mengurusi urusan perusahaannya yang tidak kelar-kelar. Jadi harap kau memakluminya" ujar Sting. Lucy menoleh kearahnya dan mendengus kesal.

"Sejak kapan kau menjadi juru bicaranya, Sting?" ledek Lucy. Sting tertawa. "Kau masih setia menunggunya kan, Lucy?" tanya Sting. Ekspresi Lucy melembut dan mengangguk. "Aku selalu menunggunya. Aku menunggu dia datang kembali padaku dengan senyuman khasnya lalu memelukku erat" jawab Lucy.

Sting tersenyum. 'Itu akan terjadi sebentar lagi, Lucy' batinnya.

XXX

Keesokkan harinya, mereka semua memutuskan untuk bermain-main dipantai. Lucy memakai bikininya dan mulai bergabung dengan yang lainnya. Mereka memainkan volley pantai, lalu berenang di pantai atau hanya duduk-duduk saja di tepi pantai. Setelah puas bermain, mereka semua kembali ke penginapan dan membersihkan diri masing-masing.

Lucy keluar dari kamar mandinya sudah menggunakan dress pendek bertali dengan motif print berbunga dengan penuh warna. Ia mulai mengeringkan rambut pirangnya yang basah dengan hair dryer miliknya. Dari kamarnya, ia bisa melihat kalau matahari sebentar lagi akan terbenam. Setelah selesai mengeringkan rambutnya, Lucy memakai sandalnya lalu pergi keluar.

Ia berjalan pelan menuju kearah pantai. Ia berniat untuk melihat matahari terbenam dipantai. Ia juga telah membawa ponselnya untuk memotretnya.

XXX

Angin berhembus pelan menebarkan pasir-pasir kesegala arah. Bunyi desiran ombak yang menghamtam batu karang pun menambah keindahan pantai tersebut. Lucy berdiri menikmati keindahan pantai tersebut. Ia membiarkan angin membelai lembut rambutnya yang digerai bebas olehnya. Angin juga membuat dress yang dipakai Lucy mulai berkibar. Untung saja Lucy memakai celana pendek lagi.

Lucy menahan rambutnya agar tidak berterbangan dengan memegangnya. Ia memejamkan matanya menikmati angin yang berhembus. Lucy membuka matanya kembali dan mulai berjalan di tepi pantai. Ia membuka alas kakinya agar kakinya merasakan pasir dan juga air dipantai. Lucy tersenyum.

Lucy pun akhirnya berhenti dan berdiri memandang jauh matahari yang sebentar lagi akan terbenam.

"Andai saja, Natsu datang.. aku bisa melihat ini bersamanya" gumam Lucy.

"Bisa kok!" ujar seseorang yang suaranya Lucy kenal. Suara yang begitu familiar dan suara yang begitu ia rindukan. Lucy menoleh kebelakang dengan perlahan dan pada saat itu pula ia melihat sosok yang begitu ia nantikan, begitu ia rindukan dan begitu ia cintai.

"Natsu.." Rambut panjang Lucy yang tergerai mulai berterbangan karena hembusan angin. Lucy menatap sosok yang berada didepannya yang hanya beberapa meter dari tempatnya berdiri. Lucy membalikkan badannya dan menepuk-nepuk pelan wajahnya.

"Astaga..astaga aku mulai berkhayal..astaga..astagaa.." ujar Lucy.

Lucy yang sedang sibuk menepuk wajahnya, Natsu berjalan mendekatinya dan memeluk Lucy dari belakang. Kemudian Natsu menaruh dagunya di salah satu bahu Lucy "Begitukah caranya kau menyambut kepulanganku? Aku kan merindukanmu" ucap Natsu.

Lucy masih terdiam. Ia tidak percaya kalau ternyata ia tidak berkhayal tentang Natsu. ternyata memang benar Natsu datang kesini. Melihat Lucy tidak menjawabnya, Natsu menghela nafas dan memutar Lucy agar menghadapnya. "Kau tidak merindukanku ya, Luce?" tanya Natsu kembali.

Lucy memandang wajah Natsu. Wajahnya tidak berubah, masih seperti dulu, rambutnya juga masih seperti dulu. Benar apa kata Gray. Lucy meraih wajah Natsu dan membelainya. "Ini benar dirimu, kan Natsu?" tanya Lucy dengan suara yang bergetar. Natsu memamerkan grins khasnya yang begitu dirindukan oleh seorang Lucy. "Benar, ini aku. Aku makin tampan bukan?" ujar Natsu.

Airmata Lucy tidak dapat dibendung lagi. Airmata mengalir ke kedua pipi mulus Lucy. Natsu menjadi panik melihat Lucy yang menangis. Natsu menarik Lucy kedalam pelukannya. "Tadaima, Luce.." ucap Natsu. "O—Okaeri, Natsu.." sahut Lucy dengan suara getarnya. Natsu menepuk punggung Lucy dengan pelan agar Lucy tenang dan berhenti menangis. "Sudah..jangan menangis..aku sudah disini..sudah" Natsu masih berusaha menenangkan Lucy. Lucy mengangguk dalam pelukan Natsu. Natsu tersenyum.

Natsu melepas pelukannya dan memandang Lucy. "Maaf aku tidak mengabarimu selama dua bulan, aku benar-benar sibuk. Sungguh. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku agar aku dapat bertemu denganmu" ungkap Natsu. Lucy menghapus airmatanya dan memandang Natsu.

"Iya aku mengerti. Aku hanya khawatir denganmu, baka" sahut Lucy. Natsu tersenyum.

"Baiklah, sebagai permintaan maaf aku akan melakukan ini…"

Natsu segera menempelkan bibirnya ke bibir merah Lucy. Mata Lucy terbuka lebar lalu dengan segera ia menutup kembali. Tangan Lucy segera dilingkarkan ke leher Natsu dan Natsu menariknya agar lebih dekat. Bibir mereka saling berpagutan dengan lembut. Natsu meraih kepala Lucy dengan salah satu tangannya dan menelengkan kepala Lucy untuk memperdalam ciuman mereka. Lucy segera membuka mulutnya dan membiarkan lidah Natsu masuk kedalam. Lidah mereka bersilat untuk saling mendominasi. Lucy pun mendesah tanda kalau ia menikmatinya.

Ciuman mereka berakhir dua menit kemudian. Natsu melepaskannya karena mereka berdua sudah kehabisan nafas. Wajah mereka pun sudah merah padam. Setelah mereka bisa bernafas dengan normal, mereka berdua berjalan mengitari pantai dengan saling menggenggam tangan dan sambil bermain air. Terkadang Natsu menyipratkan air kepada Lucy dan begitu juga sebaliknya. Mereka sudah basah kuyup sekarang.

Lucy dan Natsu akhirnya berhenti dan melihat detik-detik matahari terbenam. Lucy menoleh memandang sosok yang berdiri disampingnya. Lucy mengeratkan genggaman tangannya, begitu juga Natsu.

"Sebentar lagi matahari akan menghilang" ujar Natsu penuh dengan semangat. Lucy mengangguk.

Mereka berdua terdiam sambil memandang kearah pemandangan matahari terbenam. Terlihat senyum di kedua wajah mereka. Mataharipun mulai menghilang.

"Luce.." Lucy menoleh, memandang Natsu.

"Menikahlah denganku" ucap Natsu sambil memandang wajah Lucy. Gadis yang ia cintai.

Lucy menutup mulutnya dengan satu tangannya yang bebas. Matanya berkaca-kaca mendengar ucapan Natsu. Tiba-tiba Natsu berlutut dengan masih menggenggam salah satu tangan Lucy. Tangan yang satunya merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil. Natsu melepaskan genggaman tangan Lucy dan membuka kotak kecil itu. Saat terbuka Lucy terkejut dibuatnya. Terlihat sebuah cincin yang memiliki tiga buah diamond, diamond yang berada ditengahnya berbentuk kotak berwarna merah dan dikelilingi oleh diamond yang berukuran lebih kecil dari yang merah muda. Terlihat sangat mewah dan menawan. Lucy menutup mulutnya karena tidak percaya.

"Will you marry me, Lucy Heartfilia?" tanya Natsu sambil menyodorkan kotak itu. Lucy menangis, airmatanya turun dari kedua mata karamelnya. Ia menangis bahagia. Natsu bangkit berdiri, mencabut cincin tersebut dari kotaknya dan menaruh kembali kotaknya ke saku celananya.

"Luce.. apa jawabanmu?" tanya Natsu kembali. "Yes or No?"

Lucy menutup mulutnya masih menangis dan mengangguk pelan. "Yes, I will. I will, Natsu.." Lucy berhambur memeluk Natsu, Natsu membalas pelukannya. Setelah berpelukan, Natsu menyematkan cincin berlian itu ke jari manis Lucy. terlihat begitu cocok dijemari Lucy. kemudian Natsu mencium punggung tangan Lucy. Pipi Lucy sudah merah merona.

Natsu memeluk Lucy dengan erat, Lucy pun membalas pelukan Natsu. ia membenamkan wajahnya di dada bidang milik Natsu. "I love you, Lucy" ucap Natsu sambil mengecup rambut pirang milik Lucy.

"Love you, too. Natsu" jawab Lucy

.

.

.

.

.

.

.

.

Fin


AAAAAAA AKHIRNYA SELESAI JUGAAAAA, DENGAN SUSAH PAYAH MENYELESAIKAN CHAPTER TERAKHIR INI. BANYAK SEKALI GODAANNYA. DARI KURANGNYA INSPIRASI, LAPTOP DIPINJEM SAMA SEPUPU, INTERNET BELOM BAYAR *UPS!*

BAIKLAAAAH, AUTHOR PENGEN BERTERIMAKASIH PADA SEMUA READERS YANG UDAH MEMBACA, MEMFOLLOW, FAVORITE APALAGI MEREVIEW FANFIC INI. ARIGATOU GOZAIMAAASUUU~~~~ TANPA KALIAN SEMUA, AUTHOR GABAKAL SEMANGAT BUAT LANJUTIN FANFIC INI XC

GOMENASAI JIKA DARI CHAPTER PERTAMA HINGGA AKHIR SELALU TIDAK SEMPURNA DAN SELALU ADA TYPO.. HONTOUNI GOMENASAAAAIIII XC

NAH SEKARANG, AUTHOR MINTA PENDAPAT KALIAN, BAGAIMANA CHAPTER TERAKHIR INI? ALURNYA KECEPETAN? IYA, PAKE BANGET. CEPET BANGEEEETTTT!

PLEEAAASE GIVE ME SOME REVIEW FOR THIS CHAPTER XD

V

V

V

V

V

V

NAH SEKARANG AUTHOR BAKAL BALES SEMUA REVIEW YANG UDAH MASUUK DI CHAPTER KEMARIN...

LRCN : Urwell

Fi-chan nalupi : Hehe chapter ini aja alurnya cepet lagi, gomen._. nah sekarang udah lega belom ngeliat Lucy dan Natsu udah bersatu? pasti udah lega doooong ya kaaaann? XD

TheZarkMon : Oke ini dia chapter terakhirnya, bagaimana? hmm buat Love Affairnnya gabisa update cepet karena belum ada inspirasi lagi buat pairing StingxLucy. tapi akan aku usahakan akan tetap update XD

ameru chan : Happy ending deeeh, Sting menemukan belahan hatinya, Natsu dan Lucy juga bersatuuu yeeaaayy XD

cianifelia_muliani : Hehe makasih! ini sudah lanjut XD

zuryuteki : Hehe makasih yu-chan XD ini sudah lanjut, bagaimana menurutmu? hehe XD

Okeee sudah dibales semua, nah author berharap semoga dichapter terakhir ini, kalian merasa puas dan senang saat membacanya hehe

Ohiya, sebagai pengganti fanfic ini, aku menyajikan dan membuat fanfic baru yang judulnya Between Us. Pairingnya Lucy dan Natsu. bisa ditengok sejenak dan dibaca lalu direview deh hehe. Makasih untuk semuanya.. Author pamit undur diri dulu...

Jaa nee~~

xX Sampai bertemu di fanfic Yusa-kun yang lainnya XD Xx