Wuaaahh, jadi terharu, lumayan banyak juga yang ngasih review. Arigatouu minna. hiks
Bales review dulu ah~
Nabila Chan BTL : iya, ini udah lanjut kok :D
DeLoAniMan U-know : Pendek ya, hha. Ini untuk awal – awalnya aja kok. Ozlen usahain buat chapter yang panjang tuk selanjutnya.
NuruHime-chan19 : Ozlen suka sama yang sadis – sadis soalnya (?). makanya mau bikin karakter Iemitsu dan Nana yang sangat sangat sangat sadis. Xixixixixi *PsychoMode(?)
Hibari Nura : Siipp gan, udah di update :D
Calista Miu : Salam kenal juga Miu-kun !. OzLen belum periksa ulang sih sebelum di publish gara – gara terlalu bersemangat. Hha *PengakuanDosa. Makasih atas reviewnya Miu-kun, OzLen jadi tau masih salah dimana. Arigatou Miu-Senpai !
Title : Please Give Me Love
Genre : Hurt/Comfort, Family
KHR © Amano Akira
Warning : OOC!, Bashing!Nana, Bashing!Iemitsu
Cerita sebelumnya :
Malam itu Nana dan Iemitsu berpesta berdua dan bersyukur karena besok tidak ada lagi Sawada Tsunayoshi yang menjadi beban mereka. Yang mereka tidak tau, keputusan mereka memberikan Tsuna ke Giotto adalah sebuah kesalahan yang besar.
Pagi hari dikeluarga normal manapun adalah saat – saat yang hangat, dimana seorang ibu akan membangunkan anaknya untuk siap – siap berangkat ke sekolah, sang anak akan menggerutu mengatakan "5 menit lagi". Setelah sang anak turun, Ia akan disambut dengan roti dan susu hangat serta ucapan pagi hari dan candaan pagi hari oleh kedua orang tuanya.
Tapi berbeda dengan keluarga Sawada, Tsuna anak kedua dari Iemitsu dan Nana tidak pernah dibangunkan secara "normal" oleh ibunya, bahkan sangat langka ibunya mau repot – repot membangunkan Tsuna. Jika dibangunkan pun, hanya untuk menjadi pelampiasan rasa kesal dan emosi saja, tak lebih tak kurang. Tapi berbeda dengan hari ini, hari dimana penantian lama Nana dan Iemitsu terjawab.
BYUURRR!
"BANGUN SAWADA TSUNAYOSHI !" Teriak Nana.
Tsuna yang disiram dengan air yang sangat sangat dinginpun langsung tersadar dan bangun dari ranjang buatannya. Ia menatap jam yang berada tak jauh dari dirinya, 03.30. Dalam pikirannya sudah terbayang banyak siksaan yang akan diberikan Iemitsu dan Nana. Tsuna menunggu dan menunggu, tetapi tak ada satu pukulanpun yang mengenainya sampai saat ini.
"Kemasi barang – barangmu !, mulai hari ini Kau akan tinggal bersama kakakmu, Giotto"
Tsuna mengangguk dan segera membereskan barang – barangnya. Tak sampai 5 menit, seluruh keperluan Tsuna sudah masuk kedalam tas ransel ukuran sedang. Sejak awal Tsuna tidak memiliki banyak barang, hanya sebatas beberapa baju dan celana bekas ( dulunya milik Giotto ), sebuah jaket orange tua ( yang dipakai Tsuna saat future arc ), sebuah sepatu orange tua, dan beberapa alat mandi.
Setelah selesai berkemas, Tsuna keluar dari kamarnya dengan menahan sakit akibat pukulan Nana yang diterimanya kemarin malam.
"Akhirnya kami terlepas dari anak yang merepotkan sepertimu !"
Kalimat demi kalimat kesenangan dilontarkan oleh Nana tanpa memikirkan perasaan Tsuna yang mendenganya.
"Kenapa tidak dari dulu saja kami membuangmu ya ?" kalimat itu dilontarkan dengan nada manis, seolah tidak ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan.
Tsuna melewati ruang keluarga dan melihat Iemitsu yang sedang tertidur lelap dengan memegang sebuah botol bir kosong. Tsuna berhenti dan memperhatikan Iemitsu.
"Kenapa ? mau mengucapkan salam perpisahan ke ayahmu ? Itu TIDAK perlu, merepotkan saja. Ia lebih senang kalau saat Ia bangun, Kau sudah tidak ada disini !"
Tsuna masih diam mematung, entah apa yang dipirkan olehnya.
"Sudah cepat jalan !. Jangan membuang – buang waktu ! Aku tidak mau sampai ada tetangga atau orang – orang yang tau kalau kau pernah tinggal disini"
Tsuna melanjutkan langkahnya menuju pintu. Ia memegang kenop pintu dan memutarnya, saat pintu terbuka udara dingin langsung menyambut tubuh Tsuna. Tsuna sedikit menggigil karena Ia tidak sempat ganti baju setelah disiram oleh Nana untuk membangunkannya. Tsuna yang akan berjalan melanjutkan "misi"nya, berbalik dan memandang Nana sekali lagi, lalu pergi.
Setelah 2 jam berkendara menggunakan kereta menuju kota Namimori ( mansion Giotto ada di kota Namimori ), Tsuna masih harus berjalan dari stasiun sampai ke rumah Giotto. Menurut ibunya, rumah Giotto berada di atas bukit yang dikelilingi oleh hutan, entah apa alasan Giotto membangun rumah disana (alasannya karena mereka itu mafia Tsu-chan~).
Tsuna berjalan dan terus berjalan sambil menahan sakit. Sebenarnya akan lebih gampang jika Tsuna memesan sebuah taksi, tapi karena Ia tidak pernah bertemu dan berkomunikasi dengan seseorang selain orang tuanya, Tsuna tidak mengerti bagaimana cara berbicara dengan orang lain. Jadi, Tsuna memutuskan untuk berjalan, dan berusaha untuk tidak ber-contact dengan siapapun.
Tsuna yang tidak pernah diperbolehkan keluar sedikitpun, tidak mempunyai stamina dan tenaga sama sekali untuk berjalan terlalu lama layaknya manusia biasa. Baru sebentar saja Tsuna berjalan, nafasnya sudah memburu dan tidak teratur, terlihat banyak keringat turun dari keningnya. Kulit Tsuna yang sensitive dengan cahaya matahari, karena tidak pernah keluar dari rumah terasa terbakar dan panas.
Dengan kondisi seperti itu, Tsuna bisa ambruk kapan saja. Jalan Tsuna sudah tidak teratur dan badannya sudah sangat lelah dan lemas. Tsuna teringat, saat dirumah jika Ia ambruk, makin banyak hukuman yang Ia terima dari kedua orang tuanya. Melihat banyak orang disekelilingnya, Tsuna tidak mau mendapat hukuman dari orang sebanyak ini, jadi Ia memaksakan kakinya untuk berjalan dan mempercepat langkahnya.
Sekitar 3 jam Tsuna berjalan, akhirnya Ia melihat sebuah rumah (?) bukan mansion atau istana ? Jika orang biasa, pasti akan terdiam dan terkagum – kagum dengan apa yang didepannya. Tapi, Tsuna hanya berjalan menuju mansion itu, ingin cepat – cepat menyelesaikan "misi"nya.
Tsuna mengetuk pintu didepannya, menunggu beberapa saat sampai pintu terbuka memperlihatkan seorang pelayan berambut perak. Pelayan itu memperhatikan Tsuna, sedangkan Tsuna hanya menunduk.
Setelah beberapa lama awkward moment, pelayan itu memutuskan untuk berbicara terlebih dahulu "siapa anda ? dan ingin bertemu siapa ?". Tsuna hanya diam dan menyerahkan secarik kertas. Pelayan itu membaca kertas tersebut lalu tersenyum "baiklah tunggu sebentar, akan saya panggilkan Giotto-sama". Tsuna hanya menganggukkan kepalanya, dan pelayan itu kembali kedalam.
Tak lama, pintu kembali terbuka memperlihatkan seorang pria berambut pirang dan bermata biru.
Giotto POV
Hari ini Tsuna akan datang ke sini, aku benar – benar senang dengan kedatangannya. Saking senangnya, aku mengundang mantan tutor sadis nan keji yang sudah merubah hidupku menjadi di neraka, Reborn dan para arcobaleno lainnya. Aku menyuruh guardian-ku untuk memanggil adik dan sepupu mereka, agar Tsuna mempunyai teman disini. Aku juga mengundang beberapa famiglia yang sudah bisa disebut saudara dengan Vongola, seperti Cavallone, Millefiore, Shimon, dan Varia. Mereka sangat ingin bertemu dengan Tsuna, sampai menginap sejak kemarin, padahal mereka baru diberi tau, tapi tanpa hitungan detik, mereka sudah sampai di mansionku, dan sekarang kami semua berkumpul diruang bersantai, menunggu kedatangan Tsuna.
" Kalian ingat, hari ini adikku akan datang kesini. Kuharap kalian menjaga sikap kalian" kataku kepada seluruh manusia yang berada diruangan ini(?).
"Hahaha, tenang saja Giotto, kita akan menjaga sikap. Aku dan adikku tidak sabar untuk menemuinya." Kata Yamamoto Asari, rain guardian-ku.
"Aku juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Tsuna, Asari. Aku benar – benar tak menyangka kalau aku mempunyai seorang adik. Ini benar – benar sebuah kejutan besar, rasanya seperti dapat hadiah utam….. Tunggu, kalau selama ini aku saja tidak tau kalau aku ternyata mempunyai adik. Apakah Tsuna tau kalau dia punya seorang kakak ?. Oh tidak tidak tidak, jangan – jangan Tsuna tidak mau mengakui aku sebagai kakaknya. Bagaimana kalau saat bertemu nanti, Tsuna membenciku. Bagaimana kalau Tsuna tidak mau menemuiku. Bagaimana ka….."
"Diam Omnivore, kau terlalu berisik". Aku menoleh dan melihat 2 kakak beradik *uhukberdarahuhukdinginuhuk* itu menopangkan tubuhnya kedinding.
"Oya oya, sepertinya skylark sedang bad mood. Nfufufufu" (Deg) ini dia duo kakak beradik pembawa masalah datang. Kuharap Alaude dan Kyoya tidak mood untuk bertarung.
"Herbivore melon-head / pineapple-head, I'll arrest / I'll bite you to death !" Alaude mengeluarkan borgolnya dan Kyoya mengeluarkan tonfanya yang entah disimpan dimana.
"Akan kami layani duo skylark, Nfufufufu / Kufufufufu" Daemon mengeluarkan scythe-nya, diikuti mukuro yang mengeluarkan triden-nya.
Membayangkan banyaknya paperwork yang akan kuterima akibat pertarungan mereka membuatku menitikkan air mata dipojok ruangan (?). Tidak ada yang bisa menghentikan perkelahian mereka, selain Reborn dan … aku. Ya, aku boss disini, aku harus menghentikan mereka!. Baru mau kuhentikan, tiba – tiba datang salah seorang pelayanku.
"Maaf mengganggu boss, diluar ada seorang anak berambut coklat yang mengaku sebagai adik anda."
Setelah mengucapkan terima kasih dan menyuruh seluruh makhluk menunggu diruangan ini, aku langsung berlari dan menuju keluar. Aku membuka pintu berukuran sedang itu dan melihat seorang anak berambut coklat dan bertubuh kecil. Begitu Ia melihatku, rasanya jantungku berhenti dan sulit bernafas. Tsuna manis sekaliii…..
To be . . .
Akhirnya selesai juga, setelah berjam – jam mengetik dengan ditemani lagu – lagu vocaloid *lebaymode
Setelah pertimbangan yang cukup lama, sepertinya fic ini akan OzLen buat jadi All27. Xixixixi
Di chapter ini dan seterusnya karakter – karakter dari Cavallone famiglia, Millefiore famiglia, Shimon famiglia, arcobaleno, Varia, dan vongola 10th generation akan ikut ambil bagian.
Oke, review-nya ya ^^
