Balesan review ~
: iya, OzLen juga penasaran banget waktu baca fic itu, dan berharap di update lagi. Tapi karena gag di update – update, akhirnya OzLen jadi mengira- ngira sendiri bakalan jadi kayak gimana. Akhirnya, terciptalah fic ini. Hehe
dame dame no ko dame ku chan : Hue, masi kurang panjang ya. Yosh! OzLen akan buat tambah panjang
Nadia Devil : Muehehe, Iya. Giotto bakalan jadi brother complex disini. Nyehehe
Calista Miu : Iya, ini semua gara – gara Iemitsu dan Nana. Sampai – sampai Tsuna jadi kayak gitu. Ini dia, udah di update. Walaupun jadinya lewaaattt jauh banget dari perkiraan update OzLen, tapi OzLen bakalan tetep lanjutin fic ini kok. ^^
NuruHime-chan19 : Amiiiinnnn. Saat – saat duduk di kelas 12 memang paling gag enak, karena dihantui tugas dan ulangan. Daaaann karena tugas – tugas dan ulangan itu, fic OzLen jadi gag maju – maju. Hueee *curhat
Nabila Chan BTL : bukan, didalemnya ada foto Tuna-chan lagi cosplay maid dengan kedua tangan terikat dan *beeepp**beeppp*. Muehehe
Urara S. H : Lagi – lagi bertemu yang senasib dengan OzLen. Hiks. Mari kita bersama – sama menempuh tugas dan ulangan yang menumpuk. *LebayMode.
Chris : Waahh, Arigatou ^^
Fujoshi Ren : Kalau dibilang Yaoi atau BL sih mungkin belum terlalu ya. Soalnya OzLen belum punya pengalaman apa – apa buat nulis yang seperti itu. Tapi akan OzLen coba untuk sedikit kearah – arah sana. Arigatou
DeLoAniMan U-know : Ketemu orang yang senasib lagi. Uyeeeiii! Ini udah di update kok. Nyehehe
tsunayoshi yuzuru : Yup, memang ada hubungannya dengan Tsuna.
Guest : Uaa, jangan dibuang ke sungai dong Tuna-kuu. Mendingan dibuang kerumah-ku aje. Mueheheh
27aquarrow72 : Udah di update kok. Arigatou udah di Fav. Hehe
widi orihara : Muehehe, silahken dibace saje di chapter ini. Hehe
NTheYaoiLoverz : Iya, ini udah dilanjutin kok. Hehe ^^
Chamcha : 1 jarum buat Hibari, 1 jarum buat Alaude, 1 jarum buat Bel, 1 jar…
EstrellaNamikaze : Ini udah dilanjutin kok. Karena tugas dan ulangan yang menumpuk, jadi OzLen belum sempet buat update. Gomen ne
.
.
.
Title : Please Give Me Love
Genre : Hurt/Comfort, Family
KHR © Amano Akira
Warning : OOC!, Bashing!Nana, Bashing!Iemitsu, Typoo
.
. "Tsuna" = berbicara biasa
"Tsuna"=berbicara dalam hati
.
.
Cerita Sebelumnya :
"Sampah, kau bilang ibuMu memberikan surat untukmu kan ? Surat yang diberikan bocah tadi pasti surat dari ibuMu"
"Ah, kau benar Xanxus" Giotto mengambil surat yang baru saja diterimanya dan membaca surat itu. Semakin lama Giotto membaca surat itu, muka Giotto semakin pucat.
"Ti… Tidak mungkin…"
.
.
.
Suasana diruang makan sangat tenang, hanya ada suara dentingan sendok, garpu dengan piring. Giotto melirik kearah Tsuna, yang duduk di sebelah kanannya. Tsuna masih belum menyentuh makanannya sama sekali, walaupun mereka sudah mulai makan 10 menit yang lalu.
Giotto kembali memikirkan isi surat yang dituliskan oleh Kaa-san-nya. Begitu lama Ia memikirkannya, tetapi Ia masih tidak percaya dengan apa yang tertulis pada surat itu. Bahkan Hyper Intuition-nya mengatakan adanya kebohongan pada surat itu.
FLASHBACK
"Ti…tidak mungkin…"
"Ada yang salah dame-Gio ?"
Giotto tidak menjawab pertanyaan Reborn, dan hanya memberikan surat itu kepada mantan tutor-nya itu.
Dear Giotto,
Sebelumnya maaf karena Kaa-San merahasiakan Tsuna darimu. Bukannya tidak mau memberitahumu, tetapi kami khawatir kalau kamu jadi tidak konsentrasi dengan pekerjaanmu.
Tsunayoshi, atau Tsuna sebenarnya memiliki jantung yang lemah, bahkan dokter mengatakan bahwa Ia tidak dapat bertahan hidup lebih dari 5 tahun. Oleh karena itu, kami tidak bisa mengatakan kalau kau mempunyai seorang adik laki – laki. Sungguh keajaiban, Tsuna masih bisa hidup sampai sekarang.
Bukan hanya fisik Tsuna yang lemah, Tsunapun mempunyai banyak masalah.
Saat umurnya 6 tahun, kami baru memasukkannya ke Taman Kanak-kanak, kami memberitahukan pihak sekolah, bahwa Tsuna memiliki kondisi badan yang buruk, dan kami meminta pihak sekolah untuk sedikit memperhatikan Tsuna. Sekolah memakluminya, dan memberikan perhatian lebih untuknya.
Tetapi, teman – temannya tidak suka Tsuna menjadi pusat perhatian. Sehingga Tsuna menjadi korban bully-ing oleh mereka. Kami tidak mengetahui hal tersebut, kami baru mengetahui saat Tsuna pulang dengan keadaan basah dan memiliki luka pada sekujur tubuhnya.
Kami menanyai-nya, tetapi Tsuna tidak menjawab sepatah katapun, sepertinya Tsuna diancam untuk tidak mengatakan apapun. Sejak saat itu, Tsuna tidak pernah berbicara apapun lagi kepada kami.
Saat Tsuna masuk SD, kami kira Tsuna akan memperoleh hidup yang baru, tetapi ternyata hasilnya sama saja. Seluruh murid bahkan guru mem-bully-nya. Karena itu kami menarik Tsuna dari sekolah, dan hanya mengajarinya dirumah saja.
Tetapi kami sudah tidak tahan, Ia tidak merespon apapun dari kami, bahkan beberapa kali Ia mencoba untuk mengakhiri hidupnya. Kami harap, Gio bisa membantunya. Kami ingin sekali melihat senyum Tsuna kembali.
END OF FLASHBACK
.
.
.
GIOTTO POV
Aku sebenarnya tidak sepenuhnya mempercayai apa yang Kaa-San tuliskan, Hyper Intuition-ku mengatakan demikian. Tapi, benarkah Hyper Intuition-ku kali ini bisa dipercaya ? Setahu-ku Kaa-San adalah ibu yang paling hebat yang pernah kutemui, Ia baik, ramah, dan bisa dipercaya, jadi tidak mungkin kalau surat yang Ia tuliskan hanya kepalsuan semata.
Begitu banyak yang kupikirkan, sekali lagi aku melihat kearah Tsuna, dan aku baru menyadari bahwa Ia tidak menyentuh makanannya sama sekali.
"Tsuna, kenapa kamu tidak makan ? Kamu tidak lapar ?" tanyaku. Pertanyaan-ku itu sukses membuat orang – orang disekitarku melihat kearah kami.
Tsuna hanya menggelengkan kepalanya.
"Makanlah Tsuna, walaupun sedikit. Kamu baru saja menempuh perjalanan panjang kesini, walau kamu belum lapar, tetapi cobalah untuk memakannya sedikit." Bujukku
Tsuna kembali menggelengkan kepalanya.
Oke, aku menyerah. Mungkin Ia benar – benar tidak mau makan. Aku tidak bisa memaksanya.
"Baiklah, kalau kamu tidak mau makan. Tapi, jika kamu lapar, jangan segan – segan untuk meminta pelayan menyiapkan makanan untukmu ya."
Kali ini Tsuna tidak memberikan respon apa – apa, Ia hanya diam, dan menundukkan kepalanya. Baru saja aku akan melanjutkan kegiatan makan-ku, tiba – tiba aku teringat akan jantung Tsuna yang lemah. Kalau Ia mempunyai jantung yang lemah, berarti Ia mempunyai obat yang rutin untuk diminum bukan ?
"Tsuna, Kaa-San bilang kalau kamu mempunyai jantung yang lemah. Apa itu benar ?"
Tsuna menganggukkan kepalanya.
PRANGG! "Tsuna-Sama ! Tsuna-Sama mempunyai penyakit jantung ?!" kulihat Gokudera menjatuhkan sendok dan garpunya, tatapan tidak percaya diberikan Gokudera kepada Tsuna.
Tsuna kembali menganggukkan kepalanya. Hal itu membuat beberapa orang menatap Tsuna dengan iba.
"Hahaha, tenang saja Gokudera! Aku yakin Tsuna akan baik – baik saja. Ya kan, Tsuna ?" kata Yamamoto.
"Diam kau Yakyuu-Baka ! Aku tidak menanyakan pendapatmu !"
"EXTREEAAMM ! Tenang Tako-Head ! Tsuna anak yang kuat !"
"Aku juga tidak menanyakan pendapatmu Shibafu-atama !"
"EXTREAAMM ! Apa katamu Tako-Head ?!" Ryohei melemparkan spaghetti-nya ke Gokudera, dan sukses mendarat diatas kepalanya.
"KONO YARO ?!" Gokudera membalas melemparkan pie didekatnya, dan Ryohei berhasil menghindarinya. Alhasil, pie itu mengenai Hibari yang ada disebelahnya.
Jangan ditanya kejadian setelahnya, makan malam yang seharusnya berjalan dengan baik, berubah menjadi arena pertarungan makanan. Pertarungan ini sukses membuat diriku tidak tahan lagi, aku masuk ke mode Hyper-ku, lalu menghentikan mereka.
Sungguh, aku tidak habis pikir, bagaimana mereka dengan santainya melempar – lempar makanan begitu saja. Aku melirik kearah Tsuna, mengharapkan adanya ekspresi yang terlihat diwajahnya.
Tapi nihil, walaupun muka dan pakaiannya dipenuhi oleh makanan, tetapi Ia tidak bergeming sedikitpun. Aku kembali duduk, dan melihat Reborn juga melihat kearah Tsuna, mengawasi keadaannya.
Sungguh hari ini adalah hari yang melelahkan. Kuharap besok, aku bisa mendekatkan diriku pada Tsuna. Aku ingin sekali berbicara kepadanya. Ah, lebih baik aku juga meminta Knuckle memeriksa keadaan Tsuna. Aku benar – benar ingin tau, apa benar Tsuna memiliki jantung yang lemah.
Sepertinya besok juga merupakan hari yang panjang.
.
.
.
To be Continue . . .
.
.
.
Waaahh, maaf karena baru bisa update sekarang .
OzLen sangat sangat menyesal. OzLen juga akan berusaha untuk cepet update kembali.
Dan maaf kalau Chapter ini masih pendek juga dan jadi sedikit aneh. Sejujurnya, OzLen udah lupa dengan plot yang OzLen buat. Jadi, OzLen harus mengingatnya sedikit demi sedikit.
OzLen janji, bakalan bikin yang lebih panjang, klo OzLen udah inget sama plot-nya.
Oh ya, jangan tertipu sama surat dari Nana, dia itu pernah dapet piala Oscar loh (?)
OzLen juga mengucapkan terima kasih, buat yang udah bersedia mengisi angket OzLen. Angket yang Minna isi sekalian, sangat berguna buat OzLen. Terharu juga sih, ngeliat banyak juga yang merespon angket OzLen, padahal tadinya OzLen kira yang ngisi Cuma 2 – 3 orang.
Oke, Kayaknya segini dulu deh. Arigatou ^^
