The Kim

Story By: Secii / Eunhacii

Cast: Kim Minseok (Xiumin), Kim Joonmyun (Suho), Kim Jongdae (Chen), Kim Jongin (Kai). Other Cast will appear.

Ide dan Cerita murni milik saya, maaf bila bertebaran typo

Happy Reading! ^^

Peperangan bukanlah hal yang disukai oleh mahluk hidup manapun, peperangan merupakan suatu hal yang selalu membawa kerusakan dan kesengsaran yang tak berujung. Dan kali ini peperangan itu melanda Confundo, rumah bagi bangsa yang menyerupai manusia yaitu Chrome, namun mereka memiliki perbedaan yaitu mereka dikaruniai iris mata yang berbeda warna baik kanan dan kirinya, iris mata ini berfungsi untuk melindungi mereka dari radiasi planet mereka. Selain iris mata yang berbeda Chrome memiliki kekuatan yang sudah ada dalam diri mereka. Kekuatan itu terdiri atas dua jenis. Eximius dan Pure. Eximius untuk bakat unik yang jarang ditemukan dan Pure adalah bakat yang dapat mengendalikan alam. Karena perang yang melanda Cofundo tak kunjung usai maka para dewan membuat akademi untuk para Chrome muda. Viridis, Caerulus, Byrrus, Canens dan Aurum. merupakan pembagian penduduk di Cofundo. Bagi mereka yang masuk golongan Viridis, Caerulus, Byrrus dan Canens mereka wajib memasuki akademi untuk persiapan mereka di medan perang. Sedangkan Aurum adalah mereka yang bekerja pada pemerintah.

Tujuan para Chrome hanya satu. Yaitu kebebasan rumah mereka, Cofundo… walaupun itu harus ditempuh dengan jiwa, darah dan pengkhianatan.

-#-#-#-

"Haruskah kau pergi?" terlihat seorang laki-laki yang tengah mengepak barang-barang miliknya, tas besar yang sekarang mulai penuh itu semakin menunjukan bahwa kepergiannya akan memakan waktu yang lama

"Tentu saja Joonmyun…karena Dad sudah tidak ada jadi yang menggantikannya tentu saja aku" laki-laki itu kini menutup koper besar miliknya dan menatap laki-laki lain yang tengah berdiri di ambang pintu

"Kau tak perlu menggantikannya kau tahu? Jongdae dan Jongin lebih membutuhkan mu dibanding aku kak, jadi lebih baik aku yang pergi" Joonmyun. Lelaki yang tengah berdiri di ambang pintu mulai mendekati sang kakak yang tersenyum kecil kearahnya

"Kau bisa menjaga mereka Joonmyun, lagipula umurmu adalah umur yang seharusnya di akademi, kalau kau yang pergi bisa-bisa aku ditangkap para dewan" sang kakak selesai dengan kopernya dan mulai mengalihkan fokus kearah Joonmyun yang berusaha mati-matian menahan air mata yang ingin menetes, dibelainya surai blonde Joonmyun dengan sayang

"Kak..! kak Minseok!" tiba-tiba seorang bocah lelaki masuk dengan mata yang sudah berair, dengan langkah cepat dia mengahambur kepelukan laki-laki yang tengah membelai surai Joonmyun

"Jongdae? kenapa menangis hm? Kau sudah berjanji tidak akan menangis kan?" Jongdae. bocah laki-laki itu menangis tersedu, wajahnya ia benamkan kedalam pakaian yang tengah Minseok kenakan

"Hiks…jangan pergi kak…hiks aku tidak ingin kakak berakhir seperti Dad..hiks" Jongdae masih terisak, Minseok tersenyum miris kembali melihat kedua adik laki-lakinya, dengan perasaan sayang Minseok memeluk keduanya

"Hey sudahlah…aku pasti dapat bertahan di medan perang, kalian jagalah diri kalian masing-masing dan jagalah Jongin. Dia yang paling bungsu diantara kita semua…paham?" keduanya mengangguk masih dalam posisi memeluk Minseok

"Kak…kak Jongdae, kak Joonmyun, kak Minseok? Eh? Kak Minseok ingin pergi?" kali ini muncul lagi bocah laki-laki, dengan rambut cokelat yang acak-acakan dan tengah memeluk boneka beruang kesayangannya

"Jongin? Kau terbangun? Kemarilah…kakak ingin pergi dengan waktu yang cukup lama" Jongin menghambur kepelukan Minseok, menubruk Joonmyun dan Jongdae yang tadi tengah memeluk Minseok

"Pergi kemana? Apa kakak akan membawa hadiah untuk ku?" senyumnya mengembang seiring dengan wajah Minseok yang hanya dapat tersenyum melihat kepolosan adik bungsunya

"Tentu. Maka dari itu jangan menyusahkan dan jangan jahil terhadap Jongdae dan Joonmyun, kau paham Jongin?" Jongin mengangguk-ngangguk lucu menanggapi permintaan Minseok

"Baiklah…sebaiknya aku bergegas. Bis menuju medan perang sepertinya sudah tiba" Minseok mengangkat tas besarnya, berjalan kebawah menuju pintu keluar, ketiga adiknya hanya bisa mengikuti dari belakang

"Kak…jaga diri baik-baik. Kami selalu menunggumu dirumah" Joonmyun angkat suara saat Minseok tengah memakai sepatunya

"Tentu saja Joonmyun"

"Kak! Aku pasti akan menyusulmu kesana..hiks a-aku akan cepat-cepat menyelesaikan akademi dan menjadi murid berbakat!"

"Iya Jongdae…jangan menangis seperti bayi lagi dong" Minseok mengacak surai merah kecoklatan milik Jongdae dengan sayang

"Kak Minseok cepat pulang..kami menunggu!" Jongin melambaikan tangannya dengan semangat, Minseok hanya tersenyum kecil kemudia berjalan kearah pintu keluar

"Jaga diri baik-baik"

Pintu pun tertutup menelan sosok Minseok.