Trap
Naruto dkk, Masashi Kishimoto
Warning : Typo(S),OOC dan sebagainya
Pair : Sasuhina
Rate : T
Chapter 4
Sasuke segera pergi ke kamar tidur saat melihat layar Iphone-nya, Hinata merasa sedikit penasaran siapa sebenarnya yang di hubungi Sasuke belakangan ini?. Pertanyaan demi pertanyaan mengiang di benak Hinata, Hinata berdiri dan berjalan pelan ke arah kamar tidur.
"Tentu,semuanya berjalan baik"
"..Lihat saja.."
Hinata mendengar beberapa penggal kata saja karena dia harus pergi saat mendengar suara bel berbunyi, Hinata berjalan pelan ke arah pintu, saat membukakan pintu Hinata berhadapan dengan seorang laki-laki yang mirip Sasuke. Hinata mengerjapkan matanya saat tangan posesif Sasuke memeluk erat pinggangnya tiba-tiba. Sasuke mempersilahkan laki-laki yang bernama Sai masuk dan menuntun Hinata masuk juga.
Hinata mempersilahkan sepupu suaminya itu duduk , sebelum Sasuke memintanya menyediakan dua jus tomat. Hinata berjalan perlahan ke arah dapur dan berusaha mencerna kata demi kata Sasuke di kamar tidur tadi, apa maksud semua berjalan baik? Setahu Hinata ,Sasuke tidak pernah membicarakan masalah bisnis melalui telpon. Entahlah Hinata berusaha positive thinking saat ini demi kandungannya.
.
Setelah makan malam bersama dan mengantar Sai ke Bandara, Hinata maupun Sasuke kembali ke kediaman mereka dengan cepat.
"Malam Hime.."
Sasuke segera menghampiri dan mencium dahi Hinata setelah mandi, mau tak mau wajah Hinata berwarna merah padam. Hinata menggelengkan kepalanya dan segera menarik selimut tebal untuk menutupi wajahnya itu.
"Kenapa aku begini? Aku tidak menolak perlakuannya sama sekali" Batin Hinata.
Boo!
Sasuke mengejutkan Hinata dengan menarik selimut tosca itu, kini wajah Hinata semakin memerah yang membuat Sasuke mulai mendekatkan wajahnya pada Hinata. Belum sempat lebih dekat Hinata berteriak , hal itu membuat Sasuke mundur karena terkejut bukan main.
"Kenapa kau bertelanjang dada?!" Ujar Hinata sedikit kesal.
"Aku ini suamimu" Balas Sasuke dengan seringainya.
"Kenapa dia selalu bertingkah manis?" Batin Hinata.
Hinata menyudahi kalimat Sasuke dengan mengambil kembali selimut itu dan menidurkan dirinya sendiri. Hinata mencoba menepis perasaannya yang tak karuan ini, siapa yang tidak akan salah tingkah jika terus diperlakukan bak tuan putri?. Hinata terus mengulangi kata-kata untuk fokus terhadap buah hatinya yang tentu di ujarkannya dalam hati.
Hinata mulai menyembunyikan mutiara lavendernya, seketika tubuhnya menegang saat Sasuke sudah ada di sampingnya sambil mengusap lembut perutnya lagi. Sasuke yang tahu Hyuuga yang berstatus istrinya itu terbangun segera menanyakan usia kandungannya. Hinata bingung harus menjawab apa, karena dia hanya iseng melakukan test pack waktu itu. Karena tak kunjung mendapat jawaban dari Hinata , Sasuke segera menatapnya dan mengelus helai demi helai indigo Hinata.
"Tidurlah kurasa usia kandunganmu tiga atau empat minggu"
Kali ini Hinata mengusap pelupuk lavendernya dan menguap tanpa di sadarinya, "Hei, itu kebiasaanku" Sasuke terkekeh melihat kebiasaan Hinata yang serupa dengannya. Hinata tersentak dan berfikir sejenak sejak kapan dia mempunyai kebiasaan ini?. Apa karena gen Uchiha yang kini ada pada rahimnya?.
.
Pagi hari di awal bulan Mei yang bersemi seperti perasaan Hinata saat ini, karena kini Hinata berusaha menahan tawanya saat Sasuke yang terus membujuknya untuk segera bersiap. Hal yang paling menggelikan bagi Hinata , saat Onyx Sasuke menatap lavendernya dia harus segera merubah ekspresi wajahnya yang menahan tawa jadi sedikit masam. Saat Sasuke mengalihkan pandangan Onyx-nya dari tangan Hinata secara tiba-tiba, Sasuke berhasil melihat wajah Hinata yang sangat menggemaskan baginya.
"Nona Uchiha apa yang kau tertawakan?"
Hinata tersentak saat Sasuke mengetahui kebohongan kecilnya itu, kali ini Hinata benar-benar menampakan sedikit kekesalannya pada Sasuke karena cepat sekali mereka kembali ke Mansion Utama Uchiha. Hinata juga menjelaskan panjang lebar pada Sasuke bukan karena tidak suka di sana, tapi mereka belum sempat melihat-lihat pemandangan di sini. Sasuke berfikir sejenak setelah itu dia menyetujui usulan Hinata jika mereka cepat bersiap.
Tidak butuh waktu lama Hinata sudah mengemasi semua dengan keterampilannya, Sasuke membawa semua barang itu ke dalam bagasinya sesudah berpamitan pada wanita tua yang menjaga villa Sasuke. Saat Hinata sudah duduk dengan nyaman di sebelah kursi kemudi, wanita tua tadi mengetuk jendela mobil dan mengarahkan sebuah gelas pada Hinata. Hinata segera menurunkan kaca mobil dan mengambil segelas minuman hangat dari wanita tua itu.
"Nona ini sudah kubuatkan khusus untukmu" Ujarnya sopan.
Hinata berterima kasih dan menorehkan senyuman tulus di wajahnya yang kini terlihat seperti malaikat. Sasuke mulai melajukan lamborgini nya yang sudah lama dalam keadaan hidup, Hinata melambaikan tangannya ke arah wanita tua itu yang di balasnya sebuah senyuman.
"Eum..cokelat hangat"
Sasuke hanya bergumam dalam hati melihat Hinata yang terlihat sangat senang sekarang. Setelah melalui perjalanan sekitar lima menit, Sasuke memarkirkan mobilnya dan mengajak Hinata untuk segera turun. Hinata menyambut tangan Sasuke sesaat setelah Hinata melihat laut biru dihadapannya.
Hinata hampir saja terjatuh saat berlari di tanah berpasir jika Sasuke tidak segera menarik tubuh Hinata. Wajah Sasuke mendadak menampakan kekhawatiran yang sangat dan segera mengangkat tubuh hinata bridal style. Setelah itu Sasuke membaringkan pada kursi tiduran yang sempat di sewanya tadi, Hinata menggigit bibir bawahnya melihat Onyx Sasuke yang semakin menghitam bak malam tanpa bulan itu.
"Kau ingin makan apa Hime?"
Hinata sedikit terperangah melihat Sasuke yang sama sekali tidak marah padanya, Hinata menggelengkan kepalanya cepat dan melempar sedikit senyum pada Sasuke. Sasuke mengiyakan perkataan Hinata lalu memalingkan pandangannya pada perut Hinata. Sasuke juga membelai dan bertanya lembut pada calon Uchiha itu.
"Kalau kau mau makan apa sayangku?"
Hinata tertawa lepas sambil menutup sedikit mulutnya, sedangkan Sasuke bergumam dalam hati karena berhasil mencairkan suasana. Sasuke segera beranjak menyewa beberapa alat panggangan dan membeli macam-macam makanan laut yang masih mentah. Hinata hanya memandangi Sasuke yang terlihat sangat tekun memasak beberapa makanan yang berjarak satu meter darinya. Sasuke tidak menyuruh Hinata hanya melihat, dia membelikan Hinata beberapa buah-buahan yang sudah di kemas. Setelah membelinya di kedai terbesar di sana, Sasuke menghampiri Hinata dan memberinya buah itu. Lagi-lagi wajah Hinata merona saat menerima buah dan mengucapkan terima kasih pada Sasuke. Saat Sasuke hendak menghampiri panggangannya, Hinata menawari potongan mangga pada Sasuke yang sudah terlebih dulu di cobanya.
"Asam" Ujar Sasuke menyipitkan kedua matanya.
"Benarkah? Kurasa itu manis" Sanggah Hinata.
Sasuke mengacak helai indigo Hinata yang terurai bebas lalu mencium atas kepala Hinata, Hinata mencoba kembali mangga itu dan dia mengatakan rasanya manis pada Sasuke. Sasuke hanya tersenyum kecil dan mengiyakan saja perkataan Hinata, Sasuke hampir lupa dengan masakannya jika tidak ada seorang pelayan yang di sewanya tadi. Pelayan itu memberikan pada Sasuke, Sasuke hendak mencicipi masakannya tapi diurungkan kala melihat piringan buah Hinata sudah kosong.
Sasuke meminta Hinata membuka mulutnya saat dia menyuapi Hinata potongan cumi dan sausnya itu. Hinata mengunyah pelan cumi itu dan memberi dua jempol kecilnya pada Sasuke, Sasuke terlihat cukup puas dan ikut mencicipi masakannya itu. Sasuke beranjak dan meminta Hinata menunggunya karena harus membeli minum dulu, Sasuke juga meminta Hinata menghabiskan makanan itu.
"Baiklah kutunggu di sini, eum.. ini terlalu banyak Sasuke aku tidak akan habis" Ujar Hinata menggigit sedikit jari telunjuknya.
Sasuke hanya mendengarkan kalimat Hinata sebelum meninggalkannya, Hinata memandangi suasana lautan dan merasakan deru angin yang menyejukan sambil memakan sedikit demi sedikit seafood tadi. Karena terlalu terpesona keindahan alam di hadapannya Hinata sampai tidak menyadari jika Saasuke sudah duduk di sampingnya dengan tertawa kecil .
"Hei Hime, kau sudah menghabiskan semuanya pasti kau haus" Ujar Sasuke dengan nada mengejek.
Hinata segera mengarahkan lavendernya pada Onyx sehitam jelaga sang suami, Hinata juga mulai merona saat melihat pirngan seafood itu hanya bersisa saus. Sasuke tidak membiarkan Hinata berfikir lama dan memberinya segelas penuh juice avocado, setelah itu Sasuke mengeluarkan Iphone-nya dan mengambil foto selfie saat Hinata meminum jusnya.
"Sasuke, kau curang"
Hinata berujar sambil menutup wajahnya, Sasuke hanya terkekeh geli melihat ekspresi Hinata di Iphone-nya . Sasuke yang melihat Hinata masih menutup wajahnya menggoda Hinata untuk membukanya. Tapi tidak membuahkan hasil yang membuat Sasuke sedikit gelisah dan berusaha membujuk istrinya untuk di ambil gambar.
"Tambahkan kun saat kau memanggilku, maka kuulangi foto kita tadi"
"Baik, Sasuke-kun"
Hinata membuka tangannya dan bersiap untuk ambil gambar selanjutnya dengan ekspresi tersenyum. Beberapa kali mereka berfoto ria sampai lupa ini sudah tengah hari, Raja siang yang mulai tinggi membuat Hinata mulai gelisah. Sasuke yang melihat kegelisahan Hinata segera menaruh Iphone-nya ke dalam sakut dan mengangkat tubuh Hinata bridal style menuju mobil. Tanpa di sadari, Hinata menaruh kedua tangannya mengelilingi leher Sasuke.
...
Setelah cukup lama di perjalanan, akhirnya Hinata dan Sasuke kembali ke Mansion Utama Uchiha. Wajah Hinata berbinar saat dia turun dari mobil, di sana Hinata kembali melihat semua orang menunggunya dengan senang hati. Siapa yang tidak senang selalu di perlakukan bak seorang putri begini?, Hinata yang hendak berjalan terlebih dulu segera terhenti saat tangan kekar Sasuke tertaut pada tangan kecil nan halus Hinata. Mereka berdua berjalan dengan santai yang membuat Konan dan Mikoto seperti memanas, Konan yang terlihat sangat merindukan Hinata itu segera berjalan dan menghampiri Hinata. Mikoto pun serupa dengan Konan, mereka menghampiri Hinata dan menggeser posisi Sasuke agar menjauh dari Hinata.
"Oh Kami-sama, aku sangat merindukanmu dan Uchiha kecil" Ujar Konan sambil memeluk sayang Hinata.
"Seharusnya kau juga memberiku cucu , padahal sudah empat tahun menikah"
Mikoto ikut berujar sambil mengelus helai indigo Hinata, Hinata terlihat sedikit tidak enak pada Konan. Konan sedikit menjawab perkataan Mikoto dan menjelaskan dia sedang sibuk dengan beberapa pemotretan. Hinata hanya tersenyum tulus pada kedua wanita yang menyayanginya , belum lama setelah Hinata dan yang lain masuk seorang laki-laki datang ke Mansion Uchiha. Laki-laki itu langsung masuk dan menyapa semua yang masih berada di ruang tamu itu, Sasuke segera meminta Hinata untuk di periksa olehnya. Beberapa saat setelah itu datanglah dua orang perawat perempuan yang membawa seluruh perlengkapan yang di butuhkan.
Sasuke terpaksa menunggu di luar kamarnya bersama Fugaku dan Itachi, karena Konan dan Mikoto bersikukuh untuk menemani Hinata untuk di periksa. Saat kedua perawat dan dokter itu keluar , Sasuke segera menghampiri dokter tampan itu dan bertanya padanya.
"Garaa bagaimana keadaan mereka?"
"Usia kandungannya empat minggu lebih tiga hari, kondisi mereka juga sehat ini beberapa vitamin untuknya"
Setelah mengatakan itu, Garaa segera berpamitan pada Fugaku dan semua yang ada di sana karena hari ini dia harus melakukan beberapa praktek. Sasuke membuka pintu mahoni kamarnya perlahan, di sana ibu dan kakak iparnya tengah berada di sisi Hinata sambil mengelus pelan perut Hinata dan berujar mereka sudah tidak sabar menunggu kehadiran bayi itu. Sasuke juga berujar dalam hati tidak sabar menuggu anaknya lahir sama seperti keinginan semua Uchiha.
Sasuke berdehem dan berjalan mendekati tempat tidur, Hinata terlihat senyum bahagia melihat Sasuke mendekat padanya tidak dengan Mikoto dan Konan. Karena mau tak mau mereka berdua harus memberi ruang untuk Sasuke dan Hinata saat ini. Sasuke mengantar dua wanita Uchiha itu sampai pintu dan segera menguncinya dari dalam.
"Hinata minumlah ini" Ujar Sasuke sambil memberi segelas air dan beberapa vitamin dari Garaa tadi.
Hinata mengangguk pelan , setelah itu dia menelan semua pil pemberian Sasuke dan menidurkan dirinya senyaman mungkin. Sasuke meletakan gelas itu di atas nakas lalu naik ke tempat tidur, ikut mengantarkan Hinata ke alam bawah sadarnya. Lagi-lagi Iphone-nya berbunyi mengganggu dirinya yang baru ingin memeluk Hinata, Sasuke segera berdiri dan berjalan cepat ke balkon. Sasuke mengangkat panggilan itu dengan wajah datar, meski yang menghubunginya adalah seseorang yang belakangan ini di tunggunya. Sasuke hanya mendengarkan penjelasan demi penjelasan seseorang di seberang sana, setelah selesai Sasuke segera mengakhiri panggilan itu sepihak. Sasuke berjalan masuk dan menghampiri Hinata, dia mengelus helai demi helai indigo Hinata lembut.
"Maafkan aku Hinata" Batin Sasuke.
TBC
Gomen belum bisa bales review, di chap selanjutnya ya..
Klik Favourite!Arigato
