Trap

Naruto dkk, Masashi Kishimoto

Warning : Typo(S),OOC dan sebagainya

Pair : Sasuhina

Rate : T

Chapter 5

Sasuke POV

Tidak terasa sudah empat bulan aku kembali tinggal di Mansion bersama seorang wanita yang kini berstatus sebagai istriku. Hari-hari berlalu dengan sangat cepat bersamanya, entah kenapa rasa nyaman bila diriku bersamanya. Siang ini aku sengaja mengajaknya keluar untuk berjalan dan menikmati musim yang akan mulai berganti, aku memberinya perhatian lebih supaya kondisi Hinata dan calon anakku sehat selalu.

Sesekali aku juga mengelus helai indigo kesukaanku itu, aku terus memandanginya dekat dan tersenyum kecil melihat wajah sendunya itu. Aku mempercepat jalanku saat Hinata berlari kecil ke depan sana.

"Sasuke-kun, aku ingin es krim vanilla tiga tingkat"

Aku menghentikan langkahku pada sebuah kedai es krim di pinggir jalan saat Hinata mengaitkan tangannya padaku manja. Aku segera memesan keinginan Hinata pada pelayan itu, beberapa menit saja Hinata sudah mendapatkannya. Hal yang tidak terduga terjadi saat ini, dia mengecup wajah bagian kiriku lembut dengan rona merah yang menjalar di pipinya itu. Untuk pertama kalinya Hinata mencuri start lebih dulu, aku meraba pelipisku dan menatap Hinata yang sudah berjalan mendahuluiku.

Hinata sibuk berkutat dengan ice cream empat tingkatnya itu, sampai tidak mengetahui pesananannya itu ku tambah dan melupakan aku yang sedang berjalan di belakangnya. Langkahnya seketika terhenti dan membalikkan tubuhnya 180 derajat, dia menghampiriku dan menawarkan ice cream nya itu padaku. Aku hanya memasang wajah datarku dan mengarahkan Onyx ku pada permata miliknya itu. Aku sedikit terbuai melhat bibir manisnya itu dan mulai mendekatkan wajahku padanya, saat wajahku mulai dekat semakin dekat-

"Eum..Sasuke-kun, apa kau mencintaiku?"

Hinata melontarkan pertanyaan pada diriku dan menggandeng tanganku mesra, aku sedikit bingung harus menjawab apa? Harus sesuai dengan janjiku atau sesuai lubuk hatiku?. Hinata terlihat sangat menunggu jawaban dariku, sedangkan aku hanya memandang pohon yang mulai menguning di sisi kanan dan kiriku.

Kring!

Iphone-ku berbunyi dengan nada khusus, aku tahu siapa yang menghubungiku siapa lagi kalau bukan dia?. Penganggu suasana, aku segera mematikan panggilannya dan mengajak Hinata pulang dengan alasan ada rapat penting . Hinata hanya mengangguk pelan dengan wajah datar yang menyiratkan sedikit kekecewaan.

...

Aku berjalan seperti biasa memasuki Uchiha Corp dengan beberapa karyawan yang menyapa diriku. Entah kenapa aku merasa sedikit bersalah karena harus mengantar Hinata sampai Mansion, padahal Hinata terlihat belum cukup jalan-jalan bersamaku. Aku membuka pintu ruanganku dengan cepat dan kasar, aku berjalan menuju mejaku tapi langkahku harus terhenti saat tangan halus seorang wanita menarik pergelangan tanganku.

Karin? Apa yang dilakukannya di ruanganku saat ini? Aku melepaskan tangannya cepat dan segera membuang pandanganku terhadapnya.

"Hei Sasuke-kun, kenapa kau terlihat berbeda?"

"Bagaimana dengan gadis yang tengah mengandung anak kita?"

"Kau sudah pastikan dia sehat? Karena itu akan berpengaruh pada anaknya"

"Kau akan segera menceraikannya bukan? Karena aku tidak sabar segera menimang anak itu dan menikah denganmu"

"Kau tahu? Rahimku sudah di angkat dan aku sudah sangat sehat sekarang, maafkan aku karena tidak pernah membalas sms dan e-mail darimu aku terlalu sibuk Sasuke-kun"

Aku terus berjalan dan duduk di kursi kerjaku mendengar celoteh demi celotehan wanita yang selama ini kutunggu. Salah, yang dulu kutunggu itulah maksudku. Dia belum juga menyelesaikan kalimatnya yang membuatku sedikit mengantuk dan mengarahkan Onyx-ku ke segala arah. Dia terlihat kesal dan segera memeluk leher ku dari belakang saat aku tidak mendengarkan kata demi katanya.

"Lepas! Kau fikir siapa kau?! Datang dan pergi dalam kehidupanku seenaknya! Kau tahu, aku hampir gila memikirkanmu, belum lagi tentang perjodohan dengan Sakura karena kau tak kunjung kembali! Sekarang kau semaumu memerintahkan ku ini itu Hah! Aku sudah tidak mencintaimu lagi, pergilah sebelum lebih banyak umpatan kasar keluar dariku!"

Aku melepaskan tautan tangannya dariku dan berdiri sambil memakinya tanpa henti, aku yang dulu sudah hilang Karin!. Aku yang selalu menunggu kabarmu, selalu mencintaimu meski semua keluargaku tidak mendukungku. Goresan demi goresan luka tercipta dan abadi di hatiku ini , jika saja Hinata tidak masuk dalam kehidupanku aku pasti sudah sangat hancur. Harus menikah dan hidup dengan Sakura sambil menunggu kau kembali, aku bukanlah Sasuke yang dulu yang selalu menuruti semua keinginanmu.

Setelah kalimatku terhenti, Karin melepaskan kacamata cokelatnya dan terlihat meneteskan bulir air dari pelupuk matanya itu, aku tidak menghiraukannya bagiku air matanya itu belum berarti apa-apa di banding berapa banyak kesakitan dan air mata yang harus kurasakan. Aku berjalan menuju pintu dan membukanya cepat, kulihat seorang office boy berdiri di depan sana. Awalnya aku ingin segera marah padanya karena berlaku tidak sopan, sebelum dia memberikan sebuah map merah padaku. Map? Benar saja ini map ketinggalan di Mansion tadinya, lalu bagaimana bisa disini? Tanpa harus bertanya pada pemuda ini, dia memberitahuku Hyuuga Hinata yang hendak mengatarnya tapi terhenti di depan pintu ini.

Aku membelalakan Onyx-ku, apa dia mendengar semuanya? Sial, aku segera berjalan menuju lift dan menekan kasar nomor yang ada di sana. Dia tidak boleh salah paham, dia istriku dialah satu-satunya wanita yang mengerti diriku. Sesampainya di tempat parkir aku segera masuk dan melajukan lamborgini secepat mungkin. Aku tidak akan pernah melepaskan apa yang sudah berada di genggamanku.

Sasuke POV end

...

Hinata POV

"Bagaimana dengan gadis yang tengah mengandung anak kita?"

"Kau sudah pastikan dia sehat? Karena itu akan berpengaruh pada anaknya"

"Kau akan segera menceraikannya bukan? Karena aku tidak sabar segera menimang anak itu dan menikah denganmu"

Kenapa perkataan wanita itu selalu berputar layaknya potongan film di kepalaku? Untuk kesekian kalinya aku menghapus bulir air yang sudah membasahi wajahku ini. Sasuke melakukan semua sikap manisnya hanya untuk anakku, aku tidak akan membiarkan anakku ya hanya anakku diambil olehnya dan wanita itu. Aku mencintaimu sangat nak, aku menarik kasar koper milikku ke dalam lift. Keadaan Mansion saat ini hanya diisi oleh beberapa maid dan security, karena ayah dan Itachi-nii sedang rapat di luar negeri sedangkan ibu menemani kakak iparku pemotretan. Aku berjalan cepat tanpa menjawab pertanyaan demi pertanyaan para maid dan security, aku segera menaruh koperku di dalam taksi yang sedari tadi menungguku, saat diriku hendak masuk sebuah tangan kekar menahanku. Sasuke? Aku menghapus kasar wajahku yang penuh air, berusaha melepaskan tangannya yang semakin erat ini.

"Tenang Sasuke kita akan segera bercerai kau tidak perlu khawatir soal itu, satu hal yang perlu kau ingat aku tidak akan pernah memberi anakku padamu"

Aku melihat Sasuke lengah mendengar perkataanku, aku segera melepaskan tangannya dan naik ke dalam taksi . Taksi segera melaju menuju rumahku, aku sudah menghubungi rumah Hanabi sendiri disana karena ayah dan ibu punya urusan penting di luar negeri. Saat aku tidak sengaja melihat belakang mobil Sasuke tengah mengejarku jauh di belakang sana. Aku meminta supir taksi itu mempercepat laju mobilnya, setengah jam akhirnya aku sampai di depan rumahku. Aku segera membayar supir taksi itu dan berjalan cepat menuju pintu rumahku, Hanabi yang sudah tahu kedatanganku segera membawakan koperku.

Greb

Kupeluk erat tubuh adikku dengan menumpahkan seluruh keluh kesahku padanya, aku mendengar suara baritone seorang laki-laki yang memanggil namaku. Aku berbalik dan melihat Sasuke di belakang sana, aku segera menutup dan mengunci pintu sebelum dia sampai di teras. Sasuke mengetuk pintu dengan keras dan memanggil-manggil namaku, Hanabi terlihat bingung melihat diriku menangis dan berlaku yang tidak seharusnya pada Sasuke. Aku segera berjalan menuju lantai dua dan meminta Hanabi untuk tidak membukakan pintu untuk Sasuke, Hanabi mengangguk pelan dengan raut wajah bingung, aku membuka pintu kamarku dan berjalan gontai menuju tempat tidurku. Tidak lama setelah itu kepalaku terasa sangat berat.

Tok Tok

Terdengar suara Hanabi memanggil namaku dan membuka pintu pelan. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali melihat langit kamarku yang berwarna putih, aku mengarahkan lavenderku pada jam dinding di depan sana menunjukkan pukul tujuh malam. Sejenak diriku tersenyum melihat sosok adikku itu, sebelum aku mengingat apa yang baru saja terjadi hari ini.

"Hinata-nee, Sasuke-nii menunggu dari tadi siang"

Hanabi mengatakan itu sembari memberikan semangkuk bubur kacang hijau padaku, aku mulai menyuapkan satu sendok demi satu sendok pada mulutku. Aku tidak bisa berfikir jernih jika anakku sedang demo minta makan seperti ini. Setelah menghabiskan makan malam, aku mengusap sayang perutku yang sudah terlihat besar ini. Suara rintik air yang cukup deras membuatku segera berdiri dan berjalan menuju jendela kamarku, terlihat jelas Sasuke masih menunggu di bawah sana. Aku tidak boleh luluh karena hal ini, bisa saja dia menjebakku lagi.

Aku segera menutup tirai jendelaku saat melihat sebuah kilat, tidak lama dari itu terdengar suara yang cukup besar. Aku mengikuti Hanabi yang berjalan menuruni tangga, aku sempat memikirkan Sasuke di luar sana. Aku mengintip dari lubang yang ada di pintu depan, disana lamborghini hitam Sasuke masih terparkir. Hehh..., aku duduk menyandar di pintu sambil mendengar Sasuke yang bermonolog. "Hinata.. kau ingin tau jawabanku? Sebelumnya biarkan aku masuk".

Aku menggigit sedikit bibir bawahku saat sebuah tendangan kecil terasa di perutku, mungkinkan anak ini meminta ibunya untuk membukakan pintu?. Aku merasa tidak tega di luar sana hujan cukup deras, di tambah Sasuke sudah di luar dari tadi siang. Aku berdiri menghampiri Hanabi dan memintanya untuk membukakan pintu lalu memberi Sasuke makan malam. Setelah mengatakan itu aku kembali ke kamarku dan menguncinya dari dalam, baiklah ibu mengalah anak nakal. Aku terus mengusap lembut perut ini, membayangkan kelahirannya yang sebentar lagi membuatku sedikit khawatir.

Beberapa menit kemudian aku mendengar suara ketukan pintu dan suara baritone Sasuke memanggil namaku. Tidak kali ini aku tidak akan mengalah padamu anakku, aku mengabaikan seseorang di luar sana dengan memainkan blackberry dakota milikku. Aku mencari beberapa artikel tentang masa kehamilan yang sudah dekat dengan kelahiran. Aku menghela nafas panjang, aku tahu Sasuke masih di luar sana menunggu untuk kubukakan pintu.

"Sasuke-nii sebaiknya kembali besok, hargai Hinata-nee yang sudah mempersilahkanmu masuk malam ini"

Aku mendengar suara Hanabi mengintrupsi Sasuke, selang beberapa menit aku mendengar suara mesin lamborghini milik Sasuke. Aku berjalan menuju jendelaku dan menatap kepergiannya, maafkan aku Sasuke-kun aku terlalu sakit saat ini.

TBC

GO FAVORITE,REVIEW,FOLLOW,ARIGATO

Uchiha Satahi:Arigato

Fitri476:Hehe

Hnisa Sahina:udah nih ,why?Gomen-nee...

JojoAyuni:Arigato

Narulita706:semoga Happy..

Sasuhina69:semoga Hime tabah..

CheftyClouds:sudah ada jawabannya nih..

Ana:ngga lagi...hehe

Ppkarismac:Next..

Miss taurus:Arigato ,itu memang sengaja dimasukin karakter Korea..hehe

Clareon:Ini udah ada ceweknya...hehe

Nurmala Prieska:Sweet?Arigato...

Icaraissa11:Kita liat chap selanjutnya..oke?hehe