Trap

Naruto dkk, Masashi Kishimoto

Warning : Typo(S),OOC dan sebagainya

Pair : Sasuhina

Rate : T

Chapter 8

Lagi-lagi dokumen yang harus jadi sarapan pagi ini, aku mengacak surai raven ku sambil berjalan pelan ke arah balkon. Baru beberapa saat kunikmati hembusan udara pagi , seorang pelayan mengetuk pintu dan masuk untuk mengantar sebuah map cokelat padaku.

"Saya taruh di atas meja ini tuan, saya permisi"

"Hn"

Setelah pelayan itu keluar aku membuka perlahan map itu dan menemukan selembar kertas di sana. Sebuah tulisan tangan yang terlihat sangat rapi,

To: Uchiha Sasuke

From : Hinata

Hinata?

Apa kabar Uchiha-san? Kuharap kau baik-baik saja saat ini, Gomen atas sifat kekanak-kanakan ku belasan tahun yang lalu. Sudah lebih dari tujuh belas tahun aku pergi dari kehidupanmu Uchiha-san. Jujur bukannya aku marah padamu saat aku tidak membalas semua pesan dari mu, aku hanya merasa sangat malu pada diriku sendiri. Karin dan aku tidak sengaja bertemu saat aku membeli beberapa perlengkapan bayi dulu, dia menjelaskan semuanya termasuk tentang ketegasanmu menolak kehadiran Karin.

Setelah mendengar penjabaran Karin aku hanya terdiam sambil membayangkan betapa inginnya anak kita, maksudku anakku sangat ingin bertemu denganmu sangat berterima kasih karena sikap dan perlakuanmu terhadapku, kuharap kau lebih bahagia tanpa aku di sisimu.

Meski saat itu aku merasa ingin segera beranjak dan menemuimu, tapi aku rasa semua itu akan sia-sia. Mungkin hanya itu saja yang bisa kutuliskan saat ini, terima kasih jika Uchiha-san bisa memaafkan.

Apa ini? Anakku sudah lahir dan pasti sudah dewasa? Apa maksudnya sia-sia? aku memang pernah mendengar jika Hinata sudah menikah lagi, tapi apa itu benar? Secepat itukah dia melupakanku?. Atau mungkin hanya aku saja yang terlalu lama tidak bisa berpindah dari dirimu Hinata?.

Alamat pengirimnya, alamat rumah Hinata? Mungkinkah dia bersama orang tuanya sekarang?

Kring!

Suara telpon kantor membangunkan diriku dari lamunan, aku segera meraih dan mengangkat telpon itu.

"Sasuke pulanglah"

Terdengar suara lemah lembut malaikat cantikku, aku segera beranjak dari ruanganku menuju basement. Masuk lift, keluar lift.. sepertinya aku melupakan sesuatu, entahlah yang terpenting sekarang aku harus pulang.

Sasuke POV end

...

Langkah kaki Sasuke terdengar sangat jelas di ruang depan Mansion yang tampak sangat sepi itu. Sasuke mengarahkan pandangannya ke segala arah tapi tidak menemukan siapapun.

Greb

"Aku merindukanmu.."

Sasuke nampak terkejut dan melepaskan pelukan gadis yang terlihat sangat manja padanya itu. Sasuke mengelus helai demi helai rambut gadis itu, sesaat setelah itu terdengar suara terompet dan sebagian lampu yang tadinya dimatikan sekarang menyala terang.

"Tanjoubi omedetou gozaimasu!" Ujar gadis yang masih berdiri dekat Sasuke.

"Wah..wah..wah, sepertinya seorang Sasuke melupakan hari lahirnya sendiri" Goda Itachi.

Semua orang terdekat Sasuke berada di sekelilingnya sekarang, merayakan hari lahir Sasuke yang dua tahun lagi akan menginjak kepala empat itu.

"Mungkin kau sudah bukan anak kecil lagi, tapi ibu masih memberimu-" Ujar Mikoto sambil membawa cake dengan lilin di atasnya.

"Sssst.., aku tetaplah anak laki-laki ibu" Ujar Sasuke sembari mengarahkan telunjuk nya pada bibir sang ibu.

Itachi, Mikoto, Konan, Nata serta Fugaku bernyanyi bersama menghangatkan suasana Mansion yang telah lama sirna. Sasuke membagikan potongan kuenya pada semua yang ada kecuali seorang gadis.

"Oji-chan, aku juga ingin" Ujar Nata.

Sasuke tidak menghiraukan perkataan keponakan manisnya itu, dia pura-pura tidak mendengar dan melirik ke arah lain yang membuat Nata sedikit kesal. Itachi tersenyum tipis melihat adik dan anaknya terlihat sangat akrab seperti seorang ayah dan anak.

"Aku pulang dan pergi bersama pacarku saja" Ujar Nata dengan wajah ditekuk.

Sasuke segera berjalan ke arah Nata dan menarik pergelangan tangan Nata, Sasuke juga memberi death glare pada Nata. Saat Nata berbalik, Nata melepaskan tautan tangan Sasuke dan menyunggingkan sebuah seringai kemenangan.

Hap

"Wah.. kuenya sangat manis"

Semua tertawa melihat tingkah nakal Nata yang berhasil menipu bungsu Uchiha itu, tidak terasa mereka sampai melewatkan tengah malam untuk pesta kecil Sasuke.

...

Pagi ini hampir sama seperti biasanya, bangun tidur, mandi, sarapan tanpa pergi ke Uchiha Corp. Sasuke sengaja libur beberapa hari untuk menghabiskan waktunya bersama Nata.

"Oji-chan jadi supir hari ini" Ejek Nata yang duduk bersebelahan dengan Sasuke.

"Hn"

"Oji-chan nampak tua, ya.. meskipun ketampanan Oji-chan tidak berkurang, Hahaha" Tambah Nata sambil tertawa lepas.

"Hn"

Nata tidak henti-hentinya berbicara sampai lamborghini hitam Sasuke terparkir di lapangan Konoha Senior High School. Entah darah Uchiha yang mana Nata ini, karena Nata adalah gadis yang sangat berbeda dengan typical keluarga Uchiha yang hemat bicara.

"Arigato Oji-chan, nanti siang makan bersama ya.." Ujar Nata sebelum turun dari mobil.

Sasuke mengemudikan lamborghini miliknya ke arah apartermen Kiba, salah satu teman lamanya. Sasuke memberhentikan mobilnya sejenak di sebuah kedai makanan, sebelum turun dari mobilnya Sasuke melihat sosok yang tidak asing di perempatan jalan sana.

"Hinata.."

Sasuke menghidupkan kembali mesin mobilnya dan melajukan mobilnya menuju perempatan jalan itu. Terlihat dua detik sisa lampu hijau, Sasuke segera mempercepat laju mobilnya dan berhasil melewati lampu lalu lintas itu.

"Hinata..."

Di ujung jalan sana terlihat helai indigo Hinata yang terurai bebas, tinggal beberapa meter lagi dan

Brakk

Sasuke hampir menabrak seorang anak laki-laki , jika tidak segera membanting setir ke bahu jalan. Sasuke segera keluar dari lamborghini nya dan memeriksa keadaan anak kecil itu. Setelah memastikan keadaannya baik, Sasuke berlari ke arah tempat dia melihat Hinata. Hasilnya nihil.

"Hime.., aku akan selalu mengejarmu" Ujar Sasuke bermonolog.

...

Disinilah seorang Uchiha Sasuke, di parkiran Konoha Internasional School. Untuk pertama kali setelah kelulusannya, seorang Sasuke berjalan melihat-lihat di sekitar sekolah ternama itu.

"Itai! Kita kedatangan boyband"

"Apa dia senpai tahun lalu? Tampan sekali"

"Kami-sama memberkatiku hari ini"

Beberapa gadis yang melalui Sasuke mengatakan dan berbisik dengan siswi lain hal yang sama, apalagi kalau bukan memuji pahatan sempurna wajah Sasuke. Sasuke terus berjalan mencari keponakan kesayangannya, setelah beberapa menit berlalu Sasuke menghentikan derap langkahnya.

"Sasuke-kun!"

"Sudah lama kau menunggu? Ayo pulang"

Sasuke mengernyit tidak mengerti, tapi tidak jua melepaskan tautan tangan gadis yang tengah menggandeng mesra dirinya itu. Sampai mereka di dalam lamborghini milik Sasuke.

"Oji-chan, kau lihat tidak berbagai ekspresi para gadis tadi?"Ujar Nata yang hanya dibalas keheningan oleh Sasuke.

"Oh Kami-sama, semuanya memberikan tatapan iri padaku tadi, kau tahu Oji –chan? Mereka sempat menghampiriku di kelas karena mereka melihat seorang laki-laki dewasa yang nampak seperti model. Pupus sudah harapanku saat yang kulihat adalah Oji-chan, mereka sepertinya buta melihat seorang model" Tambah Nata dengan nada mengejek.

"Dasar" Ujar Sasuke sambil mengacak helai raven milik Nata.

"Uh! baiklah aku salah, aku akui Oji-chan memang mempunyai kharisma yang tidak dimakan usia" Balas Nata dengan nada kesal.

Sasuke tidak menghiraukan perkataan Nata dan mulai menginjak pedal lamborghini nya. Sasuke sedang berada taman setelah dirinya dan Nata makan siang di salah satu restoran berbintang.

"Oji-chan tunggu di sini, aku beli es krim dulu" Ujar Nata sembari mempersilahkan Sasuke duduk di bangku taman.

"Hn"

Sasuke POV

Sore ini suhunya cukup tinggi tapi aku masih berusaha untuk duduk tenang menunggu Nata, ya kehidupanku cukup berwarna karenanya sekarang. Kututup perlahan kelopak mata ini, sampai-

"Ah!"

"Kau?"Ujarku segera berdiri dan menghampiri dirinya yang berusaha berdiri beberapa meter di depanku.

"Maaf tuan"

Saat gadis itu berbalik dan kulihat lavendernya mengingatkanku pada seorang wanita yang sangat kucintai. Dia sangat mirip dengan Hinata-

"Tuan?"

Segera kurengkuh dirinya dalam dekapanku sambil kuelus perlahan surai indigonya ,untuk melepas semua kerinduan yang sudah tidak terbendung lagi. Sepertinya dia tidak menolak sedikit pun perlakuanku, sampai tangan Nata menjauhkan diriku darinya.

...

Aku sempat marah karena Nata membuat gadis bernama Aita itu pergi, karena itu Nata terlihat sangat sedih sekarang. Perlahan kedekatkan diri dengan Nata yang tengah duduk di bangku taman,

"Gomen"

Sriingg

"Gomen?"Ragu Nata.

Aku tidak membalas kalimatnya dan segera menarik pergelangan tangan Nata, wajah Nata terlihat sangat berseri. Nata sudah seperti anakku sendiri, hari ini kami menghabiskan sepanjang sore di taman kota yang sangat luas ini. Sampai aku menghentikan langkahku saat-

"Lebih dekat, nah pose seperti itu sangat bagus"

Mata dan wajahku memanas saat melihat sosok wanita yang selama ini kunanti sedang mengenakan dress musim semi dengan pria bertopi yang mencium dahinya.

"Sial" Ujarku sambil melepas tangan Nata dan menghampiri pria itu.

Buagh

Satu pukulan segera mengenai pelipis kirinya dan membuat pria itu segera tersungkur di rerumputan. Aku sudah siap dengan pukulan bertubi-tubiku jika saja tangan lembut Hinata tidak menghalauku.

"Uchiha-san!" Ujar Hinata setengah berteriak.

Aku marah, kesal dan sangat kecewa sekarang, tapi rasa rinduku lebih besar dari semua itu sehingga langsung kudekap erat Hinata. Kusembunyikan batu onyx milikku, berharap waktu akan berhenti saat ini. Setelah beberapa lama kubuka kelopak mataku dan menatap lekat Hinata,cantik.

"Tou-san?"

"Apalagi mau-!"Ujar ku terhenti saat aku melihat Onyx dan surai raven miliknya saat dia membuka topi hitam yang dikenakannya tadi.

Sasuke POV end

...

Suasana hangat serta gelak tawa menghiasi kediaman Uchiha, semua berkumpul dengan rasa yang sudah tidak bisa digambarkan lagi. Mikoto terlihat sangat bahagia ketika menantu dan cucunya kembali, Mikoto juga segera memanggil photografer untuk mengabadikan semua momen berharga mereka.

"Dai, lihat foto ini semuanya terlihat sangat nyata"Goda Nata sambil menunjukan foto yang di dalamnya terlihat Sasuke memukul pelipis anaknya sendiri.

"Hahaha" Ujar semuanya dengan tawa khas Uchiha.

END

Go Fav,Review,Follow

Arigato

Suka ngga dengan akhir yang bahagia? Sasha pun sangat suka hehe, akhir bulan ini atau akhir bulan depan bakal ada ff baru dengan judul "Cinta?" pantengin terus ya.. , Gomen ngga bisa balesin reviewnya satu-satu karena kuota tipis zzzz, tapi udah di terima semua kok makasih ya ,