When Your Voice Takes Over
.
.
Kemaren ada yang nanya ini Yunjae vers nya ya?
Ne chingu.. ini emang Remake untuk Yunjae ver nya :) ..
Semoga chingu masih berkenan membacanya ne…
.
.
PREVIOUSLY
,
,
Dengan malas Jaejoong perlahan membuka matanya, terlihat masih samar, kemudian ia mengerjap-ngerjapkan matanya, tetap masih samar.
Ia mulai bangkit sambil menguap kecil dengan tangan yang mengucek-ngucek pelan mata indah dan besarnya, terlihat manis.
Jaejoong mulai merenggangkan otot-ototnya, memutar pinggangnya ke kiri dan ke kanan, dan lagi-lagi Jaejoong menguap,
Ia menggaruk kepalanya, mungkin separuh nyawanya belum kembali,
Hingga, tiba-tiba…
Matanya yang bulat semakin membulat sempurna,
"kenapa aku bisa ada disini ?" tanyanya entah pada siapa saat menyadari dirinya tengah berada di atas sebuah katil yang biasa ditempati oleh Yunho.
"akhirnya kau bangun juga"
.
.
Chapter3
.
.
Jaejoong menolehkan kepalanya menatap arah suara itu, "Hyung ?" ucap Jaejoong terkejut.
"apa yang semalam kau lakukan ? kau terlihat lelah" ucap Siwon sambil berjalan mendekat, menghampiri Jaejoong yang masih terduduk di katil Yunho.
"apa yang Hyung lakukan disini ?" tanya Jaejoong tanpa memperdulikan pertanyaan Hyungnya.
Siwon menyentuh kening Jaejoong dengan telapak tangannya, "Hyung hanya menjengukmu"
"menjengukku?" tanya Jaejoong lagi sambil menunjuk dirinya sendiri.
Siwon melepaskan tangannya dan menatap Jaejoong, "emm…semalam kau tak pulang, Istriku khawatir, ia terus menanyakanmu"
"Kibum Hyung" jawab Jaejoong dan Siwon mengangguk.
"Aku rasa aku ketiduran semalam, ini sangat melelahkan ! Hyung tau ? aku merasa bukan lagi seorang perawat, tapi seorang baby sister, pembantu, pesuruh, pasien menyebalkan ini terlalu kekanakan"
Siwon terkekeh, "cepatlah mandi, pasienmu mungkin sedang membutuhkanmu" ucap Siwon sambil menoyor kepala Jaejoong pelan.
"aigoo.. !" Jaejoong menepuk keningnya, "aku lupa ! dimana dia sekarang ?"
"terapi di ruangan Dokter Tan"
" Tan Han Kyung? baiklah aku akan segera kesana" Jaejoong turun dari katilnya dan berjalan menuju kamar mandi, namun baru sampai pintu Jaejoong kembali membalikkan badannya, "Hyung !" panggilnya sedikit lirih tapi masih dapat didengar.
"wae?"
"apa kau yang memindahkanku ke atas katil ?" tanya Jaejoong ragu.
Awalnya Siwon terdiam, namun beberapa detik kemudian ia tersenyum jahil, "wae ? apa kau berharap Jung Yunho yang menggendongmu ke atas katil ?"
"Ais, jika Hyung tak mau menjawab ya sudah !"
BRAK…
Jaejoong membanting kasar pintu kamar mandi membuat Siwon tertawa geli.
.
.
"hosh…hosh….sedikit lagi…hosh…" Jaejoong terengah-engah sambil terus menaiki tangga darurat karena lift sedang tidak dijalankan, sedangkan ia harus segera sampai di ruangan Dokter Tan, dimana pasiennya sedang menjalankan terapi.
"akhirnya sampai juga…" ucapnya saat menaiki tangga terakhir, dengan lemas ia meneruskan perjalannya menuju ruangan, untung saja ruangan itu tidak terletak terlalu jauh dari tangga darurat.
Jaejoong berjalan sambil menundukkan kepalanya, tenaganya benar-benar hampir habis, ia berkali-kali menghirup udara sebanyak-banyaknya dan menghembuskannya perlahan, hingga akhirnya ia sampai di depan ruangan Dokter Tan.
Saat Jaejoong mengangkat kepalanya, betapa terkejutnya ia melihat dua orang namja aneh sedang menaiki kursi tunggu dengan kaki menjinjit dan kepala yang mereka julurkan ke arah jendela kaca.
Tunggu, sepertinya Jaejoong kenal dengan dua namja itu.
"yaa!…apa yang sedang kalian lakukan ?" tanya Jaejoong yang sontak membuat dua namja itu terkejut dan hampir saja jatuh.
"sialan kau Jaejoong, tak tahu orang sedang bersenang-senang" maki Heechul sambil memegang kakinya yang sepertinya sedikit terkilir.
"nee? bersenang-senang ?" tanya Jaejoong bingung.
Pletak…
Jaejoong meringis dan memegang keningnya yang mendapat jitakan gratis dari tangan Junsu.
"Yak pabo ? apa kau tak tahu jika Heechul itu sedang memandangi Dokter Tan ?" kesal Junsu.
Jaejoong tertawa, "mian…aku lupa kau mengagumi Dokter Tan"
Pletak,,
Jaejoong kembali mendapat jitakan, namun kali ini datangnya dari Heechul, "bisakah kau pelankan suaramu ?"
"mian…mian…lalu kau ?" Jaejoong menunjuk Junsu, "kenapa kau ikut mengintip juga ?"
Seketika Junsu langsung menunduk, "a-aku hanya me..menemani Heechul"
"ais, dasar bohong !" ejek Heechul membuat Jaejoong mengernyitkan keningnya.
Jaejoong menatap Heechul, "bohong ?"
"nee,dia juga sedang memperhatikan seseorang yang ada di dalam sana"
"ani…" elak Junsu dengan kepala masih tertunduk.
Heechul mengangkat dagu Junsu dengan jarinya, "kau tidak bisa berbohong, wajahmu memerah"
Dan Jaejoong menatapnya intest, kemudian ia berpikir, 'seseorang yang ada di dalam sana ? siapa ? jika Heechul menyukai Dokter Tan, lalu Junsu ?'
Tiba-tiba Jaejoong menatap Junsu, "YAK ! KAU MENYUKAI JUNG YUNHO ?" tanyanya dengan nada keras.
"ssstttt….." Junsu dan Heechul meletakkan jarinya di bibir mereka masing-masing,
"siapa di luar ?" tanya seseorang dari dalam ruangan membuat mereka bertiga gelabakan.
Dengan cepat Heechul dan Junsu menarik tangan Jaejoong dan berlari menuju ruangan di sebelahnya, ruangan itu terlihat kosong tapi tetap rapi.
Setelah merasa suasana aman kembali, Jaejoong menatap Junsu lekat, "katakan padaku, apa kau menyukai Jung Yunho ?"
"hey…kau kenapa ?" tanya Junsu takut.
"katakan saja !"
"aku tidak tahu namanya…"
"Jaejoong ~ah? apa kau menyukai pasienmu ?" pertanyaan Heechul sontak membuat Jaejoong langsung terlonjak kaget.
"mwo? itu tidak mungkin !"
"lalu kenapa kau begitu marah jika Junsu menyukainya ?"
"jadi benar Junsu menyukai Yunho ?"
"Bukan Yunho, tapi temannya" bantah Junsu dengan nada yang lumayan tinggi, namun setelah itu Junsu langsung membekap mulutnya, menyadari kesalahannya.
Jaejoong terdiam, "apa kau benar-benar menyukainya ?" tanya Heechul semakin curiga.
"a-ani…"jawab Jaejoong gelagapan.
"lalu kenapa kau bersifat seperti itu ?" pertanyaan Heechul dibalasi anggukan semangat oleh Junsu yang semakin memojokkan Jaejoong.
"yah…d-dia itu pa-pasienku ! sudah se-seharusnya aku menjaganya dan mengetahui semua tentang dia"
"apa harus berlebihan seperti itu ?" selidik Heechul lagi.
"iya, itu terlalu berlebihan !" ucap Junsu mantap. Kompor sangat.
"aiissh sudahlah, aku harus segera masuk" ucap Jaejoong yang langsung melenggang pergi dari tempatnya.
"eoh ? masuk kemana ?" tanya Heechul dan Junsu berbarengan.
Jaejoong menoleh, "kau pikir aku akan masuk kemana ?" kemudian ia kembali melangkah.
Junsu dan Heechul saling memandang, setelah itu mereka langsung menatap Jaejoong, "KAMI IKUT !" ucap mereka lalu berlari mengikuti langkah Jaejoong.
Jaejoong berhenti tepat di depan pintu, "kalian selalu membuatku repot"
"karena hanya kau yang selalu beruntung" ucap Junsu santai.
"mwo? kau pikir mempunyai pasien seperti dia itu merupakan keberuntungan ?"tanya Jaejoong kesal.
"Sudah jangan berdebat terus, cepatlah buka pintunya, aku ingin segera masuk" ucap Heechul menengahi. Jaejoong hanya memutar bola matanya dengan malas.
KLEK…
KRIEETTT….
"permisi…."Ucap mereka bertiga membuat tiga namja yang berada di ruangan itu langsung menoleh ke arah pintu.
"untuk apa kau kemari ?" tanya Yunho sambil bangkit dari kursinya dibantu dengan namja berwajah cassanova yang Jaejoong tau bernama Yoochun.
"eoh?" hanya itu yang dapat keluar dari cherry lips Jaejoong yang masih terdiam di ambang pintu bersama dua temannya.
"keadaanmu semakin membaik, terus tingkatkan kondisimu, dan aku sarankan kau harus banyak memakan buah-buahan" ucap sang Dokter dengan satu tangan menyerahkan selembar kertas yang diterima oleh Yoochun.
"Gamsahamnida Dok.." ucap Yoochun sopan.
Yunho berjalan menghampiri Jaejoong dengan Yoochun yang berada di belakangnya sambil membawa botol impusnya.
"menyingkirlah, aku ingin lewat !" ucap Yunho dengan nada datar.
"apa terapimu sudah selesai ?"
"sudah, baru saja" bukanlah sang ditanya yang menjawab, melainkan sahabat orang tersebut, yaitu Yoochun - dengan senyum khasnya.
"omona…tampan sekali !" bisik Junsu pada Heechul yang masih bisa didengar oleh Jaejoong.
"aku bilang menyingkir ! aku ingin lewat ! apa kau tak dengar ?"
Mendengar gertakan Yunho, membuat Junsu dan Heechul bergidik ngeri dan langsung menarik tangan Jaejoong agar ia sedikit menggeser posisinya, memberi jalan untuk kedua namja tinggi itu.
Sedangkan Jaejoong hanya mendengus kesal,
"apa kalian membutuhkan sesuatu ?" tanya seseorang yang membuat mereka bertiga tersentak setelah dua namja tinggi itu menghilang.
Jaejoong menatap Heechul, kemudian ia tersenyum dan kembali menatap orang itu, "Nee, Heechul membutuhkanmu Dokter Tan"
"MWO?" pekik Heechul terkejut, perkataan Jaejoong sukses membuat jantungnya ingin melompat keluar.
"Heechul? Yang mana ?" tanya Dokter Tan sambil tersenyum, membuat jantung Heechul semakin berdegup kencang.
Dengan serentak Jaejoong dan Junsu menunjuk Heechul, sedangkan yang ditunjuk hanya memasang muka terkejut.
"kalo begitu silahkan duduk" ucap Dokter Tan masih dengan senyumannya sambil menunjuk kursi di depannya.
Heechul langsung menatap kedua temannya dengan tatapan, 'apa yang harus aku lakukan ?'
"duduklah?" suruh Junsu sambil cekikikan di belakang Jaejoong.
Jaejoong tersenyum jahil, "bukankah kau tadi bilang ingin masuk, sekarang apa yang kau tunggu ? masuklah !"
"kau gila !?" maki Heechul yang sudah kehabisan akal, benar-benar diluar dugaan.
"Heechullie…katakanlah…"ucap Junsu mantap.
"kenapa masih di situ ? masuk saja…" suruh Dokter Tan lagi.
Heechul menatap Dokter Tan sambil tersenyum kaku, kemudian kembali menatap kedua temannya," Jaejoong ~ah… Junsu ~ah….tolong aku !" ucapnya lirih.
"Heechullie…HWAITIIING!" seru Junsu dan Jaejoong serempak kemudian mereka sedikit mendorong tubuh Heechul dan langsung menutup pintu, menyisakan Heechul sendiri yang masih berdiri di belakang pintu.
'awas kau Jaejoong !' batin Heechul.
"wae? apa kau tak ingin duduk ?" tanya Dokter Tan yang mulai beranjak dari duduknya dan menghampiri Heechul.
'MATILAHAKU ! TUHAN TOLONG AKU !' teriak Heechul dalam hati, ia benar-benar tak tahu harus berbuat apa.
.
.
"jadi kau menyukai Yoochun ?" tanya Jaejoong saat ia dan Junsu kembali ke lantai bawah.
"jadi namanya Yoochun ?" tanya Junsu balik dan dijawab dengan anggukan Jaejoong, "aku hanya mengaguminya karena dia itu tinggi dan tampan"
"tetap saja itu namanya kau menyukainya"
"baiklah aku menyukainya. Lalu kau ? apa benar kau menyukai Yunho ?"
"Mwo? kau gila ? apa tidak ada namja lain yang harus kusukai ?"
"wae? apa salahnya jika kau menyukainya ?"
"itu sama saja aku memilih untuk hidup di neraka !"
Mereka terdiam sejenak, namun tak lama, Junsu mengangguk, "kau benar ! dia itu mengerikan, tatapannya seperti burung elang yang ingin membunuh"
Wajah Jaejoong tiba-tiba berubah menjadi sedih, "tapi tidak semenakutkan itu saat ia sedang tertidur" ucapnya lirih.
"nee?" tanya Junsu yang mendengar samar lirihan Jaejoong.
Jaejoong menoleh dan tersenyum, "ani..."
"kau tadi mengatakan sesuatu…"
"anniyeoo" ucap Jaejoong memastikan.
"tapi aku seperti mendengar kau mengatakan sesuatu…tapi ya sudahlah mungkin memang aku yang salah mendengar…kita sudah sampai di depan kamarmu, kau masuklah…"
"ini bukan kamarku, tapi pasienku…"
"arra, arra, masuklah ! hwaitiiingg !" ucap Junsu sambil mengepalkan satu tangannya ke udara.
"mwo~ya….?"
"kau harus semangat sampai tugasmu benar-benar selesai agar kita bisa berlibur bersama di pulau jeju !" ucap Junsu ceria dengan didampingi senyuman lebarnya,
"kau benar, aku masuk dulu nee ?"
Junsu mengangguk, kemudian berbalik dan pergi.
.
.
Perlahan Jaejoong meraih knop pintu, baru saja Jaejoong hendak memutarnya namun pintu itu sudah terbuka dan terlihatlah namja tinggi tengah berdiri di depannya.
"eoh? kau sudah kembali ?" tanyanya.
"Yoochun?"
"kau tahu namaku ?" tanyanya heran.
"ne, bukankah Yunho kemarin menyebutkan namamu saat kau baru datang? " ucap Jaejoong dan Yoochun hanya ber'oh' ria, "kau ingin pulang ?"
Yoochun mengangguk sambil tersenyum ramah, berbeda dengan Yunho yang tak pernah tersenyum.
Tanpa diperintahkan Jaejoong menyingkirkan badannya dari depan pintu, memberi jalan untuk Yoochun keluar, "gomawo.." ucap Yoochun smabil melewati Jaejoong dan pergi.
"Yoochun -ssi!" panggil Jaejoong, membuat Yoochun menghentikan langkahnya dan menoleh.
"nee?"
"mmm…." Lama Jaejoong berfikir sampai akhirnya ia tersenyum, "tidak jadi…"
Yoochun hanya mengangguk dan kembali melangkahkan kakinya.
Jaejoong hendak masuk, namun tiba-tiba pikiran jahil lagi-lagi menghampirinya," Yoochun -ssi…" panggilnya lagi sedikit keras karena Yoochun yang memang agak jauh darinya.
Yoochun membalikkan badannya, "wae ?"
"ada seseorang menunggumu di kantin, meja nomor 6" ucap Jaejoong sambil tersenyum.
Walaupun sedikit bingung, Yoochun tetap mengangguk dan kembali melangkahkan kakinya.
Jaejoong masuk ke dalam kamar sambil mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan singkat pada seseorang yang membuatnya senyum-senyum sendiri.
"apa kau begitu senang bertemu dengannya ?" tanya Yunho yang sudah menatapnya dengan tatapan seperti yang dikatakan Junsu tadi.
Jaejoong memasukkan lagi ponselnya dan menatap Yunho, "senang apa ?" tanyanya tak mengerti masih dengan senyumannya, ia sudah terbiasa dengan tatapan Yunho yang seperti itu.
"cih, pura-pura polos !" ucap Yunho yang langsung memalingkan wajahnya.
Jaejoong menghampirinya Yunho yang sudah duduk di katilnya dengan wajah yang menatap layar TV, "bagaimana keadaanmu ? apa yang dikatakan Dokter Tan tadi ? oya, bukankah Dokter Tan tadi menyerahkan selembar kertas ? apa isinya ?"
Heniiing~
Jaejoong menghembuskan nafas lelahnya, "baiklah jika kau tak ingin mengatakannya. Dimana ponselmu ? biar aku menanyakannya pada Yoochun"
Yunho tersenyum pahit, "bilang saja kau hanya ingin meminta nomornya agar kau lebih mudah mendekatinya" ucap Yunho tanpa menoleh, matanya memang menatap layar, tapi percayalah, ia tidak benar-benar sedang menonton.
"aku memang ingin meminta nomornya" ucap Jaejoong polos yang masih tak mengerti arah pembicaraan Yunho.
Akhirnya Yunho menoleh dengan tatapan datar, "jangan kau jadikan aku sebagai alasan"
"eoh?"
Yunho tersenyum sinis, "ternyata kau sangat pintar berpura-pura bodoh"
Jaejoong menggaruk pipinya yang tidak gatal, ia benar-benar bingung apa yang dikatakan Yunho. tapi entahlah Jaejoong seperti tak ingin berdebat dengan Yunho hari ini, Jaejoong teringat kejadian saat Yunho sedang tidur, mungkin itu yang membuatnya selalu mengalah saat ini, akhirnya ia hanya diam dengan pikiran kosong sambil duduk di kursi sebelah katil Yunho.
.
.
Beberapa menit kemudian, Jaejoong tersadar dari lamunannya saat getaran ponselnya mengganggunya.
Jaejoong mengeluarkan benda persegi itu dan membuka sebuah pesan,
From: Su-ie bebek
KAU GILLAAA ! TAK PUASKAH KAU HANYA MENGERJAI HEECHUL ? KAU MEMBUATKU MALU DI DEPANNYA….AWAS KAU !
Jaejoong cekikikan membaca pesan itu,
"bisakah kau diam ? kau menggangguku !" ucap Yunho tanpa menoleh.
"eoh? mianhae…"
Heniiing~
Mereka kembali terdiam, entah kenapa kondisi saat ini membuat mereka merasa aneh, tidak ada perdebatan seperti biasa, Jaejoong tak mau membalas perkataan Yunho, itu membuatnya kehabisan kata-kata dan semakin kesal. Hingga akhirnya Jaejoong memecah suasananya,
"sudah saatnya kau diberi obat…"
"aku sedang malas minum obat"
"baiklah" ucap Jaejoong kembali terdiam,
Yunho mengerutkan keningnya heran, tak biasanya Jaejoong begini, biasanya dia akan marah-marah dan memaksa Yunho untuk menghabiskan obatnya.
"apa kau sakit ?" tanya Yunho tiba-tiba.
Jaejoong menatap Yunho sedikit malas, "ani…"
Heniing ~ (lagi)
Krucuk…krucuk…
Yunho langsung menoleh menatap Jaejoong yang hanya menunduk, 'ternyata itu yang membuatnya lemas' batin Yunho sedikit geli.
"kau carilah makanan, suara perutmu menggangguku" Yunho beranjak dari katinya.
Jaejoong langsung berdiri, "kau mau kemana ?"
"mandi ! kau jinakkan dulu perutmu !" ucap Yunho ketus.
Jaejoong hanya mengembungkan pipinya lucu sambil menatap Yunho yang sedikit kesusahan membawa botol impus.
"baiklah, memang sebaiknya aku makan dulu"gumam Jaejoong sambil berbalik dan berjalan keluar.
Namun tiba-tiba,
"AAAAKKKHHHHH…PANAAAAAAAAAAAAASSSSSSSSSSSS….."
Mendengar itu Jaejoong langsung berlari ke kamar mandi dan tanpa berpikir panjang ia memutar knop pintunya,
KLEK,
Hebat, pintunya tidak dikunci.
BRAK,
Jaejoong mendorong daun pintu dengan saja Yunho masih menggunakan pakaian bagian bawah lengkap, kalo tidak ? mungkin Jaejoong sudah melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat.
"APA YANG TERJADI ?"
"SIAPA YANG MENGGUNAKAN AIR PANAS DI KAMAR MANDIKU ?"
.
.
TBC
.
.
Abang Minnie akan muncul di next chap… yiiipiiee…
Enaknya Abang Minnie..atau Baby Minnie yaa?
Mnrut chingu gmn?
Thank you for reading this story.
If you enjoyed this story, please support me by Fav or Leave a coment or both ^_^…
Deep Bow... ^_^
.
.
Xx Hug & KisS xX
