"aku menyukai Oh Sehun"

DEG

"aku menyukainya sejak kelas XI " Luhan tersenyum saat mengatakan itu .

"ah , ak-aku menyukai chanyeol" ujar Jongin dengan lirih.

.

.

.

IT'S HARD TO KEEP THIS FEELING FOR YOU

CHAPTER 2

CAST : OH SEHUN , KIM JONGIN , XI LUHAN , KIM JONGDAE / CHEN , PARK CHANYEOL , BYUN BAEKHYUN ,KIM SUHO

HUNKAI / CHANKAI/HUNHAN

Typo bertebaran dan EYD nya masih agak berantakan ,, disini Jongin agak labil nanti sedih nanti seneng .cerita ga jelas ehehe.

" c-chen " Jongin memanggil Chen dengan lirih , ia tidak menyadari suaranya berubah menjadi sedikit bergetar bahkan matanya sudah berkaca – kaca.

"ya?"

TES

"he-hey ? kau kenapa jong? Kenapa tiba-tiba menangis?" Tanya Chen dengan raut wajah khawatir . Sebenarnya ada apa dengan Jongin ? kenapa ia tiba-tiba seperti ini?

"Lu-Luhan Chen…hiks.."

"ada apa dengan Luhan?"Tanya Chen penasaran

"ia bilang ia menyukai Sehun" jawab Jongin.

"benarkah?"Chen langsung merangkul pundak Jongin dengan lembut saat tangis Jongin mulai semakin kencang. Ia tahu bagaimana rasanya , pasti sangat sesak saat mengetahui ada orang lain yang menyukai orang yang sama denganmu.

"sudahlah tenangkan dirimu , aku yakin kau bisa mendapatkan Oh Sehun , temanku ini kan sangat manis mana mungkin Sehun tidak menyukaimu" hibur Chen sambil mengusap air mata Jongin.

"OY"tiba-tiba saja ada dua suara yang mengganggu mereka , suara siapa lagi kalau bukan suara Baekhyun dan Suho .Mereka berdua menghampiri Jongin dan Chen yang sedang duduk disebuah bangku . Chen dan Jongin pun menengok kea rah mereka berdua

"E-eh kenapa kau menangis jong?"Tanya Suho perhatian , sedangkan Baekhyun hanya diam mengamati .

"aku tak apa Suho hyung , aku baik-baik saja "jawab Jongin sambil tersenyum . "lalu kenapa matamu berair dan merah?"Tanya Suho lagi , "ah aku hanya kelilipan biasa kok tak usah dipikirkan" jawab Jongin . Suho hanya mengagguk , enggan untuk bertanya lagi walaupun ia tahu Jongin sedang berbohong. Ia akan bertanya pada Chen saja nanti

"yasudah kita pulang saja ini sudah hampir pukul enam sore"ajak Baekhyun. "ah Baek , aku tidak ikut pulang bersamamu ya aku akan dijemput Kris hyung " ujar Suho sambil mengemas barang-barangnya.

"Wuuuu,, dasar pasangan baru " cibir Chen sambil tertawa , begitu juga Jongin.

"hahaha kau bisa saja Chen , kalau begitu aku duluan saja ya Kris hyung sudah menungguku dari 15 menit yang lalu . Bye" Suho pergi sambil melambaikan tangannya pada teman-temannya yang lain.

"bye "balas Jongin,Chen dan Baekhyun.

"Ayo"ucap Baekhyun sambil menaruh tasnya ke punggung.

Jongin , Baekhyun dan Chen berjalan bersama keluar dari tempat pengambilan nilai dan berjalan menuju mobil Baekhyun.

.

.

.

"aku pulang " Jongin membuka pintu rumahnya dan menaruh sepatunya di rak sepatu .

"selamat datang Jongin" balas ibu Jongin dari ruang tengah.

Setelah mendengar balasan dari ibunya Jongin berjalan menuju kamarnya . " Jong? Kau tidak makan dulu?"Tanya ibu Jongin . " nanti saja eomma aku belum lapar" balas Jongin. Jongin melanjutkan langkahnya setelah menjawab pertanyaan eommanya.

CKLEK

"YA!HYUNG KENAPA ADA DIKAMARKU PERGI SANA!"usir Jongin pada hyungnya – Kim Minseok - . "hey hey kau tidak boleh begitu pada hyungmu , aku tahu kau sedang patah hati kan?"ujar Minseok atau yang biasa dipanggil Xiumin dengan santai . "jangan sok tahu" balas Jongin. "hey hey jangan menyangkal aku ini calon psikolog tahu."

Kim Minseok, kakak dari Kim Jongin, adalah calom psikolog . ia kuliah di Universitas Seoul dengan jurusan psikologi, pastilah ia bisa membaca karakter seseorang atau apa yang dialami seseorang hanya dengan melihat wajah atau tingkah laku dari orang tersebut. Itulah yang membuat Jongin kurang menyukai dekat-dekat dengan kakaknya semenjak kakaknya masuk jurusan psikologi.

"sudah sana pergi saja " Jongin mulai melepas dasi dan ikat pinggangnya lalu menggantungkan kedua benda itu di lemari . "tapi benarkan apa yang kukatakan" Xiumin mendekat kearah Jongin. "yayaya terserah kaulah hyung"jawab Jongin sekenanya.

"hahaha benarkan , yasudah aku keluar oh iya jangan merasa sedih terlalu lama dan well, kau bau mandi sana jangan ikut makan malam kalau kau bau aku akan mengusirmu dari meja makan jika kau bau" ujar Xiumin saat ia sudah berada didekat pintu kamar Jongin.

"sudah sana pergi kau "

"ish dasar adik yang galak"

"nanana aku tidak peduli" jawab Jongin sambil merebahkan badannya di ranjang dan membuka komik yang sempat ia ambil saat Xiumin menceramahinya.

BRAK

"EOMMA , XIUMIN HYUNG MEMBANTING PINTU " adu Jongin pada ibunya.

"huft aku jadi memikirkan kata-kata Xiumin hyung , memangnya ketara sekali ya jika aku sedang patah hati?"monolog Jongin sambil bangun dari rebahannya dan menghampiri lemari besar dikamarnya yang terdapat kaca untuk bercermin.

"Aih bodohnya pantas saja ia tahu diwajahku masih ada jejak air matanya , huft ya ampun kenapa aku bisa lupa mencuci muka . Haish " Jongin mengacak-acak rambutnya asal . Pantas kakaknya tahu kalau begini pasti nanti kakaknya itu akan memaksa Jongin bercerita , kakaknya itu sebenarnya perhatian tapi kadang berlebihan.

"huft sudahlah "

.

.

.

"KIM JONGIN AYO MAKAN MALAM " teriak eommanya.

"ne eomma"

.

.

.

Keesokan harinya Jongin berangkat sekolah lebih pagi , dan ia berangat menggunakan bus karena tidak ada yang mengantarnya dan sekolah masih sangatlah sepi jika sepagi ini.

KRIET

Jongin membuka pintu kelas dengan pelan . Jongin melihat-lihat kedalam kelas , siapa tahu ada yang sudah datang. Dan benar saja ada seseorang yang sedang tidur dikelas. Tunggu, sepertinya Jongin mengenal orang itu. Kulit putih,bahu lebar dan rambut pirang. Oh tidak, itu Sehun bagaimana ini ia harus masuk ke kelas atau tidak .

"kenapa kau hanya diam disana?"terdengar suara seseorang .

"e-eh?"

"kau tidak mau masuk" orang itu – Sehun – masih berkata dengan nada datarnya pada Jongin.

"ah ini aku baru mau masuk kok" jawab Jongin , lalu ia berjalan menuju tempat duduknya dengan agak gugup . Bagaimana tidak ? tempat duduknya dan Sehun hanya berjarak beberapa bangku.

Jongin duduk dengan tenang dan mengambil handphone serta earphonenya lalu menyalakan lagu yang ia suka. Sampai ada seseorang yang menarik bangku sebelahnya – bangku Chen – dan duduk disana. Jongin menengokkan kepalanya dan ia langsung membelalakkan matanya saat ia melihat Sehun duduk disana . Jongin yang tidak ingin memperdulikan Sehun kembali focus pada lagunya sampai ia tidak sadar jika ia sedikit bersenandung dan ia juga tidak menyadari jika Sehun sedang tersenyun kecil.

PUK

Jongin merasa ada sebuah kepala yang jatuh dibahunya . Jongin menengokkan kepalanya untuk melihat.

"biarkan seperti ini sebentar saja aku sangat mengantuk dan bersenangdunglah seperti tadi ,lagu yang kau senandungkan terdengar indah"ujar Sehun sambil memejamkan matanya. Jongin yang mendengar ucapan Sehun hanya bisa diam mematung . apa ia tidak salah dengar? Sehun yang selama ini terlihat dingin padanya berbicara begitu?

Tak lama kemudian terdengar deru nafas yang teratur. Oh Sehun tertidur di bahu Kim Jongin yang sepertinya juga mulai mengantuk . Jongin pun tertidur dengan posisi yang kurang nyaman karena bahunya terasa sangat berat.

Selang beberapa lama setelah Jongin tertidur Sehun terbangun . Sehun yang melihat Jongin seperti tidak nyaman dengan posisinya memindahkan kepala Jongin ke bahunya . Sehun tersenyum sambil mengelus surai Jongin, ia sudah lama menyukai Jongin tapi entah mengapa ia sulit mengekspresikan perasaannya , Sehun itu orang yang introvert.

PUKUL 07.00

Itu berarti Jongin sudah tertidur selama satu jam di bahu Sehun .

"eunghh" Jongin meleguh ."jam berapa ini?"Tanya Jongin pada siapa saja .

"ini jam tujuh " jawab seseorang dan Jongin baru menyadari jika ia tertidur dibahu seseorang . eh? Bahu seseorang? Jongin melotot .

"ah,,, maafkan aku Sehun" Jongin meminta maaf pada Sehun saat tahu ia tertidur dibahu Sehun.

"tak apa"balas Sehun, ia pun kembali ketempat duduknya yang semula .

CKLEK

Seseorang masuk ke kelas . Jongin segera mengalihkan pandangannya kepada orang yang tadi memasuki kelas. Jongin tersenyum saat Luhan berjalan memasuki kelas sambil tersenyum dan sedikit menganggukkan kepalanya sebagai tanda salam pada Jongin begitu juga kepada Sehun. Namun, Sehun hanya membalas sapaan itu dengan wajah datar tanpa ekspresinya.

Jongin melihat Luhan berjalan kearah bangku Sehun . Luhan berjalan sambil tersenyum ,ia terlihat seperti ingin mencairkan suasana diantaranya dan Sehun . Namun, Sehun hanya mengedikkan bahunya dan pergi begitu saja meninggalkan Luhan. Jongin yang melihat Luhan sedih berinisiatif untuk menghampiri Luhan , ia tidak tega pada Luhan.

"hey sudahlah jangan cemberut begitu"ujar Jongin tanpa menghiraukan hatinya yang juga sakit karena adegam Luhan yang mendekati Sehun. Luhan mengangguk pada Jongin lalu pergi entah kemana meninggalkan Jongin yang sendirian di kelas. Jongin cemberut ia tahu pasti Luhan sedang mengejar Sehun.

CKLEK

Seseorang kembali memasuki kelas. Jongin tersenyum sumringah saat melihat orang itu adalah Suho , temannya sekaligus hyungnya.

"SUHO HYUNGIEE,akhirnya kau datang yaampun aku sudah disini sejak pagi dan hanya ada satu orang disini "curhat Jongin .

"ai… Okay Jong, nanti dulu ceritanya aku mau menaruh tasku kau ini , bahkan sekarang aku masih berada didepan pintu"ujar Suho .

"hehehe,maaf"

"oh iya jong kata Chen hari ini ia tidak masuk sekolah " ujar Suho .

"oh? Wae?" Tanya Jongin .

"katanya ia akan ke Busan , neneknya sakit"jawab Suho.

"oh begitu yasudahlah"

Percakapan merekapun terus berlanjut sampai kelas yang tadinya kosong dan sepi sudah mulai ramai karena obrolan para murid.

KRINGG…..KRINGG…..KRINGG

Bel masuk berbunyi ,guru yang mengajar pelajaran pertama juga sudah memasuki kelas. Sekarang mereka diberi tugas untuk mengerjakan pekerjaan kelompok yang membutuhkan 4 orang anggota . Jongin sih sudah pasti akan satu kelompok dengan Suho,Baekhyun dan Chen . Namun, hari ini Chen tidak masuk dan mereka kekurangan satu orang anggota .

"Boleh aku sekelompok dengan kalian?"Tanya seseorang .

"ah Sehun? Seius kau mau sekelompok dengan kami? Tidak biasanya" Ujar Baekhyun tanpa menatap Sehun karena ia sedang sibuk dengan Handphonenya. Sehun tidak menjawab pertanyaan Baekhyun ia hanya menatap Suho dan Jongin dengan tatapan bertanya apa boleh ia masuk kelompok mereka.

"ah yasudah boleh kok boleh" Jawab Suho.

"bagaimana dengan Chen, hyung?" Tanya Jongin . Sebenarnya ia juga senang bisa sekelompok dengan Sehun tapi , bagaimana dengan Chen nanti.

"kau tidak dengar kata Lee saem ? kita hanya boleh mengambil anggota kelompok dari murid yang masuk hari ini" Ujar Suho. Jongin mengangguk mengiyakan ia baru ingat tadi Le saem yang killer menyuruh begitu . Jika ia tidak menuruti bisa-bisa ia digantung oleh guru itu.

"yasudah Sehun duduklah disamping Jongin" Ujar Suho ramah . "hey Baek jangan hanya bermain game kau ini' Suho memperingatkan Baekhyun.

"ne ne "Jawab Baekhyun

"Jongin ,, Sehun ,, kalian cari materi tentang ini ya "Perintah Suho.

"ne " Jawab Sehun dan Jongin.

Sekarang mereka berempat tengah larut pada tugas mereka . Sehun sesekali melirik wajah Jongin yang terlihat serius.

'ia lucu juga' Batin Sehun. Ia tidak sadar bahwa ia sedang tersenyum. Jongin yang merasa diperhatikan menengokkan kepalanya kearah Sehun yang sedang menatapnya sambil tersenyum . Jongin menyeringitkan alisnya bingung.

"kau kenapa?"Tanya Jongin menyadarkan Sehun.

"e-eh?"

TBC

Maaf gak jelas.