Last chap:
"Hari ini kalian akan memiliki seorang teman baru. Saya harap kalian bisa membantunya agar kerasan di sekolah" kata Iruka sensei pada murid-murid di kelas Naruto. Deg! Naruto kaget sekaligus bersemangat. Siapa dia? Apa dia Sasuke Uchiha, anak di depan rumahnya itu?


Broken Vow by Tinta Hitam

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Spesial Fic For: Kuas Tak Bertinta

Terinspirasi dari Flipped. Such a great teenage movie.


Konohagakure, 22 Juni

Pintu kelas terbuka perlahan, semua anak di kelas terlihat antusias, beberapa anak bahkan berdiri dari kursinya. Seorang anak laki-laki berjalan bersama kepala sekolah, Tsunade.

"Ekhem, mohon perhatiannya sebentar dulu, harap tenang, itu yang berdiri berdiri tolong duduk ya. Ya, selamat pagi anak-anak, mulai hari ini kita kedatangan murid baru. Saya harap kalian mau membantu dia. Nah, ayo perkenalkan dirimu, jangan malu malu"

Anak baru itu melihat ke sekeliling kelas dengan tatapan malu malu.

"Perkenalkan, namaku Gaara. Mohon bantuannya. Terima kasih."

"Terima kasih Gaara untuk perkenalannya. Nah, sekarang kamu bisa duduk di sana" tunjuk Iruka sensei.

Gaara menggangguk dan segera menuju ke tempat duduknya. Pojok dan dekat dengan jendela. Iruka sensei pun langsung memulai pelajaran pertama pagi itu, Bahasa Jepang. Dengan diam dan hati-hati, Gaara mengeluarkan alat tulis dan bukunya dari dalam tas. Satu dua anak yang duduk di sampingnya, masih asyik melihat kearahnya. Bahkan ada seorang anak yang malah tidaj memperhatikan Iruka sama sekali. Anak itu, Naruto.

Naruto's POV:
Aku benar benar bersemangat. Hari ini sepertinya penuh dengan kejutan!

Dan yaaak itu dia anaknya! Eh tapi tapi… yah…. Kupikir dia Sasuke… sangat mengecewakan.

Dia bernama Gaara, anaknya sedikit aneh. Perkenalannya sangat singkat sekali. Tanpa basa basi sedikit pun. Sepertinya dia anak yang pendiam. Tasnya terlihat berat, memang apasih yang dia bawa? Mainan? Komik? Hmm mungkin dia bawa bekal yang banyak.

Eh eh lihat itu,

Wuaah,

Anak ini punya kotak pensil mahal dan masih kelihatan baru, makanya dia sangat berhati hati mengeluarkannya. Aku juga melihat ke arah separunya. Sepatunya juga masih baru, kelihatan benar karena masih hitam dan mengkilap, tanpa goresan.

Pelajaran Bahasa Jepang hari itu terasa tidak penting. Padahal, aku sangat senang pelajaran ini. Maafkan aku ya Iruka Sensei, karena tidak memperhatikanmu hari ini!

"Aku pulaaang!" teriakku sambil menyandarkan sepeda ke dinding.

Eh?

Kenapa rumah Sasuke ramai sekali? Ada apa?

"Jangan teriak teriak begitu dong. Datang-datang malah berteriak, bukannya mengucapkan salam." ucap Otou-san yang sedikit mengagetkanku.

"Otou-san, kenapa rumah itu ramai sekali?" tanyaku.

"Oh mereka sedang mengadakan open house sepertinya, mereka kan baru pindah."

"Kenapa kita tidak datang juga? Apakah tidak diundang?"

Otou-san hanya mengangkat bahu, lalu masuk ke dalam pick up, mobil keluarga kami.
"Aku akan pergi sebentar. Kau disini, di rumah saja bersama Kaa-san"

Tak kujawab, aku hanya diam.

Makan malam tiba. Di rumah hanya ada Kaa-san, aku dan kedua kakakku. Biasanya ketika makan malam, aku banyak bercerita tentang bagaimana tadi aku di sekolah. Tapi kali ini aku tidak banyak bicara. Aku hanya menanggapi sedikit ketika ibu bertanya ini itu. Malam itu kami ditemani oleh suara ramai di rumah sebrang. Inilah yang membuatku tidak banyak bicara, rasa ingin tahuku pada rumah sebrang, rumah Sasuke.

Huft aku lelah. Pr membuat karangan mengarang membuat tanganku lelah. Maklum, karangan yang dibuat harus 2,5 halaman penuh dan aku pun tidak padai mengarang. Tapi aku ingat, aku belum menutup jendela kamar. Aku selalu menutup jendela dan gorden kamarku sebelum aku tidur karena aku selalu membukanya all the day.

Saat aku hendak menutup jendela, aku sempatkan diriku melihat rumah Sasuke. Barangkali, aku bisa melihatnya kan?

.

.

.

Deg

Deg.

.

.

Itu Sasuke. Dia terlihat imut Dan dia sedang berbicara dengan seorang cowok. Ya ampun, Sasuke itu tidak hanya imut, dia juga tampan dan tidak bosan untuk dipandang.

Aku memincingkan mataku, hari sudah gelap tak berbintang, aku ingin melihat lebih jelas.

LHO?! LHO?!

TBC


Halo halo! Mohon maaf lahir batin dulu yaaa. Tinta Hitam balik lagi ke fanficyion world nih hehe. Maaf ya kalua misalnya updatenya lama banget dan udah ditinggal dari tahun 2013 juga kan. Maaf ya kalau ceritanya cheesy, updatenya ga panjang dan ga banyak dialognya. Masa SMA melelahkan sih guys. Jadi harus terpaksa meninggalkan fanfiction, tapi sekrang udah lulus jadi bisa yeyeye dulu. Buat yang masih SMP SMA semangat ya, beberapa hari lagi tahun ajaran baru kan ^^

Untuk readers, semoga fic ini bisa menghibur ya. Saran dan kritik sangatlah ditunggu dan dibutuhkan!

Mind to Review?