Seregios Dissenter's Curse

Disclaimer:
Super Smash Bros ©Nintendo
Monster Hunter ©CAPCOM
Warning: OOC, tidak jelas, kemungkinan plot hole…


Chapter 2: Blond Haired Thousand Blade Wyvern

"Bagaimana ini, Robin? Shulk sama sekali tidak ditemukan.. padahal hari sudah malam.." kata Lucina khawatir.

Ya malam itu, semua Smash Fighter mendapatkan "tugas mendadak", yaitu mencari Shulk. Hari sudah larut malam, akan tetapi dia sama sekali tidak ditemukan.

"Aku takut jika Shulk tidak dapat ditemukan..." kata Lucas semakin ketakutan.

"Tapi, dia bisa pulang sendiri kan?" kata Ness mencoba menenangkan Lucas yang ketakutan.

"Mario, kalau kita mencarinya dilanjutkan besok, bisa kan?" tanya Megaman, menggunakan mata-nya sebagai senter.

"Hm... tadinya aku tidak mengizinkan kalian untuk mencarinya keesokan harinya. Cuman karena sudah terlalu larut malam, ya sudah kalian lanjutkan besok saja ya?" kata Mario.

"Terima kasih, Mario!" kata Megaman, sekaligus mengajak Ness dan Lucas untuk kembali ke Smash Mansion.

"Anu... Mario... Aku dan Link juga mau balik ke mansion deh, boleh ya?" kata Marth.

"Aku juga!" kata Sonic tidak sabaran.

Karena banyaknya Smash Fighter meminta untuk kembali ke mansion, akhirnya Mario memutuskan untuk kembali bersama mereka. Meskipun sebenarnya Mario sangat berat karena Shulk belum ditemukan sama sekali. Dia berharap pemuda berambut pirang itu dapat kembali dengan sendirinya.


Keesokan paginya, Shulk terbangun. Dia menyadari kalau dia ketiduran di dekat danau. Dia pun memutuskan untuk kembali ke Smash Mansion, namun tiba tiba saja dia merasa tubuhnya lebih berat. Dia pun melihat tangannya yang dipenuhi sisik dan memiliki sayap. Dia juga melihat ekor yang dapat bergoyang. Suaranya menjadi sangat aneh, bersuara monster dan tidak dapat berbicara bahasa manusia. Dia pun menutup mulutnya dan tidak yakin kalau itu suaranya. Kemudian dia pun bercermin di danau dan dia menjadi kaget bukan main!

"GRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!"

Raumannya membuat banyak burung berterbangan dari balik pohon karena suaranya.

"Bagaimana ini...? Aku jadi monster sungguhan? Bagaimana bisa aku pulang ke Smash Mansion dengan wujudku sekarang? Ini pasti karena sisik misterius itu! Sisik itu telah mengubahku menjadi monster seperti ini!" kata Shulk panik dalam hati. Karena dia tidak dapat berbicara bahasa manusia dalam wujud monster, sebagai gantinya dia berbicara dalam hatinya.

"Hey, di sana ada Seregios di tepi danau! Mau kita apakan Seregios itu?" kata seorang hunter laki laki berambut merah gelap yang bernama Rayl.

Rayl adalah seorang hunter veteran. Dia sudah berpengalaman menjadi monster hunter selama 5 tahun. Dulunya, Rayl hanyalah seorang pemuda biasa saja, sampai suatu hari, keluarganya diserang oleh Elder Dragon. Elder Dragon itu tidak hanya menyerang keluarganya, tetapi juga desa tempat dia tinggal. Rayl sempat melarikan diri berkat adanya seorang hunter yang memiliki misi membunuh Elder Dragon tersebut. Sayangnya, keluarganya dan hunter yang menyelamatkannya dibunuh oleh Elder Dragon tersebut. Hal tersebut memotivasikan Rayl untuk menjadi hunter, untuk membalas dendam dan ingin membunuh Elder Dragon tersebut yang sudah membunuh keluarganya dan hunter yang menyelamatkannya.

"Seregios..? Maksudmu aku? Aku ini Seregios?" kata Shulk tidak percaya. Ternyata Rayl melihatnya dari jauh dengan menggunakan binocular dan kebetulan menemukannya di danau.

"Kata Guildmaster, kita boleh menangkapnya atau membunuhnya.." kata seorang hunter wanita berambut pink muda yang panjang bernama Xerenne.

Xerenne adalah seorang hunter wanita. Berbeda dengan Rayl, Sashenka, dan Alainn yang merupakan Blademaster, Xerenne adalah tipe gunner. Awalnya Xerenne adalah Blademaster, namun karena dia "terlalu penakut" ketika mendekati monster, dia memutuskan untuk menjadi gunner, membantu para hunter lainnya dengan jarak jauh. Dia juga sering membawa beberapa horn untuk menyembuhkan teman temannya atau menaikkan pertahanan mereka. Alasan Xerenne menjadi hunter adalah membalas dendam karena rumahnya hancur diserang monster. Dia berteman dengan Rayl dan sering berburu bersama.

"Baiklah, apa perlu kita bunuh saja? Aku butuh bahannya untuk dijadikan senjata baru..." kata Rayl sambil mempersiapkan Switch Axe miliknya.

"Baik! Aku juga butuh bahannya juga!" seru Xerenne sambil mempersiapkan Heavy Bowgun miliknya.

Mendengar perkataan Rayl dan Xerrene dari kejauhan, Shulk semakin ketakutan. Dia tidak mau dibunuh hanya karena dia adalah Seregios. Dia pun memutuskan untuk melarikan diri dari danau saat itu juga. Namun dia bingung, bagaimana caranya dia lari? Akhirnya dia mencoba untuk menggunakan kaki belakangnya dan merangkap dengan cepat. Namun karena Rayl dan Xerenne semakin mendekat. Dia pun menyadari satu hal: dia punya sayap di kedua tangannya. Akhirnya dia pun menggunakan kedua sayapnya dan tubuhnya melayang ke atas. Dia berhasil! Akhirnya diapun mulai terbang dengan kecepatan yang tinggi, melarikan diri dari kedua hunter tersebut.

"Aku bisa terbang! Aku berhasil! Selamat tinggal hunter yang mencoba ingin membunuhku!" seru Shulk sambil menjauh.

"Cih, dia kabur!" kata Rayl kesal.

"Rayl, sebaiknya kita tinggalkan saja quest ini. Seregios itu kabur ke tempat lain sepertinya. Gak ada gunanya kita mengejarnya..." kata Xerenne mencoba menenangkan Rayl.

"Baik, aku akan mengikuti katamu Xerenne. Tapi kalau kita ketemu monster itu lagi, akan kubunuh dia!" seru Rayl.


"Aku tidak percaya akan hal ini….." kata Shulk mencoba untuk menyadari kenyataannya.

Sekarang dia berada di langit, berkat sayapnya dia mampu terbang. Ia sendiri sebenarnya cukup lega, karena dia berhasil kabur dari Rayl dan Xerenne yang mencoba ingin membunuhnya. Namun tetap saja, dia sedih karena dia adalah Seregios, bukan lagi Homs yang dikenal oleh para Smash Fighter maupun kawan kawannya di Colony 9.

"Aku tidak mau seperti ini terus menerus. Aku hanya ingin kembali menjadi wujudku semula, wujud dimana aku bisa bertarung dengan teman teman, Smash Fighter, bersama Monado! Aku harus kembali ke Smash Mansion dan menceritakannya kepada Smash Fighter! Tapi bagaimana caranya?" katanya bimbang.

Namun tiba tiba dia mendapatkan ide. Tiba tiba dia teringat kepada sahabatnya yang berambut putih, mengenakan jubah hitam dan sering membawa buku berisi sihir sihir yang disebut sebagai tome.

"Aku akan berbicara kepada Robin! Dia kan bisa bahasa naga. Aku akan mencoba berbicara dengannya! Semoga saja dia mengerti bahasa Seregios!" kata Shulk bersemangat kembali.

Dia pun akhirnya terbang menuju Smash Mansion, mencari Robin.


Sesampainya di Smash Mansion, Shulk pun memanggil Robin. Namun saking senangnya, dia tidak menyadari kalau dia tidak bisa memanggil nama, melainkan hanya mengaum.

"RAAAAAAAAAAHHHHH!"

Auman itu cukup keras sehingga mengagetkan yang ada di dalam mansion.

"Celaka! Aku lupa kalau aku gak bisa memanggil dalam bahasa manusia! Aku harus melarikan diri sebelum..." Belum sempat Shulk menyelesaikan kata katanya...

"URYAAAA!"
"GRAAAUUU!"

Dia dikagetkan oleh serangan Roy secara tiba tiba!

"Roy?!" seru Shulk kesakitan.

"MARTH! LINK! TOLONG AKU! Ada monster di luar! Siapapun tolong!" seru Roy sambil mengoyang goyangkan Sword of Seals miliknya.

"Tidak, tidak, tidak! Jangan panggil mereka! Ini aku, Shulk! Shulk yang sudah menjadi Seregios! Aku ke sini hanya untuk memanggil Robin! Jangan panggil mereka untuk menyerangku!" seru Shulk.

Naas, karena Roy tidak mengerti apa yang sang monster sisik duri emas katakan, Roy pun menyerangnya tanpa henti. Shulk tidak bisa diam begitu saja, dia pun terpaksa menyerang Roy. Mulanya dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Namun akhirnya dia berhasil memukul Roy hingga Roy kesakitan karena... ekornya.

"Jadi begini rasanya jadi Seregios... menggunakan ekor untuk menyerang musuh. Dan aku punya sisik yang bisa berubah menjadi duri? Ini kesempatan! Aku akan melawannya meskipun tanpa Monado!" katanya.

Beberapa saat kemudian, Marth dan Link pun muncul. Roy pun senang dan meminta agar kedua sahabatnya juga membantunya mengalahkan Seregios itu. Mereka pun setuju dan saling menyerang monster tersebut. Shulk mencoba untuk menghentikan mereka, namun mereka tetap tidak mau mendengar. Akhirnya Shulk menjadi sedikit naik darah, melemparkan duri ke arah ke tiga swordsman tersebut agar mereka berhenti menyerang mereka.

"CTAR! CTER!"
"AAAGGHHH!"
"GAAAKKHH!"
"GYAAAAA!"

Roy, Marth dan Link kesakitan karena tak hanya terkena duri tapi karena duri itu bisa meledak di tubuh mereka.

"Sial! Monster itu kuat sekali!" umpat Roy.
"Ugh, rasanya seperti mau darahan!" keluh Marth.
"Monster macam apa ini? Duri ini membuatku sakit!" kata Link.

"Hey! Ada apa ini ribut ribut?!" tanya seorang swordsman berambut biru yang berotot bernama Ike.

Ike mendengar suara ribut tersebut bersama dengan 2 tactician berambut putih. Tactician satu itu laki laki bernama Robin, dan satu tactician perembuan dengan rambut diikat dua bernama Reflet, untuk membedakan yang versi laki lakinya. Ketiganya menghampiri Roy, Marth dan Link yang sedang bertarung melawan Shulk yang menjadi Seregios.

"Robin!" kata Shulk kegirangan melihat orang yang dicarinya datang.

"Ike, Robin, Reflet! Monster ini sangat berbahaya! Dia melemparkan duri yang bisa meledak apabila tertempel di tubuh kita!" kata Roy kesal sambil mehanan pendarahannya akibat duri Seregios.

"Tidak! Bukan itu maksudku! Aku ingin kalian mengerti apa tujuanku, tapi kalian terus menyrangku!" kata Shulk mencoba menyela pembicaraan Roy, namun tidak didengar.

"Ike, Robin, dan Reflet, maukah kalian membantuku untuk membunuh monster ini?" tanya Roy memohon.

Mendengar perkataan Roy yang meminta Ike, Robin, dan Reflet untuk membunuhnya, Shulk segera berlari dan mencengkram laki laki berambut putih tersebut dengan kecepatan yang tinggi. Setelah itu diapun terbang membawa Robin, meninggalkan Roy, Marth, Link, Reflet, dan Ike.

"Dia kabur dan menculik Robin!" kata Link

"Robin! Tidak! Apa yang harus kita lakukan?" seru Reflet melihat saudara kembarnya diculik monster tersebut.

"Kita panggil semua Smash Fighter dan rencanakan untuk mengejar dan membunuh monster berduri itu!" seru Roy murka.


"Apa yang kau lakukan?! Mengapa kau tiba tiba menculikku?!" seru Robin memarahi Shulk yang membawanya ke langit.

"Kau harus mengerti! Aku menculikmu karena aku membutuhkan pertolonganmu!" jawab Shulk menderu dalam deruan Seregios.

"Membutuhkan pertolongan... dariku?" kata Robin yang terheran akan jawaban sang monster. Dia heran mengapa ada monster yang meminta pertolongan kepada manusia.

Sesampainya di padang gurun yang luas, Shulk mendarat di sebuah area yang kecil dan berteduh. Dia pun membuka mulutnya.

"Robin, dengarkanlah aku! Ini aku Shulk, sahabatmu! Aku sudah berubah menjadi monster berduri yang disebut sebagai Seregios," kata Shulk mengaku. Pengakuan itu membuat Robin kaget setengah mati.

"Shulk? Bagaimana bisa kau menjadi seperti ini?" kata Robin tidak percaya sambil memegang dagu bawah monster tersebut, lalu mengelus kepalanya dengan lembut.

"Ini karena sisik misteris yang aku temukan ketika aku bertarung di Gaur Plains. Awalnya kekuatanku jadi 10x lipat dan bisa mengalahkan lawanku hanya dalam satu serangan. Bagus? Tidak sama sekali. Perlahan lahan, tubuhku mengalami perubahan yang aneh. Badanku perlahan lahan bersisik. Lalu dilanjutkan dengan tumbuhnya ekor, tanduk dan bahkan sayap! Kau masih ingatkan dengan perkataanku kalau aku jerawatan dan menyuruhku untuk memakan sayur? Nah sebenarnya aku berbohong. Aku tidak jerawatan, tapi wajahku bersisik. Aku melakukannya supaya kau jangan mengkhawatirkanku terus menerus. Karena takut jika semua orang akan kaget melihat tubuhku yang besisik, aku melarikan diri dari Smash Mansion. Keesokan harinya, aku benar benar sudah menjadi monster sepenuhnya. Sebelum Roy, Marth dan Link, sudah ada 2 orang yang disebut sebagai 'Monster Hunter' yang mencoba ingin membunuhku. Kedua hunter itu mengatakan kalau aku ini Seregios. Karena aku tidak ingin dibunuh, akupun melarikan diri berkat sayapku ini. Aku pun mencarimu karena aku bingung, bagaimana caranya aku kembali menjadi Homs? Aku betul betul merindukan Smash Mansion, Smash Fighter, teman temanku di Colony 9, Monado, dan bahkan.. kamu, Robin..." kata Shulk bercerita dengan ekspresi yang sedih.

"Persahabatan, kekuatan, kesadaran, ikatan bisa mematahkan kutukan, Shulkgios.." kata Robin. "Kalau kita berbicara kepada Smash Fighter dan kedua hunter tersebut, mereka pasti mengerti dan mereka tidak akan menyakitimu..."

"Terima kasih Robin! Sebentar.. apa maksudmu kau memanggilku 'Shulkgios'?!" kata Shulk sedikit jengkel dengan panggilan baru dari Robin.

"Karena kau sudah berubah menjadi Seregios, maka aku akan memanggilmu 'Shulkgios'..." kata Robin dengan nada bercanda, yang mengakibatkan kejar kejaran antara tactician berambut putih dengan monster bersisik duri emas berambut pirang.


Shulk dan Robin akhirnya memutuskan untuk kembali ke Smash Mansion dari area padang gurun untuk berbicara kepada Smash Fighters. Namun tiba tiba...

"GRAAAAAAAAAAHHHHHH!"

Robin pun terjatuh dari punggung Shulk! Rupanya, mereka tidak menyadari adanya perangkap listrik yang berada di daerah tersebut. Shulk menjadi tidak berdaya!

"Shulk! Apa yang terjadi padamu?!" tanya Robin khawatir.

"Perangkap! Siapa yang memasangnya di sini?! UGH! Tolong..." kata Shulk kesakitan.

"HEY! ITU DIA SEREGIOS YANG KABUR TADI!" seru pemuda berambut merah gelap yang tak lain adalah Rayl. Tak hanya Rayl saja. Di sana ada Xerenne serta Sashenka dan Alainn.

"Lho? Tapi kenapa ada manusia di dekat monster itu?" tanya Sashenka heran.

"Sashenka, kemungkinan besar manusia itu diculik oleh Seregios. Sepertinya dia membutuhkan pertolongan kita.." jawab Alainn.

"Baik, jadi kita akan menyelamatkan manusia itu dan bunuh Seregios! Aku butuh bahannya!" seru Xerenne yang ternyata dia yang memasang shock trap di area tersebut.

"BUNUH SEREGIOOOOOSSS!" seru Rayl memberikan aba aba kepada ketiga hunter tersebut, memulai aksi perburuan mereka.

"Ini tidak bagus!" seru Shulk mendengar keempat hunter itu ingin membunuhnya. "Robin, apa yang harus kita lakukan? Tolong aku!"

"Aku akan mencoba menghentikan mereka, Shulk. Sekali pun aku menggunakan kekerasan!" kata Robin sambil mempersiapkan Levin Sword dan Tome miliknya. "Time to tip the Scales!"

Kemudian, Robin pun berlari menghampiri keempat hunter tersebut. Lalu dia melancarkan beberapa tome untuk menghentikan mereka.

"ARCFIRE!"

Keempat hunter tersebut menghindari serangan tersebut.

"Ugh, api darimana itu?" kata Alainn.

"Tunggu sebentar... tadi dia bersama dengan Seregios lalu dia datang mengeluarkan api dari tangannya. ASTAGA! Jangan jangan sebenarnya manusia itu mau melindungi monster itu?" kata Sashenka sadar akan aksi Robin barusan.

"Cih, jadi kita akan berhadapan dengan 1 manusia? Kita jadi dibuat repot sekarang!" hardik Rayl.

"Ini rencana kita. Kalahkan dulu manusia rambut putih itu, lalu kita bersama sama bunuh Seregios!" seru Xerenne.

Kemudian mereka memulai rencana yaitu mengalahkan Robin. Dia pun mencoba untuk tidak gugup meskipun harus berhadapan dengan 4 manusia yang ingin mengincar sahabatnya. Akhirnya dia menggunakan Levin Sword dan adu pedang-pun beraksi!

"Ugh, pedang macam apa itu? Aku tidak pernah melihat pedang itu sebelumnya!" kata Alainn.

"Seperti Dual Blades tanpa satu pedangnya lagi!" kata Sashenka.

"Hentikan, hunters! Jangan kalian bunuh Seregios itu!" seru Robin memohon.

"J-Jangan dibunuh? Apa maksudmu?!" kata Alainn.

"Cih, banyak omong!" hardik Rayl.

Ketiga Hunter Blademaster itu tidak mengindahkan perkataan Robin. Mereka terus menyerang pemuda berambut putih itu. Akhirnya Robin "mengunci" ketiga Hunter Blademaster itu dengan tome Noseferatu!

"Ugh... aku merasakan hawa yang aneh..." kata Alainn.

"Apa ini kekuatan gelap?" tanya Sashenka

"Hey! Lepaskan aku! Kau ini mau apa?!" seru Rayl.

Robin pun membuka mulutnya, mengaku. "Dengarkan aku, hunter! Seregios yang kalian hadapi bukanlah Seregios yang sering kalian lawan!"

"Apa maksudmu... Seregios yang bukan kami lawan sebelumnya?" tanya Rayl

"Seregios ini adalah seorang manusia. Asal kalian tahu saja, Seregios ini adalah sahabatku, Shulk. Dia berubah menjadi Seregios setelah dia memegang sebuah sisik misterius. Dia mencari cara untuk mematahkan kutukannya..." kata Robin mengaku. Cerita Robin membuat keempat hunter itu kaget.

"Jangan jangan... Legenda Seregios Dissenter terkutuk itu terulang lagi..?" kata Sashenka.

"Tidak bisa kupercaya..." kata Rayl.

"Jadi kamu mati-matian melindungi Seregios karena dia sahabatmu? Baiklah, kami meminta maaf..." kata Alainn sambil menyarungkan kembali senjatanya.

Keempat hunter itu akhirnya melepaskan trap tersebut, dan Shulk bebas. Robin juga bertanya dengan respon Sashenka mengenai 'Legenda Seregios Dissenter terkutuk' tersebut. Akhirnya Sashenka mulai menceritakan legenda tersebut. Namun setelah Sashenka menyelesaikan cerita tersebut, Shulk diserang kembali, dari belakang dan di atas!

"SKEEEEEEEHHHH!"
"Ada apa ini?" tanya Alainn.
"Roy!" seru Robin.

"Itu monster yang tadi! Aku kesini untuk menyelamatkanmu, Robin! Sekaligus aku ingin membalas dendam!" seru Roy yang datang bersama seluruh Smash Fighters.

Kemudian, Lucina pun berlari dan menghampiri Robin. Wajah Lucina menunjukan kekhawatirannya sekaligus senang karena ternyata Robin baik baik saja.

"Robin! Kamu tidak apa apa kan?" tanya Lucina

"Lucina? Kenapa kau ada di sini?" tanya Robin berbalik tanya.

"Aku ke sini karena aku khawatir akan keadaanmu. Kamu diculik monster kan? Monsternya ada di depanku?" kata Lucina.

"Monster? Maksudmu Seregios? Kau salah, Lucina. Aku tidak diculik, Seregios ini meminta bantuan dariku. Asal kau tahu, Seregios ini sebenarnya Shulk yang terkena kutukan akibat memegang Seregios Dissenter..." jelas Robin.

"SHULK?! Maksudmu dia sudah berubah menjadi Seregios?!" kata Lucina tidak percaya

"Iya, Lucina aku mohon. Jangan sakiti dia, dia hanya ingin menjadi Homs kembali..." kata Robin sambil memohon.

Mula mula Lucina memikirkan permintaan Robin. Namun akhirnya permintaan tersebut membuat Lucina luluh. Akhirnya diapun melangkah, berpihak kepada Robin dan Shulk.

"Aku akan melindungi dan mengubah takdir monster ini.. Aku tidak mau monster ini terbunuh..." kata Lucina sambil mengelus dagu Seregios.

"Skiiii..." kata Shulk pelan.

Namun melihat Lucina yang berbalik kepada Seregios, Roy menjadi kesal. Dia tidak ingin Lucina akan melawan seluruh Smash Fighter hanya karena berpihak kepada Seregios. Kemudian diapun menghampiri Lucina.

"Huh, jadi kamu berpihak kepada monster yang sudah hampir membunuhku daripada aku, Lucina?" kata Roy.

"Roy, bukan itu maksudku. Kamu jangan menuduhku sembarangan! Memangnya kamu punya bukti yang cukup kuat mengenai monster ini?!" kata Lucina sewot, tidak mau kalah.

"CIH! Sudah memang ini takdir kalau aku memang membencimu, Lucina! Dulu kamu sudah mengambil jatahku untuk kembali ke arena Smash Bros., dan sekarang setelah aku kembali kamu masih tetap berpihak kepada seekor monster?" fitnah Roy dengan nada yang tinggi.

"Roy! Tapi…"

Belum sempat Lucina membela diri, Roy mendorong Lucina dari depan sehingga dia terjatuh.

"Agh!" seru Lucina.

"LUCINAAAAAAAAAA!" seru Robin sambil berlari menghampiri anak perempuan Chrom yang terjatuh itu.

-Bersambung-


Sizu's Notes:

Aku tidak menyangka chapter ini wordnya lebih sedikit jika dibandingan chapter sebelumnya...

Yap chapter terbaru sudah rilis! Aku akan mengomentari sedikit mengenai chapter terbaru fanfic ini...

Yap, 2 hunter baru yang diperkenalkan dalam chapter ini adalah Rayl dan Xerenne. Mereka juga teman satu tim dengan Sashenka dan Alainn. Rayl yang haus akan balas dendam terhadap semua monster, dan Xerenne si hunter penembak. Mengenai Sashenka, Alainn, Rayl dan Xerenne yang berburu bersama di padang pasir (Dunes), Sashenka dan Alainn mengajak mereka berdua secara offscreen.

Dalam chapter ini, semua kata kata yang diucapkan Shulk (kecuali raungannya) menggunakan italic. Itu dikarenakan ketika dia menjadi Seregios, dia tidak dapat berbicara bahasa manusia dan hanya menderu. Sebagai gantinya, kata kata yang di italic itu adalah kata kata dalam hatinya. Itu artinya, kata kata yang di italic itu adalah terjemahan dari raungannya. Oh iya, untuk membedakan Seregios Shulk dengan Seregios lain adalah, Seregios Shulk masih memiliki rambut pirangnya. Ya hanya saja sepertinya para hunter tidak mempedulikan perbedaan tersebut... Mengenai Robin yang bisa mengerti bahasa naga, sebenarnya itu perandaian jika Robin menjadi 'Manakete' class.

Sebelumnya, aku meminta maaf apabila aku menjadikan Roy sebagai tokoh antagonis dalam fanfic ini. Aku tidak membenci Roy kok, sungguh!

Dan aku minta maaf jika fanficnya makin gaje, OOC, garing, dan lain lain...

-Sizu