Seregios Dissenter's Curse

Disclaimer:
Super Smash Bros ©Nintendo
Monster Hunter ©CAPCOM
Warning: OOC, tidak jelas, kemungkinan plot hole…


Chapter 3: Two Seregioses, Different Fates

"Agh!"
"LUCINAAAAAAAAAA!" seru Robin sambil berlari menghampiri anak perempuan Chrom yang terjatuh itu.
"Kasar sekali!" kata Peach sambil menutup matanya.
"ROY!" kata Ike dan Marth.
"HMPH!" ejek Roy sinis.

Melihat Lucina didorong kasar sekaligus diejek oleh Roy, Robin berlari menghampirinya. Namun terlambat. Lucina terjatuh ke tanah berpasir itu. Melihat hal tersebut, tiba tiba saja Shulk mulai mengeluarkan air matanya.

"Skiii...skiii..." isak Shulk.
"Shulk... kau menangis?" kata Robin heran melihat monster berduri emas itu menangis.
"Shu…lk? Mengapa?" kata Lucina yang mencoba untuk bangkit.

Monster sisik duri emas itu menarik nafasnya, bersiap untuk mengeluarkan suaranya sekeras mungkin.

"GRRRRRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH!" jerit Shulk yang mengembangkan sisik sisik berdurinya hingga seperti sebuah pinus. Kalau diterjemahkan, artinya "AKU AKAN MEMBUNUHMUUUUUUU!"

Rupanya Shulk sudah tidak tahan lagi dengan sikap dan kelakuan Roy yang semakin kasar. Tidak hanya ingin membunuhnya, tetapi Roy juga kasar kepada orang lain termasuk Lucina.

"Keras sekali aumannya.." kata Pit sambil menutup telinganya.
"KH! Apa sih yang dia mau?" tanya Ryu.
"Keras sekali... bahkan aumannya lebih keras daripada Tigrex, Brute Tigrex atau Molten Tigrex.." kata Alainn yang teringat akan Tigrex, salah satu monster dengan auman yang keras yang dapat menghasilkan kerusakan yang cukup serius.

Kemudian Shulk terbang dan mulai menendang Roy. Pertempuran antara manusia melawan monster pun terjadi. Ini kesempatan bagi Robin dan Lucina untuk menyadari semua Fighters bahwa monster yang dihadapi Roy adalah Smash Fighter berambut pirang dengan pakaian merah-hitam yang memegang 'Monado', Shulk yang dikutuk menjadi Seregios. Sementara Roy melompat dan menyerang menggunakan 'Sword of Seals'. Shulk tidak mau kalah. Dia mulai terbang dan menendang di udara kesana kemari, berharap tendangannya mengenai Singa Muda itu. Namun gerakan Roy jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Hal ini menyebabkan monster tersebut terpaksa menghindar sambil melempar duri, namun Roy menghindarinya.

Sementara itu Robin dan Lucina memberitahukan kepada seluruh Smash Fighter agar mereka jangan ikut ikutan menyerang monster tersebut. Sashenka, Alainn, Rayl, dan Xerenne juga ikut membantu Robin dan Lucina. Satu per satu, seluruh Smash Fighter mulai menyadari dan mempercayai omongan Robin dan Lucina termasuk Marth dan Link yang semula pernah menyerang Seregios, kini mereka menyadari bahwa monster yang mereka serang adalah Shulk. Bahkan Ike meminta siapapun untuk menghentikan Roy dan menyadarkannya. Hal itu disetujui oleh seluruh Smash Fighter.

Sementara itu, Roy berhasil menjatuhkan Shulk dengan cara memukul kakinya dan dia menjadi tidak berdaya!

"Ugh... Aku... tidak bisa bangun..." kata Shulk lemas.

"Ucapkan kata kata terakhirmu, monster duri emas..." ancam Roy sambil menyiapkan jurus mematikannya, Flare Blade.

"TIDAK! Justru kau yang harus mengucapkan kata kata terakhirmu, karena kamu ngomong dan berbuat seenaknya sendiri!" geram Shulk.

"KAU MONSTER YANG KERAS KEPALA! FLARE..." belum sempat Roy menggunakan Flare Blade, tiba tiba...

JDER!

Sebuah peluru tepat mengenai pedang Roy. Pedang itu terlempar dari tangan Roy dan jatuh ke tanah, sehingga Roy gagal menggunakan Flare Blade.

"Nice shot, Xerenne!" puji Rayl.

"Aku melakukan ini karena ini memang tugasku sebagai gunner, bukan hanya ingin menyelamatkan Seregios!" kata Xerenne.

"CIH! Padahal tinggal sedikit lagi!" geram Roy.

Marth kemudian berlari dan menghampiri Roy. Kemudian, dia pun menarik kerah baju Roy.

"Roy, kalau kau membunuh Seregios itu, kau tidak hanya berhadapan dengan Robin ataupun Lucina.." ancam Marth.

"Apa maksudmu Marth? Mengapa kau tiba tiba jadi seperti itu?" tanya Roy heran dengan perbuatan Marth yang menarik kerah bajunya.

"Dengarkan aku! Seregios yang kau serang itu adalah seorang Smash Fighter yang tak lain adalah Shulk!" seru Marth.

"Bohong! Tidak mungkin kalau monster ini Shulk! Tidak mungkin dia melempar duri bodoh itu! Dia... dia kabur karena dia terlalu kuat, dan dia membuatku kesakitan hanya dengan satu serangan!" kata Roy keras kepala.

"Kau ini keras kepala ya? SHULK TIDAK KABUR DAN MENGHILANG BEGITU SAJA! DIA JADI TERLALU KUAT KARENA MEMEGANG SISIK MISTERIUS YANG MENYEBABKAN DIA MENJADI SEREGIOS. DAN DIA MENCARI CARA UNTUK MENGEMBALIKAN WUJUD ASLINYA DAN MEMATAHKAN KUTUKAN SISIK ITU, TAPI KAMU MASIH KERAS INGIN MEMBUNUHNYA!" seru Marth dengan nada yang ditinggikan dari biasanya.

Perkataan Marth membuat Roy terdiam sejenak. Kemudian Marth melepaskan kerah baju Roy yang ditariknya. Roy melihat semua Smash Fighter berada di pihak Seregios, termasuk keempat hunter. Sesaat sebelum Roy mengucapkan satu kata, tiba tiba sebuah bayangan mulai menutup langit. Bayangan itu menampakkan hawa hawa kegelapan. Saat mereka melihat ke arah bayangan itu...

"Se-Seregios yang lain?" tanya Luigi ketakutan.

"Fighters, menjauhlah! Seregios yang ini terkena sebuah virus berbahaya yang menjadi frenzy, dan menjadi Apex! Seregios ini adalah Apex Seregios!" seru Sashenka sambil memberikan peringatan.

"Lebih baik kalian pergi ke tempat yang aman, bersama manusia Seregios itu. Biar kami, Monster Hunter yang akan menghadapinya!" kata Alainn sambil mempersiapkan senjatanya yang sudah di gosok dengan Wystone Drive, batu gosok yang konon digunakan untuk melawan monster yang menjadi Frenzy ataupun Apex.

Akhirnya semua Smash Fighter mulai melarikan diri menuju area yang aman. Sementara para hunter yang sudah menggosok senjatanya dengan Wystone Drive, mulai menghadapi Apex Seregios. Pertempuran besar besaran pun dimulai.


Ketika semua Smash Fighter melarikan diri, mereka teringat akan sesuatu.

"Ada yang melihat Roy?" tanya Pit.

"Roy? Dia tidak ada di sini?" kata Marth.

"Aneh, bukannya hunter rambut putih itu bilang kalau semua Smash Fighter harus melarikan diri?" tanya Captain Falcon.

"Tunggu sebentar.. Jangan jangan dia ikut ikutan melawan Apex Seregios?" kata Link curiga.

"Dasar bodoh! Sudah tahu berbahaya, tapi dia malah ingin menghadapinya seorang diri?!" geram Ike.


Sementara itu para hunter sedang melawan Apex Seregios. Sebagai Monster Hunter, melawan monster yang buas seperti tantangan melawan badai. Mau tidak mau, mereka harus menghadapinya selemah apapun mereka. Namun melawan Apex monster itu merupakan tantangan terbesar mereka, selain melawan Elder Dragons. Namun disaat mereka bertarung, Roy muncul dan menyerang Apex Seregios dari atas.

"HEY! Apa yang kau lakukan?!" seru Rayl ketika dia melihat aksi Roy barusan.

"Kau butuh Wystone Drive untuk menghadapinya! Kau pikir pedang berapimu hanya cukup mengalahkan monster yang terinfeksi?!" kata Sashenka.

"Berisik! Aku ingin menunjukkan kekuatanku! Kalau aku tidak boleh membunuh Seregios Shulk, maka aku akan membunuh Seregios yang ini!" bantah Roy sambil mencoba menghunus pedangnya ke arah Apex Seregios. Namun naas, Sword of Seals mantul terhadap monster itu. Apex Seregios itu lebih cepat daripada yang dia kira...


Di area lain tempat Smash Fighter melarikan diri, mereka masih memperdebatkan soal Roy yang menghilang karena mereka mengira dia bertarung melawan Apex Seregios seorang diri. Namun Shulk tiba tiba mengalami sesuatu, seolah olah dia kesakitan.

"Oh tidak! Shulk, apa kau baik baik saja?" tanya Robin khawatir.

"Ugh... kupikir dengan wujudku aku tidak akan bisa melihatnya.. tapi ugh... Vision-ku masih bekerja..." kata Shulk yang matanya berubah menjadi biru terang.

"Meskipun dia menjadi Seregios, dia masih bisa melihat masa depan?" gumam Robin.

"SKEEEEEEEEEEEEEEEEHHHHHHHHHHH!"


Isi Vision Shulk adalah:

"Tidak! Monster itu kuat sekali!" seru Roy

"Hei, bocah! Sudah kubilang, kau itu butuh Wystone Drive untuk mengalahkan Apex Monster itu! Menyingkir! Atau kau bisa celaka!" seru Rayl.

"Tidak! Aku tidak akan menyerah!" kata Roy. "Bersiaplah! Atau..."

Namun Apex Seregios itu mulai mengcengkram Roy ke atas tebing. Namun Roy tampak tidak mau menyerah. Dia berusaha menusuk kaki monster tersebut, namun Apex Monster akan memantulkan senjata para hunter apabila tidak digosok dengan Wystone Drive. Akhirnya diapun meminta tolong. Namun terlambat, Apex Seregios itu menancapkan duri yang dapat meledak, Roy pun kesakitan. Setelah itu dia dibawa ke langit dan dilempar dengan sangat keras. Singa Muda akhirnya tewas secara tragis oleh Apex Seregios.


"Ini tidak bagus, sangat tidak bagus!" seru Shulk. "Aku harus kembali!"

"Apa kau gila?!" tanya Robin

"Dalam visionku, aku melihat Roy akan dibunuh oleh Apex Seregios! Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja! Meskipun dia keras kepala, namun dia tetap membutuhkan pertolongan!" katanya sambil terbang menuju area yang dituju.

"Ini tidak bagus, aku harus memberitahu yang lainnya!" kata Robin. "Sepertinya akan ada pertarungan yang akan menyimpangkan takdir!"


Shulk sampai di area tempat Roy bertarung. Di sana dia melihat keempat hunter berteriak agar Roy menjauh dari monster tersebut. Sesuai dengan vision Shulk, Apex Seregios mulai mengcengkram Roy ke atas tebing. Saat monster tersebut akan menancapkan durinya ke arah pemuda rambut merah yang malang itu, Shulk mempercepat terbangnya dan mendorong tebing itu dengan tubuhnya. Tabrakkan yang keras itu menyebabkan Apex Seregios kehilangan keseimbangannya dan terjatuh, sementara Roy yang ikut terjatuh pun, terangkat kembali oleh Shulk.

"Hey apa yang kau lakukan?!" seru Roy.

"Dengar! Dalam visionku, kamu akan dibunuh oleh monster tersebut. Aku tidak bisa memberiankannya begitu saja, makanya aku datang.." jawab Shulk.

"Roy! Kamu tidak apa apa kan?" tanya Robin, diikuti oleh seluruh Smash Fighter.

"Aku baik baik saja kok!" jawab Roy acuh tak acuh.

"Robin.." kata Shulk. "Tanyakan pada keempat hunter tersebut, bagaimana caranya melawan Apex Seregios... Biar aku yang akan menghadapinya, karena ini adalah pertarungan yang akan menyimpangkan masa depan!"

Robin pun berlari dan bertanya kepada keempat hunter tersebut. Kemudian, keempat hunter itu menyerahkan masing masing batu Wystone Drive.

"Pakailah ini untuk melawan berbagai Apex monster.." kata Sashenka.

"Kami mengerti apa tujuanmu.." kata Alainn.

"Kami mungkin membutuhkannya, tetapi kamu benar benar membutuhkannya.." kata Rayl.

"Ini adalah keberuntunganmu!" kata Xerenne

Kemudian keempat hunter itu menggosok Wystone Drive mereka ke seluruh tubuh Seregios Shulk. Dia merasakan kekuatan yang aneh, namun kekuatan itu berasal dari Wystone tersebut, Wystone yang dapat mempurifikasikan monster yang menjadi Apex. Diapun menantang Apex Seregios dan merekapun mulai beradu kepala.

"Pertarungan besar besaran pun dimulai..." kata Sashenka.

"Pertarungan yang melibatkan 2 Seregios..." kata Alainn.

Saat kedua Seregios itu bertarung, tiba tiba saja Shulk merasakan sesuatu yang aneh dari monster tersebut...

Seseorang.. tolong aku...

"Meminta tolong...?" kata Shulk yang mendengar suara aneh tersebut. Namun karena dia mendengar suara tersebut, dia tidak sadar kalau dia mendapat tendangan dari Apex Seregios.

Skee...
Tolong aku...

"Siapa di sana? Aku mendengar suaramu, tapi itu membuatku tidak fokus bertarung!"

Hajar aku... itu satu satunya cara...

"Me...Menghajarmu? Tapi..."

Cepatlah!

Sebelum Apex Seregios melemparkan durinya, Shulk segera menghindar dan kemudian terbang menabrak Apex Seregios hingga terpental.

Bagus... sekarang hajarlah secepat mungkin…..

Suara aneh itu membuat Shulk sadar, bahwa suara itu berasal dari Apex Seregios. Mulanya dia ragu ragu akan suara aneh yang memintanya menghajar sumber suara itu. Akhirnya dia kembali menyerang Apex Seregios namun Apex Seregios lebih kuat darinya.

Jangan menyerah! Aku tahu virus ini memang kuat, tapi berusahalah untuk mengalahkanku!

Keempat Hunter itu tidak dapat diam. Mereka kembali menggosok Wystone Drive mereka dan ikut membantu Shulk. Dia pun berterima kasih dan saling menyerang Apex Seregios. Apex Seregios lalu mengeluarkan duri ke arah Xerenne yang sedang menembak. Untungnya, Villager datang dan mengantongi duri tersebut.

"Terima kasih banyak!" puji Xerenne yang membuat Villager tersipu.

Tak hanya keempat hunter saja, seluruh Smash Fighter (kecuali Roy) ikut membantu Shulk menjatuhkan Apex Seregios. Namun belum beberapa menit, seluruh Smash Fighter disapu habis oleh Apex Seregios, termasuk keempat hunter. Untungnya disaat genting, Shulk menendang monster yang terinfeksi virus itu sehingga dia kelelahan. Namun Shulk merasakan ada yang aneh dari monster tersebut, seolah olah monster itu ingin berbicara dengannya.

Shulk, ikutlah denganku...


"Di mana...aku?"

Shulk membuka matanya dan melihat sekelilingnya. Aneh, bukan gurun pasir yang dilihatnya melainkan sebuah ruangan yang gelap, tak ada siapapun dan objek di sekitarnya. Dia melihat tubuhnya ternyata berupa tubuh Homs, tapi menjadi hologram. Bukan tubuh dirinya sebagai Seregios.

"Apa aku sudah mati? Tidak, padahal aku baru saja menendang Apex Seregios dan aku merasakan hawa yang aneh darinya..."

"Shulk..."

"Siapa di sana?! Cepat tunjukan dirimu!"

Kemudian, muncullah sosok pria berambut hitam dengan coretan kuning di pipinya.

"Siapa kau?" tanya Shulk.

"Aku adalah Monster Hunter yang hidup sekitar ribuan tahun yang lalu... Asal kau tahu, akulah Apex Seregios yang kau tarung..." kata orang itu memperkenalkan diri.

"Jadi.. kamu yang selama ini memanggilku? Dan kau juga dikutuk menjadi Seregios sebelum aku?"

"Betul... selama ribuan tahun, aku dan teman temanku berhasil mengalahkan Seregios yang dulu dianggap sebagai monster terkuat. Aku menemukan dissenter itu, dan kugunakan untuk dijadikan senjata. Namun aku menjadi aneh, menjadi yang tidak terkalahkan. Saat itu aku ingin mengalahkan Dalamadur seorang diri. Namun ketika bertarung, aku mengalami perubahan yang aneh. Tubuhku dipenuhi sisik dan aku menjadi Seregios. Aku kembali ke desa untuk meminta tolong, namun teman temanku malah menghajarku dan aku hampir mati pada saat itu. Aku pun berpura pura mati dan mereka percaya kalau aku sudah mati. Bertahun tahun kemudian, aku habiskan waktuku menghindari hunter lain dan lebih suka bersembunyi sebagai Seregios. Namun hidupku terasa hampa. Aku sangat menderita. Aku ingin kembali menjadi manusia, namun sudah terlambat. Aku tidak punya cara lain untuk kembali. Semuanya sia-sia. Sampai suatu ketika muncul virus aneh yang berasal dari Gore Magala, satu persatu banyak monster yang menjadi frenzy termasuk aku. Bahkan aku jauh lebih parah dari itu, menjadi Apex Seregios. Aku sudah tidak punya jalan lagi..." cerita hunter legendaris itu sambil berputus asa. "Shulk, maukah kamu mengalahkan Apex Seregios? Aku tahu ini ide yang cukup gila, tapi ini satu satunya harapan terakhir sebelum aku menjadi terror bagimu dan juga seluruh hunter lain..."

"Harapan terakhir..." kata Shulk. "Kalau aku berhasil, apakah aku akan menjadi Homs kembali?"

"Mungkin... tapi kau akan berusaha..." kata hunter legendaris.

"Baik, aku akan mengalahkan Apex Seregios!" seru Shulk meyakinkan diri.


Seregios Shulk langsung tersadar dari alam bawah sadarnya dan kemudian cepat cepat mengambil tindakan. Dia pun menghampiri Apex Seregios dan mengcengkramnya ke atas langit yang tinggi. Dia tahu ini satu satunya cara terakhir untuk mengalahkan Apex Seregios, sekaligus mengembalikan harapan si hunter legendaris. Dia tidak peduli apakah dia akan kembali menjadi Homs atau tidak, tapi ini cara terbaiknya sekaligus cara terakhir.

"Apa yang akan dia lakukan?" tanya Samus.

"Jangan bilang kalau dia ingin menjatuhkan Apex Seregios di atas langit!" kata Robin.

"Aku akan melakukan ini. Aku tahu ini sangat beresiko bagiku. Tapi aku akan melakukan ini demi keselamatanku dan juga orang lain, dan bahkan demi hunter legendaris yang hampir kehilangan harapannya!" kata Shulk dalam hatinya.

Namun Apex Seregios tidak mau menyerah. Di luar kendali, dia bergerak gerak dan menancapkan duri ke kaki Shulk, sehingga dia menjadi kesakitan. Namun Shulk tidak mau menyerah, dia tetap membawa Apex Seregios ke atas langit yang tinggi. Namun Apex Seregios lepas dari cengkramannya dan terjadilah pertarungan di atas langit. Tendang tendangan pun terjadi lagi. Shulk seperti kelelahan, hampir menyerah. Namun sebelum Apex Seregios menyerang, dia sempat menghindar, dan menendang Apex Seregios dari atas dengan sekuat tenaga. Akhirnya Apex Seregios itu jatuh, bersama dengan Shulk. Tetapi Shulk sempat bangkit dan mendorong kembali Apex Seregios, dengan harapan Apex Seregios tidak punya kesempatan untuk mengangkat tubuhnya kembali.

"RAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH!"

JBUUUUUUUUUUUMMMMMMMMMMM!

Apex Seregios akhirnya jatuh ke tanah dengan sangat keras dan tidak dapat bergerak lagi. Berakhirlah riwayat Thousand Blade Wyvern yang terinfeksi virus itu.

"Dia berhasil..." kata Alainn.

"Pertarungan besar besaran ini sudah berakhir..." kata Sashenka.

"Kau berhasil, Shulk.." kata Robin.

Seluruh Smash Fighter bersorak atas kemenangan Shulk, namun Roy mengunakan kesempatan tersebut untuk kabur. Beruntung Ganondorf melihatnya kemudian Ganondorf menangkapnya serta menahannya.

"Kau akan merasakan akibatnya karena kamu telah meninggalkan tanggung jawabmu!" geram Ganondorf kepada Singa Muda itu.

Sementara Shulk yang kembali dari langit untuk menjatuhkan Apex Seregios, tiba tiba merasa lemas karena duri Apex Seregios yang tertancap di kakinya dan jatuh ke tanah. Namun dia melihat arwah sang hunter legendaris yang terbebas dari tubuh Apex Seregios, tersenyum kepadanya.

"Terima kasih Shulk.. Karena kau, aku terbebas dari penderitaanku. Sekarang aku sudah bebas, sayang sekali hidupku hanya sampai di sini saja. Tapi dengan ini, aku bisa bertemu dengan teman temanku kembali. Selamat tinggal, Shulk..." kata arwah hunter legendaris itu.

Hunter legendaris itu kemudian menghilang entah kemana. Sementara tubuh Apex Seregios perlahan mulai berubah menjadi debu hitam dan tertiup oleh angin. Begitu juga duri yang tertancap di kaki Shulk. Meskipun begitu, dia tetap merasa lemas, seolah olah dia hampir sekarat.

"Selamat tinggal, hunter legendaris..." kata Shulk sambil mengeluarkan air matanya kembali.

"Shulk! Apa kau baik baik saja?" tanya Robin yang diikuti oleh Lucina, seluruh Smash Fighter dan juga keempat hunter yang khawatir akan keadaanya.

"Robin.. syukurlah kau baik baik saja.. tapi luka ini... aku tidak yakin jika aku akan kembali ke tubuh asliku.." jawabnya lemas.

"Tidak! Kau jangan begitu! Aku, Smash Fighters, dan bahkan keempat hunter masih membutuhkanmu! Aku yakin kau akan kembali menjadi manusia ataupun Homs atau apalah itu! Kumohon, Shulk! Kamu jangan mati sebagai Seregios!" seru Robin yang tanpa disadari dia mengeluarkan air mata yang deras.

Shulk tahu sebenarnya Robin sedang menangis, namun dia tidak berani mengatakannya. Air mata Robin jatuh ke kepala monster tersebut. Monster itu menutup matanya, merasakan sesuatu yang aneh dari tubuhnya. Seolah olah dia terangkat ke udara. Seregios itu terangkat dan mulai bercahaya. Cahaya itu perlahan lahan menutupi tubuh monster bersisik duri emas itu. Ekor, tanduk, sayap, dan bahkan sisik perlahan lahan mulai menghilang dan digantikan oleh tubuh manusia. Shulk kembali menjadi Homs! Cahaya itu redup dan menurunkan pemuda berambut pirang itu. Sementara itu, sisik misterius yang disebut sebagai Seregios Dissenter itu terlepas darinya. Shulk versi Seregios itupun sudah lenyap dan tak terlihat kembali.

"Shulk! Akhirnya kau sudah kembali!" seru Robin terharu.

"Robin.. aku senang kau ada di sini, bersama teman teman dan juga para hunter.. Ya aku kembali menjadi Homs…." kata Shulk.

Namun kelelahan yang cukup hebat akibat menggunakan seluruh tenaganya sebagai Seregios membuatnya dia cepat tertidur. Robin yang melihatnya segera melepaskan jubahnya yang selalu dia pakai dan mengenakannya pada Shulk. Lalu dia menggendongnya.

"Hhhh... dasar Shulk. Selalu bikin khawatir saja!" kata Robin sambil cekikikan. Diikuti oleh Lucina dan Reflet.

Tibalah saat perpisahan antara Smash Fighters dan keempat hunter. Para hunter itu sedih karena mereka harus berpisah dari Smash Fighter yang baru mereka kenal.

"Sayang sekali kita harus berpisah..." kata Alainn.

"Iya, tapi terima kasih. Smash Fighters, termasuk Shulk. Kami menyesal telah hampir membunuhmu. Tapi kamu berhasil mengalahkan Apex Seregios dan membuka semua legenda yang tersembunyi..." kata Sashenka.

"Jangan sedih, hunters! Meskipun kita berpisah, tapi suatu saat kita akan kembali!" kata Mario menyemangati mereka.

"Terima kasih.." kata Rayl.

"Terima kasih dan selamat tinggal, hiks!" isak Xerenne.

"Selamat tinggal!" seru keempat hunter.

"Selamat tinggal! Semoga kita akan bertemu kembali!" seru Smash Fighter tak mau kalah.

Mereka pun pulang ke tempat masing masing. Keempat hunter itu kembali ke Gathering Hall, sementara seluruh Smash Fighter kembali ke Smash Mansion, tempat berkumpulnya para fighter.


EPILOGUE: New Dawn, New Hope

Pagi itu di Smash Mansion, Shulk akhirnya membuka matanya, terbangun dari tidurnya. Saat dia terbangun di kamarnya, dia melihat Robin yang tertidur di samping tempat tidurnya. Dia mencoba membangunkan sahabatnya, dan akhirnya Robin bangun.

"Shulk? Kau sudah terbangun akhirnya! Kau tidur sangat lama!" kata Robin.

"Memangnya berapa lama aku tertidur?" tanya Shulk kebingungan akan kata kata Robin.

"2 Hari. Kau sudah tertidur selama 2 hari tanpa membuka matamu!" jawab Robin.

"Tidak mungkin. Baik, aku akan bangkit dari ranjangku.. AKH!" seru Shulk kesakitan karena tubuhnya kaku.

"Jangan memaksakan dirimu!" kata Robin.

"Tidak apa-apa..." balasnya.

Diapun bangkit dari ranjangnya. Dia mengenakan kaus putih dan celana renangnya dengan kaki yang diperban, bergegas turun ke bawah untuk berbenah diri (kamarnya terletak di atas lobi). Saat dia turun ke bawah dia melihat banyak Smash Fighter, termasuk Dunban dan Riki terdiam. Bahkan dia melihat Fiora, sahabatnya berada di Smash Mansion.

"Kalian kenapa ada di sini? Fiora?" tanya Shulk heran.

"Shulk, aku sangat khawatir akan keadaanmu. Kamu tidak apa apa kan?" tanya Fiora.

"Aku.. ya aku baik baik saja. Hanya saja kakiku mengalami cedera hingga harus diperban.." jawab pemuda berambut pirang itu sambil menggaruk kepalanya. "Uhh.. semoga saja Fiora tidak tahu kejadian kemarin, tapi..." katanya dalam hati.

"Kemarin ketika aku ke sini, Lucina bercerita kepadaku. Oh iya, bagaimana sih rasanya menjadi monster?" tanya Fiora penasaran.

"Gawat! Dia tahu kejadian 2 hari yang lalu?" seru Shulk dalam hati. Kemudian dia pun menjawab, "Uh.. bagaimana ya.. tidak enak, sangat tidak enak. Apalagi kau harus beradaptasi dengan tubuhmu yang berat dan teman temanmu mencoba untuk membunuhmu karena mereka tidak tahu kalau kau adalah monster.."

"Wah, Riki jadi teringat Dinobeast!" seru Riki.

"Maksudmu Telethia? Ya seperti itulah... Bedanya Seregios bukan Telethia, dia itu Flying Wyvern yang cukup buas..." kata Shulk membalas omongan Riki. "Oh iya ngomong ngomong, Roy kemana? Sejak 2 hari aku tidak melihatnya lagi..."

"Kalau itu..." kata Lucina.


2 Hari yang lalu...

"Nah atas perbuatanmu yang telah meninggalkan tanggung jawabmu, selama seminggu kamu sekamar dengan Roy Koopa! Tidak boleh keluar!" kata Ganondorf kepada Roy.

"APA?! Tidak, aku tidak mau sekamar dengan kura kura berkacamata pink itu! Pokoknya tidak!" tolak Roy.

Rupanya Ganondorf memberikan hukuman kepada Roy akibat perbuatannya sendiri yang meninggalkan tanggung jawab.

"Salahmu sendiri kenapa kau berbuat kasar kepada Shulk dan Lucina! Untung saja Shulk mau menyelamatkanmu ketika kau akan dibunuh monster duri emas itu! Aku memberikan hukuman kepadamu biar kau jera! Aku pergi dulu untuk menengoknya!" kata Ganondorf sambil meninggalkan ruangan.

Kini ruangan itu hanya ada 2 Roy.

"Hehehehe... Selamat datang, manusia rambut merah yang bernama sama denganku!" kata Roy Koopa menyambut Singa Muda itu.

"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKK!" jerit Roy sambil mengedor-ngedor pintu.


Sementara itu di Gathering Hall, Sashenka, Alainn, Rayl dan Xerenne menceritakan laporan mereka kepada Caravaneer dan seluruh hunter lainnya. Hal tersebut membuat Caravaneer beserta hunter lainnya menjadi merasa iba atas cerita tersebut. Legenda Seregios Dissenter itu memang benar benar nyata, itu yang ada di pikiran Caravaneer dan hunter lainnya. Kemudian mereka pun mengadakan acara memberikan bunga kepada hunter legendaris atas tanda bela sungkawa. Mereka juga berdoa kepada hunter legendaris agar dia dapat berada di alam lain dengan bahagia. Bahkan beberapa hunter menancapkan senjata mereka ke tanah sebagai tanda simpati mereka. Sementara itu, Seregios Dissenter terkutuk yang dapat mengubah manusia menjadi Seregios itu disimpan rapat rapat di sebuah wadah yang terbuat dari kaca dan diletakkan di sebuah ruangan rahasia yang tertutup, dengan harapan Seregios Dissenter itu tidak memakan korban lagi.

Setelah itu, para hunter kembali menjalankan aktivitas mereka masing masing sebagai Monster Hunter. Para hunter semakin mengerti apa itu kehidupan, berkat, kutukan dan harapan.


Hari-hari selanjutnya, Shulk benar benar pulih dan kembali bertarung seperti biasa. Dia kembali bertarung dengan Monado, pedangnya melawan lawan lawannya. Semangatnya dalam bertarung membuat semua Smash Fighter senang bertarung kepadanya. Meskipun mereka jengkel karena taunt atau tingkahnya, namun mereka bergembira karena pemuda rambut pirang itu kembali. Namun Shulk tidak lupa akan sang hunter legendaris dan motivasinya, bahwa harapan akan selalu ada ketika berputus asa.

"Aku tidak akan melupakanmu, hunter legendaris. Terima kasih karena kau telah menyadarkanku…."

-TAMAT-


Sizu's Notes:

Akhirnya tamat juga nih fanfic.. Tar mau bikin fanfic apalagi ya?

Chapter terbaru sekaligus yang terakhir dari fanfic ini akhirnya sudah rilis! Sekarang aku akan mengomentari chapter terbaru ini...

Masih ingat kan dengan prolog dari chapter 1 mengenai salah satu hunter yang dikutuk menjadi Seregios? Ya, hunter legendaris inilah hunter yang terkena kutukan itu! Ketika aku membayangkan hunter yang hidup ribuan tahun yang lalu, aku sulit membayangkannya. Tidak seperti Sashenka, Alainn, atau Xerenne yang tampangnya masih muda (kalau Rayl sih tampangnya matang/dewasa, kan dia jadi hunter selama 5 tahun). Jadi aku membayangkan hunter yang bertampang tua (?), padahal gagah dan dewasa. Bayangkan saja hunter dengan coretan di wajahnya, maka kau akan mendapatkan hunter yang seperti hunter di dunia nyata (makin ngawur, abaikan saja).

Oh iya, fanfic ini mengambil latar ketika Lucas, Roy dan Ryu baru datang ke Smash Mansion. Maklum, aku membuat ini setahun yang lalu. Mengenai nasib Roy, sebenarnya ini adalah bentuk dari lelucon "Roy dan Roy" (padahal aku tidak menyukai lelucon itu)

Dan sekali lagi aku minta maaf apabila fanficnya makin gaje, OOC, garing, dan lain lain. Aku akan membuat fanfic yang lebih bagus lagi...

-Sizu