Congratulations

GOT7 FANFICT!

MARKJAE/2JAE/BNIOR

MARK/YOUNGJAE/JAEBUM/JINYOUNG

SHOOT

Totally YAOI and DLDR!

Lagi.

Entah sudah berapa kali youngjae mengetahui kenyataan pahit ini, tapi yang pasti rasa sakitnya masih tetap terasa saat ia baru pertama kali melihat kedua pria itu bercumbu dihadapannya. Rasanya masih sangat familiar dengan yang ia rasakan ketika ia mendapati kedua orang yang sangat ia sayang itu memautkan bibir mereka satu sama lain

Im jaebum kekasihnya tega selingkuh di belakangnya

Dan parahnya lagi, jaebum berselingkuh dengan park jinyoung. Sepupu youngjae sendiri!

Airmata jatuh begitu saja menuruni pipi gembul milik youngjae, meluncur mulus tanpa sedikitpun isakan yang lolos dari bibirnya. Youngjae lagi-lagi harus menekan rasa sakit di dadanya agar isakannya tak keluar dan membuat mereka yang sedang menikmati dunia mereka itu tau bahwa dirinya berada di sana. melihat semua yang mereka berdua perbuat saat ini

Youngjae tak sendirian, ada mark di sampingnya yang juga melihat perbuatan hina jaebum dan jinyoung, menatap mereka tajam. Mark sendiri juga tak terkejut lagi, karena ia juga tau ini bukan pertama kalinya mereka melakukannya. Mark tau bahwa mereka berdua sudah berkali-kali menyakiti youngjae seperti ini

"ayo kita pergi" mark lalu menggenggam pergelangan tangan youngjae dan menarik pemuda itu menjauh dari koridor kampus tempat kedua orang pengkhianat itu sibuk dengan aktivitas mereka.

Jika kalian berfikirjaebum terlalu berani mencium jinyoung di tempat terbuka dan sewaktu-waktu youngjae bisa melihatnya, kalian salah besar. Justru jaebum sangat takut apabila youngjae melihat apa yang ia lakukan sekarang

Tapi mengapa justru jaebum nekat melakukannya?

Itu karena sepengetahuan jaebum, youngjae sekarang sedang dilanda demam berdarah, dan tak akan masuk kuliah beberapa hari. Tentu, moment seperti inilah yang di manfaatkan jaebum dan jinyoung

Tapi diluar dugaan, mereka tidak tau bahwa youngjae datang dan bahkan melihat kelakuan mereka berdua dibelakangnya –lagi-

Mark menarik youngjae pergi kearah parkiran menuju mobil miliknya. Youngjae mengikuti langkah kaki mark dengan berbagai macam hal yang ada di dalam fikirannya, rasanya youngjae sudah tak bisa untuk tidak menangis saat ini. baru saja youngjae membuka mulutnya untuk menjerit, mark tiba-tiba mendekap tubuhnya

"hyung tau kau sangat ingin menangis saat ini, tapi jika kau menangis disini semua orang akan melihatmu. Sekarang, lebih baik kita masuk ke mobil dan kau boleh menangis sepuasmu jae" ujar mark halus, tangannya bergerak mengelus rambut youngjae pelan. mark tersenyum saat kepala youngjae yang ada di pelukannya itu mengangguk

Di dalam mobil, youngjae mulai menumpahkan sakit yang ia rasakan lewat tangisan histeris. Kedua tangannya ia gunakan untuk menepuk nepuk dadanya sendiri agar sakit yang mengikat itu hilang bersamaan dengan kepercayaannya pada jaebum

"hyung... hiks.. sa-sakit hyung... dadaku se-sak.. kenapa ini rasanya sakit sekali hyung... mark hyuuung hiks" youngjae berteriak, rasa sakit di dadanya bukannya berkurang malah menjadi-jadi hingga youngjae merasakan pandangan matanya berkunang-kunang

Youngjae bahkan sampai melupakan fakta bahwa ia sedang sakit sekarang

Mark menatap youngjae sedih, hatinya teriris melihat pemuda manis itu terluka seperti ini, dan mungkin sakit yang di rasakan mark dua kali lipat lebih sakit dari apa yang youngjae rasakan. Benar apa kata pepatah, jika kita melihat orang yang kita cintai sedang terluka kita pun juga akan merasakan sakit itu pula

mark, mencintai youngjae. belum terlalu lama memang, mark jatuh cinta pada si penyayang anjing itu saat hubungan youngjae dan jaebum berjalan 3 tahun. Terlalu terlambat bukan?

Karena itulah mark memilih untuk bungkam dan memendam perasaannya sendiri tanpa diketahui siapapun termasuk jackson sahabatnya. Mark membiarkan dirinya selalu berada di dekat youngjae karena menurut mark untuk saat ini menjadi sahabat bagi youngjae sudah cukup untuknya

Ingatan mark mundur ke beberapa bulan lalu di saat dirinya sempat ingin menyerah, ia ingin pergi ke tempat asalnya di LA dan mencoba untuk melupakan youngjae yang saat itu sedang sangat bahagia bersama jaebum. Saat itu mark juga sempat mengira bahwa youngjae sudah tak membutuhkannya lagi karena jaebum terlihat begitu menyayangi si manis itu

Tapi siapa sangka? Disaat mark sudah siap dengan keberangkatannya, disaat mark sudah sekuat tenaga menata hatinya, tiba-tiba youngjae datang kerumahnya dengan mata yang sudah sangat bengkak dan sembab. Youngjae memeluknya dan menumpahkan segala kesakitan yang dirasakannya pada mark

Youngjae menceritakan tentang perselingkuhan jaebum dengan sepupunya sendiri pada mark sambil menangis sesenggukan. masih segar diingatan mark keadaan youngjae yang sangat berantakan saat itu

Mata sipit yang biasanya selalu cerah dan ramah itu memerah sembab dan bengkak, pipinya yang sudah sangat basah, rambut berantakan, bibir yang berdarah karena berkali-kali di gigit sang empunya, dan jangan lupakan tubuh youngjae yang bergetar kedinginan karena ia kerumah mark hanya menggunakan kaos tipis dan celana jeans padahal saat itu salju sedang berjatuhan

"hyung... jaebum hyung mengkhianatiku" begitulah kalimat pertama yang diucapkan youngjae setelah lebih dari satu jam ia menangis tanpa henti di dalam pelukan mark

Mulai saat itu juga, mark memutuskan tidak akan pergi kemanapun. Ia bertekad akan berada di samping youngjae dan menjaga pemuda itu walaupun hatinya sendiri harus terluka

Kembali pada keadaan sekarang, mark lalu menarik tubuh youngjae lagi ke dalam pelukannya. Mengusap punggung yang bergetar hebat itu dengan kasih sayang. Membiarkan bahunya basah oleh airmata youngjae yang semakin tumpah meruah

"kenapa jaebum hyung tega sekali pada ku hyung, waee? Hiks.. hiks..apa dia sudah tidak mencintaiku lagi? Tapi kenapa hyung? Apa salahku padanya hiks.. hiks"

Mark diam, membiarkan youngjae berceloteh menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan

"dan dari sekian banyak orang, kenapa harus jinyoung hyung? Kenapa harus sepupuku sendiri hiks... sakit hyung, sakit sekali saat tau kedua orang yang aku sayang hiks.. justru..hiks meng-hiks-khianati aku"

Youngjae semakin mengeratkan pelukannya pada mark, sakit di dada dan pusing di kepalanya semakin menjadi hingga membuatnya sesak. Mata sipitnya tak berhenti mengeluarkan liquid bening yang mencerminkan luka perih di hatinya saat ini

"apa jaebum hyung tidak mencintaiku lagi hyung? Hiks apa-hiks-aku melakukan kesalahan besar padanya? A-hiks-pa aku sudah menyakiti hiks jaebum hyung?"

"jinyoung hyung, mung-hiks-kinkah dia hiks membenciku? Atau aku pernah menyakiti jinyoung hyung secara tak sengaja? Kenapa dia tega berselingkuh dengan kekasihku sendiri? Mark hyuuuung hiks hiks"

Mark menarik kepala youngjae yang bersandar di bahunya hingga berhadapan dengannya. Bisa mark lihat wajah menyedihkan youngjae yang lagi-lagi bersimbah air mata karena si brengsek jaebum. Dengan lembut, ibu jari mark mengusap airmata di pipi youngjae, menatap wajah orang yang sangat berharga untuknya itu lekat-lekat

"jae-ah... kau ini orang yang paling tulus yang pernah ku temui, mana mungkin kau menyakiti jaebum apalagi jinyoung, itu hal yang mustahil. Youngjae ku ini manusia yang bisa membuat semua orang menyayangimu. Mereka tak akan bisa membencimu, youngjae" hibur mark, walaupun mark sendiri tau youngjae tak akan terhibur sama sekali

"lalu, jika mereka menyayangiku, mengapa mereka melakukan ini semua dibelakangku hyung?" tanya youngjae, matanya sarat akan kepedihan dan menuntut sebuah jawaban dari mark

Namun mark hanya diam. Mark tak bisa menjawab pertanyaan ini karena ia tidak berhak untuk menjawabnya. Mark sendiri juga tak tau, apa alasan jaebum mengkhianati youngjae yang sudah akan menjadi tunangannya. Dan apa alasan jinyoung yang dengan sadisnya menyakiti adik kecil kesayangannya ini

Dan mengapa dalam kurun waktu 2 bulan jinyoung berada di seoul dan setelah youngjae memperkenalkan jaebum padanya, dia sudah bisa berciuman dengan jaebum sebanyak 4 kali –dan itu hanya hitungan seberapa kali youngjae menyergap mereka diam diam-

Semudah itukan jaebum berpaling?

Entahlah, semua masih menjadi teka-teki runyam

Melihat mark diam, youngjae tau pria kelahiran LA itu tidak bisa menjawab pertanyaannya. Youngjae memilih kembali melesakkan tubuhnya ke dalam pelukan hangat mark

Youngjae hanya ingin mencari kenyamanan saat ini, dan itu selalu ia dapatkan dari pelukan mark

Tapi saat baru saja youngjae menyandarkan kepalanya di bahu mark, tiba-tiba ia merasakan pusing yang teramat sangat mencekam kepalanya. Penglihatan youngjae memburam dan perlahan menggelap bersamaan dengan pusing yang ia rasakan semakin menjadi-jadi

"hyung..." lirih youngjae pelan, sangat pelan namun masih bisa didengar mark

"hm. Ada apa jae"

"aku... pusing"

"apa?"

Dan saat mark akan menarik youngjae dari pelukannya, youngjae kehilangan kesadarannya. Tubuh itu lemas begitu saja dan terjatuh di sandaran kursi pengemudi yang ia duduki

"jae... youngjae... jae kau kenapa? Youngjae! choi youngjae!" mark menepuk pelan pipi sembab youngjae berkali-kali namun youngjae sama sekali tak merespon. Matanya tertutup hingga sisa-sisa airmata yang ada di ujung mata nya terjatuh begitu saja

"sial!" dengan cekatan mark menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan gedung kampus. Mark mengemudi dengan membabi buta agar mereka bisa cepat sampai ke rumah youngjae.

Presetan dengan pengemudi lain yang meneriakkannya yang mengemudi gila-gilaan, presetan dengan polisi yang mungkin akan mengejarnya karena sudah melanggar lalu lintas. Mark tak peduli, Sekarang yang terpenting adalah youngjae-nya

Iya. 'Youngjae-nya'

.

.

.

.

.

.

.

##

Perlahan youngjae membuka matanya, menatap sekeliling ruangan penuh dengan nuansa cream yang sangat tak asing baginya. Dan saat matanya tertuju pada sebuah figura besar yang tergantung di dinding, youngjae menyadari jika itu adalah kamarnya

Mata youngjae terus bergerak hingga ke samping ranjang, dan menemukan mark sedang terduduk di sofa kamarnya sambil memainkan ponsel di genggamannya, wajah mark terlalu serius sampai ia tak menyadari youngjae sudah siuman dan sedang memperhatikannya

'mark hyung kalau lagi serius seperti itu, tampan juga. ah~ apa sih yang kau fikirkan choi youngjae!' youngjae menggelengkan kepalanya cepat, berusaha menghalau fikiran anehnya tentang mark. biar bagaimanapun ia masih menjadi kekasih jaebum

Mengingat jaebum, lagi-lagi membuat sakit itu datang kembali. Mengiris permukaan hatinya hingga terasa sangat perih dan mengeluarkan airmata. Youngjae kembali menangisi si bajingan im

"hiks" satu isakan lolos begitu saja dari bibir youngjae dan mark mendengarnya. Langsung saja mark menghampiri youngjae yang masih berbaring setelah melemparkan ponselnya begitu saja di sofa

"jae, kau sudah sadar? Apa ada yang sakit? Dimana, dimana yang sakit katakan padaku" tanya mark panik, apalagi melihat air mata youngjae, mark semakin panik

Youngjae menghapus air mata nya dengan punggung tangannya lalu menggeleng sambil tersenyum pada mark

"ani. Tidak ada yang sakit hyung" bohongnya. Youngjae tak mau mengadu lagi pada mark tentang hatinya yang masih saja sesak dan berujung menangis lalu memeluk pria yang sudah youngjae anggap hyung nya sendiri. Sudah cukup tadi ia merepotkan mark dengan menangis di bahu pemuda itu hingga baju mark basah, kali ini ia tak boleh membuat mark pusing dengan rengekannya

Sepandai apapun pinnochio berbohong, pasti tak akan berhasil. Begitu juga dengan youngjae jika sudah ada di hadapan mark. oh ayolah, mark sudah sangat teramat mengenal youngjae dan mark tau bahwa anak itu sedang berbohong. Tapi ya sudahlah, mark tak mau bertanya lebih lanjut apalagi menyinggung tentang jaebum dan membuat youngjae menangis lagi

Setidaknya beri waktu tenang tanpa tangisan dulu untuk youngjae. fikir mark

"kau butuh sesuatu jae? Katakan saja hyung disini"

"mmm sebenarnya aku haus hyung"

"haus? Ah iya air. Hyung lupa mengambil air, sebentar hyung ambil ke dapur" dan sekejap kemudian mark menghilang dari balik pintu kamarnya

Tak butuh waktu beberapa lama, mark datang dengan segelas air. Mark lalu duduk di pinggiran ranjang youngjae dan menyerahkan air pada pemuda yang lebih muda dua tahun darinya, yang diterima youngjae dengan senang hati

"gomawo hyung" ucap youngjae setelah meminum setengah isi gelas tersebut.

"apapun untukmu youngjae"

" big thanks hyung"

"yes, you are welcome jae"

"gomawo hyung"

"jae, hyung hanya satu kali mengambil air untukmu mengapa kau berkali kali mengucapkan terimakasih?"

Youngjae menggeleng. "bukan, bukan untuk air nya. tapi untuk semuanya. Terimakasih untuk semuanya hyung, hyung selalu ada disaat aku seperti ini. hyung selalu menguatkan aku, hyung tak pernah meninggalkanku disaat aku membutuhkanmu, hyung sangat baik padaku. Aku benar-benar tidak tau bagaimana jadinya aku sekarang kalau hyung tak ada di sampingku" ujar youngjae panjang lebar.

Senyum tipis terulas dari bibir mark, senyum tulus yang baru youngjae sadari bahwa mark sangat sangat tampan saat tersenyum seperti itu. "bukan masalah jae, sudah sewajarnya hyung melakukan semua ini"

"kenapa hyung? kenapa hyung sangat baik padaku seperti ini?"

'karena aku mencintaimu, jae' jawab mark dalam hati. Hanya dalam hati. Tanpa berniat untuk menyatakannya langsung.

"karena..."

"YOUNGJAE!" jaebum tiba-tiba masuk ke dalam kamar youngjae dengan tergesa-gesa. Nafasnya memburu dan peluh sedikit mengalir di dahinya. Youngjae terkejut dengan kedatangan jaebum yang seperti itu, tapi tidak dengan mark. pemuda itu terlihat santai saja menatap jaebum yang sedang kelelahan. Dan ternyata ada jinyoung di belakang jaebum.

"h-hyung ada apa? Kenapa hyung berlarian seperti dikejar hantu?" mati-matian youngjae menormalkan suaranya yang serak. Ia tak mau jaebum tau bahwa sedari tadi dirinya menangis

"mark tadi menelfon dan berkata kau pingsan, sayang. Bagaimana bisa? Apa kau nekat pergi keluar hm?" jaebum berjalan mendekat pada kekasihnya. Mark yang tau diri lalu mundur perlahan, mempersilahkankan jaebum menggantikan posisinya. Jaebum lalu menggenggam tangan dingin youngjae

"loh, ada jinyoung hyung juga. apa kalian berdua datang kesini bersama?" tanya youngjae. lagi-lagi dan lagi dadanya terasa ter iris pisau yang sangat tajam hingga youngjae rasa permukaan hatinya sudah penuh dengan goresan luka. Melihat jinyoung dan jaebum bersamaan seperti ini kini menjadi sebuah bom waktu baginya

Bom waktu yang kapanpun akan menghancurkan hati youngjae hingga lebur

"a-ah, tadi aku dan jinyoung bertemu di gerbang rumahmu sayang. Bukankah begitu jinyoung?" tanya jaebum.

"n-ne, benar youngjae. hyung tadi datang karena mau menjengukmu, kata teman-temanmu kau sakit. Jadilah hyung kesini dan tak sengaja tadi bertemu jaebum di luar"

Youngjae tau mereka berdua berbohong, terlihat jelas dari gelagat mereka. Tapi youngjae memilih diam, untuk saat ini ia akan diam. Ingin melihat seberapa jauh jaebum bisa mengkhianati cinta yang sudah mereka jalin selama lima tahun terakhir

"jadi begitu, hyung~ aku lapaaaaarrr kepalaku pusiing~" keluh youngjae manja menarik narik tangan jaebum yang sedang menggenggam tangannya, mencubiti jari-jari jaebum seperti kebiasaannya saat meminta sesuatu pada jaebum

"mau makan apa sayang? Atau hyung buatkan bubur?" tanya jaebum mengelus rambut youngjae sayang. Youngjae bisa merasakan sensasi nya masih sama, tak ada yang berubah sama sekali, setidaknya belum.

"umm!"

"berhenti bertingkah imut sayang, kenapa di saat sakitpun kau masih sangat menggemaskan" jaebum mencubit pelan hidung sensitif youngjae, membuat sang empunya meringis kesakitan

"yak hyung! sakit"

"ahahha mian sayang"

Chu

Youngjae terbelalak. Jaebum mencium bibirnya. Youngjae juga merasakan tak ada yang berubah dari ciuman jaebum, masih tulus, tak menuntut, tak ada nafsu di dalamnya, dan penuh sayang

Lalu mengapa jaebum bisa mengkhianatinya?

Entah. Youngjae tak mau memikirkannya lagi, yang jelas sekarang ia menikmatinya. Menikmati apa yang jaebum salurkan melalui bibirnya. Youngjae tenggelam dalam ciumannya bersama jaebum

Youngjae ingin menikmatinya karena ia tau, ini bisa jadi ciuman mereka yang terakhir

Tanpa sadar setetes liquid bening milik youngjae terjatuh begitu saja mengenai bibir mereka, menyatu dengan benang halus yang sedang mereka rajut

'hyung, aku akan memberikanmu satu kesempatan terakhir. Ku harap, kau benar-benar tulus mencintaiku dan tolong jangan sakiti aku lagi karena aku sudah sangat mencintaimu' batin youngjae dalam hatinya

Sedangkan dua orang lainnya menatap sepasang kekasih itu dengan tatapan yang tak akan bisa di mengerti orang lain kecuali diri mereka sendiri. Dua pasang mata itu memancarkan rasa sakit yang sama namun berbeda makna.

Walaupun sebenarnya tak hanya mereka berdua yang merasakan sakit, tapi sepasang kekasih itu juga. youngjae dengan sakit hatinya akibat pengkhianatan jaebum, dan jaebum dengan sakit nya yang menderu akibat rasa bersalah atas apa yang ia lakukan di belakang kekasihnya

Mereka semua yang ada di ruangan itu, berusaha menutupi rasa sakit mereka masing-masing

.

.

.

.

.

.

.

.

##

3 bulan kemudian

Youngjae berjalan dengan langkah riang menelusuri koridor apartemen yang sudah sangat ia kenal, kedua tangannya membawa sebuah kotak berukuran sedang dan senyum manis tak pernah lepas dari bibirnya. youngjae senyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana reaksi jaebum saat melihat kedatangannya yang tiba tiba

Youngjae ingin membuat kejutan pada jaebum di hari jadi mereka yang kelima!

Fikiran youngjae melayang saat pertama kali ia bertemu dengan jaebum, saat itu ia masih menjadi mahasiswa baru dan jaebum gencar mendekatinya kemudian. Entah kebetulan atau jodoh, jaebum ternyata adalah ketua dari club tempat youngjae mendaftar untuk kegiatan keorganisasiannya, club vokal. Dan kebetulan-kebetulan lainnya hingga membuat mereka semakin dekat dari hari ke hari

Maju sedikit ke tanggal yang sama lima tahun lalu, disaat jaebum menyatakan perasaannya pada youngjae ketika kegiatan club sudah berakhir dan di ruangan club yang sepi. Tidak romantis memang, tapi sangat berkesan bagi youngjae membuatnya semakin mencintai club vokal, bernyanyi, dan jaebum lebih tepatnya

Maju lagi ke semua moment-moment yang sudah ia lewati bersama jaebum, sedih, senang, bahagia, suka, duka semuanya sudah pernah mereka rasakan dalam hubungan mereka. Youngjae ingat saat kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan pesawat, jaebum lah yang selalu menemaninya dan menjaganya menggantikan tugas kedua orang tuanya. Lalu saat youngjae sakit, jaebum menjadi ekstra sibuk karena harus bolak-balik kampus dan rumah youngjae tanpa pulang kerumahnya selama seminggu penuh.

Youngjae bahkan ingat saat jaebum membawanya ke rumah orangtua jaebum, dan orangtua jaebum ternyata sangat ramah dan menyayanginya. Membuat youngjae merasa hidupnya sudah sangat sempurna dengan kasih sayang yang ia terima dari jaebum dan keluarganya

Hingga ingatan youngjae terseret pada kejadian 3 bulan yang lalu dimana ia mendapati jaebum dan jinyoung berciuman dan berakhir pingsan hingga mark harus membawanya kembali kerumah. Youngjae sampai sekarang masih merutuki kebodohannya saat itu yang keras kepala pergi di saat sakit dan membuatnya menyusahkan mark

Youngjae memang harus banyak berterima kasih pada mark

Bicara tentang kejadian itu, youngjae sedikit heran karena tiga bulan ini ia tak melihat jaebum dan jinyoung bermain di belakangnya lagi. Bukannya youngjae menginginkan jaebum selingkuh lagi, ia malah bersyukur jaebum kini kemana-mana selalu bersamanya. Youngjae juga tidak pernah melihat jinyoung lagi. Dan itu membuat youngjae senang dan cemas di waktu yang bersamaan

Senang karena itu artinya jaebum masih mencintainya saat ini dan cemas karena khawatir dengan keadaan jinyoung.

Youngjae berulang kali menghubungi jinyoung namun ponsel pria itu mati, youngjae juga mengunjungi apartemen jinyoung bersama mark namun mereka tak menemukan tanda-tanda keberadaan jinyoung di sana

Hingga mereka berdua memutuskan untuk pergi kerumah jinyoung yang ada di busan tanpa sepengetahuan jaebum. Karena menurut youngjae mungkin jinyoung pulang karena ada urusan mendadak

Tapi tentunya setelah memberikan kejutan manis ini untuk jaebum terlebih dahulu

Jari youngjae menari lincah di tombol pengaman pintu apartemen jaebum yang sudah dihapalnya di luar kepala. Setelah terdengar bunyi penanda bahwa password nya benar dan pintu terbuka, youngjae mendorong pintu itu dan masuk.

Sesampai di dalam youngjae tak menemukan jaebum di ruang tengah, ia lalu menuju dapur namun jaebum juga tak ada di sana. youngjae mengecek arloji di tangannya.

"sudah jam 11 siang, masa sih jaebum hyung masih tidur?" penasaran, youngjae menuju kamar jaebum. Namun sebelum pintu terbuka youngjae mendengar suara-suara aneh dari dalam. Yang anehnya itu seperti suara jinyoung

"ughhh terusss jae ahhh buuummm"

"yaahh yaaahh seperti itu aahh jae buuummhhh"

"berhhhsama ahh emh jie!"

DEG

Dada youngjae berdegup kencang, gugup. Keringat dingin seketika mengucur di kulit wajahnya. Youngjae tidak bodoh, ia tau apa yang mungkin mereka lakukan di dalam. Tapi ia mengusir fikiran buruk itu jauh-jauh dari otaknya, i tak mau berburuk sangka dulu pada kekasihnya sendiri

"ah, tidak mungkin jaebum hyung seperti itu kan?" tanya youngjae pada dirinya sendiri, berusaha tetap meyakinkan hatinya

Dengan perasaan penasaran luar biasa youngjae membuka pintu kamar jaebum perlahan tanpa suara

Dar. Youngjae merasa dunia nya hancur saat ini tanpa tersisa. Tangannya yang masih memegang handle pintu bergetar hebat, kepalanya juga seketika terasa sangat berat.

Sekarang, di hadapannya, di dalam kamar itu, jaebum dan jinyoung tanpa pakaian saling berpelukan dengan jaebum menindih tubuh jinyoung di ranjang.

Youngjae tak percaya ini, jaebum kekasihnya bercinta dengan sepupunya sendiri. Gila!

Sangking terkejutnya tangan youngjae seketika melemas, hingga kotak yang berisi cake di tangannya terjatuh begitu saja dan mengeluarkan bunyi yang cukup keras

BUGH!

Jaebum dan jinyoung sontak menoleh ke arah pintu, dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat di sana sudah berdiri youngjae dengan tatapan kosong dan sarat luka akibat pengkhianatan mereka

"YOUNGJAE!?"

"JAE!?"

Jaebum kelabakan mencari baju yang ada di lantai, secepat kilat ia memakai semua pakaian dan menutupi tubuh polosnya lalu bergerak mendekati youngjae

"jangan mendekat!" larang youngjae pada jaebum, tapi jaebum tak mendengarkannya, ia masih tetap berjalan ke arah youngjae

"KUBILANG JANGAN MENDEKAT, BRENGSEK!" teriak youngjae kalap, wajah dan matanya memerah, menandakan bahwa ia sedang sangat marah, atau mungkin menahan tangis

Jaebum terpekur mendengar teriakan youngjae. baru kali ini ia mendengar youngjae berteriak seperti itu apalagi berkata kasar. Jaebum tau, kekasihya itu sangat marah sekarang

"j-jae, dengarkan penjelasan hyung"

"PENJELASAN APALAGI HYUNG! PENJELASAN BAGAIMANA KAU MENIKMATI TUBUH SEPUPUKU SENDIRI? BEGITU HYUNG?" tangisan youngjae pecah sudah, tak perduli dengan orang lain yang mendengar teriakannya, youngjae menjerit histeris

"bu-bukan seperi itu sayang, ini ha-hany –"

"JANGAN PERNAH LAGI MEMANGGILKU SEPERTI ITU! KAU KEJAM HYUNG, KAU JAHAT! APA SALAHKU PADAMU? KAU TEGA HYUNG, KAU SELINGKUH DENGAN SEPUPUKU, JINYOUNG HYUNG ITU SEPUPUKU HYUUUUNG!" mendengar namanya disebut mau tak mau jinyoung beranjak, memakai pakaiannya dan ikut keluar membantu jaebum menjelaskan semuanya pada youngjae

"youngjae, ini tak seperti apa yang kau lihat, hyung –"

"KAU HYUNG, DI ANTARA SEMUA ORANG KENAPA HARUS KAU YANG MENGKHIANATIKU HYUNG? WAE? WAEEE"

"youngjae-ah"

Youngjae berusaha mengendalikan dirinya, ia tak mau di seret keluar begitu saja oleh security saat ini. "kalian berdua adalah orang yang aku sayang, tap-tapi kenapa kalian, hiks" isakan demi isakan lolos dari bibir youngjae.

Jaebum merasakan sakit di dadanya melihat youngjae menangis, dan itu karena dirinya. "ja-jae ah"

"berhenti disitu hyung, jangan bergerak" dan jaebum terpaksa benar-benar berhenti mendekati youngjae

Youngjae menarik nafasnya dalam-dalam. Kali ini keputusannya untuk mengakhiri semuanya dengan jaebum sudah bulat, jaebum sudah menyia-nyiakan kesempatan demi kesempatan yang telah ia berikan. Youngjae tidak akan kuat menanggung sakit lebih dari ini jika harus bertahan lebih lama

"aku. Tak mau menjadi orang ketiga di antara kalian. jika memang kalian saling mencintai, aku yang akan mundur"

"ti-tidak jae"

Youngjae menatap sendu jaebum. "terima kasih atas 5 tahun yang kita lalui hyung, aku tak tau apa kau benar-benar mencintaiku selama ini. tapi yang jelas, aku mencintai mu hyung. jaga jinyoung hyung, jangan sakiti dia sama seperti kau menyakitiku seperti sekarang"

"aku mencintaimu jae, aku mencintaimu, sangat"

Tatapan youngjae lalu menghadap jinyoung. "hyung, jaga jaebum hyung. maaf jika aku menjadi penghalang kalian. aku berharap kau tak akan merasakan sakit seperti yang aku rasakan sekarang hyung"

Jinyoung menggeleng kuat, membuat airmatanya jatuh terlempar seiring gelengan kepalanya. "youngjae..."

"untuk kalian berdua, congratulations" dan setelah mengatakan itu, youngjae berlari sekuat tenaga meninggalkan ruangan di mana saksi bisu terlukanya perasaan youngjae saat ini

Youngjae pergi, membawa rasa sakit yang luar biasa. Mungkin melepaskan jaebum adalah suatu hal yang sangat berat untuknya, itu berarti ia harus siap kehilangan separuh hidupnya

Tapi, youngjae juga tidak akan tahan bila ia masih mempertahankan jaebum. Mungkin saja kedepannya bukan hanya separuh, ia justru bisa saja kehilangan seluruh hidupnya

Youngjae tidak sekuat itu.

"JAE, JANGAN PERGI!" jaebum berlari mengejar youngjae, meninggalkan jinyoung yang sudah merosot terduduk di lantai dengan air mata menggelinang

"young-hiks-jae, mianhae, hiks, mian, maafkan hyung, hiks"

Dan jinyoung hanya bisa menangis menyesali semuanya, menyesali keegoisannya hingga menyakiti adik kesayangannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

##

Kini youngjae sudah berada di dalam taxi, ia lolos dari kejaran jaebum karena pria itu sempat tertinggal di lift. Saat ini yang ada di fikiran youngjae hanyalah mark, hanya mark. dan youngjae tak tau harus kemana lagi selain menemui mark

"kita ke jalan gangnam nomor xxxx" ujar youngjae pada sang supir taxi, sang supir mengangguk paham

Youngjae menatap ke luar jendela, fikirannya melayang jauh entah kemana. Lebih tepatnya fikiran youngjae kosong.

Orangtuanya meninggalkannya

Kekasihnya mengkhianatinya

Sepupunya juga menusuknya dari belakang

Youngjae berfikir, apakah di masa lalu atau di kehidupan sebelumnya ia melakukan sebuah dosa yang teramat besar hingga ia mengalami semua ini yang sakitnya juga teramat sakit.

Apa ia sedang merasakan karma atas apa yang ayah, ibu, atau kakek neneknya lakukan terdahulu?

Apa tuhan sedang mengutuknya?

Youngjae memukul dadanya berkali kali, meluapkan sesak yang tak tertahankan lagi

"pak. Tolong cepat sedikit, ayo cepat" pinta youngjae tak sabaran, karena ia tak kuat menahan sakitnya lebih lama lagi, youngjae ingin cepat-cepat bertemu mark dan mengeluarkan semuanya di dalam pelukan hangat pria itu

"iya tuan, ini sudah kecepatan tinggi"

Youngjae mengacuhkan supir taxi dan memilih melihat ke jendela, menekan dadanya yang masih sangat terasa sakit

"ya tuhan, tolong hilangkan rasa sakit ini, aku benar-benar tidak kuat" pinta youngjae dalam doa nya.

Semuanya berlalu begitu cepat hingga youngjae melihat sebuah mobil dari arah samping melaju sangat cepat ke arahnya, bagaikan sebuah putaran kaset kosong yang berputar secepat kilat, mobil itu menabrak taxi yang youngjae tempati lebih tepatnya ke arah bangku penumpang dimana youngjae duduk.

Dan kecelakaan naas itu tak bisa dihindari

Tak membutuhkan waktu lama, taksi itu berguling, sang supir taxi terpental keluar sedangkan youngjae terjebak di dalamnya.

Youngjae merasakan sakit yang teramat sangat di seluruh tubuhnya, matanya sudah terhalang darahnya sendiri yang mengalir deras dari dahinya. Tubuh youngjae terhimpit di antara bangku dan atap mobil. Keadaannya sangat mengenaskan

Jangankan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dan keluar dari mobil yang terbalik itu, sekedar bergerak saja youngjae tak mampu. Tubuhnya kaku, sangat sakit untuk di gerakkan

Youngjae tersenyum sendiri, benar. Sakit di dadanya hilang, berganti dengan sakit di seluruh tubuhnya. Mungkin tuhan sudah menjawab doanya dengan kematiannya. Youngjae bahkan merasakan nafasnya sudah sangat sesak sekarang

Disaat detik detik terakhir matanya tertutup, justru wajah mark berputar di dalam fikirannya, semua momentnya dengan mark terputar ulang seperti sudah di rencanakan otaknya. Dan saat matanya tertutup sempurna pun bayangan mark tak kunjung hilang dari fikirannya

"mark hyung..."

Ucap youngjae sebelum ia kehilangan kesadaran sepenuhnya, terakhir yang youngjae dengar adalah suara bising ambulans dan petugas yang berusaha menyelamatkannya.

dan sebuah suara yang sangat familiar di telinganya. berteriak histeris di luar sana

"JAEEE! JAE AKU MOHON BERTAHAN, CHOI YOUNGJAE!"

.

.

.

.

.

.

.

.tbc

Ini buat yang req markjae ya. Ga banyak kok chap nya paling chap 2 udah selesai, gimana, lanjut apa engga?

Aku buat ff ini pas banget kemaren si markjae saling tag tag an di ig, saling flirty, mana fotonya sama sama selfie zoom muka pake masker lagi. terus selfie berdua deket banget mepet mepet, terus pelukan pas di tokyo. Aku kan baper,

Dah selesai, see ya