Hari Jumat adalah hari penghujung di minggu sekolah. Chanyeol memanfaatkan benar akan hal itu dengan cara menikmati waktu berkualitasnya bersama Sang Kekasih. Sepulang sekolah tadi, dirinya langsung mengekori Baekhyun. Bahkan ketika bel baru menggema, dirinya langsung membereskan buku lalu memasukkannya ke dalam tas dan kemudian lari terbiri-birit menuju kelas sang terkasih, mengabaikan tatapan tajam dari Guru Lee dengan segala umpatannya.
Dan disinilah dirinya sekarang. Menikmati waktu dengan bermanja ria di pangkuan Baekhyun. Tangan Baekhyun bahkan Chanyeol arahkan ke surai hitamnya untuk membelai ribuan helai yang berada di puncak kepalanya. "Sayang, bosen nihh. Panggil Sehun kesini boleh ?" Chanyeol memutar kepalanya demi bisa menatap wajah Baekhyun yang tengah menikmati tontonan drama picisan yang tidak penting –itu menurut Chanyeol.
"Engga perlu, entar tuhh anak juga nongol. Ayah sama Ibunya kan lagi ke China, ngurusin cabang yang lagi ada masalah"
Chanyeol mengangguk lalu kembali mengubur wajahnya ke perut datar Baekhyun, kadang juga menggerakkan kepalanya demi bisa mendengar kikikan Baekhyun. Chanyeol sangat suka kikikan Sang Terkasih. Suaranya halus, Itu alasannya. Karena mendapat respon yang positif, Chanyeol mengulangi kegiatan yang sama. Tapi lima menit kemudian hantaman bantal mampir ke kepala Chanyeol. Chanyeol yang tidak mengerti sekaligus tidak terima atas apa yang dilakukan Sang Kekasih karena tadi kekasihnya merespon dengan baik apa yang Chanyeol lakukan akhirnya memutar kepala sekaligus tubuhnya lalu kemudian ekspresi datar yang Chanyeol keluarkan.
Itu Sehun. Seharusnya Chanyeol sudah bisa menebaknya.
"Elo kalo mau mesum di kamar sono. Jangan di tempat kebuka begini"
"Jadi Gue boleh mesumin Baekhyun ?" Chanyeol duduk dengan semangat ditambah cengiran mesum nampak di wajahnya.
"Nihh kalo elo macem-macem ama Baekhyun" Sehun menunjukkan kepalan tangannya ke hadapan wajah Chanyeol "Tapi boleh aja kalo elo maksa ataupun mau nekat, tapi abis itu Gue pastiin punyalo bakalan ketemu sama samurai yang ada di rumah Gue"
"Elo bedua kalo udah ketemu bawaannya berantem mulu, jangan-jangan kalian jodoh lagi" –ini Baekhyun yang memberikan komentar dengan ekspresi datar juga bosan.
"Kamu kok gitu sihh, Bee" Chanyeol dan segala sok keimutannya yang membuat Sehun mual. "Emang kamu engga mau apa nikah sama aku ?"
"Kalo Gue boleh ingetin, kalian masih SMA ngomong-ngomong"
"Elo ngapain sihh kesini mulu, ganggu orang lagi pacaran tau ga ?!" Seloroh Chanyeol pada Sehun. Ohh ingat siapa yang tadi merajuk untuk menghubungi Sehun agar datang ?.
"Seinget Gue, Baekhyun masih sepupu Gue" Jawab Sehun yang kini duduk dilantai dengan menyandar pada ruang kursi yang Baekhyun duduki hingga kedua kaki Baekhyun menjadi pagar untuk tubuh Sehun.
"Udahh ah jangan adu mulut terus. Mendingan Kamu nyandar lagi sini ke Aku" Baekhyun yang pusing oleh pertengkaran Sang Terkasih dengan Sepupu Tengilnya lebih memilih meraup kepala Chanyeol lalu meletakkannya di paha untuk dipeluk.
Sehun yang melihat itu langsung bergumam "Kalo udah kaya gini nyesel Gue jadi jomblo".
Mendapat tontonan yang tidak sesuai dengan seleranya, Sehunpun berjalan ke lantai dua lalu berbelok ke kanan setelah menapaki belasan anak tangga menuju balkon yang berpemandangan taman bunga hasil rawatan baik Ibu Baekhyun, meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun yang ternyata ikut menyusul ke alam mimpi setelah lima menit helaan nafas teratur Chanyeol terdengar.
Sehun termenung memikirkan apa saja yang harus dilakukannya untuk mencuri hati Si Rusa Liar.
Mendapati Chanyeol dan Baekhyun yang begitu saling menyayangi, Sehun bisa lihat itu ketika keduanya sedang saling menatap juga jika saling berjauhan baik Chanyeol maupun Baekhyun akan memberi kabar, minimal melalui pesan singkat jika sedang tidak bisa berlama-lama memegang ponsel.
Pemuda 'Oh' itu juga ingin diperhatikan, sama seperti Chanyeol. Diingatkan untuk jangan sampai lupa mengisi perut, jangan tidur terlalu malam dan masih banyak hal kecil lainnya yang dilakukan Baekhyun untuk menunjukkan perhatiannya kepada Sang Terkasih. Sehun iri jika sudah diberikan tontonan yang seperti itu, terlihat cheesy memang, tapi entah mengapa Sehun ingin juga seperti itu dengan Luhan yang memberikan hal kecil itu tentu saja.
Ahh membicarakan Luhan jadi ingat rupa Sang Pemilik nama, lalu segeralah tangannya merogoh kantung celananya, mengambil ponsel hitam untuk menghubungi Sang Pujaan Hati. Panggilan pertama tidak diangkat lalu panggilan kedua juga bernasib sama hingga panggilan ketiga baru diangkat dengan tambahan seloroh dari diujung sana.
Luhan gadis yang berbeda. Si Coklat Madu tidak seperti gadis-gadis lainnya, tidak akan menjerit tertahan jika dirinya lewat ataupun berpapasan di hadapan Si Perempuan. Luhan akan berjalan seolah Sehun adalah siswa biasa yang kenyataannya adalah Sehun Si Pangeran Sekolah. Pemuda yang memiliki wajah penuh pesona, otak yang jauh dari kata bebal ditambah sikap dingin yang menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum perempuan. Tapi poin terakhir itu akan runtuh di depan Si Rusa Liar.
Sambungan panggilan hanya terjadi beberapa menit. Itu juga berisi perdebatan yang entah untuk berapa ratus kali terjadi. Tapi Sehun senang, setidaknya tiga menit dalam sehari yang dilalui Luhan akan berlalu dengan Sehun berada didalamnya –mengenyampingkan waktu berdebat di Sekolah. Lalu saat panggilan terputus kepalanya Sehun putar hingga mendapati Baekhyun yang berdiri menatapnya dengan satu sudut bibi terangkat.
"Gue baru tau kalo Sepupu Kesayangan Gue ini segitunya suka ama Luhan" Baekhyun berjalan hingga berhenti ketika tepat di samping Sehun. "Si Luhan emang gitu, Hun. Dia susah buat deket ama cowo, contohnya kaya Kris, Taeyang bahkan Si Ketua Osis aja ditolak. Gila ga tuhh Si Rusa Liar ? Padahal apa coba kurangnya Kak Siwon ? ganteng ? iya, pinter ? piala di ruang kepala sekolah kebanyakan dari otaknya dia, tajir ? hyundai departement store bakalan jadi punya dia kalo bapaknya udah tua entar, populer ? tanyain satu sekolah, siapa yang engga kenal Choi Siwon ? Anak Sekolah lain juga pada kenal"
"Kurangnya Choi Siwon cuma satu, engga punya sukanya Luhan"
Tiga kerjapan. Benar yang bicara kata bijak itu adalah Oh Sehun ?. Baekhyun menggeleng lalu mengulurkan tangan kirinya untuk menyentuh kening Sehun sedang tangan kanannya meraba keningnya sendiri, rasanya sama, tidak panas, juga tidak dingin. "Elu engga sakit kok. Tapi kok bisa ngomong bener yaa ?"
"Sialan Lo, Baek" Tangan Baekhyun terhempas dengan sedikit dorongan dari tenaga Sehun.
"Gue harap sukanya Luhan buat Gue aja. Gue sayang banget ama dia, sumpah !"
"Iya.. Iya.. Gue tau. Gue bakalan bantuin Elo kok, tenang aja" Baekhyun tersenyum manis. Tapi Sehun dapat melihat mata sipit sepupunya itu memicing.
"Apa ?" Sehun bersidekap, tau akan apa yang akan diucapkan Baekhyun.
Cihh,, Sehun sudah mengenal sisi luar dari Baekhyun, tapi lebih mengenal lagi sisi dalam Baekhyun. Dan Sehun yakin bahwa semua bantuan yang Baekhyun berikan padanya nanti pasti tidak akan percuma begitu saja.
Baekhyun menggerakkan badan bagian atasnya ke kanan lalu ke kiri secara bergantian dengan waktu beberapa detik. Senyum tak lepas dari bibirnya. Matanya yang tadi memicing berubah menjadi mata yang sinarnya seperti kucing jalanan yang memiliki khayalan dijadikan teman hidup oleh majikan kaya.
"Engga muluk-muluk kok, sediain aja stroberi di kulkas Gue selama seminggu penuh"
Sekarang giliran Sehun yang mengulurkan tangannya untuk meraba kening Baekhyun lalu berkata "Elu engga sakit kok. Tapi kok bisa ngomong bener yaa ?"
"Sialan Lo !" Menghempaskan tangan Sehun dilakukan Baekhyun dengan tambahan segala tenaga yang dia punya. "Eyeliner Gue udah abis, tas juga udah buluk, kemaren Gue ngeliat sepatu keren banget di Online Shop, cuma yaa gitu, jajan Gue engga cukup buat beli itu sepatu. Udah sihh itu aja"
"Jadi semuanya berapa ?"
"Gue juga engga tau. Gue pinjem kartu kredit emas Lo aja dehh"
"Itu sihh maunya Elo ! Sepupu sialan !" Doakan leher Baekhyun agar tidak cedera karena pitingan yang Sehun berikan.
Baekhyun terkikik dan Sehun mendengus. Sehun tidak benar-benar mengeluarkan tenaganya untuk menganiya Baekhyun, selain dia juga menyayangi Baekhyun pun juga ada lelaki tiang yang akan siap membalas berkali lipat jika ada yang menyakiti Baekhyun, yeahh Park Tower Chanyeol. Mendapati otaknya memikirkan hal itu, pitingannya di leher Baekhyunpun dilepas Sehun. Menyadari ada yang tidak beres dari sikap Sehun, Baekhyunpun mendangak lalu memperoleh wajah Sehun yang mendung. Sehun ingin menjadi lelaki yang bisa melindungi kekasihnya nanti dengan catatan kekasihnya adalah Xi Luhan, gadis Cina yang selalu ketus padanya.
"Elo kenapa ? Kok tiba-tiba merengut gini ?"
"Kangen Luhan" Wajahnya dibuat semerana mungkin. Oh sehun dan tingkah menjijikannya jika sudah berhubungan dengan Luhan, membuat Baekhyun mual dan memberikan gesture ingin muntah sebagai balasan perkataan yang Sehun lontarkan.
"Ga pantes, Hun. Ga pantes" Baekhyun mendorong pelan tubuh Sehun lalu melanjutkan "Entar jam tujuh Luhan dateng, mau ngerjain kelompok Biologi yang dikasih sama Guru Song. Itu juga kalo jadi, waktu pembagian kelompok sihh dia ngomong gitu, tapi entar gue telpon lagi dehh"
Seketika tubuh Sehun menjadi tegap kembali setelah tadi melemas. "Yaudah Elo masak sana gihh, sediain makanan biar Luhan betah disini, kalo gitu kan Gue bisa lama-lama pedekate ke dia"
"Inget, Hun. Engga gratis !"
Dengan begitu Baekhyun meninggalkan Sehun yang tetap berdiri memandangi punggung kecil Baekhyun. Setelah memutar maniknya senyuman dikeluarkan oleh Sehun. Tidak apa-apa tabungannya dibobol Baekhyun. Yang penting Luhan mau membuka hatinya sedikit demi sedikit untuk Sehun dan akhirnya menjadi kekasihnya, itu yang dijanjikan oleh Baekhyun pada dirinya.
Lalu berpuluh menit kemudian Luhan datang ketika Chanyeol dan Sehun sedang beradu cepat menggunakan jemari mereka untuk memusnahkan musuh virtual di depan mereka, sedangkan Baekhyun sibuk menata makanan untuk makan malam. Dan ini tepat pukul tujuh malam, Luhan memang pribadi yang tepat waktu.
Chanyeol dengan Sehun menoleh serempak saat terdengar derapan langkah. Chanyeol tersenyum tipis juga ramah saat melihat Luhan datang dengan tas gemblok, pakaian santai dan segelas minuman dingin di tangannya serta sepatu sneaker menjadi alas kaki gadis itu. "Hai, Lu. Baekhyun ada di dapur, kesana aja" Luhan mengangguk setelah membalas senyuman Chanyeol kemudian berlalu dari sana.
"Woyy, Rusa Liar kalo mata Lo engga buta harusnya Elo nyapa Gue juga"
Sebelum berbelok ke kanan langkahnya Luhan hentikan dan mengangkat kedua telapak kakinya secara bergantian untuk dimiringkan. "Yeol, tadi Elo denger suara ngga ?"
Chanyeol terbahak lalu hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban untuk Luhan. Luhan tidak lagi memperdulikan umpatan Sehun disana, lebih memilih mengangkat kaki ke dapur untuk menemui Baekhyun. Seharusnya Luhan tidak perlu terkejut jika mendapati Sehun di rumah Baekhyun, toh mereka sepupu lagipula disini ada Chanyeol yang bisa mengalihkan perhatian Sehun agar nantinya tidak selalu mencari masalah pada dirinya jika memiliki celah untuk mengganggu.
Suara nyaring Baekhyun menghentikan pergerakkan jemari lincah Chanyeol maupun Sehun. Sudah waktunya makan malam, dengan begitu kedua lelaki itu langsung berdiri lalu berjalan menuju meja makan yang menjadi satu ruangan dengan dapur.
Entah disengaja atau tidak, Baekhyun memilih duduk berhadapan Sehun, Luhan yang tadinya ingin duduk di samping Baekhyun langsung di dorong oleh Chanyeol hingga dirinya kembali berdiri dan hasilnya harus duduk di samping Sehun. Ingin disuapi karena tadi lelah bermain game,begitu alasan Chanyeol. Heol ! Baru kali ini Gue denger anak cowo cape main game ! –Dewi batin Luhan menggerutu.
Lalu dimulailah acara memakan masakan Baekhyun. Ternyata benar apa yang dikatakan Chanyeol tadi, dirinya meminta untuk disuapi oleh Baekhyun. Sang terkasihpun mengabulkannya. Yeahh salah satu layanan yang akan didapati jika kau memiliki kekasih. Begitulah mata Chanyeol berbicara kepada Sehun yang mengerti arti tatapan dan juga senyuman miring Chanyeol untuknya.
Mencoba peruntungan, Sehunpun menoleh ke arah Luhan yang tepat berada di samping kanannya. "Elo engga mau nyuapin Gue gitu, Lu ?"
Luhan yang sedang mengunyah dengan enteng menjawab "Emangnya Lo siapa Gue ? Lagian tuhh tangan masih berfungsi. Jangan manja jadi cowo !" Chanyeol dan Bekhyun hanya tertawa, beruntung makanan yang dikunyahnya sudah ditelan, jika tidak maka katakan selamat datang untuk kata tersedak.
"Elo mahhh jahat banget ama Gue. Entar Gue ngilang baru tau rasa Lo yang namanya kehilangan"
"Sekarang Lo ngilang Gue malah seneng banget, Hun"
"Udah ahh, kalian berantem terus. Makan aja yang bener, entar keselek terus susah napas baru tau rasa Lo berdua" –ini Baekhyun yang memberikan petuah.
Tapi Sehun malah dengan senyuman miringnya menjawab "Bagus kan kalo kaya gitu ? Jadi Gue ama Luhan bisa saling ngasih napas buatan"
Chanyeol terbahak, Baekhyun tersedak dan Sehun terkena siraman air dari Luhan.
"Gue udah selesai. Gue tunggu di ruang tengah, Baek" Luhan berdiri lalu berbelok ke kiri.
Baekhyun mulai merapikan bekas-bekas makan beberapa manusia yang tidak tau diri. Dua laki-laki yang setidaknya bisa membantu membawakan piring kotor ke westaffel justru berbincang penuh keseriusan dengan topik yang Baekhyun sudah bosan untuk didengar, Game !.
"Hun, temenin Luhan gih. Kamu disini aja, Chan. Bantuin Aku taro piring yang udah bersih ke rak" Chanyeol langsung bangun lalu berjalan untuk berdiri di samping Baekhyun, menerima tugas untuk meletakkan piring yang sudah bersih dengan imbalan satu kecupan di sudut bibirnya dari Baekhyun.
"Hehh ! Bilang aja mau pacaran" Meskipun menggerutu Sehun tetap berjalan ke arah ruang tengah.
"Syirik aja Si Jomblo !" –ini Chanyeol.
DNA rapal Chanyeol dalam hati saat melihat akronim yang Baekhyun tulis di bagian paling atas bukunya. Saat ini Chanyeol sedang duduk di sofa berdampingan dengan Sehun, sedangkan Baekhyun dan Luhan duduk bersandar dada pada meja di lantai. Luhan sedang membaca salah satu bab pembahasan di buku pelajarannya, sedangkan Baekhyun sibuk menulis apa-apa yang dikatakan Luhan.
"Lo engga ikutan ngerjain, Hun ?. Kalian satu kelas kan ?" Sehun mengangguk tapi masih sibuk menyentuh layar ponselnya.
Keberuntungan untuk Sehun karena Luhan yang tadi memilih duduk bersebrangan dengan sofa yang saat ini ditempati Sehun dan Chanyeol. Sehun sedari tadi sibuk memotret Luhan, berbagai ekspresi berhasil Sehun tangkap melalui lensa kamera ponselnya, entah itu Luhan yang tengah serius membaca, kening mengkerut pertanda ada satu hal yang Luhan belum pahami atau mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda paham atas apa yang ada di buku tersebut.
Chanyeol yang tadi bertanya namun tak mendapat jawaban lantas memalingkan wajahnya untuk mendapati Sehun sedang tersenyum tanpa Chanyeol tahu alasannya, lalu memilih mencondongkan tubuhnya untuk melihat apa yang disenyumi Sehun.
"Lu, Sehun ngambil fhohhtt"
Luhan dan Baekhyun mengangkat kepalanya hanya untuk melihat Sehun sedang membekap mulut Chanyeol.
"Elo kalo jadi cowo jangan rombeng dong mulutnya" hardik Sehun melalui bisikan untuk Chanyeol. Chanyeol mengangguk lalu demi sebuah kata pertemanan, lelaki itu mengacungkan lalu menggoyangkan kelima jarinya ke arah Luhan dan respon yang didapati Chanyeol hanyalah gelengan kepala disertai bahu yang terangkat namun sedetik kemudian kembali ke tempatnya semula. Yaa begitulah Luhan, tidak ingin membuat otaknya pusing dengan hal-hal yang tidak penting.
Lalu keadaan pun menjadi hening, Luhan membaca, Baekhyun menulis sedangkan Chanyeol juga Sehun sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.
"Lu, kan susunan DNA itu dari rangkaian nukleotida, neokletida tersusun dari deoksiribosa, asam fosfat sama basa nitrogen. Nahh basa nitrogen itu susunannya apa aja ? Gue cuma tau sampe susunan Nukleotidanya"
"Basa Purin sama Basa Pirimidin, Basa Purin susunannya Adenin yang disingkat pake huruf A sama Guanin yang disingkat pake huruf G. Kalo basa paramidin susunannya Cytosine biasa disebut Sitosin disingkat jadi C sama Timin disingkat jadi T"
Baekhyun dengan cepat menulis apa-apa saja yang dikatakan Luhan, meskipun cepat namun kerapihan tentu tidak dikesampingkan oleh Baekhyun, itu sebabnya Si Penyuka Stroberi kedapatan menjadi sekretaris dadakan, mengenyampingkan fakta bahwa Luhan memang lebih pintar dari dirinya untuk menjadi narasumber dadakan. Lalu seolah peran narasumber untuk Luhan semakin dalam, Bekhyun bertanya "Kepanjangan DNA apa, Lu ?"
"Demi Tuhan, Baek !. Elo nggak tau kepanjangan DNA ?" Buku yang sedang dibacanya Luhan tutup dengan keras lalu memberi tatapan jengkel untuk Baekhyun.
"Gue tau, Cuma ejaannya takut salah"
"Ngeles aja Kamu, Bee" Komentar Chanyeol yang dijawab dengan cengiran tanpa dosa milik Baekhyun.
"Makanya punya buku tuhh dibaca, jangan Lo jadiin ganjelan pintu doang !" Meskipun menggerutu Luhan tetap menjawab dengan mengeja satu per satu huruf hingga menyusun kata Deoksiribonucleic Acid.
"Si Rusa kalo udah ngamuk serem yee ?" Bisikan Chanyeol pada telinga Sehun yang tidak bisa dikatakan pelan.
Dan Sehun dengan frekuensi dua kali lipat lebih besar membalas "Makanya Gue panggil dia Si Rusa Liar"
"Diem Lo, Albino Pucet !" Luhan melotot, Sehun terkekeh.
"Albino engga ada yang engga pucet, sayangku"
"Sayang-sayang pala Lo peyang ! Udahh ahh Gue mau balik, senewen Gue lama-lama disini. Apalagi ada dia nohh. Dari Gue dateng ampe sekarang kerjaanya bikin tensi darah Gue naek mulu" Dagu angkuh Luhan menunjuk Sehun yang tengah beradu high five dengan Chanyeol.
Luhan langsung mengemasi buku-bukunya lalu menggemblok tasnya. "Tugas juga udah selesai. Gue pulang yaaa, Baek. Bye, Yeol. See you on Monday" Lalu berjalan meninggalkan ruang tengah dengan Sehun yang misah-misuh karena sekali lagi keberadaannya tidak dianggap oleh Luhan.
Baekhyun yang sudah berjanji akan membuat Sehun lebih banyak memiliki waktu dengan Luhan pun lantas berdiri lalu berlari untuk menahan tangan Luhan di depan pintu rumahnya "Nginep aja sihh. Diluar juga mendung, jangan naek bis. Temenin Gue disini. Elu emang engga takut apa entar Gue di macem-macemin ama Chanyeol kalo Sehun lagi engga ada ?"
"Yaa Suruh aja Si Albino nginep, ribet banget gitu aja"
"Tapi, Luuu. Sehun ama Chanyeol itu sama-sama Cowo, dan Cowo pasti lebih mihak kaumnya"
"Gue engga bawa baju ganti, Baek" Luhan masih mencoba agar permintaan Baekhyun tidak tercapai. Berdekatan dengan Sehun dalam waktu yang lama dijamin bisa membuat risiko darah tinggi Luhan semakin besar, yeahh itu menurut Luhan berdasarkan fakta yang sudah Luhan kantongi selama satu tahun ini.
"Bisa pake baju Gue, kita kan badannya sebelas-duabelas. Lagian nanti kalo Lo keujanan gimana ? nanti sakit, terus Gue engga punya temen sebangku doonggg" Luhan dapat melihat kedua binar mata Baekhyun menjadi seperti puppy yang meminta makanan kepada Sang Majikan.
"Dihh Lebay banget" Meskipun berkomentar ketus begitu, Luhan akhirnya berbalik ke arah dalam. Baekhyun tersenyum pada dua lelaki pengintip dibalik tembok yang tidak dilihat Luhan. "Gue tidur dimana ?" Luhan berbalik dan mendapati Baekhyun terkejut entah karena apa lalu memberikan senyuman yang aneh menurut Luhan. "Elo ama Chanyeol cocok deh, Baek" Baekhyun menggigit sudut bibir bawahnya lalu memasang ekspresi datar saat Luhan melanjutkan "Sama-sama Aneh"
"Sialan Si Rusa Liar" Umpat Baekhyun bersamaan dengan Chanyeol.
Dibelakang Chanyeol, Sehun tersenyum tipis. Sehun tahu kalau sepupu mungil kesayangannya itu tidak akan pernah mengecewakannya.
.
.
.
.
.
TBC
Hei ? Ketemu lagi ama Gue, engga bosen kan ? #asah golok. Gue bersyukur ff gue banyak yang baca. Seengganya kalian terhibur lahhh, karena tujuan gue bikin ff ini emang buat hiburan, khususnya buat gue #ketawa cantik. Hiburan disela kerjaan yang bikin pening _ .
Respon chap 1 kemaren juga Alhamdulillah, pada suka, pada bilang lucu. So, ini chap gue lanjutin buat kalian yang review kemaren. (Arifahohse, Juna Oh, han7, ohhsitik,misslah, guest, park rara, hunjustforhan)
Note : buat guest, alangkah baiknya kalo elo pake nama, biar enak tau nyebutnya, yee kann ? /ada siapa ? / ada tamu / tamu siapa ? / yaa tamu, mana gue tau namanya /. Kira-kira gitu dehh ilustrasinya, engga enak kan ?
Okehh sampe sini dulu
Jakarta, 080916
Sign
Hunhan Addict
