Cast: oh sehun,xiluhan,chanyeo,kai, exo otp12
GS tidak yaoi
Bakal nemuin banyak typo and jgn jdi silent read ya :)
baginya aku tulip putih polos diatas lumpur
untuknya aku seperti biru langit
dan anggapnya aku seperti mawar di ujung jurang
aku memang tulip yang akan selalu terlihat kuat meskipun diatas lumpur hisap
aku memang langit biru yang akan selalu bertemu dengan langit malam
aku memang mawar diujung jurang jika kau menginginkannya kau akan terluka dan terjatuh dahulu
Drt drt drt ...
Getar handphone dinakas meja membuatku terbangun dari tidur, ini masih cukup pagi untuk membangunkan orang yang bahkan baru tidur 1 jam yang lalu aku melirik jam yang ternyata sudah cukup pagi membuatku terkekeh pelan sebelum membaca pesan dari sahabatku
Dari: Sehun oppa
lu .. kau ada waktu pekan ini?, kafe biasa .. selamat pagi
Wed: Sehun oppa
ya.. kafe biasa sampai ketemu
aku menatap setengah minat pada pesannya tumben memang jika seorang Oh sehun si namja super sibuk tiba tiba memberi pesan dipagi buta begini, aku menghela nafas aku tau apa yang mau dia bicarakan pasti tentang undangan pertunangan park chanyeol sahabatnya sahabatku sekaligus mantanku 2 tahun lalu, undangan yang juga disertai paspor dan gaun untuku, aku memang bukan dari kalangan berada seperti mereka ayahku hanya pekerja wirausaha biasa jadi wajar jika dia juga menyelipakan paspor berarti agar aku tak menolak undangannya, dia memang selalu bossy kalau bisa jujur tak pernah berubah ..
aku mungkin bisa saja menolak dengan dalih sibuk kuliah tapi sudah kepalang janji jika salah satu dari kita bertunangan atau menikah kita harus ada sebagai pendamping, dia memang mantanku tapi bukan berarti dia mantan sahabatkukan..
2 taun yang lalu aku memutuskan untuk melepasnya pergi ketempat ibunya, ibunya tak pernah tau jika kami berpacaran beliau hanya tau aku dan chanyeol teman dekat, aku cukup bercermin jika aku bukan dari kalangan yang sama, hubugan kami hanya sekedar yah saling tergantung karena selama kami pacaran aku tak pernah merasakan hal hal yang mendekati "cinta" aku hanya menganggapnya kakak selama 3 tahun tapi tidak dengannya dia mencintaiku aku sangat tau..
aku selalu merasa jadi cinderella saat itu kita menjalani hubungan jarak jauh sampai saat aku kelas 2 sma ada orang lain yang datang diantara aku dan dia namanya kai orang yang membuatku tau arti kehilangan yang sebetulnya, awalnya aku bersahabat baik dengan kai perlahan hubungan aku dan chanyeolpun renggang diperparah dengan permintaan park ahjuma ibu chanyeol agar aku membujuknya untuk kembali ke ibunya,perlahan tapi pasti aku mencoba melepaskan chanyeol,meskipun aku harus dibenci olehnya aku memberi dalih aku bosan atau aku mencintai namja lain yang seenak jidat kusebut dia kai,
terakhir yang kuingat hanya tatapan terskitinya di skype bahkan aku memutuskannya diskype, jika kalian berfikir aku membenci ibunya mungkin benar tapi hei bung ini dunia nyata bukan drama korea dimana ada pria sempurna yang menjadi jodoh dari gadis biasa sepertiku sejak saat itu aku selalu berfikir positif jalan yang kupilih benar
..aku semakin dekat dengan kai dia selalu ada untuku kapanpun aku butuh orang yang menopangku dari kehilangan chanyeol atau karena aku memang mebutuhkannya kadang dengan jahatnya dia lebih memilihku dibanding pacarnya,iya dia punya pacar tapi hubungannya merenggang aku tau aku mungkin salah disini tapi dia meyakinkanku kalau ini bukan salah siapapun dia bilang pacarnya lah yang selingkuh dan akhirnya memutuskannya, sampai kami menjalin hubungan, kami menjadi partner dalam hal apapun dia juga yang mendapatkan firstkiss ku entah kenapa rasa penasaran yang selama ini kutampung jatuh ketangannya mungkin karena aku mencintainya..
tapi dibeberapa bulan kemudian semakin mendekati hari jadi kami yang 1 tahun aku sadar karma berlaku dia jengah dengan sikap cuekku tapi semakin posesif semakin cemburuan tapi terlalu tak peduli dengannya ditambah hal yang paling menyakitkan keluarganya tak setuju dengan hubungan kami, kai merupakan sosok yang akan melakukan apapun demi keluarganya demi ibunya termasuk melepasku aku tak bisa melakukan apapun meski awalnya aku mencoba bertahan dengan mengajaknya backstreet,keputusan yang kami ambil adalah kita akan putus jika masing masing dari kita sudah berkuliah, karena pada dasarnya kita memang masih saling menyayangi aku bisa mempertahankan hubunganku sekitar 3 bulan sampai akhirnya aku memutuskan melepasnya sesuai perjanjian kita,
mungkin memang hanya aku yang masih mencintainya dan dia tidak.. jadi hanya aku yang mengharapkan kita bisa kembali tapi semakin hari aku sadar itu mustahil kau tak bisa memaksa apa yang orang lain rasakan, tak bisa memaksa agar kai mencintaiku lagi,, sampai saat ini aku selalu berdoa agar tuhan mengangkat perasaanku untuknya,, aku tak ingin menyalahkan siapapun tidak dia atau keluarganya atau keadaan atau sifatku yang aku fikirkan hanya
" inilah karma yang harus kau tanggung xi luhan"
Sehun sendiri adalah sahabat chanyeol yang juga sahabatku jika kalian menganggap cinta adalah saat kau bertemu pandang dengannya darahmu seolah berdesir atau detak jantungmu berdetak tak seperti biasanya mungkin itu yang aku rasakan padanya sejak pertama kami bertemu 6 tahun lalu dibanding chanyeol mungkin sehun lebih hangat caranya pembawaanya selalu mempesona untuku tapi aku tak cukup gegabah dengan pemikiran itu berkaca dari pengalaman chanyeol dan kai dari situ aku tau kalau aku masih tidak cukup pintar untuk membedakan cinta atau ketergantungan lagian seingatku waktu awal jadian aku dan chanyeol, sehun tiba tiba pergi ke perancis untuk bertunangan dengan gadis pilihan orang tuanya, aku sempat sesak sampai aku ingatt jika aku masih punya chanyeol disisiku..
beberapa bulan yang lalu sehun mengabariku kalau dia pulang dan kuliah kedokteran disini dia mempercepat kuliahnya 2 tahun entahlah dia memang namja jenius, aku dan dia hanya bertemu akhir pekan jika dia tak sibuk, selebihnya dia masih jadi sahabatku meskipun aku ingin bertanya bagaimana tentang pertunangannya. Perasaanku padanya,,,aku tak tau jujur aku mungkin sedikit trouma dengan kejadian kejadian ini haha..jadi aku tak mau tahu.
Tersadar dari lamunan panjangku aku terbangun dan bersiap kuliah karena ibuku mulai mencak mencak diluar sana haha,,
Pekan ini sesuai janji aku dan sehun bertemu di kafe langganan kami aku melirik jam tanganku masih ada 5 menit lagi berdasarkan waktu perjanjian, aku memesan minum duluan bubble tea taro salah satu minuman favoritku, sehun juga, hanya dia lebih suka yang coklat sambil menyesap minumanku aku hanya melihat keluar jendela kafe, hujan turun cukup deras banyak orang yang berteduh dibawah tas kerja atau pohon, cuaca nampak bertambah buruk akhir akhir ini aku mulai mengeratkan jacket tebalku
karena mulai bosan aku mulai membuka smartphone membuka beberapa media sosial yang aku punya saat aku membuka instagram ada postingan baru photo kai kupikir dia baru selesai pendidikan dia terlihat bangga dengan seragam barunya dia berkuliah disekolah kenegaraan, aku hanya tersenyum miris melihatnya melihat beberapa komen teman temannya aku juga ingin tapi aku tak bisa aku sadar aku bukan siapa siapa lagi untuknya, disana kai terlihat senang dan bahagia berbeda dengan perasaanku aku sangat merindukannya sangat..
"lu...luhan "
Aku menengadah melihat sehun dan tersenyum semanis mungkin berharap bisa menyembunyikan kegetiran di senyumku dia balas tersenyum sambil mengibas ngibaskan tangannya pada celananya yang sedikit basah oh aku lupa diluar hujan " menunggu lama lu ? " tanyanya sambil tetap diacara kibas kibasnya " anio..hunnie yak.. celanamu basah..kau bisa kedinginan nanti " ucapku iba padanya yang memang kelihatan kedinginan " gwanchana hanya sedikit" ujarnya kalem sambil duduk dihadapanku " kau sudah memesan duluan lu ? jahatnya kenapa tidak menungguku ?" aku terkekeh pelan mendengar gerutuannya " aku haus" jawabku singkat dia hanya mendelik sebelum memanggil pelayan memesan bubble tea rasa coklat kesukaanya.
" bagaimana kuliahmu sehunah?" aku bertanya sambil menyesap bubble teaku tak kuhiraukan tatapannya yang terlihat tergoda dengan minumanku " biasa saja, hei panggil aku oppa" aku memeletkan lidahku " andwee.." dia mengacak rambutku " dasar rusa kecil yang tak sopan..bagaimana kuliahmu hm?betah ?" aku mengangguk mengiyakan pelayan datang dan minuman itu langsung disambar sehun diminumnya dengan rakus, aku lagi lagi terkekeh "aku haus" ucapnya seperti mengutip kata kataku, setelah selesai dengan urusan meminumnya " kau tau ya aku mau membahas apa ?" ujarnya tiba tiba "hm..chanyeol yah" aku menaruh bubble tea ku di meja dan menatapnya " kau tak perlu datang jika tak siap lu " aku menggeleng " kata siapa aku tak siap dia kakaku hun dan aku sudah berjanji pada kalian ingat ?" dia menghela nafas sebentar " kau berbohong lu,, kau tak siap kau tak harus datang " "aku ingin datang sehunah,,percayalah aku baik baik saja,," "kau yakin?" tanyanya lagi " tak pernah seyakin ini hun-ah" " geuree..tapi kau tetap disampingku saat disana,,kau tidur diapartemenku pokonya kau tak boleh jauh dariku arraseo?" ujarnya sambil menunjuk nunjuk hidungku aku mendengus " kau seperti seorang kekasih yang cemburu tau ? " aku mendelik kearahnya " a.a..a..yak aku peduli padamu bodoh " jawabnya sambil tetap menujuk wajahku " ya..ya..ya..terimakasih musang jelek " dia mencubit pipiku keras aku membalsnya dengan menendang kakinya " kau menyebalkan" ujarnya kalem aku tertawa keras melihatnya kesal, dia mungkin namja yang datar tapi jika sudah mengenalnya dia bisa sangat cerewet. Kami memutuskan untuk menonton film setelahnya lalu mengantarku pulang kerumah, dia sempat mampir dan mengobrol dengan ibuku beberapa menit, sebelum pamit pulang karena pulang ke apartemennya tidaklah dekat bisa dipastikan tengah malam dia baru sampai, apartemennya memang ditengah kota sedangkan rumahku justru dipinggiran kota butuh sekitar 3 jam.
TBC
Baca dan preview yah ..
Kecepatan post tergantung preview
