pesta pertunangan chanyeol 2 hari lagi dan rencananya pagi ini aku akan berangkat ke perancis dengan sehun hanya berdua, karena lay onnie sahabat kami yang lainnya sudah sejak seminggu lalu disana dengan kekasihnya suho oppa yang juga sepupu chanyeol, kadang aku iri dengan hubungan mereka yang terlihat selalu baik baik saja, kedewasaan suho oppa dilengkapi dengan keanggunan lay onnie how so prefect couple..

Aku masih sibuk packing baju, meskipun sedikit terganggu dengan dering handphone , itu pasti ocehan teman temanku di line, xiumin, dan tao mereka sedikit kesal karena aku baru memberi tahu mereka jika aku memilih ke perancis dan tidak ikut pergi liburan ke busan dengan mereka, aku memang tak memberitahu untuk apa aku ke perancis, karena jengah juga akhirnya aku membuka akun lineku yang penuh dengan notif mereka isinya hampir sama " kau harus membelikan oleh oleh jika ingin kami maafkan" atau " hati hati dijalan" atau " carikan namja perancis untuku" ouh untuk pesan terakhir tadi dari tao

Karena dirasa beres aku segera menemui keluargaku dibawah, saat sarapan ibu juga terus mengoceh isinya sama intinya "hati hati disana" aku hanya mengangguk ngangguk tanpa banyak bicara dan terus makan sekitar 5 menit kemudian sehun datang dia memeluk ibuku ramah lalu ikut sarapan dengan kami, aku sedikit melirik penampilannya celana levis biru dongker dipadu dengan kaos putih polos yang di tutupi dengan kemeja kotak kotak biru yang tidak dikancing oh tunggu rambutnya sedikit berbeda karena bagian depannya dia mohwk aku akui dia terlihat beberapakali lipat lebih tampan dengan potongan rambut itu ( bayangin rambut sehun di gaon chart awards)

" lu..muka mu merah ? kau demam" telapak tangan sehun menempel di dahiku " anio..haha..aku hanya panas karena nasi goreng ini hahaha.." aku menepis tangannya dan cepat mencari alasan berbohong, dia hanya mengangguk meski aku ragu dia percaya atau tidak, setelah sarapan kami berangkat, dibandara aku hanya diam karena semua hal diurus oleh orang kepercayaan sehun, di pesawatpun aku hanya diam memandang jendela

" melamun lagi eoh ?" sehun menyenggol bahuku sambil tatapannya terus didepan laptopnya " anio.. kau tau aku suka langitkan hehe.." sehun berhenti sejenak memandangku

" ya oklah.. whateve Blue..kalau kau mabuk udara bilang ya..jangan membuatku malu " aku memukul lengannya karena mendengar ledekannya

" kau tau jika aku muntah laptopmu ini yang akan jadi tempatnya" dia hanya tertawa kecil menampilkan eyesmilenya " kau sedang apa hun?" dari semenjak masuk pesawat sampai sekarang dia memang sibuk dengan pacar tak bernyawanya itu,

dia menghela nafas " dosen dosen itu terlalu suka membuatku berpacaran dengan tugas..menyebalkan " dia menggerutu meskipun tangannya masih lihai menari di keyboard " eum.. belum beres juga hun ? istirahatlah.. kau tak pusing sudah 3 jam memandang layar ? " " aku masih harus mengeditnya lu.. sebentar lagi " aku mengambil laptopnya dia terlihat kaget tapi tak berniat melarangku, aku mengclose pekerjaannya tidak lupa menyimpannya dulu dia memicing tajam padaku

" kau tahu hun.. aku merasa bersebelahan dengan panda, kau sudah mengerjakan ini berapa lama sampai kurang tidur eoh ? kerjakan lagi nanti dan istirahat sekarang.."

aku menangkup wajahnya meraba pelan sekitar matanya yang memang terlihat lebih gelap dibanding beberapa hari yang lalu, dia hanya diam menatapku aku rasa dia kaget dengan apa yang aku lakukan karena gemas aku menoyor dahinya

" tidurlah musang bodoh "

" yak xi luhan..asskdjeiyre" sebelum ucapannya berlanjut aku menyumpal telingaku dengan earphone kembali menatap langit biru lewat jendela tersenyum kecil karena sehun masih menggerutu tapi akhirnya dia menuruti permintaanku dia tertidur dengan menjadikan bahuku bantal aku sudah terlalu tahu tabiatnya yang workholic itu dia sering lupa makan atau tidur jika berurusan dengan tugas sama seperti chanyeol.. mereka memang sama jika boleh aku jujur.

Sesampainya di perancis aku dan dia langsung menuju keapartemennya, apartemen yang minimalis di tengah kota, di ruangan tengah aku bisa lihat sebagian kota paris, harus ku akui kota ini mempunyai magis tersendiri pantas saja disebut kota cinta..aku terkekeh menyadari apa yang aku pikirkan tentang kota ini.

sehun datang dan langsung mendudukan dirinya disampingku

" lu.. aku lupa memberi tahumu, di apartement ini hanya ada satu kamar..

"ok..aku bisa tidur di sofa, ini cukup besar untuk tubuhku " aku memotong ucapannya cepat,

" jangan memutuskan seenaknya, mana bisa kau tidur di sofa, kau tidur denganku dikamarku, aku tak menerima penolakan masalah tidur aku anggap selesai arraseo" sehun menangkup wajahku seenaknya

" yak.. kau juga memutuskan seenaknya,, gimana bisa kita tidur berdua "

" bisa.. ini zonaku,, " dia menoyor kepalaku

"shiroehh..sehun yakk ! " aku teriak didepan wajahnya " aku.. kamu.. oh gud kita .. aish.. " aku menatapnya horor ayolah bisa aja nanti terjadi sesuatukan,,

"kau pikir aku se pervert itu hah..? "

" kau tetap lelaki berdarah panas ah,,anio..aku takut "

" jangan berlebihan xi luhan, kecuali kalau kau memang berniat melakukan this nd that ayo aja sih.. " aku memukul lengannya keras .. namja satu ini ya tuhan..

" berhenti memukulku terus bodoh... ayo ke kamar " dia menarik larat menyeretku paksa ke kamarnya aku menggerutu terus bukan tidak percaya padanya sih,,hanya saja tidur berdua dengannya aku takut kurang nyaman nantinya

" hun-ah.. kau benar ya jangan macam macam " aku duduk di tempat tidurnya mengamati sekeliling ,

dia memutar bola matanya malas " luhan,,please.. ! dulu kita juga pernah tidur barengkan "

" itu beda.. dulukan bertiga " aku mengerucutkan bibirku

" jangan. Mulai. Beraegyo. Xi luhan " dia menekankan setiap ucapannya

" selama di sini kau tanggung jawabku bodoh, kau bisa taruh guling di tengah tengah kalau kau mau "

"ide bagus " aku nyengir menyadari kebodohanku karena ide seperti itu tak terpikirkan olehku "idiot " dia pergi kekamar mandi, aku sempat melemparnya dengan bantal karena kesal

"ah..sial "

" wae ? "

" kulkasnya kosong.. ayo makan keluar "

" ne.. " aku mengekor dia keluar tanpa banyak berkomentar, aku memang lapar setelah sampai tadi kita belum makan apapun selain susu kemasan , sehun membukakan pintu mobil untuku dia sudah seperti pacarku saja kalau dipikir-pikir

" mau makan apa ?"

Drt..drt..

Sebelum aku menjawab pertanyaannya hpnya bergetar sehun menyuruhku memeriksanya dengan isarat matanya karena dia sedang menyetir , ada satu pesan masuk dari chanyeol

" dari chanyeol..katanya kau dimana? Dia ingin bertemu "

aku membaca pesannya tanpa menoleh padanya sesaat suasana mendadak canggung, dia menepikan mobilnya " ote ? " tanyanya aku tertawa canggung " baiklah " dia mengambil hpnya dari tanganku mengetikan beberapa kata lalu menaruhnya lagi " setelah makan kita ke tempatnya" aku hanya membalasnya dengan senyum terpaksa ini terlalu cepat untukku bertemu dengan dia meskipun besok mungkin kami akan bertemu tapi aku masih saja tak siap melihatnya lagi, aku mungkin masih merasa bersalah.

aku memainkan smartphoneku bosan, sedangkan sehun terlihat asik membaca koran perancis, kami sedang menunggu di lobby kantor chanyeol, dia ada meeting sekarang dan kami memutuskan menunggunya selesai

" hun-ah..aku bosan " aku menarik lengan bajunya mencari perhatian " ayo jalan jalan sebentar " aku memaksanya

" chanyeol oppa eodigga ?" suara seorang perempuan mengintrupsi , dia terlihat sedang mengobrol dengan recepsionist , dia cantik rambutnya berwarna darkbrown lurus berbeda denganku yang hitam legam dan sedikit ikal di ujungnya, aku yakin setiap wanita akan iri dengan penampilannya yang anggun dan manis saat ini termasuk aku, masih sibuk dengan memperhatikannya sampai tak sadar sehun tiba tiba mengenggam tanganku, aku menatapnya yang dibalas tatapan datar tapi lembut darinya aku tak mengerti

" dia calon tunangan chanyeol " kalimat singkatnya sukses membuatku bungkam, aku merasa mencelos sekarang

"oh"

" namanya baekhyun, byun baekhyun "

" dia cantik " responku jujur sambil memperhatikannya

baekhyun menoleh kearah kami dan tersenyum, harus berapa kali aku bilang kalau dia sangat cantik apalagi saat tersenyum

" sehun annyeong " dia berdiri dihadapan kami, melambai tangan dengan anggun, sehun hanya membalasnya dengan senyum tipis "nugu?" tunjuknya kepadaku

"xi luhan imnida, annyeong " aku berdiri dan membungkuk

"ah..luhan..kau sahabat chanyeol oppa dan sehun ne?"

dia merangkulku tiba tiba, aku terkejut " byun baekhyun calon tunangan chanyeol..ah senangnya bisa bertemu denganmu sekarang kita sahabat, karena kau lebih muda dari ku panggil aku onnie arraseo " aku hanya mengangguk

"ah..neomo kyeopta " pipiku di cubit dia " kau dongsaengku sekarang "

sekarang aku tau kalau gadis didepanku ini sedikit cerewet, aku bohong kalau aku tidak menyukainya meskipun terselip tak nyaman saat tau gadis dihadapanku adalah tunangan mantanku sendiri Sehun menariku duduk kembali, merangkulku posesif di depan baekyun

" yak.. kau seperti kekasihnya sehun-ah"

" terserah kau nonna"

sehun begitu acuh aku juga tak mempermasalahkan jika kami disangka kekasih karena memang sudah terbiasa dengan tabiatnya yang seenaknya itu

"kalian mau ketemu chanyeol oppa? "

"ne"

"kenapa menunggu disini bukan diruangannya, disana lebih nyaman "

" aku mau disini" aku hanya jawdrop mendengar jawaban sehun yang selalu singkat itu

"ish ya sudah luhan..ayo ikut aku " baekhyun menariku yang mau tidak mau menarik juga sehun wkwk

"yak kenapa kau ikut, aku hanya mengajak luhan" tudingnya pada sehun

" wae ? luhan kesini bersamaku nonna "

" lu..kau kuat bersahabat denganya..jinca"

Aku tersenyum geli melihat pertengkarang baekhyun dan sehun,sekarang aku di ruangan chanyeol, menuruti keinginan baekhyun agar menunggu disini baekhun terus mengoceh yang hanya di tanggapi datar oleh sehun, aku juga hanya tersenyum atau terkekeh dia gadis yang sangat hyper aktif.

" oh..kalian sudah datang "

suara berat yang maskulin itu mengejutkanku aku menoleh padanya dan langsung dihadapkan dengan permata onik yang selalu menenangkanku dulu

"oppa bogoshiposo "

baekhyun langsung memeluk chanyeol Aku terkejut tapi hanya bisa diam melihat mereka berpelukan, aku tak tau ternyata rasanya sesesak ini, chanyeol hanya diam tak membalas pelukan baekhyun matanya terus menatapku

" menunggu lama sekarang aku harus melihat kau berpelukan dengan tunanganmu yeol "

sehun mengintrupsi dengan cepat, aku sedikit bersyukur karena itu

" byun baek lepaskan ! "

baekhyun merengut lucu canyeol berjalan dan duduk di sofa tepat di hadapanku baekhyun mengekor dengan setia dan duduk disampingnya

" long time no see " ujarnya kalem padaku " annyeong chanyeol oppa " aku berusaha tersenyum dan menyapanya, sehun juga mengenggam tanganku, suasana yang sangat aku hindari terjadi.

" hei,,,gimana kalau kita makan bareng " baekhyun memberi usul

" ide bagus..khaza " chanyeol menjawab datar dia pergi diikuti baekhyun yang memekik girang

" gwanchana ?" sehun mengusap kepalaku lembut

" nangwanchana sehunna khaza.."

Tatapanku terus terarah pada punggung tegapnya, punggung tegap yang selalu melindungiku dulu auranyapun masih seperti pinus di musim dingin, segar seperti mint

"eoh..chakaman "

baekhyun merogoh cellphone di saku tas kecilnya sesekali menggerutu tak suka setelah beres dengan cellphonenya dia kembali merajuk pada chanyeol meminta chanyeol memohon ijin pada omma baekhyun untuk ikut dengannya, dia bilang kalau ibunya memanggilnya sekarang

"pergilah..aku tak ingin berurusan dengan neneku tua itu "

chanyeol berujar datar baekhyun mengerucutkan bibirnya lucu menatap sehun dan aku untuk membujuk chanyeol aku hanya menggaruk rambutku yang tidak gatal sama sekali karena bingung harus berbuat apa, sedangkan sehun ? dia hanya diam tak mengubah ekspresinya

" aish.. gereu aku pulang tapi luhanah "

"ne.."

Baekhyun memeluku tiba tiba " tolong jaga TUNANGANKU ya.. jangan sampai dia melirik wanita lain"

bisiknya pelan,perasaanku atau bukan tapi seperti baekhyun mengeja "tunangan" dengan jelas aku hanya mengangguk bingung sehun menatapku meminta penjelasan aku hanya tersenyum baekhyun juga segera mengecup pipi chanyeol tepat didepanku, chanyeol sedikit tersentak tapi dengan mudah kembali datar aku sempat membeku untuk beberapa saat

" cih " sehun memicing tak suka

" berhenti melakukan hal tadi byun park " chanyeol menggeram pelan " andwee..annyeong chagiya..luhanah tolong ya jebal " dia segera berlari menuju pintu keluar

Didalam mobil chanyeol menyetir, sehun disampingnya dan aku duduk dibelakang suasana menjadi canggung untuk beberapa saat tapi mungkin itu hanya terjadi antara aku dan chanyeol, untunglah sehun pintar membaca suasana dia jadi lebih banyak bicara meskipun aku tau dia membenci itu gomawo sehunah

" so... bagaimana hubunganmu dengan kai BLUE ya "

TBC