typo pasti bertebaran ya.. thanks ya yg udah review.. yang jadi silent rider semoga dibukakan hatinya untuk memberi review haha...

aku ngepostnya tergantung seberapa antusiasnya reader ya..kalau ternyata ga antusias yah ke akunya suka ilang mood buat lanjutin

oke/chaaa~~~

" so... bagaimana hubunganmu dengan kai BLUE ya "

" aish..setelah sekian lama kita ga ngumpul, kau malah bertanya tentang orang asing chanyeolah " sehun mendengus mendelik kearah chanyeol

"aku hanya bertanya, kau tak keberatankan lu ?"

"ani..tak apa hun,lagian aku dan kai... kami teman yang baik " aku menunduk dalam kegetiranku sendiri

" yeah..aku bisa melihatnya " chanyeol tersenyum sinis menyindir kebohonganku dengan datar tapi sukses membuat seolah udara disekitarku semua ditariknya

" ah..sudahlah jadi mau kemana kita? Jangan sampai kau membawaku dan luhan ketempat yang tak jelas yeol "

"lu..kau mau kemana ?"

"eh ?"

aku mengerjapkan mataku menatap chanyeol lewat spion " kau mau kemana lulu... aku dan sehun akan jadi guide sehari untukumu di paris bagaimana?" entah kemana sosok chanyeol yang sinis padaku tadi, yang sekarang aku hanya melihat kelembutan lagi dimatanya

" hei..hei.. kau yang tinggal disini kenapa aku juga harus jadi guide, aku dan luhan secara tekhnis sama sama tamu dan kau tuan rumahnya "

" tapi kau juga sudah sering kesini musang bodoh "

" yak..berhenti memanggiku musang bodoh tiang listrik "

" sadar..kamu juga tiang sehun "

Chanyeol dan sehun masih berdebat tak jelas aku terkikik karena sangat merindukan suasana ini

" eiffel "

"eh" mereka kompak menoleh kearahku

"ya..yeol.. fokus oi " aku menunjuk kedepan karena fokus chanyeol sempat teralih tadi

" ah..ne..ne..kemana ?"

" paris lu ?" sehun bertanya meyakinkan

"ne.. apa tak apa? Aku ingin kesana sayangkan jauh jauh ke perancis tapi ga dateng ketempat itu "

"never mind " tanpa sadar mereka berucap berbarengan, aku tertawa lagi melihat keduanya, sudah kubilang sebelumnya jika mereka sebenarnya memiliki kepribadian yang sama.

Angin malam di paris cukup sejuk, aku menatap ribuan lampu lampu kecil yang mengelilingi menara yang terkenal didunia itu,indah... aku akui tempat ini sangat romantis, banyak pasangan kekasih yang duduk bersama, atau pasangan orang yang berumur yang terlihat menikmati coklat panas ditangan mereka, jika melihat kesudut perbelokan, aku bisa melihat seniman jalanan yang dengan mahirnya memainkan berbagai alat musik, atau seniman amatir yang melukis dengan lihai

suasana eropa kecil seolah menyatu disini aku duduk dibangku panjang diapit oleh sehun dan chanyeol sejak tadi aku hanya berfoto haha.. moment langkakan..sedangkan mereka hanya menatapku dengan -_- membuat aku mendengus dengan ekspresi itu karena merusak pemandangan di photoku

" hei..hei..senyum..sehunah..chanyeol ah.. senyummmmmmm" aku memberengut karena lagi lagi di photoku mereka tetap memasang poker face andalan coret sialan mereka itu

1...2...3... klik

"Yehet... dari ratus ratus photo akhirnya kalian tersenyum juga haha.."

Diphoto itu dengan backround eiffel malam hari wajahku diapit oleh kedua wajah mereka, sehun tersenyum menampilkan eyesmilenya yang menurut aku terkesan cute tapi tampan,sedangkan chanyeol sedikit tertawa menampilkan deretan gigi putih yang dulu selalu dia banggakan, mereka mendengus melihat hasilnya

" aku terlihat idiot "

" aku benci eyesmileku"

" anio.. kau terlihat lucu yeol..kau juga terlihat cute..ahh neomo kyepta"

" aku tak suka dibilang lucu "

" cih,, aku lebih cocok dibilang tampan dibanding cute rusa bodoh "

" yak.. musang sialan berbulu domba aku tak bodoh ..terserah kalian ah.. aku kesalllll "

Aku berteriak beberapa oktaf menarik perhatian sekeliling chanyeol membekap mulutku kaget

" jangan buat kami malu " sehun menggeleng pelan mencubit pipiku yang di amini chanyeol

" biarin "

Aku meleletkan lidahku sebal mulai mengerucutkan bibirku kebiasaanku yang selalu tanpa sadar jika aku kesal

" tuhkan ! tuhkan ! berhenti memasang tampang itu yak..xi luhan "

chanyeol menunjuk wajahku tapi langsung memalingkan wajahnya yang terlihat memerah sedikit mungkin karena dingin atau malu..ok abaikan aku mulai berfikiran aneh

" tak mempan " sehun berujar datar

Aku semakin memberengut pada sehun menatap mereka dengan deer eyes andalanku dulu, sehun mengusap wajahnya kasar " mau apa ?" aku nyengir kuda

" minuman hangat "

" ayo pindah tempat " chanyeol menarik tanganku lembut

" andwee..aku masih mau disini"

" yak..jadi maksudmu kau menyuruh aku atau dia beli minum gitu.."

"hehehe.."

" oh..look at sehun dia selalu seperti ini dan kita tak bisa menolaknya "

" tapi siapa yang akan pergi minum "

" pake kai baik buk aja..ote?" aku mengusulkan menatap mereka bergantiaan

" ani..itu kekanak kanakan.." chanyeol memalingkan wajahnya dariku

" ayolah...ayo..oppadeul..jeballl " sekali lagi aku memasang deer eyes berharap mereka luluh

" gereu..yeol..ayolah aku juga haus"

"cih "

Kkai.. bayy..bukk..

" ah..shit " sehun menendang kesal karena dia kalah berarti dia yang bertugas membeli minuman ,aku dan chanyeol tertawa melihat wajah kusutnya

" tunggu disini.. "

sehun dengan langkah gontai berjalan meninggalkan kami, aku dan chanyeol sama sama mengancungkan jempol padanya tanda setuju.

aku memejamkan mataku menikmati angin yang bertiup santai

" apa kau bahagia?"

"ne.." aku menoleh pada chanyeol yang sedang menatapku

" bahagia dengan keputusanmu melepasku karena cowo brengsek itu ?"

" kai bukan cowo brengsek oppa"

"cih.."

" jangan bahas hal itu.. maksudku semuanya memang harus terjadi seperti ini ok jadi intinya jangan bahas "

" aku tau semuanya luhan .. alasan sebenarnya kau melepasku "

" itu bukan hal yang mengejutkan"

Kami terdiam lagi, tak saling memandang aku berusaha mengalihkan pandanganku darinya

" wae ?"

" aku tak punya alasan khusus oppa, kau salah satu orang yang kusayangi itu saja "

"dengan melepasku"

"ne"

" kau harus mengoreksi lagi keputusanmu, aku tak tau darimana kau bisa memandang aku akan bahagia disini...aku tak peduli jika semuanya tak sama lagi, kau melepasku karena alasan ibuku itu membuatku kecewa, kau pikir selama dua tahun ini aku bahagia? Kalau waktu itu kau merundingkannya denganku mungkin kita tak harus putus, mungkin aku masih bisa membuatmu mencintaiku sedikit lagi... Setiap hari aku selalu mengingatmu mencoba menghapus setiap jengkal wajahmu ,kau tau kau menghancurkanku perlahan dengan memilih kai,kai bahkan baru mengenalmu tapi kau seolah menyayanginya melebihi apapun, aku berusaha meyakinkan diriku kau akan bahagia dengannya tapi akhirnya aku malah mendengar kau putus dengannya, aku ingin segera datang padamu saat tau kabar itu, memelukmu karena aku tau kau akan rapuh tapi tiba tiba aku harus bertunangan dengan baekhyun, aku berusaha menolaknya tapi kondisi kesehatan ibuku seolah menahanku, aku benar benar menderita karena

...aku masih mencintaimu "

Aku menutup telingaku rapat rapat saat mendengarnya, aku tak ingin mendengar kata kata itu

" apa kau memang tak pernah mencintaiku luhan ? sedikitpun selama 3 tahun? ... Jawab !

" Aku hanya bisa memalingkan wajahku melihat hal lain yang jelas selain dia

" mollayo.. mianhae oppa, aku tak ingin membicarakan ini aku mohon " keadaan ini membuatku tertekan semua memori saat aku melepasnya, mengambil keputusan memilih kai karena aku kira aku dan dia akan kuat, dan aku benar benar ingin memarahi diri sendiri karena tak bisa mencintainya,malah menyayangi kai lakilaki yang akhirnya meninggalkanku .. kenapa hatiku begitu rumit tuhan..

" ani.. permasalahan ini belum selesai "

" oppaa..please..."

" kau berubah ..." ucapnya semakin parau membuat aku lagi lagi merasa tertohok

" semuanya memang berubah oppa mengertilah.. baekhyun gadis yang baik dia cocok untukmu"

" aku tak membicarakan dia "

" dia tunanganmu... dia mencintaimu.. cintai dia belajarlah,,,, lupakan aku"

"TAPI AKU MENCINTAIMU BODOH ..AKU MOHON..." chanyeol menunduk, tangannya terkepal menahan emosi, tubuhnya sedikit bergetar, sungguh bukannya aku tak mengerti perasaannya, aku tau sesakit apa rasanya tak di cintai oleh orang yang kita sayangi, aku mengalaminya jauh dihatiku terselip keinginan aku masih sangat mengharapkan kai, aku berpaling mengangkat wajahnya matanya terlihat memerah tuhan..kenapa lagi lagi aku membuat orang yang aku sayangi menangis.. hatiku sakit sungguh

" oppa.. jangan seperti ini aku mohon "

" satu kesempatan luhanah.. malam ini tetaplah disampingku"

"besok kau bertunangan..lepaskan aku cintai baekhyun "

" jebal..." kami saling manatap dalam diam, aku bingung, aku menyayanginya melihatnya seperti ini, memohon padaku membuatku bertambah sakit

"lu..." dia masih menatapku penuh harap, aku menghela nafas berat

" malam terakhir ok.. malam terakhir aku milikmu setelah malam ini jika perasaanku tak berubah kau harus berusaha melepasku, cintai baekhyun dan berusahalah untuk hidup lebih baik"

" gomawo " aku terkaget karena chanyeol merengkuhku dalam pelukannya menyandarkanku di dada bidangnya, harum pinus langsung menyentuh indraku,aku menangis dalam diam aku merindukannya.. tapi aku tau ini bukan cinta..aku tau ini hanya kesakitanku melepas orang yang aku sayangi untuk orang lain,aku tak bisa membiarkannya terus seperti ini ...

Author pov

Sehun hanya bisa menatap nanar dua insan yang sedang berpelukan itu, langkah dia urungkan karena dia tahu ada yang harus diselesaikan diantara mereka..hanya ini diluar dugaannya, rasanya sesesak ini setelah mendengar keputusan mereka,dia berusaha tersenyum pada chanyeol yang meliriknya. chanyeol melihat sehun dibalik punggung luhan terdiam melihat mereka berpelukan, berusaha menganalisa apa arti tatapn sehun , 'mungkinkah sehun'

sehun mengisyaratkan untuk bereskan urusan mereka sampai selesai pada chanyeol, dia berbalik meninggalkan mereka berdua

" apa kali ini aku juga harus berkorban ?"

TBC

kainya belum juga dimunculin nih..haha... karena emang belum saatnya muncul.. endingnya bisa berubah rubah sesuai suasana hati author bwehehehe review ya..dont be silent reader !