Ok..Ok.. thanks banget yang udah review sarang pokonyaaa... yang belum review ditunggu ya,,
well.. hunhan atau chanlu ? ekhm..author juga sebenenya bingung mau ngeendingin siapa haha..#ketawanista
langsung aja ya..
chaaa~~~~
Author pov
Luhan masih sesenggukan dibahu chanyeol, biarlah malam ini dia egois memiliki chanyeol lagi, melupakan baekhyun, melupakan kai..dan sehun tunggu..
"sehun lama ya oppa "
" dia tadi datang dan pergi lagi..mungkin dia tau ada yang harus kita selesaikan"
" eh..mana bisa gitu "
" sudahlah.. aku rasa anak itu baik baik saja, ayo..tanganmu dingin kita pulang"
"aku harus menghubunginya dulu sebentar"
" sudahlu..tak usah " chanyeol mengambil smartphone luhan mematikannya dan mengembalikannya lagi pada pemiliknya " aku tak ingin kita diganggu oleh siapapun sekarang "
" sehun bukan pengganggu yeol "
" akan jadi iya jika dia ada sekarang"
Luhan menghela nafas kasar biar bagaimanapun chanyeol memang tak akan berubah selalu seenaknya dan protektiv menolaknya? ..akan jadi debat tak berujung dan berakhir dengan kepalanya yang berdenyut denyut pusing karena kehabisan kata kata. Akhirnya dia hanya pasrah saja ditarik chanyeol menuju apartementnya
" kau sendiri disini oppa ?"
"hm " chanyeol berjalan ke pantri menyiapkan minuman untuk mereka
" kau mau minum apa ?"
" cokla panas ada?"
" ok tunggu sebentar blue"
Luhan menilik nilik apatemen chanyeol, ruangannya luas tapi nyaman warnanya didominasi merah marun, dekorasinya pas terkesan elegan khas eropa, apartemen yang sebanding dengan kepribadian chanyeol, di dingdingnya ada berbagai lukisan yang tertata apik dan ada beberapa photo seni yang terpajang,,ada juga beberapa benda benda unik sebagai dekorasi
" sudah menilanya blue "
Luhan menoleh dari acara mengamati berbagai properti di ruangan itu
" jangan panggil aku blue terus.."
Chanyeol meletakan coklat panas di tangan mungil lugan tersenyum lembut menatap gadisnya
" kau memang biru..mau bagaimana lagi ?"
Chanyeol membawa luhan kepangkuannya, luhan menurut saja duduk di pangkuan chanyeol, tangan kanan chanyeol menopang pinggangnya sedangkan tangan kirinya memgang mug yang juga berisi coklat panas, luhan terlihat cuek saja dengan perlakuan chanyeol
" aku tak pernah tau kenapa kau menjulukiku blue "
" kau selalu jadi langit biru buatku lu " luhan mengerutkan keningnya lucu
" kau mau tau alasannya?"
Luhan mengangguk sebagai jawaban
" kau selalu memberikanku ketenangan lu.. gadis misterius yang sampai sekarang tak bisa kutebak jalan pikirannya tapi aku juga tak bisa jauh dari mu"
" apa hubunganya dengan biru ? "
" itu interpretasi dari warna biru"
" langit ?kenapa langit biru "
" kau suka menatap langit"
" hanya itu "
" ani.. ada beberapa hal lain tapi itu rahasiaku"
" yak kau menyebalkan" chanyeol tertawa menatap gadisnya lembut
" minumlah.."
" ne.."
Mereka terdiam Luhan memeluk leher chanyeol, menggelamkan wajahnya diceruk leher chanyeol, serupa dengan chanyeol yang memeluk erat pinggang luhan seolah enggan melepasnya lagi, chanyeol mulai memejamkan matanya menikmati suasana ini, persetan dengan pertunangannya besok malam ,dia hanya ingin luhannya ada disisinya seperti sekarang, cukup diam memeluknya menyesap aroma khas rambut luhan itu sudah cukup jadi endorphin buatnya,solah menghilangkan semua penat yang bertumpuk selama ini
Posisi ini membuat luhan merasakan sakit di hatinya, luhan bahkan merasa jahat sekarang karena hatinya tak disini.. pikirannya jauh menerawang kenangannya dengan kai
Flashback
" ayo sini lu " kai melambai pelan pada luhan yang sedang menaruh gelas dimeja menepuk nepukan pahanya agar luhan duduk disana, luhan tersenyum mengangguk menuruti keinginan namjacingunya itu duduk dipaha kai dan mulai menyesapi aroma tubuh kai yang dia sukai.. aroma hazel
" aku merindukanmu lu "
" kita tiap hari ketemu loh.." luhan berbicara sambil tangannya membelai lembut wajah kai, kai memegang tangan mungil luhan menatap manik luhan yang selalu terlihat bersinar untuknya
" yah.. tapi tak dengan posisi ini hm..." kai memainkan rambut ikal luhan menyesapnya luhan terkekeh dengan polah namjacingunya itu
"aku juga merindukannya kok " luhan bersemu tapi tetap mengusap lembut wajah kai selanjutnya menyusupkan wajahnya pada ceruk leher kai " merindukan zonaku"
Kai menengadahkan kepalanya membiarkan luhan mencium lembut lehernya menyesap aroma kai yang menguar lembut dihidungnya " yah..daerah itu akan selalu jadi zonamu mawarku"
"hm"
Kai menangkup wajah luhan, membiarkan wajah mungil itu sejajar dengan wajanya
" sarangheyo rose " ujar kai tulus
" nado sarangheyo..hazel " setelahnya kai mencium bibir luhan melumatnya lembut, bukan ciuman nafsu , luhan masih tidak membalas ciumannya mata mereka masih terbuka saling menatap sebelum akhirnya luhan menutup matanya membals ciuman kai.. ciuman yang semakin lama semakin panas kadang mereka melepasnya lalu menempelkan lagi seolah menciptakan tempo yang manis ,setelah dirasa puas mereka melepaskan paggutannya, menatap lawan masing masing
" good kisser"
"thanks haha.." luhan tertawa menerima pemikiran kai tentang ciumannya
Flashback end
Luhan memejamkan matanya memohon dalam hati agar ingatannya dengan kai hilang, tanpa sadar chanyeol menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan
" waeyo lu "
Luhan terperangah sedikit sebelum pura pura tesenyum pada chanyeol
" anio oppa.." tak seperti biasanya chanyeol tak ambil pusing dia mengecup dahi luhan sayang
" aku mencintaimu"
" oppa.."
"hm.."
" turunkan aku sebentar..aku sedikit pusing "
" gwanchana lu ?" chanyeol menuruti perkataan luhan memegang dahi luhan
" kau sedikit panas "
" ne oppa.. panas..." luhan mengiba ngibaskan tangannya seolah pendingin diruang itu tak berfungsi
" mau istirahat hm.."
"ne..bolehkah?"
" sure baby..kau kuat jalan"
Luhan menggeleng lemah, entahlah sekujur tubuhnya panas wajah putihnya memerah tubuhnyapun lemas, akhirnya chanyeol menggendong luhan menidurkan luhan diranjangnya
Nafas luhan tersengal sengal..ada yang aneh dengan tubuhnya ada beberapa bagian tubuhnya yang menegang luhan menatap chanyeol sayu yang kini juga menatapnya, tak perlu bertanyapun luhan tahu ini karena pengaruh obat dia mahasiswa farmasi bukan hal sulit untuk tahu penyebabnya
" yeol..akh.. kau.." ucapnya parau desahan kecil meluncur mulus tapi luhan berusaha meredamnya, chanyeol menatap luhan lembut menyelipkkan rambut luhan mengusap dahi berkeringat gadis itu
tatapannya beralih pada nakas meja menatap smarphonenya yang bergetar tulisan baekhyun tertera dilayar dengan tanpa perasaan dia mematikan smarphonenya lalu menaruhnya lagi di nakas meja, menatap lagi gadisnya yang kini wajahnya basah oleh keringat tapi terlihat..ekhm menggairahkan untuknya
"mian..lu "
" andwee akh..yeol " luhan menggelng lemah memohon agar chanyeol tak melakukan cara ini dia harus bisa menahan libidonya yang semakin memuncak
" aku hanya ingin kau miliku" setelahnya chanyeol langsung mencium bibir luhan, luhan berusaha menolak tapi tubuhnya terlalu lemah melawan diluar kesadarannya dia malah membalas ciuman chanyeol, chanyeol menyeringai ditengah ciumannya tanganya mulai menysup kebalik kemeja luhan meraba pinggang lalu beralih naik ke punggungnya, gerakannya terhenti saat tangan luhan seolah menahannya, chanyeol menutup akal sehatnya yang harus dia lakukan hanya melakukan cara ini dan menjadikan luhan miliknya hanya miliknya dia melanjutkan lagi bibirnya kini merambat keleher luhan menyesapnya menggigit pelan, telihat kissmark yang jelas kentara dengan kulit luhan yang putih " yeol..akh.." luhan mendesah dibawahnya tangannya meremas pelan payudara luhan dari luar branya
" yeol..aku mohon..akh..hentikan..hiks..hiks.." luhan terisak ditengah desahannya karena tangan chanyeol kian menjadi di tubuhnya
Isakan luhan membuat chanyeol terdiam pikirannya mendadak kacau mendengarnya, dia menggeram pelan menahan dirinya gar tidak luluh
" jebal..yeol..hiks..hiks..bukan seperti ini jebal.. "
Chanyeol menatap luhan sengit, tatapan dingin tetapi kentara sekali tersakiti
" wae? Bahkan kai bisa melakukannya hah? Aku hanya ingin memilikimu, dengan begini tidak ada yang bisa membuatmu menjauh dariku, kau akan terikat denganku?"
Mereka bertatapn, luhan dengan sekuat hantinya menahan gejolak kepalanya yang semakin pusing akibat gairahnya yang dia tahan
" kau..akh..aku dan kai hanya,,akh,,aku virgin aku masih memegang prinsipku untuk menjaganya..aku mohon.. berhentilah kau melakukannyapun aku tetap tak ingin dimiliki oleh mu"
"WAE ? AKHHHHH.." Chanyeol berteriak kencang menangis membanting tubuhnya kesamping luhan menyerah ..iya dia menyerah melihat luhan terisak karena ulahnya melihat ketakutan diwajah luhannya membuat dia frustasi , luhan memjamkan matanya hatinya semakin perih,
dulu chanyeol tak seperti ini sebesar apapun nafsunya chanyeol bisa meredamnya dengan baik, seingin inginnya chanyeol akan sesuatu tidak pernah dengan cara kotor seperti ini, dia membiarkan chanyeol menangis kali ini, dia juga menangis pikirannya bahkan sudah setengah sadar,
'ok lu.. tahannlah selama 10 menit maka pengaruhnya akan hilang' batin luhan
" yeol..kau pernah bertanya padaku "
".."
" apa aku bisa membedakan cinta atau ketergantungan?"
"..."
" aku bodoh yeol.. keduanya ternyata benar benar mirip, aku bahkan tak yakin dengan jawabanku waktu itu"
" tapi setidaknya aku tahu aku tak menyesal.. meskipun itu ketergantungan.."
",,"
" aku menyayangimu..setelah kau melakukan inipun aku tak bisa membencimu.. mengertilah bagiku kau hanya kakakku, semakin aku berusahapun semakin aku tak bisa mencintaimu"
".."
"aku pernah mencintaimu mungkin.. tapi sejujurnya aku tak setulus dia yang sekarang mencintaimu"
".."
"yeol..aku tak ingin kau menyesal dengan memilihku yang tak mencintaimu.. kau akan sadar cinta baekhyun tulus.. kau hanya perlu belajar mencintainya setidaknya mulailah dengan bergantung padanya, aku yakin dia selalu ada untukmu "
" aku ingin dirimu luhanah" chanyeol mengerang mengacak wajah kusutnya
" yeol.. akan ku balik penyataanmu apa kau bisa membedakan mana obsesi dan cinta"
"lu.."
" renungkanlah yeol.. aku pergi "
Luhan bangkit dari tidurnya chanyeol mencekal tangannya
"kemana? Kau buta arah?"
" aku tau jalan pulang ke apartement sehun."
.luhan menoleh pada chanyeol tersnyum hangat
" aku mohon pikirkan dan renungkan pertanyaanku tadi .." chanyeol menatap nanar kepergian luhan, tubuhnya tak berkutik dia menangis dia kalah..
Setelahnya luhan berlari keluar kamar membenahi asal bajunya dan keluar apartemen chanyeol dengan jalan sempoyongan dia coba menghubungi sehun tapi dia terlalu lelah sampai terduduk di lorong apartemen tanpa sadar sehun telah berdiri dihadapannya menatapnya khawatir , dia sejak tadi diam di lobby apartemen chanyeol menunggu hanya mennunggu karena firasat buruknya tentang luhan tak pernah meleset dan sekarang disini dia melihat luhan yang rapuh bajunya terlihat acak acakan dia juga bisa melihat dengan jelas bercak merah dilehernya, dia bukan namja polos lagi yang tak tahu apa yang terjadi, sehun berjongkong mensejajarkan tubuhnya mengelus sayang rambut luhan mendongakan wajah luhan, dilihatnya luhan menatapnya kosong bibirnya sedikit bengkak, dia langsung memeluk luhan saat itu juga membiarkan luhan akhirnya menangis kencang dipelukannya, yang hanya bisa dia lakukan hanya mengelus rambutnya menenangkan gadis itu meyakinkannya kalau dia sudah aman sekarang, sampai luhan tertidur dia menngendong luhan menuju parkiran mobilnya membwanya pulang ke apartemennya membiarkan luhan benar benar istirahat dengan sehun yang terus menatapnya sendu semalaman.
" tersenyumlah seperti dulu tulipku..aku merindukanmu"
Sehun tersenyum getir mencium kening luhan membiarkan dia tertidur di sofa karena takut menganggu luhan
tbc
