hei..hei.. I'm come back gomawo yang udah review ya...review dan saran lainnya ditunggu loh..
di chapter sebelumnya kejawab ya gimana perasaaan chanyeol dan sehun ke luhan.. iya luhan disini emang gadis yang membingungkan author juga gemes sih wkwkw untuk cast cast lain akan terus bertambah sepanjang chap berjalan hehe..
semoga chapter ini bisa menjawab penasarannya yaaa
selamat menikmati chaaa~~~
sehun masih berusaha memejamkan matanya untuk tidur, tapi bayangan keadaan luhan tadi membuat tubuhnya panas menahan marah perasan kesal,sedih,semuanya bercampur, dia mengerang frustasi saat sadar jam menunjukan waktu hampir pagi, dirasa amarahnya tak kunjung reda dia mengambil kunci mobilnya keluar dari apartemennya
dia mendecih tak sabaran memencet pasword apartement chanyeol yang sudah dia hapal diluar kepala, setelah pintu terbuka di langsung masuk terburu buru tujuannya adalah kamar pemuda menyebalkan itu tapi langkahnya terhenti saat menemukan chanyeol yang tertidur di sofa dengan keadaan berantakan, di meja berserakan botol botol wine bahkan ada yang tumpah meleber ke karpet dibawahnya,
" ck.. dia mabuk sialan.."
sehun terduduk di sofa sebelahnya mengacak wajahnya kasar, chanyeol terbatuk batuk.. dia terbangun menatap sehun setengah sadar matanya menyipit menatap sehun acuh
" wae?"
" kau yang kenapa brengsek ?" sehun menggeram menahan amarahnya
" bagaimana keadaanya?"
" cih.. kau masih berani bertanya keadaanya?"
" dia menangis?" chanyeo berusaha bangkit duduk menatap sehun
" apa yang terjadi?" sehun berkata dingin tak peduli jika sekarang dia sedang berbicara dengan pria setengah mabuk, chanyeol terkekeh pelan..manatap nyalang sahabatnya
" ehm...yah..aku dan dia..ya sedikit bermain..ouh tadi itu benar benar menggairahkan kau tau dia benar benar...
BUGH
Sehun memukul keras rahang chanyeol menarik kerah bajunya pukulan terus menerus dilayangkannya tapi chanyeol tak membalas sama sekali, dia menatap wajah sehun datar seolah tak merasakan sakit padahal darah sudah keluar dari sudut bibirnya
"AKU TAK MENINGGALKANNYA UNTUK HAL INI BASTARD" Teriakan sehun mengakhiri pukulan terakhirnya menghempaskan chanyeol kembali kesofa
Chanyeol sekarang malah tertawa keras tak peduli dia telah memancing amarah sehun, jauh dilubuk hatinya dia menyesal telah memperlakukan luhan seperti itu, dia menyakiti gadis yang dia cinta sendiri, biarlah bibirnya sobek karena dengan lancang telah mencium paksa luhan, menganggap sakit akibat pukulan sehun adalah hukuman untuknya
" KAU MENCINTAINYA JUGA KAN OH SEHUN ?" chanyeol berteriak menunjuk sehun
"KAU..
" HAHAHAHAHAA.. KITA MENCINTAI GADIS YANG SAMA TERNYATA..KAU PIKIR AKU BODOH SELAMA INI TAK TAHU HAH? CK..Ck.. berapa lama kita bersahabat sehuna..sampai kapan kau akan sembunyi eoh ?
" apa maksud mu?" sehun mulai bisa mengendalikan amarahnya lagi
" kau berkorban untuku hun? Mau sampai kapan hm..?" chanyeol terkekeh pelan meskipun hatinya merasakan sakit yang teramat
" jangan berputar putar park chanyeol"
" aku mencintanya.. kau mencintainya.. dia mencintai kai.. apa artinya ini?"
" dia gadis bodoh yang kita cintai" chanyeol terus meracau sehun hanya diam masih menahan amarahnya meskipun dia kaget karena canyeol tahu perasaannya
" mengakulah.. sehun..
" kalaupun aku mencitainya apa maumu hah ?" sehun menyerah mengaku pada akhirnya
Chanyeol terkekeh lagi meskipun matanya memanas " mau ku..anio..aku yang bertanya apa maumu sekarang?"
" brengsek..!"
" apa kau akan berkorban lagi kali ini? Membiarkan aku memiliki luhan meskipun dengan paksaan merusak harga dirinya..menyetubuhinya menghamilinya lalu menikah dan memilikinya selamanya"
"PARK CHANYEOL JAGA UCAPANMU"
"ANI..Aku akan melakukannya.. sehun bersiap menyerang chanyeol lagi
" kalau kau meninggalkannya" sehun berdiri ditempatnya mencerna maksud kalimat terakhir chanyeol, chanyeol bangkit dari duduknya menatap sehun dengan pandangan yang susah diartikan
" aku menyerah.. buatlah dia mencintaimu tapi aku akan melakukan hal tadi jika suatu saat kau meninggalkannya tak peduli dia akan tersiksa, setidaknya aku bukan melepasnya ke orang yang salah seperti kai.. aku ingin dia bersama orang yang tepat seperti mu"
Sehun tidak merespon mereka terdiam chanyeol berbalik menuju kamarnya
" wae ?" sehun akhirnya merespon bertanya pada chanyeol yang sekarang diambang pintu kamarnya
" aku percaya..karena kau adalah sahabatku..jangan berkorban lagi untuk cintamu sehunah, jaga dia aku mohon.. kembalikan luhan yang dulu.. dan..luhan masih virgin"
Ucapan terakhir chanyeol dibarengi dengan ditutupnya kamar itu, chanyeol merebahkan tubuhnya di bagian tempat tidur yang beberapa jam lalu digunakannya untuk melecehkan luhan menyesap aroma luhan yang tersisa disana menangis dalam diam karena sekarang dia benar benar bulat melepas luhan.. dia sadar mungkin benar cintanya telah berubah jadi obsesi memiliki luhan, gadis yang mengenalkannya akan kasih sayang yang dulu tak dia dapatkan dari orang tuanya, luhan yang selalu mengurusnya dulu, luhan yang selalu memeluknya saat dia lelah..dia sadar dia terobsesi karena ketergantungannya akan sosok luhan,tanpa dia sadar dia menyakiti luhan.
.membiarkan sehun memiliki luhan.. mungkin adalah keputusan nekatnya.. tapi dia tau sangat tahu seberapa besar tulusnya cinta sehun yang terpendam selama ini untuk luhan..
Diperjalanan pulang sehun terus merenungkan maksud chanyeol.. sekarang dia mungkin bisa dengan jelas menunjukan kalau dia mencintai luhan,tak perlu berdalih karena dia adalah sahabat luhan lagi.. tapi dia memikirkan luhan..gadis yang sampai sekarang hatinya di genggam oleh kai, laki laki asing yang membuat chanyeol dan dia iri setengah mati, luhannya bukan luhan yang dulu akan selalu terbuka dengannya..yang akan mencarinya menceritakan apa yang dia rasakan padanya...luhan yang sekarang lebih tertutup.. seolah dia mendirikan dingding kokoh untuk setiap laki laki yang menyayanginya, tapi dia juga tak bisa membiarkan luhan terus begitu dia akan menjaga luhan..benar kata chanyeol dia akan membuat luhan mencintainya..
Sehun sampai di apartemennya, jam menunjukan pukul 6 pagi dan dia belum tidur sedikitpun kepalanya pusing, badannya juga, dia harus pergi tidur untuk memulihkan lagi tubuhnya, dia berjalan gontai menuju kamarnya melihat luhan yang masih terlihat lelap dia tersenyum menatap wajah polos luhan
" wajahmu saat tidur benar benar terlihat polos lu" dia berujar lembut mengambil guling dan meletakannya di tengah sesuai perjanjiannya dengan luhan,tak lama diapun tertidur di samping luhan
Luhan mengerejapkan matanya menatap langit langit kamar, menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan lalu terduduk.. sadar kalau sekarang dia berada di kamar sehun, dilihanya sehun tertidur pulas disampingnya lama luhan menatap wajah tampan sehun, mata sehun yang tajam sekarang tesembunyi dibalik kelopaknya yang menutup, rahanya yang tegas dan bibirnya yang tipis, luhan merona menyadari betapa tampannya sahabanya ini..
dia beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi, diam didepan wastafel menatap pantulan dirinya di cermin, tersenyum miris saat dia menemukan bercak merah di lehernya ,perlahan menyentuhnya lembut pikirannya jauh menerawang pada chanyeol dan kejadian semalam dia benar benar tak bisa membenci chanyeol, apa dia baik baik saja batinnya terus bertanya pada dirinya sendiri, dia juga sangat berterimakasih pada sehun karena seperti malaikat penjaganya..selalu seperti malaikat penjaganya.
Setelah beres mandi dan berpakaian rapi dia keluar kamar mandi, dilihatnya sehun masih tertidur.. dia tak tega membangunkannya karena kelihatannya tidur sehun sangat pulas,
LUHAN POV
'bagaimana ini..aku lapar tapi tak ada bahan makanan untuk di masak' aku meratapi nasib perutku yang sekarang sedang mangadakan konser tunggal ' tapi tak mungkin membangunkan sehun' aku hanya bisa menghela nafas lagi..
" luhan.."
Aku menoleh ke sumber suara sehun terbangun dengan wajah mengantuknya mengucek matanya lucu
" kau sudah bangun? Sejak kapan"
" belum lama..jika masih mengantuk tidurlah lagi sehun"
"kau sudah mandi? "
"hm... tidur lagi sana"
Aku terkekeh melihatnya terduduk tapi dengan mata terpejam
"sedikit mengantuk sih..tapi aku tau kau lapar"
" ah.. kau juga lapar ya"
"em..tapi tak ada bahan untuk di masakkan,,jadi tunggulah sebentar kita ke mini market beli bahan makanan ya..aku mandi dulu"
Sehun berlalu menuju ke kamar mandi, aku menunggunya sambil menonton acara berita perancis, percuma sih..karena aku tak mengerti apa yang mereka bicarakn,,
Author pov
" eoh.. mau kau apakan semua cemilan itu sehunah"
"di makan lah "
"semuanya"
"hn.."
" kau bisa sakit kalau terus makan cemilan instan begitu..sini biar ku pilih"
" yang ini jangan..yang ini ok lah" sehun mengerutkan kening melihat tingkah luhan yang sudah bermental ibu ibu rumah tangga, dia memilih semua cemilan yang sehun ambil, ada yang di masukan keranjang ada juga yang dengan seenaknya dikembalikan pada sehun
" ish..masukan saja semuanya"
"ani..ani.. kembalikan cemilan itu.. kadar pengawetnya lebih dari normal" luhan mengibas ngibaskan tangannya menyuruh sehun segera mengembalikannya, sehun mencibir luhan seperti ibu ibu meskipun dia tetap menurut seperti anjing yang takut majikannya marah
Setelah beres berbelanja , mereka langsung kembali ke apartement, jarak apartement dan mini market memang tak jauh, cukup dengan berjalan kaki 10 menit, luhan langsung sibuk memasak sedangkan sehun bermalas malasan di depan tv, karena bosan akhirnya sehun menuju dapur duduk di depan meja makan hanya memandang tanpa berniat membantu luhan memasak, luhan mendengus melihat sehun dengan santainya hanya menatapnya
" bantu sedikit ke "
" kau mau aku membakar dapur?"
" memangnya selama di perancis dulu kau tak penah memasak"
"yup..aku lebih sering makan diluar"
" cih,,tuan muda syndrom" luhan mencibir
Aroma masakan yang lezat menyapa hidung sehun, dia memang merindukan masakan luhan yang tak pernah bermasalah di lidahnya membuat perutnya berteriak cepat cepat ingin diisi, dia mengikuti setiap gerakan luhan yang menyimpan makanan di meja makan, matanya tak pernah lepas dari makanan itu,, dia langsung mencomot sendok ingin mencicipi
"YAK..baca doa dulu" luhan memukul tangan sehun cepat sehun memutar bola matanya malas akhirnya dia memimpin doa dan mereka makan dengan hidmat tanpa banyak bicara, luhan dan sehun memang bukan orang suka bicara saat makan.
Saat sehun dan luhan sedang membereskan sisa makan mereka, bunyi bel apartement berbunyi, mereka sama sama saling pandang, karena dirasa sehun belum beranjak juga akhirnya luhan yang membuka pintu apartement itu
" nuguseyo?" luhan terheran melihat wanita cantik berdiri angkuh didepannya
"oh..kau luhan?" wanita aneh itu menatap sinis luhan, menjudge luhan dari atas ke bawah seolah luhan adalah mahluk teraneh yang pernah dia lihat " kristal..tunangan sehun..minggirr.." kristal langsung menyerobot masuk tanpa sopan santun " yak..aish.." luhan menatap wanita itu jengah, tak habis pikir tenyata tunangan sehun berkelakuan buruk
"mana sehun?"
"di dapur"
"sehuniieeeee" dia berjalan kearah dapur meninggalkan luhan yang cengo melihat kelakuan wanita itu yang berubah 180 derajat menjadi wanita manis seperti anak kecil, sehun menghampiri mereka kristal langsung mengalungkan tangannya pada sehun tapi dengan sigap sehun menahan tangannya, mendorongnya menjauh luhan yang melihat kejadian itu hanya meringis menatap kasian kristal
"kasar sekali sehuniiee" kristal bertingkah pura pura sakit tapi sehun hanya memandang datar
" ada perlu apa?" sehun berujar datar dan dingin, luhan terheran karena tingkah sehun yang jauh dari kata ramah sekarang
" eum,, ada yang harus kita bicarakan"
"bicaralah..aku tak punya waktu"
Kristal melirik luhan sinis dari tatapannya seolah bicara aku-ingin-bicara-berdua-dengan-sehun, luhan menghela nafas " baik..baik..aku tunggu dikamar" luhan berjalan menuju kamar
"ani..tetap disini" sehun mengintrupsi jalan luhan
"tak usah..urusi dulu urusanmu sehuna..barangkali penting.."
Luhan meninggalkan mereka berdua, berdiam diri dikamar, dia juga tak berniat mencuri dengar apa yang mereka bicarakan, tak lama smartphonenya bergetar
Baekhyun onni calling
Luhan langsung mengangkatnya
"luhaaaaaennnnn.." baekhyun berteriak di ujung sana
" ne onnie" luhan menjawab seadanya meskipun telinganya berdenging mendengar baekhyun berteriak
" kau sibuk? Lagi dimana? Bisa antar aku tidak?"
Baekhyun memberondongnya dengan banyak pertanyaan
" anio..di apartement sehun, wae onnie?"
" aku jemput sekarang ya..siap siap ok.."
" baiklah..jemput di taman apartement saja onn"
" sip" baekhyun menutup sesi telephonnya, luhan menatap datar telephonyna 'ada apa lagi ini' tapi akhirnya dia bersiap siap dan keluar. Dilihatnya sehun duduk dengan angkuh tanpa memandang kristal, sedangkan gadis itu masih dengan sikap sok manis tangannya di kalungkan pada leher sehun manja, sehun menatap luhan lembut beranjak melepas paksa tangan kristal menuju luhan
" mau kemana?"
" pergi dengan baekhyun.. ada yang harus aku bantu katanya"
"perlu kuantar" mereka sekarang seolah mengabaikan kristal yang menggeram kesal
"anio.. urusi dulu urusanmu sehuna"
"urusanku sudah selesai" luhan melirik kristal, gadis itu menatap sinis luhan.. luhan menghela nafas berat
'selesai dari hongkong' batin luhan berkomentar
" aku tak berfikir begitu..selesaikanlah..jaaa~~~" luhan berlari ke arah pintu dan menghilang setelahnya
" anak itu" sehun mencibir berbalik melihat kristal sengit " bisa kau percepat nona jung" ujarnya dingin
" kau begitu kasar pada tunanganmu sehunie" kristal mendekat lagi padanya
" mantan tunangan..apa aku harus mengingatkannya lagi" sehun jengah juga dengan wanita tak tahu diri ini
" ani..ani..kau masih tunanganku"
" keluargaku sudah memutuskan pertunangan kita,,sekarang cepat pergi dari sini"
" ayolah sehun..itu hanya salah paham.. semua yang kau dengar itu bohong aku diancam oleh lelaki itu, aku sudah cukup kaya untuk hanya mengambil hartamukan"
" pergi dari sini jalang.." suara rendah sehun lebih dingin dari sebelumnya " sehun" kristal membuka kemejanya didepan sehun merayu sehun dengan tubuhnya, sehun hanya memandang datar tak tertarik
" pergi atau kupanggilkan security sekarang"
Kristal mendengus memakai kembali kemejanya dengan kasar, susah sekali menaklukan lelaki dingin seperti sehun atau sehun tidak normal karena menolak pesonanya apalagi menolak tubuhnya
" cepat bitch !" mulut sehun semakin kasar saja melihat yeoja di depannya ini, kristal menampar sehun dia tidak terima disebut pelacur oleh namja didepanyna, dia langsung pergi tanpa berucap apapun, cukup dia memohon pada sehun dia pasti bisa mendapatkan lelaki yang lebih kaya dibanding sehun
"cih" sehun mendecih tak suka menampar wanita benar benar buka gayanya,
"dasar wanita penganggu" akhirnya sehun kembali ketempat tidur karena ngantuk tiba tiba menyerangnya dia berpikir ingin menyusul luhan, tapi mungkin luhan dan baekhyun ada keperluan wanita, yang jelas dia tak bisa ikut campur, dia memutuskan untuk menjemput luhan nanti sore saja.
" mau kemana onni?" luhan sekarang sudah ada di mobil baekhyun
" antar aku mengambil gaun untuk nanti malam "
" oh..baiklah"
" kau tau semalam chanyeol susah dihubungi kau juga.. kalian ngapain sih?"
Luhan seolah susah bernafas , dia teringat kejadian semalam, untung bercak merah dilehernya sudah tak jelas dengan terpaksa dia berbohong pada baekhyun
" kami pergi ke eiffel onn, lalu berjalan jalan yah,,gitu aku sampai lupa waktu hahaha" luhan berkilah garing
" kau pertama kali kesini ya" baekhyun seolah tak curiga dengan jawaban luhan
" yup"
Mereka sampai didepan butik yang dituju, baekhyun langsung menarik luhan setelah berbicara dalam bahasa perancis yang sama sekali tak dimengerti luhan penjaganya menunjukan mereka gaun putih satin yang minimalis tapi tetap terkesan mewah
" aku yang mendesignnya..bagus tidak" baekhyun meminta pendapa luhan
" bagus onn..gaun yang manis" itu komentar jujur luhan
" tunggu disini ya..aku akan mencobanya" luhan mengangguk menatap beberapa manekin yang juga dilapisi gaun gaun yang tak kalah indah paris memang kota mode dunia,
baekhyun sekarang mengenakan gaun itu luhan terkagum kagum melihatnya karena gaun itu secara sempurna terlihat pas ditubuh baekhyun, benar benar cantik, dia pikir tak salah melepas chanyeol pada gadis didepannya ini
" ote?" luhan menampilkan 2 jempolnya heboh pada baekhyun,
Baekhyun mengajak luhan ke kafe langganannya, kafe dengan nuansa hijau di tengah kota paris yang sibuk, mereka banyak berbicara urusan wanita, sejujurnya luhan sangat menyukai baekhyun, dia seperti kakak perempuan untuknya
" lu.."
"ne onnie?" luhan menyesap moccacinonya menatap baekhyun
" mianhae" luhan tak salah dengar baekhyun meminta maaf padanya, luhan tak mengerti
" mianhae telah merebut chanyeol darimu" baekhyun menunduk mengalihkan pandangannya dari luhan, luhan terkejut jadi baekhyun tau hubungannya dengan chanyeol
" tak apa onn, aku dan chanyeol sudah lama putus..tak perlu minta maaf"
"ani.. chanyeol oppa masih mencintaimukan? Aku tak pernah melihat chanyeol menatap wanita selembut itu bahkan kepada ibunya"
" onn.."
" waktu pertama kenal, chanyeol benar benar dingin..dia menolak mentah mentah pertunangan ini, tapi sikapnya yang seperti itu membuat aku justru tak bisa melepasnya, aku ternyata menyukainya sejak pertama bertemu.. aku mulai mencari tahu tentangnya sampai aku bertemu sehun aku tau yang terjadi anatara kamu dan dia..maaf aku berpura pura tak tahu"
"gwanchana"
" lu..mianhae.. biarpun kau masih mencintai chanyeol, aku sudah tak bisa melepasnya, aku seolah tak bisa hidup tanpanya sekarang"
" aku tak mencintainya ko onn" luhan tersenyum manis pada gadis didepannya tak mengindahkan hatinya yang sedikit sesak
" yah,,tapi chanyeol masih mencintaimu" baekhyun berujar lirih
" onnie.. tunggulah sedikit lagi.. bisa onnie bersabar sedikit lagi ,chanyeol pasti akan mencintai onnie lambat laun, onnie hanya perlu selalu ada untuknya, onnie bisa berjanji untukukan?"
Baekhyun menatap luhan lembut dia mengerti kenapa chanyeol dan sehun menyukai gadis ini, gadis ini mempunya aura yang menenangkan, membuat kita nyaman disisinya tanpa ragu baekhyun memeluk luhan terus berujar maaf, luhan mengelus punggung baekhyun menenangkan memantapkan hatinya kalau dia tak keberatan dengan pertunangan ini.
" sudah siap lu?" sehun melongokan wajahnya ke kamar dia sudah siap dengan tampilannya, sehun memakai kemeja putih yang dilapis dengan tuksedo hitam dia terlihat sangat tampan, dilihatnya luhan sudah siap dengan gaun baby blue yang chanyeol siapkan, gaun yang terlihat pas untuknya, rambut panjangnya dia sanggul tetapi menyisakan helaian helaian acak disekitar lehernya,
' manisnya' sehun menatap luhan tanpa berkedip, luhan tersenyum pada sehun
" khaja~~" luhan menarik tangan sehun tanpa sadar sehun memegang dadanya yang sekarang bergemuruh kencang , mereka benar benar mirip sepasang kekasih
Beberapa menit lagi pesta pertunangan chanyeol dimulai, luhan dan sehun telah sampai di tempat acara,
"Luhannn..disini" luhan menoleh kesumber suara melihat lay dan suho melambai padanya dan sehun, sehun menatap datar pasangan itu mengikuti kemanapun luhan pergi dia jadi beberapa kali lipat lebih protektif
" onnie ya.." luhan dan lay berpelukan melepas rindu
"mian tak bisa menjemputmu dibandara dan baru bisa bertemu sekarang,,suho sibuk dengan pasiennya..dan aku harus membantunya..rumah sakit benar benar ramai"
Suho tersenyum melihat tingkah calon tunangannya yang sangat keibuan jika dekat dengan luhan, bagi lay luhan adalah anaknya, suho melirik pada sehun yang tatapannya tak lepas dari kedua gadis didepannya tepatnya hanya pada luhan
" bagaimana kabarmu lu" suho bertanya lembut pada 'anaknya' itu
" baik oppa..aih kau pasti sangat bahagia bisa ditemani lay onnie setiap hari" luhan menjawab dengan wajah berbinar binar, lay mencubit pipi luhan lucu karena gemas melihat tingkah 'anaknya'
" ya..kami akan segera menikah bulan depan" suho mengaitkan lengannya kepinggang lay, lay merona karena tindakannya, luhan tersenyum bahagia melihat keduanya
" kau harus datang" lay mengingatkan luhan
" pasti" luhan memberikan jempol pada lay, suho mencubit pipi luhan gemas
" yak..yak..hyung jangan mencubit seenaknya" sehun menarik tangan suho yang akan mencubit luhan lagi, suho mencibir melihat tingkah sehun yang sangat protek terhadap luhan itu, membuat luhan dan lay terkekeh melihat pertengkaran kecil sehun dan suho.
Chanyeol menatap luhan dari jauh, disampingnya ada baekhyun menatapnya sendu, tak lama pembawa acara berbicara dalam bahasa perancis bahwa acara penyempatan cincin akan dilakukan sekarang " oppa..ayo" chanyeol berdehem sebentar kembali stoik seperti semula, dia menatap baekhyun yang sekarang lebih manis dari biasanya, dia memang menyukai baekhyun hanya menyukainya belum mencintainya seperti pada luhan tapi mulai sekarang dia akan belajar mencintai gadis didepannya itu, baekhyun gadis baik dia juga anggun hanya sedikit cerewet , baekhyun gugup setengah mati ditatap begitu oleh chanyeol
Pertama chanyeol menyematkan cincin di jari manisnya lalu baekhyun melakukan hal sama, tepuk tangan yang riuh menyambut keduanya, baekhyun tersenyum manis dia memeluk lengan chanyeol
Luhan bertepuk tangan turut bahagia melihat keduanya, chanyeol sempat melihatnya tadi, mereka seolah berbicara lewat mata " aku akan belajar" itulah kira kira arti tatapn chanyeol tadi, sehun menggengam tanganya,menguatkan luhan kalau dia ada disampingnya membuat hati luhan perlahan menghangat, sehun memang selalu bisa membuatnya nyaman meskipun hanya dengan memegang tangannya
" kau tak apa lu" lay menatap luhan sedikit khawatir
" semuanya sudah selesai onni,, baekhyun cocok dengan chanyeol" lay tersenyum tulus melihat luhan 'anaknya' , suho meyakinkan lay kalau luhan pasti baik baik saja karena dia tahu sehun mencintai luhan.
Sekarang mereka sedang berdansa secara bergiliran pasangan mereka akan berganti sampai tiba luhan berpasangan dengan chanyeol, baekhyun dengan sehun
" maaf" kata pertama yang terucap dari chanyeol setelah sekian menit mereka hanya berdansa tanpa mengobrol
"gwanchana"
" kau harus bahagia lu~~"
" kau juga oppa" luhan tersenyum tulus pada chanyeol
" boleh aku memelukmu" permintaan chanyeol diangguki oleh luhan ini yang terakhir mereka berpelukan sehun dan baekhyun melihatnya, baekhyun terlihat resah tapi sehun meyakinkannya
" tenanglah nuna..chanyeol sudah memutuskan melepas luhan"
"jincayo?"
"em" sehun memasukan tangannya pada saku celananya melihat chanyeol yang masih memeluk luhan
" kau mencintainya hun?"
"ya.."
" luhan gadis baik.. jangan tinggalkan dia" baekhyun berpesan pada sehun
" never" sehun tersenyum menatap luhan dan chanyeol yang berjalan kearah mereka, chanyeol berbicara pada sehun lewat matanya jaga-dia, yang di angguki oleh sehun,
" kami akan pulang besok pagi"
" sudah mau pulang lagi?" lay menatap sedih luhan, padahal baru beberapa jam mereka berkumpul seperti ini meskipun tanpa kris sepupu luhan yang juga sahabat mereka, kris sedang ada ujian yang mengakibatkan dia tak bisa datang.
"ne..onn..aku dan sehun harus kuliah"
" hati hati" pesan terakhir chanyeol untuk mereka
Luhan dan sehun sebentar lagi berangkat, di antar oleh suho, lay, chanyeol,dan baekhyun
Sehun dan chanyeol berbincang memisahkan diri, luhan tak mau ambil pusing dengan apa yang mereka bicarakan, dia sekarang sedang dipeluk oleh baekhyun dan lay sedangkan suho menatap mereka lembut dia memang pantas disebut ayah
" kami berangkat..jaa~"
Luhan terkantuk kantuk karena dia sangat mengantuk sejak tadi, sehun disampingnya terkekeh
" kau bisa pakai bahuku jika ingin tidur" tanpa merespon luhan sudah bersandar dibahu sehun, menjadikannya bantal dan tertidur, sehun mengelus rambut luhan lembut dirasa tidur luhan sudah pulas dia mengecup kepala luhan
" sarange"
TBC
