Annyeong yeorobun... aku kembali dengan cepat wkwk

Terimakasih banyak dulu atuh yang udah ngereview..yang mau ngasih ide jalan cerita silahkan ditunggu

Tenang aja.. hunhan itu cast utamanya.. soal kai juga kita liat nanti ya gimana hubungannya hahaha..

Dilanjut boleh..cha~~~

Ini sudah akhir minggu tapi sehun belum menghubungi luhan 2 hari ini, harus dia akui dia merindukan sehun biasanya setiap akhir minggu pasti sehun datang kerumahnya mengajaknya jalan meskipun hanya sekedar jalan jalan disungai han, terselip khawatir yang dia sendiri tak tahu kenapa, dia terlihat ragu untuk menghubungi sehun takutnya sehun sedang benar benar sibuk dengan kuliahnya

'apa aku datang ke apartementnya saja ya'

Luhan masih mematut dirinya dicermin, berbicara dengan cermin seolah itu adalah orang lain

'3 hari ini aku free.. tapi apa tak menganggu sehun ya'

TOK..TOK..TOK

Suara pintu membuat aktivitas mengobrol dengan kacanya terhenti

"lu..omma boleh masuk?" suara lembut ibunya menyapa pendengarannya

" ..tak dikunci ko" wookie berjalan kearah luhan duduk dipinggiran tempat tidurnya

"wae omma?"

" besok omma dan appa harus ke china, heolmoni sedang sakit, omma mungkin baru pulang minggu depan karena appa juga ada keperluan disana.. omma sudah menghubungi kris untuk menemanimu, kebetulan dia sedang libur saat ini,tak apakan lu?"

" kris oppa datang? Kapan? Gwanchana omma..titip pesanku untuk heolmoni ya" wookie tersenyum mendengarnya

" besok sore dia baru berangkat dari busan,ngomong ngomong bagaimana hubunganmu dengan sehun?"

" dengan sehun? Ah..omma pasti salah paham aku dan sehun hanya sahabat"

" masa? Kalian lebih terlihat seperti sepasang kekasih dari pada sahabat ?"

" omma..berhenti menggodaku" reeowook tertawa berhasil menggoda anaknya

" sudahlah..omma bingung dengan anak muda sekarang.. " akhirnya reeowook memutuskan untuk istirahat karena besok mereka mengambil keberangkatan pagi.

' bahkan ommapun menganggap aku dan sehun pacaran ya'

Luhan kembali melamun dengan pikirannya, dia semakin ingin menghubungi sehun luhan menatap smartphonenya ragu mencari nama sehun di kontaknya, akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi sehun ' sebentar tak akan mengganggukan'

"Yobseyo" terdengar suara serak namja diujung telephon sana, luhan yakin itu sehun

" hunniee" luhan memainkan ujung piyamanya, tuhkan..bahkan mendengar suara sehunpun membuat dia gugup

" waeyo lu?" sehun dengan suara serak maskulin tapi lembut menjawab sekenanya

" hunniee.. kenapa suaramu terdengar serak kau sakit?" luhan khawatir tidak biasanya suara sehun seberat dan selemah ini, tak bertenaga

" aku hanya tak enak badan, tak apa ko" sehun akhirnya jujur dengan kondisinya

"jincayo? Aih...kenapa tak bilang? Kau sudah minum obat? Ah..harusnya istirahat ya aku malah nelephon lagi..mian mian..kau bisa istirahat sekarang ..atau aku tutup sekarang..tapi kau benar tak apakan?tak parahkan?" sehun tersenyum tipis mendengarnya, luhan yang sedang khawatir memang selalu bicara tanpa arah, hal yang membuatnya bahagia yaitu hal yang dikhawatirkan luhan adalah dirinya

" aku tak apa, besok juga pasti sembuh"

" kau sudah makan?"

" sudah lu...minum obat juga sudah..jangan khawatir ok"

" mm..istirahat ya hun..sekarang..ok tidurlah.."

" kau juga ini sudah larut tidurlah"

"..."

"lu/hun" mereka berbicara berbarengan keduanya gugup sekarang

" kau dulu" sehun mengalah

" ani..haha.. cepat sembuh jaljayo huniiee"

" ne.. gomawo jaljayo lu..good night"

Luhan tersenyum lalu memutuskan sambungan telephonnya, tapi rautnya berubah sedih mengingat sehun sedang sakit sekarang 'besok aku harus menjenguknya harus' luhan tak tau kenapa dia begitu khawatir sekarang

'tuhkan..jantungku mulai lagi'

Esoknya luhan bersiap pergi ke apartement sehun, dia sudah membawa bekal kesukaan sehun, dia tak sempat mengantar orangtuanya kebandara karena hal ini, ibu dan ayahnya mengerti dan memaklumi itu

Diperjalanan luhan tak henti hentinya memikirkan kondisi sehun, 'anak itu pasti terlalu lelah sampai lupa makan dan jatuh sakit'

karena ini longweek jalanan benar benar ramai, luhan bahkan terjebak macet sekarang, karena boring diapun membuka sosial medianya membuka iseng twitter terhibur sendiri membaca status tao yang galau karena kondisi kejombloanya, atau mentionan antara xiumin dan chen yang mendominasi timelinenya , dia terus menscroll timeline kebawah sampai jari tangannya berhenti saat melihat status kai

" akhirnya bisa pulang kerumah" simple sih..tapi bereffect pada luhan

'dia juga libur' luhan memandang kosong layar smartphonenya, hatinya berdenyut sakit, lamunannya terganggu saat smartphonenya bergetar ada satu pesan masuk diapun melihatnya

From : kai oppa

Lu? Baik?

Pesan singkat itu sukses membuatnya membeku, tanganya bergetar tak percaya kai menghubunginya setelah beberapa bulan tak memberi kabar apapun, tanpa pikir panjang luhan membalas pesan itu

Ya, aku baik, oppa?

Luhan menunggu dengan cemas balasan pesan singkat itu, smartphonenya bergetar lagi

"Aku baik, selamat ulang tahun lu.. maaf baru memberi ucapan sekarang aku baru bisa memegang handphone semoga bahagia dan sukses ya... jadilah anak yang berbakti untuk orang tua"

Mata luhan mulai berair sekarang, dia ingin menangis dia pikir kai sudah lupa ulang tahunnya beberapa bulan yang lalu, beberapa bulan yang lalu saat semuanya mengucapkan birthday padanya, kecuali namja ini, namja yang sangat luhan harapkan.. dia menunggu seharian ucapan dari namja ini,tapi namja itu bahkan tak muncul dimanapun, dia tahu sekolah kedinasan pasti seperti ini,di hari ulang tahunnya luhan menangis,dia tak berharap banyak, hanya ucapan namja ini..

" gomawo, aku pikir kau lupa.. kau libur oppa?"

Luhan jujur dengan pikirannya, tersenyum sendiri melihat pesannya

" ga mungkin aku lupa lu.. iya aku baru sampai tadi shubuh"

Lagi..luhan tersenyum senang membacanya

" welcome back home kai.. semoga kita bisa bertemu ^^ "

Luhan memang sangat berharap bisa bertemu kai, ya..

" semoga,,tapi maaf lu aku tak membawa kendaraan dan keluargaku sedang sibuk aku juga ada acara dari kedinasan,aku tak bisa janji kita bisa bertemu hari liburku singkat"

Dan luhan tau harapannya terlalu tinggi, dia tak lagi membalas pesan singkat itu.. dia tau itulah cara kai menolaknya dengan halus, matanya memerah harusnya dia tak berharap banyak lagi pada kai,seharusnya...

Luhan sampai diapartement sehun, matanya memang sedikit sembab tapi dia sempat mencuci muka di peristirahtan tadi, dia memencet bel apartement sehun,tapi sampai menunggu 5 menitpun tak ada tanda tanda pintu dibuka, luhan mulai khawatir sekarang, mengesampingkan hatinya yang masih berdenyut sakit karena kai, dia segera merogoh smartphonenya mencari note yang berisi pasword apartement sehun, setelah berhasil membuka pintu, luhan langsung masuk ke apartement mewah itu, aroma sehun seolah berpendar diudara, tapi tak ada keberadaan namja itu, karena khawatir luhan segera terburu buru ke kamar sehun, barulah dia menemukan namja itu sedang meringkuk di tempat tidur king size miliknya, luhan segera menaruh makanan yang dia bawa dinakas, sehun terlihat lebih pucat, dia bahkan tak terbangun dengan kegaduhan luhan tadi, dia langsung menempelkan punggung tangannya di dahi sehun, terkejut karena ternyata suhu tubuhnya sangat panas, sehun demam..

" kau sudah datang lu,maaf tak bisa membukakan pintu" dengan mata terpejam sehun berbicara dengan suara serak yang terdengar lebih lirih dari semalam

" tunggu disini,,kau harus dikompres ok" luhan tergopoh gopoh menuju pantri didapur, setelah sampai luhan sudah membawa handuk kecil dan baskom yang berisi air menempelkannya didahi sehun, dia mulai merawat sehun dengan telaten, untuk beberapa saat dia merasa dejavu, dia bahkan lupa dengan keadaan hatinya, terlalu khawatir dengan kondisi sehun mendominasi fokusnya, sehun tersenyum dalam keadaan setengah tidurnya

" maaf merepotkanmu" sehun berujar masih dengan mata terpejam

" kau sudah makan" sehun menggeleng lemah luhan sudah menduganya

" kau kuat bangun" sehun mengangguk, luhan membantu sehun setengah terduduk dengan bantuan bantal dipunggungnya, akhirnya mata sehun terbuka melihat mata luhan yang memandang khawatir dirinya

" aku membawa makanan, tadi pagi aku membuatnya, sekarang aku suapi ok.. " tanpa menoleh luhan sibuk dengan persiapan makannya luhan tidak menyadari sehun menatap penuh arti padanya

"aaakk...buka mulutmu " luhan menyuapkan makanan yang disambut baik oleh sehun

"pasti rasanya hambar ya ? Tapi kau tetap harus makan setelah ini kau minum obat,untung aku tadi sudah menyiapkan obat juga" luhan masih berbicara sendiri sedangkan sehun masih terpaku pada wajah luhan, dia terus menatap luhan, luhan menyadarinya hanya saja keadaan sehun lebih penting sekarang, setelah makanannya selesai luhan langsung memberi obat pada sehun, tanpa sehun sadari dia tersenyum sangat lebar ..sama seperti mabuk, orang demam memang terkadang tak sadar dengan apa yang dia lakukankan..

" sekarang istirahatlah" luhan membenarkan letak selimut sehun

" kau tak akan pergikan" sehun berucap diluar kesadarannya,luhan mengangguk mengiyakan

" aku akan menginap malam ini " biarpun ini diluar rencana menjenguknya, luhan tak kuasa meninggalkan sehun dalam keadaan sangat lemah seperti sekarang

" tidurlah disampingku" sehun manatap lagi mata luhan

" hm..nanti jika aku mengantuk, sekarang tidurlah huniie" dengan lembut luhan mengusap rambut kecoklatan sehun,seolah lagu pengantar tidur untuk sehun, tangan sehun terulur membelai wajah luhan

" kau habis menangis?" tatapan luhan berubah sendu, bahkan saat setengah sadarnyapun sehun bisa membaca kondisinya dengan cepat

" anio..gwanchana" luhan tersenyum tangannya masih mengelus rambut sehun, tangan sehun juga masih mengelus pipi luhan

"jangan coba berbohong padaku lu.. kenapa" sehun bertanya meskipun obat demanya sudah bereaksi, dia sangat mengantuk sekarang

" kai.. dia menghubungiku..sudahlah bukan topik yang bagus, kau harus istirahat pasti obatnya sudah bekerja"

" kemarilah" bukannya menurutinya, sehun malah merentangkan tangannya menyuruh luhan memeluknya sambil tidur luhan akhirnya tanpa ragu memeluk sehun setengah duduk, luhan tau apa yang sehun lakukan adalah menenangkannya dengan cara memeluk luhan..ini selalu dia lakukan sejak dulu

"uljima" sehun mengelus lembut punggung luhan

" gomawo" luhan tersenyum dalam pelukan sehun tak peduli jika suhu tubuh sehun yang panas dan mulai berkeringat membuatnya sedikit basah.

tak bisa dia pungkiri hati sehun sakit saat tahu alasan luhan berwajah murung bahkan sampai menangis, tapi yang terpenting adalah mengobati hati luhan yang terluka

"lu..aku mulai mengantuk" acara peluk pelukan itu terintrupsi oleh sehun sendiri, reaksi obat itu sudah tidak bisa di atasi lagi sepertinya

" baiklah..aku akan tidur disampingmu" luhan beranjak pindah kesamping sehun, memeluk sehun dari samping , menatap wajah sehun sampai dia telelap, melamun lagi sampai diapun tak sadar ikut terlelap disamping sehun.

Sore hari luhan terbangun dari tidurnya, dia melihat sehun masih terlelap disampingnya, dia memeriksa suhu tubuh sehun 'tidak sepanas tadi..syukurlah' daya tahan tubuh sehun memang terbilang bagus, dia jarang sakit, sekalinya sakit biasanya cepat sembuh hanya dengan swamedikasi ringan,

dia bersandar pada ranjang tempat tidur melamun lagi memikirkan kai yang sekarang pulang, meskipun kai tak ingin bertemu dengannya dia tetap mengharapkan namja itu, sudah beberapa bulan dia tak melihat namja itu,luhan mengerti tak seharusnya dia terus terusan menyiksa dirinya sendiri, tapi segala memorinya dengan kai seperti kaset rusak yang terus berputar diotaknya, banyak hal yang mengingatkannya pada kai, semua tempat,barang, atau hal hal intim lain, tanpa ada yang tahu selama beberapa bulan ini luhan sering sulit tidur, saat dia tertidur dia akan selalu memimpikan kai, bermimpi kenangan kenangan indah dengan kai dan saat bangun dia harus dihadapkan pada kenyataan jika kisah mereka sudah berakhir,mungkin jika ditanya apa dia masih mencintai kai? Dia akan menjawab tidak tepatnya tidak seperti dulu, dia tak berbohong kecintaannya terhadap kai semakin berkurang karena sikap kai yang sekarang menurutnya sangat amat berubah dari kai yang dulu, tapi tidak untuk kenangannya dengan kai,,kenangan itu terlalu banyak memberikannya beban secara psikis, membuatnya terasa sulit keluar dari lingkaran kai, luhan benar benar lelah dengan semua itu...

" jangan melamun lu " sehun mendongak melihat luhan, mengikuti posisi luhan yang yang bersandar pada ranjang

" kau merasa baikan" luhan mengalihkan pembicaraan

" hm..hanya sedikit pusing, tapi tak separah tadi, kau masih memikirkannya?" mereka bertatapan cukup lama

"ya.."

Sehun tersnyum miris mendengar jawaban luhan 'apa begitu sulit menghilangkan sosok kai'

" mau berbagi cerita sebenarnya ada apa?"

" sebenarnya bukan hal penting "

" tidak penting ? tapi membuatmu menangis hm.." sehun menjulurkan tangannya mengelus pipi luhan, bagi luhan ini adalah kebiasaan sehun saat membujuknya untuk bercerita padanya, dan selalu dengan senang hati luhan terima..untuk luhan dari dulu sehun adalah malaikat penjaganya karena selalu memberikan ruang cerita dan tangan yang siap kapanpun untuk memeluk menenangkannya kecuali satu tahun belakangan saat sehun ke perancis..sosok sehun itu diganti oleh kai

" aku hanya merasa ingin bertemu denganya " usapan pada pipi luhan sempat terhenti, sehun mengatur emosinya lagi

" lalu apa masalahnya?"

" kai tak ingin bertemu denganku hun" luhan tersenyum tapi juga menangis sambil menatap mata sehun, demi apa..sehun tak ingin melihat mata kesayangannya ini menangis, dia rela menukarkannya dengan apapun asalkan luhan tak menangis, sehun langsung merengkuhnya lagi pada pelukan panjang, luhan terisak keras sekarang

" aku hanya hiks.. ingin mengobrol dengannya? Hiks..hiks "

" atau hanya melihat keadaannya hun.."

"tak apa..meskipun aku harus melihatnya dari jauh..aku hanya hiks..ingin tau keadaanya"

" kenapa ini sakit sekali sehunah"

Sehun mengeratkan pelukan itu saat dirasa isakan luhan semakin keras, setiap isakan itu mengiris hatinya, apa yang kau bisa saat melihat orang yang kau cintai sepenuh hati menangis karena orang lain?,sehun akhirnya mengusap punggung luhan, mengecup kepalanya, sehun tetap memilih diam membiarkan luhan menumpahkan semua bebannya

" uljima..hanie..uljima" hanya kata kata itu yang sehun ucapkan untuk luhan, luhan masih terisak cukup lama

" sehun..gomawo..jeongmal..hiks..gomawo" luhan menatap mata tajam namun lembut milik sehun, sehun tersenyum lembut membalas tatapan luhan

" aku akan selalu disampingmu lu"

luhan menggeleng gelengkan kepalanya kuat

" jangan berjanji yang tak bisa kau tepati hun"

sehun mengerenyit bingung

" chanyeol lalu..kai.. mereka pernah mengatakan hal sama..tapi aku malah percaya dan berakhir seperti sekarang, aku tak ingin mendengar kata kata itu lagi..aku tak ingin percaya lagi.. akhirnya semuanya terasa menyakitkan "

" lu..dengar ..aku,chanyeol,dan kai itu orang yang berbeda"

" kau tetap seorang namja,,"

" kau tak percaya padaku?" sehun mendongakan wajah luhan menyuruhnya langsung menatap sorot tajam luhan, kenapa luhan?

"ne..aku tak percaya siapapun" luhan menjawab dengan serak pertanyaan itu

Sehun mencelos..hatinya seperti tertusuk ribuan jarum mengetahui kenyataan luhan tak mempercainya, dia berusaha mengatur emosinya yang tiba tiba mencuat, ani.. dia tak marah pada gadis didepannya, gadis didepannya hanya korban dari setiap luka yang tertoreh dihatinya

" aku tak memaksamu mempercayaiku" sehun tersenyum miris menatap mata luhan, tangannya menghapus setiap jejak air mata dipipi gadis itu, tatapan sehun membungkam luhan, hatinya tak nyaman melihat tatapan terluka sehun

" tapi akan aku buktikan kalau aku akan selalu disampingmu, tak akan meninggalkanmu seperti mereka, kau bisa memegang ucapanku lu.." sehun tak main main dengan ucapannya dia hanya mencintai luhan sejak awal dia mengenal cinta,sampai sekarang cintanya tak berkurang sedikitpun,dia bukan pencinta wanita bukan juga seorang gay dia hanya menyukai satu mahluk bernama xi luhan, gadis yang selalu membuatnya bersyukur pada tuhan karena telah dilahirkan kedunia, bersyukur karena kehadiran gadis itu telah memberikan warna di dunianya yang monoton, setelahnya sehun mengecup lembut dahi luhan membiarkan luhan merasakan tumpahan kasih sayang yang akan selalu dia berikan untuk gadis itu, membiarkan luhan tau kalau dia tak sendirian, memberi kehangatan asing yang mulai menjalar disetiap desiran darah luhan, luhan tak terpejam pikirannya berusaha mencerna semuanya

'sehun mencintaiku'

Kecupan itu akhirnya berakhir, luhan lagi lagi disuguhi dengan tatapan lembut sehun, tatapan yang seolah menghipnotisnya

"sarangheyo xi luhan" pelan tapi pasti sehun mendekatkan bibirnya pada luhan, hingga akhirnya kedua daging kenyal itu bertemu, sehun belum bergerak dalam ciumannya setelah luhan tersadar,barulah dia melumat bibir plum kissable luhan lembut, ini bukan nafsu dia hanya ingin luhan tau dan merasakan perasaannya,,luhannya harus tahu ada penawar luka dalam setiap aliran cinta yang dia berikan untuknya

Sepertinya luhan bisa merasakan ketulusan yang diberikan oh sehun,hatinya menghangat diikuti dengan tarian kupu kupu aneh diperutnya yang membuatnya bahagia, entahlah dia sulit mendeskripsikannya, ciuman sehun bahkan seolah candu akhir bagi luhan, ciuman yang berbeda dengan kai, jantunganya berpompa cepat,ciuman ini lebih didominasi hati dibanding nafsu,luhan membalas ciuman sehun mereka bertatapan meski bibir mereka masih saling melumat, menikmati setiap moment yang terjadi ,bahkan sehun melupakan sakit tubuhnya... akhirnya luhan menutup matanya membuat sehun tersenyum dalam ciumannya, dia mengeratkan pelukannya lagi, tangannya meremas pinggang luhan lembut, membawa luhan tertidur kembali dengan dia diatasnya, mereka terus saling melumat intim terkadang lidah sehun bermain dimulut luhan,mengeksplore deretan gigi luhan,mengecap saliva yang meleleh diujung bibir luhan,ani.. pikiran sehun sadar sepenuhnya akhirnya dia melepas tautan bibir itu , luhan masih terengah engah dengan mata terpejam dan bibir sedikit terbuka..sehun menatap setiap lekuk wajah manis luhan, saat mata luhan terbuka sehun menempelkan kedua dahi mereka, sehun memang melihat keraguan dimata luhan, tapi dia tak akan menyerah..

" aku mencintaimu" dahi mereka masih menempel

" sehun"

"hm"

"sejak kapan?"

" jauh sebelum chanyeol mengenalmu"

Luhan mengernyit bingung, seingatnya dia lebih dulu mengenal chanyeol dibanding sehun

" kau mungkin akan ingat jika tuhan berkehendak lu"

" aku tak mengerti"

" kau hanya perlu merasakannya"

" hun.. kau aku belum..

"aku mengerti aku akan menunggu ..tapi bisakah kau buka hatimu untuk namja ini hm? Satu kesempatan juga tak apa"

Luhan berusaha mencari keraguan di mata sehun, namun hasilnya nihil.. tiba tiba ucapan tao dan xiumin terlintas dipikirannya, perasaan yang mengganggunya akhir akhir ini juga terlibat..tapi luhan tak juga menjawab, luhan hanya balik menatap sehun tanpa bersuara

" aku tak memaksa jika kau tak ingin" sehun siap beranjak dari tempat tidur, ingin segera menuju kamar mandi, luhan menolaknya dan itu menyakitkan.. dia perlu sendiri sekarang

"hun.." luhan mencekal tangan sehun " bu..buat aku mencintaimu " luhan akhirnya memutuskan untuk membuka hatinya untuk namja didepannya, dia hanya perlu pembuktian.. sehun memberikannya sesuatu yang baru, sesuatu yang tak pernah dirasakan luhan sebelum sebelumnya, sensasi aneh saat jantungnya berdetak dengan cepat walau hanya menatap wajah sehun

Sehun berbalik menatap wajah gadisnya tersenyum mempesona dan kembali memeluk luhan

"gomawo...sarange" luhan menikmati setiap moment ini, dia menyukainya... apalagi sehun kembali mencium bibirnya,merekakembali bergulat sangat panas,terkadang terlepas lalu menempel lagi, mata mereka juga terkadang adu pandang lalu terpejam lagi..terus seperti itu, tangan sehun sudah mengelus ngelus punggung luhan dibalik bajunya,sedangkan tangan luhan sudah mengalun dengan nyaman dilher sehun, kadang luhan meremas rambut sehun menyalurkan pada sehun kalau dia menikmati permainannya, semua itu membuat keduanya hard jika boleh jujur dia dan sehun sama sama seorang good kisser, luhan akui dia tak sampai kewalahan seperti ini saat berciuman dengan kai

Setelah lama saling melumat, luhan melepas tiba tiba panggutan itu membuat sehun mendesah kecewa

" how about kristal?" sehun tersenyum mengerti kemana jalan pikir luhan sekarang

" dia hanya mantan tunanganku"

" hah?" lihatlah wajah bodohmu lu

" kekeke.. aku memang sempat bertunangan denganya, yeah,,pertunangan atas dasar perjodohan, tapi aku tau motif sebenarnya hanya mengicar harta keluargaku, dengan sedikit jebakan aku bisa membuktikan pada omma dan appa siapa sebenarnya gadis ular itu " sehun menyeringai mengingat rencananya satu tahun yang lalu saat menjebak kristal agar mengakui motifnya, luhan bernafas lega mendengarnya tapi tunggu

" hun" dia memotong pergerakan sehun yang sudah akan menciumnya lagi

" apa lagi?" sehun terlihat kesal karena niatnya lagi lagi terintrupsi tidak tahukah luhan jika skarang dia mulai hard

" lalu bagaimana orang tuamu.. kita berbeda..orang tuamu pasti..

" tenang lu.. omma dan appaku bukan orang tua yang kolot lagi, setelah kejadian kristal mereka memberiku hak penuh untuk mencari pasangan yang ku inginkan sendiri"

" jincayo?"

"em.." sehun langsung mencium luhan lagi, tapi kali ini luhan menjitak keras kepalanya

"wae?" sehun lagi lagi harus meneguk ludahnya kasar karena kesal

"kau yang kenapa terus menciumku..bibirku bengkak tau"

" salah sendiri bibirmu manis"

"chessy..."

"ayolah kau juga sukakan" sehun dengan tampang pervertnya mengedip kearah luhan, membuat luhan bergidik ngeri, dia melirik keselangkangan sehun, 'tuhkan gawat kalau terus dilanjut' batinnya miris karena selalu dikelelilingi cowo pervert, berbeda dengan gadis kebanyakan luhan bukan gadis yang mudah terbawa suasana,dia seolah bisa menahan nafsu dan emosinya dengan baik,meskipun harus berakhir dengan palanya yang pusing,atau paling parah membuatnya seperti orang mabuk, baginya logika tetap harus jalan dalam keadaan apapun,padahal pengalaman ciuman seingatnya hanya kai..seingatnya dia tak penah berciuman dengan siapapun lagi..#sebenarnya udah sama sehun duluan wkwk, jika dia ingin maka dia lakukan jika tidak dia akan menolak dengan tegas meskipun nafsunya sudah diujung tanduk..dia tahu dirinya adalah gadis dengan nafsu yang cukup besar *langsungtaukarenapermainannyadengankai,karena itu dia harus bisa mengaturnya, but for proreplay (benergasih nulisnya) dia juga pernah melakukannya dengan kai tapi tidak sampai permainan inti, senakal nakalnya, dia masih memegang prinsip sex after married, itulah alasan dia masih virgin sampai sekarang

"shiroehh...cukup..aku mau mandi" luhan mendorong sehun menjauh,sedangkan sehun masih dengan tampang pervertnya menatap luhan, beberapa tahun mengenal sehun bukan hal yang mengagetkan jika sehun juga ternyata mesum,sedingin dinginnya seorang oh sehun dia tetap namja berdarah panas yang terkadang juga suka menonton blue film dengan chanyeol dan kris meskipun tak semaniak kris -_- #luhan pernah memergoki mereka bertiga dirumah chanyeol dulu, membuat ketiganya kocar kacir panik berlarian dari spatula luhan, luhan tak segan memukul bokong mereka dengan spatulanya, pukulan luhan tak main main, tangannya bahkan bisa mematahkan kayu jika benar benar marah, melawan luhan yang sedang dalam mode iblis sama saja cari mati, cerita itu berakhir dengan dibakarnya semua kaset yadong kris oleh luhan, sifat dingin mereka benar benar akan berubah jika itu sudah menyangkut xi luhan. Bisa dibilang pawang mereka adalah xi luhan sendiri.

" ayo kita mandi berdua sayang"

DAKK..

"AKKHH..APPO.." sehun merintih kesakitan luhan menendang keras tulang kering sehun dan pergi kekamar mandi, masa bodoh meskipun sehun masih demam

" yakk...rusa itu..aishhhh..." sehun mengerang frustasi selangkangannya sudah sempit karena ciuman panasnya tadi, luhan benar benar membuat gairahnya naik meskipun hanya dengan ciuman, ayolah permainan gadis itu benar benar hebat..

TBC

Chap ini selesai..haiyaa...yehet akhirnya hunhan jadian #joget bareng hunhan shiperr,,untuk NC? Eum.. masih dipikirkan..kalau yang minta banyak perlu di coba keke...tapi setelah ini baru deh rintangan mulai ada..ayo yg mau ngasih ide reviewnya jangan lupa iya... kkaebsong~~