Akkh..aku ngepost cepet soalnya minggu depan ada uts,,jdi ga bisa ngeposting ff.. doain autor yaaa..

Chapter ini agak warning ya..ada pertambahan tingkat rated jadi mature hehe..

Ada sedikit NC yang sedikit absurd wkwk

Cha~~

Luhan terpaksa meminjam baju sehun, untungnya dia selalu membawa hotpants di tasnya, sialnya sehun malah mencari kesempatan dengan memberi luhan kemeja putih miliknya yang jelas terlihat kedodoran di badan luhan, malahan luhan seperti tidak memakai celana saking besarnya kemeja sehun, dia mendengus karena kesehatan sehun sangat cepat pulih dari manusia normal, membuatnya gugup setengah mati karena dari tadi sehun terus mengangganggu luhan yang sedang memasak dengan memeluknya dari belakang, luhan sudah melarangnya dengan keras tapi dasar sehun dia berkilah ini bawaan dia sedang sakit, jadi dia ingin bermanja manja ria padanya, luhan menghela nafas pasrah meskipun dia tau itu Cuma akal bulus sehun saja

"hun lepas dulu.. nanti masakannya gosong"

" ara ara" akhirnya sehun mengalah berjalan kearah meja makan dan memperhatikan luhan dari belakang

GLUK

Sehun menelan ludah kasar saat melihat pemandangan luhan sekarang, dia sengaja memberinya luhan kemeja itu, otak mesum sehun memang lagi dalam kadar tinggi hari ini lihatlah.. kaki jenjang mungil luhan terekpos jelas, belum badannya yang membentuk pola S sempurna, kemeja itu sedikit meremangkan badannya luhan hanya mengenakan bra hitam tanpa kaos dalam, uhh..kalau saja luhannya mengijinkan sudah dia terkam rusa manis itu

" hun..eh" luhan menyadarkan sehun dari fantasi liarnya, membuatnya salah tingkah karena ternyata luhan menatapnya khawatir

"kau masih sakitkah?" jelas luhan khawatir waktu dia sadar sehun hanya bengong memandang kosong padanya

" ani..ani..lupakan... ayo makan aku lapar" sehun tersenyum lebar menatap luhan sambil menyuruhnya cepat duduk, luhan tak mau ambil pusing dengan tingkah sehun yang sekarang aneh itu, dia memilih makan karena memang seharian ini dia belum makan, sehun terus menatap luhan yang sedang makan..membuat sudut perempatan di dahi luhan karena kesal tak bisa menikmati makanannya dengan tenang

" yakk..jangan melihatku terus bodoh "

" wae? Apa yang salah"

" aku tak bisa makan dengan tenang kalau kau terus menatapku"

"ah..kau gugup ya" sehun berniat menggoda rusa manisnya ini

" cih..sialan" luhan mengumpat malas berdebat dengan sehun, dia benar benar lapar sekarang, sudah tak dipikirkan sehun yang terus menatapnya,, yang terpenting sekarang hanya urusan perut

Mereka memutuskan menontn dvd di ruang tengah apartement sehun, sehun sedang menyiapkan cemilan untuk dimakan berdua sedangkan luhan sudah selonjoran diatas sofa kingsize diruang tengah, sehun datang dengan penuh cemilan dan minuman cola ditangannya, ada soju juga tapi sepertinya luhan tak menyadarinya, disana dia meletakan semuanya dimeja dan memutar film genre action kesukaan mereka, film dimulai, luhan sekarang dengan santai menjadikan bahu sehun sebagai sandaran, kedua tangannya sibuk dengan cemilan cemilan tadi, tak jauh beda dengan sehun mereka begitu serius menonton film, sesekali memang sehun melirik luhan memandang wajah imut itu yang terlihat serius memperhatikan jalan cerita, ruangan itu dingin karena sehun memang sengaja menyetel AC dengan suhu rendah yang maksimal, sehun tau luhan sangat benci saat tubuhnya gerah toh ada untungnya karena luhan sekarang malah memeluk lengannya erat, ditengah cerita ada beberapa adegan yang membuat keduanya menahan nafas gugup yup..adegan ranjang yang dengan seenaknya ditayangkan dengan begitu vulgar, luhan tak menoleh pada sehun wajahnya sempat memerah malu entah kenapa, sedangkan sehun lagi lagi dihadapkan dengan perlawanan dengan nafsunya sendiri suasana ini begitu mendukung tapi ayolah..dia juga bukan namja brengsek yang akan memperkosa gadis yang dia cintai sendiri, dia tak mau luhan malah tak nyaman dengan dirinya, dia berusaha mengalihkan pandangannya pada film, meskipun hasratnya ingin terus menatap luhan, mereka sama sama gugup..tapi tak berniat menskip adegan itu, luhan tanpa pikir panjang meminum air putih jernih dengan sekali teguk berharap rasa hausnya berkurang karena pengaruh adegan tadi, sehun sedikit membelalak mengetahui kalau luhan bukan meminum air putih seperti dugaanya, itu soju, dan sehun tau seumur hidup luhan, pasti belum pernah meminum cairan beralkohol itu..dia mengerang frustasi merasa bersalah..kenapa juga dia bawa soju tadi, luhan menatap sehun aneh.. minuman apa tadi

" hun..eoh..itu bukan air putih " luhan menatap sehun lekat lekat,membuat sehun gugup melihat wajah merah luhan karena yakin gadis itu mabuk,tapi please..kenapa luhan menatapnya seolah mengundangnya lihatlah bibir luhan yang memang sudah pink kemerahan kini lebih merah dan sedikit bengkak sisa permainan tadi sore dengannya, belum lagi mata sayu itu..ya tuhaannn..sehuun..sabar sabar..

" mian..lu..itu..soju hehehe.." sehun menjawab takut takut luhan mengamuk, bisa mati dia kalau sampai luhan marah

" so..ju ? " luhan mengeja memastikan pendengarannya, oh shit..kesadarannya mulai turun dan dia benci saat logikanya tumpul..dia menunjuk sehun tapi malah akhirnya telunjuknya seolah meraba raba wajah sehun, membuat bulu kuduk sehun meremang

" ne..kau jadi mabukkan" sehun menarik tangan luhan agar diam behenti bertingkah konyol seperti ini luhan tertawa melihat sehun, akhirnya mereka sudah tak fokus lagi pada film,

"ke gluk..kenapa ada soju disitu hun gluk" luhan masih dengan nada konyolnya berbicara pada sehun, terkadang dia sesenggukan tak jelas

"kau..sengaja...gluk ya" luhan menusuk nusukan jarinya pada pipi sehun, terkadang menariknya dengan gemas lalu tertawa dan bertepuk tangan heboh,

sehun yang memilih diam menonton kejadian langka ini baca: luhan mabuk

" kau pasti mau melakukan this and that kan musang bodoh " luhan masih dengan nyawa setengah sadarnya kini malah menarik narik rambut sehun gemas,lalu tertawa lagi, sehun sebenarnya kesakitan dia berusaha facepalm menghadapi luhan yang seperti anak tk ini

"anio..lu..itu untuku tadi" sekali lagi sehun harus menghentikan pergerakan tangan luhan yang semakin brutal terhadap wajah tampannya itu

" yakk.." luhan dengan seenaknya mengeplak keras pala sehun tak beralasan lalu tertawa lagi, sehun menyesal sekarang karena biarpun mabuk tenaga luhan tetap besar, palanya sakit dikeplak seperti tadi, akhirnya karena dirasa bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengorek isi hati luhan sehunpun bertanya

" lu..apa perasaanmu padaku" niatnya hanya bertanya tapi luhan tiba tiba berdiri lalu duduk dipangkuannya seolah menunggangi sehun, lagi lagi sehun mendengus kasar karena kelakuan luhan benar benar membuat libidonya naik, wajahnya bahkan sekarang tepat didepan payudara luhan yang masih tertutup kemejanya dan bra itu, tapi tetap saja sehun bisa melihat dalamnya karena yakin bra itu terlalu kecil menampung payudara yang tak bisa dibilang kecil itu, entah dari kapan dua kancing kemeja itu terlepas..sekarang dia malah disuguhkan dengan penampilan sensual gadisnya

" molayo.." luhan menatap mata sehun dalam, dia menjatuhkan palanya pada perpotongan leher sehun menyesap aroma sehun tangannyapun mulai merangkai pola pola abstrak di dada sehun, sehun yakin luhan bisa mendengar detak jantungnya yang kian cepat karena kelakuannya.

"lu.." sehun berniat memindahkan luhan keposisi awalnya bisa gawat jika dia lepas kendali kali ini

"tapi..disini "sebelum berhasil memindahkan luhan,dengan cepat luhan mengambil tangan sehun menempelkannya diperpotongan dadanya, sehun terkejut tapi bukan karena tangannya menyentuh dada luhan tapi karena detakan jantung luhan yang tak berbeda jauh dengannya

" aku baru gluk...merasakan yang seperti ini..ini cinta bukan hun?" luhan memiringkan kepalanya menatap sehun sayu lalu tersenyum sangat manis didepan sehun, dengan gerakan cepat sehun mencium bibir luhan anio..dia sudah tau jawabannya luhannya mencintainya.. cukup biarpun luhan tak menjelaskannya langsung atau bahkan belum menyadarinya

Luhan belum membalas ciuman sehun, dia masih diam tangannya memeluk leher sehun, tapi ciuman sehun semakin kasar semakin menuntut balasan dia memiringkan kepalanya dan menarik tengkuk luhan, luhan mengerti dan membalas ciuman itu, mereka saling mencium dengan kasar kepala mereka bergerak berlawanan arah, terkadang dengan nakal luhan mengigit bibir bawah sehun, lalu melepasnya dan terkikik melihat raut kesal sehun, itu tak berlangsung lama karena sehun segera menarik tengkuknya lagi melumat bibirnya lebih ganas dari yang tadi, mereka melakukannya lebih dari 20n menit tapi masing masing dari mereka belum mau melepaskan panggutan itu, sehun dan luhan bahkan sudah beberapa kali bermain lidah ciuman ini memang didominasi sehun secara penuh, luhan akhirnya melenguh saat kini tangan sehun tak tinggal diam lagi, tangan sehun masuk ke kemejanya, menciptakan pola pola cantik di punggung luhan, membuat luhan kegelian setengah mati, tangannya terus merambat naik sampai didepan payudara luhan, dia meremasnya pelan.

"ugh hun..ah..." luhan mendongakan kepalanya saat sehun kini mengeksplore leher jenjang putih miliknya tapi tangannya masih meremas dua gundukan miliknya dibawah, tangan luhan berpengangan pada bahu sehun

"jang..ah..n membuat kissmark disitu hun " luhan bicara tersengal ditengah desahannya, sehun mengerti mengangguk patuh, tangannya kini meloloskan pengait bra luhan hingga terjatuh begitu saja kini luhan hanya tertutupi kemeja, tangannya sudah menangkup secara langsung payudara milik luhan, membuatnya gila karena ini begitu nikmat untuknya,, kedua tangannya masih aktif meremas remas dua gundukan itu, luhan terus mendesahkan namanya sambil memjamkan matanya, sehun menatap wajah luhan sekarang tapi tangannya terus tak berhenti, wajah luhan sudah jelas jelas terangsang,, keringat mulai mengucur dari dahinya lalu turun kelehernya membuat dia beberapakali lipat terlihat sexy dimata sehun, sehun meraup payudara luhan diluar kemejanya membuat kemeja itu basah oleh air liur sehun sendiri, luhan menggoyang goyangkan badannya tak nyaman, selangkangannya mulai basah, dan dia merasakan sehun sudah tegang dia berusaha mengumpulkan pikirannya kembali, membuat peringatan pada sehun agar tak bertindak jauh, sehun dengan tidak sabaran melepas satu persatu kancing kemeja luhan, sedangkan luhan masih fokus dengan pikirannya, tanpa aba aba sehun sudah meraup payudara luhan langsung, tubuh luhan sekarang sudah setengah nude, tangan satunya memelintir puting luhan, dia menyusui payudara luhan seperti bayi, luhan melenguh dan mendesahkan namanya lebih keras , terus seperti itu bergantian hingga sehun tak sadar jika dirinya juga sudah setengah nude, entah kapan luhan membuka bajunya, dia menggeram saat luhan dengan nakalnya meraba abs diperutnya lalu mencakar punggungnya saat dia mengigit keras puting luhan

"AKH..HUN..AKU MAU PINDAH" sehun yang mengerti membawa luhan, mencium kembali bibirnya luhan melingkarkan kakinya pada pinggang sehun mereka pindah ke kamar sehun, luhan dibaringkan di ranjang kingsize,,suhu udara kamar yang dingin membuat bulu kuduk luhan meremang tapi sehun langsung menindihnya dan langsung meraup lagi payudara sintal luhan, meremasnya keras...membuat tubuh luhan melengkung, luhan terpekik nikmat karena kelakuan sehun, sehun mengigit keras payudaranya meninggalkan jejak kemerahn yang kentara sekali dikulit putih itu, ciumannya turun ke pusar luhan, lidahnya membuat pola melingkar lalu mengecup tepat ditengah pusar luhan

"akh..hun ah.." luhan sedari tadi meremas rambut sehun meminta sehun untuk terus dengan aktifitasnya, matanya terpejam tapi saat kepala sehun tepat didepan pingganya luhan menarik tiba tiba kepala sehun hingga sekarang mereka berhadapan

"jangan sampai kesana hun"

"hah" sehun cengo mendengar permintaan luhan bagaimana bisa?

" jangan sampai masuk ke inti"

"lalu kapan chagi?" sehun menghela nafs kasar nafsunya sudah diujung bagaimana luhan bisa menolaknya ditengah tengah aktivitas begini

"setelah menikah hun"

" lu..aku sudah tegang bagaimana bisa aku tahan dia tak akan tidur lagi dengan mudah "

Luhan memutar keadaan kini dia menindih sehun, dengan cekatan tangan dia masuk kedalam boxer sehun,,right sehun junior sudah menegang dengan sempurna..dia meremasnya pelan dari luar underware sehun, sehun memperhatikan luhan yang menatapnya sensual..dia menggeram menahan desahan karena sekarang luhan meremas remas penisnya, luhan mencium bibir sehun ganas tapi tangannya tetap tak berhenti meremas milik sehun, sehun dengan antusias membalas pergulatan luhan, tangan luhan bermain dengan baik membuatnya melenguh tapi tangan sehun juga bermain di payudara luhan yang bergoyang terus seperti itu sampai dia keluar.. luhan akhirnya menjatuhkan dirinya disamping sehun mereka terengah engah, tapi tatapan sehun terjatuh ke payudara luhan yang ikut bergerak karena luhan yang terengah engah membuatnya mau tak mau mengemut lagi payudara luhan, luhan mendesah hanya saja tangannya menepuk nepuk lemah kepala sehun agar lepas dari payudaranya, dia lelah dan sedikit pening karena hasratnya tak dikeluarkan.. dia masih memgeng prinsipnya ingat? Biarpun begitu permainan sehun, cara lidah sehun bermain benar benar membuat kenikmatan tersendiri baginya.. sehun tak mengubris luhan dia terus mengemut kedua payudara itu bergantian, luhan tertidur menyamping dengan sehun yang masih setia dengan aktivitasnya, luhan memeluk kepala sehun didadanya, sehun tersenyum

" thanks" sehun mengucapakn terimakasih sambil terus bermain dengan payudara luhan

"ne..akh.." luhan masih mendesah tapi karena kantuk melandanya membuatnya sudah tak fokus dengan apa yang sehun lakukan ditubuhnya, akhirnya mereka tertidur setengah nude dengan posisi yang tak berubah tetap seperti itu.

Sehun terbangun lebih dulu dibanding luhan, saat terbangun payudara luhan adalah pemandangan pertama yang dia lihat, membuatnya tersenyum sendiri dengan aktivitas mereka semalam, meskipun tak sampai permainan inti, tapi dia sudah merasa puas.. luhan memang benar benar bisa memuaskannya luar batin wkwk pikirannya hari ini kembali jernih tak mau merepotkan luhan karena nafsunya seperti kemarin, badannya juga sudah sembuh,,tentu ada sebuat teori yang menyebutkan jika bercinta akan menyembuhkan sakit, mungkin itu benar haha..

Wajah sehun sekarang sudah sejajar dengan wajah luhan, dia amati wajah polos gadis yang cintai ini,dia megecup sayang bibir luhan, mengelus halus rambutnya, dia beranjak dari tempat tidur masih dengan hanya mengenakan boxer, kembali keruang tengah yang berantakan karena aktivitas mereka, dia berjalan menuju baju dan bra luhan membawanya kembali ke kamar meletakan dekat tempat tidur, lalu memakai bajunya kembali, luhan terbangun saat sehun sedang memakai bajunya

" morning chagi..." sehun menunduk mengecup kening luhan, luhan hanya tersenyum membalas sapaan selamat pagi namjacingunya itu..masih tak percaya kalau sehun sekarang telah menjadi namja cingunya, dia mengambil branya memasangnya kemudia memakai kemejanya, sehun memperhatikan setiap gerakan luhan.

"hari ini antar aku pulang"

"siap tuan putri"

Luhan menghiraukan panggilan sehun, dia langsung memeriksa smartphonenya karena tiba tiba teringat kris yang akan datang, sehun sedang dikamar mandi

" sehuna.." luhan berteriak sambil membereskan tempat tidur, sehun hanya membalas dengan gumaman " kris oppa ada dirumahku"

Sehun membersihkan mulutnya sehabis bergosok gigi

"jincayo? Sejak kapan?" dia balas berteriak didalam kamar mandi

" tadi malam baru sampai ..cepat mandinya!"

" ya.."

Luhan lagi lagi menyiapkan sarapan, menunggu sehun selesai mandi, setelah beres dia akhirnya menuju kamar mandi didapur dan mandi disana, sehun selesai dengan mandinya celingukan karena tak menemukan luhan dimanapun tapi suara gemericik air dikamar mandi dapur menjawabnya 'dia sedang mandi' dia akhirnya mempersiapkan diri memakai setelan santai tapi berkelas khasnya, menunggu luhan sambil kadang mencomot masakan luhan yang enak seperti biasa,

Cklek..

Suara pintu terbuka, luhan keluar dengan hanya menggunakan handuk yang tidak sampai menutupi setengah pahanya

"jangan menggodaku dipagi hari..kecuali kalau kau mau bermain sekarang" sehun mengedipkan matanya nakal pada luhan, luhan mendengus

" kau saja yang mudah tergoda" dia mencak mencak menuju kamar mengunci kamar sehun seenaknya, sehun hanya tertawa kencang melihatnya tidak ada yag lebih menarik selain menggoda luhan sampai kesal..

Sehun sedang menonton berita sekarang, mereka meutuskan sarapan diruang tengah yang sudah luhan bereskan sebelumnya, setelah ini mereka langsung berangkat kerumah luhan, dia juga merindukan hyung sekaligus sahabat karibnya kris yang juga sepupu luhan.

Jalanan ternyata macet ini memang jalur balik liburankan.. jadi wajar luhan terlihat jengah dia paling benci macet seperti kemarin, sehun tersenyum miring melihatnya

" sabar chagi.."

"hm.."

Luhan memilih menyetel lagu ballad di mobil sehun, yang sudah menjadi kebiasaannya

" bagaimana kalau kita kencan minggu besok hun"

"ah..kemana" sehun masih fokus kejalanan karena mobil mereka bergerak maju sekarang

"lotte world" luhan tersenyum menoleh kearah sehun, sehun sedang menimang nimang kemungkinan jadwal kuliahnya minggu besok

" akan kuusahakan kalau tak ada jadwal kuliah ya" ujarnya jujur membuat luhan sedikit murung mendengarnya

" hei..hei..jangan seperti itu, akan aku usahakan lu..aku janji ok" sehun mengelus kepala luhan sayang, kini mobil itu berhenti lagi karena macet

" baiklah" sehun tersenyum mendengar jawaban luhan yang tak bersemangat itu, dia menarik tengkuk luhan dan mencium bibirnya lagi..hanya mengecup

" jangan ngambek.. " sehun kini mengecup ujung hidung luhan..membuat luhan tersenyum lagi karena diperlakukan manis oleh kekasihnya ini..

TBC