Hai..hai..annyeong haseyo~~
Uts telah selesai... akhirnya.. penderitaan seminggu itu berlalu #okinilebaydaninicurcol
Langsung aja yaa..da pasti males denger author ngomong gaje gini hahahaa.. tapi tetep review yah .. ide sangat author hargai loh..
Chaa~~~
" uih..akhirnya kalian datang juga" kris membuka pintu rumah luhan, sehun hanya mengangguk badannya lelah menyetir berjam jam, biasanya memang tak selelah ini tapi karena tadi lebih banyak macet dibanding jalannya membuat badannya seolah remuk, tak jauh beda dengan luhan yang hanya memandang lesu kearah kris dan berjalan gontai ke kamarnya
" kau tidur saja disini ,sebentar lagi larut " kris melirik sehun yang sekarang selonjoran santai disofa ruang tengah sambil makan keripik kentang, seharian ini kris hanya menonton tv, maen game, dan menghabiskan isi kulkas keluarga luhan..lumayan bisa bermalas malasan mumpung libur
" ne..hyung" sehun memejamkan matanya sejenak kepalanya menengadah keatas tak dihiraukan lagi suara kris yang menyuruhnya pindah, akhirnya kris mengalah karena nasihatnya tak didengarkan sehun
" hyung.." akhirnya membuka suara, kris hanya menoleh padanya tanpa menjawab
" bagaimana hubunganmu dengan cucu walikota itu? Siapa namanya victoria?"
"its over"
" wae?"
" takdir" jawab kris singkat tak ingin memperpanjang ceritanya, sehun mendengus
" tak aneh.. mau sampai kapan kau main main hyung.."
"molayo..hei hei..bocah tengik jangan menasihatiku..kau juga tak jauh beda denganku, kau lebih parah...kau tak pernah mengenalkan perempuan, atau jangan jangan kau gay ya..omo..iya kau gay kan..ngaku aja"
Sehun mengeplak kepala sohibnya itu,tetapi dengan raut datar menatap kris yang seolah memandang remeh dirinya seenaknya saja menyebut dia gay
" kau tau hyung aku baru saja pacaran dengan luhan"
"what the hell ayou saying ?"
" itu benar oppa" luhan kembali dengan keadaan yang lebih fresh sehabis mandi, sekarang dia mendudukan dirinya disamping sehun
" sejak kapan? Bagaimana bisa?" kris menatap keduanya tak percaya
" sejak kemarin.. takdir" sehun membalikan kata kata kris, kali ini kris mendengus menyesal tak ikut keperancis karena pasti banyak hal yang terjadi disana, dan dia tak tahu apapun..apapun
" ceritakan padaku?" kris menunjuk mereka berdua menatap dengan penuh penasaran
" malas" ujar sehun dan luhan bersamaan membuat kris ingin sekali menjedukan kepala mereka ke meja sekarang
Luhan memarahi kris karena semua cemilan dikulkasnya habis oleh kris,belum lagi dapur yang berantakan karena ulahnya , sehun yang seharusnya menenangkan luhan malah memilih tidur istirahat menyusup kekamar luhan dari pada melihat kedua sepupu itu bertengkar tak jelas
habislah kris dijambaki luhan karena kesal cemilan kesukaannya ludes .. kris? dia hanya mencicitkan maaf, apadaya jika mode iblis luhan sudah keluar, dia berjanji akan membeli cemilan kesukaan luhan yang dia habisi dengan rakus ,,
Lalu disinilah sekarang kris, sedang berbelanja di mart dekat rumah luhan sesekali melirik lirik yeoja yang terpesona dengannya, wajar dia seorang playboy sejati tak perlu diragukan kemampuannya memikat hati yeoja, pantas memang dengan tubuh bak model.. tinggi, wajah khas american-chinese yang tampan tapi tak setampan sehun*inimenurutluhan , juga pembawaannya yang stay in cool membuatnya menjadi incaran banyak yeoja, kris sendiri ? dia orang yang meladeni setiap ungkapan cinta dan bermain main dengan hati perempuan tak ada alasan lain..dia hanya ingin bermain tak dihiraukan sohib sohibnya baca : chanyeol,suho,dan sehun yang selalu menasihatinya untuk berhenti dari main main tak jelas itu, mereka selalu bicara : "ingat umur hyung" yup..karena diantara mereka kris adalah tertua.
Kris masih sibuk mengambil beberapa cemilan ke keranjangnya, kepalanya menggeleng geleng mengikuti irama di headseat yang terpasang apik ditelinganya, lalu dirasa semua cemilan yang luhan keramati sudah ada di keranjang, dia berjalan kearah kasir menunggu dengan sabar sampai antriannya sampai
" semuanya 5000won nona"
" ah..tunggu sebentar"
Awalnya kris tak menghiraukan yeoja disampingnya ini, tapi terlihat yeoja itu kebingungan seperti mencari cari sesuatu
" chogiyo.. dompetku sepertinya ketinggalan mungkin tak jadi saja" yeoja itu dengan wajah semerah tomat menahan malu membungkuk kepada penjaga kasir, penjaga kasir yang tadi memandangnya ramah kini berganti berwajah datar tak mejawab memilih meneatap pelanggan selanjutnya yaitu dirinya, dia yang mendadak kasian
"biar aku yang bayar"
"eoh" kedua yeoja itu memadangnya bingung
" biar aku yang bayar belanjaan nonna ini" tunjuk kris pada yeoja malu tadi
"tak usah tuan" yeoja itu terlihat tak enak dengan keputusan kris
" tak apa..hitung dengan belanjaanku" tanpa banyak bicara kris menyuruh penjaga kasir untuk menghitung semua belanjaan mereka
" tapi tuan ,,beneran tak usah" yeoja itu masih merasa tak enak dibantu oleh namja tak dikenalnya
" sudahlah..anggap saja aku malaikat penolong mu" yeoja itu bersemu mendengarnya akhirnya dia mengalah membiarkan kris membayar belanjaanya itu, mereka berjalan keluar bersama sama
" gamsahamnida tuan.. saya akan menggantinya"
" kris..siapa namamu?" bukannya menjawab kris malah mengajak berkenalan dengan yeoja manis didepannya ini
" mian tuan?" yeoja ini memastikan pendengarannya, kris berdecak sebelum mengulang pertanyaannya
" ? dia menekankan setiap kata katanya
"oh..tao.. huang zi tao " gadis itu tersenyum menatap wajah tampan kris, kini kris menatap senyum yeoja itu tak berkedip 'manis' tanpa sadar kris ikut tersenyum
" kau chinese?" tao sempat kaget tapi mengangguk takut takut
" baguslah,,aku juga chinese" kris tanpa sadar mengelus surai merah marun yeoja didepannya,dia terpesona dengan senyuman yeoja ini, membuat jantungnya berdetak dengan cepat tak seperti biasanya, tao mendadak bisu tapi dia segera sadar
" mian kris-si.. bagaimana saya bisa menggantinya"
" oh.. berikan handphonemu"
"eh" biarpun aneh dengan permintaan namja ini, tapi tao hanya menurut
" ini nomorku..cukup balas sms aku nanti malam ok " kris mengacak lagi surai tao, lalu meninggalkan yeoja itu yang kini terbengong, dia tersenyum senyum sepanjang jalan karena menemukan yeoja incarannya, 'tao ya.. yeoja itu manis'
Luhan sekarang sedang mengelus rambut sehun yang sedang tertidur dipahanya sambil tengkurap memunggunginya, pikirannya masih menerawang semua yang terjadi akhir akhir ini semuanya begitu cepat terjadi, feelingnya tentang perasaan sehun padanya tak meleset, semoga ini menjadi awal yang baik pikirnya,,
" lu..aku minta maaf" suara sehun teredam karena posisinya, tapi cukup dengan jelas di dengar luhan
" untuk?"
" minggu ini..aku benar benar tak bisa janji" usapan luhan dikepalanya berhenti, sehun akhirnya terduduk memandang wajah gadisnya, tangannya kini gantian mengelus pipi kesukaannya itu
" seminggu ini mungkin aku akan sibuk karena harus melakukan penelitian di rumah sakit pinggiran seoul.." ujarnya jujur meskipun dengan amat menyesal karena dia juga sangat ingin kencan dengan gadis ini
" oh.." luhan hanya mereponnya singkat.. dia berfikir keras bukan karena kecewa dengan jawaban sehun, sebenarnya hari minggu itu adalah ulang tahun sehun dia mengajak sehun karena ingin memberikan surpise party untuk sehun, hanya berdua sambil ngedate pertamanya dengan sehun sebagai kekasih, tapi apa mau dikata sehun mahasiswa kedokteran dengan segudang tugas yang membuatnya harus ikhlas melepaskan sehun untuk pacar matinya itu.
" lu..kau marah?" sehun menatap luhan khawatir karena gadis itu hanya terbengong menatapnya, dia bingung..kalau bisa dia tunda tugas itu dia akan tunda..tapi dia adalah ketua kelompok untuk penelitian ini, dia tak bisa melepas tanggung jawab begitu saja
" anio.. aku mengerti kencan bisa lain kalikan, tugasmu lebih penting ..kita masih punya banyak waktu untuk berkencan" luhan tersenyum memudarkan raut kawatir sehun, untuk luhan kuliah memang lebih penting, tak seharusnya pacaran mengganggu tugas wajib mereka.
" gomawo sudah mengerti" sehun mengecup dahi luhan sayang, luhan menutup matanya menikmati kecupan sehun yang akhir akhir ini sangat dia sukai, mungkin dia harus memutar otak tentang rencana ulang tahun sehun nanti..
" bisakah kalian tutup pintu dulu sebelum melakukan aktivitas kalian" kris menyandar dipintu kamar luhan memadang malas keduanya yang kini sedang berciuman panas, luhan merona menahan malu kepergok sepupunya itu sehun memandang kesal kris yang menganggu aktivitasnya
" dan jangan membuat tidurku tak nyenyak malam ini" lanjutnya skeptis memandang datar tak bersalah pada kedua insan yang sekarang terduduk malu diatas tempat tidur
" apaan sih?"
" aku bukan dirimu hyung..kami tak akan melakukan hal hal aneh"
" ciuman panas tadi bukan hal aneh"
"memang untuk playboy sepertimu itu termasuk hal aneh ? kau juga pasti sering melakukan lebih dari itu"
" ckck..kalian bahkan bermalam bersama kemarin.. tak mungkin kalian belum melakukannya" kris masih menyandar dengan tangan yang bersidekap didada
" aku belum ingin melakukannya ko oppa" luhan menengahi keduanya, mengabaikan sehun yang sekarang kembali memeluknya dari belakang
" melakukan atau tidak bukan urusanku sih..tapi aku hanya ingin menekankan pada musang bodohmu itu lu.."
" aku bukan musang bodoh hyung"
"yeah..kau namja poker face brengsek"
" dan kau.. naga bau yang menganggu"
" mati saja kau oh sehun"
" terima kasih hyung aku juga menyayangimu"
luhan tertawa melihat kris yang sekarang memilih pergi dari kamarnya, terdengar suara bedebum pintu, kris memang selalu kalah jika berdebat dengan sehun, itu sudah biasa terjadi
sehun yang tak ingin diganggu lagi akhirnya berjalan mengunci pintu kamar, luhan hanya memandang apa yang sehun lakukan..
" kenapa dikunci?" sehun berjalan lalu duduk dibelakang luhan yang juga terduduk, tangannya kini melingkar dipinggang luhan "stupid quest" dengan lembut sehun mulai mengendus aroma luhan dari leher gadis itu mengecupnya pelan membuat luhan kegelian
" mau melanjutkan yang tadi hmm akh..hun emmh.." luhan menggigit bibirnya, sehunnya kini mengecup menjilat lalu menghisap leher bagian belakannya
"menurutmu?"
"sejujurnya moodku ilang karena kris"
"tak masalah..aku bisa membangunnya lagi" sehun kini mengigit bahu telanjang luhan memberikan bercak kemerahan disana , tangannya mulai menyusup kedepan kaos luhan yang longgar dan berpotongan leher rendah meraba raba perut luhan, lalu naik kebagian favoritnya
" aku sangat menyukai ini" sehun meremas keras payudara luhan, membuat siempunya melenguh keras, bibir sehun masih mengeksplore leher dan bahu luhan membuatnya basah karena salive sehun
"hun-ah" tangan luhan meremas seprai karena merasakan nikmat disekujur tubuhnya akibat perlakuan namjacingunya ini
"lihatlah kedepan lu"
Luhan menurut melihat pantulan dirinya dan sehun dicermin depan tempat tidurnya, sehingga dia bisa melihat apa yang sehun lakukan, tak bisa dipungkiri itu membuat libidonya naik seketika
Sehun melepaskan baju atas luhan dan juga dirinya, tapi tidak membuka bra luhan, sekarang dia menciumi punggung luhan membuat luhan semakin membungkukan tubuhnya kedepan
" berbaliklah "
Kini sehun dan luhan berhadapan, sehun mengecup dahi luhan lalu turun ke kedua mata luhan mengecupnya bergantian
"aku mencintaimu" kecupannya berpindah keujung hidung luhan
" aku mencintaimu" lalu berpindah kedua pipi luhan
"aku mencintaimu" akhirnya ciumannya berakhir dibibir luhan melumatnya sampai tempo lumatan merka bertambah cepat, decakan lidah terdengar memenuhi ruangan tangan sehun meremas payudara luhan menyusup kebalik bra tanpa melepasnya, saat ciuman itu terlepas kepala sehun menunduk mensejajarkan dirinya dengan belahan payudara luhan mengecup belahan itu,tangan luhan sudah meremas remas rambut sehun meminta lebih, akhirnya sehun mengigit gigit samping payudara luhan yang tidak cukup tertampung bra, jika diperhatikan sekarang tubuh luhan sudah banyak kissmark hasil karyanya membuatnya menyeringai ditengah aktivitasnya, sehun berhenti pada aktivitasnya luhan menelusupkan wajahnya diperpotongan leher sehun mencium lalu menjilat leher sehun yang sedikit asin karena keringat , ciumannya naik kewajah sehun mengecup dahi , lalu beralih kemata tajam sehun, bibirnya terus menari diwajah sehun, luhan menjilat cuping telinga sehun yang sukses membuat sehun melenguh saat titik sensitifnya dimainkan gadis itu, tak berhenti sampai disitu tangannya mulai meraba raba junior sehun pelan memberikan sengatan sengatan kecil bagi sehun.. kini ciumannya turun pada dada sehun mengulum dengan sensual puting sehun membuat sehun harus menahan geramannya ingin menyerang balik gadisnya terus turun ke abs sehun menjilat lalu mengecupnya lagi, sehun yang sudah diujung nafsunya membalik keadaan membanting luhan sehingga sekarang luhan terlentang di tempat tidur
" ouh..sabar hun" luhan menyeringai didepan sehun mengetahui keinginan namja ini, sehun tersenyum yang membuat luhan terpesona karena begitu sexynya sehun baginya sekarang, peluh mengalir dari leher ke badannya yang putih hanya berupa siluet karena penerangan hanya dari lampu duduk disamping tempat tidur, sehun tak banyak bicara dia langsung saja menyantap payudara luhan,membuat luhan melenguh nikmat membuat luhan bergerak gelisah yang mengakibatkan kedua bagian bawah mereka tidak sengaja bersentuhan membuat sehun lagi lagi menggeram ditengah aktivitasnya menyusui payudara luhan
"kau nikmat baby " sehun membisikan kata kata itu ditelinga luhan lalu menjilat telinga luhan, tubuhnya terus bergerak membiarkan kedua bagian bawah mereka bergesekan secara tak langsung, gerakan sehun semakin cepat membuat luhan semakin gila.. dia menarik wajah sehun yang hanya menatap wajah terangsangnya sejak tadi agar lagi menyusui padanya, dengan senang hati sehun menurutinya..
"hah..hah..hah.." mereka terengah engah setelah dirasa selesai dengan aktivitas mereka
"maaf hun"
"hah..wae?" mereka sama sama menatap langit langit kamar
" tak membiarkanmu memasukiku, kau psti menahannya sekuat mungkin..pasti menyiksamukan?" luhan menyamping menatap wajah sehun ditengah temaram cahaya dikamar itu, sehun tersenyum mendengarnya
" yeah but never mind, aku akan menunggu sampai kau siap baby.. " sehun mengelus wajah luhannya, membawanya kepelukan namja itu, mengecup pelan puncak kepala luhan
" tidurlah..kau pasti lelah"
"um"
"jaljayo dear.."
Akhirnya luhan tertidur menjadikan dada sehun sebagai bantal dengan tangan sehun yang melingkar memeluk luhan semalaman. Sadar atau tidak sejak sehun selalu disisinya tidurnya selalu nyenyak
Kali ini luhan terbangun lebih dulu, sinar mentari yang menyusup dibalik tirai tirai kecil gorden membuatnya bergerak tak nyaman,pergerakan itu membuat pelukan namja disampingnya semakin mengerat seolah tak ingin luhan pergi kemanapun, dengan perlahan luhan berbalik memandang wajah tidur sehun, jari jari tangannya dengan perlahan menelusuri wajah tampan sehun, telunjuk lentik itu kini menelusuri dahi turun kehidung lalu berhenti dibibir sehun membayangkan bagaimana bibir itu bermain di area tubuhnya membuat pipinya merona, luhan memajukan wajahnya mengecup bibir itu lembut, pelukan dipinggangnya mengerat sehun membuka matanya membuat luhan terkejut
"curang menciumku saat tidur"
Luhan merona malu mendengarnya, dia seolah gadis agresif yang memanfaatkan kesempatan
" tapi aku suka" sehun mencubit hidung mancung luhan dan mencium kening gadis itu
"morning baby deer" masih dengan suara serak khas bangun tidur sehun mengecup lagi bibir yang sangat membuatnya addict itu
"morning oppa.."
" mwo? " sehun melongo mendengar panggilan luhan
"oppa..oppa..sehun oppa..."
"coba ulangi lagi"
"oppa" luhan menatap sehun dengan deer ayes andalannya, sehun terbengong dengan kejutan kecil dipagi hari itu, luhannya memanggilnya oppa.. sudah berapa lama dia ingin mendengar luhan menyebut panggilan itu, sehun tak juga merespon membuat luhan menelusupkan lagi wajahnya di dada telanjang sehun karena malu
"aku mencintaimu dear"
"nado oppa" sehun tersenyum mendengarnya, bertahan dengan perasaannya selama bertahun tahun berbuah manis, luhan yang dia anggap gadis hidupnya kini mencintainya memberikan ruang untuk merangkai kisah indah yang selama ini hanya angan angannya, dia tak ingin ini berakhir,,tak ingin dan tak akan pernah membuat ini berakhir
'aku harus bergerak cepat'
Kris berjalan sempoyongan hanya menggunakan boxer tanpa atasan, dengan malas dia berjalan ke arah meja makan dimana sehun dan luhan yang sudah rapi sedang menikmati sarapan mereka
" kalian meninggalkanku"
"hyung.. jangan merusak pandangan luhan dengan penampilanmu" bukannya menjawab sehun malah protes dengan penampilan kris yang seenaknya itu, menodai mata gadisnya
" pandangannya sudah rusak olehmu tadi malam" luhan tersedak mendengar kris yang dengan santai menggoda dia sambil memakan apel kesukaannya
" lu..gwanchana..hyung aish...cepat dibaju" sehun mengusap punggung luhan lembut
"tidak mau..aku sudah terbiasa begini"
" disini ada gadis bodoh !"
"lalu?apa masalahnya?"
" kris oppa.. cepat dibaju" sehun kali ini bermaksud menengahi keduanya
"malas..seoul bahkan sangat 'panas' dipagi hari" ujarnya menekankan kata panas, membuat sehun merolling eyes malas, luhan menghela nafas dengan kelakuan absurd sepupunya itu
" makanya cepat cari gadis dengan serius" luhan sekarang yang menasihati sepupunya
"serius? Isnt my style"
"YAK..MAU SAMPAI KAPAN KAU MENYAKITI HATI YEOJA EOH" luhan menunjuk nunjuk kris dengan garpu, sehun disampingnya bergidik ngeri dengan perubahan mood luhan itu
"sampai aku menemukan yang tepatlah" kris malah menyeringai memancing kemarahan rusa kecil dipagi hari akan menyenangkan batinnya
"KAU DASAR NAGA TUA.. NAMJA BODOH SO COOL YANG TAK PUNYA STYLE..
"wes..wes..santai lu..santai masih pagi " sehun menarik tangan kekasihnya menyuruhnya duduk kembali
" cih..rusa pendek" kris mendecih mendengar umpatan umpatan luhan yang sama sekali tak keren itu membuat polusi untuk telinganya saja
" hyung.. benar kata luhan cepat cari yeoja jangan main main terus ..kau sudah tua ya ampun hyung.. kau bahkan kalah dengan suho dan chanyeol"
"shut up musang albino aku tak pernah kalah dari mereka.. dan ok biarpun aku lebih tua dari kalian aku tetap yang tertampan hahahaaa.."
Twitch
perempatan sudut tercetak didahi sehun saat mendengar julukan kris itu, dia menarik nafas mengontrol kesalnya
"hyung.. kau tak pernah memikirkan perasaan korban korbanmu? Pake hati dikit ke "
" ani.. itu tak penting"
" apa enaknya sih membuat gadis gadis menangis ? apa itu seolah penghargaan untuku mu oppa? Kris si namja playboy kelas kakap? Kau bangga gitu ? menyedihkan.. hidup dengan kebencian mantan mantamu, kau tau karmakan? Memang klise sih..tapi itu kodrat kau tak akan bisa menghindarinya, karma itu akan datang baik kau yang menghampirinya atau dia yang mendatangi lebih dulu..kalaupun tak sampai padamu mungkin akan jatuh ke anakmu,,atau keturunanmu, well aku berharap kau akan baik baik saja saat itu tiba " luhan kini sudah kembali tenang memakan sarapannya kembali, mengobrol panjang lebar yang sebenernya secara tak langsung adalah curhatan hidupnya sendiri, luhan mungkin harus bersyukur karena dia lah yang menerima karma itu bukan orang orang yang dia sayangi kelak.. setidaknya baginya menangis karena kesalahan sendiri lebih baik dibanding membuat orang lain juga menderita karena kesalahannya..
Kris termenung mendengar obrolan luhan yang tanpa sadar mengusik kesadarannya itu, menata ulang kejadian kejadian yang membuatnya seolah menjadi pihak keji yang menyakiti hati perempuan, dia memang terlalu asik dengan pesonanya yang seolah bisa memilih yeoja sesukanya, berpikir kalau tanpa dia usahapun yeoja yeoja akan senang hati memberikan seluruh miliknya untuknya, tanpa memikirkan perasaan yeoja yeoja itu yang dia tinggalkan begitu saja
" hah..baik..baik..aku akan cari yeoja dengan serius ok" kris memilih kembali kekamarnya,moodnya untuk makan hilang, dia ingin merenungkan kembali ucapan luhan, entahlah tiba tiba wajah yeoja yang ditolongnya semalam terlintas diotaknya
"aku salah ngomong ya oppa" luhan menoleh kearah sehun yang dengan kalem memakan sarapannya
"anio.. itu bagus kok" sehun menjawab lembut pertanyaan luhan
" dia harus sadar kalau perbuatannya menyakiti yeoja itu salah" lanjutnya lgi
" hmm.. dia memang harus sadar" luhan mengangguk imut dengan mulut penuh makanan, sehun yang melihatnya hanya terkekeh melihat kelakuan luhan itu
Luhan melambai lambai pada sehun yang sudah masuk kemobilnya untuk pulang, besok mereka harus kembali kuliah lag,i sehun harus pulang lebih dulu karena ada tugas yang belum selesai dia kerjakan kemarin
dia berbalik berjalan ke arah rumahnya lalu melihat kris yang terlihat akan pergi
"mau kemana oppa?"
"kencan" ujarnya singkat sambil bersiul siul aneh
"kencan -_ - are you serious?"
" yeah..aku bertemu dengan yeoja panda tadi malam"
'panda julukan apalagi itu' luhan bingung sendiri karena kris selalu memberikan julukan aneh aneh pada orang
" baru tadi malam dan sudah kencan..oppa ish aku bilang berhenti memainkan perasaan yeoja aigooo" luhan mencak mencak menghalangi jalan kris
" apa sih..berhenti menghalangi jalan" kris mencengkram kepala luhan tanpa perasaan,tubuh luhan yang hanya sebatas tengah bahunya membuatnya lebih mudah melakukan ini, luhan dengan brutal melepaskan diri
"awas bodoh" kris lagi lagi menatap datar sepupunya itu yang tak gentar kembali menghalangi jalannya
"andwee.. kalau tak serius mending tak usah pergi"
"kiw kau cemburu" kali ini kris lagi lagi menggoda sepupunya, mencubit pipi luhan sambil mengedipkan sebelah matanya membuat luhan menatap datar namja tiang itu
" serius nih..serius..."
"iye..serius bego...awas ah.. pendek"
Luhan ingin menendang bokong kris,tapi namja itu dengan lihai menghindar dan pergi dari situ
"KRISSSSSS..."
"YE... AKU AKAN COBA SERIUS KALI INI" kris balas berteriak dan hilang dari peradaban larat pandangan luhan
Luhan memutar mutar remot tv boring tak ada kerjaan, akhirnya dia ingat dengan rencana membuat kejutan untuk sehun, dia pun mulai menghubungi tao dan xiumin berniat meminta mereka menemaninya membeli bahan bahan kue dan kado untuk namjacingunya itu, tapi lagi lagi dia memberengut karena tao tak mengangkat telephonnya,xiumin juga yang ternyata sedang kencan dengan chen, tapi xiumin yang mengerti keadaan berjanji akan bertemu luhan di taman setelah luhan selesai berbelanja nanti, luhan hanya menurut karena menurut perhitungannya dengan tugas kuliah dan jadwal tek tek bengeknya tak mungkin seminggu kedepan dia ada waktu untuk bisa berbelanja
Dan disinilah dia di mall cukup besar memilih berbagai bahan untuk pembuatan tart, dia memilih dengan telaten setiap bahan itu, setelah selesai dia menyempatkan ke toko buku untuk sekedar melihat lihat novel atau buku yang menarik perhatiannya,dia hanya membaca tanpa membeli #inikebiasaanauthorsebenernya dia iseng chek in path keberadaanya, niatnya agar sehun dan xiumin tahu wkwkw
setelah lama membaca dia berjalan ketempat penitipan belanjaan berjalan sendiri melewati kerumunan mall yang ramai, saat sibuk mengamati berbagai pernak pernik dietalase pandangannya tanpa sadar telah jatuh pada namja bertopi yang sekarang juga menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan, mereka berpandangan cukup lama tak berniat saling mendekat atau memutuskan kontak mata mereka
"KAI.."
Tbc
hehe... ga tau kenapa author lagi pingin menistakan kris *dilemparlaxyfans
once again thanks to yang udah review author mengahrgai dengan seharga harganya setiap koment para readers sini.. di ketchup basah dulu hehehe...
YEHET
