~LOST SAGA~ STORY OF GUMIHO.
Lost saga © Kreon.
Author : Ryuzaki-Nordwand
Creative : Sakurai-Akaato
Cerita sebelumnya : Ragna yang bersiap pergi dikejutkan oleh suara yang tidak lain adalah adik kandungnya (Jin kisaragi), Jin pun memaksa Ragna untuk ikut, tetapi setelah ia tau kakaknya mengerjainya ia pun hanya terdaim dan ketakutan di dalam rumah'
Chapter 4 – KECURIGAAN
Ragna akhirnya pergi Menuju perbatasan antara "Orde" & " Legiun" ditengah perjalanan dia, di kejutkan oleh suara seseorang yang sedang berkumpul di sebuah kedai "Bakmi china" milik "Tao warrior" atau yang lebih dikenal dengan "Blue Dragon Guan Yu".
Tao : Heii... Ragieee... *sambil melambaikan tangan*
Ragna : Eh.. Paman Tao.. (sambil berjalan mendekat)
Rupanya di kedai tersebut "Tao" tidak sendiri karena disana ada beberapa orang pelanggan yang sedang duduk menikmati Bakmi antara lain 3 penyihir mage,assasin,dan seorang Templar.
Tao : heii.. Ragiee.. Kau mau kemana ? *Tanyanya*
Ragna : Begini paman aku mendapat tugas ... dari Developer K.
Tao : wah.. rupanya Developer K, jahat banget.. masa mengirim pemuda yang masih "Perjaka Ting Ting"
Ragna : (-_-)' Maksud paman.. ?
Tao : *Sambil berbisik* Kapan kau akan mencari pendamping hidup mu ?
Ragna : Paman aku belum siap untuk itu *sambil mengaruk kepala*
Tiba – tiba saja Templar yang sedang duduk ikut bicara.
Templar : Heii.. Ragna mungkin ini hari keberuntungan mu *sambil menujuk kearah 3 penyihir mage dan seorang Assasin*
Ragna : Maksud paman... (-_- )?
Templar : yah... kenapa enggak memilih salah seorang Dari gadis – gadis yang di sana.. ?
Ragna kemudian melihat kearah 3 penyihir mage dan assasin yang ternyata semuanya perempuan..
Ragna : maksud paman mereka yang ada disana..
Templar : yah... tentu memang siapa lagi..
Tiba – tiba ke 3 penyihir mage mengadakan diskusi mendadak.
Ice : Kakak, lihat dia meliat kearah ku... (Dengan wajah tersipu – sipu)
Lightning : whuss... ngawur dia melihat kearah aku tau... (sama – sama tersipu)
Fire : whusss... kamu lebih ngawur dia melihat kearah kakak Tau,.. (Masih tersipu)
Assasin : *hanya diam*
Tiba – tiba Tao memotong pembicaraan 3 penyihir mage tersebut..
Tao : Whuss... ngawur saja kalian bertiga ini Ragiee Enggak mungkin suka sama kalian...
3 Penyihir mage : *Dropp*
Tao : Sudah, jangan Pada murung begitu sudah kalau begitu paman beri potongan 40% deh sebagai permintaan maaf..
3 Penyihir mage : *kembali semangat* Yang benar paman..!
Tao : *hanya tersenyum*
3 Penyihir mage : Horee..~!
Tao : Ngomong – ngomong ragiee,Misi apa yang diberikan oleh Developer K
Ragna : *menggaruk kepala* ah.. Sebenarnya aku tidak yakin Tapi Dev, menyuruhku untuk mencari "Gear Legendaris" yang ada di hutan perbatasan antara "Orde" dan "Legiun"
Setelah mendengar kata – kata dari Ragna Semua yang berada di kedai tersebut kaget..
Tao : Apa... ! hei... kau bercandakan Ragiee..
Ragna : Tentu saja tidak paman
Templar : Hei.. Jangan main – main nak apa kau ingin mati perjaka... !
Kemudain 3 Penyihir mage ikut bicara..
Ice : kakak enggak serius kan ? (Face Khawatir)
Lightning : Benar, kakak tidak bercanda kan ? (Face Khawatir)
Fire : Heiii... kau ini gila ya.. dari pada menyelesaikan misi yang akan membunuhmu lebih baik kau melamar aku Sekarang ... (keceplosan)
Fire : Aduhh... (wajahnya memerah)
Templar : Hee...hee...heee.. anak muda jaman sekarang kalau ngomong suka terus terang... ^_^ *sambil tertawa geli*
Fire : (makin memerah)
Tiba - tiba Assasin yang dari tadi diam pun angkat bicara mengenai perkataan Ragna yang menceritakan misinya.
Assasin : A...anu... kalau... eh,.. bukan Apakah aku boleh ikut bicara... (tanyanya dengam malu - malu)
Ragna : Tentu saja.. kenapa tidak *sambil tersenyum*
Assasin : Anu... anu... anuu... (Gugup)
Templar : Khu... khu... khu... wah masa muda... aku jadi iri (masih tertawa)
Tao : woi... sudah jangan menggoda mereka.. (guam tao)
Templar : (sambil tertawa) Maaf...
Assasin : (mengela nafas dan bicara) kalau tidak salah "Gear Legendaris" itu adalah "Gear terkutuk" ,karena barang siapa yang menggunakan Gear tersebut akan mendapatkan kekuatan yang tidak terbatas dengan taruhan nyawa sang pengguna Gear tersebut... *blesssss* tiba - tiba dari kepala Assasin keluar asap*
Ragna : hei.. kau tidak apa - apa ? (tanyanya)
Assasin : a... aa... aku ti... ti.. tidak apa - apa... *brukkkkkkkk* (langsung pingsan seketika)
Ragna : (0_0 ) !
Templar : wah... sepertinya dia sudah mencapai batasnya... khu... khuu... (tertawa kembali)
Tao : hei.. bodoh.. jangan tetawa saja ayo bantu.. (guamnya)
Ragna : Hahh... (mengela nafas) baiklah... Paman Tao aku pergi dulu..
Tao : Hati - hati Ragieee... jangan mati...
Ragna : (-_- ) ?
Ragna pun, pergi meninggal kan tempat yang membuatnya pusing.. dengan cepat, sedangkan 3 penyihir mage saling bertengkar memperebutkan Ragna,Sementara itu dari kejauhan terliat sosok misterius yang sedang mengamati dari atas pepohonan...
(?) : "Gear Legendaris" ... Sebaiknya aku melapor kepada Tuan *Whussss* (menghilang entah kemana)
To Be Continute...
