Lost saga © Kreon.
Author : Ryuzaki-Nordwand
Creative : Sakurai-Akaato
Chapter 8 – Takdir yang mengikat Part 2.
Ragna : Heahhhh... (menebaskan pedangnya ke arah Wicth dan Ghost)
Wicth + Ghost : (mengelak)
Ragna : Rasakan ini... (tiba – tiba darah yang keluar di Tubuh Ragna bergerak menuju tangannya dan membentuk sebuah cakar "Azure Grimoire" *Ya.. mungkin*)
Ragna : (Devour) *Menyerang kearah Wicth*
Wicth : Akh... (Terkena Cakaran ditangan)
Ragna : Hmm.. (Tersenyum Kecil)
Wicth : Sial.. aku lengah..
Ghost : Hey... Wicth kalau kau tidak sanggup biar aku saja yang melawan orang ini sebaiknya kau menonton saja dari jauh... (Meledek Wicth)
Wicth : yah.. Terserah kau saja... (sambil memegang tangannya yang terluka)
Ragna : Cih... Pengecut kalau begitu terima ini (Hell's Fang)
Ghost : akhhh... (terpetal Ke atas udara)
Ragna : (Melompat ke atas udara Untuk melakukan "Air Attack" *bukan Air bekas Cucian Pakai Attack Lho..*) kau bilang akan mengirim ku ke "akhirat..." Tapi maaf sepertinya Hal ini Belaku untuk mu sekarang... (sambil menebaskan perdangnya)
Ghost : Jangan meremehkan ku "Bocah" (tiba – tiba menghilang dan langsung berada di belakang Ragna)
Ragna : Apa...! Mustakhil (Terkejut)
Wicth : Wah – wah... rupanya dia baru serius... dasar sengaja membuat aku terluka dulu... (menggerutu sendiri)
Ghost : (Dengan Cepat Mencekik Ragna) Hei... "Bocah" Apa kau percaya "Hantu"... karena kau pasti tidak menyadarinya akan aku beritahu aku ini adalah "Hantu" (sambil Tersenyum jahat)
Ragna : S..s...s..sial... (tak bisa bicara banyak dan juga bergerak karena Ghost mencekik lehernya dengan kuat)
Ghost : Hey.. Wicth bolehkah aku menjatukannya dari tempat yang tinggi... ? (sambil tersenyum jahat)
Wicth : Yah.. terserah aku tidak peduli... (Face kesal)
Ragna : (Mulai kehilangan kesadarannya) Cih... sepertinya aku akan mati disini... kalu saja aku tidak percaya kepada "Si Afro mesum" itu mungkin saja aku masih bisa memanggang BBQ... (bicara dalam pikiran)
Ghost : Sudah... saatnya kita mulai perjalanan menuju akhirat.. (Masih tersenyum jahat)
Tiba – tiba Dari kejauhan terlihat seseorang yang bergerak sangat cepat dan mengarah kearah Ghost... dan Ghost pun terpental
Ghost : Cih... Apa – apaan ini...! (Terkejut)
Suara : Jangan berani menyentuh "Tuan Ragna" dengan tangan kotor mu...
Wicth : Hmm.. Rupanya ada pengganggu..
Ragna : (Setengah sadar) Hei.. bodoh.. bukan kah aku sudah menyuru mu Untuk diam di sungai sampai 1000 tahun lagi... (tersenyum kecil)
Gumiho : (Tersenyum manis dan berkata) Sebaiknya "Tuan Ragna" Jangan banyak bicara dulu...
Ragna : Cih.. Jangan seenaknya Memerintah ku...
Gumiho : Ma... ma.. ma... maafkan saya Bukannya saya mau memerintah "Tuan Ragna" saya Cuma...
Karena Gumiho terlalu banyak bicara tanpa sadar Ragna sudah kehilangan kesadarannya
Gumiho : Eh... "Tuan Ragna".. ? (melihat Ragna yang sudah Pingsan)
Ragna : ZZZZ... ZZZZ... ZZZZ... (Pingsan kalau menurut saya)
Gumiho : (mengela nafas) Syukurah... *ternyum manis*
Ghost : Yah... sepertinya sudah cukup embel – embelnya... (Tersenyum jahat)
Wicth : Yah... kau benar ayo kita selesaikan dan cepat pergi dari tempat ini...
Gumiho : Sebelum.. Saya memusnahkan kalian karena berani menyakiti "Majikan" Saya.. Lebih baik kalian Hitung dosa kalian... (Face Dingin)
Wicth + Ghost : (Langsung maju menyerang Gumiho)
To Be Continued...
