~LOST SAGA~ STORY OF GUMIHO.

Lost saga © Kreon.

Author : Ryuzaki-Nordwand

Creative : Sakurai-Akaato

Chapter 17 – "PERJALANAN WAKTU" Part 3.

Sol : Akhh,.. dimana aku.. ? (tersadar) cih.. kenapa dingin sekali... dan kenapa aku bisa membeku.. (Pertnyaan yang Amat sangat jenius)..

Ketika Sol sedang mengguam sendiri, terdengar suara seseorang dari balik "Kristal Es"

Suara : Rupanya kau sudah sadar... ya...

Sol : !

Suara : Hmm.. Rupanya kau masih bisa bertahan dari kondisi Se- dingin ini.. hanya dengan pakaian seperti itu...

Sol : Cih.. apa yang barusan kau katakan... dasar "Kepala Es" Tak berguna, dan lagi pula kenapa kau bisa disini ? (face kesal)

Suara (Skadi) : Hmm.. Beraninya kau memanggil ku dengan sebutan "Kepala Es" Tak berguna, dasar tidak tahu terimakasih... (Face kesal)

Sol : Cuih.. untuk apa berterimakasih... bukan kah itu sudah menjadi kewajiban-mu... (mengejek)

Skadi : Apa... yang kau katakan... kewajiban ? kau kira aku ini "Pelayan" mu apa ? hmp... dasar orang aneh... (face kesal)

Sol : Hmm.. ini aneh, kenapa si "Kepala Es" agak aneh... ? munggkin kah dia orang lain.. (berfikir)

Skadi : Hmp... aku sudah tidak "Mod" lagi.. berbicara dengan orang yang tidak tahu terima kasih sepertimu... (Perlahan meninggalkan Sol)

Sol : Tunggu... sebentar "Nona"...

Skadi : Ada apa lagi... apakah kau ingin aku bekukan secara total (Berbicara dengan nada datar)

Sol : Tidak.. aku hanya ingin bertanya sesuatu... ? yah lebih tepatnya sebuah pertanyaan.. ?

Skadi : kau ingin menanyakan apa.. ? (heran)

Sol : Berapa hasil dari "50 : 50 x 50 – 50 + 50" ? (Bergaya seperti seorang guru "Matematika")

Skadi : Kenapa kau bertanya seperti itu.. ?

Sol : yah.. aku hanya ingin mengetes mu.. apakah kau pintar atau sebaliknya..

Skadi : Hmp.. sudah jelas kan.. aku ini termasuk pintar... (Mulai Besar kepala)

Sol : kalau begitu coba kau jawab pertanyaan ku tadi.. ? (face mengejek)

Skadi : hmp.. baiklah itu... eh.. eh.. 1..2... ahh.. bukan (Kebingungan)

Yah.. sementara Skadi sibuk mengghitung mari kita lihat apa yang sedang di lakukan oleh Ragna & Gumiho...

Sementara itu di "Tengah" hutan terdengar suara orang yang sedang berdebat... (Ragna & Gumiho) yang sepertinya terulang kembali...

Gumiho : Hei.. Ragna Apakah kau yakin. ? kau tidak memerlukan sesuatu ? padahal aku kan ingin sekali membalas kabaikan mu tadi.. (Bertanya dengan Face polos)

Ragna : cih.. aku tidak perlu balas "Budi"-mu.. Lebih baik kau pergi menjauh dari ku, lagi pula kau sangat menggangu.. (sambil membaca sebuah peta)

Gumiho : (berhenti bicara)

Ragna : ?

Gumiho : Kenapa... kenapa selalu seperti ini.. apakah tidak ada satu orangpun yang mau menerima kehadiran ku (Gumiho mulai mengeluarkan Aura hitam pekat)

Ragna : Perasaan apa ini.. aku merasakan "Aura Pembunuh" (bicara dalam fikirannya)

Gumiho : Aku mengira kau mau menerima kehadiran ku... rupanya kau sama saja seperti mereka.. (mengeluarkan cakarnya),kalau begitu sebagai tanda terimakasih ku akan aku kirim kau ke Akhirat... (Gumiho berubah Menjadi sosok pembunuh)

Ragna : Cih... (mengeluarkan pedangnya)

Sementara itu di masa depan..

Terlihat Jin & Developer K yang terdesak oleh Succubus...

Developer K : yah... sepertinya ini jalan buntu...

Jin : Cih.. rupanya pelarian kita hanya sampai disini Deleloper K.. (face kelelahan)

Succubus : Apakah sudah selesai dengan permainan "Kejar – kejaran" ini aku sudah merasa bosan.. (Face devil)

Jin : yah.. kami memang sudah selesai.. dengan permaianan "Kejar – kejaran" ini dan saatnya aku serius... (Mengancungkan pedannya)

Succubus : Ha ha ha ha.. Berapa kali pun kau mencoba hasilnya akan sama saja... (face mengejek)

Jin : cih.. lihat terimalah ini (maju mencoba menyerang Succubus)

Succubus : (Tersenyum kecil)

Developer K : Jin.. awas... (memperingati Jin)

Jin : Heahhhh... (mulai merunduk dengan cepat dan berkata) Maafkan saya "Nona Kelelawar" Saya menyerah.. tolong ampuni nyawa saya, dan sebagai gantinya silahkan bunuh orang ini (mendorong Developer K)

Succubus : (zzzzz) (-_- )'

Developer K : Dafuqq.. Sh*t... (kesal)

Sementara itu di tempat Ragna.. Terlihat percikan "Bunga Api" akibat gesekan antara "Pedang Ragna" & "Cakar Gumiho" ,terlihat keduanya tampak seimbang..

Ragna : Cih.. aku baru tahu kalau Si "Bodoh" ini memiliki kemampuan seperti ini (Berbicra dalam pikiran)

Gumiho : (mengayunkan Cakarnya) Kenapa kau tidak serius... (Face Kesal)

Ragna : Cih.. untuk apa aku serius. ? (menangkis serangan Gumiho)

Gumiho : Kenapa... kenapa apakah ada yang kurang dari ku.. kenapa sampai tidak ada seorang pun yang menginginkan kehadiran ku.. (menyerang Ragna dengan bertubi – tubi)

Ragna : Brengsek... Gerakannya semakin cepat saja (Ragna dalam keadan terdesak) Kalau begini tidak ada cara lain aku harus mengalahkannya disini.. (berbicara dalam fikirannya)

Gumiho : (Phantasm) *Menghilang*

Ragna : ! (kaget)

Gumiho : Terima ini (Thousand years slash) *mengerang Ragna dengan Cakaran yang bertubi – tubi sehingga Ragna Terbanting ke atas dan kebawah seperti "Bola Billiar" Ups maksud saya "Bola Basket"*

Ragna : Akh... (muntah darah)

Gumiho : Ha. Ha. Ha... (Tertawa Seperti Orang Yang kehilangan akal sehat)

Ragna : Hmm.. Rupanya jadi begini "Sifat" asli mu.. tidak salah kalau para "Pemburu" Bilang kalau kau yang telah membunuh "Pimpinan" Mereka.. (Mencoba Berdiri Dengan menggukan pedangnya)

Gumiho : Ohh.. rupanya kau masih sanggup berdiri.. (Tersenyum jahat) kalau begitu akan ku buat kau tidak dapat berdiri lagi.. terima ini (Full Enrage) *Terlihat Gumiho Bergerak menyerang sangat cepat kesegala arah*

Ragna : Jangan bercanda aku tidak akan kalah (Tubuh Ragna Mulai mengeluarkan "Aura Hitam Pekat") Terima Serangan ku ini (Tangan kanan Ragna mulai berubah menjadi sebuah Tangan "Monster Azure") *Devour*

Dalam waktu singkat keduanya saling Ber-adu Cakaran...

Ragna : Cih.. aku belum selesai (Dengan cepat berada di depan Gumiho)

Gumiho : Hah.. (kaget)

Ragna : (Hell's fang) *Dengan cepat menyerang Gumiho dan melemparkannya ke Udara*

Gumiho : Kyaa.. (terkena serangan Ragna)

Ragna : (Melopat dan menebas Gumiho dengan bertubi – tubi)

Gumiho : hah.. hah.. (Kelelahan)

Ragna : Hmm. Sudah ku bilang aku tidak akan kalah.. (Tersenyum kecil)

Gumiho : Aku. Aku.. (Mencoba berdiri)

Ragna : Sudah.. Hentikan saja percuma kau melawan ku.. dalam keadaan mu yang seperti itu aku bisa saja membunuh mu... lebih baik kau pulihkan lukamu dan menjaulah dari ku.. karena itu sangat menggangu ku (sambil menaruh pedangnya lagi dan pergi perlahan meninggalkan Gumiho)

Gumiho : Tidak akan.. aku aku hanya ingin .. ada seseorang yang mau menghargai keberadaan ku.. tapi kenapa... kenapa... (mulai menitihkan air mata) aku berfikir kau munggkin mau menerima kehadiran ku.. (Mulai berdiri Sambil menahan luka yang di dapat dari serangan tadi)

Ragna : (Hanya diam dan menatap Gumiho dengan pandangan Iba.)

Gumiho : Dari pada aku harus terus merasa sakit... aku lebih baik melenyapkan orang yang tidak suka akan kehadiran ku (maju menyerang Ragna)

Ragna : Baiklah kalau itu mau mu (Mengambil Ancang – ancang) Heah... terima ini (Black Onslaught)

Gumiho : (Nine Tails) *Aura yang menjadi perisainya*

Ragna : Percuma. (Terus menebas dalam mode "Black Onslaught")

Gumiho : Apa... (Aura perisainya menghilang)

Ragna : (Menahan serangannya yang ter-akhir)

Gumiho : (Hanya berdiri diam membisu)

Ragna : (Menaruh pedangnya kebali dan menggambil sesuatu dari dalam sakunya)

Ragna : Hah.. tinggal tersisa satu botol "HP Potion" yah... kalau begitu Baik lah (meminum "HP Potion"), hah. Akhirnya luka ku sudah pulih... (tersenyum)

Gumiho : (Hanya diam Terpuruk di atas tanah)

Ragna : Hei.. "Bodoh" Tanggkap ini (melemparkan botol "HP Potion")

Gumiho : Eh.. apa ini ? (bingung) Endus.. endus.. endus.. "Gumiho Mengnedus Bau HP Potion"

Ragna : Hei.. "Bodoh" Cepat minum. "HP Potion" itu. (face kesal)

Gumiho : Eh.. tapi.. (Face Merona)

Ragna : Kalau kau tidak mau biar aku ambil kembali. (face kesal)

Gumiho : Eh.. Bu.. Bu.. bukan begitu... (Gugup) tapi ini kan sudah kau mimum jidai jika aku meminumnya itu artinya "Ciuman Secara Tidak Langgsung" (Dengan nada berbisik)

Ragna : Hah.. kau bilang apa tadi (Sambil Menggali emas yang tersimpan di dalam hidungnya *Yang hobby pasti Tahu*)

Gumiho : Anu.. eh.. tidak Bukan apa – apa (langgsung meminum HP Potion).

Gumiho : Hah.. ini aneh kenapa luka ku bisa sembuh secepat ini ? (bingung)

Ragna : Itu karena "HP Potion" yang kau minum tadi.. "HP Potion" berfungsi untuk menambah "Poin Hp" dalam waktu singkat yah istilah lainnya "Pemulihan" (menjelaskan dengan Face seorang Guru)

Gumiho : (Terpesona Untuk Kedua kalinya *Eh yang pertama kapan ya? Kenapa aku tidak tahu.)

Ragna : Heh. "Bodoh" kenapa kau.. menatapku dengan tatapan aneh seperti itu ? apakah ada yang salah di wajahku.. ? (Mulai Kesal)

Gumiho : Eh.. tidak, aku hanya berfikir munggkin kau memang orang yang di "Takdirkan" untuku.. (Face Merona)

Ragna : Eh.. Apa maksudmu.. (Bingung)

Gumiho : Anu.. hmm maksudku mau kah kau menjadi pasangan hidup ku.. (face merona)

Ragna : Prankkkkk... (Sepertinya ada sesuatu yang pecah didalam Diri Ragna)

Gumiho : Ragna.. kau tidak apa – apa. (khawatir)

Ragna : (memegang bahu Gumiho dan berkata) Nah di sebelah sana ada "Kamera" (menunjuk ke arah semak – semak) Jika tidak kuat silahkan "Lambaikan tangan".. (memangnya uji nyali)

Gumiho : Eh.. "Kamera" tapi disana... (menoleh kembali kearah Ragna)

Ragna : (mengambil Langkah seribu)

Gumiho : Ragna.. hei.. tunggu Ragna kenapa kau meninggalkan ku... (mengejar Ragna)

Sementara itu Di tempat Sol Badguy... Terlihat Skadi yang kebingungan karena pertanyaan "Matematika" yang diberikan Sol kepadanya..

Skadi : 23...26...38... Eh.. Bukan.. 12.. (Menghitung Gaya anak TK)

Sol : Sesuai dugaan ku.. dia bukan si "Kepala Es" yang aku kenal, tapi sebenarnya sipa dia kalau di liha secara fisik dia memang mirip si "Kepala Es", Atau munggkin dia adalah si"Kepala Es" dari masa lalu.. yah munggkin saja Developer K mengirim kami ke masa lalu, tapi untuk ap ? (Berfikir dalam pikirannya sendiri)

Skadi : 340.. 877... 222.. $%^&* (Maaf kata – katanya di sensor karena mengandung unsur Positif) 9999... (mulai pusing)

Sol : Baiklah.. ini kesempatan ku untuk lepas dari "Es" ini.. (Bersiap)

Skadi : Wah.. Angka 6 sedang melakukan ****** (sensor 10000 tahun keatas) dengan angka 9... (Mulai Berhalusinasi)

Sol : Baiklah ini saatnya (Riot Stamp) *Sol Memecahkan Es denagn tendangannya*

Skadi : Eh.. "Bapak Guru" Saya baru saja mau pulang jadi... "Selamat malam" (mecapai batas dan pinggsan)

Sol : Perasaan ku pertanyaan yang aku berikan sangat lah mudah, tapi kenapa bisa sampai seperti ini... (-_- )'

Sementara itu.. di masa depan...

Succubus : Kyaa... menjauh dari ku.. Dasar "Hentai" *Mesum* (berlari dari sesuatu)

Jin : Tunggu "Nona Kelelawar" Aku kan belum selesai.. bicara.. (mengejar Succubus)

Developer K : Hah.. Sampai kapan mereka mau kejar – kejaran seperti itu.. (duduk mengamati)

Succubus : Kyaaa.. siapapun tolong aku... (Berteriak Histeris)

Jin : (masih mengejar Succubus)

To Be Continued...