Bull Fighting

.

By Kirei-ka

.

Romance

.

T for Teen

.

Chapter 2 of ?

.

Casts: Xi Luhan, Oh Sehun, Kim Jongin a.k.a Kai, Wu Yifan a.k.a Kris, Huang Zitao a.k.a Tao, Park Chanyeol, Zhang Yixing a.k.a Lay, Byun Baekhyun (may add more)

.

Supporting Casts: Bang Yongguk, Yoo Youngjae, Moon Jongup, & others

.

OC—taken out from drama: Rui, Jia

.

.

.

Author's POV

Sehun mengernyit, merasakan ada yang aneh dengan mobilnya. Dengan sangat terpaksa Sehun menghentikan mobilnya untuk memeriksa apa yang salah. Dan benar saja, Sehun mendapati ban belakang mobilnya sobek karena sayatan pisau.

"Damn! Ini pasti perbuatan orang-orang tadi!"

Sehun memandang ke depan, jarak dari tempatnya sekarang ke lapangan basket masih lumayan jauh. Tidak ada kendaraan untuk di tumpangi. Itu artinya Sehun tidak punya pilihan lain kecuali berlari secepat mungkin karena dia benar-benar akan terlambat jika tidak buru-buru.

Pemuda tampan itu meraih tasnya yang diletakkannya di bangku mobil, Sehun juga tidak lupa mengambil ponselnya dari dashboard—dia perlu menghubungi seseorang untuk mengurus mobilnya-sebelum berlari dengan kecepatan penuh.

Tanpa sadar bahwa sebuah lubang besar menganga di tasnya dan membuat sebelah sepatunya terjatuh.

-BF-

Seperti biasa saat tidak ada hal yang harus dikerjakan, Kris menyendiri di kamarnya mendengarkan suara angin seperti sedang melakukan yoga, tapi kali ini acaranya menikmati ketenangan harus terganggu dengan teriakan-teriakan dan suara belasan pasang kaki yang menghentak lantai kayu rumahnya dengan keras. Kris mendesah frustasi, dia tahu kalau Luhan pasti berada dibalik kericuhan ini. Anak itu memang kadang terlalu hiperaktif dan selalu membuat masalah.

Dengan langkah tegap Kris meninggalkan kamarnya yang nyaman menuju asal suara. Benar saja, didapatinya Luhan, Kai, Rui, Jia dan bawahannya yang lain tengah bersorak sorai persis cheerleader di lapangan basket.

"EXO EXO, hwaiting!"

"Hei! Hei!"

"EXO EXO, hwaiting!"

"Hei! Hei!"

"EX—"

"SEMUANYA DIAM!" Suara Kris yang menggelegar menghentikan keriangan di sana. Semua terdiam seketika.

"Juinnim*!" Para bawahan dengan segera berbalik dan membungkuk hormat pada Kris.

gulp

Luhan dan Kai sama-sama menelan ludah mereka pahit sebelum berbalik dalam gerakan slow motion.

"Luhan! Apa aku bilang kau boleh berteriak sesukamu sampai suaramu terdengar ke ruanganku?"

"A-aniyo." Luhan menjawab dengan kepala tertunduk, tidak berani menatap Kris yang seramnya melebihi beruang gila saat sedang marah.

"Xiao Fan-Fan~!"

Suara Tao terdengar bagai nyanyian malaikat bagi Luhan saat itu. Bahkan Rui dan Jia pun tersenyum diam-diam karena tahu Tao akan menyelamatkan mereka dari terkaman naga yang mengamuk.

Tao menghampiri Kris, tersenyum polos dengan kedua tangan memeluk sekantung popcorn. "Xiao Fan-Fan, apa kau juga mau ikut nonton bersama kami?"

Kris memandang Tao gemas dan berbisik, "Berapa kali aku harus mengatakannya, hmm? Jangan panggil aku seperti itu di luar kamar kita."

Ah, benar. Kris sadar kalau semua orang menahan tawa karena Tao memanggilnya dengan sebutan yang kelewat manis—Xiao Fan-Fan.

"Oops. Mianhaeyo~ Aku lupa, hehe. Loh? Kenapa proyektornya belum dinyalakan?"

Tao menatap Kai, kemudian menatap Rui, Jia dan semua pria di sana, tapi tak satu pun dari mereka memberinya jawaban, malah hanya berani melirik Kris sekilas sebelum kembali menunduk dalam-dalam. Tentu saja Tao bisa menangkap apa yang sedang terjadi di sana, maka pria dengan mata panda itu memikirkan sebuah cara untuk mengakali kekasihnya.

"Gege, kudengar pertandingan hari ini akan sangat menegangkan, karena itu kupikir akan sangat menyenangkan menontonnya lewat proyektor ini, tapi kenapa sekarang proyektornya malah belum dinyalakan sama sekali?" ujar Tao diakhiri nada manja dengan bibir mengerucut.

Kris, yang memang tidak pernah tahan dengan Tao yang manja yang menurutnya sangat menggemaskan, terlihat menghela napasnya panjang. "Lakukan sesuka kalian, tapi aku tidak mau dengar teriakan kalian sampai ke ruanganku lagi."

"OK~!" Tao dan Luhan menjawab bersamaan dengan nada riang yang sama.

Diam-diam semua orang menghela napas lega. Tao memamerkan setumpuk popcorn yang di bawanya. "Lihat, aku sudah menyiapkan popcorn untuk kita semua!"

-BF-

"SATU!" Yongguk memulai hitungannya. Teriakan para pendukung Blue Emperor semakin terdengar keras seiring hitungan Yongguk terus bertambah, sementara di sisi lain raut cemas mulai menghiasi wajah-wajah pendukung East Sun.

"LIMA!"

Chanyeol mulai menggigiti kukunya, benar-benar tidak bisa tenang mendengarkan suara Yongguk yang seperti bom waktu baginya. Bahkan Lay yang pada dasarnya selalu tampak tenang mulai menampakan kegelisahan. Lalu di antara pendukung East Sun, Baekhyun yang memperhatikan tingkah Chanyeol tanpa sadar juga jadi ikut cemas.

"SEMBILAN!"

Ya. Tidak terasa Yongguk hampir menyelesaikan hitungannya, leader BAP itu menyeringai ke arah Chanyeol dan Lay. Yongguk sudah bersiap menyatakan kemenangan Blue Emperor bersamaan dengan hitungannya yang ke sepuluh jika saja eseorang tidak membuka pintu masuk ke lapangan basket tua itu diiringi teriakan histeris para gadis.

"Sehun Oppa!"

Chanyeol, Baekhyun dan Lay tersenyum lega, yang berdiri di pintu dengan napas tersengal adalah Sehun yang mereka tunggu-tunggu. Ruangan kembali ramai dipenuhi teriakan, hanya saja kali ini berasal dari pihak East Sun. Orang-orang mulai mengelu-elukan nama Oh Sehun, mengiringi langkah pemuda tampan itu memasuki lapangan.

"Oh Sehun. Apa kau terlambat karena takut kalah? Itu sebabnya kau pemanasan sendiri diam-diam?" Yongguk mengejek Sehun yang datang dengan napas tersengal masih mengenakan setelan jas dan kemejanya yang pasti sudah basah oleh keringatnya sendiri.

Sehun menyeringai sinis. "Semoga kau bisa bermain sehebat kau berbicara," ujarnya membalas ejekan Yongguk sebelum pergi menghampiri Chanyeol dan Lay yang menunggunya di sudut lapangan.

Sehun meletakkan tasnya pada sebuah bangku panjang, mengeluarkan semua isinya hanya untuk dibuat kebingungan karena tidak menemukan sebelah sepatunya. Saat itulah Sehun sadar ada sebuah lubang besar pada tasnya, pemuda itu mendesah frustasi.

"Ada apa?" tanya Lay.

"Aku kehilangan sepatuku."

"Tenang saja. Aku bawa sepatu cadangan, kau bisa memakainya," ujar Lay.

"Tapi kakimu kan satu ukuran lebih kecil dari Sehun," Chanyeol mengingatkan.

"Gwaenchana. Lebih baik dari pada tidak sama sekali."

Lay mengeluarkan sepasang sepatu baru dari tasnya, kemudian memberikannya pada Sehun. Sehun membawa seragam basketnya beserta sepatu milik Lay ke sebuah ruangan kecil yang biasa mereka gunakan untuk berganti pakaian.

Tidak perlu waktu lama, Sehun segera kembali ke lapangan. Sehun harus akui kalau sepatu kekecilan yang dipakainya membuatnya tidak nyaman.

Dari tengah lapangan, Youngjae yang kebetulan bertemu pandang dengan Sehun membuat gesture menantang, menggerakkan tangannya membuat garis di depan leher yang semua tahu berarti 'you're dead'. Sehun merasakan pupil matanya membesar sepersekian detik, anak baru BAP kelihatannya sangat arogan.

Chanyeol menepuk bahu Sehun, menyadarkan temannya kalau mereka juga harus segera pergi ke tengah lapangan menghadapi BAP.

["Arraseo! Pertandingan memperebutkan lapangan basket 13 Streets yang ke sepuluh akan dimulai! Kedua tim telah memasuki lapangan. Siapakah yang akan menjadi pemenang tahun ini? Dan siapakah leader yang harus berlutut di akhir nanti sebagai tanda mengakui kekalahan? Tetap bersama siaran exclusive kami, dengan satu-satunya komentator untuk 13 Streets Bull-Fight!"]—suara komentator menggema ke seluruh ruangan lewat pengeras suara yang dipegangnya.

Yongguk melempar senyum meremehkan pada EXO yang kini berada tepat di hadapannya. "Hari ini, kami akan pastikan kalian dari East Sun yang akan berlutut."

Sehun membalasnya dengan senyum manis yang tampak sarkastis. "Well, bicara nanti saja kalau kau sudah menang. Peraturannya sama, siapa yang lebih dulu memasukkan enam bola maka dia yang menang."

-BF-

"Omomomo! Pertandingannya sudah dimulai."

Luhan, duduk paling depan dengan tangan memeluk sekotak popcorn manis, menatap layar proyektor besar di depannya hampir tidak berkedip. Dilihatnya EXO dan BAP saling berhadapan sebelum Sehun melempar bola basket di tangannya keras-keras ke lantai hingga memantul tinggi, kedua tim segera berusaha merebut bola yang masih melambung tinggi.

["Yak! Pertandingan sudah dimulai! Bola berada di tangaaannnn... BAP! Tepatnya member baru mereka, Yoo Youngjae!"]

Youngjae yang berhasil merebut bola segera berhadapan dengan Sehun. Anggota baru BAP itu tampak berusaha keras mengecoh Sehun agar bisa terbebas dari bayangannya. Sayang Sehun sama sekali tidak terkecoh, keduanya tetap bergerak seperti tubuh dan bayangannya mendekati ring. Youngjae melompat tinggi, berusaha memasukkan bola ke dalam ring tapi terhenti karena Sehun mendorong bola di tangannya hingga membentur backboard.

Berikutnya giliran Jongup yang harus menghadapi Sehun yang dengan lihai memanipulasi bola, Jongup bahkan dibuatnya kebingungan tidak tahu harus melakukan apa. Sehun mengayunkan tangan kirinya seolah tengah mengoper bola ditangannya, tapi ketika Jongup berbalik untuk mencari bola yang didapatinya hanya udara kosong. Yang sebenarnya terjadi adalah Sehun menahan bola itu dibalik tubuh dengan kaki kanannya yang terlipat ke atas menjepit bola. Lalu tepat ketika perhatian Jongup teralihkan Sehun dengan cepat mengambil bola di kakinya dengan tangan kanannya dan berlari meninggalkan Jongup yang kebingungan langsung menuju ring dan berhasil mencetak satu angka dengan teknik backwards slam dunk.

Luhan dan yang lain bersorak gembira, tadi adalah angka pertama untuk East Sun.

Pertandingan masih berlanjut, kali ini bola tengah berada di tangan Lay. Di depan Lay, Youngjae terus berusaha menghalangi jalannya, tapi Lay berhasil melewatinya setelah membuat gerakan grand trick turn yang indah. Lay kemudian mengoper bolanya pada Chanyeol yang berhadapan dengan Jongup. Di tengah kesibukannya mencoba lepas dari Jongup, Chanyeol bahkan masih sempat membuat gesture menantang khusus untuk Youngjae yang sejak awal sudah sangat dibencinya karena tingkahnya yang arogan. Chanyeol tersenyum puas saat melihat wajah kesal Youngjae.

["Oh! Blind pass! Chanyeol baru saja mengembalikan bola pada Lay! Keduanya bekerja sama untuk mencetak angka! Yeay! 2-0 untuk East Sun!"]

Waktu istirahat sementara bagi kedua tim, Sehun memanfaatkannya untuk berdiskusi singkat dengan Chanyeol dan Lay. "Kita butuh 4 angka lagi. Kurasa tahun ini Yongguk jadi lebih kuat. Anak baru itu, Youngjae, juga tidak bisa diremehkan. Jja! Fokus ke lapangan."

Sehun menaruh tangannya di udara, di sambut tangan Chanyeol dan Lay, ketiganya menyerukan nama kebanggaan mereka serempak. "EXO!"

["Skor saat ini adalah 2-0. East Sun memimpin. Pertandingan kembali dilanjutkan, kedua tim bersaing dengan sangat sengit, Blue Emperor mengikuti arahan Yongguk, membalikkan keadaan dan bergerak cepat. Youngjae melakukan shoot! Yaaakkk! Dan dia membuat angka! Blue Emperor mencetak angka pertama mereka!"]

"Aish!" Luhan mengumpat pelan seraya mengigiti kukunya.

Youngjae dan Yongguk mendapatkan kembali kepercayaan diri mereka. Skor saat ini adalah 2-1, East Sun masih memimpin. Bola berada di tangan Yongguk, Chanyeol berusaha memblokir pergerakannya, sayang Yongguk bisa berkelit dan akhirnya mencetak satu angka lagi untuk Blue Emperor, sekaligus membuat skor menjadi seri bagi kedua tim.

Permainan kembali berlanjut, kali ini bola berada di tangan Jongup, kemudian Jongup mengopernya pada Youngjae. Youngjae membuat gerakan memutar mengelabui Chanyeol yang menghadangnya, dengan satu lemparan kuat Youngjae mengoper bola di tangannya pada Yongguk.

Sehun berada tepat di belakang Yongguk, tapi tidak berhasil memblokir pergerakan Yongguk yang dengan sengaja menyikut dadanya. Yongguk kembali mencetak angka, membuat East Sun tertinggal satu angka di belakang.

"Oh Sehun! Reputasi EXO akan hancur di tanganmu!" Luhan yang sudah sangat kesal berdiri di atas kursinya dan memaki layar proyektor. Tao menggelengkan kepalanya, sementara Kai buru-buru memegangi tangan Luhan takut kalau bocah itu terpeleset dan jatuh. "Luhan-ah, hati-hati. Kau bisa jatuh!"

Dengan wajah kesal Luhan kembali duduk di kursinya.

Kembali pada pertandingan, Youngjae tampaknya bosan untuk bermain bersih, anak baru itu terus melakukan kecurangan dengan menyikut siapapun yang mencoba menghalanginya. Sementara itu bola kini berada di tangan Sehun, Sehun hanya perlu melewati Yongguk untuk bisa memasukkan bola ke dalam ring. Dengan gerakan mengecoh Sehun membiarkan bolanya memantul rendah melewati sedikit ruang di antara kaki Yongguk. Sehun dengan mudah melewati Yongguk dan mencetak angka dengan gerakan backhand. Skor kembali dibuat seri, kedua leader dari masing-masing tim saling menatap tajam.

Youngjae kembali memegang bola, Lay membayanginya dengan ketat, tapi Youngjae berhasil menemukan celah dan sukses mengoper bolanya pada Jongup yang langsung memberikan bolanya pada Yongguk dan Yongguk kembali mencetak angka dalam waktu singkat dengan teknik mid-air slam dunk-nya yang membuat para pendukung Blue Emperor berteriak histeris.

"Menyebalkan! Apa yang Oh Sehun itu lakukan? Kenapa dia membiarkan mereka mencetak angka dengan mudah?!" Luhan kembali dibuat emosi.

Tao meringis kecil dan menepuk bahu Luhan pelan. "Tenanglah, hanya tertinggal satu angka, kan?"

"Bagaimana aku bisa tenang?! Tertinggal satu angka itu namanya sudah bencana!"

Lagi-lagi Tao hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Aigoo~ Sudahlah, jangan terbawa emosi."

"Aish. Si bodoh itu." Luhan tetap tidak bisa menahan diri untuk memaki Oh Sehun.

["Bola berada di tangan Jongup, Jongup mengoper bola pada Youngjae setelah berhasil melewati Chanyeol. Dan— Oh! Youngjae berhasil mencetak angka dengan backward dunk-nya!"]

prok prok prok prok prok

"Waaaa~ keren!"

Luhan terperangah menatap Tao, begitu pun yang lain. Tao menelan ludahnya gugup, merutuki dirinya sendiri yang tanpa sadar bersorak untuk tim lawan. "Umm...maksudku...umm...wajahnya.. ya wajahnya yang keren." Tao membuat alasan.

Untunglah Luhan kembali fokus pada layar proyektornya.

["Skor saat ini adalah 5-3 dengan Blue Emperor yang memimpin. Apa yang akan EXO lakukan sekarang? Mereka sudah terjepit. Mereka hanya bisa mengoper bola pada ketua mereka, Sehun. Daaaannn? Yak! Sehun melakukan dunk hanya dengan tangan kanannya! Eoh?! Tunggu dulu! Sehun menangkap bola yang sudah masuk ke dalam ring dengan tangan kirinya dan kembali memasukkannya ke dalam ring! Woohoo! Kalian baru saja melihat the winning tehnique of 'The Goat', streetballer Amerika yang legendaris dari tahun 1960-an, double dunk!"]

Luhan terdiam dengan mulut menganga, Oh Sehun beberapa detik lalu terlalu keren sampai membuatnya tidak bisa berteriak. Bagaimana pemuda itu menahan dirinya di ring hanya dengan sebelah tangan dan menggunakan tangannya yang lain untuk menangkap bola dan memasukkannya ke ring sekali lagi, Luhan bersumpah dia tidak pernah melihat yang seperti itu sebelumnya. Dan itu sangat keren!

-BF-

"Kau masih bisa mengatasi mereka?" Chanyeol bertanya pada Sehun dengan napas putus-putus. Baik Sehun maupun Lay tak jauh berbeda dengannya, ketiganya seolah berusaha mengais udara sebanyak-banyaknya selama waktu break.

"Ne."

"Apa kalian merasa kalau Youngjae jadi sedikit..umm.." Lay tidak bisa meneruskan kalimatnya, tapi Sehun dan Chanyeol tahu jelas apa maksud Lay.

"Ya, dia banyak melakukan kecurangan," sahut Chanyeol, terlihat jelas bahwa dia sangat tidak menyukai Youngjae. Chanyeol bahkan sempat melihat Youngjae membuat Lay terjatuh karena permainannya yang kasar.

"Jangan lupa, ini basket jalanan. Di sini hal seperti itu tidak akan dianggap pelanggaran," ujar Sehun. Chanyeol dan Lay terdiam, tidak bisa mengelak bahwa ucapan Sehun memang benar.

"Fokus saja pada permainan, tinggal satu angka lagi. Jja!"

Ketiganya kembali menyatukan tangan mereka. "EXO!"

Pertandingan kembali dimulai dan telah mencapai puncaknya, kedua tim bersaing dengan sangat sengit untuk mendapatkan poin terakhir. Bola tanpa sengaja terlempar jauh ke sisi lapangan, Chanyeol memaksakan diri berusaha meraih bola itu, berhasil memang, Chanyeol sukses mengopernya pada Lay, tapi posisi yang tidak menguntungkan membuat Chanyeol harus merelakan punggungnya membentur net besi yang mengelilingi lapangan.

Lay bergerak cepat tak mau menyia-nyiakan bola yang sudah susah payah Chanyeol berikan padanya. Di sisinya Jongup terus saja membayangi, Lay mengoper bola ditangannya pada Sehun begitu mendapat celah. Sehun berhasil menerima bola dengan mudah, harusnya mudah bagi Sehun untuk memasukkan bola itu ke dalam ring, Sehun telah melompat tinggi, siap untuk melakukan shoot, tapi Youngjae datang melompat dari sisi kirinya disaat yang hampir bersamaan dan lagi-lagi melakukan kecurangan dengan menyikut dada Sehun kuat-kuat, membuat Sehun tanpa sengaja melepas bola di tangannya. Yongguk yang melompat di belakangnya dengan mudah mengambil bola yang terlepas dari tangan Sehun dan—

Poin terakhir jatuh ke tangan Blue Emperor.

—Yongguk berhasil memasukan bola yang direbutnya ke dalam ring.

Ruangan itu kembali dipenuhi teriakan histeris, pendukung Blue Emperor bersorak sorai merayakan kemenangan BAP. Sementara di sisi lain pendukung East Sun seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

East Sun kehilangan kemenangan yang sudah sembilan tahun selalu bersama mereka.

Sehun memegangi dadanya yang hari ini sudah beberapa kali disikut, memandang sinis pada BAP yang bersorak gembira. Chanyeol yang tidak bisa menerima kecurangan yang dilakukan Youngjae mendorong tubuh pemuda yang lebih pendek darinya itu dengan penuh emosi. Di bangku penonton, Baekhyun yang menyaksikan semuanya hampir saja berlari menghampiri Chanyeol—takut kalau terjadi sesuatu pada tiang listrik itu—, Baekhyun mengurungkan niatnya saat melihat Sehun dan Yongguk berhasil melerai keduanya.

Sementara itu di kediaman keluarga Lu, Luhan tampak tengah mengamuk menghancurkan apapun yang ada di dekatnya.

"Oh Sehun. Si bodoh itu, dia merusak catatan kemenangan East Sun! Aku tidak akan melepaskannya begitu saja!" Luhan berseru kesal dengan napas terengah kemudian pergi meninggalkan semuanya.

"Doryeonim!" Rui mencoba menghentikan Luhan dengan teriakannya, tapi tentu saja Luhan tidak berhenti.

Tao menatap Luhan cemas, kemudian menegur Kai yang masih terdiam di tempatnya, "Kai-ya, cepat ikuti Luhan!"

-BT-

Sehun menatap nanar bendera East Sun yang diturunkan dengan sembarangan dari dinding lapangan. Bendera yang sudah terpasang di sana selama sembilan tahun sebagai bukti kemenangan East Sun akhirnya harus digantikan dengan bendera milik Blue Emperor.

Kericuhan terjadi, para pendukung saling mendorong satu sama lain. Pendukung East Sun tidak bisa menerima kekalahan EXO dengan kecurangan yang dilakukan Youngjae, sementara pendukung Blue Emperor tidak peduli karena tentu saja hal seperti itu wajar dalam permainan basket jalanan.

"Diam!" Teriakan Sehun yang bergema ke setiap sudut ruangan secara ajaib membuat semua terdiam.

Sehun bersama Chanyeol dan Lay di belakangnya menghampiri BAP dengan tatapan tajam.

"Bendera East Sun akan kembali menempel di atas sana," Sehun berujar penuh keyakinan di hadapan Yongguk.

Yongguk tersenyum sinis. "Hh. Apa kau tidak melupakan sesuatu?"

"Bersujud! Loser harus bersujud di hadapan pemenang!"

"Oh Sehun harus bersujud!"

"Sehun Oppa tidak boleh bersujud!"

"Blue Emperor, kalian sudah keterlaluan!"

"Sehun Oppa jangan bersujud!"

"Yang kalah harus belajar menerima kekalahan! Bersujud!"

Teriakan-teriakan penuh emosi kembali memenuhi ruangan itu. Sehun mengepalkan tangannya erat-erat sebelum sekali lagi membungkam seisi ruangan dengan teriakannya.

"Geumanhae!"

Semua mata kini tertuju pada Sehun. Menanti apa yang akan dilakukan pemuda yang tampak tenang dengan senyum arogannya. Chanyeol dan Lay tidak bisa menahan rasa kaget mereka ketika Sehun mulai menekuk kakinya, merendahkan diri di hadapan BAP dan Blue Emperor.

"Sehun-ah!" Chanyeol tampak sangat ini menghentikan Sehun.

Teriakan Blue Emperor terdengar lebih memekakkan telinga tepat ketika Sehun benar-benar telah bersujud di hadapan mereka. Sementara di sisi lain, East Sun tampak sangat kecewa namun tidak bisa melakukan apapun.

Sehun menegakkan dirinya sekali lagi, kemudian menatap Youngjae dengan tajam. "Kau." Sehun mengarahkan telunjuknya tepat ke wajah Youngjae.

"Aku akan mengingatmu."

—adalah ucapan terakhir Sehun sebelum meninggalkan lapangan diikuti Chanyeol dan Lay.

-BT-

"Apa yang Youngjae lakukan benar-benar sangat kotor. Kalau bukan karena kecurangannya kita tidak akan kalah." Chanyeol menumpahkan kekesalannya.

Chanyeol masih berada di lapangan bersama Sehun dan Lay, tapi bedanya kini lapangan itu telah kosong—mereka sengaja kembali setalah semua meninggalkan lapangan. Ya, semua sudah pergi, Blue Emperor mungkin sedang merayakan kemenangan mereka.

"Perbuatannya sudah keterlaluan." Lay ikut membenarkan ucapan Chanyeol.

Sehun tidak berbicara. Matanya masih memandang nanar pada bendera biru milik Blue Emperor.

"Sehun-ah, bagaimana dengan kakimu?" Lay bertanya tiba-tiba, membuat Chanyeol yang teringat dengan masalah sepatu. "Selain Youngjae, yang membuat kita kalah mungkin adalah membuatmu bermain dengan sepatu yang tidak pas itu. Itu menyulitkanmu," ujar Chanyeol.

Sehun menghela napasnya panjang. "Dwaesseo. Kita sudah kalah, bicara tidak akan ada gunanya."

"Yah! Oh Sehun! Habislah kau hari ini!"

Sehun, juga Chanyeol dan Lay, dikejutkan dengan suara teriakan yang tiba-tiba daja datang dari arah pintu. Ketiganya menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati seorang pemuda berwajah cantik tengah menatap ke arah mereka—sebenarnya hanya Sehun—dengan tatapan tajam dan berapi.

"Yah, kau kenal bocah itu?" Chanyeol berbisik pada Sehun.

Sehun tersenyum arogan melihat Luhan yang berjalan dengan langkah menghentak menghampirinya. "Bagaimana mungkin aku mengenal orang bodoh yang berteman dengan preman?" ujar Sehun seraya melirik Kai dan Rui yang berada di belakang Luhan.

"Bodoh kau bilang?! Kau yang bodoh! Kau menghancurkan kemenangan East Sun 9 tahun berturut-turut!" seru Luhan penuh emosi.

Merasa bicara pada Luhan tidak ada untungnya, Sehun memilih pergi. Luhan terperangah mendapati Sehun baru saja melangkah melewatinya begitu saja.

Bam!

Kai dengan sengaja menabrakkan bahunya pada bahu Sehun, membuat pemuda itu terpaksa menghentikan langkahnya. "Tuan muda kami belum selesai bicara padamu," ujar Kai seraya memandang tajam tepat ke mata Sehun.

Di belakang sana Luhan tersenyum puas melihat Kai berhasil menahan Sehun. "Kau! Si bodoh yang sombong! Aku ingin menantangmu!" seru Luhan. Sehun memutar tubuhnya dan memandang Luhan dari atas sampai bawah dengan tatapan menilai, jujur saja dia sedikit kagum dengan keberanian Luhan.

"Wae? Kau takut? Kalau kau memohon aku mungkin akan melepasmu."

Ralat. Luhan bukan berani, tapi besar kepala.

Sehun menahan dirinya untuk tidak tertawa melihat tingkah Luhan yang merasa dirinya begitu hebat. "Maaf. Tapi aku tidak bermain basket melawan anak kecil."

"Siapa yang kau sebut anak kecil?! Aku sudah 17 tahun asal kau tahu!"

"Kau! Berani sekali mengejek tuan muda kami!" Kai dengan cepat mencengkeram seragam basket Sehun.

"Kai-ya!"

Kai menatap Luhan, dia mengerti kalau Luhan tidak ingin Kai mencampuri urusannya dengan Sehun, maka dengan berat hati Kai melepaskan Sehun.

"Hh. Alasanmu sudah kuno, bilang saja kalau memang takut. Aku tidak bisa menyalahkanmu sih, kau kan baru saja kalah."

Habis sudah kesabaran Sehun.

Salah satu kesalahan terbesar dalam hidup Luhan adalah terlalu percaya diri dan menantang Sehun.

To be continued...

So this is the new chapter guys~

Manhi manhi gamshamnida buat yang sudi komen di ch 1 :D

deercho/ HyunRa/ guest/ Shiftastic/ younlaycious88/ / Guest/ hunhanchanbaek/ BabyHimmie

FYI, yang suka kaisoo jgn khawatir, masa depan cerah menanti (?)

Q: Kenapa Lulu bisa suka benget sama EXO? Ada sejarahnya kah?

A: Ada dong! *will be revealed soon* hihi~