annyeong readers!
sooooo sorry untuk update yang kepalang lama. Ini mungkin namanya bangun dari hibernasi T^T saya harap chap ini lebih baik dari chapter-chapter sebelumnya^^
baiklah, mari kita mulai!
.
A Dandelion Beneath the Cherry Blossoms
.
6 bulan sudah mereka menjalin kasih. Berbagai hal telah mereka lalui bersama. Manis, pahit, bahagia, sedih, seolah bumbu penyedap dalam hubungan mereka.
Dan puncak kebahagiaan Baekhyun adalah saat kekasihnya menyematkan sebuah cincin titanium pada jari Baekhyun. Sebuah tanda 'pengikat' pemuda itu dan Baekhyun.
Tak perlu dipertanyakan lagi se-bahagia apa Baekhyun waktu itu. Rona merah di pipinya tatkala pemuda itu -kekasihnya- menyematkan cincin dan mengecup lembut bibirnya. Sebuah kecupan manis yang Baekhyun sendiri takkan pernah bosan menerimanya.
Hingga saat ujian berat yang Baekhyun -dan kekasihnya- takutkan pun datang.
Ibunda Baekhyun yang teramat disayanginya meninggal. Dan yang lebih membuatnya amat terpukul ialah ibunya menghembuskan nafasnya yang terakhir saat Baekhyun dan si pemuda tampan -kekasihnya- tengah membeli bunga mawar putih dan scarf berwarna soft pink sebagai kado ulang tahun ibunya.
Ya. Ibunya sedang berulang tahun hari itu. Hari dimana Baekhyun membelikannya bunga dan scarf itu. Hari dimana sang ibu menghembuskan nafas terakhirnya.
Air mata Baekhyun kembali mengalir deras. Bulir bening yang sama sekali tak diinginkan namja tinggi itu keluar dari mata indah Baekhyun. Dan sejak hari itu Baekhyun terlihat cenderung diam -dan terisak sesekali-
Karena tak ingin melihat Baekhyun terus menerus bersedih, pemuda tinggi itu berusaha menghibur kekasihnya. entah itu mengajak Baekhyun pergi ke Lotte World, kebun binatang, Namsan Tower, dan bahkan baru saja mereka 'menyelesaikan' liburan dari Pulau Jeju. Dan hal itu berhasil. seiring waktu Baekhyun mampu mendapatkan senyuman manisnya kembali.
Hari ini Baekhyun tengah duduk di dalam sebuah restoran ala Perancis. Ia duduk manis dengan dihiasi senyuman khas-nya. Sekarang ia tengah menunggu kekasihnya itu datang.
apakah namja jangkung itu terlambat?
Tidak sama sekali. Baekhyun jadi menunggu karena ia datang 15 menit lebih cepat dari yang sudah dijanjikan. *terlalu bersemangat eoh?*
Setelah menunggu beberapa saat, pemuda tinggi itu memasuki cafe dengan style yang sangat rapi. Formal suit, sepatu oxford, dasi kupu-kupu, dan rambut yang disisir rapi.
Baekhyun yang melihatnya seolah tersihir oleh ketampanan pemuda -kekasihnya- itu.
'OMO! dia tampan sekaliiiiii!' batin Baekhyun
Sampai tinggal sekitar 6 langkah lagi pemuda tampan itu sampai di meja Baekhyun..
1 detik..
2 detik
3 detik
.
'OH MY GOD!'
Raut wajah Baekhyun mendadak panik.
bukan karena ia lupa mengunci pintu rumahnya.
bukan karena ia lupa menggosok gigi.
Perlahan Baekhyun menurunkan pandangannya ke tubuhnya sendiri.
'ASTAGA! BAEKHYUN PABBOYA?!' batinnya sendiri merutuki dirinya. bagaimana tidak? kekasihnya mengenakan setelan yang sangat rapi. Dan Baekhyun? Ia hanya mengenakan baju seadanya. T-shirt stripes navy, cardigan putih polos, celana warna beige, sepatu cats dan bowler hat warna maroon di kepalanya. Dan satu lagi. Ingat? ini adalah restoran PERANCIS! pantas saja orang-orang memperhatikannya sedari tadi!
Kini pemuda tampan itu telah duduk di kursi berhadapan dengan Baekhyun. Bisa ia lihat ekspresi malu dan -sedikit- takut di wajah Baekhyun.
"ada apa baekkie-ah?" pemuda tampan itu bertanya. Yang ditanya justru menundukkan wajahnya lebih dalam
Pemuda tampan pun tersenyum. Ia bangun dan menghampiri Baekhyun lalu berjongkok didepannya.
hiks
'ada apa ini? Baekkie menangis?'
"mengapa menangis Baekkie-ah?" ucap pemuda itu seraya mengelus rambut kekasihnya
"A-aku... aku... hiks.. aku.. malu" Baekhyun berkata ditengah isakannya
"malu? malu karena apa? apa karena pakaianmu?" ucap pemuda itu lembut
Baekhyun yang mendengarnya kontan semakin terisak. Pemuda tampan kembali tersenyum dan lantas memeluk Baekhyun-nya- yang masih duduk di kursi. diusapnya punggung Baekhyun, mencoba menenangkannya, memberi isyarat bahwa semuanya tidak apa-apa.
Dan pelukan pemuda tampan ini selalu berhasil membuat Baekhyun tenang.
Perlahan Baekhyun melepaskan pelukannya dan mencoba menatap wajah kekasihnya sengan mata yang masih berair.
"mi... mianhae"
"ne baby, kau kumaafkan. lagipula kau tetap terlihat sangat manis dengan pakaian apapun"
"yak! aku ini namja! aku tidak manis, aku ini tampan! tapi... dengan pakaian seperti ini... apa tidak apa-apa?"
"ne, tentu saja! dengan baju apapun kau tetap manis. bahkan meski kau tak mengenakan apapun. itu sangat-"
"YAK! dasar namja mesum!"
"yak enak saja! tapi itu terbukti baekkie-ah. semalam kau terlihat sangat indah sampai-sampai malam itu kita hampir tak tidur karena-"
"YAK! jangan membicarakannyaaaa!" wajah Baekhyun memerah mendengar ucapan kekasihnya barusan. ia lantas menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya guna menutupi wajahnya yang sudah semerah buah tomat itu.
"kekekekekekekeke. nah ayo kita makan! eum? kau belum memesan?" pemuda tampan itu kembali duduk di tempatnya
"ani, aku menunggumu"
pemuda tinggi itu pun memanggil pelayan disana.
"kau mau pesan apa Baekkie-ah?"
Baekhyun tampak berpikir
"aku mau steak saja" akhirnya ia memilih menunya.
"kalau begitu steak, salad, lemon tea dan strawberry juice"
"baik tuan, mohon tunggu sebentar" ucap pelayan itu lantas meninggalkan mereka berdua.
"kenapa kau selalu memesan salad?" Baekhyun bertanya. ia sangat penasaran. Kenapa kekasihnya selalu memesan salad?
"aku tidak suka daging" pemuda itu pun tersenyum. Membuat Baekhyun hanya bisa membuat membentuk 'O' di bibirnya.
Beberapa lama kemudian pesanan mereka pun tiba.
"nah. makanlah! kau harus banyak makan! tubuhmu kurus sekali. aku tidak mau mempunyai calon suami yang sangat kurus!" Baekhyun terus berceloteh tanpa sadar apa yang telah ia katakan membuat pria di depannya tersenyum lebar.
"Baiklah, aku akan banyak makan. Untuk calon istriku apapun akan kulakukan"
"n-ne? kau bilang apa tadi?" Baekhyun mencoba memasang(?) kupingnya baik-baik
"CALON ISTRIKU!" pemuda itu menekankan nada pada tiap katanya.
"MWO?!"
.
Skip time
.
.
Baekhyun berencana untuk merayakan ulangtahun kekasihnya dengan sangat romantis. Ia merundingkan hal ini pada sang kekasih dan ia pun mengiyakannya. Lalu Baekhyun berkata dengan nada sedikit menantang.
"cobalah makan daging sebelum bertemu denganku. Kau semakin kurus!"
Namja itu-kekasihnya- terdiam cukup lama
"baiklah, tapi jadikan ulangtahunku kali ini lebih romantic dari makan malam dibawah menara Eiffel"
Baekhyun pun menganggu mantap.
"jangan bertanya. Karena kau akan terpukau"
.
.
Baekhyun's boyfriend birthday
.
.
.
Baekhyun hamper siap dengan semua dekorasi-nya. Ia tinggal harus memilih pakaian yang serasi dengan tubuhnya. Sementara itu, lelaki lain-yang juga di tempat lain- telah mengenakan tuxedo hitam dengan dasi kupu-kupu berwarna senada sedang duduk di meja makan dan menatap sepiring Steak yang-sama sekali- tidak boleh ia makan.
Ya, ia memang memiliki alergi terhadap daging. Tiap kali ia makan daging makan ia akan selalu merasa pusing yang teramat hingga ia bias pingsan dibuatnya. Namun ia harus menepati ucapannya. Mau ditaruh dimanawajah tampannya jika kedapatan tidak menepati janjinya yang hanya harus memakan daging?
Sebelum memakan steak itu, ia mengirimi Baekhyun sebuah pesan singkat
To: Baconnie:*
aku akan membuatmu semakin mencintaiku dengan daging dan mobil baruku.
Baekhyun yang menerima pesan itu hanya tersenyum dan dengan sengaja tidak membalas pesannya.
.
.
Pemuda tampan itu berangkat dengan mengendarai Rolls Rooyce Phantom baru miliknya menuju rumah Baekhyun, meskipun kini kepalanya mulai terasa agak pening. Beruntunglah dirinya karena sampai di rumah Baekhyun dengan selamat tanpa menabrak pohon atau bahkan pejalan kaki.
Sesampainya di rumah Baekhyun, ia terpaku. Tidak. Ia terpesona. Teramat terpesona dengan dekorasi yang dibuat yang dibuatoleh kekasih hatinya. Lantai yang ditaburi kelopak mawar putih, kuntum teratai yang mengapung di kolam dengan anggun. Dan di salah satu sudut terdapat sebuah meja dengan lilin kecil dan dua buah cupcake vanilla dengan topping cokelat berbentuk kelopak bunga sakura yang indah.
"bagaimana hasil jerih payahku?" Baekhyun muncul dengan mengenakan setelan txedo bernuansa putih yang semakin membuatnya terlihat cantik(?)
"kau manis sekali"
"tentu saja. Kau juga tampan dengan pakaian itu" balas Baekhyun.
Malam itu mereka lalui dengan indahnya.
'ulangtahunku, ke-17, bersama seorang kekasih yang sangat kucintai, inilah surge. Terimakasih Tuhan'
.
.
.
Senin, 10 Juni 2013
.
.
Baekhyun mengajak kekasihnya untuk pergi ke taman. Namun namja tampan itu terlihat amat tak sehat. Muka pucat, tubuh kurus, bahkan kini ia mimisan.
'haruskah seharang, Tuhan? Saat aku baru saja mendapatkan kebahagiaanku?'
Tiba-tiba saat ia sedang membersihkan darah dan menghilangkan gemetarnya, ia mendapat sebuah pesan singkat dari Baekhyun.
From: Baconnie:*
Ke taman atau aku akan bunuh diri di danau!:p
'aku harus kesana. Meskipun itu akan membunuhku'
Ia lekas berangkat ke taman. Sesampainya disana, Baekhyun sudah menunggunya dengan menggenggam sebuah bantal berwarna hazel karena Baekhyun tau dirinya sangat suka tidur. Beberapa saat kemudian, ia berjalan mendekati Baekhyun dan memeluknya dari belakang dan berkata
"aku sudah datang"
"akhirnya kau datang juga. Duduklah" ucap Baekhyun
Lalu ia duduk disamping Baekhyun dan memandang kuntum demi kuntum bunga sakura yang mulai berguguran ke permukaan air danau.
Cukup lama mereka menatap danau dalam diam sampai pada akhirnya ia memberikan seikat penuh bunga Dandelion dan secarik kertas bersamanya.
"ini untukmu" ucapnya
"eh.. dandelion.. bunga ini.."
"Dandelion. Bunga yang terlihat sangat rapuh, namun sangat kuat, sangat indah, dan memiliki arti yang dalam. Kuat menentang angin, terbang tinggi dan menjelajah angkasa, dan akhirnya hingga di suatu tempat untuk tumbuh menjadi kehidupan baru." Ucap sang kekasih Baekhyun seraya menidurkan dirinya diatas paha Baekhyun dengan bantal hazel itu.
Entah mengapa saat itu Baekhyun ingin sekali menangis. Lalu ia berkata
"haruskah sekarang?" tanyanya sambil melinangi air mata di pipinya
"ne, aku sudah sampai pada saatnya. Saat dimana aku akan menunggumu di tempat lain." Jawab sang kekasih lemah.
"Arasseo. Tidurlah. Aku akan menemanimu sampai kau tertidur. Tidurlah dengan nyenyak chagi" ujar Baekhyun lirih.
"Aku mencintaimu. Lebih dari rasa cintamu pada ibumu. Terimakasih… Baek.." ucap namja tampan itu dengan suara yang tedengar parau dan lemah.
Hingga deru nafasnya kini tak terdengar lagi.
.
"tidurlah dengan nyenyak, Kim Jongin.."
Kini Baekhyun bias. Harus. Menangis dengan bahagia karena kekasihnya yang pengidap leukemia akut itu telah tenang dan tentu saja puas akan apa yang telah ia dapatkan kini. Kebahagiaan bersama kekasihnya tercinta hingga ia menutup mata.
Deru angin sore menemani Baekhyun dan tubuh Jongin hingga mampu meniup kuntum sakura dan membuatnya mendarat tepat diatas kepala Jongin.
"Bahkan alam pun ikhlas melepas kepergianmu"
Dibukanya secarik kertas yang tersemat diantara bunga-bunga dandelion itu
Aku akan mati di pangkuanmu, dan dihadapan semua pohon sakura.
Aku tak mau kau menangisi kepergianku.
Tersenyumlah, Baek.
Jangan kau teteskan bulir bening itu dari mata indahmu.
Aku berjanji akan menjaga ibumu disini, hingga kau menyusul kami dan kita akan bersama lagi di alam yang abadi.
Kutunggu kau dengan pakaian terbaikmu, Baek.
Aku, disini, selamanya, mencintaimu.
.
.
FIN
.
.
Mind to Review?^^
