Title : VETO
By : Bubu-Lanlan
Disclaimer : Masashi Kishimoto dan Tite Kubo, shit, karya mereka sukses meracuni otakku.
Pairing : Narutox….., Ichigox….
Rate : T
Genre : Adventure, Friendshiep, Family, Fantasy.
Summary : Terlempar ke dunia yang asing baginya dan menjadi lebih muda tiga tahun, Rokudaime terjebak dalam peperangan antara Shinigami dan Hollow. Dapatkah ia menyelamatkan kota karakura dan keluarga barunya dari balik bayangan, dan menemukan jalan kembali ke dunia Shinobi?
Warning : OOC, GaJe, AU, dll. Di chapter ini Dominan Ichigo POV.
.
A/N : Yosh! Langsung saja ke Sesi Q&A!
Yogi . 35912 :
Tsuzuku
A : E,.eto..anu,..Yogi-san,.. Tsuzuku itu apa, yahh..bubu gak tahu?#Sweatdrop
Red .Dragon . Emperor97 :
Apa Ichigo udah jadi Shinigami?
A : Di chap kemarin belum. Tapi di chap ini sudah jadi shinigami. Coz disini Rukia juga udah muncul, lho!
Dark Namikaze Ryu :
Apakah Nanti Sasuke-teme akan bertemu dengan Naruto? Dan saya harap hinata-Hime membantu Sasuke-teme untuk mencari Naruto. Soalnya Naruto hanya milik Hinata-Hime maupun sebaliknya, hehe, dan pair itu terserah anda saja? Dan Jadwal Update fic ini tiap tanggal berapa? Oke Lanjutkan dan Ijin F&F
A: Ah, Sepertinya Hinata-Hime tidak akan ikut menyeberang ke dunia BLEACH untuk mencari Naruto. Dan untuk Pair sebenarnya aku ingin ngambil cewek dari Fandom Bleach, tapi masih belum menemukan yang cocok dengan itu akan saya Vote dibawah. Coba nanti readers Vote siapa yang cocok jadi pair-nya Naru. Dan untuk F&F, tentu saja, silahkan…! xD!
B :
Apa Naruto punya Zanpakutou? Lanjut…
A : Yap. Naruto punya Zanpakutou, dan dia bukan OC. Tapi munculnya masih lama. Nanti kalau Naruto melawan Arrancar Espada. :)
Uzumaki21 :
Awesome, meski alurnya kecepetan.
A : Awesome? Of course, I'm Just that Awesome #Plakk, Author narsis jangan di dengarkan… Ahem,..disini saya coba pelankan alurnya,..mohon di periksa dulu..dan sarannya, kawan…Okeh? xD
Antoni Yamada :
Lanjut terus bubu-san kalau komik bleach bisa dibaca di bacamanga atau fx Comic.
A : Ini sudah lanjut, dan Terimasih infonya, gan…nyari komik indo Bleach yang dari awal memang susah, pada dihapus semua. nyari anime indonya juga susah :/ . Yang ada Cuma yang bahasa inggris :/ padahal Bubu mah pas - pasan #Ealah Author malah curhat
Mudiantoro :
Keren bro ada humornya…lanjut
A: yah,..dan di chap kali ini Sasuke-teme yang jadi korbannya, ufufufu…#Evil smirk. Ah, ini Updet.
Nami-kun93 :
Lanjut, Jangan lama – lama Updatenya, ea.
A: Ah..akan Bubu Usahakan, nami-kun. Tapi Bubu juga sudah memasang deadline. Dan itu ada di A/n di bawah, okeeh? Thanks ini dah updet.
Zea .lo :
Hai, Bubu-san. Itu memang Biju yang ada di dalam naruto Cuma ada delapan ? Saiken-nya kemana truzz Novel yang di tulis Naruto itu jangan – jangan Icha – Icha Paradise, ya?
A: HUUWAA,..GOMEN! SAIKEN-nya Kelupaan! Dan anda tepat. Itu memang Icha – Icha Paradise…
Samsulae29 :
Apa naruto tidak ingin ke dun Shinobi lagi?
A : tentu saja, dia pengen kembali. Tapi, begitu tahu kalau di dimensi bleach bakal ada perang, Akhirnya Naruto memutuskan untuk menetap disana. Tujuannya sudah tahu, kan? Tipikal Naruto. Tapi, nanti kujelasin, kok! ;)
Nanaleo099, Guest (1), Red Nine, Guest (2), Uchiha Drac, LeonTujuhEmpat, EstrellaNamikaze, Arrobeys. likeUzhyu, Vin'Diesel No Giza, Guest (3), PangeraSteven945.
A : Terimakasih sudah mau me-review, juga dukungannya, dan Ini Udah Lanjut! ;D
Sekian Q &A. Sekali lagi terimakasih untuk yang sudah Fave/Follow. And all readers! yang menyempatkan untuk membaca fic VETO.
.
.
YOSH! Ini dia CHAPTER 2!
Selamat Membaca, Readers!
.
.
Naruto's Lab
Beberapa sosok Remaja bersurai pirang dengan seragam ala peneliti mondar – mandir sembari membawa data tentang eksperimennya tentang Gigai (Tubuh buatan) dan Tenshintai (alat yang mematerialisasi-kan Roh Zanpakutou) yang di ciptakan oleh Sensei-nya selama di dimensi ini, Urahara Kisuke.
Tentu saja, mereka semua yang ada di dalam laboraturium itu hanyalah kagebunshin.
Namun, meski begitu, aura ketegangan masih terasa kental di dalam ruangan yang diciptakan Naruto dengan Fuinjutsu dan sedikit teknik jikukan.
Yang membuat bagian dalam lemari bajunya menjadi Laboratorium super besar.
Di salah satu sudut ruangan Nampak beberapa 'Naruto' meletakkan segel fuin pada Kalung bergembok dengan sebuah lubang dengan rumus fuinjutsu yang sangat rumit.
Dengan hati – hati, mereka memasangkannya pada tubuh Gigai yang sebelumnya telah digabungkan dengan Tenshintai. Yang para 'Naruto' sebut dengan Gi-Tenshin, terobosan baru pada ilmu tubuh pengganti.
Bukan, tujuan utama Naruto dalam penelitian ini adalah untuk mempermudah proses Bijuu Mode-nya dengan menggunakan Gi-Tenshin sebagai perantara.
Setelah Kalung Fuin itu terpasang dengan pas di masing – masing Gi-Tenshin yang terbaring di Meja Operasi, Para 'Naruto' mengalirkan Cakranya pada segel Fuin pada kalung gembok itu.
Dengan cepat, segel dari kalung bergembok itu merambat ke tubuh Gi-Tenshin.
Dalam kediaman seluruh Bunshin Naruto menunggu hasil Uji Coba.
"Uungghh,.." beberapa tubuh dari Gi-Tenshin itu menggeliat pelan.
PIK!
Secara bersamaan ke Sembilan Tubuh Gi-Tenshin mendapatkan kesadaran mereka masing – masing.
"A-APA-APAAN INI?!" Ucap mereka hampir bersamaan dengan wajah shock dan meraba tubuhnya masing – masing dengan tatapan tak percaya..
Salah satu Gi-Tenshin itu menatap 'Naruto' dengan DeathGlare mengerikan.
"GAKI,…BERANI-NYA KAU MEMBERIKU TUBUH WANITA, SIALAANNN!"
Sesosok Gi-Tenshin berwujud remaja wanita berurai merah darah jabrik dengan tubuh yang masih tak terbalut apapun langsung melompat dari Meja Operasi dan menjitak sekumpulan 'Naruto', dan langsung membuatnya kembali jadi kepulan asap.
"MAYDAY, MAYDAY! TERJADI KEKACAUAN DI LAB! Pokoknya LAPORKAN pada BOS! Panggil bantuan! SOS! CEEEPAAATT! Sebelum Laboraturium-nya HANCUURR….. GYYAAA"
Terdengar pekikan pilu para bunshin Naruto
.
.
CH 2 : SHINIGAMI
.
.
Ichigo POV
Apa yang sebenarnya terjadi? Aku mengangkat telapak tangan-ku ke atas, mencoba meraih apapun yang bisa menenangkanku.
Tapi tak ada.
Saat tanganku kembali menggenggam, yang ku tangkap hanyalah angin.
Apakah aku sedang bermimpi?
Kurasa tidak..Gadis aneh itu bilang padaku kalau aku akan terlibat hal – hal yang rumit. Apa ini akan mencelakakan keluargaku?
Sementara Gadis itu sendiri menghilang seakan ditelan bumi.
-FlashBack ON-
Aku membuka pintu rumahku dengan rasa lelah. Aku baru saja selesai menghajar orang – orang yang sengaja menjatuhkan bunga pemberian bagi arwah gadis kecil yang kutemui di jalan.
Apa kau bertanya padaku tentang arwah?
Ya, kau benar. Sejak aku masih kecil, aku bisa melihat mereka. Bahkan kadang ada beberapa yang mengikuti. Well, niatku baik. Aku hanya ingin menolong mereka.
Meski akibat itu aku sering di jauhi dan ditakuti oleh teman sebaya-ku. Namun aku tak pernah mempermasalahkan itu. Karena ada hal lain yang membuatku lebih merasa bersalah.
Lebih merasa terbebani.
Kadang malah aku serasa ingin membenturkan kepalaku ke dinding akibat kebodohanku.
Ya,..aku sendiri sudah membunuh Ibu-ku.
Menghilangkan pusat keluarga ini, membuat keluarga kecilku menderita.
Padahal, Ibu selalu bilang. Namaku ICHIGO, memiliki arti Dia yang melindungi . Tapi pada kenyataan, yang terjadi adalah sebaliknya.
"Okaeri, Ichi! Ahaha, maaf aku ketiduran. Hoahmm..kau telat. Kemana saja?"
Aku kembali dari lamunanku saat menatap sosok yang baru saja menyapaku.
Ya,…seorang remaja seumuran denganku dan sangat kukenali baru saja terduduk dari posisi tidurnya di sofa ruang tamu.
Pemuda itu bersurai pirang dengan tanda lahir yang luar biasa aneh di pipinya.
Namanya Uzumaki Naruto. Dia juga berada di kelas yang sama denganku.
Pindahan dari London katanya. Pertamanya aku juga kaget, ternyata di adalah kenalan ayahku yang menjadi anak angkatnya disini, dia juga sering menginap disini jika ayahku bertugas ke luar kota.
Apa boleh buat, akhirnya kami pun sedikit lebih akrab.
Dia menganggapku seperti adiknya dan memperlakukanku seperti anak kecil. Huuh, aku benci saat dia mengacak – acak surai oranye-ku yang dari sana-nya sudah berantakan. Tapi harus kuakui, ia memang lebih hebat dalam menarik perhatian dan simpati.
Yuzu dengan cepat dekat dengannya, bahkan Karin juga mulai membuka hatinya pada Naruto.
Nampak sekali dengan cara bicara Karin yang tak sedingin biasa-nya.
Apakah aku iri? Kurasa, tidak. Ya, aku tak sekali pun meragukan perasaannya. Sejak pertama bertemu sebagai saudara angkat, aku telah merasakan respek yang sangat besar pada pemuda di hadapanku itu.
Ia mengomentari tingkahku. Ia tak menyuruhku berubah, seperti Misato-sensei.
Dia bilang aku harus menjadi diriku apa adanya. Dia bilang aku harus mencari teman, yang saling mempercayai untuk saling menopang dalam hidup. Tak boleh menyesali apa yang telah terjadi, dan menatap lurus ke depan.
Dia mengingatkan-ku pada sosok Ibu yang telah lama menghilang, akibat ulahku sendiri.
"Naruto-nii. Aku takkan makan malam. Aku akan langsung istirahat di kamar saja" Ucapku sambil menaiki tangga. Yah, satu lagi hari yang tenang tanpa bertengkar dengan ayah bawelku itu. Hari tenang seperti ini tak boleh di sia – sia-kan..
Samar – samar kulihat Naruto membentuk mulutnya seperti huruf O lalu beranjak ke ruang makan.
.
.
CKLLEEK
Aku merasakan hawa dingin yang menerpa wajahku.
Ada apa ini? Batinku terus mendengungkan firasat buruk. Dan benar saja, seorang gadis yang memakai kimono hitam dengan pedang terselip di pinggang dan berambut hitam pendek sedang berdiri di atas kasur. – KASURKU!-
Bayangkan! Di atas kasur orang dan masih memakai sandal jerami! Sudut perempatan muncul di keningku.
"Sudah dekat" Gumam gadis itu.
KLAATAAK, menambah satu lagi siku perempatan di keningku.
Cukup sudah! Batinku. Tanpa belas kasihan kutendang ia sampai terjerembab ke lantai.
"Sudah dekat Apanya?! Brengsek!"
Wow, aku kaget pada diriku sendiri. Rupanya aku sudah tumbuh menjadi remaja yang kasar. #baru nyadar.
"Ka-Kau bisa melihat-ku?" Ucap gadis berambut hitam itu dengan terbata – bata, masih dalam posisi tertelungkup di lantai. Aku memutar bola mataku dengan bosan.
"Tentu saja aku bisa melihatmu, BAKA!"
Gadis itu menatapku bingung. Samar – samar kudengar pintu kamarku berderit. Nampak sosok Naruto-nii membuka pintu kamarku.
"Otouto, jangan teriak – teriak…nanti Karin dan Yuzu, bangun, baka" Ucap Pemuda berkulit tan itu dengan pelan, setengah berbisik.
"Tapi, nii-chan! Orang ini…" "Dia tidak akan bisa melihatku. Karena aku adalah SHINIGAMI"
Perkataanku di sela oleh Ucapan gadis itu, aku meneguk ludah sejenak. Lalu menatapnya dengan tatapan –jelaskan-padaku-semuanya. Dan gadis itu mengangguk.
Mengiyakan permintaan-ku.
Sedangkan Naruto-nii masih menatap kebingungan padaku.
Mungkin benar kata gadis itu, Naruto-nii tak bisa melihatnya.
.
.
"Jadi, kau adalah Shinigami yang ditugaskan untuk mengirim arwah penasaran ke tempat bernama Soul Society,…"
"Yap"
"Dan selain itu saat ini kau sedang memburu Arwah Jahat yang dinamakan Hollow"
"Ya"
"Lalu kenapa kau masih ada disini, bodoh! Hollow itu pasti sekarang sedang menyerang orang atau arwah baik di luar sana. Menyingkirlah dari kasurku, dan selesaikan urusanmu."
"Kau benar, tapi…"
DEGG!
Apa – apaan ini…
Aku merasakan hawa dingin kembali menerpa tubuhku. Tapi berbeda dengan saat pertama kali aku melihat gadis ini, kali ini hawanya sungguh mencekam.
DHUUAARR!
Terdengar ledakan dari bawah.
"Celaka. Kenapa tadi aku tidak merasakan reiatsu sebesar ini?" Gadis itu membuka pintu kamarku dengan tergesa – gesa.
Namun iris cokelatku malah menangkap sesosok gadis kecil berambut hitam terbaring dengan darah yang menyelimuti tubuhnya.
"KARIN!"
Aku berlari dan langsung memeluk tubuh adikku itu.
"..a..da..sesuatu yang besar..aku hanya melihatnya samar – samar…dia menyerangku dan Yuzu yang tertidur di kamar, tapi naruto-nii menahannya..dia bilang untuk memperingatkanmu..Ichi.."
Dan iris karin pun terpejam. Tak sadarkan diri.
Aku menatap Karin dengan tatapan yang aku sendiri tak tahu apa namanya.
Rasa masrah, sedih, dan kesal bercampur di dada-ku.
AKU TAKKAN MEMBIARKAN SIAPAPUN ATAU APAPUN MELUKAI KELUARGA-KU LAGI.
.
.
Aku langsung tergesa –gesa menuruni tangga. Mencari anggota keluargaku yang lain.
Iris kayu-ku melebar saat melihat sosok bersurai pirang tergeletak di lantai dengan tubuh bersimbah darah.
"NARUTO-Nii…"
Deg!
Hawa ini, lagi! Aku memasang sikap waspada. Makhluk apapun itu, pasti ada di dekat sini. Kuambil tongkat bisbol yang akan kujadikan senjata.
WHUUSSHH…
Asap tebal akibat ledakan tadi memudar. Menampilkan sesosok mahkluk dengan tubuh hitam bertopeng mengerikan dengan tubuh tinggi dua meter lebih. Warna hitam dan putih. Perpaduan yang sangat monoton menjadi warna monster itu, tapi cukup untuk membuatku ngeri.
"I-Itukah Hollow?" gumamku.
Bisakah tongkat Bisbol-ku ini menahannya? Ok, aku mulai menyangsikan itu.
"Ichi.."gumaman lirih kembali terdengar.
Aku memalingkan wajahku. Mencari asal suara itu. Dan yang membuatku tersentak. Sesosokk adikku berada dalam genggaman monster itu.
"YUZU!" panggil-ku.
Hollow itu mendekat dengan kecepatan luar biasa. Andai reflek-ku tak bagus, aku pasti sudah tertebas oleh ekornya.
Tapi sayang, Tongkat bibol-ku tertebas. Aku memandang horror pada monster itu.
Sekali lagi, serangan di tujukan padaku.
"Si-sial…"
Tangan Hollow itu hampir menyentuhku.
3 m
2m
1 m
KRRASSH!
Gadis aneh yang kutemui tadi langsung menebas Tangan Monster itu secara vertical dengan pedangnya.
"GRAA— " masih dengan menjerit kesakitan, Hollow itu melemparkan tubuh Yuzu.
HAP!
Aku berhasil menangkap tubuh adikku sebelum terjerembab ke lantai.
"Tenanglah, bocah. Belum satu pun anggota keluargamu yang Jiwa-nya di makan oleh Hollow. Meski kurasa, makhluk ini mengincarmu akibat reiatsu yang gila – gilaan itu" Ucap gadis itu tanpa mengendorkan kewaspadaannya.
DEG!
KELUARGA-KU TERLUKA, GARA – GARA AKU?
Aku menggigit bibirku dengan kesal.
Jadi penyebab semua kekacauan ini adalah…AKU?
.
.
Aku harus berpikir jernih. Kutampar pipiku sendiri.
Ini bukan saatnya untuk takut dan menjerit.
Aku harus menjauhkan mahkluk itu dari rumah ini.
Menjauhkannya dari keluarga-ku.
Dengan semua keberanianku, aku melemparkan sebuah panci yang tadi ada tak jauh dariku, dan tepat mengenai Hollow itu.
"Hey—shinigami, aku akan memancingnya keluar. Kau bersiaplah, dan bunuh dia" perintahku pada gadis itu. Gadis itu hanya mengangguk mengerti lalu menghilang dari pandanganku.
Dan benar saja, makhluk itu ternyata memang lebih memilih untuk mengikuti-ku. Aku pun berlari secepat yang ku bisa, keluar dari rumah.
Sampai di luar, hawa dingin angin malam kembali menyapaku. Sial, harusnya tadi aku bawa jaket. Masih tetap sambil berlari, Aku tertawa saat menyadari apa yang terlintas di kepalaku itu.
Hell, bagaimana bisa aku merasakan kehangatan dengan Monster mengerikan yang mengejar di belakangku?
Saat kurasa sudah cukup jauh dari rumahku dan kompleks rumah yang lain. Aku menghentikan langkahku.
Berbalik dan menunggu kehadiran sosok Astral itu.
"Ketemu Kau…" Suara serak dan horror itu mendengung di telingaku. Tepat saat aku berbalik, sesosok Hollow telah berada di belakangku entah sejak kapan.
Kali ini dia langsung berusaha untuk memakanku!
CRASSHH!
Aku terbeliak kaget. Sosok lain di hadapanku muncul. Menjadi korban gigitan Hollow.
"SHINIGAMI!" Jeritku.
Meski masih dalam keadaan tergigit, ia masih menggerakkan pedangnya dan menebaskannya, membuat Hollow itu melepaskan gigitannya dan menjauh untuk sesaat.
"Hey, bocah" Ucap gadis itu. Nampak jelas dari mulutnya yang masih mengucurkan darah. "Apa kau ingin menyelamatkan keluarga-mu?"
Aku menatap ragu pada sosok gadis aneh itu.
Aku menghela nafas sejenak.
"Apapun akan kulakukan untuk menyelamatkan mereka.." Ucapku tegas.
"Aku tak lagi sanggup bertarung. Jadi, satu – satunya cara adalah dengan menjadikanmu Shinigami pengganti. Apa kau sanggup"
"Ya. Aku siap. Tapi bagaimana cara agar aku bisa menjadi shinigami?"
"Kau akan kutusuk dengan zanpakutou-ku, dengan begitu, kau akan memiliki setengah dari kekuatan shinigami-ku."
GLEK
Ditusuk? Yang benar saja, Aku bisa mati!
"Cepatlah hollow itu kembali datang.."
Baiklah, taka pa. Ini bukan saatnya takut.
"Baik. Jadikan aku Shinigami"
Gadis itu mengarahkan pedangnya tepat ke jantungku.
"Kau yakin?" Ulangnya sekali lagi.
"Sangat yakin. Lakukan"
ZRAASSH!
.
.
Aku mengerjapkan mataku. Tubuhku terasa bertenaga. Tak lagi terintimidasi oleh hawa kehadiran hollow itu.
Saat Hollow itu kembali menampakkan diri. Aku langsung melesat ke arahnya, tanpa rasa takut seperti sebelumnya.
Setelah mem-blok serangan makhluk itu dengan zanpakutou-ku, Aku langsung menebas makhluk itu membelahnya menjadi dua secara vertikal. dengan cepat dan mudah. hey, ini bahkan lebih mudah, semudah saat aku memainkan game melawan moster!
-Akhirnya…keluarga-ku,..selamat…-
Dan kemudian kegelapan menyambutku yang langsung Ambruk kelelahan.
-FlashBack End-
.
.
BRAAKK!
"Ichi! Bangun! Apa kau tak sekolah?!" teriak sosok itu dengan suara cempreng khas-nya.
"…Naruto-nii,..Kau baik – baik saja?" Tanyaku. Well, aku bahkan tak melihat satu pun bekas luka di tubuhnya.
"Hm? Tentu saja aku baik – baik, saja Ttebayo!" Ucapnya dengan riang.
"Ta-tapi tadi malam…"Aku kembali mengingat kejadian semalam. Yang tadi malam itu bukan mimpi, kan?
"Ah. Masksudmu, tentang Truk yang menabrak rumah kita itu, ya. Tidak apa kok, Ichi. Tidak ada yang terluka.."
"Souka?" Aku menghela nafas lega. Berarti keluargaku semuanya telah selamat. Tapi, tunggu sebentar..
Truk? bukankah yang menyerang tadi malam adalah Hollow?
"Yosh! Kutunggu di bawah, ya. Kita berangkat sama – sama!" Ucapan sosok itu kembali menyadarkanku.
"ya, Naruto-nii…"Aku menepis semua pikiran buruk-ku. Mungkin saja kejadian semalam hanya mimpi, kan?
Aku pun segera beranjak dari kamarku dan melakukan ritual mandi.
Ichigo POV End
.
.
Rooftop Sekolah . 13.22
Sesosok pemuda bersurai pirang nampak duduk bersandar pada dinding. masih dengan menutup matanya. nampak keringat dingin membanjir diari tubuhnya. tidak lain dan tidak bukan karena dia sedang diomeli di dalam Mindscape-nya oleh ke sembilan Bijuu yang tersegel di tubuhnya.
-Mindscape-
Nampak kesembilan Monster beraneka rupa dan berukuran raksasa sedang mendeathglare satu - satunya manusia yang berdiri di tengah - tengah mereka.
"E,..Etoo...Aku tidak tahu jenis kelamin kalian,..jadi aku asal pasang saja jiwa kalian di Gi-Tenshin. hehe" Ucap pemuda bersurai mirip durian itu.
"Grr...Setidaknya kau harusnya bertanya pada kami...Gaki." Protes sosok berbentuk rubah berekor sembilan.
Pemuda itu hanya menggaruk tengkuknya sambil tertawa kaku.
"Tapi, kurama, menurut Bunshin-ku, dalam wujud wanita kau memang terlihat sangat cantik dan sek.."
BUUAKKHH
Tanpa perasaan Biju berekor sembilan itu menjitak kepala Naruto sebelum pemuda itu sempat menyelesaikan ucapannya. sedangkan bijuu yang lain malah bersweatdrop melihatnya. #Bayangin aja Naruto di jitak ama cakarnya Kyuubi..Uhh,..Ia pun terlempar jauh.
"Kurama..Sabar, Kurama! Tenangkan dirimu!" ke delapan Bijuu menahan amukan Kurama.
"Oy,..Naruto sebenarnya sepenting apa sampai kau memberikan kami wujud Gi-TenShin...bukankah biasanya kau hanya membuat Kagebunshin atau Chi Bunshin yang kemudian kami rasuki...Apa kau sudah memiliki rencana untuk mendamaikan dimensi ini?" Tanya sesosok Kura - kura raksasa, yang dikenal sebagai Isobu si ekor 3.
Naruto yang masih hidup (dengan memakai Sage Mode lalu langsung menonaktifkannya), kemudian terduduk, dan menatap satu per satu bijuu dengan tatapan penuh arti.
"Aku perlu lebih dari sekedar bunshin yang dirasuki untuk mendamaikan dunia ini. dan chi bunshin membuatku kelelahan. karena itu aku membuat tubuh Gi-Tenshin untuk kalian, jadi kalian bisa bergerak bebas tanpa lepas dari segel atau terputus kontak denganku meski berada di dimensi berbeda. Juga, meski dengan tubuh Gi-Tenshin akan lebih mudah bagiku melakukan Kuchiyose karena kalian berwujud Manusia" Tutur Naruto.
"Terutama karena dimensi ini saling terhubung dengan dua dimensi lainnya, yaitu Soul Society, dan Hueco Mundo yang menyebabkan fenomena Astral, yang juga merupakan tempat misi yang kan kalian jalani. jika hanya memakai Bunshin biasa. aku akan kehilangan kontrol atas bunshin itu, kawan."
"..." dalam hati para Bijuu membenarkan Ucapan pemuda bodoh di hadapan mereka yang kadang bisa sangat jenius itu.
"Lalu, apa rencana-mu, naruto?"
Pemuda itu menundukkan kepalanya sejenak. lalu menghela nafas. seperti apa yang akan di katakannya adalah hal yang sangat berat untuk diucapkan.
"Aku tahu dalam tubuh Gi-Tenshin akan berbeda rasanya daripada langsung merasuki tubuh-ku. Dan, aku lebih tahu dari siapapun bahwa tugas kalian sangat berbahaya. juga, aku tak pernah mau kehilangan temanku lagi"
"..."
"Tapi...Aku mohon,...Karena aku percaya pada kalian semua. aku akan menugaskan kalian dan menjaga keadaan di tiga dimensi yang saling terkait ini, dan mencari Informasi sebanyak yang kalian bisa. ayo kita wujudkan kedamaian di dimensi ini, dan pulang ke rumah!"
Seluruh bijuu tersenyum mendengar Ucapan Naruto.
"Apa boleh buat, Gaki..Serahkan sisanya pada kami"
Para bijuu menumpukkan tangannya tepat di atas Naruto.
"Terimakasih, Partner!"
Dan Tos ala Bijuu pun tercipta dalam Minscape sang Rokudaime.
Siap menyambut perang yang akan berkobar di kemudian hari.
.
.
Konoha , Dimensi Shinobi
"Kau-lah harapan kami, sasuke. Tolong bawa Rokudaime kembali ke Konoha"
'tanpa kau pinta aku pasti akan menyeret dobe kembali. Seperti yang dilakukannya dulu,…' Batin Uchiha terakhir itu.
"Sasuke, persiapan teknik sudah selesai sesuai permintaanmu. Cepatlah…"
"Yah, Hn, Tsunade-san, tolong jaga Konoha"
"Tentu saja, Bocah. Akan ku jaga sampai kalian berdua kembali"
"Arigatou, Sampai jumpa"
Pemuda berumur dua puluhan itu langsung membentuk segel tangan dan meneteskan darah pada fuinjutsu Jikukan yang di pelajarinya dua tahun belakangan.
Segel Fuin pun merambat dan..
POOFT. Sosoknya pun hilang dari pandangan…
.
.
Iris Onyx sang Uchiha melebar. Uap panas menerpa kulitnya dengan asap yang memenuhi pandangannya. Seketika itu Sharingannya Aktif.
'Dimana aku? Apa aku sudah sampai di dimensi tempat dobe mendarat?' batin pria berkulit porselen itu. Dilihatnya aliran cakra dari beberapa orang.
'Warga biasa' batinnya lagi. Lalu melangkah ke sisi lainnya.
KCIIPAK…
"Hah? Air? Kok bisa?" Ucap Sasuke agak kaget saat kakinya terendam air hampir selutut.
Sedangkan semua makhluk yang mendengar suara kaget Sasuke yang Maskulin bin Seksi, menurut sesama kaumnya itu langsung menoleh pada sang pemilik Suara.
"KYAAA…TUKANG NGINTIPP!"
'Hah?' dengan Reflek yang bagus, Sasuke berhasil menghindari lemparan benda – benda ajaib dan keluar dari tempatnya berada, tentu saja dengan shunshin-nya.
Masih dengan wajah yang memerah sempurna dengan setetes darah yang mengalir dari lubang hidungnya.
Segera saja ia menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Bahwa teknik Jikukan-nya malah mengirimnya ke tempat pemandian air panas di KumoGakure ?
Dengan nada frustasi ia berteriak sekencang – kencangnya sampai tak ada yang menyangka bahwa yang berteriak Gaje itu adalah seorang Uchiha,..
"SIALAN KAU, DOBEE! AKU BENCI FUINJUTSUU!"
(Percobaan Pertama [FAILED] )
.
TBC
.
.
A/n :
Ohayaou, Readers! Sebelumnya, Gomen. Bubu nggak bisa janji Updet cepet. Paling cepet dua minggu sekali. Kalau nggak gitu, Bubu pasti, sekali lagi, Pasti KENA
WB dan malez ngelanjutin cerita dan berakhir DISCONTINUE,…
jadi untuk menghindari Penyakit yang menyakitkan hati seperti yang tertera di atas, Bubu akan menentukan Tanggal Updet / Deadline! Dan Tanggal Updet fic ini adalah tanggal 6 dan 21!
Next..Voting untuk Pair Naruto! Ahem, Bubu mempersilahkan Readers untuk memilih pasangan Naruto ke depannya Nanti. Ini dia Kandidat—nyyaa!
INOUE ORIHIME (Team Ichigo)
atau
LISA YADOMARU (VIZARD)
atau
NEL (Arrancar)
Kutunggu Vote dari readers, Okeeh?!
Yosh! Terimakasih banyak bagi yang sudah Fave / Follow, dan datang Me-review! Juga yang sudah meluangkan waktu untuk sekedar membaca fic Abal Ini.
Jangan Kapok baca fic ini, ya..Readers! Sampai jumpa di Chap depan,..xD !
.
.
R
E
V
I
W
?
?
.
