Disclaimare

Naruto Belong To Masashi Kishimoto

Warning

OOC, Genderbend, Typo, Amatir Author

***mulai***

Naruto pikir Mei Terumi adalah wanita biasa. Ternyata dibalik sifat pelacurnya tersimpan banyak rahasia. Padahal Naruto sudah meminta Konan untuk mencari data-data tentang Mei Terumi. Menurut Konan, Mei Terumi hanyalah mantan artis multitalenta, lalu berpindah profesi menjadi sutradara dan produser. Tak ada yang aneh dalam datanya. Tapi sekarang Mei Terumi mengetahui rahasia Naruto. Bukan hanya nama Naruto yang ia ketahui, tapi Boruto juga.

'Aku telah salah menilai orang. Lain kali aku harus hati-hati dengan seorang artis. Karena mereka dipenuhi kebohongan,' ungkap Naruto dalam hati.

"Jadi bagaimana Menma-kun?" tanya Mei Terumi sekali lagi.

Naruto mencoba bernafas dengan normal dan mengambil segelas vodka yang dipesannya. Ia menegak vodka tersebut dengan anggun. Membuat beberapa pelayan wanita dan para pelacur di bar tersebut mendesah dan berpikiran bahwa Mei Terumi sungguh beruntung, bisa dekat dengan Naruto. Bahkan Mei Terumi sendiri turut mendesah, melihat keanggunan dan kharisma yang dimiliki pemuda di sampingnya.

"Baiklah, tapi bayarannya mahal," jawab Naruto menaruh gelas vodka yang sudah setengah dari ukurannya. Mei Terumi tersenyum dan langsung melingkarkan kedua tangannya ke leher tan Naruto. Wajahnya didekatkan pada wajah Naruto. Bibir berhiaskan lipstik merah itu ditempelkan ke bibir Naruto. Dan berikutnya ciuman penuh gairah terjadi dan membuat para gadis serta wanita di bar itu merasa iri pada Terumi.

Tak sampai disitu Terumi bahkan menggigit bibir Naruto dan memasukan lidahnya ke mulut Naruto. Jujur saja Naruto tidak suka dengan keagresifan Mei Terumi. Tapi untuk saat ini ia hanya bisa mengikuti permainan wanita yang lebih cocok menjadi ibu atau tantenya itu. Membuat pemuda berambut pirang itu menjawab tantangan terumi. Mendorong lidah Terumi dari mulutnya dan memasukkan lidahnya ke mulut Mei Terumi.

"Enghhh..." erangan lolos dari mulut Mei Terumi karena kelihaian lidah Naruto yang menari-nari di dalam mulutnya. Dan semenit kemudian ciuman itu diakhiri dengan nafas yang terengah-engah dari Mei Terumi dan saliva yang sedikit keluar dari mulutnya, membuat beberapa pria dan pemuda mengutuki Naruto yang begitu beruntung mendapatkan ciuman sang tante.

"Jangan khawatir Menma-kun, kau minta pulau pun akan kuberi," jawab Mei Terumi dan membuat sebelah alis Naruto terangkat penasaran, siapa sebenarnya Mei Terumi, sampai pulau saja bisa dibeli olehnya. Setelah ini Naruto harus meminta Konan mencari tahu Mei Terumi lebih dalam lagi, kalau perlu Naruto akan membantu, mengingat pemuda itu sebenarnya jago juga dalam hacking.

"Baiklah kita sepakat." Setelah itu Naruto kembali menegak vodkanya dan habis itu ia pamit pada Mei Terumi. Sejujurnya Mei Terumi ingin melanjutkan ciuman panas tadi ke ranjang, karena ia sudah 'hard' tapi Naruto menolak dan membuat wanita itu harus menelan kekecewaan. Yah, yang terpenting Naruto mau menolong Mei Terumi untuk mendapatkan impiannya yang sudah lama itu, namun tak kunjung tercapai, karena Mizukage keempat bukanlah orang yang mudah dilengserkan. Apa boleh buat Mei Terumi sewa pelacur cowok di bar ini saja, daripada 'main' sendiri.

***nyanyanyanyanyanyanyanya***

Di dalam sebuah mobil bercat biru donker, Sasuke melepas wig laki-laki dengan bentuk unik 'bokong ayam'. Nafasnya terengah-engah, karena baru saja menyamar menjadi laki-laki dan mendengar sesuatu yang membuatnya sesak nafas. Sasuke juga melepas jaket hitam tebalnya supaya dadanya yang besar meskipun sedikit kempes karena dibalut perban, tapi tetap saja masih terlihat besar. Makanya Sasuke terpaksa pakai jaket hitam tebal meskipun sudah ada perban, supaya tak ketara bentuk tubuh ceweknya. Jaket kulit hitam tebal itu dilemparnya ke jok belakang.

Sekarang ia hanya memakai kaus hitam berlengan pendek. Keringatnya tampak bercucuran dan lehernya dihempaskan ke kursi supir. Matanya ditutup oleh sebelah tangannya. Terngiang-ngiang dibenaknya, perkataan Mei Terumi di bar tadi. Ya, ia menyamar menjadi laki-laki yang mirip tokoh manga Ninja dan mengikuti Mei Terumi, serta pemuda yang paling dibencinya 'Naruto'. Dan masih jelas ditelinganya, Mei Terumi bilang Menma itu Naruto atau Boruto.

Sasuke tak pernah menyangka dan benar-benar shock. Boruto adalah salah satu anggota seven deathly sins. Sekelompok bocah yang nantinya akan menolongnya menyelamatkan kakaknya dari Akatsuki. Tapi kenapa bocah yang akan jadi pahlawannya nanti, adalah dari Akatsuki? Kenapa? Kenapa Naruto berkhianat?

"Memangnya kenapa kalau aku berkhianat? Manusia kan bisa berubah," ungkap seseorang dan membuat Sasuke menoleh ke arah kursi di sampingnya. Bola mata yang langit indah di malam hari itu melebar, dengan sosok yang main masuk ke dalam mobilnya. Sudah begitu sosok tersebut seperti cenayang saja, bisa baca pikirannya.

Cepat-cepat Sasuke membuka dash board mobilnya dan mengambil sebuah pistol yang memang selalu siap sedia, untuk jaga-jaga jika ia pergi sendirian. Lalu menodongkan pistol ke pelipis sosok tersebut.

"Apa yang kau lakukan dimobilku?!" tanya Sasuke dingin.

"Anak seorang ketua Anbu memang hebat yah, senjata yang seharusnya tidak boleh dimiliki warga sipil malah dipakai dengan entengnya," jawab orang itu tidak nyambung.

"Aku tidak tanya soal pistolku, aku tanya apa yang kau lakukan dimobilku? Jawab atau peluru dari pistolku menembus kepalamu!" ancam Sasuke. Orang itu tersenyum manis, yang bisa membuat gadis dan wanita meleleh.

"Harusnya aku yang tanya padamu, kenapa kau mengikutiku dan Terumi. Apa kau stalker yang cemburu melihat orang yang disukai jalan dengan wanita lain, Sasu-chan~?"

Ingin sekali Sasuke melubangi kepala orang itu dan jari-jarinya yang lentik itu hampir saja menarik pelatuk, kalau saja orang itu langsung memegang tangan putih Sasuke, yang sedang memegang pistol. Menurunkannya, sementara orang itu memajukan wajahnya dan mengecup perlahan bibir pink Sasuke.

Sasuke terdiam menjadi patung menanggapi gerakan cepat yang dilakukan oleh orang itu. Orang itu hanya tersenyum lagi melihat reaksi Sasuke.

"Bibirmu manis, tapi sifatmu dingin," ungkap orang itu.

"KAU!" teriakan Sasuke yang baru saja tersadar dari pose patungnya, tapi langsung dibungkam oleh telunjuk tan dan kepala pirangnya, yang kini direbahkan pada paha Sasuke yang dibalut celana jeans dengan robek-robek di sana-sini.

Tadinya Sasuke ingin kembali menarik pelatuk pistolnya, tapi saat dicoba kembali pistolnya mendadak rusak. Sasuke bingung, kesal dan melempar pistol itu ke jok belakang. Sasuke yakin, pasti orang yang seenaknya tidur dipahanya itu sudah mengotak-ngatik pistolnya sehingga tidak bisa dipakai lagi.

"Tolong diam sebentar Sasu-chan, aku lelah ingin tidur. Oh yah lain kali kalau mau jadi stalker, tak perlu menyamar. Soalnya mau menyamar jadi apapun, aku pasti tahu itu adalah kau. Karena bau mint-mu itu yang membuatku tahu, bahwa itu dirimu," ungkap orang itu dan langsung memejamkan mata saphirenya.

Hening melanda dan Sasuke sweatdrop karena mendengar suara dengkuran kecil dari mulut pemuda yang dibencinya, dan main tidur di atas pahanya, tanpa izin dari Sasuke. Cepat sekali orang ini tidurnya, gerutu Sasuke dalam hati.

Kalau boleh jujur Sasuke ingin melempar orang ini ke luar mobilnya. Tapi melihat wajah tidurnya yang polos, Sasuke tidak bisa melakukannya. Padahal jelas-jelas orang ini musuhnya. Sunyi bernyanyi lagi, hingga akhirnya bibir pink itu membuka suara.

"Menma atau boleh kupanggil Naruto... kenapa kau berkhianat pada Konoha?" tanya Sasuke. Tapi percuma saja pemuda yang dipanggi Menma dan Naruto itu sudah terlelap ke alam mimpinya.

***nyanyanyanyanyanyanya***

Di sebuah pulau yang selalu dibasahi hujan, seorang bocah menusuk bocah lainnya dengan sebuah pedang. Darah mengalir dari perutnya ke atas tanah. Membuat genangan air karena hujan, berubah warna menjadi merah. Bocah yang ditusuk itu jatuh berlutut dihadapan bocah yang menusuknya.

"Terima kasih Boruto...uhuk-uhuk..." ungkap bocah itu menatap ke arah bocah bertopeng rubah oranye, yang matanya memandang bocah sekarat itu, dengan saphire yang kosong.

"Bolehkah aku minta satu hal...uhuk...uhuk...uhuk..." bocah itu terbatuk hebat dan mengeluarkan cairan merah dari mulutnya, akibat luka tusukan yang dideritanya.

"Apa?" tanya bocah yang masih menatap kosong pada bocah sekarat itu.

"Jaga adik dan kakakku...uhuk...uhuk...uhuk...uhuk...uhuk..." jawab bocah sekarat yang terus memaksakan diri, padahal lukanya begitu parah.

"Kau kembali ke sifat bodohmu, bagaimana mungkin aku menjaga keluargamu, sementara aku yang membunuhmu?!" bocah sekarat itu tersenyum mendengar jawaban si bocah penusuk.

"Aku tahu uhuk...uhuk... tapi aku hanya percaya padamu...uhuk...uhuk...uhuk... kau adalah sahabatku sekaligus anak buahku...uhuk...uhuk...uhuk...ini bukan permintaan...uhuk...uhuk...uhuk...uhuk...uhuk...tapi perintah dari ketuamu...uhuk...uhuk...uhuk..." bocah sekarat itu terus terbatuk-batuk hebat dan darah tak henti-hentinya keluar dari mulut dan perutnya hingga akhirnya ia terjatuh tertelungkup di depan bocah penusuk. Nyawanya kini telah lepas dari raganya.

***nyanyanyanyanyanyanya***

Saphirenya terbuka, Naruto bangkit dari tidurnya di paha Sasuke. Keringat mengalir deras di sekujur tubuh. Wajah tan itu berubah pucat bak raut bulan. Tangannya memegang dada. Sesak hingga sulit bernafas. Ia bermimpi buruk lagi. Tangan tannya mencari-cari obat di saku baju dan celana. Setelah ketemu pil-pil obat itu langsung di telannya. Perlahan nafasnya kembali normal. Dan Dadanya sudah tidak sesak lagi.

Lalu matanya beralih pada Sasuke yang ikutan tertidur. Tanpa sadar tangan Naruto menyingkirkan poni yang menutupi wajah cantik Sasuke. Lalu sehabis itu tangannya menjelajahi tiap inci wajah Sasuke.

"Kau bodoh, sampai kapan pun aku tidak bisa menjaga kakak dan adikmu. Apalagi sekarang mereka musuhku. Jika mereka menyakiti Akatsuki, aku harus membunuh kakak dan adikmu, sama seperti aku membunuhmu..." ungkap Naruto dengan saphire yang kembali kosong, dan langsung menyingkirkan tangannya dari wajah Sasuke yang masih tertidur. Lalu setelah itu keluar dari mobil Sasuke secara perlahan supaya tidak membangunkan gadis itu.

Sepeninggal Naruto, mata onyx Sasuke terbuka. Lalu kedua tangannya memeluk dirinya sendiri. Seakan tubuhnya akan pecah jika tak dipeluk erat.

"Kau itu siapa? Aku ingin tahu... tapi kenapa aku merasa jika aku mengetahuimu lebih banyak...aku akan hancur..." ungkap Sasuke dan mendekap tubuhnya sangat erat.

***nyanyanyanyanyanyanyanya***

Di dalam sebuah piramid, pedang Ashura dan Indra milik Itachi meneteskan banyak darah. Mata onyxnya menatap datar pada mayat anbu Sunagakure yang telah dibantainya, hanya dalam beberapa menit saja.

Brak!

Sebuah kayu didobrak terdengar di ruang sebelah tempat Itachi berada. Namun Itachi masih kokoh berdiri di atas genangan darah. Menit berikutnya partnernya Kisame datang membawa kalung berbandul permata hitam. Manusia bercat biru disekujur tubuhnya itu baru saja mengobrak-abrik peti mumi di piramid Sunagakure, dan menarik paksa kalung berbandul permata hitam pada mumi istri Kazekage pertama.

Bisa dibilang kalung itu adalah mahar dari Kazekage pertama dan diduga harganya setara sepuluh kilo emas batangan. Tak hanya itu konon katanya kalung itu memiliki sihir yang membuat wanita manapun yang memakainya menjadi cantik bak bidadari. Entah benar atau tidak tapi yang jelas istri Kazekage yang tampangnya biasa-biasa saja, langsung menjadi cantik jelita, layaknya cinderela yang disihir ibu peri.

Tapi Naruto yang menyuruh Itachi dan Kisame merampok kalung itu, bukan karena kalungnya bisa membuat cewek biasa jadi cewek cantik. Namun karena harganya yang setara sepuluh kilo emas batangan.

"Itachi ayo kita pulang kalungnya sudah di dapatkan," ajak Kisame. Itachi tak menjawab hanya mengangguk.

Mereka pun beranjak keluar dari Piramid Sunagakure. Tapi tiba-tiba, hidung tajam Kisame menangkap bau yang begitu wangi.

"Wangi apa ini, harum sekali," ungkap Kisame. Itachi tak menjawab, tapi dia juga mencium aroma wangi tersebut.

Tiba-tiba padangan Itachi mendadak berbayang. Semua yang dilihatnya terlihat ada dua dan kepalanya mendadak seperti ditusuk ribuan jarum.

"Itachi hidungmu berdarah," ungkap Kisame membuat Itachi menoleh ke arah pria bercat biru di seluruh tubuhnya itu. Setelah itu Itachi langsung mengelap hidungnya dengan lengan bajunya. Setelah selesai, Itachi menangkap sesuatu yang aneh dari Kisame.

"Kisame, kau nangis darah?" tanya Itachi.

"Hah?" Kisame pun langsung mengusap darah dibawah matanya.

Kisame dan Itachi saling berpandangan, tapi mendadak rasa sesak menghampiri dada mereka. Perasaan sesak seperti diikat oleh ribuan tali. Perasaan sesak yang membuat keduanya jatuh terduduk dan akhirnya seluruh tubuh mencium lantai yang dingin. Apa yang terjadi?

Tak ada yang tahu, hingga akhirnya kedua menutup mata dengan tangan yang terus menerus memegang dada.

Tap

Tap

Tap

Tap

Tap

Langkah sepatu berhak tinggi, setinggi 5 cm, berhenti di depan dua pria berjubah hitam dengan motif awan merah. Sang pemilik sepatu berjongkok, wajahnya didekatkan ke telinga salah satu dari pria itu, lalu berbisik.

"Selamat tidur sayangku~" bisiknya dan kemudian meninggalkan dua pria yang telah tak berdaya, sambil bersenandung ria.

****nyanyanyanyanyanyanyanyanya***

Kacamata berframe hitam bertengger di wajah. Sesekali menegak jus tomat buatan sendiri. Tangan menari-nari di atas keyboard. Kedua onyx fokus pada LCD monitor. Kursor dimainkan. Terkadang jemari mengetuk meja komputer. Menunggu loading selesai. Keringat membasahi pelipis. Rambut yang hanya digulung dan dijepit, terlihat berantakan anak-anak rambutnya. Hingga akhirnya Seringgai manis tercetak di wajahnya. Langsung saja, mengambil smartphone. Mengusap layar dan memasang Headset ke telinga.

"Rin, aku sudah tahu dimana mereka!"

"..."

"Mereka... seven dethly sins... Dosa iri dan dosa malas. Leviathan dan Belphegor... Yamanaka Ino...Shikamaru Naara..."

"..."

"Mereka ada di Sunagakure, katakan ini pada Kakashi dan Neji, kita harus segera menemui mereka..."

Sambungan berakhir, senyuman masih tercetak di wajah dan berikutnya jus tomat kembali ditenggak.

***nyanyanyanyanyanyanya***

"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Naruto dingin namun aura hitam menguar-nguar, membuat anak buahnya berkeringat dingin, padahal rumah sakit tepatnya di bagian bawah tanah rumah sakit Konoha, tempat dimana Akatsuki biasa dirawat, AC-nya sudah enam belas derajat. Namun butir-butir keringat tampak menari-nari di tubuh Anggota Akatsuki.

"Itachi mengirim pesan, seseorang meracuninya dan Kisame, dengan aroma wewangian, un," jawab Deidara.

"Aroma?" Kernyitan kebingungan mampir di wajah penuh kharisma Naruto.

"Gympie-Gympie Sunagakure," jawab Sasori yang baru keluar dari UGD bersama dengan Kakuzu, setelah selesai memeriksa Itachi dan Kisame.

"Apa itu un?" tanya Deidara bingung, begitu juga dengan yang lainnya. Hanya Naruto yang membelalakan matanya, karena mengetahui apa yang diucapkan Sasori.

"Tanaman beracun yang berasal dari Asia tenggara, Di Sunagakure juga tumbuh tanaman tersebut, namun yang beracun hanya aroma bunganya. Sama-sama menyebabkan kematian, namun racunnya lebih kuat dari yang di Asia Tenggara, tapi reaksinya lebih lamban. Jika yang di Asia Tenggara sekali terkena Gympie-Gympie maka akan langsung mati. Tapi di Suna penyebaran racunnya butuh waktu tiga hari," jawab Sasori.

"Semoga dewa jashin mengampuni Itachi dan Kisame," ujar Hidan, sedangkan yang lain hanya terdiam dengan pikirannya masing-masing.

"Apakah tidak bisa sembuh?" tanya Yahiko memecah keheningan.

"Sudah jelas bukan? bunuh orang yang meracuni dan ambil penawar racunnya," jawab Naruto dingin dengan aura hitam yang tak kunjung padam.

"Maa...maa...sabarlah Kaicho, lawan kali ini cukup berbahaya, karena dia berhasil meracuni dua anggota kita sekaligus," balas Yahiko berusaha menenangkan kemarahan Naruto.

"Itu benar Kaicho. Karena setahuku, orang yang dapat menggunakan tanaman ini sebagai senjata hanyalah satu orang. Namanya Yamanaka Ino, salah satu seven deathly sins, jadi kita harus hati-hati menanggapinya," tambah Sasori.

Grep!

"Aku...tidak...peduli... Siapapun yang mengusik keluargaku, maka dia harus mengalami kematian!" jawab Naruto seraya mencengkram kerah jas putih khas dokter yang dipakai Sasori.

"Kaicho hentikan...Kaicho...NARUTO!" teriak Yahiko pada akhirnya karena Naruto tak bergeming. Mendengar teriakan itu membuat Naruto sadar akan kelakuannya dan melepaskan kerah Sasori dari tangannya.

"Tenanglah Naruto! Berkali-kali aku selalu mengajarkanmu untuk selalu tenang dalam menghadapi masalah," tambah Yahiko dan membuat Naruto menghirup nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan, supaya dirinya lebih tenang.

"Nah, begitu lebih baik. Sekarang kita harus memikirkan cara menyembuhkan Kisame dan Itachi. Ehm, Sasori apakah Orochimaru punya penawarnya?" tanya Yahiko memberi usulan.

"Ilmuwan gila itu pasti punya penawarnya, hanya saja bayarannya pasti mahal, karena dia bukan anggota kita lagi. Ck, uang kas lagi-lagi harus dikorbankan," gerutu Kakuzu yang mulai keluar sifat pelitnya.

"Mau gimana lagi, yang terpenting mereka selamat," balas Yahiko.

"Tenanglah Kakuzu walaupun uang kas harus dikorbankan, pasti akan kembali lagi," ujar Naruto yang sudah mulai tenang dan membuat semua anggota akatsuki minus Konan yang sedang jaga markas dan tidak ikut ke rumah sakit, menatap ke arah Naruto.

"Maksudmu apa? Kau tidak berbuat nekat kan Naruto? Aku sudah bilang kau harus tenang, bukan?" tanya Yahiko beruntun.

"Aku sudah tenang Pein, jadi aku tidak akan berbuat nekat. Kita akan melakukannya dengan cara biasa. Cara yang biasa dilakukan Akatsuki... Deidara, Sasori, Hidan, Kakuzu buatlah kekacauan di Sunagakure..." jawab Naruto tersenyum.

"Roger un!" jawab Deidara.

"Semoga orang-orang Sunagakure diampuni Jashin-sama."

"Semoga uang kas cepat terkumpul."

"Hm."

"Dan Yahiko, Nagato, kalian yang bertugas mengambil Kalung hitam yang gagal diambil Kisame dan Itachi."

Sebuah papan bertuliskan 'Siap Kaicho' diangkat oleh Nagato yang selalu pendiam dan selalu bercakap-cakap dengan tulisan.

"Hae okelah...padahal aku berencana melihat-lihat ulang majalah mai-chan," gerutu Yahiko berbeda dengan yang lain, yang tampak siap dan diakhiri dengan jitakan dari Deidara dan Hidan, menggantikan Konan yang biasanya menjitak otak mesum Yahiko.

***nyanyanyanyanyanyanyanya***

From: My lovely otouto

To: Ino sweet girl

Aku ingin bertemu!

Seorang gadis tersenyum membaca pesan tersebut dan langsung berlari ke sebuah ruangan yang penuh dengan tumpukan kertas-kertas.

"Shikamaru, Gaara-sama, dengar-dengar, My Lovely Otouto ingin bertemu~"

"Ck, mendokusai..."

"Menarik..."

"Aku benar-benar tidak sabar~"

***TBC***

Hai Gomen baru update, lagi sibuk di duta, tapi diusahakan tetep update walaupun lama,

Makasih semua buat yang udah fav follow dan review, dan maaf yah NaruFemsasunya agak kurang tuntutan cerita dan rate berganti, tapi gak ada lemon yah, hanya bahasa kasar dan adegan dewasa.