Disclaimare

Naruto Belong To Masashi Kishimoto

Warning

OOC, Typo, Campuran berbagai Anime, Genderbend, bahasa kasar

***mulai***

Dia musuh atau apa?

Pertanyaan itu terus terngiang-ngiang dalam kepala Sasuke.

Memang saat ini pelukannya menghangatkan Sasuke. Membungkam keinginan Sasuke untuk bunuh diri. Menghapus semua ketakutan Sasuke. Tangan besarnya yang mengusap kepala Sasuke, badannya yang hangat saat memeluk Sasuke, entah bagaimana membuat artis tersebut tak bisa berkutik.

Siapa dia?

Bukankah dia yang telah membunuh managernya Sakura? Bukankah dia yang telah membunuh Hinata? Bukankah dia yang telah membuat kekacauan di Sunagakure?

Otak jenius Sasuke berkata bahwa dia orang jahat! Pembunuh! Perampok! tidak punya hati! tidak berperasaan! dia bahkan telah membuat kakaknya menjadi pembunuh kekasihnya! Dia tak boleh didekati, dia harus dijauhi, dia harus dipenjara...dia...dia...

Dia bagi hati Sasuke adalah seseorang yang tak ingin dijauhi oleh gadis berambut hitam itu. Seseorang yang entah kenapa pernah dikenali dan hati Sasuke menolak pergi darinya.

dan Sasuke tak mengerti kenapa?

Hingga tiba-tiba dia melepaskan pelukannya. Sebersit pikiran kecewa langsung melintas dikepala Sasuke. Namun Sasuke tetap menunjukkan ekspresi datar. Hingga Sasuke tersadar matanya menajam melihat ke depan. Sasuke pun mengikuti arah pandangannya.

Sasuke menangkap seorang pria berambut putih, bola mata berwarna putih dan biru. Memakai jaket berkerah terangkat, dengan resleting hanya sedada. Sehingga terlihat tato berbentuk tanda kutib satu di bawah lehernya. Celana hitam bentuk pensilnya dihiasi rantai, ikat pinggang dan pedang.

Pria itu tersenyum namun entah mengapa Sasuke tak menyukainya. Di belakang pria itu ada Kakashi. Mata Sasuke terbelalak lebar, apa dia akan ditangkap? begitu pikir Sasuke. Entah mengapa Sasuke tak mau dia ditangkap Kakashi. Meskipun seharusnya Sasuke lega, karena akhirnya dia bisa ditangkap dan dipenjara. Tapi...

Tangannya memegang erat tangan Sasuke. Mata Sasuke kini beralih ke arahnya. Dia tersenyum. Sasuke masih memasang ekspresi datar.

"Aku pergi dulu, dan tetaplah ingat kata-kataku, yang boleh membunuhku hanya kau, dan yang boleh membunuhmu hanya aku, mengerti!" ucapnya dan melepas pegangan tangannya pada jemari Sasuke. Sekali lagi Sasuke harus merasakan perasaan kecewa, karena tak ingin ditinggalkan. Namun Sasuke tak mengerti kenapa ia punya perasaan seperti itu.

Lalu dia langsung berdiri, setelah mencium, memeluk dan duduk dengan Sasuke di dekat pagar pembatas hotel berlantai dua puluh. Dia tersenyum menyeringgai ke arah Kakashi dan pria tak dikenali oleh Sasuke.

"Boruto..." ucap si pria tak dikenal. Dia tersenyum lagi.

"Bukan, aku Naruto dan sampai jumpa lagi~" jawabnya dan posisinya langsung meloncat, berpindah ke atas pagar pembatas. Dengan wajah masih tersenyum dia menjatuhkan dirinya ke bawah hotel Sunagakure. Onyx Sasuke melebar, hendak menolong. Tangan Sasuke sudah tergapai, menggantung pada pagar, namun sudah terlambat.

Apa dia mati?

"Jangan menangis Sasu-chan, orang sepertinya tak akan mati, lihat kebawah, truk besar itu sudah menyambutnya..." mendengar itu, Sasuke menghapus setetes air mata yang sudah mengalir di pipi. Onyxnya memfokuskan pada truk besar dibawahnya. Dia memang terjatuh disana. Tapi jatuh dari ketinggian lantai dua puluh... apa masih selamat?

"Si brengsek itu akan selamat. Padahal aku sudah susah payah datang tapi dia... lihat truk itu langsung pergi meninggalkan hotel ini!"

Sasuke yang tadinya melihat ke bawah, langsung menoleh ke asal suara, yang sejak tadi mengomentari jatuhnya dia. Yang berkata tadi itu adalah pria berambut putih. Si rambut putih ini juga seakan-akan bisa tahu apa yang dipikirkan Sasuke. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan dalam hati Sasuke, langsung dijawab oleh pria itu. Siapa pria ini?

"Toneri itu namaku. Aku seven deathly sins. Dosa kerakusan, Beelzebub," ujar pria itu memperkenalkan diri dan sekali lagi perkataannya seperti menjawab pertanyaan Sasuke, yang diajukan di dalam hati.

Seven Deathly Sins? Sasuke tak menyangka Kakashi membawa Seven Deathly Sins ke tempat ini. Berbagai macam langsung muncul bertubi-tubi pada otak Sasuke. Tapi intinya bagaimana bisa ada Seven Deathly Sins disini?

"Aku tahu anda punya banyak pertanyaan Ojou-sama. Tapi lebih baik kita kembali dulu ke kamar anda, karena saya takut anda bisa sakit, terkena angin dari puncak hotel ini," ujar Kakashi seakan mengerti apa yang terpancar pada wajah Sasuke.

Sasuke mengangguk paham. Kakashi, Toneri dan Sasuke langsung pergi dari atap hotel, kembali ke kamar Sasuke. Sebelumnya Kakashi menyampirkan mantel pada bahu Sasuke supaya majikannya tidak kedinginan.

nyanyanyanyanyanya

Dua buah shinai saling beradu. Dua orang memakai Hakama biru yang dilapisi Do pada perut dan dada. Keigoki pada bahu dan lengan. Kote pada kedua tangan dan Men sebagai penutup kepala. Kedua orang itu adalah Deidara dan Itachi. Saat ini Deidara sedang berlatih kendo, melatih pertarungan jarak dekatnya bersama dengan Itachi.

Setelah kematian Sasori, Deidara bertekad untuk membalaskan dendam kematiannya. Namun sang Dancho malah melarangnya. Sang Dancho berkata, jika ingin membalas dendam, lebih baik Deidara berlatih pertarungan jarak dekat. Mengingat pertarungan melawan Ino sang dosa iri, Leviathan saja, Deidara sudah babak belur. Deidara mungkin pandai merakit senjata atau bom atau menggunakan basoka, tapi tidak dengan beladirinya. Jadi sang Dancho memerintahkan Itachi untuk melatih Deidara.

Namun sudah tiga jam berlatih, Deidara terus-terusan mendapatkan Men, Kote, Do, dan Tsuki dari Itachi. Apalagi Itachi menebas kepala, tangan, leher dan badan Deidara dengan serius. Keringat sudah mengalir deras di sekujur tubuh Deidara. Nyeri dibagian-bagian yang terkena Shinai benar-benar terasa menyakitkan. Namun Deidara tak berhenti, meskipun ia juga sempat jatuh berkali-kali, dan tak mendapatkan poin satupun, ia tidak menyerah. Ia benar-benar bertekad membunuh Lucifer apapun yang terjadi, karena Lucifer telah membuat partnernya terbunuh. Dan nyawa dibayar nyawa.

"Sudah cukup Dei, aku lelah dan lapar. Kita teruskan besok," ujar Itachi setelah membuat Deidara jatuh terduduk.

"Sekali lagi Itachi!"

"Tidak aku lapar. Lagipula sudah dua minggu berlalu dan kau sama sekali tidak ada perkembangan! Kalau bukan karena perintah Danchou aku malas melatihmu," tolak Itachi tegas dan dingin.

"Aku tahu itu, tapi aku tak akan menyerah sebelum aku berhasil memenggal kepala LUCIFER!"

Lucifer, sebetulnya nama ini membuat Itachi kaget dan gelisah. Dia tak pernah menyangka nama itu akan muncul lagi dan entah buruk atau baik ia sudah membunuh salah satu anggota Akatsuki. Itachi tahu pasti sekuat apa Sasori. Kalau di Akatsuki ada urutan peringkat maka Sasori ada di bawah Konan yang merupakan peringkat empat dalam Akatsuki. Tapi Sasori dengan mudahnya terbunuh oleh Lucifer, membuat Itachi jadi bertanya-tanya sekuat apa Lucifer itu?

Yang Itachi tahu Lucifer adalah salah satu dari Seven Deathly Sins, dosa keangkuhan dan Lucifer ini adalah adiknya...

Ya adiknya yang telah tiada. Tapi tak mungkin adiknya hidup kembali. Lalu siapa Lucifer ini?

Itachi ingin bertanya pada Hokage, namun sepertinya ia sedang tidak bisa memberikan informasi ini, pada Hokage. Pertama karena sekarang yang mengawasinya adalah si Kembar Zetsu. Entah kenapa jika yang menjaga si kembar Zetsu, Itachi tidak bisa berkutik. Kedua Deidara terus menerus memintanya berlatih. Jadi ia tak sempat memberikan informasi penting ini pada Hokage. Ia cuma bisa menunggu waktu yang tepat untuk membocorkan informasi ini pada Hokage.

"Kalau begitu berlatihlah mengayun pedang sampai seribu kali, aku mau makan dulu!" perintah Itachi yang sudah jengah dengan kelakuan Deidara.

"Apa?! kenapa kau tega seka..."

"Kau itu terlalu banyak celah, jika ini pedang yang sebenarnya, lehermu bisa berlubang. Maka jika kau ingin jadi kuat turuti kata-kataku!" ancam Itachi dengan pedang kayu menodong leher Deidara yang tertutup Men. Keringat dingin mengucur di dari pelipis Deidara. Itachi memang sama sadisnya dengan Danchounya. Jadi Deidara hanya mengangguk cepat. Sementara itu Itachi langsung pergi mencari makan.

nyanyanyanyanyanya

"Bagaimana keaadaan Naruto, Orochimaru?" tanya Yahiko pada Orochimaru setelah selesai mengobati Naruto yang langsung dibawa rumah sakit Konoha setelah dari Hotel Sunagakure. Tepatnya di ruang bawah tanah.

Yahiko membawa Naruto ke Konoha, karena Orochimaru dan asistennya Kabuto bekerja di Konoha. Sebenarnya lebih baik rumah sakit Sunagakure, tapi di sana ada Toneri, Shikamaru dan Ino. Tiga orang Seven Deathly Sins. Konoha juga tempat yang buruk sih, karena ada Hokage.

Tapi setidaknya rumah sakit Konoha adalah wilayah netral, karena disini pemimpinnya adalah Orochimaru. Bisa dibilang Orochimaru itu tidak memihak pada Naruto ataupun Hokage.

Meskipun Naruto harus diperiksa keesokan harinya setelah jatuh dari lantai dua puluh. Namun Yahiko tidak punya pilihan lain. Ia harus cepat menyelamatkan Naruto yang melakukan kenekatan. Disisi lain Naruto sedang dikejar oleh Seven Deathly Sins dan Hokage. Belum lagi kasus Lucifer yang membunuh Sasori. Yahiko benar-benar pusing. Tambah pusing lagi karena Naruto ngotot tinggal di hotel yang sama dengan Uchiha Sasuke.

Setelah kejadian kematian Sasori, Naruto tidak mau kembali ke markas. Ia memilih tinggal di hotel yang sama dengan Uchiha Sasuke. Ia bilang harus mengawasi gadis itu. Yahiko tidak mengerti jalan pikiran Naruto. Sudah tahu Sasuke itu musuh dan gadis itu bersama Kakashi. Lihat sekarang Naruto sengaja jatuh supaya tidak tertangkap Beelzebub alias Toneri. Memang mengasuh bocah keras kepala butuh tenaga ekstra.

"Patah tulang pada bahu dan kaki. butuh istirahat sebulan penuh. Aku tak mengerti kenapa Naruto tidak melawan saja? jadi tak perlu menjatuhkan diri sendiri bukan?" tanya Orochimaru heran setelah mendengar cerita dari Yahiko.

"Kau sudah lupa atau pura-pura lupa? Seven deathly sins yang sekarang berbeda dengan yang dulu, karena ulah dirimu. Menurut Konan Seven Deathly Sins yang sekarang menggunakan Celebre buatanmu, sejak awal mereka sudah menjadi prodigy kalau ditambah celebre entah jadi apa mereka! belum lagi Lucifer yang bangkit lagi, membuatku tambah pusing saja."

"Ah, iya aku lupa." Segitiga siku-siku langsung mampir di kening Yahiko mendengar jawaban dari Orochimaru.

"Maklumlah, yang memakai celebre ada banyak, bukan hanya Seven Deathly Sins saja. Kazekage, Mizukage dan para Jinchuriki memakainya," tambah Orochimaru.

'Ini gawat Mizukage dan Kazekage memakan celebre juga. Padahal Naruto sedang diberi tugas untuk membunuh Mizukage keempat,' ucap Yahiko dalam hati setelah mendengar pernyataan Orochimaru.

"Kenapa kalian tidak mencobanya saja?" tawar Orochimaru tiba-tiba.

"Tidak, Naruto tak akan setuju. Obat itu hanya akan memperpendek umur dan lagi bukankah itu alasannya kau dikeluarkan dari Akatsuki," tolak Yahiko.

"Iya juga sih. Tapi kalian akan kesulitan jika suatu hari harus melawan mereka."

Yahiko sebenarnya membenarkan kata-kata Orochimaru. Tapi Yahiko masih percaya Naruto masih bisa mengatasinya, karena ia percaya makanya kursi pimpinan Akatsuki ia serahkan pada Naruto.

TBC

jawaban review:

firdaus minato: ya gitulah makasih dah review

chy karin : yup bener banget

Hwang635 : yah karena kesibukan di duta, yup benar sekali yang bunuh sasori adalah sasuke, lucifer itu shusui dan sasuke. hokage? bukan hokage tapi kakashi yang gendong sasuke.

Realpush Neo: masih dilanjut cuman agak lama updatenya

yellow flash115: sudah dilanjut

Jasmine DaisynoYuki: iya itu sasuke dan shusui

Rain Sahashi: oke thanks~

Sepertinya banyak yang bingung siapa lucifer, di chap ini sudah terjawab kalo itachi bilang lucifer itu adiknya yang udah mati~ tapi gak mungkin yang udah mati bisa hidup lagi,

kalo yang tahu arti seven deathly sins itu adalah 7 dosa mematikan. salah satunya adalah lucifer. kalo baca chap spesial pasti tahu dong nama-nama anggota seven deathly sins~ yang Uchiha~

lalu kenapa Sasuke dichap terakhir kemarin sasuke kan mimpi buruk, dan ada adegan dimana sasuke melihat pria baby face berambut merah dan bermain-main dengan tali nah kalo baca itu mestinya bisa nebak dong apa yang terjadi selanjutnya~

catatan:

Men itu tebasan kepala, Kote tebasan tangan, Do tebasan badan dan Tsuki tebasan leher itu istilah-istilah yang ada di kendo

Celebre itu ngutib dari manga Gangsta, obat penguat gitulah~

oke segitu dulu see you