WHAT ABOUT OUR BABY / KYUMIN / GS / CHAPTER 3
Author : Amilia Marisca Kyumin Shipper
Cast : kyumin, dll
genre : family, romance
warning : maaf kalo pendek,banyak typo, judul tidak singkron dengan cerita, alur cerita bisa ketebak, dll. Maklum masih pemula.
-KYUMIN-
"Silahkan masuk" ujar Kyuhyun ramah.
Dokter Songpun tersenyum ramah, kemudian masuk ke dalam rumah itu. Duduk di salah satu sofa setelah dipersilahkan sang tuan rumah.
"Anak anda?" tanya sang dokter pada Kyuhyun yang tengah menggendong bayi.
Kyuhyun hanya mengangguk sekilas, kemudian beranjak menuju dapur, membuat dua cangkir teh hangat, kemudian membawanya ke ruang tamu.
"Maaf, ahjumma yang biasa membantu disini tengah libur" ujar Kyuhyun sungkan.
"Gwenchana" ujar dokter Song ramah.
Wanita cantik itu mengambil cangkir teh itu, kemudian menyesapnya pelan. Setelah itu kembali meletakkannya di atas meja.
"Perjalanan kemari membuat saya sedikit haus" ucap sang dokter.
"Ah, dimana istri anda? Apa saya boleh melihatnya?" tambahnya.
"Tentu" jawab Kyuhyun.
Iapun berdiri, dan berjalan menuju kamarnya. Diikuti sang dokter yang mengekor di belakangnya.
Kyuhyun membuka pelan pintu kamarnya, sangat pelan. Dan di dalam kamar itu, terlihat seorang yeoja yang tengah duduk di atas ranjang, memandang kosong kearah sebuah boneka beruang besar berwarna coklat yang terduduk di hadapannya.
Dokter Songpun yang mengintip dari balik pintupun menghela nafasnya berat, merasa prihatin dan kasihan.
"Boleh saya masuk?" tanya sang dokter dengan berbisik.
Walaupun sebenarnya Kyuhyun enggan untuk menyetujuinya, tapi akhirnya ia mengangguk juga. Ia tahu jika dokter di sampingnya ini akan melakukan yang terbaik untuk membuat istrinya sembuh.
Sang dokterpun perlahan masuk ke dalam kamar itu, berjalan pelan kearah ranjang, dan duduk di samping Sungmin.
Kyuhyun hanya mampu mengintip dari balik pintu. Namun, karena merasa kasihan pada Minhyun yang masih ia gendong itu, Kyuhyunpun memutuskan untuk beranjak ke ruang tengah saja, mengajak Minhyun bermain tentu saja.
"Sungmin-ssi?" sapa dokter Song.
Sungmin tidak bergeming. Ia hanya diam saja, pandangannya lurus kearah kedua bola mata boneka besar itu.
"Ah, Sungmin-ssi pasti belum mengenalku. Perkenalkan, namaku Song Qian, tapi suamimu memanggilku dokter Song" ujar sang dokter berusaha menarik perhatian Sungmin.
Tapi tetap saja, ia hanya mendapatkan hasil yang sama. Tak ada respon sama sekali dari sang pasien yang baru ia temui.
"Oh, ya. Siapa namanya? Sungmin-ssi pasti menyayanginya, eoh?" tanya dokter Song seraya mengelus-elus boneka besar itu.
"Eunbin"
Dan Sungminpun akhirnya menjawabnya, membuat dokter Song tersenyum senang.
"Wah, nama yang bagus sekali! Eunbin itu pasti sangat istimewa, ne?" ujar dokter itu memancing agar Sungmin mau berbicara dengannya.
Sungmin segera memeluk erat boneka beruang itu. Sedetik kemudian, yeoja manis itu menangis begitu pilu.
"Eunbinnie milik umma! Eunbinnie hanya milik umma!" teriak Sungmin disela isakannya.
Dokter Song terlihat sedikit tersenyum, setidaknya Sungmin masih memiliki emosi, tidak mati rasa seperti apa yang ia pikirkan.
"Memangnya Eunbinnie mau pergi kemana? Eunbinnie kan masih tetap disini" ujar dokter Song seraya mengelus punggung Sungmin yang tengah bergetar hebat.
"Mereka bilang Eunbinnie pergi! Tapi dokter percaya kan kalau Eunbinnie masih disini?" ujar Sungmin.
"Tentu. Memangnya ada alasan untukku tidak mempercayai Sungmin-ssi, eoh?" ujar dokter itu, kemudian memeluk Sungmin lembut.
Diusapnya lelehan air mata yang menggenang di pipi halus nan lembut itu dengan jemari lentiknya. Kemudian menyisir rambut Sungmin yang sedikit berantakan menggunakan jemarinya.
"Bukankah sekarang kita teman? Jadi, aku harus mempercayaimu" tambahnya lembut.
Sungminpun menyandarkan kepalanya nyaman pada dada dokter itu, dan tak lama setelah itu Sungminpun tertidur.
Dibaringkannya Sungmin dengan hati-hati di ranjangnya, kemudian mengecup pelan dahi Sungmin, dan setelah itu dokter cantik itu keluar dari kamar itu. Tak lupa ia juga kembali menutup pintunya dengan sangat pelan.
"Sudah?" tanya Kyuhyun saat dokter itu berjalan mendekatinya.
"Ne, Sungmin-ssi bahkan sekarang sudah tidur" jawabnya.
Setelah duduk, dokter Songpun meraih sebuah mainan milik Minhyun, memutar-mutarnya sekilas. Ia jadi ingat akan anaknya, membuatnya sedikit tersenyum.
"Boleh saya tanya sesuatu, Kyuhyun-ssi?" tanya dokter Song.
"Eoh, tanyakan saja" ujar Kyuhyun.
"Eum, begini. Maaf jika saya lancang menanyakan hal seperti ini, tapi ini membuat saya penasaran" ujar dokter Song berbasa-basi.
Kyuhyun hanya mendengarkan saja, tak berniat menyela.
"Sebenarnya, apa alasan Sungmin-ssi bisa jadi begini? Apakah memang dari lahir atau ada penyebabnya?" tanya dokter Song sedikit tak enak hati.
Kyuhyun hanya mampu diam saja, tak mau menjawab pertanyaan sang dokter yang menurutnya privasi itu.
Karena tak mendapatkan jawaban, dokter Songpun kembali bertanya, "Boleh saya tahu siapa itu Eunbin?" tanya sang dokter.
Kyuhyun terlihat sedikit berjengit kala mendengar nama itu, "Darimana dokter tahu?" tanya balik Kyuhyun.
"Eum, begini. Jadi dari tadi Sungmin-ssi menyebut nama Eunbin" jawab sang dokter.
"Hanya itu?"
Dokter Songpun menganggukkan kepalanya, membuat Kyuhyun sedikit menghembuskan nafas lega, setidaknya dokter Song tak mengetahui lebih.
"Maaf, saya tak bisa bercerita" ujar Kyuhyun.
"Gwenchana, saya tahu memang bukan hak saya mengetahuinya" ujarnya sungkan.
"Ah, kalau begitu saya pamit dahulu. Saya khawatir kalau anak saya sudah bangun dan mencari saya" tambah dokter Song seraya berdiri.
Kyuhyun terlihat sedikit kecewa karena dua hal. Yang pertama karena dokter cantik itu sudah akan pulang. Dan yang kedua karena fakta jika sang dokter sudah memiliki anak, yang dapat disimpulkan jika ia sudah menikah.
Kyuhyunpun ikut berdiri dan sedikit senyum kecut terlukis di wajahnya.
"Kalau begitu, saya antar keluar" ujarnya.
"Terima kasih" balas sang dokter.
"Tidak, seharusnya saya yang harus berterima kasih karena anda sudah meluangkan waktu untuk kemari" ujar Kyuhyun.
-KYUMIN-
"Minnie, waktunya makan siang!" seru Kyuhyun dari arah pintu kamar yang sudah ia buka sebelumnya.
Sungminpun menoleh dan tersenyum kala mendapati Kyuhyunlah yang berjalan mendekatinya.
"Lihat, tadi aku memesan sup labu kesukaanmu" ujar Kyuhyun seraya duduk diatas kasur.
Sungmin sedikit kegirangan saat melihat makanan kesukaannya berada di mangkuk yang Kyuhyun pegang.
"Aaaaa"
Seperti menyuapi anak kecil, Kyuhyun juga melakukan hal yang sama. Sedangkan Sungmin terlihat makan dengan sangat lahap.
Dari arah pintu terlihat sesosok bayi gemuk yang tengah menyebulkan kepalanya kearah kamar, seperti seorang yang tengah mengintip.
Bayi itu sedikit iri dengan namja yang bisa berinteraksi dengan yeoja yang berstatus ibunya itu. Dia juga ingin berada di posisi sang namja, begitu dekat dengan ibunya, dan bahkan membuat ibunya tersenyum.
"Maa..." lirihnya pelan.
Kemudian bayi bernama Minhyun itu berjalan dengan langkah tertatih-tatih kearah kamarnya. Disana, iapun mengambil sebuah figura foto yang sengaja diletakkan oleh appanya.
Diciumnya foto seorang wanita cantik nan manis yang tengah mengangkat seorang namja kecil di bahunya.
Terlihat tawa yang terlukis di wajah keduanya, menggambarkan betapa bahagianya mereka.
Minhyunpun menatap sayang pada sang wanita, dan mengelus-elus foto itu dengan pelan.
"Maa..." gumamnya pelan seraya memeluk figura itu, membayangkan jika ia tengah memeluk sang wanita.
"Minhyunnie! Baby dimana, sayang!" teriakan dari sang ayah membuat Minhyun tersadar dan segera meletakkan kembali figura itu ke tempatnya.
Minhyun kemudian berjalan kearah dimana sang ayah mencarinya, "PAPAA!" lengkingnya.
Kyuhyun yang mendengarnyapun segera beranjak menuju asal suara.
"Aigoo, anak appa kemana saja, heum?" ujarnya setelah berhasil menemukan Minhyun dan menggendongnya.
Dikecupnya wajah bulat itu secara bertubi-tubi dengan gemasnya, membuat sang bayi terkikik pelan.
"Sekarang kita makan siang, eoh?" ujarnya seraya membawa Minhyun ke arah dapur.
TING TONG~
TING TONG~
Suara bel dari arah pintupun terdengar, membuat Kyuhyun memilih untuk membuka pintu terlebih dahulu.
"Ada tamu, baby" ujarnya pelan yang ditatap bingung oleh sang bayi.
Cklek~
"MINHYUNNIE!" seru sang tamu saat mendapati sang bayi berada tepat di depannya.
Segera saja wanita paruh baya itu mengambil alih Minhyun dari lengan ayahnya.
"Silahkan masuk umma, appa" ujar Kyuhyun mempersilahkan sang tamu masuk.
Kedua mertuanya datang berkunjung, memang sudah bukan hal baru lagi karena mereka memang sering berkunjung. Orang tuanya biasanya juga sering datang.
"Dimana Minnie?" tanya Kangin, sang ayah mertua.
"Di kamarnya" jawab Khyuhyun.
Kanginpun langsung saja melesat ke kamar puterinya itu setelah tahu dimana Sungmin berada.
"Minhyun sudah makan, Kyu?" tanya sang ibu mertua, Leeteuk.
"Belum umma" jawab Kyuhyun.
Dan seperti apa yang Kangin lakukan, Leeteukpun segera beranjak menuju dapur.
Kyuhyun yang ditinggal sendiripun hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Kemudian, namja berkulit putih itupun mengikuti ibu mertuanya, kearah dapur, karena ia juga belum makan dan lapar.
"Ahjumma tidak masuk hari ini, Kyu?" tanya Leeteuk.
Wanita itu meletakkan Minhyun di tempat duduk bayinya, kemudian beranjak membuatkan bubur untuk Minhyun.
"Tidak, umma" jawab Kyuhyun.
"Lalu, kau dan Minnie makan apa? Kau yang memasak?" tanya Leeteuk khawatir.
Tentu saja Leeteuk khawatir. Menantunya itu tidak bisa memasak, dan puterinya juga belum bisa melayaninya layaknya seorang istri. Yang Leeteuk tahu, Kyuhyun hanya bisa memasak makanan Minhyun saja.
"Aniyo, umma. Aku tadi memesan makanan di luar" jawab Kyuhyun.
Kyuhyunpun beranjak mengambil makanan yang ia pesan tadi dari dalam kulkas, kemudian menghangatkannya.
"Sayur, umma?" tunjuk Kyuhyun pada sawi putih yang diiris-iris Leeteuk dengan pisau itu.
"Heum, Minhyun dalam masa pertumbuhan. Jadi umma menambahkan sayur" ujar Leeteuk seraya memasukkan irisan kecil sawi itu ke dalam panci kecil dimana Leeteuk memasak buburnya.
Kyuhyun hanya menatap jijik pada bubur milik Minhyun. Bukan menjadi rahasia lagi jika ayah Minhyun itu tak menyukai sayuran. Menurutnya, sayuran itu pahit.
"Minnie makan apa?" tanya Leeteuk.
"Sup labu, umma"
"Itu makanan kesukaan Minnie. Dia pasti sangat senang, eoh?"
"Eum, seperti itulah"
Setelah makan siang, Leeteukpun membuatkan susu untuk cucunya, kemudian menidurkan Minhyun.
.
.
-KYUMIN-
.
.
"Hhh, sudah menikah rupanya. Aku jadi seperti orang paling bodoh saja" gumam Kyuhyun.
Dibayangkannya sosok dokter kejiwaan yang baru dikenalnya itu. Yah, ia sadar jika ia hanyalah laki-laki normal. Dokter Song cantik, baik, lembut. Tak dapat dipungkiri Kyuhyun memang sedikit tertarik dengannya. Namun kenyataan yang baru didengarnya tadi membuatnya harus mengubur rasa ketertarikannya dalam dalam.
"Maafkan Appa, Minhyun-ah" ujar Kyuhyun pelan pada sang anak yang tengah mengejar mobil-mobilan miliknya yang tengah berjalan sendiri itu.
Ia memang suami yang buruk, ayah yang buruk. Tak seharusnya ia melabuhkan hatinya untuk wanita lain hanya karena masalah yang bukan salahnya atau salah sang istri itu. Tidak ada yang bisa disalahkan memang, bahkan tak ada yang salah sebenarnya. Mungkin ini hanya ujian yang diberikan oleh Tuhan agar rumah tangganya semakin kuat dan kokoh.
Ya, Kyuhyun tak boleh melakukannya, mencari wanita lain bukan solusi yang baik, walau Minhyun sebagai alasannya. Ia yakin jika Minhyun juga tak akan menerima wanita lain selain ibunya, ibu kandungnya, Sungmin, istrinya.
Minhyun berjalan kearah Kyuhyun seraya menenteng sebuah mobil mainan yang tadi ia kejar itu.
"Waeyo, baby?" tanya Kyuhyun lembut.
Minhyun memberikan mobil mainan itu pada ayahnya, "Bum! Bum! Bum!" ujarnya semangat.
Kyuhyunpun memutar bagian bawah mobil mainan itu, kemudian mendaratkannya di lantai.
Dan Minhyunpun kembali merangkak cepat mengejar mobil itu. Ia tidak berlari karena kemampuan berjalannya bahkan masih pas-pasan, ia pikir merangkak akan lebih cepat.
Kyuhyun menatap menyesal pada puteranya itu, ia berjanji akan menjaga keluarganya dengan baik. Menjadi kepala keluarga yang baik, suami dan ayah yang baik pula.
"Kaja, kita tidur sayang" ujar Kyuhyun.
Minhyun tidak merespon, pandangannya tertuju pada mobil merah yang tengah bergerak itu.
"Minhyunnie!" panggil Kyuhyun.
Minhyunpun berhenti, kemudian berbalik dan berdiri, berjalan dengan pelan kearah ayahnya. Ia bahkan sudah melupakan mobil merahnya.
"Good baby!" seru Kyuhyun seraya menggendong Minhyun ke arah kamar Minhyun. Tak lupa kecupan-kecupan mendarat di wajah bulat milik Minhyun.
-KYUMIN-
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan, Minnie? Kurasa udara pagi hari tak ada buruknya" ujar Kyuhyun.
Sungmin hanya diam saja, tak merespon sama sekali. Ia masih sibuk bergelung di rengkuhan hangat Kyuhyun.
"Kuanggap jawabannya iya. Kaja, kita bersiap-siap" ujar Kyuhyun sambil berusaha duduk.
Sungmin yang merasa terganggupun hanya mengerutkan keningnya sejenak, melepas pelukannya, dan ikut duduk.
Kyuhyun mengelus wajah halus milik sang istri yang menatapnya intens. Menyingkirkan poni yang menutupi dahi indah istrinya. Tak lupa, ia merapikan rambut Sungmin yang berantakan menggunakan jari-jarinya.
Kyuhyun sadar benar jika ia sudah benar-benar jatuh ke dalam pesona yeoja dihadapannya ini. Ia bahkan tak habis pikir setan apa yang membuatnya sedikit menoleh kemarin. Wanita dihadapannya ini sudah sangat sempurna di mata Kyuhyun. Ia yakin jika Sungmin bisa kembali. Ya, kembali seperti dulu, saat mereka tengah merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Bersama putera mereka, Cho Minhyun.
Kyuhyun segera mengangkat Sungmin dan menggendongnya ala bridal style ke arah kamar mandi, mandi bersama tentu saja.
Kini Kyuhyun tengah menggandeng Sungmin yang terlihat jelas bersembunyi di balik tubuhnya yang tentu lebih besar dan tinggi darinya. Berjalan-jalan seperti apa kata Kyuhyun tadi.
Kyuhyun tahu jika orang-orang pasti tengah menatapnya, mulai bergosip satu sama lain, membicarakannya.
"Jangan di belakangku, di sampingku saja, Minnie. Aku pasti akan melindungimu" ujar Kyuhyun.
Sungminpun menurut, ia kini berjalan di samping Kyuhyun. Tapi, kini Sungmin merangkul erat lengan kanan Kyuhyun dari samping.
Kyuhyun tersenyum, setidaknya Sungmin mau mendengarkan ucapannya. Walau ia tidak menjawab melalui bibirnya, namun gerakan tubuhnya yang menurut itu membuat Kyuhyun lega.
Ah, Minhyun yang belum bangun itu ditinggal di rumah, tidak sendiri tentu saja. Ada ahjumma yang biasa membantu pekerjaan rumah tangga, jadi Kyuhyun tidak mengajak Minhyun serta. Kyuhyun belum berani mempertemukan Sungmin dan Minhyun pada satu tempat, ia hanya belum percaya jika Sungmin tidak akan menyakiti Minhyun, melalui ucapan atau tindakan.
Kyuhyun mengajak Sungmin ke taman dekat rumah mereka. Disana sudah banyak keluarga yang juga tengah menikmati pagi hari mereka.
Tubuh Sungmin tiba-tiba saja menegang, dan Kyuhyun dapat merasakannya dengan jelas.
Kyuhyun segera merangkul tubuh Sungmin, membawanya ke dalam pelukannya. Kyuhyun sengaja tidak membiarkan Sungmin menatap kearah taman, lebih tepatnya menatap kearah anak-anak yang tengah berlarian itu.
"Maaf, aku membawamu kemari" gumam Kyuhyun di telinga Sungmin.
Tubuh Sungmin bergetar, tak lama isakan mulai terdengar di telinga Kyuhyun. Kyuhyun merutuki dirinya sendiri karena mengajak Sungmin ke tempat yang dipenuhi anak-anak. Tak seharusnya ia melakukannya.
"Eunbin, Kyu... itu ada Eunbin..." ujar Sungmin dalam isakannya.
"Ne, itu Binnie. Dia sedang bermain. Kita biarkan saja, eoh?" ujar Kyuhyun mencoba membuat Sungmin tenang kembali.
"Tidak! Jangan biarkan dia berada disana Kyu! Binnie pasti takut! Kita harus membawanya pulang!" ujar Sungmin seraya mencoba melepas pelukan Kyuhyun.
Tidak, Kyuhyun tidak akan membiarkan istrinya berlari, dan menerjang anak yang bahkan tidak mereka kenal itu. Ia tak ingin Sungmin mengamuk. Ia semakin mengeratkan pelukannya.
"Minnie, biarkan Binnie bermain, ne? Bahkan dia terlihat senang" ujar Kyuhyun berusaha untuk tidak terbawa emosi.
"Tapi, bagaimana kalau Binnie disakiti orang-orang itu? Dia pasti ketakutan" ujar Sungmin yang kini mulai tenang, namun masih sedikit terisak.
"Mereka tidak akan menyakiti Binnie, heum? Kalau mereka berani menyakiti Binnie, aku tak akan membiarkannya" ujar Kyuhyun.
Sungminpun mendongak, menatap kearah kedua bola mata suaminya. Lelehan bekas air mata masih basah di pipi Sungmin.
"Jinja?" tanya Sungmin.
Kyuhyunpun mengangguk pasti, kemudian segera mengecup kedua mata Sungmin yang basah itu.
"Sekarang, kita pulang" ujar Kyuhyun.
Ia tak mau lama-lama berada disini, Sungmin pasti akan semakin tertekan, dan ia tak menginginkan hal tersebut terjadi.
Kyuhyun segera menuntun Sungmin kembali ke rumah mereka, berusaha mengalihkan perhatian Sungmin agar tidak berbalik menatap kearah belakang.
Sampai di depan rumah mereka, Kyuhyun segera menggendong Sungmin kearah dapur, mendudukkannya di salah satu kursi.
"Kita sarapan dulu, eoh?" ujar Kyuhyun semangat.
Sedangkan Minhyun digendong oleh ahjumma, menatap kegiatan mesra suami istri yang merupakan orang tuanya itu dari luar. Di dapur yang merangkap ruang makan itu terdapat jendela besar yang menghubungkan dengan halaman belakang, dan kebetulan korden jendela itu sudah dibuka karena sudah pagi.
Minhyun tengah disuapi oleh ahjumma di halaman belakang. Ahjumma tahu jika majikannya sudah pulang dan sarapan di dapur, jadi ahjumma menyuapi Minhyun di halaman belakang, tak mau mengambil resiko.
"Hyunnie, lihat! Ada kupu-kupu!" seru sang ahjumma mencoba mengalihkan perhatian bayi yang tengah digendongnya.
Ia tak pernah akan menyalahkan Minhyun. Ahjumma tahu jika Minhyun ingin, sangat ingin berada diantara kedua orang tuanya. Sang umma yang akan menyuapinya, sang appa yang mengganggunya makan dengan mencubit-cubit pipinya, dan ia sendiri yang akan terlihat marah dan mengadukan pada sang umma. Sederhana memang, namun ahjumma yakin Minhyun menginginkannya, mendapat perhatian lebih dari ibu yang sudah melahirkannya.
"Kupu-kupu! Kupu-kupu! Kupu-kupu!" ujar ahjumma seraya menunjuk-nunjuk pada kupu-kupu yang tengah berterbangan dengan bebasnya.
Minhyunpun akhirnya ikut menolehkan kepalanya kearah yang ditunjuk sang ahjumma. Pelan namun pasti, ahjumma sedikit demi sedikit berjalan menjauh, sampai kedua majikannya tak terlihat lagi.
"Wah, disini ternyata ada banyak kupu-kupu!" ujar ahjumma semangat.
"UPU! UPU!" seru Minhyun tak kalah semangatnya, menirukan kata-kata wanita yang menggendongnya.
-KYUMIN-
TBC?/END?
Mian updatenya lamaaaaa+pendek+ngebosenin... #bungkuk2
Sebenernya, lia nggak tega juga sama Minhyun. :'(
Mungkin ff ini chapnya dikit aja, dan cepet tamat, biar enggak lama-lama kesiksanya.
So~
makasih sama yang udah RnR!
n jangan lupa RnRnya!
