terimakasih atas yang sudah review atas fic ku yang jelek ini.

.

Disclamer

Naruto dan fairy Tail bukan punya saya. Saya hanya meminjam karakternya.

Naruto & Fairy Tail: God Slayer

Genere T & M

Pairing: Naruto X Erza

Warning: abal, Gaje, OOC, OC, Typo

.

Chapter 11

.

"dan sebenarnya aku mencintai dirimu" guman gray dengan pelan.

.

.

.

TRANK!TRANK!TRANK!

Terlihat sebuah pertarungan pedang antara perempuan berambut merah yang kita kenal sebagai erza dengan perempuan berambut ungu yang kita kenal sebagai yugao. Keduanya terus mengayunkan pedang yang mereka anggap musuh.

"akhirnya kita bertemu juga titania erza" ucap yugao yang tetap memasang kuda-kudnya

"aku tidak percaya kalau pendekar pedang masuk guild kegelapan" balas erza yang juga memasang kuda-kudanya.

"baiklah erza kita selesaikan disini" ucap yugao, yang kemudian maju langsung menerjang erza. Keudanya terus beradu pedang. yugao tidak memberi kesempatan erza untuk mengganti armornya.

"sial gerakannya tidak bisa terbaca" batin erza yang terus menangkis ayunan [edang dari yugao. Yugao terus menyerang erza dengan pedangnya tanpa henti dengan gerakan mengacak. Saat yugao mengayunkan pedangnya secara horizontal kearah erza, erza berhasil menghindar dan menendang yugao hingga yugao terpental beberapa meter. Erza melihat kesempatan bagus langsung mengganti armornya.

"Senso no megami doresu [baju dewi perang]" tubuh erza bersinar terang, saat sinarnya menghilang menampilkan sosok erza yang sudah berganti pakaian dengan pakaian berwarna putih dengan empat pasang sayap, rambut merahnya menutupi mata kanannya, dan menggemgam dua pedang di tangan kiri dan kanan.

Yugao yang tadi terpental dan jatuh mulai bangkit, dan memasang kuda-kuda. Saat yuago memasang kuda-kuda tercipta lingkaran sihir berwarna ungu seperti warna rambutnya di depan yugao. Lingkaran sihir didepan yugao langsung mengelilingi pedang yugao.

"Kaze no ken [pedang angin]" pedang yugao sekarang terselimuti oleh angin di sekitarnya yang membuat pedang yang di gemgam oleh yugao semakin tajam. Yugao langsung berlari dan menerjang erza.

Erza yang melihat yugao berlari kearahnya tidak mau tinggal diam, dan ikut berlari, yang akhirnya mereka beradu pedang lagi.

TRANK!TRANK!TRANK!

Suara pedang yugao dan erza terus beradu sampai membuktikan siapa yang menang. Yugao yang mulai kesal karna serangannya tidak ada yang berhasil melukai erza, akhirnya mundur beberapa meter.

"kaze no ryu [naga angin]" yugao mengucap dengan menggerakan pedangnya juga seperti menebas. Saat pedang yugao menebas tercipta sosok naga angin yang langsung menyerang erza.

Dengan mudah naga angin ciptaan yugao di hindari oleh erza dengan terbang ke atas menggunakan sayapnya. Erza segera membuat sebuah sihir. Tercipta lingkaran sihir berwarna ,erah didepan erza.

"Sen ken no megami [seribu pedang dewi]" dari lingkaran sihir erza keluar pedang-pedang yang sama seperti yang erza pegang dan menfarah yugao. Yugao melihat pedang-pedang erza yang mengarah padanya dengan cepat memasang kuda-kudanya.

TRANK!TRANK!TRANK!TRANK!TRANK!TRANK!

Suara pedang beradu terus menggema, yugao terus menahan pedang-pedang milik erza yang mengarah padanya, da nada beberapa yang berhasil menggores tubunya. Hingga pedang terakhir yang menuju kearah yugao berhasil di tepis yugao. Terlihat yugao yang kehabisan nafas.

"hah….hah…..hah…" yugao mengatur nafasnya. Setelah yugao selesai mengambil nafasnya. Yugao langsung memasang kuda-kuda. Tercipta lingkaran sihir berwarna ungu yang persis seperti warna rambutnya. Lingkaran sihir yugao langsung mengitari pedangnya.

"Ikazuchino tsurugi [pedang petir]" pedang yugaolangsung terselimuti oleh petir berwarna kuning disekitar pedangnya. Erza yang melihat pedang yugao terselimuti oleh petir langsung mengganti armornya.

"Kamimari megami doresu [baju dewi petir]" tubuh erza langsung terselimuti oelh cahaya saat cahaya itu menghilang menampilkan sosok erza yang sudah berganti pakaian. Pakaian erza sekarang berwarna kuning, dan membawa tombak yang ujungnya terselimuti oleh petir.

"baju anti petir ya" guman yugao kemudian maju menerjang erza. Erza juga ikut maju dan menerjang kea rah yugao.

TRANK!TRANK!TRANK!

Pedang yugao yang terselimuti oleh petir terus beradu dengan tombak erza yang ujungnya terselimuti oleh petir. Diantara mereka tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.

Yugao mengayunkan pedangnya secara vertical. Tapi dapat di tahan oleh ujung tombak erza. Lalu erza mengyunkan bawah tombaknya (A/N: maksudnya besi yang panjang, yang buat pegangan erza) erza mengayunkan yang bawah karna ujung tombaknya masih beradu dengan pedang yugao. Yugao yang melihat serangan milik erza langsung mundur beberapa meter.

Erza yang melihat yugao mudur langsung menerjang yugao lagi, dan kembali tombak milik erza beradu dengan pedang milik yugao yang terselimuti oleh petir. Yugao yang tidak berhasil menyerang balik erza langsung mundur lagi beberapa meter. Setelah mendarat dengan mulusnya Yugao memasang kuda-kuda bertarung.

"Kama raitoningu [sabit petir]" yugao mengucap dengan mengayunkan pedangnya. Tiga sabit petir terccipta dari ayunan pedang yugao. Tiga sabit petir yang diciptakan oleh yugao mengarah kea rah erza.

Erza yang melihat tiga sabit petir mengarah padanya dengan cepat menghindri sabit-sabit petir ciptaan yugao. Dengan cara berlari berlompat zigzag. Dari arah kanan ke kiri, dan ke kanan lagi. Erza menyodorkan tombaknya kedepan. Listrik-listrik pada berkempul di ujung tombak erza.

"Boru raitoningu [bola petir]" setelah erza mengucapkan kata-kata itu. Tercipta bola petir berwarna kuning, dengan ukuran sebesar bola sepak. Bola petir yang di ciptakan oleh erza dengan cepat mengarah kearah yugao.

Yugao yang melihat bola petir ciptaan erza sedang menuju kearahnya sefera menggambil kuda-kuda bertarung.

"Ikaz uchiryu [naga petir]" dengan ucapan barusan yang di dibarengkan dengan ayunan pedang yugao tercipta naga petir dari pedang yugao yang menghantam bola petir milik erza. Kedua sihir saling mendekat.

DUUUAAARRRR

Terjadi ledakan disekitar hutantempat dimana erza dan yugao bertarung. Banyak asap yang menghalangi pandangan mereka. Saat asap yang mengelilingi mereka hilag terlihat erza yang mencoba menyerang lewat atas yang sudah mengayunkan senjatanya.

Armor erza kini berubah lagi. Armor yang dipakai oleh erza berwara hitam dengan pedang yang besar.

Yugao yang melihat serangan erza dari atas segera menahan serangan erza dengan pedangnya. Yang membuat dua-duanya terpental cukup jauh. Yugao memasang kuda-kuda lagi. Tercipta lingkaran sihir berwarna ungu yang sama persis seperti warna rambutnya yang mengelilingi pedangnya.

"Hinoken [pedang api]" pedang yugao yang dikelilingi oleh lingkaran sihirnya yugao sendiri langsung terselimuti oleh api yang membara dan menyala. Erza yang melihat itu segera mengganti armornya.

"Hi no megami no doresu [baju dewi api]" tubuh erza bersinar, perlahan sinar di tubuh erza lenyap dan menampilkan erza yang sudah berganti armor. Rambut erza di kepadang dua, memakai armor merah, dan pedang merah yang terselimuti oleh api.

"armor anti api ya" guman yugao yang melihat armor milik erza yang telah berganti menjadi armor dewi api. Yugao yang pedangnya sudah terselimuti oleh api segera berlari untuk menyerang erza.

TRANK!TRANK!TRANK!

Yugao mengayunkan pedangnya secara horizontal tapi dapat di tahan oleh erza dengan vertical. Lalu yugao mengayunkan pedangnya kembali secara vertical tapi dapat di tangkis oleh erza dengan horizontal. Dan mereka terus melakukan seperti itu.

Yugao yang sudah mulai kesal karna serangannya tidak ada yang mengenai erza, segera menyerang erza dengan membagi muta yang membuat erza kewalahan walaupun masih bisa di tahan dan di hindari.

Yugao yang masih beradu pedang dengan erza, segera mundur dengan salto kebelakang, dan mendarat dengan sempurna. Yugao yang baru menapak tanah segera berdiri dan memasang kuda-kuda bertarung.

"Hi no tori [burung api]" dengan ucapan yugao barusan yang di barengi dengan ayunan pedang apinya ke depan, tercpta sebuah burung api yang menuju kea rah erza. Erza yang melihat burung api yang mengarah padanya segera menghindarinya dengan melompat kea rah kanan.

"Hinotama [bola api]" erza mengayunkan pedangnya yang di barengi dengan ucapan barusan dari ayunan pedang erza tercipta bola api yang mengarah kea rah yugao. Yugao yang melihat bola api mengarah padanya segera menghindar dengan cara melompat kea rah kiri.

Yugao mendarat dengan sempurna di tanah. Yugao yang baru mendarat segera berlari dan menyerang erza dengan pedang api yang di gemgamnya.

Yugao mengayunkan pedangnya secara 90 derajat tapi dapat di hindari oleh erza dengan menunduk ke bawah, lalu erza yang menunduk ke bawah segera mengayunkan pedangnya secara 90 derajat. Tapi dapat dihindari oleh yugao dengan melompat ke udara.

Yugao yang masih di udara segera menayunkan kakinya ke wajah erza, tapi dapat dihindari oleh erza dengan melompat ke belakang. Yugao yang tadi di udara dan sekarang baru menapak di tanah dikejutkan dengan serangan erza yang tiba-tiba.

"AAKKGGHH"

Erza mengayunkan pedangnya secara 90 derajat dan tidak dapat dihindari oleh yugao yang akhirnya tertebas pedang erza yang terselimuti oleh api yang membuat yugao terjatuh ke tanah.

Yugao segera bangkit dari jatuhnya, dan tercipta lingkaran sihir berwarna ungu yang seperti rambut yugao yang mengelilingi pedangnya sendiri.

"aku tidak percaya harus mengeluarkan sihir andalan ku untuk melawan mu" ucap yugao.

"Murssakiiro no hikari saberu [pedang cahaya ungu]" pedang yugao yang dikelilingi oleh lingkaran sihirnya sendiri, berubah. Tadnya pedang yugao yang dikelilingi oleh lingkaran sihir sekarang terselimuti, oleh cahaya berwarna ungu.

"kau akan mati sekarang erza" ucap yugao dengan nada yang mencengkram. Erza yang merasakan tekanan sihir milik yugao yang meningkat tinggi, segera menggemgam pedangnya dengan erat.

Yugao langsung memasang kuda-kuda dan menerjang erza, dengan kecepatan yang sangat tinggi.

TRANK!TRANK!TRANK!

Erza terus menangkis semua seranggan dari yugao yang mengarah padanya. Gerakan yugao meningkat hingga 10 kali lipat dari yang tadi sehingga membuat erza sangat kewalahan.

"sial gerakannya meningkat jauh"guman erza yang masih menahan setiap serngan yugao yang mengarah padanya. Hingga pada saat erza lengah sedikit.

"AAAKKKKHH"

Tangan kanan erza terkena ayunan pedang yugao yang terselimuti oleh cahaya ungu. Erza yang terkena ayunan pedang yugao segera rubuh, tapi serangan yugao tidak sampai disitu, yugao terus menyerang erza hingga armor erza rusak.

"kau kalah scarlet" ucap yugao yang melihat erza terbaring di tanah dengan luka di mana-mana.

"a..ku ti…dak ak…..an ka…..lah" ucap erza dengan suara berat yang sedang berdiri dengan susah payah.

"masih bisa berdiri kau" ucap yugao dengan nada mengejek erza, tapi di hiraukan oleh erza.

"Megami doresu ya [baju dewi panah]" tubuh erza langsung bersinar, dan saat sinar yang mengelilingi tubuh erza menghilang menampilkan armor erza yang sudah berganti. Armor erza berwarna emas, dengan sepayang sayap, dan anak panah yang banyak di punggungnya, serta busur yang di gemgam di tangan kirinya. (A/N: armor erza seperti zirah saint saiya yang zirah emas sagitarius).

"apa kenapa dia bisa berbuah lagi" ucap yugao yang shok karna erza yang masih berganti armotr.

Erza segera mengambil satu anak panah dari punggungnya dan mencoba menembakan busurnya ke yugao.

"Sen kogane no ya [seribu panah emas]" erza menembakan satu panah emas, yang tiba-tiba berubah menjadi seribu panah emas yang mengarah ke yugao. Yugao langsung menyiapkan kuda-kuda.

TRANK!TRANK!TRANK!TRANK!TRANK!TRANK!

Semua panah emas milik erza yang mengarah pada yugao, segera di tahan oleh yugao sebisanya. Ada beberapa panah erza yang berhasil melukai tubuh yugao, karna panah erza yang begitu cepat mengarah pada yugao. Ternyata saat yugao tengah sibuk menahan semua panah emas erza. Erza telah meniapkan satu anak panah lagi yang mencoba mengarahkannya pada yugao. Saat yugao selesai dengan menahan semua panah emas milik erza yugao mengalingkan pandangannya pada erza.

"Kin no ya Fairy Tail [oanah emas fairy tail]" ucap erza dengan menembakan satu anak panah kea rah yugaoyang mengarah dengan cepat. Yugao yang baru berbalik arah dan menghadap ke erza.

JLLEEBBB

Panah emas yang di tembakan oleh erza sukses menembus perut yugao, yang mengakibatkan perut yugai yang berlubang dan mengcur darah yang sangat banyak. Yugao segera jatuh ke tanah karna serangan erza barusan.

"akhirnya selesai" ucap erza dengan tenang, dan kembali mengganti armornya dengan armor biasanya.

.

.

.

DUUAAARRRR

Ledakan besar terjadi, yang mengakibatkan banyak kumpulan asap yang mengelilingi hutan, tempat dua orang manusia dan satu orang roh. Saat asap menghilang menampilkan sosok perempuan berabut biru dengan jubah hitam yang memakai sebuah sayap yang terbuat dari kertas yang kita kenal sebagai Konan.

Dan satu perempuan lagi berabut pirang dengan kemeja putih yang di hiasi oleh warna biru denga rok biru yang di atas lutut, yang di ketahui bernama lucy. Lucy memanggil satu roh, yang memakai baju zirah ungu dengan tongkat hijau, yang diketahui bernama dark magician.

Ledakan besar tadi terjadi karna benturan sihir milik konan dan dark magician. Terlihat konan yang terbang dengan sayap kertasnya, dan dark magician yang melayang di atas udara.

Konan mengarahkan kedua tangannya kedepan, tercipta lingkaran sihir berwarna putih di depan konan.

"Kami ransu [tombak kertas]" tercipta tombak kertas yang keluar dari lingkaran sihir berwarna putih yang dimiliki oleh konan, dark magician yang melihat tombak kertas milik konan mengarah padanya, segera mekakukan sihir.

"Yami no tate [perisai kegelapan]" tercipta sebuah perisai berwarna hitam, dengan bentuk bulat di depan dark magician yang melindungi dark magician dari tombak kertas milik konan yang mengarah padanya.

DUUUAAARR

Ledakan terjadi lagi, karna sihir milik konan yang bertubrukan dengan sihir mlik dark magician. Dark magician segera membuat sebuah sihir untuk menyerang balik konan. Dark magician memutarkan tongkatnya. Tercipta bola berwarna hitam, yang berukuran seperti voli, didepan dark magician.

"Yami no tama [bola kegelapan]" dengan ucapan dark magician barusan bola berwarna hitam yang di depan dark magician langsung mengarah pada konan. Konan yang melihat serangan milik dark magician mengarah padanya segera membuat sebuah sihir, tercipta lingkaran sihir berwarna putih didepan konan.

"Kami no hatate [depalapn lapis perisai kertas]" tercipta sebuah delapan lapis perisai kertas di depan konan yang menghalangi serangan milik dark magician yang mengarah pada konan.

DDUUAAARRR

Ledakan terjadi lagi karna benturan kedua sihir tadi, asap mengumpul dimana-mana, dan menghalangi penglihatan, konan dan dark magician.

"sial sihir u sudah mau hanis" guman seorang perempuan berabut pirang yang dari tadi memegangi kunci berwarna pelatinium, yang di ketahui bernama lucy. Dark magician yang ada didepan lucy segera mengalihkan pandanganya terhadapn lucy, dan melempar sebuah dua pedang kecil yang ukurannya 40 centimeter, kearah lucy.

"ambil itu lucy-san, itu adalah pedang kerajaan, aku tahu kalau sihir milik lucy-san sudah mau habis, sebaiknya bertarung memakai itu" ucap dark magician. Lucy segera menangkap dua pedang yang dilempar oleh dark magician.

"arigato" balas lucy, dan dark magician segera menghilang dan meninggalkan cahaya berwarna hitam.

Kumpulan asap menghilang, dan menampilkan dua sosok perempuan, yang satu ada diudara yang terbang memakai sayap kertas, dan satunya lagi di bawah yang menggemgam dua pedang ditangan kiri, dan kanan.

"kali ini kau akan kalah, karna kau sudah tidak bisa memanggil roh lagi" ucap konan dengan datar, dan membuat sebuah sihir, tercipta lingkaran sihir, berwarna putih didepan konan.

"Tatsumaki-shi [tornado kertas]" tercipta tornado kertas didepan konan yang mengarah pada lucy.

.

.

.

Terlihat sosok pemuda berabut pirang yang memakai jubah berwarna hitam yang berkibar, karna tiupan angin. Pemuda berambut pirang ini sedang menaiki tangga piramida, dan ingin menuju keatas, pemuda pirang ini yang kita kenal sebagai naruto namikaze.

"mudah-mudahan kalian baik-baik saja teman-teman" batin naruto yang terus menaiki tangga.

.

.

.

TBC

Gomen kalau pendek