Terimakasih yang sudah review, dan maaf saya belum bisa balas
Disclamer
Naruto dan fairy Tail bukan punya saya. Saya hanya meminjam karakternya.
Naruto & Fairy Tail: God Slayer
Genere T & M
Pairing: Naruto X Erza
Warning: abal, Gaje, OOC, OC, Typo
.
Chapter 17
.
Naruto, sasuke, natsu, gray, erza, lucy, happy, dan kurama, segera bersembunyi dibalik batu karna ada ebuah bayangan seseorang yang mendekati mereka. Lebih tepatnya empat orang yang mendekati deliora.
"aku mendengar suara disekitar sini" ucap seseorang yang memiliki rambut berwarna biru dengan gaya melawan grafitasi, memiliki alis tebal, memakai sebuah jaket berwarna hijau muda, yang diretseleting hingga leher, dan memakai sebuah ikat pinggang berwarna hitam.
"goaarr" balas seseorang disebelahnnya, yang memakai sebuah topeng berbentuk anjing, tidak menggunakan pakaian atas, yang menampilkan badannya, dan memakai sebuah celana panjang jens biru.
"ini masih siang, aku mau tidur" ucap seseorang yang ada disebelah pemuda berambut biru tadi. Orang itu memiliki rambut berwarna ungu memakai sebuah jaket berwarna ungu dengan kerah tinggi. Orang ini bernama Bora, musuh Naruto dan Natsu, waktu menyelamatkan Lucy yang ingin diculik.
"goar" balas pemuda yang memakai topeng anjing.
"toby, apa kau mau melakukan tetesan bulan? Kau mempunyai tampilan yang aneh" ucap pemuda berambut biru. (jangan sama kan tobi dengan toby, kalau tobi memakai topeng temoe, kalau toby memakai topeng anjing).
"ya aku setuju dengan mu" ucap seseorang berambut hitam yang dikuncir, memakai sebuah jaket berwarna putih yang mempunyai kerah tinggi. Orang ini adalah Kagayama, mantan anak buah Erigor.
"ini Cuma hiasan apa kalian tahu itu sialan" balas yang memakai topeng anjing, yang bernama toby. Dengan emosi.
"haha, kami hanya bercanda bodoh" ucap pemuda berambut biru, dengan santainnya.
"dasar berengsek kau Yuka, Kagayama" ucap toby kepada dua pemuda itu, yang diketahui pemuda berambut biru mempunyai nama Yuka. Terlihat dari belakang batu kalau natsu sedang mengintip, dan memasang wajah shok.
"hah, bukannya mereka sudah ditangkap" ucap natsu, yang melihat kagayama dan bora bersama mereka.
"mana ada yang tahu bodoh, kita kan langsung pergi" ucap naruto yang membalas perkataan natsu.
"tetesan bulan? Apa mereka sedang membicarakan sebuah kutukan" ucap lucy yang mengintip kegiatan empat orang tadi. Lalu tiba-tiba datang lagi satu orang perempuan.
"yuka-san, toby-san, kaga-san, bora-san, aku mempunyai berita buruk" ucap perempuan itu, yang memiliki rambut berwarna pink, memakai sebuah dress berwarna hitam, dengan rok berwarna hitam, dan sepatu bots berwarna hitam.
"ternyata kau Sherry" balas bora dengan malasnnya kepada perempuan berambut pink tadi yang mempunyai nama sherry.
"angelica telah dipukuli oleh seseorang" ucap sherry dengan nada kedua tangannya memegang dadannya.
"itu hanya tikus, jangan memberikan nama seperti manusia" balas kagayama dengan tidak sopannya menguap, didepan mereka.
BUAKHH
"jangan menguap baka" ucap yuka dengan menjitak kepala kagayama yang tidak sopannya menguap.
"dia bukan tikus. angelica adalah pemburu yang berada dikegelapan dan cinta" ucap sherry yang membalas perkataan kagayama, dengan nada lembut.
.
Tempat persembuyian Naruto, dkk.
"mereka semua orang-orang aneh, terutama yang perempuan" ucap lucy yang terus mengintip kegiatan mereka.
"mereka semua tidak bersal dari pulau ini, mereka memiliki bau yang berbeda dari para penduduk" ucap natsu, yang juga mengintip.
"dan sepertinya mereka juga tidak terkena kutukan" ucap seorang hewan yangv ternyata kurama, yang tidak yahu sejak kapan ikutan mengintip.
.
Ketempat Yuka, dkk.
"penyusup ya, padalah kita belum selesai mengumpulkan cahaya bulannya" ucap bora, dengan malasnnya.
"ya, itu sangat menyesihkan" balas kagayama yang tidak kalah malasnnya.
"ya sebaiknya kita habisi mereka, sebelum Reite-sama mendengarnnya dan semua ini terungkap" ucap sherry.
"ya sebenarnnya aku malas sekali mengakui ini, tapi baik lah" balas yuka dengan menyeringai sadis.
"ya apa lagi jika mereka sudah melihat deliora, kita sudah tidak bisa membiarkannya dan kita harus buat mereka tertidur untuk selamanya" ucap bora memperhatikan deliora yang sedang disegel.
"masud mu kematian?" tanya toby yang dari tadi hanya mengucapkan kata-kata goaarr,
BURRKK
Suara lemparan batu terdengar ditelinga lima orang yang sedang menjaga deliora itu dan membuat kaget kelima orang itu.
"apa itu?" tanya sherry.
"disebelah sana" ucap yuka yang tidak memperdulikan pertanyaan sherry. Dan mereka segera mengikuti yuka yang berlari.
.
Tempat persembunyian naruto dkk.
Happy segera terbang kearah tempat persembunyian. Dan mereka bereman segera menampakaan dirinnya.
"kerja bagus" ucap lucy kepada happy.
"aye" balas happy yang masih ada diudara.
"apa, kenapa tadi kita tidak menangkap mereka dan menanyakannya saja" ucap natsu dengan emosi.
"jangan sekarang bodoh, kita lihat dulu situasinnya" ucap naruto yang membalas ucapan natsu, dengan tenang.
"kenapa sangat rumit" guman natsu yang melipat kedua tangannya didada.
"karna otak mu, Cuma ada seperempat saja" balas naruto dengan nada mengejek.
"siapa reite-sama itu?" tanya happy yang masih terbang dengan menggunakan sayapnnya.
"aku tidak peduli siapa itu reite-sama, yang jelas kenapa mereka membawa deliora kesini" ucap gray dengan emosi. "dan kenpa mereka bisa menemukan benda yang sudah disegel seperti ini" tambah gray yang sedang memandangi deliora yang disegel.
"disegel?" tanya happy yang tidak mengerti dengan ucapan gray.
"segel itu berasaln dari kutub di benua utara, yang menyerang desa disitu 10 tahun yang lalu, dan menyebabkan Ul mengorbankan nyawannya untuk menyegel deliora" yang menjabab bukannya gray melainkan naruto. Happy yang paham hanya menganggukan kepalanya saja.
"aku tidak tahu, apa hubungan segel Ul, dengan pulau ini, tapi seharusnnya dia tidak ada disini. Reite siapa dia itu, dan apa hubungannya dengan semua ini" ucap gray dengan emosi, hingga tangan kanannya mengeluarkan sebuah uap es, berwarna putih, yang sangat dingin. Naruto, natsu, lucy, erza, sasuke, happy, dan kurama hanya memandangi gray dengan pandangan mengeri melihat gray seemosi itu.
.
"deliora" ucap gray dengan kesal, dan memandangi deliora dengan tatapan kebencian.
"iblis yang disegel guru mu?" tanya natsu dengan memandangi deliora yang disegel oleh perisai es.
"ya memang tidak salah lagi," jawab gray yang masih memandangi deliora dengan tatapan kebencian.
"jadi iblis itu berasal dari benua utara" ucap sasuke yang juga sedang memandangi iblis yang bernama deliora.
"ya mungkin tidak salah lagi, kalau kutukan itu berasal dari deliora" ucap erza yang juga memandangi deliora.
"aku juga berfikir begitu" ucap naruto yang juga sedang memandangi deliora.
"kalau deliora disegel berarti iblis itu masih hidup kan?" tanya kurama yang sedang berada dipundak naruto, dan juga memandangi deliora.
"yak au benar, kalau sesungguhnya iblis ini masih hidup" jawab gray yang menundukan kepalannya dan matannya tertutup oleh poni rambutnnya.
"baiklah kalau begitu, ayo kita hancurkan saja iblis sialan ini, yang sudah membunuh guru mu" ucap natsu dengan semangat, dan memutar-mutar tangannya dengan penuh semangat.
"apa kah Cuma itu yang ada di otak naga mu itu? Tidak salah kalau gray memanggil mu dengan otak api" ucap naruto dengan nada mengejek. Natsu yang tidak terima langsung mendeatglare naruto.
"apa kau bilang, pemuda hitam?" tanya natsu dengan emosi.
"aku bilang, apa kah Cuma itu yang ada di otak naga mu itu? Tidak salah kalau gray memanggil dengan otak api" ucap naruto tenang, dan menunjukan wajah tanpa dosa.
"kau ngajak ribut hah?" ucap natsu dengan emosi.
"maju kalau berani, palingan akan ku segel kau seperti deliora" balas naruto dengan tenang.
BUAKKHH
Erza menjitak kepala natsu dan naruto dengan keras, dan tidak memperdulikan kalau itu kekasihnya.
"kalian bisa diam tidak sih" ucap erza dengan tegas kepada natsu dan naruto.
"aye" ucap natsu yang sudah berkeringat dingin.
"erza-chan jangan marah-marah nanti cantinya luntur" ucap naruto yang menggoda, dan keringat mulai keluar dari pelipisnnya.
"aku tidak peduli, kalau luntur pun aku-" ucapan erza terpotong, oleh jari naruto yang menyentuh bibir erza.
"jangan katakana itu, sekalipun kau tidak cantik aku akan selalu mencintai mu, kalau kau sangat cantik, aku juga akan mencintai mu, walaupun aku harus membikin candi dalam waktu semalam, atau pun mengalahkan seluruh anggota fairy tail, itu tidak masalah untuk ku, bagaima pun kebahagian mu adalah yang terpenting untuk ku erza-chan" ucap naruto yang tiba-tiba sikapnnya langsung berubah.
"sikapnnya berubah dalam itungan detik" guman lucy.
"aku tidak menyangka kalau naruto bisa berkata seperti itu" batin sasuke.
"aku akan menghancurkan ini" ucap natsu tiba-tiba, dan tangannya langsung terselimuti oleh api, gray yang melihat itu menyipitkan matannya.
BUAKKGGHH
Gray memukul natsu dengan sangat keras, dan membuat natsu terlempar. Terlihat juga wajah gray yang penuh dengan emosi, matannya sudah tertutup dengan poni rambutnnya.
"gray memukulnnya" ucap happy dengan emosi.
"dia memang sudah sering melakukannya, tapi" ucap lucy dengan tangannya yang menyentuh bibirnnya.
"gray kehilang control emosinnya" batin naruto, sasuke dan erza. Kurama yang melihat hanya memandanginya dengan tatapan bosan.
"tidak berguna" guman kurama yang kembali dalam tidurnya.
"teme apa yang kau lakukan?" tanya natsu dengan berteriak dan memegangi pipi kanannya yang dipukul oleh gray dengan keras.
"jangan pernah coba mendekatinya dobe, kau itu penyihir api, jika esnnya mencair dia akan bebas, maka tidak aka nada yang bisa menghentikannya" ucap gray dengan penuh emosi, dan sedikit berteriak.
"apa? Apa semudah itu esnnya mencair?" tanya natsu yang tidak kalah emosinya dengan gray.
"tidak.." jawab gray dengan singkat dan menunduk atas perlakukannya yang malu. Lucy memandangi sasuke, dan sasuke yang mengerti apa yang dimaksud lucy segera mengangguk. Lucy segera mencekati gray.
"apa kau tidak apa?" tanya lucy dengan lembut dan memegang bahu gray. Natsu yang melihat itu sedikit emosi.
"hey, aku yang kena pukul dasar barbrain" ucap natsu dengan berteriak.
"….katannya natsu" ucap happy yang seperti komentator.
"dasar baka" batin naruto, sasuke, erza, dan kurama. Sedangkan lucy sedang sibuk menenangkan gray.
"Ul menyege; iblis ini dengan mantra segel es. Itulah yang menyebabkan esnya tidak mudah mencair tidak peduli sihir api apapun yang kau gunakan, kau tidak akan perah bisa mencairkannya" ucap gray yang memberikan penjelasan.
"ini aneh, jika mereka tahu esnya tidak bisa di cairkan kenapa mereka membawa kesini" ucap naruto dengan memasuki mode berfikir, yang tangan kanannya memegangi dagu.
"itu lah yang aku pikirkan" balas gray.
"ini memang aneh" guman erza yang juga memasuki mode berfikir.
"ya aku sependapat dengan mu" ucap sasuke dengan tenang.
"cih merepotkan" ucap kurama yang ada di pundak naruto. Kurama segera turun ketanah dan berjalan kearah happy. "happy kau punya ikan?" tanya kurama
"tapi sepertinya mereka ingin mencairkannya dengan sesuatu" ucap naruto yang kembali ke mode normalnnya, yang tangan kanannya dimasukan kedalam saku kantongnya.
"ada sesuatu yang tidak beres disini" ucap erza yang juga kembali dalam mode normalnnya, yang tangannya dilipat didadannya.
"sial, siapa yang membawa deliora ke tempat ini, dan apa tujuannya" ucap gray dengan memandangi deliora penuh dengan emosi.
"itu sangat sederhana, segarunya kita menangkap dan mengintrogasi orang-orang tadi" ucap natsu dengan menunjuk dengan jempolnya ke tempat anak buah Reite pergi.
"ya itu ada benar" ucap erza
"tidak, lebih baik kita tunggu disini" ucap naruto.
"untuk apa?" tanya happy yang menggigit ikannya.
"tunggu sampai bulannya muncul" jawab naruto dengan tenang.
"bulan? Tapi ini masih siang" ucap natsu dengan wajah shok. "tidak, tidak aku bisa mati gra-gara itu saja" tambah natsu dengan mengibas-ngibaskan tangan kanannya di wajahnya.
"naruto apa yang kau bocarakan?" tanya sasuke yang bertanya pada naruto.
"aku hanya berfikir kalau bulan ini pasti ada kaitannya dengan deliora atau segel es milik Ul, dan aku bertambah yakin saat aku mengingat orang itu mengatakn kalau kita harus cepat mengumpulkan sinar bulannya." jawab naruto dengan tenang.
"apa yang terjadi disini sangat menarik, dan apa sebenarnnya yang mereka lakukan" ucap erza.
"aku tidak bisa diam saja, aku akan mengikuti mereka" ucap natsu dengan emosi.
BRUAAKK
"ngrookk" natsu yang tertidurdengan ngorok, dan tiba-tiba jatuh.
"ini sangat cepat" ucap lucy dan sasuke yang memandangi sosok natsu langsung tertidur, padahal tadi sempat marah-marah.
"pasti dia kelelahan karna dari tadi marah-marah" ucap naruto yang juga memandangi sosok natsu.
"cih dasar baka" ucap kurama, yang di mulutnya terdapat sebuah ikan.
.
Terlihat gray yang duduk paling dekat dengan deliora, yang membuatnya paling jauh dari naruto dan yang lainnya. Gray menatap deliora dengan tatapan kosong, yang pikirannya entah kemana.
"Ul" batin gray yang mengingat-ingat dirinya sedang belajar sihir dengan Ul.
.
FLASHBACK
Terlihat tiga anak kecil, dan satu orang dewasa. Tiga anak kecil itu, salah satunya gray yang sedang memandangi gurunnya, atau lebih tepat orang dewasa yang ada didepannya dia adalah Ul.
"hah…hah..hah…" gray mengatur nafasnnya. Dari mulutnya keluar asap-asap yang menandakan kalau dia berada di benua utara.
"gray, haku kalian masih bertahan? Latihan ku sangat berat" tanya Ul kepada dua murid yang memandangi dua murinnya.
"lakukan saja, aku akan melakukannya" ucap gray penuh dengan percaya diri, sedangkan anak perempuan yang ada disebelah gray hanya mengangguk.
"baiklah ikuti aku" ucap Ul, lalu mengeluarkan sebuah sihir.
"Ice Mage: Shield [perisai]" lalu tercipta perisai es didepan Ul. Gray dan haku segera mempraktekan apa yang diperlihatkan Ul.
"Ice Mage: Shield [perisai]" gray dan haku berucap bersamaan lalu tercipta perisai milik gray yang kecil dan milik haku yang besar mirip seperti cermin es.
BUAKK
Gray hingga jatuh ditaran tanah yang ditumpuki oleh banyak salju berwarna putih.
"kau hebat haku, dank au gray kau masih harus banyak berlatih" ucap Ul yang mengomentari dua muridnya yang berbeda kelamin.
Haku yang dikomtari hanya ketawa, sedangkan gray menggaruk-grauk keopala belakangnya yang tidak gatal.
"akan aku coba lagi" ucap gray langsung bardiri, dan menciptakan sihir.
"Ice Mage: Shield [perisai]" tercipta perisai es didepan gray yang ukurannya besar, dan menyamai ukuran milik Ul tadi.
Gray segera memandangi Ul, dan Ul memandangi gray, dengan senyum, begitu juga dengan haku yang ada disebelah Ul.
FLASHBACK END.
.
Gray menggemgam kedua tangannya dengan erat. Matannya yang ditutupi oleh rambut membuatnya seperti bertambah sedih, ditambah lagi dengan air mata yang keluar dari matannya, dan menetes dari wajahnya.
"hey gray kau menangis" ucap sasuke.
"aku tidak menangis" balas gray dengan poni rambutnya yang menutupi kedua matannya.
,
DUEERRRR
Tanah goa itu mulai bergetar dengan hebat. Membuat naruto dan yang lainnya sedang tertidur terbangun.
"hey ada apa?" tanya lucy yang entah pada siapa, dan mengucek-ucek matannya.
"hey sudah dimulai ya" ucap natsu dengan semangat padahal baru bangan tidur.
Lalu terlihat jelas ekspresi shok diwajah tampan naruto. Bukannya hanya naruto saja, tapi semuannya, natsu, gray, sasuke, erza, lucy, happy, dan kurama juga shok. Shok karna ada lingkaran sihir berwarna ungu diatas tempat deliora disegel.
Lalu dari lingkaran sihie itu meneteskan semacam air tapi terbuat dari cahaya. Yang bikin bertambah mereka shok lagi adalah, perisai es sihir milik Ul yang untuk menyegel deliora, yang dikatakan gray dan naruto tidak bisa mencair, kini mencair.
Naruto yang pertama sadar dari shoknya segera berdiri, dan menyedarkan teman-temannya yang masih shok.
"hey kalian jangan memasang wajah shok seperti itu sekarang, kita harus mencari dari mana sumber tetesan bulan ini" ucap naruto sedikit keras, dan akhirnya teman-temannya sadar dari rasa shok.
"ya kau benar" ucap gray yang segera berdiri, dan di ikuti oleh semuannya. Mereka segera berlari, memasuki gua, yang tadi di lewati oleh anak buah reite.
.
Mereka yang berlari kedalam gua, dan menemukan sebuah tangga. Dengan segera mereka menaiki tangga itu, dan melihat lingkaran sihir yang bentuknya sama persis dengan yang tadi mereka lihat diatas deliora.
"aku yakin ini asalnya dari atas, kita harus cepat" ucap gray dengan cepat berlari, dan diikuti oleh semuannya.
.
Pemuda bertopeng temoe yang memakai sebuah jaket bertudung berwarna hitam atau yang dikenal dengan nama tobi, sedang berada di sebuah ruangan yang cahayanya hanya diterangi sebuah lilin.
Kaki tobi menyusuri jalan ruangan itu, untuk mencapai sebuah ruangan yang dia tuju. Kini tobi berdiri tepat didepan pintu yang besar dengan ukiran sebuah katak, siput, dan ular. Tobi mulai mendorong pintunnya secara perlahan. Perlahan-lahan ruangan itu terbuka dan menampilkan tiga sosok yang sedang duduk disingga sananya.
"tobi-sama" ucap tiga orang itu dengan shok, dan segera membungkuk hormat kearah tobi. Sedangkan tobi yang memperhatikan hanya menghela nafas.
"tobi-sama ada apa anda datang kesini?" tanya seseorang yang memiliki rambut berwarna putih panjang, dibiarkan digerai. Lalu memakai sebuah kimono berwarna hijau polos, dan dalamannya sebuah kaus jarring-jaring.
"langsung ke intinya aja, aku butuh dua orang dari murid kalian untuk dikirim kepulau galuna, dan siapa diantara kalian yang bersedia muridnya aku kirim?" tanya tobi dengan tenang.
"aku saja tobi-sama" ucap seseorang yang memiliki rambut panjang berwarna hitam dibiarkan digerai, dengan wajah yang mirip seperti ular.
"aku juga siap tobi-sama" ucap seorang perempuan yang memiliki rambut berwarna pirang dengan oppai yang besar, da nada sebuah tanda didahinya.
"baiklah orochi, tsunade, siapa yang mau kalian kirim?" tanya tobi kepda dua orang yang ternyata bernama orochi dan tsunade.
"aku akan mengirim guren" ucap orochi
"aku akan mengirim sakura" ucap tsunade.
"tobi-sama sebenarnya kenapa anda ingin anak murid kita yang dikirm kesana, bukannya anda memiliki anak buah yang kemampuan sihirnya bisa dibilng gila?" tanya orang yang berambut putih.
"aku tidak akan mengeluarkan mereka dulu, aku ingin melihat anak didikan kalian sudah sejauh mana Jiraya, dan sepertinya kau memiliki anak murid yang sama gilanya Jiraya" jawab tobi dengan santai.
Lalu datang dua perempuan yang pertama perempuan berambut biru dongker yang memakai pakian berwarna hijau, dia adalah Guren. Lalu yang satu lagi mempunyai rambut berwarna pink, memakai baju berwarna merah tanpa lengan. Memakai sebuah sarung tangan, dan sepatu bots yang sampai dengkul, dia adalah Sakura.
"kalian berdua cepat ke pulau galuna, dan bantu reite untuk menghidupkan kembali deliora" ucap tobi dengan tenang.
"hai" ucap mereka berdua lalu menghilang. Guren menghilang meninggalkan sebuah butiran-butiran Kristal, sedangkan sakura menghilang meninggalkan bunga-bunga sakura.
"baiklah aku pergi dulu, dan sampai ketemu lagi di periode selanjutnya" ucap tobi lalu menghilang meninggalkan bulu-bulu burung elang berwarna hitam.
"dasar orang itu selalu saja datang pergi seenaknya" ucap jiraya dengan kesal.
"hey sudah biarkan saja, kita kalau melawan dia malah kalah, kau tahu kan kita dihadpan dia seperti raja yang berhadapan dengan pion. Dan persiap kan diri aku yakin tidak lama lagi, dia akan menggunakan kita sebagai bidak caturnya" ucap orochi yang membalas ucapan jiraya
.
Kini mereka sampai diatas piramida bulan itu. Mereka melihat banyak orang sedang melakukan ritual yang namanya tidak mereka ketahui. Lalu mereka semua yang sedang melakukan ritual mengucapkan 'Zeram…sem….Deioluna' lalu naruto dan lainnya segera bersembunyi dibalik dinding yang sudah pecah, dan mereka mengintip kegiatan orang-orang yang melakukan ritual itu.
"apa itu?" tanya natsu dengan memandangi orang-orang yang sedang melakukan ritual didepannya. Lalu ada lima lingkaran sihir seperti tadi yang ada diatas deliora. Lima lingkaran sihir berjejer, dari bulan hingga tengah-tengah piramida bulan.
"bulannya" ucap hray dengan menandangi bulannya yang berwarna ungu.
"mereka benar-benar mengumpulkan sinar bulannya tidak dapat di percaya" ucap erza yang melihat orang-orang yang sedang melakukan ritual tetesan bulan.
"apa yang mereka pikirkan membangkitkan iblis seperti deliora" ucap sasuke yang juga melihat ritual tetesan bulan. Lalu tiba-tiba datang seseorang yang memakai topeng besi, memiliki tanduk domba, memakai sebuah jubah berwarna putih dengan kerah tinggi, dan didalamnya terdapat jaket berwarna biru., dengan celana panjang berwarna hitam, dan sepetu dari besi, yang [as dengan topengnya. Lalu dibelakangnya ada Yuka, Toby, Sherry, Bora, dan Kagayama.
"sial aku masih ngantuk gara=gara tadi tidak tidur siang" ucap bora dengan memegangi mulutnya yang sedang menguap.
"ya ditambah lagi penyusup itu tidak ditemukan" ucap yuka yang menambahkan kata-kata bora.
"Bukannya tidak ditemukan tapi tidak ada" ucap kagayama yang membalas ucapan yuka, yang ada disebelahnya.
"sangat menyedihkan reite-sama, tadi siang ada penyusup tapi mereka berhasil lolos. Jika begini aku tidak akan mengekspresikan cinta ku ini" ucap sherry yang melapor kepada pemuda yang memakai topeng besi, yang diketahui Reite.
"penyusup…" guman reite. Lalu dari tempat pengintipan naruto, terlihat kalau gray sedang shok.
"suara itu…." Guman gray, dengan pelan.
"jadi itu reite" ucap natsu dengan geram.
"dia tampak sangat sombong, bahkan dia memakai topeng yang aneh" ucap kurama yang mengomentari penampilan reite.
"benar kah, ku kira itu sangat keren" ucap happy yang membalas perkatan kurama. Lalu ditepat riete, reite mulai berbicara.
"apakah deliora sudah bisa dibangkitkan?" tanya reite kepada sherry yang ada disebelahnya.
"belum, mungkin hari ini atau besok" jawab sehry dengan nada lembut.
"benar kah ?" tanya toby dengan nada emosi.
"akhirnya…." Ucap reite, yang memandang lurus kedepan. "siapaun penyusup itu, aku tidak ingin dia merusak rencana ku ini" tambah reite
"ya sepertinya mereka bukan penduduk asli desa sini" balas shrry dengan nada lembut.
"hancurkan desanya" ucap reite dengan memberi perintah terhadap anak buahnya.
"hai" jawab mereka serempak.
"tidak mungkin suara itu…" guman gray terpoting
"sudah cukup kita bersembunyi, penyusupnya ada disini" teriak natsu dengan keras, dan berdiri diatas sebuah dinding yang sudah hancur.
"Karyuu no Hokou [raungan naga api]" natsu menyemburkan api yang berskla banyak kearah orang-orang yang melakukan ritual.
"yare yare. Kau menghancurkan semuanya bodoh" ucap naruto yang sudah keluar dari persembunyiannya.
"yah mau bagaimana lagi, terpakasa kita harus melawannya" ucap sasuke yang sudah keluar dari persembunyiannya dan menyiapkan kusanaginya.
"kau bikin masalah saja natsu" ucap erza yang sudah keluar dari persembunyiannya.
"ya aku juga akan menampakan diri ku" ucap lucy, dan keluar dari persembunyiannya.
"karna semuanya keluar maka aku akan keluar juga" ucap gray lalu menampakan dirinya.
"kalian lanjutkan ritualnya biar mereka aku yang menangani ini, dan kalian semuanya cepat pergi kedesa dan hancurkan desanya" ucap reite yang memberikan instruksi.
"hai" ucap lima orang anak buah reite, dan mereka segera pergi melalui tangga. Natsu yang melihat tidak tinggal diam saja.
"TIDAK AKAN KU BIARKAN" teriak natsu yang berlari kearah tangga.
BUAKHGG
Natsu langsung terlempar karna menabrak sebuah es berwarna hijau yang ukurannya sangat besar.
"ternyata dia penyihir es juga sama seperti gray" batin naruto.
"natsu, sasuke, happy, kurama, lucy dan erza, kalian susul mereka semua, yang disini biar urusan ku dan urusan gray" ucap naruto memberikan instruksi.
"tapi bagaimana caranya?" tanya natsu kepada naruto.,
"sayap api" jawab naruto singkat dan memandangi reite.
""baiklah, tapi kuharap kita sampai sebelum 20 menit, karna aku hanya mampu mengaktifkan sayap api ku sampai 20 menit" ucap natsu. lalu tercipta lingkaran sihir di punggung natsu, sasuke, dan happy.
"Karyuu no Tsubasa [sayap naga api]"
"Hi no Tsubasa [sayap api]"
"Aera"
Natsu, sasuke, happy berucap bersamaan. Lalu tercipta sayap dari api dibelakang natsu yang ukuranya luamyan besar. Lalu dipunggung sasuke juga tercipta sayap dari api yang ukurannya lebih kecil dari punya natsu. dan happy juga mengeluarkan sayap berwarna putih.
"baiklah kalian berdua harus menang" ucap natsu yang membawa kurama, lalu sasuke membawa lucy, dan happy membawa erza.
"itu sudah pasti" balas gray dengan semangat. "bagaimana kalau kita selesaikan sekarang naruto" ucap gray kepada naruto.
"baiklah aku setuju dengan mu" balas naruto, dan akhirnya mereka berdua langsung berlari kearah reite dengan cepat
.
.
.
TBC
Gomen kalau pendek.
