Namikaze130: akan terjawab dichapter ini
Yuriko Rin: karna Tsunade termasuk bawahan Tobi
Terimakasih yang sudah Review
Disclamer
Naruto dan Fairy Tail bukan punya saya dan saya hanya meminjamnya.
Naruto & Fairy Tail: God Slayer
Genere: T & M
Pairing: Naruto X Erza, Sasuke X Lucy, yang lainnya nyusul.
Warning: Abal, Gaje, OOC, OC, Typo
.
Chapter 18
.
"bagaimana kalau kita selesaikan sekarang Naruto" ucap Gray kepada Naruto.
"baiklah aku setuju dengan mu Gray" balas Naruto, dan akhirnya mereka berdua langsung berlari kearah Reite.
.
Natsu, Sasuke, Lucy, Erza, Kurama, dan Happy yang kini telah tiba di desa, langsung memberi kabar kalau desa mereka ingin dihancurkan. Banyak warga yang panic karna berita tersebut.
"baiklah mumpung mereka belum tiba disini kita harus mempersiapkan diri" ucap Sasuke kepada rekan-rekannya.
"Sasuke bagaimana kalau kita bikin jebakan" usul dari Happy si kucing biru bersayap.
"mungkin ide dari Happy benar Sasuke-kun" ucap Lucy kepada sang kekasih.
"baiklah kalau itu mau kalian" balas Sasuke dengan malas.
"karena jalan masuk dari desa ini hanya satu kita bisa menciptakan jebakan yang 90% mengenai mereka, tapi mereka bisa saja lolos dari jebakan kita kalau mereka menyadarinya, atau datang dari udara" ucap Sasuke.
"lalu jebakan apa yang kita bikin?" Tanya Kurama kepada rekan satu timnya. Natsu mendengar pertanyaan Kurama langsung menyeringai.
"biar aku yang buat" ucap Natsu dengan seringan melekat dibibirnya.
"aku tidak yakin" batin Sasuke, dan Lucy.
"apa benar dia bisa melakukannya" batin Erza dan Kurama.
"Happy bantu aku membuat jebakannya" ucap Natsu kepada Happy.
"Aye sir" balas Happy dengan penuh semangat
.
Naruto yang berlari dengan memegang pedang hitamnya di tangan kanan segera mengayunkan pedang hitamnya secara horizontal kearah Reite, tapi dihindari oleh Reite dengan melompat keatas. Lalu Reite menendang Naruto dengan kaki kanan. Naruto segera memblok serngan Reite dengan tangan kirinya.
Naruto segera mengayunkan pedangnya yang digemgam ditangan kanan dengan horizontal, tapi langsung dihindari oleh Reite dengan menjatuhkan badanya ketanah. Lalu Reite egera menyelengkat kaki Naruto, tapi dihindari oleh Naruto dengan melompat keatas, tapi Reite segera memegang perut Naruto, yang membuat Naruto terlempar.
BUAAKHHH
Naruto langsung menabrak sebuah dinding, karna serngan Reite tadi. Asap mengumpul menjadi satu, tapi saat asap itu menghilang kini tubuh Naruto sudah dibalut oleh es yang bundar mirip seperti bola dengan warna hijau.
"sial ini akan merpotkan" batin Gray.
"ayo lah apa kemampuan kalian hanya sebatas ini?" Tanya Reite dengan sombongnya. Naruto segera berdiri dengan susah payah, dan menatap tajam Reite.
"jangan meremehkan lawa- HUAAAA" Naruto tidak melanjutkan ucapannya dan langsung berteriak karna tubuhnya langsung ditendang oleh Gray kebawah piramida, dan tubuh bergelinding karna es yang dimembalut tubuhnya seperti bola.
"BERENGSEK KAU GRAY" Naruto berteriak yang kini tubuhnya terus meluncur kebawah dengan bergelinding seperti sebuah ban mobil.
.
Gray menatap tajam Reite yang berdiri ditempat dataran lebih tinggi darinya. Reite tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai kearah Gray.
"seperti biasa kau memang selalu sombong" ucap Reite "bukannya dia teman mu?" Tanya Reite, yang seringan masih terukir diwajahnya.
"kau adalah penyihir es, yang seenaknya memanipulasi es sesuka mu" jawab Gray yang menatap Reite dengan tajam.
"jadi kau menyingkirkan pemuda pirang itu agar dia tidak terkena sihir ku ya?" Tanya Reite masih menyeringai. "tidak buruk untuk junior ku" tambah Reite.
"sudakh cukup kau bertindak sesuka mu, Lyon" ucap Gray yang masih menatap tajam Reite yang nama sebenarnya adalah Lyon.
"jadi kau sudah mengetahuinya ya" balas Lyon, yang segera melepas topengnya dan menampakan sebuah wajah yang memiliki rambut berwarna abu-abu, dan mata runcing.
"ya" jawab singkat Gray "dan kau bukan lagi murid dari Ul" tambah Gray dengan tajam.
"kau benar Gray" balas Lyon "semenjak Ul tidak ada lagi di dunia ini aku bukan muridnya" tambah Lyon
"dia mempertaruhkan nyawanya hanya demi menyegel Deliora! Dan kau mencoba untuk merusak penorbanannya Lyon!" ucap Gray dengan penuh emosi.
"jangan membalikan sejarah, kau lah yang telah membunuh Ul" balas Lyon dengan dingin.
DEG
Sebuah perasan bersalah langsung menghampiri hati Gray setelah mendengar ucapan Lyon melalui kedua telinganya dengan begitu jelas.
"dan bagaimana kau bisa melupakan itu, Gray" tambah Lyon yang masih berucap dengan dingin.
.
"GHHGHHGHHGHH" Naruto terus berteriak dan berusaha keluar dari lubang yang kini memperangkap tubuhnya yang dilapisi oleh sihir es dari Lyon.
"HOAAAAA" Naruto berteriak dengan keras setelah berhasil keluar dari lubang yang memperangkap tubuhnya dengan menggunakan Shira Tensei.
"lain kali akan aku balas kau Gray" ucap Naruto dengan kesal.
"bagaimana caranya mencairkan es ini, tidak mungkin kan aku menggunakan Amaterasu, yang ada aku ikut kebakar" guman Naruto yang kini Naruto memasang pose berfikir.
"lebih baik aku ke desa mencari Natsu, atau Sasuke" ucap Naruto, dan Naruto segera berjalan dengan susah payah.
"sial sudah banget jalan kayak gini" gerutu Naruto.
.
"aku akan mengatakannya lagi. Kau lah yang telah membunuh Ul" ucap Lyon dengan dingin. Lyon segera mengayunkan tangan kanannya kedepan. "bagaimana kau menyebut namanya lagi" tambah Lyon, dan langsung tercipta sebuah senjata es yang menghantam Gray.
"AAAAKKKKKHHHH"
DUUAAAARRRR
Tubuh Gray langsung menghantam dinding karna serngan Lyon barusan, dan menyebabkan dinding itu hancur berkeping-keping.
"L-Lyon" ucap Gray yang segera berdiri dengan susah payah.
"apa kau mengakuinya Gray" ucap Lyon "aku akan menggunakan cara ku untuk melampaui Ul, dan biarkan aku menghidupkan lagi Deliora, Gray" tambah Lyon
"aku tidak akan membiarkan mu berengsek" balas Gray dengan emosi, yang kini tubuhnya sudah berdiri dengan sempurna.
TRANK
Lyon menjatuhlkan topeng bsinya yang tadi digemgam di tangan kirinya, dan tangan kanan Lyon yang sudah mengacung kedepan memunculkan sebuah suhu es ditangan Lyon berwarna hijau.
"baiklah kalau begitu. Ayo bertarung seperti waktu itu Gray" ucap Lyon dengan menyeringai. Tercipta sebuah lingkaran sihir dengan ukuran sedang berwarna hijau.
"Ice Make: Eagle [es dibentuk elang]" puluhan elang langsung keluar dari lingkaran sihir milik Lyon yang berukuran kecil. Puluhan elang yang diciptakan oleh Lyon langsung mengarah ke Gray dengan kecepatan tinggi.
Gray segera menyatukan kedua tangannya kedepan, dan memejamkan matanya, dan tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna biru muda.
"Ice Make: Shield [es dibentuk perisai]" tercipta sebuah perisai es yang memiliki ukuran sedang melindungi Gray, tapi saying elang-elang Lyon menyerang dari atas dengan menukik.
DUUUAARR!DUUUAAARR!DUUAAARRR!
Gray langsung melindungi dirinya saat puluhan elang-elang es berwarna hijau yang diciptakan oleh Lyon mengnai Gray dengan telak.
"kau hanya mampu membuat sihir es statis saja. Pembuat es statis" ejek Lyon "aku bisa membuat bentuk es yang bisa hidup" tambah Lyon "apakah kau lupa kalau es itu bisa bergerak?" tanya Lyon.
Gray segera melompat keudara untuk menghindari burung-burung elang yang terbuat dari es yang tidak mempudilkan pertanyaan Lyon.
Lalu Gray segera menyatukan kedua tangannya kedepan, dan tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna biru muda didepan Gray.
"Ice Make: Hammer [es dibentuk palu]" tercipta sebuah palu dari es yang keluar dari lingaran sihir milik Gray dan mengarah ke atas kepala Lyon.
Lyon segera mengacuhkan tangannya keatas dengan jari telunjuk dan tengah seperti menunjuk sesuatu, yang ada diatas. Lalu tercipta sebuah lingakarn sihir berwarna hijau diatas kedua jari Lyon.
"Ice Make: Ape [es dibentuk kera[" keluar sebuah Kera dari lingkaran sihir milik Lyon, yang memiliki ukuran sedang.
DUUUAAARRRR
Sebuah palu es yang diciptakan oleh Gray berbenturan dengan keras oleh seekor Kera yang diciptakan oleh Lyon, yang menimbulkan butiran-butiran pecahan es dimana-mana.
"menyedihkan sekali kau masih menggunakan kedua tangan mu untuk membuat sihir" ucap Lyon dengan nada sombong.
"ingatkah kau jika itu yang diajarakan ole Ul kepada kita berdua?" tanya Gray "jika kau menggunakan satu tangan itu akan mengganggu keseimbangan sihir mu" tambah Gray.
"aku istimewa. Aku suda lama melampaui kemampuan Ul!" jawab Lyon dengan nada sombongnya.
"jangan sombong berengsek" ucap Gray dengan emosi.
"kau juga, dan bahkan aku ragu kau bisamengalahkan ku dengan kemampuan seperti itu" balas Lyon.
"jangan samakan aku dengan yang dulu"ucap Gray dengan emosi, lalu menyatukan kedua tangannya, dan membentuk sebuah segel sihir penciptaan mengunakan tangan.
"Ice Geyser [dinding es]" tubuh Lyon langsung dibalut oleh sebuah dinding es yang memiliki ujung seperti duri-duri. Orang-orang yang melakukan ritual tetesan bulan langsung berlarian karna sebuah es yang menyeruapi duri menghujani mereka.
CTAARRR!
Dinding es yang membalut tubuh Lyon langsung hancur dan menjadikan tempat pertarungan mereka seperti hujan duri es.
"hah, tidak mungkin" guman Gray memasang wajah shok saat melihat sihirnya dipatahkan dengan begitu mudah oleh Lyon, yang bahkan Lyon tidak bergera dari tempatnya, dan tangannya yang masih dimasukan kedalam jubahnya.
"seperti basanya kau terlalu meremehkan" ucap Lyon dengan dingin. "aku ini senior mu, aku lebih kuat dari mu bahkan aku bisa membuat sihir dengan satu tangan, dan kau tidak bisa" lanjut Lyon, Gray mendengar ucapan Lyon langsung geram, dan memasang wajah kesal.
"aku dan kau mungkin sudah mengambil jalan yang berbeda, tapi itu semua karna kau yang telah membekukan impian ku saat itu" ucap Lyon dengan dingin Lyon segera mengacuhkan tangan kanannya keatas, dan tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna hijau ditangan kanan Lyon.
"Ice Make: Snow Dragon [es dibentuk: naga es]"
BUUAAAKKKGGHHH!
Gray merintih kesakitan saat sebuah naga es berwarna hijau yang muncul dari bawahnya dan langsung menghantam tubuhnya hingga terpental keatas.
"tujuan ku adalah Ul, karna itulah aku mencairkan esnya agar bisa mewujudkan kembali impian itu" ucap Lyon yang tangannya masih mengacung keatas.
BUUAAAAKKKK
Tubuh Gray jatuh kebawah dekat sebuah dinding yang agak hancur karna pertarungannya dan Lyon.
"impian ku adalah melampaui Ul. Tapi kau telah mengambil semuanya. Dan aku pikir aku tidak akan pernah bisa lagi mewujudkan impian itu, tapi masih ada satu cara, yaitu Deliora. Dengan membunuh Deliora yang tidak bisa dibunuh oleh Ul. Maka aku telah melampaui Ul, dan aku bisa bermimpi lagi seperti dulu" ucap Lyon yang memasang sebuah senyum iblis.
"apa kau serius? Apa itu tujuan mu?" uca[ Gray yang mulai bangkit dari jatuhnya. "seharusnya kau tahu betapa mengerikannya Deliora itu! Stop itu mustahil" lanjut Gray yang meikan suaranya saat `Stop itu mustahil`. Lyon mendengar ucapan Gray langsung memasang sebuah wajah kesal, dan mengacuhkan tangannya kedepan.
"Ice Make: Eagle [es dibentuk elang]"
BUAAKHH!BUAAKHHH!BUAAKKHH!
Tubuh Gray langsung terhantam oleh puluhan elang es berwarna hijau yang diciptakan oleh Lyon, hingga tuuhnya terlempar.
"Stop! Itu mustahil! Kata mu" ucap Lyon yang melihat tubuh Gray jatuh ketanah "itulah yang kukatakan pada mu saat itu… jangan lupakan itu." tambah Lyon yang memberikan jeda bicara.
"karena ego mu itu yang ingin melawan melawan Deliora, dan menyusahkan kami, hingga membuat Ul meninggal" lanjut Lyon dengan geram, dan menaikan suaranya.
"kau tidak pantas menyebut nama Ul lagi, enyalah kau" ucap Lyon dengan keras.
"Ice Make: Hand [es dibentuk tangan]"
BUUAAAAKKKHH
Tubuh Gray langsung terhantam sebuah tangan dari es yang muncul dari bawahnya dan menyebabkan tubuhnya terpental keatas..
"Ice Make: Snow Dragon [es dibentuk naga es]"
BBBUUUUAAAAKKK
Tubuh Gray terhantam sebuah naga dari es yang diciptakan Lyon, dan membuat tubuh Gray terpental jauh hingga menabrak dinding, dan akhirnya pingsan.
.
Natsu yang sudah selesai dengan memasang jebakannya bersama dengan Happy lagsung memasang wajah senang.
"aku tidak percaya kalau kau ini Natsu" ucap Lucy, yang melihat jebakan yang diciptakan oleh Natsu.
"aku juga" ucap Kuaram dengan dingin.
"sepertinya harus aku akaui kalau otak mu sudah bertambah pintar Natsu" ucap Erza dengan senyum.
"hn" ucap Sasuke dengan singkat.
Kini teman-teman Natsu tidak percaya kalau Natsu membuat jebakan yang menurut mereka pasti akan menganainya. Bagaimana tidak didepan gerbang langsung dipasang sebuah tali yang panjangnya menyamai gerbang, lalu kalau tali itu ketarik sedikit saja, maka orang yang menarik tali itu akan menghantam sebuah balok kayu, yang memiliki ukuran luar biasa.
"ya tapi jika lewat udara maka usaha mu akan sia-sia Natsu" ucap Sasuke yang menyandarkan tubuhnya di tembok.
"pasti mereka lewat sini" ucap Natsu dengan keras kepala.
"tadi kan aku bilag 'jika' bodoh" balas Sasuke dengan tenang
"oh ya aku tidak ingat tentang itu" ucap Natsu yang tentap keras kepala.
"ya itu wajar otak mu kan otak api" balas Sasuke yang tidak memperdulikan apa yang dia ucapkan.
"sialan kau pantat ayam" ucap Natsu yang membalas ejekan dari Sasuke.
"pinky boy" balas Sasuke
"mata aneh" ucap Natsu
"mata sipit" balas Sasuke
"BISA KAH KALIAN DIAM HAH" ucap Erza dengan tegas, dan langsung membungkam mulut Natsu dan Sasuke.
.
Naruto kini tengah jalan ditangah hutan, yang sebuah bola es diciptakan oleh sihir Lyon masih membalut tubuhnya.
"AKAN AKU BALAS KAU GRAY" ucap Naruto yang terus menggerutu, dan terus mengutuk Gray.
.
Para anak buah Lyon kini tengah berada disebuah tikus yang anehnya bisa terbang menggunakan ekornya. Tikus yang mereka tumpuangi adalah tikus yang dihajar oleh Tim Naruto, atau tikus milik Sherry, yang bernama Angelica.
Angelica juga membawa sebuah ember besar yang berisi sebuah jelly berwarna hijau. Jelly itu memenuhi isi ember.
"dengan ini kita akan mudah menghabisi mereka" ucap Yuka, dengan seringan jahat melikat dibibirnya.
.
Natsu, Sasuke, Gray, Erza, Lucy, Kurama, dan Happy kini tengah menunggu para anak buah Lyon yang tidak kunjung dating.
"mereka lama sekali, adahal aku ingin melihat mereka terkena jebakan ku" ucap Natsu yang sambil mengup, tanda kalau dia bosan. Lalu tiba-tiba penciuman naganya mencium sesuatu.
"bau ini seperti bau mereka" ucap Natsu yang terus mengendus-ngendus.
"guk….guknya mana Natsu?" Tanya Sasuke dengan wajah tanpa dosa.
"diam kau" balas Natsu dengan Natsu segera menengok keatas, dan langsung membulatkan matanya.
"MEREKA DARI ATAS" teriak Natsu, sontak membuat semua orang menengok keatas. Mereka semua melihat sebuah tikus yang membawa ember besar.
"apa yang dibawa mereka" batin Sasuke. Lalu Angelica atau tikus besar yang bisa terbang tidak sengaja menjatuhkan setetes jelly.
Satu tetes jelly itu dengan mudah terjun bebas kebawah, dan jatuh mengarah ke Erza. Erza yang melihat jelly itu hanya menatap bingung.
1 meter
50cm
25cm
10cm
5cm
1cm
BUAAAAKKKHHHH
Tubuh Erza langsung terlempar karna Kurama langsung berubah menjadi seeokor musang dengan tubuh sebesar serigala dan menghantam kan tinju ke Erza.
"APA YA-" teriakan Erza langsung terpotong ketika melihat jelly itu mengenai tanah, dan membuat tanah itu berlubang.
"baunya sangat berbahaya" ucap Kuarama yang sudah kembali kemode imutnya.
"Arihato Kurama" ucap Erza yang sudah berdiri dan memberisihkan tanah-tanah yang melekat pada roknya.
"jangan dipikirkan Erza, aku sudah berjanji pada Naruto kalau aku akan menjaga mu saat Naruto tidak ada disamping mu" balas Kurama.
"Naruto terimakasih" batin Erza yang menatap langit dan mengukirkan sebuah senyum manis.
"Erza jauhkan dulu pikiran mu tentang Naruto, kita harus melawan mereka" ucap Natsu dengan sedikit teriak.
"ya aku tahu itu" balas Erza lalu menatap tajam Angelica sang tikus besar yang bisa terbang.
"apa mereka berniat menjatuhkan itu jelly itu" batin Sasuke yang menatap tajam Angelica.
Tepat seperti apa yang dipikiran oleh Sasuke. Anak buah Lyon, dan tikus besar itu langsung menjatuhkan ember yang berisi jelly mematikan.
"SEMUANYA BERKUMPUL DITENGAH-TENGAH DESA" teriak Natsu kepda seluruh penduduk desa. Langsung panik, dan berlari ketengah-tengah desa. Begitu juga dengan para anggota Fairy Tail yang berlari ketengah desa, tapi tidak panik seperti penduduk desa.
"HAPPY BANTU AKU" teriak Natsu dengan kencang.
"AYE" teriak Happy dengan keras, dan terbang menggunakan sayapnya dengan kecepatan tinggi kearah Natsu dan membawa Natsu terbang.
Tercipta sebuah api ditangan kiri dan kanan natsu. Natsu segera menyatukan kedua api ditangannya hingga api ditangan Natsu menjadi sebuah bola yang tubuh Natsu ada didalam bola api itu. Natsu segera mengangkat kedua tanganya bola api yang memenuhi tubuh Natsu ikut terangkat, dan Natsu langsung melempar bola api itu.
"Karyuu no Koen [api dasyat naga api]"
DUUUAAAARRRRRR
Ledakan besar langsung terjadi karna bola api Natsu menghantam Jelly yang ditumpahkan oleh Angelica. Jelly yang berhantaman dengan bola api Natsu langsung berpencar yang menjadikan sebuah hujan Jelly.
Asap mengumpul di seluruh penjuru desa. Saat asap itu menghilang menampilkan sebuah desa yang sudah rata dengan sebuah tanah.
"i-i-ini tidak mungkin" ucap seseorang penduduk desa
"aku tidak percaya ini" ucap seseorang penduduk desa.
"KALIAN SEMUA SEBAIKNYA LARI DARI TEMPAT INI, DAN CARI TEMPAT MENGUNGSI" teriak Sasuke dengan keras. Para penduduk desa yang mendengar ucapan Sasuke langsung berlari, dan mencari tempat mengungsi.
Angelica yang masih terbang diudara segera turun, dan mendarat didepan para anggota Fairy Tail. Para penyihir yang berada diatas Angelica segera turun dan menanmapakn 5 orang penyihir.
"kita bertemu lagi Salamander" ucap seseorang berambur ungu yang diketahui adalah Bora.
"aku sudah menantikan ini Fairy Tail" ucap seseorang yang memiliki rambut seperti nanas. Yang diketahui adalah Kagayama.
"hanya penyihir murahan seperti kalian akan mati dalam waktu 5 menit" ucap pemuda berambut biru dengan sombongnya, yang diketahui adalah Yuka.
Natsu, Sasuke, Lucy, Erza, Kurama, dan Happy langsung memandang tajam 5 orang yang ada didepan mereka. Sedangkan yang dipandang hanya menyeringai.
"kali ini aku akan mengalahkan kalian Fairy Tail" ucap Kagayama, dengan seringai yang menukir bibirnya.
"biar aku yang melawan dia" ucap Sasuke dengan tenang, dan mengeluarkan pedang Kusanaginya. "dan kalian cepat pencar mereka semua agar tidak ada yang saling membantu diantara mereka" tambah Sasuke.
"baiklah kami mengerti" balas Erza, yang sudah menggemgam dua pedang ditangan kanan dan kirinya.
"SEKARANG"
DUUUAAARRR
Semua anak buah Lyon langsung berpencar diikuti dengan anggota Fairy Tail ketika Sasuke memberikan perintah, dan menyerang anak buah Lyon dengan bola api yang keluar dari mulutnya, menyebabkan seluruh anak buah Lyon berpencar keberbagai arah.
Kini dihadapan sang Uchiha terlihat sosok pemuda yang mendarat dengan mulus ditanah setelah menghindari serngan bola api Sasuke. Pemuda itu berambut hitam yang mirip seperti nanas, dan menggunakan sebuah haket putih dengan celana jens hitam, dan sepatu bots hitam, yang dikenal sebagai Kagayama.
Sasuke menatap tajam lawannya yang tidak bisa diremehkan, sedangkan yang ditatap hanya menyeringai.
"ayo kita mulai pestanya tuan muda Uchiha" ucap Kagayama, yang langsung mengaktifkan sihirnya. Terlihat sebuah lingkaran sihir berwarna hitam dibawah kaki Kagayama.
"Jukage no Kogeki [sepuluh serangan bayangan]" bayangan milik Kagayama tiba-tiba keluar dari tempatnya dan memanjang dengan jumlah sepuluh dan mengarah ke Sasuke.
DUUARRR
.
Natsu kini menatap tajam lawannya yang memiliki sebuah rambut berwarna biru dan menggunakan sebuah jaket berwarna hijau dengan celana jens berwarna biru dan sepatu berwarna hitam, atau yang lebih dikenal sebagai Yuka.
"jadi aku harus berhadapan dengan Salamander, seperti ini akan menjadi seru" ucap Yuka dengan menyeringai.
"aku tidak tahu apa maksud kalian ingin membunuh seluruh penduduk desa, tapi aku tidak akan membiarkan kalian melakukan itu" ucap Natsu yang tidak memperdulikan ucapan Yuka.
"Karyuu no Hoko [raungan naga api]" tanpa aba-aba Natsu langsung menyemburkan sebuah api yang berskala besar kearah Yuka, dan mengani Yuka.
DUUAARRR
.
Kini dihadapan Lucy terdapat sosok perempuan berambut merah muda yang menggunakan sebuah dres berwarna hitam dan rok diatas lutut berarna hitam serta sebuah sepetu bots berwarna hitam, perempuan itu adalah Sherry.
"pirang kau akan mati" ucap Sherry sedangkan Lucy hanya mengabaikan ucapan Sherry dan mengambil dua pedang kecil pemberian dark Magician. Sherry langsung mengeluarkan sihirnya. Tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna merah muda di depan Sherry.
"Ishi no Ningyo [boneka batu]" batu-batu disekitar Sherry dan Lucy langsung berkumpul menjadi satu dan membentuk sebuah monster dari batu yang dikendalikan oleh Sherry.
"serang dia" ucap Sherry memberi perintah kepada boneka batunya. Monster batu yang dikendalikan oleh Sherry langsung mengayunkan tangan kanan batunya kearah Lucy.
BUUAAAKKHHHH
.
Dihadapan Erza kini terdapat sesosok pemuda berambut ungu yang menggunakan sebuah jubbah berwarna ungu dengan celana jens hitam, dan sepatu hitam. Yang dikenal sebagai Bora.
"padahal aku mengharapkan lawan ku Salamander, tapi tidak apa aku cukup senang berhadapan dengan seorang Titania" ucap Bora, Erza tidak memperdulikan ucapan Bora dan menatap tajam Bora, dan memegang dua pedangnya dengan erat.
"baiklah mari kita berdansa Titania" ucap Bora yang langsung mengeluarkan sihirnya. Tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna ungu didepan Bora yang sedang mengayunkan tangan kananya kedepan.
"Murasakirro Reza no Kasai [laser api ungu]" tangan kanan Bora yang mengacung kedepan langsung menembakan sebuah laser api berwarna ungu kearah Erza.
DUUAAAARRR
.
Dihadapan Kurama dan Happy kini terlihat sosok seseorang yang memakai sebuah topeng anjing dan celana jens berwarna biru serta sepatu berwarna hitam, yang dikenal sebagai Toby.
"gggrrrrr akan aku habisi kalian berdua" ucap Toby yang melepaskan sarung tangan dikiri dan kanannya, yang menampakan sebuah kuku-kuku yang panjang berwarna hijau.
"seperti itu racun" ucap Kurama yang sudah berubah kemode musang bertubuh sebesar serigala dengan 9 ekor yang melambai-lanbai.
"ya sepertinya begitu" balas Happy yang kini berubah menjadi besar (bayangkan panter Lily berwarna biru seperti Happy).
"sejak kapan kau memakai celana?" Tanya Kurama kepada Happy yang entah dari kapan memakai sebuah celana.
"dari tadi" jawab Happy dengan santai.
"dan dari kapan kantung ikan mu berubah menjadi sebuah pedang?" Tanya Kurama
"dari tadi" jawab Happy.
"hey kalian jangan mengabaikan ku" ucap Toby yang merasa diabaikan.
"maaf-maaf, ayo kita mulai berpestanya Panter Happy" ucap Kurama
"ya" ucap Happy, yang kini berubah sifatnya 180 derajat. Yang tadinya banyak bicara, penakut, dan sering menangis, menjadi dingin, pemberani dan gila bertarung.
.
"susah banget jalannya" ucap pemuda berambut pirang yang terperangkap oleh sebuah bola es yang mengelilingi tubuhnya, atau yang dikenal sebagai Naruto.
CTTAAAAARRRR
Es yang membalut tubuh Naruto langsung pecah menjadi berkeping-keping, dan esnya berserakan di tanah.
"jadi begitu ya cara krjanya" guman Naruto yang kini sudah terbebas dari es yang membalut tubuhnya.
.
.
.
TBC
Bagaimana pertarungan Sasuke Vs Kagayama, Natsu Vs Yuka, Erza Vs Bora, Lucy Vs Sherry, Kurama dan Happy Vs Toby. Kita lihat dicahpter depan.
"chapter depan siapa lawan siapa yang dulu yang muncul Happy?" taya Kurama
"sepertinya Sasuke Vs Kagayama" jawab Happy
"sepertinya menarik" ucap Kurama
"ya sepertinya begitu" balas Happy
"CHAPTER SELANJUTNYA: SASUKE VS KAGAYAMA"
