Terimakasih yang sudah review.

Disclamer

Naruto dan Fairy Tail bukan punya saya dan saya hanya meminjamnya.

Naruto & Fairy Tail: God Slayer

Genere: T & M

Pairing: Naruto X Erza, Sasuke X Lucy, yang lainnya nyusul.

Warning: Abal, Gaje, OOC, OC, Typo

.

Chapter 19

.

BLARRRR

Sebuah serngan dengan kecepatan tinggi menghantam tubuh Sasuke, yang dilakukan oleh Kageyama.

"HAHAHAHA" Kageyama tertawa bagaikan orang gila ketika melihat serangannya dengan telak menghantam tubuh Sasuke yang tidak bergerak sama sekali.

Tapi tawa itu langsung berhenti ketika melihat asap yang mengelilingi Sasuke menghilang dan menampakan tubuh Sasuke yang masih berdiri dengan tegak dan mengacungkan tangannya kedepan.

"apa itu yang kau sebut serangan?" Tanya Sasuke dengan dingin, dan menatap Kageyama dengan tajam. "akan aku tunjukan apa itu serangan" ucap Sasuke dengan dingin. Ditangan kanan Sasuke yang masih mengacung tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna merah.

"Fire Mage: Eagle [api dibentuk: elang]"

WUSH!WUSH!WUSH!

Keluar puluhan elang api dari lingkaran sihir Sasuke. Puluhan elang api itu dengan cepat terbang menuju Kageyama

BLAR!BLAR!BLAR!

Tubuh Kageyama dengan telak menghantam puluhan elang yang terbuat dari api milik Sasuke. Tubuh Kageyama langsung melayang jauh ketika serangan terakhir burung elang api Sasuke.

Perlahan-lahan Kageyama mulai bangkit dari jatuhnya, dan mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya.

"apa Cuma segitu kekuatan mu Uchiha" ejek Kageyama. Lalu tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna hitam dibawah kaki Kageyama.

"Woshi no Kage [elang bayangan]"

WUSH! !WUSH!WUSH!

Puluhan elang terbuat dari bayangan keluar dari bayangan milik Kageyama. Puluhan burung Kageyama dengan cepat terbang menuju Sasuke.

Sasuke menatap datar puluhan elang bayangan yang menuju kearahnya, seakan elang bayangan itu bukan masalah besar baginya.

"Fire Mage: Shield [api dibentuk: perisai}"

BLAR!BLAR!BLAR!

Puluhan elang bayangan milik Kageyama berhasil ditahan oleh Sasuke dengan sihirnya yang membentuk sebuah perisai.

"hanya itu?" Tanya Sasuke dingen dingin. "bahkan aku hanya menggunakan sihir pembentuk belum sihir api, petir ataupun mata ku ini" ucap Sasuke dengan dingin. Lalu tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna merah didepan tangan Sasuke.

"Fire Mage: Lance [api dibentuk tombak]"

WUSSHH!WUUSSHH!WUUSSHH!

Puluhan tombak api keluar dari lingkaran Sasuke yang menuju kepada Kageyama. Kageyama yang melihat itu segera mengaktifkan sihirnya.

"Shirudo no Kage [perisai bayangan]" tercipta sebuah perisai yang terbuat dari bayangan yang menghalangi tombak-tombak api milik Sasuke yang mengarah padanya.

DUAR!DUAR!DUAR!

Puluhan tombak api itu ditahan oleh perisai bayangan milik Kageyama.

"hanya itu?" ejek Kageyama. Dengan segera Kageyama membuat sebuah sihir. Tercipta lingkaran sihir berwarna hitam dibaah kaki Kageyama.

"Ransu no Kage [tombak bayangan]"

WUSH!WUSH!WUSH!

Puluhan tombak terbuat dari bayangan mengarah pada Sasuke. Sasuke yang tidak sempat membuat sihir pertahanan akhirnya terkena dengan telak serngan Kageyama.

BUAKHH!

Tubuh Sasuke menghantam tanah dengan kasarnya karna serangan Kageyama.

"HAHAHA KAU TIDAK AKAN PERNAH MENANG MELAWAN KU" ejek Kageyama. Tapi tidak dipedulikan oleh Sasuke. Sasuke segera berdiri dan mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya.

Sasuke menggerakan kedua tangannya untuk membuat sihir. Tercipta lingkaran sihir berwarna merah ditangan Sasuke.

"Fire Mage: Dragon [api dibentuk naga]"

WUSH!

Keluar sebuah naga api dari lingkaran sihir Sasuke. Dengan kecepetan yang sangat tinggi itu menuju Kageyama.

BLAARRR!

Tubuh Kagayama menghantam naga api ciptaan Sasuke dengan begitu telak, dan membuat tubuhnya melayang.

BUAAKKHHH

Tubuh Kageyama menghantam sebuah pohon dengan begitu keras. Perlahan-lahan Kageyama mulai bangkit dari jatuhnya, dan menghapus darah yang keluar dari sudut bibirnya. Lalu tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna hitam dibawah kaki Kageyama.

"Kage no Ryu [naga bayangan]"

WUSH!

Keluar sebuah naga bayangan dari lingkaran sihir Kageyama. Dengan kecepetan tinggi naga bayngan ciptaan Kageyama menuju ke Sasuke.

DUUUAAAARRR

.

Naruto berjalan diatas piramida yang tadi sempat dipakai untuk ritual tetesan bulan. Piramida yang tadi ramai oleh orang utuk melakukan ritual, kini hanya meninggalkan satu orang laki-laki berambut hitam yang tergeletak tidak berdaya, laki-laki itu adalah Gray.

Naruto perlahan jalan dan menghampiri tubuh Gray yang tergeletak dengan bayak luka luar dan luka dalam.

"hey bangun bodoh" sebuah ucapan dari Naruto yang mencoba membangkukan Gray dari pingsannya. Tapi hasilnya nihil karna Gray belum membuka matanya.

"hey manusia es bangun bodoh" sebuah ucapan untuk membanggunkan Gray keluar lagi dari mulut Naruto. Alhasil, perlahan-lahan Gray mulai membuka matanya, dan melihat keseliling.

"kemana semua orang?" Tanya Gray dengan suara lemah, karna masih merasakan sakit.

"aku tidak tahu" jawab Naruto dengan singkat.

"kemana Lyon?" Tanya Gray dengan lemah.

"aku tidak tahu, saat aku sampai disini aku hanya menemukan mu dengan luka parah" jawab Naruto, yang segera mengangkat tubuh Gray.

"kita mau kemana?" Tanya Gray yang tubuhnya sudah diangkat oleh Naruto.

"tentu saja kedesa, bodoh" jawab Naruto. Dan segera berjalan menuju desa dengan membopong tubuh Gray yang terluka lumayan parah.

.

BUAKH

Tubuh Sasuke menghantam sebuah pohon besar yang memberhentikannya, dari tubuhnya yang melayang karna naga bayangan milik Kagayama.

"bagaimana Uchiha? Apa itu sakit?" Tanya Kageyama dengan seringan sadis dibirnya. Sasuke tidak memperdulikan ucapan Kageyama, dan segera bangkit dari jatuhnya. Terlihat Sasuke yang sudah bangkit dan menghapus darahnya yang keluar dari sudut bibirnya.

Sasuke segera berlari kearah Kageyama dengan kecepatan tinggi dan mengeluarkan pedang Kusanaginya yang dari tadi belum sempat digunakan.

Sasuke mengayunkan pedangnya kewajah Kageyama, tapi Kageyama dilindungi oleh bayangan yang keluar dari bayangan Kageyama. Sasuke segera mengayunkan kaki kirinya keperut Kagryama, tapi Kageyama dilindungi oleh bayangannya lagi. Sasuke segera melompat mundur dengan salto kebelakang.

Saat masih diudara Sasuke segera membuat sihir. Tercipta lingkaran sihir berwarna merah didepan Sasuke, lebih tepatnya didepan bibir Sasuke dengan ukiran lambang clan Uchiha.

"Gokakyou [bola api]" Sasuke langsung menembangkan sebuah bola api dari mulutnya yang menuju ke Kagayama.

BLAAARRR

Ledakan terjadi dan menimbulkan asap. Saat asap itu mulai menipis dan menghilang memperlihatkan Kagayama yang dilindungi oleh sebuah perisai dengan bentuk lingkaran yang terbuat dari bayangan.

"sial apa bayangannya itu adalah sihir pertahanan mutlaknya utnuk melindingi serngan lawan dari serangan sihir" guman Sasuke yang terus berfikir cara untuk mengalahkannya.

"tidak ada jalan lagi, hanya ini satu-satunya" batin Sasuke.

"Susano'o"

CRAK!CRAK!CRAK!

Susunan tulang terbentuk, dari rusuk hingga yang lainnya. Tulang-tulang itu mulai mulai membentuk sebuah monster berwarna ungu dengan aura ungu yang keluar darinya, dan mata monster itu yang berwarna kuning nyala.

Susunan tulang yang membetuk monster ungu itu kini mulai terlapisi oleh kulit yang berwarna ungu juga, yang mengambarkan monster itu menjadi lebih seram. Itu adalah sihir rahasia clan Uchiha, Sunano'o.

Susano'o Sasuke langsung mengambil sebuah posisi seperti orang memanah. Kedua tangan Susano'o langsung tercipta sebuah panah yang terbuat dari api hitam, yang disebuat Amaterasu.

"target terkunci" guman Sasuke

"tembak"

WUSH

Sunano'o Sasuke langsung melepaskan anak panahnya. Dengan kecepatan yang sangat tinggi anak panah Susano'o Sasuke menuju Kageyama.

Kageyama yang memperhatikan serangan itu mulai membuat sihir. Tercipta sebuah lingkaran sihir dibawah Kaki kageyama dengan ukuran besar dan berwarna hitam.

"Kage no Susano'o [bayangan Susano'o]"

BLAAAARRRR

.

Ledakan besar terjadi hingga suara terdengar oleh kuping Erza yang sedang bertarung dengan Bora. Tempat pertarungan Sasuke dengan Erza yang berjarak yang sangat jauh bisa didengar olehnya, bagaimana dengan Lucy, dan yang lainnya? Itulah yang kini ada dipikiran Erza.

Bora mengalihkan pandangan dari Erza, dan menatap tempat ledakan yang banyak asap hingga melebihi tinggi pohon-pohon dihutan itu. Bora menyeringai melihat kumpulan asap itu.

"jadi kau sudah berpesta ya Kageyama" guman Bora, lalu Bora segera kembali menatap Erza dengan seringan masih menempal pada bibirnya.

"ayo kita mulai Titani no Erza" ucap Bora lalu Bora segera mengacuhkan tangan kanannya kedepan. Tercipta sebuah lingakaran sihir berwarna ungu ditangan kanan Bora yang sedang mengacung kedepan.

"Hinotama Shoto [tembakan bola api]" puluhan bola api berwarna ungu mengarah kepada Erza.

BLAR!BLAR!BLAR!

.

"ba-ba-bagaimana mungkin dia bisa membuat Susano'o" ucap Sasuke dengan shok, yang memandang Kageyama sedang dilindungi oleh Susano'onya yang terbuat dari bayangan berwarna hitam yang bentuknya sama dengan Sasuke.

"bagaimana Uchiha, kekuatan mu tidak akan mampu menandingi ku" ucap Kageyama dengan seringai dibibirnya.

Susano'o Kageyama segera mengambil kuda-kuda untuk menembakan anak panah, dan seketika muncul anak panah dan busurnya ditangan Susano'o Kageyama. Panahnya tidak seperti punya Sasuke yang terbuat dari api hitam Amaterasu, tapi terbuat dari bayangan yang seperti panah biasa.

Susano'o Kageyama langsung melesatkan panahnya ke Sasuke. Panah yang ditembakan oleh Susano'o Kageyama hanya 1 tapi tiba-tiba berubah menjadi banyak.

Tanpa aba-aba Susano'o Sasuke langsung membuat perisai dari api hitam Amaterasu.

BLAR!BLAR!BLAR!

Panah bayangan milik Susano'o Kageyama sudah berhasil ditanah semua oleh Susano'o Sasuke memakai tameng api hitam.

Sasuke yang masih berada didalam Susano'o menyeringai dengan sadis layaknya iblis yang mendapatkan mangsanya.

"sepertinya aku tahu cara kerja sihirnya" guman Sasuke yang masih menyeringai dengan sadis, dan segera menghilangkan Susano'onya.

Kageyama yang melihat Sasuke menghilangkan Susano'onya, tertawa dengan puas.

"HAHAHA KAU KENAPA BOCAH UCHIHA APA KAU MENYERAH, HAHAHAHA" Kageyama terus tertawa dan mengejek Sasuke, tapi Sasuke yang diejek hanya menyeringai sadis, yang dari tadi belum luntur dari bibirnya.

"menyarah kata mu jangan bercanda bocah peniru, sihir mu itu hanya meniru sihir ku, dengan kata lain kau terus mengikuti sihir yang aku gunakan, seperti elang bayngan yang kau tiru dari elang api ku, lalu naga bayangan yang kau tiru dari naga api ku, dan Susano'o bayangan yang kau tiru dari Susano'o ku, bukan begitu bocah peniru?" ejek Sasuke yang masih menyeringai sadis.

"SIALAN KAU BOCAH" teraik Kagemaya denga kesal dan menembakan panah bayangan Susano'onya kearah Sasuke, tapi Sasuke menghindarinya dengan mudah.

"kau memang dapat meniru sihir ku, seperti sihir pembentuk, dan Susano'o, tapi kau tidak dapat meniru sihir api, petir, dan Amatersu, dengan kata lain, kau hanya mampu meniru sihir pembentuk, dan sihir yang bisa kau lihat dengan jelas, contohnya Susano'o, bukan begitu?" ejek Sasuke yang masih menyeringai dengan sadis.

"SIALAN KAU BOCAH" teraik Kageyama dengan kesal dan kembali menembakan panah bayangan Susano'onya kearah Sasuke, tapi dapat dihindari oleh Sasuke dengan mudah.

"kau memang mampu meniru Susano'o ku yang memang benar-benar mirip, tapi apa daya tahan pertahanannya sama mutlaknya dengan punya ku?" ejek Sasuke lagi.

"BRENGSEK KAU BOCAH" Kageyama kembali menambakan panah Susano'onya kearah Sasuke, tapi seperti tadi dapat dihindari oleh Sasuke dengan mudah.

"bagaimana kalau kita coba pertahanan sama mutlaknya tidak dengan punya ku" ejek Sasuke. Sekita tubuh Sasuke langsung terselimuti oleh petir hitam dengan warna putih didalam petir hitamnya.

"aku mulai serngan pertama bocah peniru" ucap Sasuke, lalu tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna hitam didepan wajah Sasuke.

"Raijin no Iki [nafas dewa petir]"

BOAAARRRR

Sasuke menyemburkan sebuah laser yang terbuat dari petir berwarna hitam, dengan beberapa berwarna putih didalam petir hitamnya. Susano'o Kageyama segera membuat perisai dari bayangan dengan ukuran yang lumayan besar.

DUUAAAARRRRRR!

Ledakan besar terjadi ditempat pertarungan Kageyama dan Sasuke. Asap yang mengumpul karna ledakan itu mulai menipis, dan memperlihatkan Sasuke yang masih berdiri dengan tegap, dan Kageyama yang juga masih berdiri dengan tegap dialam Susano'onya, kecuali tameng Susano'onya yang sudah berlubang karena serngan Sasuke barusan.

"sepertinya kau masih mampu menahannya, bagaimana kalau ini" ucap Sasuke yang masih tersenyum sadis, lalu dikedua tangan Sasuke muncul lingkaran sihir berwarna hitam.

"Raijin no Petto [peliharan dewa petir]"

GGGGRRRRR

Dari tangan Sasuke muncul sebuah panter yang terbuat dari petir dengan ukuran yang besar, sedangkan dari tangan Sasuke muncul sebuah singa yang terbuat dari petir dengan ukuran yang sama dengan panter petir Sasuke. Kedua hewan langsung melesat kearah Kageyama, kageyama yang tidak sempat membuat perisai karna dua hewan itu begitu cepat hanya pasrah.

DDDUUUAAAARRRR!

Ledakan besar terjadi lagi ditempat Sasuke bertarung dengan Kageyama. Asap yang tadinya mengumpul kini telah berkurang dan memperlihatkan Sasuke yang masih berdiri dengan tegap, dan Kageyama yang masih berdiri didalam Susano'o yang sudah retak-retak karna serngan Sasuke.

"ternyata hanya sekali serangan Susano'o mu sudah cacat ya" ejek Sasuke yang melihat Susano'o Kageyama yang sudah retak-retak.

"SIALAN KAU BOCAH BRENGSEK" teriak Kageyama dengan kesal, dan menembakan panah bayangannya kearah Sasuke, tapi dihindari oleh Sasuke dengan mudah.

"baiklah kita lanjut keserangan ketiga" ucap Sasuke lalu Sasuke mengacungkan tangan kanannya kedepan, dan seketika petir hitam bercampur putih itu berkumpul ditangan kanan Sasuke dan membentuk sebuah bola.

"Raijin no Borukurassha [bola penghancur dewa petir]"

WUUUSSSHHH

Bola petir meluncur kearah Kageyama dengan kecepetan yang sangat tinggi. Kageyama yang sama seperti tadi, tidak mampu membuatoerisai hanya pasrah akan serngan barusan.

BLLLAAAAAARRRRRRR

.

Ledakan yang besar sudah terjadi sebanyak tiga kali ditempat pertarungan Sasuke melawan Kageyama, hingga terdengar ketempat pertarungan Lucy melawan Sherry.

"semoga Sasuke-kun tidak dalam masalah" batin Lucy yang melihat kearah ledakan, dan kembali menatap Sherry yang masih berdiri diatas salah satu monster batu ciptaannya.

"bagaimana apa kau masih mau mencobanya pirang?"Tanya Sherry, dengan seringan dibibirnya.

"coba saja kalau bisa makeup tebal" balas Lucy dengan nada mengejek.

"sialan kau pirang" geram Sherry. "monster batu hancurkan dia" perintah Sherry, kepada monster batu ciptaannya.

Monster batu Sherry mengayunkan tangan kanannya kearah Lucy dengan cepat.

DUAR!

Lcuy dapat menghindari pukulan monster batu itu dengan meloncat keatas. dengan segera Lucy mengayunkan pedang kecil yang berada ditangan kanannya yang berelemen api.

"Kama Kasai [sabit api]" tercipta sebuah sabit dari api yang mengarah ke Sherry.

DUUUAARRR!

Monster batu ciptaan Sherry berhasil melindungi Sherry dengan menyilangkan kedua tangan batunya didepan dada.

"sialan kau pirang" geram Sherry. Tiba-tiba batu-batu yang ada disekitar Sherry berkumpul menjadi satu, dan menciptakaan sebuah meriam.

"kau akan mati pirang" ucap Sherry dengan menyeringai sadis.

DUAR!DUAR!DUAR!

Monster batu milik Sherry menembakan meriam batunya kearah Lucy, tapi masih dapat dihindari oleh Lucy dengan lincah, karna berkat kerja kerasnya yang selama ini berlatih dibawah bimbingan kekasihnya.

"ini akan merempotkan" guman Lucy yang masih menghindari tembakan-tembakan batu yang dilancarkan oleh monster batu Sherry.

"kau tidak akan bisa lari pirang" ucap Sherry yang masih menyeringai dengan sadis.

DUAR!DUAR!DUAR!

Monster batu itu masih terus menembakan meriam batunya kearah lucy, tapi masih sama seperti tadi, Lucy menghindarinya dengan lincah. Lucy terus menghindarinya sampai melihat sebuah celah untuk serngan balik.

"ini akan menjadi celah untuk menyerang balik" guman Lucy. Tanpa aba-aba Lucy langsung membalik arah loncatan yang tadi terus meloncat kearah kanan, berbalik menjadi kearah kiri dengan mengayunkan pedang anginnya yang digemgam ditangan kirinya.

"Kamu-fu [sabit angin]"

DUAARRR!

Sabit angin milik Lucy tidak berhasil melukai Sherry, jangan kan melukai Sherry membuat hancur monster batunya saja tidak.

"apa hanya segitu saja serngan mu pirang?" ejek Sherry.

DUAR!DUAR!DUAR!

Monster batu milik Sherry kembalik menembakan meriam batunya kearah Lucy, Lucy yang tidak siap akhirnya terkena dengan telak serngan Sherry.

BUAAAKKKHHH!

.

Asap yang tadinya mengumpul mulai menipis memperlihatkan sosok Kageyama yang masih berdiri dengan tegap, tapi sudah tidak ada Susano'o, karna Susano'o sudah hancur akibat serangan Sasuke barusan.

Tapi tidak dipihak Sasuke, Sasuke sudah terlihat kehabisan nafas karna menggunakan 3 sihir pamungkas andalannya.

"kenapa Uchiha apa kau kelelahan?" kali ini Kageyama kembali mengejek Sasuke, karna melihat Sasuke sudah kelelahan.

"yah aku memang kelelahan, tapi sepertinya kau juga sudah tidak bisa meniru sihir ku lagi, karna dari tadi aku menggunakan sihir petir, bukan begitu penyihir peniru?" ejek balik Sasuke.

"SIALAN KAU BOCAH" geram Kageyama. Tercipta sebuah lingakarn sihir dibawah kaki Kageyama berwarna hitam.

"MATI KAU BOCAH" "Kage no Kogeki [serngan bayangan]"

DUAARR!

"HAHAHA MATI KAU BOCAH DENGAN KESOMBONGAN MU" Kageyama tertawa dengan puasnya melihat Sasuke terkena dengan telak serngan Kageyama.

"apa kau pikir aku akan mati oleh serngan anak-anak itu" Kageyama langsung memberhentikan tawanya setalah mendengar sebuah ejekan dari asap tempat Sasuke terkena serangan bayangan miliknya.

Tapi saat asap itu mulai menipis dan akhirnya menghilang memperlihatkan Sasuke yang masih berdiri dengan tegap, yang sedang mengacungkan tangan kanannya keatas, dan terdapat sebuah lingkaran sihir berwarna hitam ditangan kanan Sasuke.

Bukannya hanya ditangan kanan Sasuke tapi diatas langit, tepatnya berada diawan yang ukurannya lumayan besar, terdapat lingkaran sihir yang sama persis dengan punya Sasuke dan mempunyai ukuran yang sangat besar.

.

Naruto yang sedang membopong tubuh Gray dikegtkan dengan langit yang tiba-tiba menjadi sangat gelap. Naruto menengok kearah langit, dan melihat sebuah lingkaran sihir berwarna hitam dengan ukuran yang sangat besar.

"ternyata kau mengeluarkan sihir God Slayer mu" guman Naruto tersenyum melihat lingakarn sihir milik Sasuke.

.

Kageyama hanya tercengang melihat lingkaran sihir yang sangat besar berada dilangit. Keringat mulai bercucuran dari dahinya, rasa takut mulai tergambar jelas diwajahnya.

"akan aku akhiri ini" ucap Sasuke.

"Metsujin no ogi [seni rahasia pembunuh dewa]" dari lingkaran sihir yang berada dilangit keluar sebuah tornado petir.

"Boruto: Raichiryudan [ledakan petir: delapan naga petir]"

DUUUAAAAAARRRRRR!

Ledakan yang sangat besar terjadi diarena pertarungan Sasuke melawan Kageyama, yang disebabkan karna tornado petir Sasuke membentuk delapan naga petir yang menghantam Kageyama dengan sangat dastyat.

Asap mulai menipis dan akhirnya menghilang memperlihatkan Kageyama yang sudah tergeletak jatuh, walaupun masih hidup, tapi mempunyai banyak luka bakar, akibat serngan terakhir Sasuke.

Sedangkan Sasuke masih berdiri dengan tegap, tapi kehabisan energy sihir, karna serangan terakhir tadi yang benar-benar menguras energy sihir.

"aku serahkan sisanya pada kalian teman-teman" guman Sasuke, yang akhirnya jatuh ketanah, dan pingsan.

.

"Happy bagaimana kalau kita akhiri ini" ucap Kuarama yang kepada kucing berwarna biru dogker, polos.

"baiklah, ayo kita selesaikan kawan" balas Happy. Happy langsung berlari, dan mengayunkan pedangnya kewajah Toby, tapi masih dapat dihindari oleh Toby, dengan menunduk.

Toby mengayunkan tangannya yang terdapat kuku yang dikasih racun ketubuh Happy, tapi dihindari oleh Happy dengan meloncat keatas.

Happy yang ada diatas segera mengayunkan pedangnya secara vertikal, tapi dihindari oleh Toby dengan meloncat kebelakang.

"gggrrrr jangan kalian kira kalian bisa mengalahkan aku" ucap Toby yang sudah mendarat ditanah dengan sempurna.

"apa benar begitu, tuan muka aneh?" ejek Happy. "Kurama sekarang" perintah Happy. Kurama langsung meloncat hingga tingginya melebihi Happy, dan membuka mulutnya lebar-lebar, hingga tercipta lingkaran sihir berwarna putih didepan wajahnya.

"Kai Endan [peluru api]"

DUAR!DUAR!DUAR!DUAR!

Kuarama menembakan peluru-peluru api dari mulutnya, Toby masih dapat menghindari dengan meloncat kekanan dan kekiri.

"Happy sekarang" perintah Kurama. Toby dikagetkan dengan Happy yang sudah ada didepannya, dan mengayunkan pukulannya kewajah Toby.

BUAKHHH!

Toby terpental jauh karna pukulan Happy yang sangat keras.

"bagus Happy" ucap Kuarama.

"kau juga hebat sobat" balas Happy.

.

"sial tubuh Gray benar-benar berat" gerutu Naruto yang masih membopong tubuh Gray menuju desa.

"semoga setelah ini kau tidak merepotkan Gray" guman Naruto, yang terus berjalan.

.

"Renkai [garuda api]" tercipta sebuah garuda api berwarna ungu yang mengarah ke Erza,

DUAARRR!

Tapi dapat dihindari oleh Erza, dengan meloncat kearah kiri. Erza kini telah merubah baju perangnya menjadi baju dewi perang.

"Heaven's Well: Bluemenblat" Erza menembakan puluhan cahaya-cahaya berwarna biru yang membentuk sebuah pedang kearah Bora.

DUAR!DUAR!DUAR!

Bora masih dapat menghindari serangan Erza yang barusan, tapi Bora dikagetkan dengan sosok Erza yang muncul dari atas, dan mengayunkan pedangnya secara vertikal kearah Bora.

CRAZ!

Bora terkena ayunan pedang Erza, tapi serngan Erza tidak sampai disitu, Erza yang ada didepannya, dan sudah mengganti armornya, kearah biasa yang sering dipakai, segera mengarahkan tinjunya keperut Bora.

BUAAKKHH!

Bora terpental jauh karna tinju Erza yang sangat kencang bagaikan kekuatan monster.

"cukup merepotkan melawan mu api ungu" ucap Erza, yang segera meninggalkan tempat pertarungannya dengan Bora.

.

Disebuah kapal yang cukup besar, kini terlihat dua wanita cantik. Yang pertama wanita berambut pink, dengan wajah manis, dan bola mata berwarna hijau. Yang kedua adalah perempuan berambut biru tua, dengan wajah manis. Mereka adalah Sakura dan Guren.

"berapa lama lagi kita sampai disana Guren?" Tanya Sakura pada sosok perempuan berambut biru dongler.

"paling lama 2 jam lagi Sakurra" jawab Guren, yang kini sedang menatap pemandangan laut dimalam hari.

"sudah lama aku tidak berdansa, semoga disana ada seseorang yang bisa membuat ku berdansa beberapa jam" ucap Sakura yang juga sedang memandangi laut.

"di pikiran mu itu apa Cuma ada berdansa, berdansa, dan berdansa saja ya" balas Guren.

"bisa dibilang begitu" ucap Sakura.

.

"baiklah Makeup tebal akan aku akhiri ini" ucap Lucy, yang berdiri didepan monster batu ciptaan Sherry.

"HAHAHA LAKUKAN KALAU BISA PIRANG" ejek Sherry "monster batu tembak" perintah Sherry. Monster batu ciptaan Sherry langsung menembakan meriam-meriam batu kearah Lucy.

DUAR!DUAR!DUAR!

Tapi masih dapat dihindari oleh Lucy dengan lincah. Lcuy yang meloncat kearah kanan , langsung mengayunkan pedang apinya yang digemgam ditangan kanan.

"Phoenix"

DUAARR!

Serngan api yang berntuk Phoenix, membawakan hasil bagi Lucy. Karna serngan api yang membentuk Phoenix tadi berhasil membuat dua kaki monster batu milik Sherry hancur.

"akan aku akhiri ini semua" ucap Lucy, dengan segera Lucy langsung melompat hingga tingginya melebihi monster batu milik Sherry.

"Niju Kogeki: Kasai no Tatsumaki [serngan ganda: badai torndo api]"

DUUAAAARRRRR!

Ledakan besar terjadi, dan menimbulkan asap yang sangat banyak. Saat asap itu menghilang memperlihatkan Sherry yang sudah tergeletak dengan banyak luka bakar, dan Lucy yang masih berdiri dengan tegap.

"sepertinya urusan ku sudah selesai" guman Lucy, lalu segera pergi.

.

"sialan kenapa sihir ku tidak mempan" gerutu Natsu karna dari tadi mencoba menyerang musuhnya yang bernama Yuka, tapi tidak pernah berhasil.

"sudah aku bilang sihir apa pun tidak akan pernah berkeja dengan ku bodoh" ejek Yuka dengan menyeringai.

"KAU BILANG APA SIALAN" geram Natsu, yang langsung berlalri kearah Yuka dan mengarahkan tinjunya yang berlapis api kewajah Yuka.

"Nami [gelombang]"

BUAKH!

Tinju api Natsu berhasil ditahan oleh sebuah perisai gelombang berwarna biru transparan.

"sudah ku katakana sihir apapun tidak akan bekerja terhadap ku" sombong Yuka.

"kalau begitu aku akan menghajar mu tanpa sihir, itu bukan masalah besar kan" balas Natsu dengan menyeringai. Dan mengarahkan tinjunya yang tidak berlapis api kewajah Yuka.

BLUP

Tangan Natsu berhasil menembus gelombang transparan milik Yuka.

"lihat, aku menembusnya" ucap natsu dengan menyeringai.

"terus apa yang akan kau lakukan Salamander? Kau tidak akan bisa menggunakan sihir didalam gelombang ku" sombong Yuka dengan menyeringai.

"jadi aku bisa menggunakannya diluar bukan? Terimakasih atas nasihatnya" balas Natsu dengan menyeringai.

"Karyu no Enji" [siku menyala naga api]" keluar api dari sikut Natsu yang masih berada diluar gelombang milik Yuka.

"APA"

BUAKKGGHH!

Yuka terlempar jauh karna terkena tinju yang tidak berlapis api, tapi berhasil membuat Yuka pingsan dengan pukulannya.

"masalah sudah selesai" ucap Natsu yang tersenyum, dan memperlihatkan giginya yang rapih.

.

"Naruto apa aku merepotkan mu?" Tanya Gray yang masih berada dibopongan naruto.

"tidak sama sekali, aku senang bisa membantu teman ku, dan kau jangan banyak bicara dulu, luka mu masih parah" balas Naruto yang terus berjalan, dan sampai ditempat sebuah kawah yang besar.

"setahu aku desanya disini" guman Naruto, yang melihat sekeliling, yang hanya terdapat sebuah kawah yang besar.

"Naruto itu bukannya Sasuke" ucap Gray dengan nada lemah, dan menunjuk ketempat dimana Sasuke tergeletak pingsan.

"sepertinya iya" balas Naruto yang menghampiri tubuh Sasuke, yang sedang pingsan.

"dia hanya kelelahan" guman Naruto, lalu merebahkan badannya, dan menurunkan tubuh Gray.

"kita tunggu disini Gray, nanti yang lainnya akan kesini" ucap Naruto.

Tanpa disadari oleh Naruto, dari tadi Naruto terus diintai oleh sosok pemuda yang memakai topeng aneh, dengan tiga lubang mata yang berbentuk temoe.

"aku menantikan kau bertarung Naruto Namikaze" guman orang itu yang diketahui adalah Tobi. Lalu Tobi segera menghilang meninggalkan bulu-bulu burung elang berwarna hitam.

.

.

.

TBC

Gomen kalau pendek.

Akhirnya kebongkar juga seluruh sihir yang Sasuke kuasai.

Tinggal sihir-sihir Naruto yang belum terbongkar dan masih misteri.

Gomen lupa mengasih penjelasan pas Happy berubah wujud. Happy pas berubah wananya menjadi biru dongker polos, tanpa ada warna putihnya.

.

Chapter selanjutnya: pertarungan akhir dan hari akhir dipulau galuna

.