Disclaimer
Grand Chase, All related Logo and Characters are trademark of KOG studio.
Adaption story : Bakemonogatari eps 2– "Mayoi Snail" by Nisio Isin and Vofan
.
-:-:-:-Mythical Detective – Loose Soul Cases-:-:-:-
Case 1 : Wandering Soul [part 1]
.
Ia terbangun dari tidurnya dengan peluh membalut seluruh tubuhnya.
"Sial. Mimpi itu lagi." Keluhnya.
Di luar sana mentari telah bersinar cukup tinggi yang berarti satu hal, ia terlambat untuk sarapan. Meskipun begitu ia mengumpulkan kembali kesadarannya kemudian bergegas untuk melakukan rutinitas pagi.
.
Kurang lebih 20 menit kemudian ia sudah turun ke dapur. Ia membuka kulkas untuk menemukan kantung kosong di laci bawahnya. Baru ingat, ia lupa membeli suplai untuk minggu ini. Menghela nafas, ia memilih untuk sarapan dengan telur dadar saja pagi ini.
Setelah semuanya siap ia mulai sarapannya sambil membaca koran. Halaman demi halaman dibukanya tanpa menunjukkan sedikitpun ketertarikan hingga sebuah kolom iklan merebut perhatiannya. 'Promo hari ini. Potongan harga 50% untuk pembelian apa saja di toko kue Shacthel. Jalan Alcubra no. xx telp. xxxxxxxxx'. Sebelah mata scarletnya mengkilatkan kata 'Menarik' disertai seringai kecil. Ia berencana ke sana siang nanti, setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan terlebih dahulu yang katanya akan diantarkan oleh... Tiba-tiba bel berbunyi. 'Pasti dia' pikirnya dalam hati. Beranjak dari ruang makan, ia menuju pintu depan lalu membukanya. Seperti dugaannya seorang berambut lavender berdiri di depan pintu rumahnya, menyodorkan amplop coklat berukuran sedang padanya.
"Neh. Aku malas mengantarkan ini tapi karena boss menyuruhku.." Ia menggerutu sendiri, membuat pemuda tadi menatapnya bingung.
"Sudahlah." Ia mengunggingkan senyum psycho yang cukup membuat orang lain merinding kemudian meninggalkan tempat.
Masih dengan bingung ia pun menutup kembali pintu rumahnya.
.
Ia pulang dengan membawa beberapa kantong kertas penuh roti dan kue yang diborongnya. Cukup banyak hingga membuatnya kerepotan tapi karena harganya murah jadi baginya itu sebanding. Ia duduk di kursi taman terdekat untuk menikmati steamed bun favoritnya. Ketika tengah asik menyantap ia melihat seorang pemuda berambut abu-abu dan google kuning tengah menatap papan peta di seberang jalan sana. 'Pasti pelancong' pikirnya. Sambil menyantap kue ia membuka amplop yang diantarkan oleh pemuda seram pagi tadi. Didalam sana terdapat selembar memorandum dan beberapa foto sebagai lampirannya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah membaca memonya.
Di situ tertulis : 'Akhir-akhir ini ada rumor mengatakan bahwa di daerah sekitar tempat-tempat ini memiliki aura yang kurang menyenangkan. Ada juga yang bilang, orang yang mengenal daerah itu pun kadang dapat tersesat. Seperti ada sesuatu yang tengah mempermainkan mereka. Sebagai ahlinya tolong kau selidiki tempat-tempat dalam foto ini. Dari : Bestair'.
Ia menghabiskan potongan kuenya yang terakhir kemudian mulai memperhatikan setiap foto yang terlampir dengan seksama. Salah satu dari foto tersebut rasanya ia tahu lokasinya. Sejenak kemudian ia ingat, tempat itu berada diseberang tempatnya berada sekarang. Tepat dimana pemuda berambut abu-abu tadi.. ralat.. sedaritadi berdiri. Pemuda itu masih terpaku di depan peta tanpa ada sedikitpun posisi yang berubah. Serius, apa yang sebenarnya sedang ia cari?
"Um.." Dehemnya ketika berada di samping pemuda itu.
"Ya?" Jawabnya datar.
"Daritadi kulihat kau tak beranjak dari sini. Apa kau tersesat?" Tanyanya seramah mungkin.
"Tidak. Aku baik-baik saja." Jawab pemuda itu tanpa ekspresi. Ia menggaruk belakang kepalanya yang tertutup oleh rambut ikal berwarna coklat..
"Baiklah kalau begitu." Ia pun meninggalkannya di sana.
Meninggalkannya tapi ia tidak benar-benar beranjak dari lokasi itu. Ia masih di sana, berdiri di area diluar jangkauan pengelihatannya. Ia harus memastikan sesuatu. Beberapa jam berlalu. Hari sudah mulai sore tapi pemuda itu tetap tak bergerak satu senti pun dari keadaan semula. Kalau begitu hanya ada satu jalan untuk membuktikan kecurigaannya.
"Hei!" Panggilnya pada seorang anak berusia kurang lebih 10 tahun yang kebetulan lewat daerah situ.
"Ya kakak?" Jawab anak itu.
"Apa kau mengenal seseorang yang berdiri di depan papan peta itu?" Tanyanya sambil menunjuk lokasi yang dimaksud.
"Siapa? Aku tak melihat siapapun." Anak itu berjinjit untuk melihat lebih jelas lokasi yang dimaksud.
"Itu.. Kakak berambut kelabu."
"Ah, kakak mengerjaiku!" Ia menggembungkan pipi lalu meninggalkannya.
Anak itu tak melihatnya. Itu berarti.. satu jiwa yang harus dituntun. Ia menyeringai menatap roh di depan sana.
"Target locked." Gumamnya.
.
Arme : *membaca* Ekh? koq gini doang?
Ru : Nanti kalo sudah dilanjut Ru updet lagi ok?
Mari : cliffhanger..
Ru : Baca re:review.. Lassie.. =3=
Lass : Namaku bukan Lassie.. Hmph.. untuk Orithia Windbell, aku senang kau mengganggapku kuat tapi ya apa boleh buat.. peranku selalu seperti itu.
Rufus : Kenapa aku juga? *sigh* LitaRicaChan a.k.a Darkmelt, ya itu aku dan Lass.. tidak ada OC yang dipakai di sini.
Neva : Shirokawa Hazuki a.k.a TVP, senang bertemu kembali.. ^^ ..dan kau hampir membunuh author-sama dengan 'glomp' mematikanmu.
Arme : chotto! kau bilang tidak ada OC? lalu dia? *menunjuk Neva*
Neva : Hei.. aku cuma assisten author di sini oke.. ==
Ru : next eps : Wandering Soul [part 2]
