La Vie en Blanch et Noir

Disclaimer : I do not own Detective Conan/Case Closed all belong to Aoyama Ghoso

Canon Modified & OC


Chapter Three


Seorang laki-laki berkacamata, bertubuh tegap —Shuichi Akai— yang sekarang ini tengah menyamar sebagai seorang mahasiswa, bernama Subaru Okiya sedang berada di pusat keramaian kota Tokyo. Ia keluar rumah untuk membeli bahan keperluan sehari-harinya. Setelah insiden yang membuat apartemen yang di tempatinya terbakar, ia di izinkan untuk bisa tinggal di rumah milik keluarga Kudo. Beruntung karena dia juga tidak diharuskan membayar uang sewa bulanan.

Keberuntungannya juga tidak habis disitu. Dengan tinggal disana, ia jadi bisa lebih dekat dengan Sherry, yang sekarang ini lebih sering di panggilnya dengan Ai-chan atau princess.

Gadis itu memiliki nasib yang sama dengan Shinichi Kudo. Tapi tidak seperti Kudo yang di cekoki obat ajaib itu secara paksa, oleh organisasi tempat ia pernah bernaung dulu sebagai mata-mata. Ironisnya gadis itu meminum sendiri obat ajaib yang dibuatnya. Berharap ajal akan menjemputnya, namun tubuhnya malah menyusut menjadi seorang anak kelas 1 SD.

Entah bagaimana Shuichi seakan merasa bertanggung jawab akan tindakan gadis itu. Bagaimana tidak? Gadis itu berencana bunuh diri setelah mengetahui kakaknya tersayang telah tiada. Gadis itu merasa kalau hidupnya sudah tidak ada artinya lagi. Shuichi merasa bersalah akan hal itu, karena kalau saja dulu saat masih bergabung dengan organisasi sialan itu ia bisa meyakinkan Akemi Miyano —kakak gadis itu yang juga merupakan kekasihnya— untuk mau ikut pergi bersamanya. Semua ini tidak akan terjadi. Mereka bisa saja pergi ke luar negeri dan mengganti identitas mereka.

Tetapi sekarang, semuanya sudah terlambat. Shuichi juga tidak mempunyai kekuatan untuk bisa memutar balikkan waktu. Satu-satunya yang bisa ia lakukan hanyalah menyesalinya. Maka dari itu, dengan melindungi adik dari wanita yang sangat dicintainya serta membalaskan dendamnya pada organisasi sialan itu. Shuichi berharap dengan semua itu dapat menebus penyesalan yang dirasakannya.

Shuichi memberikan senyum ramahnya pada pelayan wanita di toko roti itu, saat ia mengambil uang kembalian yang di bayarkannya. Ia segera melangkahkan kaki panjangnya menuju pintu keluar, namun langkahnya terhenti. Seorang pria tengah berdiri tepat di pintu keluar toko roti itu dan menghalangi jalannya.

Pria itu mengenakan Leather Jacket berwana putih tanpa lengan sehinngga memperlihatkan lengannya yang cukup kekar dan berotot. Potongan rambut model fringenya juga membuatnya terlihat sedikit gahar, ditambah dengan luka pada pelipis sebelah kirinya yang memanjang sampai memotong sebagian alisnya. Pria itu juga membawa hard case guitar di punggungnya. Tapi Shuichi saat itu justru berusaha untuk menahan tawanya. Karena pria yang tadinya terlihat gahar itu tengah menarik-narik koper berwarna pink dengan motif Hello Kitty, yang entah bagaimana rodanya bisa tersangkut di depan pintu masuk toko roti itu.

Pria itu berusaha menariknya lagi dengan sekuat tenaga, sampai akhirnya ia jatuh terduduk menjungkang kebelakang.

Shuichi sekali lagi berusaha menahan tawanya.

Shuichi mendengar pria itu merutuki koper pink bermotif Hello Kitty itu dengan umpatan berbahasa inggris. Sehingga Shuichi meyakini kalau pria itu bukanlah seorang Japanese. Pria itu mungkin seorang turis yang sedang berlibur ke Jepang, di lihat dari koper besar yang dibawanya.

Shuichi berdehem pelan. " Can I help you? " Pria itu menoleh ke arahnya

" Everything is fine. " Pria itu berdiri menepuk celana jeans hitamnya untuk dibersihkan. " Sorry for standing in your way. "

Shuichi hanya tersenyum dan pria itu bergeser ke pinggir, untuk mempersilahkannya lewat. Perasaan aneh muncul saat Shuichi berjalan melewati pria itu. Shuichi menoleh lagi pada pria itu, saat pintu toko roti di belakangnya telah menutup. Shuichi merasakan aura yang tidak biasa pada pria itu, yang membuatnya yakin kalau pria itu bukan sekedar seorang turis yang sedang berlibur di Jepang. Namun Shuichi memilih untuk mengabaikannya. Siapapun pria itu bukanlah urusannya. Ia pun kembali melangkahkan kakinya.

.

.

.

Sebuah mobil sport volkswagen berwarna merah, berhenti tepat di depan kantor polisi. Mobil itu terparkir sempurna secara parallel, diantara mobil patroli mini dan mobil sedan patroli. Pintu mobil itu membuka secara vertikal keatas, memunculkan semburat messy blonde hair sang pemilik mobil, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ryou Kenzo. Ia keluar dengan terburu-buru dan bergegas masuk kedalam kantor polisi itu.

Matanya memandang ke seluruh penjuru ruangan dalam kantor polisi itu. Tapi ia tidak menemukan orang yang di carinya. Dalam ruangan itu hanya ada dua orang polisi laki-laki, yang satu diantaranya tengah tertidur pulas di mejanya dan satunya lagi tengah berdiri di depan lemari kaca yang berisi banyak berkas dan file. Lalu di ujung ruangan ada seorang polwan dan gadis berambut brunette panjang berombak yang sedang duduk saling berhadap-hadapan.

Seorang polisi laki-laki yang sedang berdiri di depan lemari kaca, menoleh kearah Ryou dan berjalan menghampirinya.

" Ada yang bisa saya bantu? " Ucap polisi itu.

" Maaf aku sedang mencari teman ku. Dia menghubungi ku dan mengatakan kalau ia di tahan di kantor polisi ini, karena sebuah kesalahpahaman. " Jelas Ryou.

" Apa teman mu seorang gadis? "

" Ya. " Ryou menganggukkan kepalanya. " Dia seorang gadis berpakaian sedikit nyentrik dengan rambut pixie cut berwarna biru-keabuan. "

" Tidak ada gadis seperti yang kau katakan itu disini. Satu-satunya gadis yang ada disini, yang sedang kami tahan adalah gadis itu. " Tunjuk polisi itu ke meja di sudut ruangan.

Ryou menolehkan kepalanya pada gadis berambut brunette itu, ia melihatnya dengan mengerutkan dahi.

" Terima kasih. " Ryou tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Melangkahkan kakinya ke meja di sudut ruangan, Ryou menyentuh pundak gadis berambut brunette itu.

" Crystal? " Tegurnya.

" Kenzo! " Gadis berambut brunette yang di panggil Crystal itu segera bangkit dari duduknya dan mengahambur kearah Ryou.

" Huft! Where have you been? Why you gotta be sooo long! " Ryou memandangnya dengan heran.

Gadis itu balik menatap Ryou dengan mengernyit. Ia memetik jarinya di depan wajah Ryou. " Hellooo Kenzo! What the hell is going on with you? "

Ryou terkesiap. " What? No.. I mean yeah what the hell is going on with you? "

" And what kind of outfit is this? " Ryou menatap Crystal dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.

Crystal mengenakan white tanktop, celana jeans hitam dengan peep-toe boots dan locked necklace Jillian Dempsey menggantung di lehernya.

" You're such an emo, member of punk rock band! " Ryou mendengus dan tertawa. " Kau sehat kan Rys? " Menempatkan telapak tangannya pada dahi Crystal.

" Tentu saja aku sehat. " Crystal menyingkirkan tangan Ryou dari dahinya.

" Dimana Kai? "

" Aku tidak tau dia dimana. Kami terpisah dan sih pelupa itu meninggalkan ponselnya di Bradford. Jadi aku tidak bisa menghubunginya untuk mengetahui dimana dia sekarang. "

" Dia meninggalkan ponselnya dimana? "

" Kai meninggalkan ponselnya di rumahnya, di Bradford! "

" Di Bradford? Bradford City in Britain? " Ryou mendengus lagi tak percaya.

" Yeah kau pikir dimana lagi? "

" Kau sedang tidak becanda kan? " Ryou menggelengkan kepalanya. " Tunggu— Lalu apa yang kau lakukan disini? Disini.. maksud ku di Tokyo. "

" Long story Kenzo! Yang lebih penting sekarang, kau harus membantu ku keluar dari sini. " Crystal dan Ryou melirik kearah polwan yang masih duduk itu.

" Kalian sudah selesai dengan drama opera sabun itu? " Ucap polwan itu menatap mereka dengan tatapan bosan.

Ryou dan Crystal saling lirik satu sama lain. Lalu melirik kepada polwan itu yang kini tengah menyangga kepalanya dengan sebelah tangan.

" Er ibu polwan—

Sela polwan itu cepat. " Aku bukan ibu-ibu_- "

" Yah maaf tante pol—

" Dan jangan panggil aku tante T_T " Polwan itu kini terlihat frustasi.

Crystal menarik kerah kemeja hitam Ryou agar ia menunduk.

" Apa? "

Crystal berbisik di telinga Ryou. " Kau harus memanggilnya kakak polwan yang cantik. " Ryou segera menoleh kearah Crystal dengan menautkan kedua alisnya.

" Maafkan aku. Kakak polwan yang cantik. " Ryou berusaha memberikan senyum manisnya. Senyum manis yang bisa meluluhkan hati jutaan wanita di luar sana.

Polwan itu menegakkan duduknya tersenyum pada Ryou. " Ah jika di perhatikan ternyata kau sangat tampan! "

" Terimakas—

" Tapi kau tetap sama menyebalkannya, dengan gadis preman itu! " Tunjuk polwan itu dan Crystal membuang mukanya.

" Kakak polwan, gadis preman menyebalkan ini adalah teman ku. " Ryou merengkuh pundak Crystal menuntunnya untuk duduk di kursi. " Gadis preman ini bukanlah penjahat. Dia gadis yang baik dan bahkan masihlah sangat manja. Ia juga masih suka merengek kepada kedua orang tuanya. " Crystal menoleh ke arah Ryou yang masih mematri senyum di wajahnya. Ryou meremas pundak Crystal sebagai isyarat untuknya, agar ia menatap lagi lurus kedepan kepada si polwan. " Seorang penjahat yang manja haha— Lucu sekali bukan? Er teman ku ini sedang liburan di Jepang bersama te—

" Kakak ku tersayang. " Sela Crystal.

" Yeah kakaknya tersayang. Jadi kakak polwan, aku bisa memastikan padamu kalau teman ku ini adalah gadis baik-baik. " Ryou mengeluarkan dompet dari saku White shortnya. Mengeluarkan ID card-nya " Er ini ID-ku, mungkin itu bisa menjamin teman ku untuk sementara. Tentang ID card, passport dan juga visa milik teman ku ini, mungkin itu bisa menyusul. Kami akan segera kembali kesini dan memberikannya pada mu. "

Polwan itu mengambil ID-card milik Ryou. " Ya kau bisa menggunakan ini sebagai jaminan. "

Ryou dan Crystal tersenyum senang kepada polwan itu.

" Tapi aku tetap tidak bisa melepaskan teman mu. " Senyum hilang dari wajah mereka berdua.

.

.

.

Jam istirahat pertama SMA Teitan hampir saja usai. Sementara Ran masih melamun di tempat duduknya. Ia sedang memikirkan Shinichi yang sudah beberapa hari ini tidak ada kabar. Email dan pesan teks yang di kirimkannya juga tidak satu pun mendapat balasan. Entah apa yang sedang di kerjakan oleh maniak Holmes itu diluar sana. Ran hanya bisa berharap dimana pun Shinichi berada dan apapun yang sedang di kerjakannya, semoga ia akan selalu dalam keadaan baik-baik saja.

Ran menghela napasnya dalam dan menutup ponselnya. Pintu kelas menggeser terbuka. Sonoko dan Sera yang baru saja kembali dari kafetaria segera menghampiri Ran.

" Hei Ran! " Suara Sonoko terdengar bersemangat. " Akhirnya kita bisa menyaksikannya Ran! Menyaksikannya secara langusng! "

Ran menaikkan sebelah alisnya. " Aku antusias sekali! Hari sabtu pukul 15:00 PM! " Ran masih terlihat bingung dan sulit mencerna apa yang sedang di bicarakan oleh Sonoko.

" Sonoko sedang membicarakan Wonderful of Magic yang sedang ramai di perbincangkan itu. " Jelas Sera.

" Ada apa dengan acara itu? "

" Aku mendapat tiket untuk kita bisa menonton acara itu secara Live! " Keantusiasan belum hilang dari wajahnya. " Aku mempunyai 10 tiket gratis, jadi kita semua bisa menontonnya bersama! "

Ran juga ikut terlihat antusias. " Sungguh? "

" Ya hebat bukan? Jadi aku ingin mengajak mu dan Sera-chan. Kau juga boleh mengajak suami mu itu. " Sonoko mengedipkan matanya.

Ran terlihat murung. " Kalau Shinichi, aku tidak yakin. Karena sudah beberapa hari ini, ia juga belum menghubungi dan membalas pesan ku! "

" Huhh dasar sih detektif otaku itu! " Sonoko terlihat jengkel. " Oh iya Ran, ajak juga ayah mu kalau dia tidak keberatan. Kalau ayahmu ikut, dia kan juga bisa sekalian mengantar kita. "

" Kalau ayahku ikut, berarti kau juga harus mengajak Conan-kun. Karena aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian dirumah. "

" Ide bagus! Aku akan senang kalau Conan-kun juga ikut. " Sera tersenyum manis memperlihatkan gigi taringnya.

Sonoko memasang wajah idiotnya. " Haha anak nakal itu yah. Baiklah tidak apa. "

" Kalau begitu, aku akan bilang pada ayah dan Conan nanti. Pasti akan seru sekali! "

Sonoko terlihat berpikir. " Ah! Aku hampir lupa! Aku juga akan mengajak Kenzo-kun!

" Benar juga! Selagi dia masih di Tokyo. "

" Yeah aku akan menghubunginya nanti. "

" Er kalau aku boleh tau, siapa orang yang kau panggil Kenzo itu? " Tanya Sera.

" Oh iya, kau belum tau ya Sera-chan? Namanya Ryou Kenzo, dia itu teman kami sewaktu kecil. Dia satu tahun diatas kita. Karena pekerjaan orang tuanya, dia terpaksa harus pindah dan tinggal di Amerika untuk beberapa lama. Kemudian ia menetap di London. Dan sekarang ini dia kembali untuk berlibur di Tokyo" Jawab Ran.

" Oh jadi begitu. "

" Benar-benar! Dan kau tau Sera-chan, dia adalah pemuda yang sangat tampan! " Sonoko mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto Ryou. " Lihat! Tampan kan? "

" Heh? Darimana kau mendapatkan foto itu Sonoko? "

Sonoko tertawa kecil. " Aku mengambilnya secara diam-diam di kafe kemarin. "

" Sepertinya dia tipikal pria yang senang menjaga penampilan yah? "

" Sejak kecil pun, Ryou-san memang sudah sering mengenakan pakain formil dan kasual seperti itu. "

Sonoko masih memandangi foto Ryou di ponselnya. " Kalau di ingat-ingat lagi, kau benar juga Ran! Tapi bagi ku, seperti apapun pakaian yang dikenakan oleh Kenzo-kun, ia pasti akan selalu terlihat tampan. "

" Dasar Sonoko! Bagaimana dengan Makoto-san? "

" Hehe itu hal yang berbeda. "

" Aku jadi penasaran untuk bertemu teman kalian itu. Apakah dia orang yang baik? "

" Ryou-san adalah orang yang baik dan juga ramah. "

" Bahkan mungkin sangat baik! " Sonoko merangkul bahu Sera. " Dan aku yakin kau akan jatuh cinta padanya saat kau melihat senyumnya. "

" Omong-omong Sonoko, kau kan mempunyai 10 tiket, bagaimana dengan 4 tiket sisanya? " Tanya Ran.

" Kau benar juga Ran. Makoto masih sibuk dengan turnamennya. Orang tua ku mana mungkin mereka mau ikut_- "

" Bagaimana kalau kau mengajak teman-temannya Conan-kun? " Usul Sera.

" Benar juga! " Jawab Ran setuju.

Sonoko masih terlihat berpikir. " Anak-anak nakal itu yah_- "

" Tidak apalah Sonoko, aku yakin mereka akan senang. "

" Yang dikatakan Ran benar. Lagi pula tiket yang tersisa kan ada 4 dan mereka juga berempat. Jadi pas sekali! " Kata Sera lagi.

" Yeah baiklah~ "

.

.

.

" Mengapa kau tidak bisa membebaskannya? Apa kau tidak percaya pada kami? " Ryou melirik Crystal yang tengah berusaha menahan kekesalannya.

" Bukan karena itu. Tapi karena teman mu terlibat dalam masalah yang jauh lebih besar. Teman mu telah membuat dua orang pria babak belur sampai harus di larikan kerumah sakit. "

" Apa? " Ryou menatap Crystal.

" Um itu— Yeah aku memang melakukannya. " Crystal mengatakannya tanpa berani menatap Ryou.

" Kau tidak mengatakannya padaku saat di telepon tadi. Dan Rys? Astaga! Apa yang kau lakukan pada kedua pria itu? Sampai mereka harus di larikan ke rumah sakit? "

Crystal menggigit bibir bawahnya sendiri. " Kau tau, aku hanya melakukan Revers, Foutte, Chasse, Upercut, Crochet—

" Okay cukup Rys. Kau mengatakannya dengan begitu sangat mudah. " Ryou menyela perkataan Crystal yang tengah berbicara sambil menghitung dengan jarinya.

" Aku melakukannya bukan tanpa alasan. Pria itu mencoba untuk bersikap kurang ajar pada ku dan pria yang satunya, dia berusaha mencuri kesempatan dalam kesempitan dengan mencoba mencuri ponsel ku! "

Ryou menghela napasnya dalam. " Kakak polwan, kau dengar sendiri kan? Semua itu hanya kesalahpahaman. Lagi pula teman ku yang berada dalam keadaan tidak menguntungkan disini. "

" Kau benar tapi—

" Kakak polwan. " Sela Ryou. " Aku rasa kita bisa menyelesaikan ini dengan cara kekeluargaan. Mari kita berandai. Bagaimana jika kondisinya seperti ini, teman ku tidak bisa membela diri dan dia menjadi korban pelecehan? " Polwan itu terlihat berpikir.

" Semua yang dikatakan Kenzo benar! " Crystal mengatakannya dengan mata berkaca-kaca. " Aku ingin menuntut keadilan untuk diriku sendiri! Aku pun tidak sanggup membayangkan kalau saja hal itu terjadi pada ku, itu.. itu sungguh.. hiks! " Crystal menarik ujung kemeja hitam Ryou dan menangis sesenggukan.

" Rys hentikan itu! " Protes Ryou saat Crystal hendak mejadikan kemejanya sebagai lap. Ryou mengeluarkan saputangan dari sakunya dan memberikannya pada Crystal.

" Jadi kakak polwan. Begini saja, bagaimana kalau kami akan bertanggung jawab dengan menanggung semua biaya mereka selama di rumah sakit. "

" Apa? Tidak Kenzo! Mereka pantas mendapatkan itu! " Crystal mengangkat wajahnya dari saputangan.

" Hush Rys! Jadi bagaimana kakak polwan? "

" Baiklah kalau begitu. " Ryou menghembuskan napasnya lega. " Tapi sebelum kau pergi kau harus mengisi form ini terlebih dahulu gadis preman. "

" Dan kau juga harus membuka borgol di tanganku ini. " Rys menyodorkan kedua tangannya yang masih diborgol. " Bagaimana aku bisa mengisi form itu, jika tanganku masih di borgol seperti ini. "

" Yeah~ Yeah~ "

.

.

.

Di SD Teitan.

Sudah waktunya jam istirahat kedua dan masuk jam makan siang. Sebelumnya Ai Haibara baru saja selesai kelas olahraga. Dari semua mata pelajaran yang ada, ia tidak menyukai yang namanya olahraga. Ai lebih memilih mengerjakan soal sulit seperti rumus matematika dan fisika. Hal-hal semacam itu. Tapi tentunya di kelas 1 SD belum ada pelajaran seperti itu. Ia harus sangat bersabar belajar menghitung 1 + 1 = 2.

Yeah— Membosankan memang. Habis mau bagaimana lagi? Dirinya memang terjebak di tubuh anak kelas 1 SD. Dikarenakan obat yang dibuatnya sendiri. Jadi mau tidak mau dia harus melakukannya. Menjalani kesehariannya sebagai anak kelas 1 SD bernama Ai Haibara.

Ai menghela napasnya.

" Ai-chan! " Panggil Ayumi dari kejauhan.

Ayumi dengan semangat berlari ke arahnya dengan membawa bento makan siang.

" Ayo kita makan bersama. " Ayumi duduk di sampingnya di bangku panjang taman sekolah. Tepat dibawah pohon yang rindang.

Ai melirik Ayumi membuka bentonya yang sudah di tata sedemikian mungkin agar terlihat cantik. Nasinya di buat berbentuk bulat dengan Tamagoyaki melingkar di sekelilingnya. Sehingga bentuknya terlihat seperti matahari. Di tengah nasi terdapat sosis yang di tata membentuk seperti wajah, ada mata, hidung, dan mulut. Di set sebelah kiri ada sayuran dan juga karage chicken.

Manis sekali.

" Ai-chan kau bawa apa? " Tanya Ayumi.

Ai membuka kotak bentonya. " Aku hanya membawa spaghetti, yang ku buat sendiri. "

" Sugoi Ai-chan! Kau bisa membuatnya sendiri? " Ayumi menatapnya dengan mata berbinar.

" Yeah sebenarnya tidak terlalu sulit. "

" Ai-chan mau kan mengajari Ayumi? "

" Mengajari membuat spaghetti? " Ayumi menganggukkan kepalanya. " Tidak masalah kalau hanya membuat spaghetti. "

" Benarkah? Terimakasih Ai-Chan! "

Ai hanya tersenyum, sementara Ayumi menyuap lagi bentonya. Beberapa anak juga sedang memakan bento mereka di bangku yang lain. Ada juga yang bermain kejar-kejaran. Mereka terlihat senang.

Kalau di ingat-ingat lagi. Waktu ia masih SD dan bersekolah di Amerika. Tentunya sebagai dirinya sendiri, Shiho Miyano. Dulu ia hanya makan seorang diri. Ia selalu menjauh dari orang sekitarnya. Beberapa temannya dulu bahkan menganggap dirinya sebagai anak yang aneh. Satu-satunya teman yang menemaninya makan hanyalah seekor kucing penunggu kafetaria. Kucing kecil yang lucu berwarna hitam-putih.

Pernah juga ada seorang anak laki-laki, yang sepertinya anak baru dan belum mengetahui dirinya yang di cap sebagai anak aneh. Anak laki-laki itu berniat baik untuk menemaninya makan siang bersama. Tapi saat itu ia malah pergi dan meninggalkan anak laki-laki itu tanpa berkata apapun. Semua itu terpaksa dilakukannya. Karena ia tidak mau mereka terlibat dalam bahaya. Sejak kecil ia pun sudah hidup bersama bayang-bayang organisasi. Semua biaya sekolahnya sampai ia menjadi ilmuwan sampai sekarang pun di tanggung oleh organisasi.

Haruskah ia berterima kasih untuk itu? Dari kebaikan yang organisasi berikan padanya. Banyak juga keburukan yang dirasakannya. Dan yang paling menyesakkan dan menyedihkan adalah, mereka organisasi dengan teganya membunuh orang tua dan kakaknya sendiri. Ia dibiarkan hidup sebatang kara. Perbuatan yang sungguh tidak bisa ia maafkan.

Ai tanpa sadar mencengkram sumpitnya.

" Ada apa Ai-chan? " Tanya Ayumi menyadarkannya.

" Tidak apa-apa. " Ai memaksakan senyum di wajahnya. " Omong-omong aku senang bisa makan siang bersama mu Yoshida-san. " Senyumnya kali ini dengan tulus.

.

.

.

Crystal merangkul lengan Ryou, saat mereka berpamitan dengan semua orang yang ada dalam kantor polisi. Sesampainya mereka di luar, Crystal segera melepaskan rangkulannya. Ia memasukkan kedua tangannya pada saku jeans hitamnya. Berjalan tegak dengan wajah terangkat. Wajah polos dan manis anak manjanya seketika hilang. Dan digantikan dengan tatapan bosan dan dingin.

Crystal menyentuh mobil Ryou dengan telunjukanya yang menimbulkan decitan kesat.

" Mainan baru huh? " Komentarnya.

" Girls love it! " Crystal hanya tersenyum sinis. Membuka pintu mobil itu keatas, ia segera masuk dan duduk manis di dalamnya.

" Be quick Kenzo! " Perintahnya dengan wajah bossy.

Ryou mengemudikan mobilnya dengan santai. Kaca mobilnya dibiarkan terbuka, sunglasses bertengger di hidungnya. Di putarnya musik bergenre Indie/Rock Metal, dinyanyikan dan diputarnya keras-keras.

.

I've lied to you

The same way that I always do

This is the last smile

That I'll fake for the sake of being with you

.

(Everything falls apart

Even the people who never frown

Eventually break down)

The sacrifice of hiding in a lie

(Everything has to end

You'll soon find we're out of time left

To watch it all unwind)

The sacrifice is never knowing

Crystal masih terlihat cool dikursinya. Ia juga terlihat menikmati lagu itu.

" Jadi apa yang kau lakukan di Jepang? " Tanya Ryou.

" To the point sekali Kenzo! " Jawab Crystal lalu menghapus lipstick hitam di bibirnya.

Ryou hanya meliriknya sebentar lalu fokus kembali pada jalan dan lagu yang di putarnya.

...

Why I never walked away

Why I played myself this way

Now I see you're testing me pushes me away

(2x)

.

I've tried like you

To do everything you wanted too

This is the last time

I'll take the blame for the sake of being with you

" Aku tidak suka rambut panjang. " Ryou melirik Crystal lagi. " Bisa kau tutup kacanya sebentar? "

Crystal menarik brunette hair-nya yang bergelombang terlepas dari kepalanya. Lalu membuka kontak lens hazelnut-nya.

" This is really not me! " Katanya lalu menaruh kontak lens itu di dalam wig, melemparnya ke dashboard.

Crystal melihat dirinya di cermin, menatap iris biru moonlightnya, merapikan Pixie grayish-blue hairnya.

" Memang lebih nyaman menjadi diri sendiri. " Senyumnya lalu menaruh perhatiannya pada Ryou. " Mami Yui yang meminta kami untuk datang. "

Ryou menginjak remnya secara mendadak.

" Hey! Hati-hati! Kau bisa membuat kita celaka! " Protes Crystal memutar kedua bola matanya.

" Kenapa ia menyuruh kalian datang kesini? "

" Mungkin ia takut anaknya yang manja mati saat menjalankan misi. " Ryou menatapnya bosan.

" Sialnya aku harus berurusan dengan satu lagi gadis dingin yang menyebalkan. " Crystal menaikkan sebelah alisnya. " Kau tau? The Golden Key itu adalah gadis yang sama dingin dan menyebalkannya seperti dirimu. "

Crystal mendengus. " Jadi kau sudah bertemu denganya. Syukurlah dia bukan seperti gadis-gadis idiot fangirling mu itu. "

" Jadi, dimana Kai? "

" Kai memang ceroboh tapi dia tidak bodoh. Mungkin dia sudah berada di apartemen mu dan sedang menungu kita disana. " Ryou kembali mengemudikan mobilnya. " Karena sebelum kami terpisah, kami memang sudah berencana untuk segera menuju kesana. "

" Baiklah. Apa kau lapar? Kita bisa mampir dulu ke suatu tempat untuk membeli sesuatu. "

" Kau memang selalu perhatian ya. " Senyumnya menyebalkan. " Tidak terima kasih. Aku hanya lelah dan butuh memanjakan diriku dengan berendam dan mungkin spa. "

" Yeah ada spa di apartment ku. Pelayanannya juga cukup baik. "

Ryou mempercepat laju mobilnya.

.

.

.

Shinichi baru saja pulang. Ia menaiki tangga dengan wajah lesu. Lagi setiap harinya ia harus menjalani kesehariannya sebagai Conan Edogawa.

Entah sampai kapan?

" Tadaima! " Ucapnya.

" Okaeri! " Terdengar suara Ran dari kejauhan menyambut kepulangannya.

Saat ia masuk kedalam, ada Sonoko dan Sera disana. Sonoko menatapnya dengan wajah menyebalkan.

" Haha! Anak nakal sudah pulang rupanya. " Shinichi hanya memaksakan tawanya dengan bosan.

Sonoko sialan!

Kogoro Mouri sedang bersemangat melihat acara sebuah Talk Show, dimana ada Yoko Okino yang menjadi bintang tamunya. Saking semangatnya Kogoro sampai menari dengan kaleng bir di tangannya yang sampai tumpah ke bajunya dan juga ke lantai.

" Dasar O-chan_- " Gerutu Shinichi dalam hati.

" Conan-kun kau terlihat lesu? " Tanya Sera.

" Hanya sedikit lelah, karena kami baru saja di kejar-kejar anjing karena ulah Genta. "

Haha! Benar sekali! Gara-gara Genta yang menendang kaleng bekas sembarangan dan tanpa sengaja mengenai seekor anjing di jalan.

" Hahah! " Tawa Sonoko menyebalkan. " Itu karena kalian anak-anak nakal. " Shinichi hanya memaksakan tawa dengan wajah bosannya lagi.

Ran datang membawa jus jeruk dan cake strawberry.

" Oh iya Ayah dan Conan-kun. Sabtu nanti mau tidak pergi menonton Wonderful of Magic? " Kata Ran.

" Acara yang sedang ramai di perbincangkan itu ya? " Jawab Shinichi sambil menyeruput jus jeruknya.

" Yeah! Aku baru saja mendapat 10 tiket gratis. Jadi ayo kita menonton bersama! " Ucap Sonoko antusias lalu menyuap cake kedalam mulutnya.

Kogoro Mouri masih saja bersemangat melihat Yoko Okino di televisi.

" Ayah bagaimana? " Tanya Ran lagi.

" Yoko-channnn! " Kogoro masih menari dengan mata berbinar-binar.

" Ayah! Dengar tidak sih?! "

" Berisik sekali sih! Aku dengar kok dengar. " Kogoro menyeruput birnya lagi. " Huh! Tapi aku tidak tertarik menonton sulap. " Katanya dan kembali fokus pada televisi.

" Eh Oji-san.. " Panggil Sonoko. " Aku dengar banyak selebritis yang juga akan menonton acara itu. Termasuk Yoko Okino! "

Kogoro segera menaruh perhatiannya pada Sonoko. " Benarkah itu? Baiklah Ojou-sama! Ayo hari sabtu kita pergi. Aku akan menyewa mobil kalau begitu. "

" Memang seperti yang di harapkan dari Oji-san! " Shinichi menaikkan sebelah alisnya pada Sonoko dan tertawa suram.

" Oh iya anak nakal! Kau ajak teman-teman mu itu juga yah! Ada 4 tiket tersisa yang sayang sekali kalau tidak terpakai. " Kata Sonoko.

" Ya Conan, bisa kan kau bilang pada mereka? " Kata Ran yang sekarang ini duduk disamping Sera.

" Um! Nanti aku akan bilang pada mereka. " Shinichi menganggukkan kepalanya. " Pasti mereka akan senang. "

" Aku jadi tidak sabar ingin cepat hari sabtu. " Kata Ran dengan wajah antusias.

" Benar-benar! Aku juga jadi tidak sabar. " Jawab Sera.

.

.

.

Ryou menggesek Mastercard Key-nya. Membuka pintunya dan mempersilahkan Crystal masuk terlebih dahulu. Di dalam lampunya menyala, ruangannya terasa dingin, televisi pun juga dibiarkan menyala.

" Pemborosan sekali Kenzo! " Sinis Crystal. " Kau meninggalkan apartemen mu dengan membiarkan semuanya tetap menyala. "

" Aku mematikan semuanya saat aku pergi. " Ryou menatap ke sekeliling apartemennya dengan waspada.

" Mungkinkah? "

Terdengar suara seseorang yang sedang sibuk di dapur. Suara kelontang piring dan gelas. Gesekkan sudit pada wajan.

Ryou dan Crystal saling pandang.

" Okaerisimasu! " Kata seseorang yang mucul dari ruang dapur.

Crystal memutar kedua bola matanya dan menghela napasnya lega.

" Kalian lama sekali! " Kata orang itu dengan membawa sebotol wine di tangan kirinya dan sepiring berisi masakan pada tangan kanannya.

Orang itu duduk dengan santainya di meja makan. Menuang winenya ke dalam gelas tinggi.

" Savoury? " Kata orang itu sambil menunjukan hidangan di piring yang di bawanya. " Aku cukup banyak membuatnya. Masih ada di dapur jika kalian mau. " Senyumnya.

Crystal menghampiri orang itu dan menjitak kepalanya.

" Aw! Itu sakit Ms. Bossy! " Kata orang itu.

" Kau kemana saja Kai? Kau menghilang lalu tiba-tiba kau sudah berada disini. " Protes Crystal.

" Bukannya kau yang tiba-tiba menghilang? " Orang itu. Kai. Menyesap winenya. " Lagi pula, aku sudah susah payah membawa koper mu yang berat itu. " Kai mendengus. " Semua orang di jalan menertawakan ku karena koper besar feminin mu itu. "

" Salah mu sendiri meninggalkan ku. " Crystal melipat kedua tangannya di dada.

" Bagaimana kau bisa masuk kesini Kai? " Ryou mengambil botol wine diatas meja dan menuangnya.

" Aku menelepon Mami Yui. Lalu manager apartement ini memberikan ku kunci cadangan. " Jawab Kai sambil mengaduk-aduk makanannya dan menyuapnya.

" Rys mengatakan padaku ponsel mu tertinggal? " Ryou melirik kearah Crystal.

" Kau mengatakan padaku kalau ponselmu tertinggal di Bradford Kai! "

" Memang. " Kai mengambil tisu di atas meja dan mengelap bibirnya. " Aku baru saja membeli ponsel baru. "

Crystal menghampiri Kai dan menjewer telinganya. " Kau seharusnya segera mengabari ku! " Kai teriak kesakitan dan memprotes. " Dasar Kai bodoh! Menyebalkan! "

Crystal menghela napasnya. " Geez! Mengapa aku di kelilingi pria menyebalkan seperti kalian? "

Kai masih memegangi telinganya yang memerah.

" Padahal kau gadis bossy yang tidak kalah menyebalkannya. " Kata Kai.

" Kau bilang apa Kai? "

" Bukan apa-apa. "

" Aku mau mandi! " Kata Crystal bergegas.

" Hey kalian berdua masih berhutang penjelasan padaku! " Teriak Ryou yang sudah berada di dapur dan berniat mengambil Savoury yang dibuat Kai.

" Yeah~ yeah~ " Jawab Crystal dan menghilang di balik pintu kamar mandi.

" Tenang saja Kenzo. Kami akan mengatakannya padamu sedetil mungkin. " Kata Kai lalu menyesap winenya lagi dengan tenang.

.

.

.


SELAMAT HARI NATAL (UNTUK YG MERAYAKAN) DAN TAHUN BARU READERS ^^


Aish! Ch3 Updated! Readers tau kah kalian? Adia merasa enjoy selama mengetik chapter ini :) karakter baru yang muncul pada chapter ini serasa seperti salah satu judul lagunya Selena Gomez di Revival album "Camouflage" haha! Oh iya... Adia suka sekali dengan karakter Crystal di chptr ini; gtau kenapa?! Tapi porsi Shiho sedikit sekaliii di chapter ini! So sad :/ just realize di chapter ini ada Sera-chan; Adia berharap Readers sekalian bisa cukup menikmati ch3 ini yahh ^^


*Important Not Important

Revers, Foutte, Chase, Upercut, Crochet merupakan bbrp nama tendangan dan pukulan bela diri Shavet yang berasal dari Perancis. Adia menginginkan karakter Crystal dlm fic ini tidak terlihat lemah, dgn membuatnya memiliki kemampuan bela diri Shavet. Karena kalau dilihat2 bbrp karakter wanita di DC itu kan kuat2 yah dan bisa bela diri. Sprt Ran yg jago Karate, Sera dgn Jeet Kun Do, dan Kazuha dgn Aikido.. Duh jadi iri krn Shiho ga jago bela diri seperti mereka haha! Yahh biarpun ga jago bela diri, menurut Adia.. justru Shiho jauh lebih menakutkan dari mereka karenaaa Shiho bisa membuat obat mematikan bernama APTX 4869! Readers sekalian pastiny juga sudah tau dong seperti apa efek dahsyat dari obat ini ;)

Tentang mainan baruny Ryou Kenzo.. Adia mendapat referensi mobil sport ini bukan dr mbah gugel! Tapi dari game racing Grand Turismo 5 yg Adia mainkan bersama salah seorang teman; Saat pertama kali melihat dan memakai mobil Volkswagen GTI Roadster ini.. Adia lgsung teringat akan Ryou Kenzo! Dan memutuskan untuk memberikan mainan baru untuk Ryou; Vanquishny gimana? Tenang aja~ Adia juga masih suka bgt kok sama mobil Aston Martin tipe vanquish itu (pakainy sip2an aja yah hehe) who knows? mungkin di next chptr akan ada mainan baru lagi;


*A&Q

Hi Lady of Rain ^^

Trimz koreksinya ya :)

Sebenarny saat ch2 kmrn p1x update, Adia mengetikkan possible (adj) tp gtau knp brbh jadi possibly (adv) setelah di edit-_- kalau 'possibly' itu juga sbnrny tdk salah, tapi tentu saja akan mbuat artiny berbeda (ini kesalahan Adia krn tidak mengecekny lagi_-)

Untuk i'll be wait & i'll be waiting... 2 kata itu sbnrny kalau diucapkan langsung dalam percakapan ga masalah kok sah2 aja :) tapi kalau dlm grammar itu (harus : will+be+ing) i'll be waiting biasanya dimaksudkan utk memberi tau apa yg akan dilakukan di masa mendatang..

Cnth : i'll be waiting for you this weekend at the zoo.

Nahh kalau i'll be wait/i'll wait itu utk merespon ucapan yg sedang berlangsung..

Cnth :

X : i'm going to my room.

Y : i'll be/i'll wait here.

Kembali lagi, jika dlm pengertianny sih tdk jauh berbeda.. kalau pun bicara sama native english dia gabakal ngeh jadi oke oke aja hehe;

.

Hi Del...ta!

Yahh ketahuan-_- iya nih rumah di web sebelah udh Adia sewain ; Kalau judulny La Vie en Rose.. Adia khawatir nantinya malah berubah menjadi Avril Lavigne fanfic ;D bnr2 langka! proud of Ryou Kenzo krn bisa membuat Shiho tertawa; Ah itu dia! Kakak polwan itu YUMI! ga keingetan_- mgkn di lain wkt jika muncul lagi akan disebutkan namany! *maaf yah Yumi :/

.

Hi Dendy2398 ^^

Wahh trimz! Senang mengetahui km menyukainy dan bahkan beranggapan alur cerita fic ini menarik :) La Vie en Blanch et Noir artinya Hidup dalam Hitam dan Putih..

.

Hi Betelgeuse Bellatrix ^^

Trimz sudah mau mnjd tim hore ;)

Sbnrny Adia sengaja membuat RanSonoko tersepona sprt itu. Tadiny Adia hanya ingin membuat mrk blushing tapi... Adia merasa hanya Shiho yg boleh terlihat malu-malu kucing sampai blushing kepada Ryou Kenzo; yg lain biar jadi fangirling aja~ Duta penulis? Adia hanya seorang yang sedang belajar di slh satu fakultas film di Jkt; maaf kalau caseny sangat terlalu simple yah..


Read my new story : The Another Nana

Untuk readers yang menyukai kisah drama yang dibumbui dengan musik dirasa sangat pas sekali :)

.

*Ask me more : PM me! Or visit AdianoirMI6 fanpage : (link on my bio)


.

REVIEW PLEASEEE

.