Disclaimer
Grand Chase, All related Logo and Characters are trademark of KOG studio.
Adaption story : Bakemonogatari eps 2– "Mayoi Snail" by Nisio Isin and Vofan
.

-:-:-:-Mythical Detective – Loose Soul Cases-:-:-:-

Case 1 : Wandering Soul [part 2]

.

"Hei kau!" Panggilnya pada roh itu. Pemuda berambut kelabu itu menengok kearahnya dengan bingung.

"Ada yang bisa kubantu?" Tanyanya datar.

"Seharusnya aku yang berkata begitu. Kau sudah berdiri di sini selama 8 jam."

"Benarkah?" Jawabnya lagi-lagi sedatar papan triplek. Pemuda ikal itu mengacak-acak rambutnya karena frustasi. Hari ini ia bertemu dengan dua orang aneh. Tadi psikopat dan sekarang pemuda seumuran dengannya yang terlalu lugu.

"Ini sudah malam, pulanglah." Pemuda itu mengangguk lalu mulai berjalan pergi. Mengira masalah telah selesai ia sendiri hendak beranjak pulang.

"Uhm.." Ia berbalik menemukan pemuda itu kembali lagi.

"Aku tidak tahu dimana rumahku." Katanya datar.. lagi..

'Uh.. ini bakal panjang urusannya..' Pikirnya.

Pemuda itu menunjukkan secarik kertas berisi sebuah alamat yang tak terlalu asing baginya jadi ia berinisiatif untuk menunjukkan jalan.

.

"Kau yakin ini jalan yang benar?"

"Seingatku melalui arah sini."

Pemuda itu akhirnya berusaha mengantar roh tersesat tadi untuk pulang. Jalan yang dilaluinya cukup rumit, namun baginya itu tak masalah selama ia menghafal jalan kembali. Meraka berjalan lurus, belok, pertigaan, perempatan. Ia mulai merasakan keganjilan setelah beberapa jam berjalan. Ia merasa seperti berputar di jalan yang sama lagi dan lagi. Kemanapun mereka bergerak selalu berujung ditempat yang sama pula. Kau pasti bercanda.

"Kita hanya berputar-putar." Komentarnya datar.

"AKH! Aku tahu itu!"

.

Akhirnya mereka kembali ke titik awal, taman tempat mereka bertemu. Sambil duduk melepas penat akhirnya salah satu dari mereka memperkenalkan diri.

"Zero" Ucapnya singkat.

"Huh?"

"Zero, namaku." Ulangnya lebih jelas.

'Oh, aku baru ingat kalau belum mengenal satu sama lain.' Batin pemuda disampingnya.

"Rufus Wilde." Zero hanya mengangguk.

"Aku akan tetap membantumu mencari jalan pulang. Kita bertemu lagi besok disini pukul 10 pagi." Kemudian Rufus berdiri meninggalkan roh pengelana itu sendiri.

Zero memandang punggung pemuda yang baru diketahuinya bernama Rufus tadi hingga sosoknya tak lagi terlihat.

'Dia.. tidak memiliki aura seperti manusia pada umumnya. Siapa atau tepatnya apa dia sebenarnya?'

Daripada dihujani oleh pertanyaan-pertanyaan yang entah ia sendiri tak tahu jawabannya maka ia pun beranjak pergi untuk beristirahat. Memulihkan tenaga untuk melanjutkan pencarian keesokan harinya. Entah kemana dia pergi, tidak ada yang tahu.

.

Sementara itu tempat tinggal pemuda bernama Rufus tadi sangat gelap. Seperti tidak ada tanda-tanda bahwa rumah tersebut ada penghuninya. Namun jika kau perhatikan dari dekat. Menengok sedikit dari jendela yang berada disamping, kau akan meliatnya. Cahaya kebiruan yang keluar dari sebuah ruangan. Dalam ruangan tersebut sang pemuda berdiri dikelilingi oleh lilin-lilin yang berjajar di dinding. Sebagian kecil padam dan sebagian lainnya menyala dengan api birunya.

"Tinggal sedikit lagi."

.

Author : Yosh! part 2 relased..

Arme : Pendek sekali.. ._.

Author : Ah, kau ini protes saja.. ayo baca Re:review, Lassie!

Lass : Sudah berapa kali kubilang namaku bukan Lassie.. XI .. untuk Orithia Windbell.. Tega sekali kau mengklaimku seperti itu.. *pundung*

Zero : Untuk LitaRicaChan, baiklah.. *singkat padat jelas*

Rufus : Shirokawa Hazuki, aku tidak menyerang Zero.. Itu tidak ada di skenario.. *datar*

Ru : Next eps : Wandering Soul [part 3]