Disclaimer
Grand Chase, All related Logo and Characters are trademark of KOG studio.
.
-:-:-:-Mythical Detective – Loose Soul Cases-:-:-:-
Case 2 : Immortal Soul [part 1]
.
"Kenapa.. kau masih disini?"
"Um.. Mereka yang diatas mengizinkanku berkelana untuk mempelajari dunia."
Rufus terkejut mendapati Zero dan pedang besi besar yang ditemukannya kemarin tengah duduk di halaman rumahnya sambil membaca buku yang entah author sendiri tidak tahu buku apakah itu. Menghela nafas, ia pun mempersilahkannya masuk. Roh berekspresi super datar itu duduk dengan rapi di sofa ruang tamu.
"Kau ingin minum sesuatu?"
"Aku tidak bisa minum.. aku kan roh." Rufus nyaris saja menepak dahinya sendiri setelah mendengar jawaban Zero.
"Kalau begitu, kenapa kau kemari lagi?"
"Aku ingin minta bantuanmu untuk menemukan orang ini." Zero mengambil lipatan kertas dari sakunya lalu dibuka dan ditunjukkannnya kepada Rufus. Seorang pemuda berambut hitam spiky sedang nyengir lebar terpampang dalam kertas foto tersebut.
"Aku sering melihatnya di televisi. Remaja pembuat onar itu." Ia memandang Zero dengan tatapan aku-ingin-tahu-alasanmu-mencari-orang-ini. Seolah tahu apa maksud pemuda itu, roh itupun menjawab.
"Mereka yang diatas ingin tahu keadaannya setelah 6 abad ini tidak ada kabar."
"Roh pengelana juga rupanya. Tapi dia punya kemampuan untuk menampakan diri didepan manusia biasa. Sungguh berbakat." Komentar Rufus singkat.
"Dia manusia bukan roh." Bantahnya terhadap pendapat pemuda itu.
'Manusia berumur 6 abad?'
"Kau serius?"
Zero menganggukkan kepalanya.
.
..when a person at the verge of death..
..the gatekeepers offering two choises..
..accept it or keep themselves at livingworld..
.
Mereka pun menghabiskan waktu berjam-jam berkeliling dari satu channel ke channel lain. Mencari berita tentang pemuda pembuat onar dalam foto tadi. Setelah satu jam berlalu, mereka menemukan salah satunya. Pemuda yang tertangkap kamera sedang berkeliaran sambil sesekali menggoda pengunjung area pakaian wanita di sebuah mall di daerah Lisnar.
'Ternyata dia.. orang mesum.' Batin kedua pemuda yang terpaku melihat tingkah laku si rambut hitam dari layar kaca.
"Kita ke Lisnar. Kota itu tak jauh dari sini."
Ia mematikan televisi kemudian mengajak roh pengelana itu pergi. Mereka berangkat menuju stasiun, membeli satu tiket (karena Zero tak butuh tiket untuk masuk) kemudian berangkat menuju Lisnar menggunakan kereta.
.
"Bangunan itu.. yang kita lihat dalam benda kotak dirumahmu tadi."
Zero menunjuk sebuah gedung 7 lantai yang berdinding kaca dengan segala spanduk yang terpasang dari dalam. Tak jauh dari kantor keamanan gedung tersebut terlihat duri-duri warna hitam dari jendela. Tiba-tiba sang pemilik duri hitam tersebut berdiri, menggebrak meja dan berteriak.
"Sudah kubilang.. Aku sedang mencari seseorang disana!"
"Ya ya.. siapa dan seperti apa orang yang kau maksud ini?" Keadaan menjadi sunyi seketika setelah satpam yang menginterogasinya bertanya.
"Err.. Aku juga tidak tahu seperti apa.." Si satpam pun backdrop dengan tidak elitnya.
"Baiklah, kau boleh pergi."
Setelah disekap selama kurang lebih 30 menit dalam sebuah ruangan kecil yang bernama kantor satpam, ia menghela nafas kemudian pergi meninggalkan lokasi.
"Aku harus menemukan mereka.. putra dan putri terakhir keluarga Sieghart." Ia mengepalkan tangan seolah sedang menyemangati dirinya sendiri, tanpa menyadari kedua pemuda yang sedaritadi tengah memperhatikan dari kejauhan.
"Target locked."
.
Neva : ...TBC... eh? Bukannya itu penyakit?
Rufus : *lempar buku sejarah* Bukan itu arti "TBC" disini baka!
Author : Dikarenakan adanya event ulangan GC bulan ini, jangan ganggu mereka yang sedang belajar.. :3 ..okay, Re:review please~
Arme : Untuk Chalice07.. senang bertemu kembali juga.. :) ..kalau Chalice mencari Lassie.. dia tidak akan muncul untuk sementara waktu.. aku menggunakannya untuk mengetes beberapa potion baruku.. *smirk* ..ngomong-ngomong itu PPnya Hibiki Kuze sama Yamato kan? :D
Sieghart : Untuk Eureka-Cross.. O-hisashiburi mo.. Ini sudah cukup singkat, sampai 1 episode dibagi menjadi 3.. kalau lebih singkat lagi takutnya jalan cerita kurang smooth..
Author : Untuk LitaRicaChan.. Immortal Soul bukan jiwa yang terlantar.. kalau untuk kedepannya masih menjadi rahasia.. termasuk kata-kata Rufus yang itu.. fufufu..
Zero : Untuk Shirokawa Hazuki.. Aku senang kau membagi sedikit perhatianmu padaku.. *datar*
*banyak buku-buku terbang berkeliaran kesana kemari*
Author : Hei, kalian berdua kalau tidak minat belajar jangan membuang-buang buku! Buku itu jendela ilmu ta.. BLETAK! *kena salah satu buku*
Rufus : Berisik! DX
Author : *tepar*
Zero : Next episode : Immortal Soul [part 2]
