Disclaimer
Grand Chase, All related logo and characters are trademark of KOG studio.
.

-:-:-:-Mythical Detective – Loose Soul Cases-:-:-:-
Case 9 : Suffering Soul

.

"Ini dimana?" Batin seorang gadis berambut putih yang mendapati dirinya terbangun di sebuah daerah berbatu hitam dengan sedikit rumput dan bunga kecil tumbuh di sekitarnya. Ia menengok ke kiri dan kanan, tidak satupun orang ditemukannya.

"Kakak Var?! Kakak Gerard?! Kakak Cleo?! Tuan detektif?! Semuanya?!" Teriaknya keras hingga menggema pada bebatuan tersebut.

"Mereka tidak di sini Rin." Jawab seseorang dibelakangnya. Rin segera berbalik, ia menemukan seorang wanita berambut putih panjang terurai dengan sepasang sayap putih dipunggungnya.

"Apa kau malaikat yang menjemputku?" Tanyanya pada wanita itu. Ia terkekeh lalu menjawab.

"Bukan. Aku adalah dirimu di masa lalu. Namaku Agnecia." Ia memperkenalkan diri dengan senyuman hangat. "Kita sekarang berada dalam psyche-mu."

"Psyche?" Ulang Rin tidak mengerti.

"Psyche itu tempat di bawah alam sadarmu. Tempatku dan Malfoy terkurung dari kau lahir hingga sekarang." Jelasnya.

"Dulu kami memiliki tempat masing-masing. Malfoy tinggal di daerah bebatuan di bagian Timur sedangkan aku di sini. Tempat ini dulunya indah seperti taman tapi semenjak kekuatan jahat Malfoy bertambah kuat daerah kekuasaannya mulai menginvasi tempat ini hingga menjadi seperti ini." Tambahnya dengan wajah sedih.

"Sudah beberapa kali aku mengunjungimu dalam mimpi untuk meminta bantuan tapi Malfoy sering kali menyabotase kunjunganku. Sekarang karena Malfoy sudah bebas, kau dan akulah yang terkurung di sini."

"Tidak apa. Aku lebih suka berada di sini daripada harus terus disakiti oleh teman-teman satu rumahku." Kata Rin pasrah sambil duduk bersandar pada pohon kering. Agnecia menatapnya nanar.

"Kau tidak mengerti. Selagi kita berlama-lama di sini dunia tempat mereka berada sedang dilanda kehancuran." Rin langsung mendongak kaget.

"Apa? Kenapa?" Tanya Rin padanya.

"Itulah tujuan Malfoy sejak awal, menguasai Ernas. Berabad-abad lalu aku mengorbankan keabadianku untuk menyegelnya di sini tapi sekarang." Mendengar hal itu membuat Rin teringat akan orang-orang yang telah berbuat baik padanya. Ia tidak mau kehilangan mereka. Ia ingin menolong mereka.

"Tidak adakah cara untuk mengakhiri kekacauan ini? Aku tidak bisa membiarkan dunia itu hancur."

"Sebelum gerhana matahari total kekuatan Malfoy belum sepenuhnya bangkit. Kita bisa mengalahkannya lebih dahulu tapi.. itu berarti kau dan aku akan menjadi satu. Kita tidak akan menjadi manusia seperti sekarang. Apa kau sanggup?" Tanpa ragu Rin menganggukan kepala.

"Aku menyukai dunia ini. Apapun akan kulakukan." Tambahnya mantap. Agnecia tersenyum mengingat apa yang barusan dikatakan oleh Rin persis seperti apa yang dipikirkannya saat ia memutuskan untuk menyegel kekuatan jahat itu dengan nyawanya ribuan tahun lalu.

we shall surround you with our eternal light...
...may your soul rest in peace...

Tinggal sepuluh menit lagi sebelum bulan menutupi matahari sepenuhnya. Seperti yang telah dikatakan dewi Agnecia, Ernas nyaris porak-poranda akibat dari bangkitnya Malevolent Horde dan demon yang menjadi anak buahnya di seluruh belahan dunia. Tepat di lokasi keberadaan sang kegelapan Lime sudah kewalahan untuk menghentikan Malfoy, begitu juga dengan Rufus yang mulai lelah menghindar karena tidak mau melawan adiknya sendiri.

"Hahahaha.. sampai kapan kalian akan bertahan?" Ledek sang necromancer selagi Lass terus mengayunkan katananya membabi-buta kepada Rufus dan Malfoy menyerang Lime dengan cakar-cakar tajamnya.

"Rin, jangan mau dikendalikan olehnya! Lawan dia Rin!" Teriak Lime selagi menghindari duri-duri merah yang muncul dari dalam tanah ketika Malfoy menghentakkan kakinya.

"Aku tidak mau melawanmu." Ujar Rufus yang kemudian melompat menjauhi ayunan katana Lass.

"Aku tidak bisa mengendalikan diriku. Kakak..." Ia mencabut katananya yang menyangkut di tanah. "Kumohon.. bunuh aku! Aku sudah tidak sanggup lagi."

Seakan dunia runtuh ketika sang detektif mendengar permintaan adiknya itu. Ia mengarungi segala rintangan dan kesulitan ini karena ingin dia hidup. Kenapa ia dengan mudahnya minta untuk diakhiri hidupnya. Tapi ia juga tidak tahu, seberapa besar tekanan batin yang diterima selama kurang lebih dua abad menjadi boneka necromancer itu. Situasi genting itu semakin panas ketika terdengar pekikan suster Lime yang terlempar mundur. Kitab yang dibawanya jatuh ke tanah terbuka pada halaman bergambar keempat dewi penjaga. Rufus yang perhatiannya teralihkan sejenak ketika mendengar teriakan Lime dimanfaatkan oleh Lass yang kemudian melancarkan serangan bertubi-tubi.

"Jangan lengah! Aku masih ingin melihat pertunjukan yang menarik." Cela sang necromancer dengan senyum licik di wajahnya.

Mereka terdesak. Punggung bertemu punggung. Rufus tetap mempertahankan posisi dengan satu tangan memegang lengan yang terluka akibat serangan barusan. Lime yang tepat berada di belakangnya memanggil cahaya suci di tangannya untuk berjaga-jaga.

"Pertama kalian.. lalu dunia ini.." Ujar Malfoy yang kemudian maju untuk menyerang keduanya. Lime segera melemparkan cahaya-cahaya suci dari tangannya, namun semuanya meleset. Malfoy jauh lebih gesit menghindar dan terus melaju, cakar di tangan siap digunakan untuk merobek-robek musuh. Dari arah berlawanan Lass juga berlari secepat bayangan. Rufus mengangkat dan membidikkan pistolnya pada sekelebat bayangan yang datang.

"MATILAH!"

"Aku tidak akan membiarkanmu!"

"Bunuh aku!"

"Kau tidak berhak memerintahku!"

Tiba-tiba cahaya terang menyilaukan muncul diatas sang suster dan detektif disertai kekuatan yang menangkal kedua musuh kembali ke titik awal. Mereka mendongak, sesosok wanita bersayap putih melayang bermandikan cahaya membentangkan tangannya membentuk perisai di sekeliling mereka.

"Kau!" Geram Malfoy. "Bagaimana kau bisa keluar?"

"Dewi Agnecia!" Seru Lime yang kemudian menunduk memberi hormat dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Rin Agnecia tersenyum lalu menyembuhkan luka-luka mereka sebelum melanjutkan misinya.

"Malfoy, sudah berjuta tahun aku menahanmu agar tidak menghancurkan alam semesta. Mungkin sekarang adalah saatnya, aku akan mengakhiri lingkaran segel reinkarnasi ini." Ujar sang dewi, melayang mendekati seorang yang mirip dengannya namun dengan atribut hitam dan metal emas.

"Akulah yang seharusnya mengatakan itu. Akan kubuat kau menyesal telah mengurungku di tempat membosankan itu." Ia merenggangkan jari-jemarinya yang dibalut cakar dari metal.

Mereka bertarung dilatari oleh gerhana matahari yang mendekati sempurna. Malfoy mengeluarkan pusaran angin merah darah dari kakinya sementara Agnecia berteleport mundur untuk menghindarinya. Agnecia menyerang balik dengan light beam yang keluar ketika ia mengayunkan tangannya ke atas dengan gemulai. Malfoy melompat mundur kemudian segera kembali maju sambil mencakar udara hingga kilatan-kilatan merah seperti bekas cakar terlihat. Agnecia menutupkan sayapnya ke depan tubuh sebagai perisai untuk menahan cakaran Malfoy. Setelah serangan lawan mulai berjeda ia segera menyibakkan sayapnya kembali, membuat shockwave disekelilingnya dan memukul mundur Malfoy. Tak terima, Malfoy membentangkan tangannya, dua buah orb berwarna merah darah terbentuk di tangannya.

"Kalian membuatku muak. Aku akan menghancurkan dunia ini beserta isinya." Mahluk hidup yang ada di sekitarnya layu dan mati. Ia menarik energi kehidupan mereka sebagai amunisi bagi apapun yang sedang dilakukannya saat ini.

"Begitu ya.. Lass.." Sang necromancer memanggilnya ketika sedang melawan kakaknya. Ia berhenti kemudian meninggalkannya menuju ke Malfoy. Dalam sekejap kehidupannya diserap ke dalam pusaran orb.

"LASS!" Sang detektif mencoba untuk menghentikkan namun suster Lime menahannya.

"Jangan Rufus, jiwamu bisa dilahapnya!"

"Lime.." Panggil dewi Agnecia. "Gerhana matahari penuh akan segera terjadi, jika aku sendiri aku tidak akan bisa menghentikannya."

"Lalu bagaimana? Apa yang bisa kubantu?" Tanya Lime antusias.

"Aku butuh keberanian, kepercayaan dan harapan dari banyak orang."

Kata sang dewi mengingatkannya akan larik yang tertulis dalam kitab clarie. Larik yang pernah dibacakan oleh uskup terdahulu. Ia segera berlari mengambil kitab tersebut dari tempat dimana ia menjatuhkannya lalu membuka bagian larik tersebut dan membacanya sangat keras.

Ou'ri ji'geum'bu'tuh shi'jak'e'ya
(It's the start for us from now)
Ou'ril mo'eun'kkoom'e ha'na dwen e'got
(
This place, where our gathered dreams will become one)

Lime terkejut ketika Rufus tiba-tiba berada di sampingnya dan ikut membaca.

"Rufus?! Bukankah kau tidak boleh.."

"Aku tidak peduli. Jika memang sudah waktunya aku tidak akan lari." Selanya.

to love
Forever, chase
Go! For the lost world

"Aku akan membuatnya sedikit lebih mudah~" Amy yang memperhatikan dari dunia atas melimpahkan berkatnya. Ia membaca larik tersebut menjadi sebuah lagu yang terdengar ke seluruh penjuru kota disertai dengan alunan musik.

Orang-orang yang mendengarnya merasakan hawa bahagia. Tak hanya mendengar mereka juga mulai ikut bernyanyi mengikuti melodi dari sang diva.

Gil'il'eun an'geh'soop'sok sa'e'ro (Heh'meh'e'myuh)
(Getting lost, passing through a forest of fog (Wandering) )
So'ri'ups'e gul'uh'gah'do jeh'ja'ri (Yuh'jyun'hee)
(Getting nowhere, though I walk silently (As usual) )
Juh seul'peum'ssa'in dol'tap'joo'we mam dol'go'man its'uh'yo
(Only circling that sorrowful stone tower)

". . . . Kau dengar itu pak tua?" Tanya Elesis yang sedang berlatih pedang pada Sieghart yang tiduran di teras.

"Mmmm?" Gumamnya membuka sebelah mata. Sayup-sayup terdengar alunan lagu merambat di udara.

"Bukankah ini.." Sieghart mengikuti, mengingat dan menyanyikan lariknya. Elesis tidak mengerti kenapa dan bagaimana, ia sendiri mengikutinya meski tidak pernah mendengar lagu ini sebelumnya.

Gah'nyuh'rin han'jul'gi'ue ba'ram'so'ri da'gah'wah (Sal'myuh'shi)
(A fragile strand of wind approaches (Gently) )
Ah'reun'ha'dun an'geh'bit'e gut'hee'myun (Too'myung'hee)
(When that glimmering fog clears up (Transparently) )
Nal uh'dee'sun'gah ba'ra'bo'myuh ban'gyuh'joo'neun nuh'ue mee'so
(Your smile, that greets me from somewhere)

"Amy?"

"Ada apa nak?" Tanya suster yang sedang bertugas.

"Ah, tidak apa-apa. Aku hanya teringat akan seseorang." Jin kembali melihat keluar jendela kamarnya. Entah apa karena ia terlalu rindu, tapi ia yakin sekarang mendengar sebuah lagu yang dinyanyikan oleh seorang yang memiliki suara seperti Amy dan tanpa sadar turut bernyanyi seperti seorang fans yang menonton konser.

Ah'deuk'hee juh'phyun! (Ah) da'gah'oh'neun na'ue chin'gu
(Vaguely, over there! (Ah) My friend that approaches)
Geu'ruh'keh'do nee'gah nan (Oh) Geu'ri'whut'neun'deh
(How much I've (Oh) missed you)
Bwah'yo! Geen gi'da'rim'eh ji'chuh'gah'dun noon'mul'deul'eun gi'ppeum'e dweh'go
(Look! The exhausted tears from the long wait becoming joy)
Bam'seh! Byul kkoom'kkoo'myuh uh'doom'gyun'din
(Through the night! Endured the dark with dreams of the star)
Hee'mang'chan cho'rok'ue na'moot'ip'chuh'rum
(Like the green leaves, full of hope)
Gah'yo! Juh ah'chim'het sal'eul chat'ah'suh
(Let's go! To find that morning sunlight)
Ou'ri ba'ram'ta'go dal'ryuh'yo
(We'll run, riding the wind)

Bola-bola cahaya seperti kunang-kunang berterbangan dari mereka yang ikut bernyanyi bersama dengan senyum kebahagiaan. Sejenak melupakan segala emosi negatif dan menggantinya dengan suka cita. Seseorang mengadahkan tangannya pada cahaya yang sempat singgah di telapak tangannya.

"Masih ada harapan.." Gumam roh pengelana yang tengah berdiri mengawasi dari atap gedung. Ia memperhatikan bola cahaya di tangannya yang kemudian tersapu angin. Berkumpul dengan cahaya yang lain.

So'joong'ham buh'ryuh'du'ji'ma na'ue geu'dae
(My dear, don't abandon what's precious)
Oh! Seul'peul'su'rok dot'ah'na'neun na'ue yong'gi
(Oh! The courage that grows from my sorrow)
Oh! Han juel'gi hii'mang geu sok'eh pin
(Oh! Blooming from that strand of hope)
Gan'jul'han ba'raem'ue ou'ri'ue so'mang
(The earnest desire of our wish)
Ba'ram'eul gah'reun ppul'pi'ri so'ri (Ooh)
(The horn flute sound that sliced the wind (Ooh) )
Byul'gwah gang'eul gun'nun san'oul'lim (Ooh)
(The mountain's echoes that crossed the stars and streams (Ooh) )
Mer'go mun juh chan'rhan'han ou'ri e'ya'gi'gah shi'jak'dweh'neun shi'gan'deul
(Far-far away, the times when our brilliant stories begin)

"Wah.. indahnya.." Seru si manusia serigala yang menonton cahaya beterbangan seperti kunang-kunang melewati rumah sederhana mereka. Ia juga dapat mendengar alunan lagu yang sangat pelan tapi cukup jelas didengar olehnya.

"Dewi Gaia, berkatilah kami." Ia memanjatkan doa kemudian ikut bernyanyi dengan cahaya yang dianggapnya sebagai roh alam.

Gah'man'hee an'geh'bi'gah neh'ryuh'do (ddo'da'shi)
(Even if the foggy rain falls softly (Once again) )
Heh'meh'e'ji an'eul'reh'yo ham'kkeh'myun (un'jeh'na)
(Won't be wandering, if we're together (Always) )
Ou'ri'neun hang'sang ham'kkeh'ha'neun gil'e gatt'eul teh'ni'kkah
(Because we'll always be together on the same path)

"Bagaimana meetingnya?" Tanya Lita pada Edel.

"Sukses." Ujarnya dengan senyum.

"Wah, selamat ya." Edel menganggukkan kepala kemudian berpamitan pulang. Ia merasa perlu melakukan sesuatu di rumah.

'Ini semua karena kau menyertaiku.. Amy..' Ia teringat kembali ketika berada dalam ruangan meeting. Ia benar-benar terpojok, kehabisan ide. Namun lantunan lagu yang sayup terdengar di telinganya berhasil membuatnya tenang. Ia yakin betul kalau itu adalah suara Amy. Sekejap saja segudang ide bermunculan di benaknya dan meeting pun berjalan dengan mulus seperti rencana.

Uen'bit'ue gu'reum'deul'e jjak'eul'ji'uh heu'reu'neun (tta'sah'ro'e)
(Paired silver clouds flowing (Openly) )
Ha'neul'ah'reh noon'e'bu'shin un'duk'gil (geu'ri'wuh)
(
The brilliant hill path under the sky (Homesick) )
Juh ah'chim'ggot'eul pi'wuh'ju'dun she'deul bul'ruh'mo'ah'yo
(Let's gather the birds who bloom that morning flower)

Bola cahaya yang sangat banyak itu terbang dan berkumpul di satu tempat. Dewi Agnecia terpukau akan bola energi kehidupan yang diberikan secara cuma-cuma oleh setiap orang. Sementara itu Malfoy menggeram murka.

"Kalian tidak akan bisa mengalahkanku!" Rumput, pohon dan mahluk hidup disekitarnya mengering dan mati lebih cepat karena Malfoy mengambil energinya sampai habis.

Ueng'dal'jin e mam! Neh gah'seum'sok'ue mo'deun soon'gan
(Inside this gloomy mind! Every moment in my heart)
Nuh'neun un'jeh'na'chuh'rum heh'malg'eun mee'so
Y(ou always have a pure smile)
Soom cha! (Wa) Het'nim'chuh'rum bal'gan'du'bol ga'deuk'hee neh'geh mee'so'jit'jou
(
Breathless! (Wa) Smiles at me-full of rosy cheeks like the sun)

Bola cahaya yang tadinya beterbangan berkumpul menjadi tiga sosok wanita di sisi dewi Agnecia. Lime tersentak kaget mengetahui siapa ketiga sosok tersebut.

"Sudah lama tak bertemu, Agnecia." Ujar dewi berjubah ungu, Armenian.

"Aku juga merindukan kalian. Tapi sekarang bukan saatnya bagi kita untuk bernostalgia." Dewi Agnecia memandang Malfoy. Orb yang berada di tangannya sudah sangat besar dan siap diledakkan.

"Ernasis.. Lisnar.. Armenian.. aku butuh bantuan kalian untuk mengalahkan kegelapan itu."

Neh soun'eul jab'eun nuh man'eu'ro'do nuk'nuk'han
(Close your eyes just for a moment today)
E ha'ru jam'shi'man noon'gam'ah bo'ah'yo
(Where you holding my hand is enough)
Soo'manh'eun shi'ryun'deul na'reul hyang'heh it'ji'man
(Although there are many hardships for me)
Du'ryup'ji anh'ah nuh'wa ham'kkeh han'da'myun
(I'm not afraid, if you are with me)

"Jadi itu kegelapan yang selama ini memisahkan kita?" Tanya dewi berjubah hijau, Lisnar, ketika melihat Malfoy.

"Kalau dia mengancam dunia ini. Kita akan membereskannya!" Seru dewi berjubah merah, Ernasis, sembari menarik pedang apinya.

Juh'phyun! (Ah) da'gah'oh'neun na'ue chin'gu
(Over there! (Ah) My friend that approaches)
Geu'ruh'keh'do nee'gah nan (Oh) Geu'ri'whut'neun'deh
(How much I've (Oh) missed you)
Bwah'yo! Geen gi'da'rim'eh ji'chuh'gah'dun noon'mul'deul'eun gi'ppeum'e dweh'go
(Look! The exhausted tears from the long wait becoming joy)

Malfoy menarik kedua orb ditangannya menjadi satu. Dewi Lisnar mencegahnya dengan panah-panah raksasa memisahkan kedua tangan Malfoy. Dari panah tersebut muncul tanaman merambat yang mengikatnya di tempat. Ia meronta tapi tiada hasil. Dewi Agnecia menggunakan cahayanya untuk mengurung Malfoy agar tidak mengakibatkan kerusakan bagi lingkungan sekitarnya.

"GRAA! HARI INI ADALAH HARIKU! BAGAIMANA BISA?!"

Bam'seh! Byul kkoom'kkoo'myuh uh'doom'gyun'din
(Through the night! Endured the dark with dreams of the star)
Hee'mang'chan cho'rok'ue na'moot'ip'chuh'rum
(Like the green leaves, full of hope)
Gah'yo! Juh ah'chim'het sal'eul chat'ah'suh
(Let's go! To find that morning sunlight)
Ou'ri ba'ram'ta'go dal'ryuh'yo
(We'll run, riding the wind)

Dari langit bersamaan Dewi Ernasis dan Dewi Armenian menyerang. Ernasis dengan pedang apinya dan Armenian dengan sambaran petirnya. Ledakan besar tak terelakkan hingga membelah angkasa. Cahaya api dan kilat putih terlihat sangat jelas dari berbagai wilayah bahkan hingga ke pulau Silverland yang jaraknya cukup jauh.

"AKU AKAN KEMBALI... INGAT ITU!" Teriak Malfoy yang dibinasakan oleh kekuatan dahsyat para dewi pencipta.

Gut'da'gah ji'chuh'gah'myun she'uh'gah'yo
(If you become fatigued from walking, rest here)
Ba'ram seu'chuh'ji'na'neun jak'eun na'ue uh'kkeh we geu'deh
(You on top of my small shoulder, with the winds passing by)
Ttwe'neun e ga'seum'eh geu'ri'neun neh'il ah'reum'da'wuh'suh
(Rushing! Because the tomorrow I draw in this heart is beautiful)
Nan ga'seum buk'cha o'reul kkuh'yeh'yo
(My heart will surely overflow)

Gerhana matahari total terjadi beberapa saat setelahnya. Bulan sudah berangsur meninggalkan matahari. Keadaan kembali tenang meski menyisakan bekas yang tak akan bisa terlupakan.

"Cih... Malfoy dikalahkan.. sebaiknya aku mundur untuk sekarang." Sang necromancer berusaha kabur. Rufus mengetahui dan hendak mengejar namun rasa sakit di kepalanya yang tiba-tiba datang menghalangi.

"Ugh! J-jangan lari kau!" Ia tidak dapat menahannya, tapi dia harus menangkapnya sebelum dia kabur lagi.

Tiba-tiba saja sebuah lubang hitam kecil terbentuk di hadapan sang necromancer. Tak butuh waktu sedetik lubang tersebut menjadi besar dan menghancurkan necromancer itu dengan tekanan yang dibuatnya. Kotak-kotak digital bermunculan bersamaan dengan menghilangnya lubang yang melahap mahluk itu.

"Enyahlah sampah." Umpat seorang yang duduk diatas sebuah kubus melayang. Rufus mengenalinya, dia adalah asmodian penjaga dimensi waktu, Veigas.

"Kenapa?" Tanya Rufus. Veigas menatap datar.

"Dia membuatku susah. Mengacaukan sejarah dan waktu dengan eksperimennya membangkitkan yang sudah mati. Demon Lord sampai menegurku karena hal itu, jadi kuhabisi saja." Jawabnya. "Daripada mengkhawatirkan sampah itu sebaiknya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri." Lanjutnya kemudian memerintahkan Deus, kubus miliknya, untuk menteleportkan dirinya kembali ke Elyos.

"Tunggu.. Ugh!"

"Rufus, bertahanlah." Seru suster Lime lalu segera membantu menopangnya berdiri.

Dewi Agnecia mendekati Rufus lalu meletakkan jarinya di dahi pemuda itu. Cahaya terang menyelimuti mereka. Setelah cahaya meredup terlihat perubahan drastis pada pemuda itu. Kulit yang tadinya sangat pucat menyerupai ungu kembali menjadi cream layaknya manusia, taring runcingnya kembali normal, tapi telinganya masih terlihat sama.

"Kau kembali menjadi manusia!" Seru Lime antusias.

"Tidak-tidak, purification'ku tidak bisa mengembalikan kondisinya seperti semula, tapi setidaknya dia sekarang lebih baik." Jelas dewi Agnecia singkat.

'Aku kembali normal?' Rufus menatap tangannya kemudian kepada Lass yang tergeletak di tanah. Seolah mengerti, Dewi Agnecia melakukan yang sama pada Lass dan Adel. Mereka membuka mata kembali sebagai dirinya sendiri.

"Uh, dimana aku?" Gumam Lass sembari mengamati sekitarnya. Mata birunya bertemu mata merah Rufus. "Kakak?"

"Okaeri... Lass..."

-:-:-Fin-:-:-

.

Author : Akhirnya kita sampai di eps terakhir dari Mythical Detective.. Silahkan Re:reviewnya..

Ley : Untuk Kurotori Rei.. Biar gak silau pake kacamata hitam.. :3

Elsword : Untuk Red Lunatic Sword.. Aku menyambutmu dengan senang hati kawan.. :D

Lass : Untuk Ester.. Kan udah dari chapter 1 misteri terus.. hmm.. lagipula semua sudah berakhir sekarang..

Rufus : Untuk AkaneMiyuki.. Huh? Apa maksudmu?

Ley : Untuk Shirokawa Hazuki.. Itu.. hidungmu banjir.. ._.

Jin : Kami akan merindukanmu Hazuki..

Sieghart + Jin : *pelukan teletubies ke Hazuki*

Dio : Untuk EurekaCross.. Oh, itu aku.. kebiasaan author baca fanfic bahasa Inggris pakai 'he/she/it' yang kalau dibahasa Indonesiakan jadi 'nya' semua.. :/

Lass : Untuk Satsuki Kobayakawa... aku sudah cukup tenang sekarang.. '-'

Edel : Untuk RattoChan.. terima kasih sudah membaca.. :)

Author : Sekarang.. author mau mengungsi ke Elsword (Indo), NAGC dan BRGC.. bagi yang mau boleh main sama-sama.. ^_^

All char : Sampai jumpa lagi.. :D