" Hi, nama ku Namikaze Naruto. Usia ku 19 tahun, dan mungkin akan selalu terlihat begitu meski pun sudah 30 tahun lama nya aku mati. Tapi, aku senang tinggal di sini. Karena biar bagaimana pun tempat ku memang di sini. Aku tak pernah tahu jika pada akhirnya, aku bisa bertemu dengan seorang laki-laki tampan seperti 'dia'. Ya, tuhan.. dia tampan sekali..''
.
.
.
.
We are too Different
Sasunaru
Fantasy, Romance
Rating : T
Masashi Kishimoto©
THE CORPSE BRIDE 2005©
Author: Kainaru Aikorin
Warning : OOCness, Sho-ai, Typo(s), AU
.
.
.
.
" apa maksud anak itu? Dia benar-benar membuat ku malu" seru seorang pria paruh baya, seraya bertolak pinggang. Setelah kejadian itu, Haruno Kisazhi ayah dari Haruno Sakura benar-benar malu atas tindakan calon menantu-nya. Ia harus menahan malu akibat cemooh dari para tetangga yang iri kepadanya (karena bisa mendapatkan seorang Uchiha untuk menjadi menantu-nya). Melihat suaminya terus memaki calon menantu mereka, Mebuki pun berusaha keras menghibur agar suaminya tidak marah-marah terus seperti itu.
" kalau kau terus begitu, kau tidak akan bisa melihat pernikahan putri mu dengan Uchiha itu, suami ku! Dan kita tidak akan pernah bisa mendapatkan harta mereka" Mebuki menyentuh lembut bahu Kisazhi. Kisazhi menghela nafas panjang, ia sungguh tak habis pikir dengan kejadian sehari yang lalu. Apa yang dilakukan oleh Sasuke, benar-benar membuat diri nya malu. Sakura yang diam-diam mengintip, hanya menatap sedih kepada ayah dan ibunya yang begitu menggilai harta banyak. Meminta dirinya menikah dengan seorang Uchiha, dengan alasan kebahagian dirinya. Begitu modus nya kedua orang tua nya itu.
" ayah..ibu.." sapa Sakura, begitu lembut. Kedua orang tuanya terkejut mendapati putri semata wayang mereka yang tiba-tiba saja hadir dihadapan mereka. Mereka salah tingkah, bingung hendak berkata apa. " jika, Sasuke-san tidak mau menikah dengan ku.. apa boleh aku—
"TIDAK" sela sang ibu.
Sakura terbelalak mendengar ucapan sang ibu. Melihat putrinya menatap curiga pada dirinya, Mebuki pun buru-buru tersenyum manis dan melangkah mendekati Sakura. " kau pasti akan menikah dengannya, nak!" hibur sang ibu. Sakura tersenyum manis, meratapi impiannya yang tidak akan pernah tercapai. ' aku tidak ingin seperti ini, bu' hatinya berkata miris.
.
.
.
Sasuke's POV
Aku terbangun dan mendapati diri ku tertidur di sebuah ranjang berwarna putih berukuran king size. Aku pun juga sempat memeriksa kelengkapan pakaian ku, barangkali saja ada yang berbuat macam-macam dengan diri ku yang masih pera—ah, tidak, perjaka maksud ku. Ok, dimana ini? Aku tidak tahu dimana aku berada. Ruangan 10x8 meter ini benar-benar harum sekali. Aku suka, harum nya seperti aromatherapy yang begitu menyegarkan.
" ne, suamiku sudah bangun, ya?"
Wuuuahahhh...
Astaga...
Aku terkejut ketika mendapati seorang pemu—yah, aku ingat siapa dia. Dia adalah hantu yang ku temui di hutan itu, dan mengatakan bahwa aku dan dirinya sudah resmi menjadi sepasang suami istri. " kau.. dobe! Kau menculik ku, hah?" Tanya ku, mulai keluar dari sikap keren ku. Aku menunjuk wajah manis nya yang pucat itu dengan jari telunjuk ku. Gluuukkk.. aku menelan ludah, tidak.. bukan hanya manis, bahkan pipi kanan 'si dobe' ini nyaris tinggal tulang saja(hingga kau bisa melihat giginya dari sela pipinya yang bolong itu) jika diperhatikan dari samping. Tapi, dia masih tetap manis dan uhuuk—cute!
" apa? Siapa yang dobe? Nama ku kan Naruto" ucap nya, begitu polos. Gluukkk.. oh, tuhan.. harus berapa kali aku menelan ludah seperti ini? Dia sangat manis, meski pun dia adalah seorang laki-laki. " kau, tentu saja" sahut ku. Dia menggembungkan pipi nya yang masih terlihat chubby. Aku bertanya dalam hati, sebenarnya berapa usia si dobe ini? Dia bahkan terlihat seperti remaja berusia 15 tahunan. Bahkan aku yakin, di zaman sekarang sudah sangat jarang ada anak usia 15 tahun berwajah innocent dan baby face seperti itu. Makhluk apa sebenarnya dobe ini?
" kau tega sekali, suami ku" rengek nya.
Sial, si manis ini benar-benar hampir membunuh ku. Tapi, aku masih NORMAL dan setidaknya jika aku ingin ber-yaoi'an aku harus memiliki uke dari bangsa manusia.
END OF SASUKE's POV
.
.
.
.
NORMAL POV
" HEY, AKU BUKAN SUAMI, MU!" bentak Sasuke, kesal ketika melihat Naruto merajuk dengan cara memeluk bahunya. Naruto tersentak kaget, dan menjauh dari Sasuke. Tampaknya, ia kick in the teeth, mendengar Sasuke membentaknya. Setetes air mata keluar dari sela-sela mata nya. Iris sapphire nya berkaca-kaca dan membuat Sasuke merasa tertohok tepat di bagian inti kehidupannya.
Tanpa pamit, Naruto pergi menembus dinding kamar mereka. Meninggalkan Sasuke yang dalam pikiran kalutnya. " aku harus pergi, HARUS" Ujar Sasuke, bertekad untuk pergi dari rumah besar itu.
.
.
.
.
Dunia Manusia
Tepatnya di mansion Uchiha, Mikoto terus menangisi putra bungsu nya yang tidak juga pulang beberapa hari ini. Ia sungguh cemas, takut ada sesuatu yang terjadi pada Sasuke. Dikala, semua orang di mansion itu sedang menangisi hilangnya Sasuke. Sakura datang seorang diri dan menemui calon mertua nya. Ia berharap lebih pada Mikoto, ia pun juga tidak mau hal ini terjadi menimpa Sasuke yang notabene adalah calon suaminya.
" nak Sakura.." sapa Mikoto, seraya menghapus air mata yang membasahi pipi mulusnya. Sakura member hormat dan memeluk tubuh Mikoto tiba-tiba. " bibi..hiks.. a..aku minta maaf" tangis nya. Mikoto membulatkan matanya, ia tidak mengerti dengan apa yang hendak dikatakan oleh putri dari sahabatnya sekaligus calon menantunya itu.
" ada apa, Sakura?" Tanya Mikoto.
" seharusnya.. aku..aku tidak menyetujui hal ini, karena pernikahan ini Sasuke pergi..hikss"
Mikoto membelai lembut surai merah muda milik Sakura. Ini bukan kesalahan Sakura, karena biar bagaimana pun juga Sasuke bukanlah pemuda yang bisa menyakiti hati seorang gadis meskipun Sasuke terkenal dingin dan cuek terhadap wanita. " mungkin bibi terlalu memaksanya.. ini salah bibi, bukan salah mu" hibur Mikoto.
Sakura memisahkan jarak diantara mereka. " aku juga sebenarnya juga tidak mau, bi" kata Sakura. Mikoto tersenyum lembut, dan membelai surai bubble gum gadis musim semi itu. " aku tahu..kau mencintai Lee, kan?" Tanya Mikoto. Blushing, Sakura tersipu malu saat Mikoto tiba-tiba saja membahas salah satu butler di rumahnya sekaligus kekasih dari gadis cantik itu. " tapi..tapi..aku tidak bisa" lirih Sakura.
" di Konoha ini laki-laki dan laki-laki boleh bersama..lalu, apa yang salah dengan hubungan kalian? Jika saja hubungan sesama jenis saja boleh terjadi, lalu kenapa kalian yang straight tidak boleh bersatu? Katakan pada bibi, kenapa tidak bisa? Karena orang tua mu, hm?"
Sakura mengangguk pelan dan membuat Mikoto iba. " bibi akan membantu mu" hibur Mikoto. Sakura terkejut dan tersenyum senang. " terimakasih, bi..terimakasih" ucap Sakura kelewat senang.
.
.
.
.
Kembali lagi ke alam lain. Disana, di rumah besar bak istana itu. Tampak Sasuke sedang mengendap-endap untuk kabur dari rumah itu. Semoga saja tak ada yang mengetahui niatnya itu. Tapi, tentu saja manusia boleh berencana dan tuhanlah yang mengatur. Setiap rencana, kadang tidak selalu berhasil, bukan? Nampaknya dewi fortuna sedang tidak berpihak pada bungsu Uchiha ini.
Jantungnya hampir saja berhenti berdetak ketika dirinya baru saja sampai di sebuah ruangan besar yang ia ketahui adalah ballroom. Sasuke bahkan hampir pipis di celana saat berbagai macam sosok menyambut kehadirannya dengan penuh suka cita. Para hantu, ya, mereka adalah hantu. Hantu yang sedang berpesta merayakan kehadiran dirinya.
Tidak ada kesan menakutkan, tapi jika saja kau melihatnya dengan mata kepala sendiri pasti kau akan segera kabur, percayalah! Apalagi, ketika dua kerangka manusia datang kepadanya dan menyeret Sasuke untuk ikut pesta dengan mereka. " hidup, Prince Sasuke" teriak para hantu. Alunan music mellow pun berganti dengan music rock, dimana sosok hantu menenteng kepala bersurai raven itu naik ke atas panggung dan dengan pede nya ia bernyanyi.
" p..paman Obito" Sasuke baru saja mengingat sosok memalukan itu. Dia adalah Uchiha Obito, almarhum pamannya yang meninggal 10 tahun yang lalu akibat kecelakaan (dimana kepalanya terpenggal dan mati mengenaskan). Sosok yang ia kenal begitu keren dan begitu jaim itu berubah total saat ini.
Bahkan, Sasuke sempat malu mengakui jika orang (idiot) itu adalah pamannya. " ne, Sasuke.." Tiba-tiba saja Naruto hadir di sampingnya. Tapi, Naruto menundukan kepalanya dan terlihat takut bertatapan dengan Sasuke. Entah kenapa dada Sasuke terasa sesak melihatnya. " kau mengenal ku?" Tanya Sasuke, tidak jelas. Naruto mengangguk lemah. " kenapa?" Tanya Sasuke. " karena aku memang mengenal mu, kan?" Naruto balik bertanya.
" hey, keponakan!" seru Obito.
" aku bukan keponakan mu" omel Sasuke. Obito memicingkan matanya, " kau memang bukan keponakan ku! Tapi, Naru-Hime lah keponakan ku" sahut Obito " kau tidak mengingat ku? Hah, bagaimana bisa?" Tanya Sasuke, histeris. Sasuke mengguncang tubuh sang paman. " hey, aku memang tidak ingat kau! Kenal saja tidak" kata Obito, ia juga tak kalah kesal ketika Sasuke mengguncang tubuhnya dan membuat kepalanya terjatuh menggelinding ke tanah.
Naruto terus menundukan kepalanya dan masih tak berani melihat Sasuke. "ano, Sasuke.. a..aku punya hadiah untuk mu" ujar Naruto, terbata-bata.
" apa?" Tanya Sasuke, yang sudah pasrah dengan keadaan.
" tadaaaaaaaaa..." Naruto menyerahkan seekor kodok gembrot yang begitu familiar dengannya. 'kenapa mirip sekali dengan gamabunta, ya?' pikir Sasuke, kontan Saja Sasuke teringat pada kodok pemberian kakaknya saat ia baru berusia 5 tahun. Saat itu, Itachi pergi memancing dengan kakek Madara dan menghadiahi Sasuke dengan seekor katak besar yang ia dapatkan dari telaga pemancingan. Katak yang mati setelah 10 tahun lamanya ia rawat, akibat tanpa sengaja masuk ke dalam oven saat sang ibu sedang membuat kue ulang tahun untuk ayahnya. Alhasil, katak itu pun matang bersamaan kue sang ibu.
" terimakasih" ucap Sasuke. Naruto blushing ketika Sasuke mengucapkan terimakasih padanya.
.
.
.
.
Singkat cerita..
Dalam rumah tangga itu pasti ada suka maupun duka, iyakan? Hahah, seperti halnya dengan pasangan unik ini. Ini sudah berpuluh-puluh kalinya Naruto dan Sasuke bertengkar. Naruto yang tanpa sengaja memergoki Sasuke yang hendak kabur dari sisinya. Membuat Naruto marah bukan kepalang. Bahkan, para maid dan butler (yang pastinya juga hantu) bergidik ngeri dan tidak bisa meredakan amarah majikan mereka. " kau tahu Teme? Kau itu menyebalkan! Aarrggghhhh.." teriak Naruto,geram melihat tingkah suami manusia nya.
" apa maksud mu? Kau yang menyebalkan! Seharian di rumah ini membuat ku suntuk dan muak.. aku hanya ingin naik—
Glekk..
Seolah Sasuke sedang menelan batu sekarang. Naruto menatap tanpa ekpresi ke arahnya sambil menyilangkan tangan ke dada. "naik—
Susah sekali rasanya melanjutkan ucapannya itu. "Naik?" Tanya Naruto, tersenyum sarkatis. "N..Naik—
Keringat dingin mengucur deras saat lagi-lagi Sasuke sulit melanjutkan kata-katanya. " kau bosan ya? Tunggu.. kita memang harus naik, hummm...Naik ke atas!" seru Naruto, polos sekali. Sasuke memukul kening lebarnya(?) keras-keras. " ayo!" Naruto segera menarik tangan Sasuke. Dengan terus mengoceh Naruto berjalan menembus pintu kamar mereka, tanpa memikirkan Sasuke. " kau tahu? Di atas itu kita bisa melihat suasana yang in—
Buuaagghhh...
Suara hantaman benda keras terdengar memenuhi ruangan. Para maid dan para butler pun terkejut. "ehh.." pekik Naruto, saat dirinya sudah ada di luar kamar berkat kemampuannya menembus benda. Naruto memperhatikan tangan kanannya yang sempat menggandeng tangan Sasuke. " Sasu" bibir mungilnya mengucapkan nama sang suami.
" SASUKE" teriak Naruto.
*dilain pihak*
" aku bertaruh, pasti Naru-hime lupa bahwa Sasuke-sama tidak bisa menembus pintu" Ujar Obito, mengajak seorang hantu berwajah tampan bersurai keperakan dengan sebuah pedang menembus dadanya untuk bertaruhan. Hatake Kakashi namanya, rival sekaligus sahabat Obito yang mati ketika di zaman perang kekaisaran dahulu.
" hah, bocah bodoh itu" sahut Kakashi.
.
.
" SASUKE,SASUKE, APA KAU BAIK-BAIK SAJA?" Tanya Naruto, khawatir. Ia segera menghampiri Sasuke yang terjatuh tidak elit dengan luka benjol di keningnya. " kok malah bobo disini, sih?" Tanya Naruto, lagi. " DASAR DOBE, AKU TIDAK SEDANG TIDUR! PERGILAH, AKU INGIN ISTIRAHAT" seru Sasuke. Naruto menganggukan kepalanya, dengan segera ia meninggalkan Sasuke dan menutup pintu kamar mereka.
" ADUUUUHHHHH..." lagi-lagi Sasuke berteriak.
Brakkkk..
Naruto membuka kembali pintu kamar mereka. Disana lagi-lagi ia melihat jari Sasuke berdarah akibat terjepit pintu. "iiee, kau kenapa lagi?" Tanya Naruto. Sasuke bangun dari posisinya, ia menatap kesal sosok manis dihadapannya itu.
"TIDAKKAH KAU LIHAT, DOBE? APA KAU PUNYA MATA? JARI KU TERJEPIT PINTU, DASAR DOBE!" seru Sasuke.
"oheheheheh.. baiklah..baiklah..aku cari pertolongan dulu ya, teme" kata Naruto.
"ya, pergilah—
Yang lama sekalian" lanjut Sasuke dalam hati.
.
.
.
" Dia tampan sekali..
Bahkan ketika sedang dalam posisi tidak elit pun ia tetap tampan..
Ne, aku benar-benar beruntung,kan?"
.
.
.
Sasuke terus memandangi jari-jarinya yang sedang diperban oleh seorang pria berwajah manis dengan garis melintang di hidungnya. Pria itu terlihat ramah dan baik hati. Ternyata, bukan hanya terlihat, tapi memang benar ia sangat baik. Umino Iruka namanya, ia adalah hantu yang meninggal dua tahun lalu akibat menyelamatkan salah satu muridnya dari kecelakaan. Bagaimana Sasuke tahu? Ya, sejak tadi Iruka selalu mengajak dirinya berbicara dan meminta dirinya memaklumi sikap Naruto yang kekanakan seperti itu.
Dari Iruka juga lah Sasuke tahu, bahwa Naruto sangat dihormati dikalangan para hantu. Sifatnya yang periang dan supel dalam pergaulan itu, membuat dirinya mempunyai banyak teman. " kau banyak tahu tentang Naruto.. apa kau tahu kenapa ia mati?" Tanya Sasuke. Iruka berhenti berbicara, dan beranjak dari kasur ketika sudah selesai mengobati luka Sasuke.
" maaf, saya permisi dulu" pamitnya.
" hey, apa semua orang yang sudah mati itu melupakan masa ketika ia hidup?" Tanya Sasuke, namun Iruka sudah lebih dulu pergi menembus dinding meninggalkan Sasuke dalam tanda Tanya besar.
" kau bertanya seperti itu, seperti kau hendak mati saja, teme"
" ASTAGA!" Sasuke terkejut saat melihat Naruto yang tiba-tiba saja duduk disamping kanannya. "jangan mengagetkan ku" omel Sasuke. Naruto tertawa lebar, ia merasa bersalah juga kalau setiap saat terus mengageti pemuda raven itu terus. "maaf, teme" ucap Naruto.
"ne, cincin ini bagus ya, teme" Naruto memuji cincin yang melingkar di jari manisnya. " ya, seharusnya bukan kau yang memakai itu" ketus Sasuke. Naruto terdiam, suasana hening. Tak ada satupun yang berbicara. Lama mereka diam, Sasuke merasa jengah sendiri melihat tingkah istri hantunya itu.
" Naru— "
" i..iya?" sahut Naruto. " kau menangis?" Tanya Sasuke. Naruto menggelengkan kepalanya, dan memunculkan senyum lima jarinya di depan Sasuke. " aku hantu, ingat? Hantu tidak bisa menangis—
Ya, tidak seharusnya" Naruto melanjutkan kata-katanya di dalam hati.
.
.
.
Dia..hiks.. dia memang tampan..
Apa dia bisa menjadi milik ku?
Begitu banyak perbedaan di antara kita..
Tapi..
Tuhan, kenapa kau harus menciptakan sebuah perasaan yang sering disebut 'CINTA'?
Apakah mayat seperti ku juga masih mengalami apa itu cinta?
.
.
.
Tbc
A/N
Uzumakinamikazehaki: ne, gausah bingung,senpai.. itu baru prolog saja..
Carenslawliet31: itu pasti;), btw thanks reviewnya senpai:D
Yun-Ran Livianda: aaaahhhh,, makasih senpai.. Ai pasti update! Ai usahakan kok :D
Yunauchi: The Corpse Bride, senpai.. ya, itu film animasi tahun 2005.. ceritanya seru,lho.. ya, meskipun sedikit kurang normal aja. Ahahahah, tapi film nya romantic,lho. Belum lagi, Helena Bonham sama Jhonny Deep yang jadi dubber nya. Mereka keren!
UchikazeRei: ne, terimakasih sambutannya, senpai.. Ai harap senpai suka fic buatan Ai..
Heiwajiwa Shizaya: Ya, nama film animasinya THE CORPSE BRIDE senpai..
Terimakasih juga buat senpai-senpai guest yang udah kasih semangat buat AI, terimakasih,,terimakasih banyak.. Hiks, AI terharu (*lebay). Ai sih gak tau apa senpai-senpai suka atau enggak sama fic di chapter ini. Anggaplah ini chapter pertama, dan kemarin itu Prolognya. Maaf kalau masih ada typo dan kurang dimengerti. Ai masih butuh bimbingan, dan saran dari senpai semua. Oh, iya ada yang punya FB? Add Fb, Ai dumz (hehehe, promote dikit) search aja: Kainaru Aiko
.
.
.
Review?
