VOCALOID:Past to the future
Chapter 4 update! Gomen minna kalau update Fic Kiiro selalu lama… Kiiro Kehabisan ide, ngerjain tugas sekolah yg terakhir….. MALAS # dikeroyok # mohom dimaklumi.. dan juga Kiiro juga kepikiran ide lain, jadi Kiiro juga buat Fic baru loh! Tolong dibaca judul nya "The Naughty girl and The Student council president" # promosi~ promosi #
Hikaru: Gile lu! Sempat nya promosi! Ketularan sepupu lu?
Kiiro : hehehe~ enggak juga sih. Tapi betulan mirip kah? Kalau iya senangnya ~~ # Nari – nari gaje#
Haruna : Kayaknya dia betulan gila Hiru, dia betul – betul terobsesi dengan sepupunya! Aku penasaran siapa dia ya?. Tapi lebih penting, kita pergi dari. Disini tidak aman!
Hikaru : Oh! Ayo Haru! # ngacir sama Haruna #
Kiiro: # masih Nari – nari gaje #
Mikitsu : Uh…. Kii – chan tambah gila….. Haru dan Hiru ngacir…. Sepertinya memang harus aku nih yg baca semuanya.. Yosh! Minna! Hajimaru yo!
.
Summary:Rin yang awalnya hanya gadis biasanya berkehidupan normal berubah drastis sejak bertemu pemuda yang merupakan teman masa kecilnya .namun,karna suatu kejadian Rin kehilangan ingatan tentang pemuda itu apakah yg terjadi?apakah ia bisa membalikan keadaan seperti semula?atau tidak?READ IT!...Summary nya hancur=_=
Rated: T(bisa jadi M suatu saat)
Genre: Romance,Adventure,Humor,Supernatural,Friendship
Warning: full Gaje,Abal,OCs,typo in anywhere and everywhere,bahasa campur-campur,humor garing banget,alur kecepatan Dll
Chara: Rin.K,Len.K,DLL
Disclaimer: VOCALOID bukan punya Kiiro,kalau punya Kiiro,itu hanya kejadian langka yg tak akan terjadi sampai kiamat sekalipun karna VOCALOID punya bapak crypton sama ibu Yamaha(loh?kiiro tidak bermaksud menghina)
.
Happy reading! XD
.
P.S : Ohya mulai chapter ini, Tiap chapter tidak ada judulnya lagi. Karna Kiiro selalu bingung mikirnya dan kadang malas untuk memikirkan nya # Dilempar #
Rin Pov
Aku membuka mataku perlahan, yg pertama kulihat adalah ruangan serba putih dan bau obat – obatan. Mirip.. sebuah kamar tidur rumah sakit.
Bingung
Itu yg kurasakan saat ini. Aku kurang bisa mengingat, kepala bagian kiriku sakit. Lebih tepatnya bagian tubuh kiriku sakit. Tak tau kenapa.
Kulihat kesamping kiri. Dan menemukan Miku sedang tertidur. Tangannya dilipat dengan kepalanya diatasnya. Posisi tidurnya sama seperti orang tertidur dimeja karna Tauziyah (?) sensei yg mirip mengantar tidur itu, hanya saja ini diujung kasur yg kutempati sekarang ini…
Miku…. Dia menungguiku disini ya?, benar – benar setia. Kulihat sekeliling, yah ternyata benar ini kamar inap rumah sakit. Kenapa aku bisa disini? Ah! Aku benar – benar lupa.
Kucoba menggerak tangan dan kaki Kiriku, tapi rasanya sangat Berat! Aku benar – benar tak habis pikir. Apa yg sebenarnya terjadi padaku. Pikiran ku kacau!
Saat aku sedang pada masa mengingat – ngingat (?). tanpa kusadari Miku sudah terbangun dan berteriak.
"Rin- chan! Kau akhirnya bangun!" teriaknya yg sayang tepat ditelingaku dan langsung memelukku erat. Huh untung yg dikanan kalau dikiri… sepertinya sakitnya akan 2X lipat.. dan untungnya lagi dia tidak memelukku dengan death hugnya. Kalau iya, tak bisa dibayangkan tuh.
"Woah.. ya aku sudah bangun Miku, dan selow aja kali. Reaksimu itu seperti aku tidak bangun berhari – hari walaupun bagian tubuh Kiriku menjadi agak berat.." ujar ku bingung dengan tingkahnya.
Miku melihatku dengan tatapan terkejut dan menangis? Sebelum berkata…..
"Kau bercanda Rin- chan? Kau memang Tidur berhari – hari tau! Sejak kau berteriak kesakitan disekolah dan pingsan, kau tak bangun – bangun. Pihak sekolah yg bingung memutuskan untuk membawamu kerumah sakit! Saat kau diperiksa dirumah sakit, dokter bahkan bingung dengan apa penyakitmu! Mereka memutuskan menaruhmu diruang inap dulu. saat pihak sekolah menghubungi Tei oba-san, Tei oba-san sangat terkejut dan langsung kerumah sakit untuk melihat" Jelas Miku panjang lebar. Dia mengusap air matanya.
"A-apa? Berapa lama aku teridur?" ujar ku kaget. Sembari membantu Miku mengusap air matanya. Dengan tisu yg kebetulan ada disebelah ku
"2 minggu… dan saat itu juga aku selalu merawatmu sepulang sekolah… sebenarnya Tei ba-san juga mau merawatmu.. tapi karna pekerjaan dia tak bisa merawat… jadi memberi kepercayaan merawatmu kepadaku.." jelas Miku lagi. Seketika aku merasa mati rasa sejenak. 2 minggu….
.
.
.
.
.
.
"UUAAPPAAA! 2 MINGGU? KOK BISA ITU? GIMANA AKU MAKAN, MINUM, MANDI? 2 MINGGU ITU AKU ENGGAK MELAKUKAN APA – APA? BAH! BADANKU PASTI SUDAH BAU BUNGA BANGKAI (?)" Teriak ku histeris kayaknya sangat nyaring deh….
Sontak Miku menutup telinga nya. Oh… aku lebay juga ya..
"Rin- chan!, jangan teriak dan bergerak sembarangan! Nanti perban yg ada di tangan dan di kaki kirimu lepas!" ujar nya.
"Heh? Apa maksudnya Miku?" Tanya ku bingung. Aku mulai melihat tangan dan kaki kiriku. Yg benar saja benar – benar diperban. "Mi- miku? I- ini kenapa" Tanyaku bergetar
"… Tangan dan Kaki mu ber sisik.. .. bahkan mata kirimu juga.. dan rambutmu rontok RIn- chan …" ujar Miku lirih bahkan dia kembali menangis. Aku sempat heran kenapa malah dia menangis. Walaupun aku tau. Dia sangat peduli padaku
"O- oh…" ujarku lirih. Dan itu malah membuat Miku melihatku dengan tatapan heran. Kenapa ya?
"i- itu saja respon mu? Tidak teriak, panic atau apa gitu" ujar nya heran meski masih menangis
Aku Cuma sweatdrop lalu berkata " Yah.. habis mau gimana lagi? Aku sudah begini… dokter saja tak tau aku sakit apa jadi aku harus gimana? Sayangnya yg bisa kulakukan sakarang hanya pasrah" ujar ku berusaha setenang mungkin. Meski didalam hati, aku juga merasa takut. Sangat takut apa yg akan terjadi padaku nantinya.
"Rin- chan…" Miku berkata dengan pelan
Aku hanya tersenyum kearahnya. Lalu menghela nafas, aku mengelus rambutku sendiri dan yg benar saja, sekarang sudah memendek akibat rontok yg aneh hanya setengah saja. Rambutku yg dulunya sepunggung dan tebal, sekarang hanya seleher dan tipis, hah… Rambut sedikit seperti laki – laki
"Rin- chan, kalau penampilanmu berantakan, mau kuperbaiki?" tawar Miku seceria mungkin
Aku hanya membalas dengan senyuman dan menganguk. Miku segera membantu ku duduk dipinggir ranjang, dia mulai menyisir rambut tipisku hingga rapi. Dan menjepit poniku kiri kanan seperti biasa.
Miku segera memberiku kaca. Aku melihat penampilanku sendiri. Tidak buruk
"Hem… Rin- chan kamu pakai topi?" Ujar Miku
"Hah? Topi?"
"Iya topi. Dengan rambut mu yg seperti itu, terlihat cocok loh!"
"eh.. etto.. iya deh.."
Miku tersenyum dan segera berjalan sebentar keluar ruangan. Dan kembali dengan sebuah topi. Dan memasang kan kepadaku (Bisa kalian bayangkan sendiri bagaimana topi yg kupakai yg cocok buat orang rambut pendek )
Lalu aku mengaca lagi. "Bagus" Tanggapku Lembut
Kami hanya saling tatap dan tersenyum kemudian tertawa bersama
Skip! – malam
Aku sedang sendirian didalam kamar inapku. Miku sudah pulang. Dokter sudah selesai memeriksaku sekarang sudah waktunya tidur. Tapi aku tak bisa tidur! Mungkin karna efek tidur selama 2 minggu
Huh sial, mana aku sendiri dan sepi. Hiburan tak ada yg menyenangkan. Dihandphoneku tak ada yg menarik juga…
Sungguh sepi….
Aku melihat sekeliling lagi. Masih sama, masih terlihat se-
Tunggu!
Aku melihat sosok bayangan di pojok ruangan, bentuk nya manusia… apa itu? Ah dan dia berjalan kesini!
apa dia… jangan – jangan
.
.
.
.
.
.
.
Tunggu lagi! Fic ini kan bukan fic genre Horror! Kok bisa ada yg begitu sih! Mana dia masih berjalan kesini! Tapi kok lambat banget ya? Slow montion kah? Ah itu terlalu alay! Tapi apa itu? Kii – chan, tlong jelas kan!
Kiiro : ehem, oke Rin – chan! Fic ini memang bukan Fic horror, tentang sosok itu, tolong dilihat saja. Kiiro malas ngeliatnya. Dan oh Kalau yg lambat itu biar Orang Tegang Rin! Kan keren kalau lambat gitu bikin deg – degan! XD
Oh…. Jadi gitu toh… dasar!
Oh kembali ke sosok itu
Sosok itu semakin mendekat. Apa dia….
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Rin, Lama tak jumpa" ujar sosok itu yg ternyata Len!
Gubrak!
aku, Reader, dan Oc Kii- chan melakukan gubrak karna nya! Bikin kaget saja! Oh, dan kenapa Kii- chan tidak? Karna dia yg buat cerita jadi dia sudah tau
"Len! Kau mengagetkanku tau! Dan kenapa kau disini?" Seruku kesal
Len hanya tertawa sebelum memasang wajah serius. Dia mendekat wajahnya ke wajah yg membuatku blushing sebelum berkata "Aku kesini mau menjelaskan sesuatu" Ujarnya serius
"Men- menjelas a- a- apa?" Ujar ku terbata – bata karna gugup. Aduh jantung rasanya mau copot merasakan wajah tampan Len dekat denganku eh? Ku bilang Tampan? AHH! Abaikan itu
"Kau mau kenapa tangan, kaki dan mata bersisik?" ujar Len masih dengan serius
"A- apa?" tanyaku
"….."
"Ada sesuatu didalam tubuhmu…."
"EH? Apa itu? Dan apa maksud dengan sesuatu ditubuh ku? Dan dari mana kau tau Tangan kaki dan mataku bersisik? Apa kau berhubungan dengan ini semua?" Tanya ku bertubi – tubi. Aku bingung, apa Len benar – benar ber hubungan?
"sepertinya aku harus menjelaskan lebih ke rinci nya lagi…. Tapi pertanyaan terakhirmu tadi akan kujawab duluan. Yap, benar aku berhubungan" ujar Len kini wajahnya tidak mendekat lagi. Dia sekarang memilih duduk di kursi samping kasurku ini.
Tapi apa? Len berhubungan? Kok bisa sih? AHh! Ini semua membuatku pusing! Ah mungkin aku harus mendengarkan Penjelasan Len dulu.
"Tolong jelaskan Len!" ujarku tegas. Kulihat Len menghelas nafas panjang. Sebelum memulai
"Sebenarnya…."
END Chapter 4
Ending gantung dan ceritanya gaje! Pendek pula # Nari hula – hula # hohoho mohon maaf semua chapter ini dipenuhi dengan genre Hurt/comport! Ditambah, humor sedikit dan garing. Dan sedikit berita nih sepertinya fic ini akan lebih lambat update dari pada Fic baru yg Kiiro promosikan di atas jadi mohon dimaaf kan! Karna jujur, Kiiro memang lebih suka Fic yg itu dari pada yg ini. Jadi yah begitulah!
Ohyah chapter depan, akan dijelas semua alasan aneh di fic ini! Dan juga chapter depan akan dipenuhi dengan Flashback! Ditunggu saja walaupun agak lama karna ujian sudah dekat, jadi Kiiro tak bisa jamin untuk update kilat
Oke, Please Review and make it Favorite, terima flame juga haha! Jangan lupa follow ya~~ dan usul cerita juga boleh ya! Sampai jumpa dichapter 5 XD
Rinlenlover02
