In The Time
.
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Yong Junhyung
Genre : YAOI/Shonen-ai/Fantasi
Pairing : YunJae, (Slight) JunJae
Note : Cerita ini terinspirasi dari salah satu film Korea. Namun saya lupa judulnya. Ini adalah FF dengan genre Fantasy pertama saya. Semoga kalian semua menyukainya.
Warning : Cerita pasaran, alur lamban, typo(s)bertebaran, bahasa tak sesuai EYD, judul yang tidak selaras dengan isi cerita
Chap : 4 (empat)
.
.
.
Jaa, tanoshimi ni oyomi kudasai ^^
.
.
DOUZO
.
.
::
::
In The Time
::
::
Last chap
.
"Ne." jawab pasti namja culun itu sambil mengangguk mantap dan tersenyum cerah, setelah sebelumnya keduanya terdiam cukup lama.
Youngwoong cukup kaget saat mendengar kenyataan itu, pasalnya dulu saat dirinya duduk di bangku SMA, namja culun dihadapannya ini sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda ketertarikan kepada dirinya. Dan walaupun mereka berada dalam satu kelas, namun keduanya sangat jarang berbincang.
Tik
Sebuah ide segera melintas diotak Youngwoong. Iapun segera tersenyum ah, lebih tepatnya menyeringai saat mendapatkan ide tersebut.
"Kau-" tunjuk Youngwoong pada namja culun itu, "Harus membantuku! Hanya kau yang bisa membantuku!" lanjutnya tersenyum cerah dan dengan suara yang penuh semangat. Tak lupa kilat semangat yang terlihat jelas dikedua mata bulatnya.
.
.
.
Namja culun itu hanya mengerjabkan matanya bingung, tak mengerti dengan maksud perkataan Youngwoong. Iapun menaikkan sebelah alisnya meminta penjelasan lebih lanjut dari Youngwoong.
"Kau harus membantuku! Membantuku untuk memisahkan Jaejoong dengan Junhyung! Ya, itu adalah rencana yang sempurna." kata Youngwoong lagi sambil mengembangkan senyum diwajahnya. Ah, nampaknya ia sudah mempunyai rencana tersendiri.
"Aku akan membuat Jaejoong berpaling padamu, dan itu akan memudahkanku untuk menjauhkan dirinya dengan Junhyung. Dengan begitu takdirku dan dia tak akan terjadi." lanjut Youngwoong lagi dengan binar semangat diwajahnya. Ditatapnya namja culun itu dengan senyum cerah yang masih terpasang diwajahnya. Iapun mengerjabkan matanya pelan penuh rasa harap didalamnya.
"Kau bicara apa? Aku masih tak mengerti." jawab namja culun itu akhirnya setelah melihat Youngwoong yang sudah diam.
Youngwoong memutar matanya malas saat mendengar pertanyaan namja culun itu, "Ck! Kau tak perlu mengerti! Cukup ikuti saja perintahku!" kata Youngwoong kali ini sedikit ketus dan sedikit memaksa.
"Mwo? Shireo, aku tak mau. Memangnya kau siapa!" jawab namja culun itu sedikit berteriak saat mendengar nada suara Youngwoong yang sedikit memaksa, dan menyebabkan beberapa siswa lainnya yang baru datang menolehkan kepala mereka heran mendengar teriakan namja culun itu.
'Ck, bocah ini, sudah untung aku mau menyomblangkannya dengan diriku'
"Heh, dengar baik-baik. Jika kau mau membantuku bukankah itu sama saja dengan kau bisa menjadi dekat dengan Jaejoong. Apa kau tak ingin dekat atau bahkan bisa memilikinya?" jawab Youngwoong memberikan pengertian pada namja culun itu. Ditatapnya namja culun itu sedikit kesal.
Namja culun itupun nampak berfikir lama, memproses setiap ucapan Youngwoong. Lama ia berfikir baik sampai akhirnya ia mengerti maksud perkataan Youngwoong. Namun sebelum memutuskan menerimanya atau tidak, iapun memikirkan dampak baik dan buruknya jika ia menerima tawaran Youngwoong.
Segera senyum manis terukir diwajah namja culun itu setelah berfikir sekian lama. Iapun sudah menemukan jika manfaat baiklah yang bisa didapatnya jika dirinya membantu Youngwoong. Dinaikkannya sedikit kaca mata yang melorot dari hidungnya, lalu perlahan membalikkan badannya agar berhadapan dengan Youngwoong.
"Jadi?" tanya Youngwoong saat melihat senyum diwajah namja culun itu.
"Apa yang harus kulakukan?" jawab namja culun itu sebagai jawaban jika ia bersedia mengikuti saran Youngwoong.
Youngwoong tersenyum puas dengan jawaban namja culun itu, iapun balas tersenyum kepada namja culun yang tingginya hampir menyamainya itu. "Kau hanya perlu mengikuti saranku." ucapnya tanpa melepas senyum diwajahnya.
Namja culun itupun mengangguk mengerti, "Tapi ngomong-ngomong, siapa namamu?" tanyanya setelah sadar kalau mereka belum berkenalan.
Masih dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya Youngwoongpun berkata, "Youngwoong, kau bisa memanggilku Youngwoong."
Namja culun itupun tersenyum sembari menyebutkan namanya, "Yunho, namaku Jung Yunho."
::
::
In The Time
::
::
Bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi nyaring, Song songsaenim yang mengajar di kelas XI 4pun menyudahi pelajaran dan tak lupa sebelumnya memberikan pekerjaan rumah kepada siswanya.
"Selamat siang semua." ucap Song songsaenim dan perlahan beranjak keluar dari kelas.
Semua siswapun mulai beranjak dari bangku masing-masing hendak keluar kelas, kemana lagi kalau bukan menuju kantin untuk mengisi kembali energi yang terkuras akibat pelajaran tadi. Kini, nampak kelas XI 4 yang tadinya penuh, kini hanya tinggal segelintir orang saja. Termasuk seorang namja cantik a.k.a Jaejoong kecil yang kelihatannya masih sibuk merapikan buku-buku pelajarannya.
Jauh dipojok belakang, nampak seorang namja culun yang tengah memperhatikan kegiatan Jaejoong kecil itu. Matanya yang terlapisi oleh sebuah kaca mata tak mampu menyembunyikan tatapan kagumnya untuk Jaejoong kecil. Bahkan mungkin sepertinya ia tak mengerjabkan matanya barang sedetikpun agar bisa terus memandangi Jaejoong kecil, sampai akhirnya Junsu datang menjemput Jaejoong kecil dan keduanyapun menghilang dari pandangan matanya.
"Apa aku harus mengikuti sarannya eoh?" gumam namja culun itu yang ternyata adalah Yunho, sesaat setelah Jaejoong kecil keluar dari kelas. Ditatapnya bangku Jaejoong kecil yang kosong dan suara Youngwoongpun tiba-tiba terngiang ditelinganya.
'Jika kau mau membantuku bukankah itu sama saja dengan kau bisa menjadi dekat dengan Jaejoong. Apa kau tak ingin dekat atau bahkan bisa memilikinya?'
"Benar juga, setidaknya kalau aku membantunya aku jadi bisa lebih dekat dengan Jaejoong." gumam Yunho lagi setelah mengerti maksud dari Youngwoong. "Tapi untuk apa juga Youngwoong hyung ingin memisahkan Jaejoong dengan Junhyung? Apa alasannya melakukan hal ini dan membantuku?" gumamnya lagi sambil berfikir.
"..."
"..."
"..."
Kreoookkkk kreeoookkkk
Dan suara perut keroncongan Yunho merusak kegiatannya berfikir. "Ughh, aku lapar. Sebaiknya aku pergi ke kantin." ucapnya dan setelahnya bergegas pergi menuju kantin dan melupakan apa alasan Youngwoong mau membantunya.
::
::
In The Time
::
::
Jaejoong kecil dan Junsu tengah berjalan pelan menuju kantin untuk makan siang, keduanya terlihat berbincang ditengah perjalanan, dan sesekali nampak Jaejoong kecil yang menjitak sayang kepala Junsu karena tingkah Junsu yang mengganggu sekitarnya. Bayangkan saja, Junsu tertawa dengan suara nyaringnya itu dan menyebabkan beberapa siswa menoleh kesal kearahnya, dan tentu saja tak dihiraukan oleh Junsu. Maka dari itu, Jaejoong kecil dengan senang hati menjitak kepalanya agar Junsu berhenti tertawa.
"Joongie, kau mau makan siang apa?" tanya Junsu sesaat setelah mereka tiba dikantin, dengan wajah yang sedikit cemberut karena masih kesal tadi dijitak oleh Jaejoong kecil. Jaejoong kecilpun mengedarkan kepalanya melihat menu apa saja yang ada untuk makan siang kali ini.
Kantin SMA Shinki memang selalu memasak lebih dulu makan siang untuk siswa-siswanya. Jadi ketika bel istirahat berbunyi dan semua siswa sudah berada dikantin, merekapun hanya tinggal mengambil makan siang yang mereka inginkan, dan tak perlu menunggu pedagang kantin memasak terlebih dahulu.
Jaejoong kecilpun masih melihat menu makan siang itu satu persatu, setelah mengamati, akhirnya matanya tertuju pada ramyun seafood dengan kuah berwarna merah pekat dan masih mengepulkan asap, tanda ramyun itu baru saja matang yang kebetulan hanya tersisa satu mangkuk saja.
"Aku mau ramyun saja." jawab Jaejoong kecil dan bersiap untuk mengambil mangkuk ramyun itu, namun belum sempat tangannya meraih mangkuk itu, sebuah tangan sudah lebih dulu mengambil mangkuk ramyun itu.
"Yah!" teriak Jaejoong kecil kesal karena ada orang yang mengambil ramnyun incarannya, segera saja ia menolehkan kelapanya kesamping guna melihat siapa yang sudah mengambil ramyun incarannya itu.
Deg
Dan jantung Jaejoong kecilpun segera berdegak kencang dan matanya membulat sempurna saat melihat siapa yang mengambil ramnyun incarannya itu. Segala sumpah serapah yang tadinya ingin ia keluarkan segera tertelan kembali dikerongkongannya. Iapun hanya bisa terdiam masih tak menyangka jika orang itu yang mengambil ramnyunnya.
"Junhyung~" desisnya hampir tak terdengar.
"Joongie, kau sudah mengambil ramyunnya?" tanya Junsu dan membuat Junhyung segera menolehkan wajahnya.
"Jaejoong-ah!" ucap Junhyung sesaat setelah matanya menemukan Jaejoong kecil yang berdiri disebelahnya.
"N..ne, Junhyung-ah!" jawab Jaejoong kecil sambil berusaha menormalkan detak jantungnya.
"Emm, apa kau mau mengambil ramyun ini tadi?" tanya Junhyung saat teringat akan ucapan Junsu.
"Nde? Ah, anio. Ambil saja, aku bisa memilih yang lainnya." jawab Jaejoong kecil dan tersenyum pelan pada Junhyung.
"Jeongmal?" tanya Junhyung lagi dan mendapat anggukan dari Jaejoong kecil.
"Kajja Joongie, aku sudah lapar!" teriak Junsu lagi dan kini bersiap untuk membawa makan siangnya menuju meja kantin.
"Ne chakaman!" jawab Jaejoong kecil menjawab pertanyaan Junsu dan segera mengambil nasi goreng kimchi yang berada disebelahnya. "Ah, Junhyung-ah bagaimana kalau kita makan siang bersama? Anggap saja sebagai permintaan maafku yang kemarin." kata Jaejoong kecil sambil menatap Junhyung penuh harap.
"Baiklah." jawab Junhyung cepat karena sudah merasa kelaparan dan tentu saja jawaban darinya membuat Jaejoong kecil senang.
"Kajja!" ajak Jaejoong kecil lagi sambil mengangkat nampan makanannya dan berjalan menuju meja yang ditempati Junsu, dan dibelakangnya nampak Junhyung yang mengikutinya dengan senyum kecil menghiasi wajahnya.
::
::
In The Time
::
::
Yunho tengah berjalan pelan menuju kantin, sambil memegang perutnya yang bernyanyi riang tanda minta diisi. Iapun semakin mempercepat langkahnya saat matanya sudah melihat pintu kantin, namun aksinya harus terhenti kala seseorang dengan cukup keras memanggil namanya. Baru saja ia hendak mengumpat kepada orang yang berteriak itu, namun segera ia urungkan saat melihat siapa orang yang memanggilnya itu.
"Ada apa?" tanyanya cepat sambil memasang wajah datar. Ah, sangat tak mengenakkan bukan, disaat kita sangat kelaparan malah ada orang yang mengganggu.
"Ck, kau ini!" jawab Youngwoong-orang yang memanggil Yunho itu-mendecih sebal.
"Kalau kau tak berbicara, ya sudah aku masuk. Aku sudah kelaparan!" kata Yunho lagi dan bersiap melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantin.
"Yah! Chakaman!" teriak Youngwoong sambil menarik seifuku Yunho. "Kau ini!" ucapnya pelan sedikit menggerutu, "Kajja kita makan bersama." lanjutnya dan dengan sedikit keras menarik Yunho masuk ke dalam.
Sesampainya mereka didalam, Yunho segera melesat mengambil makanan meninggalkan Youngwoong yang tengah berdiri diam sambil memperhatikan sekitarnya.
"Aku merindukan suasana ini." gumam Youngwoong dan tersenyum kecil melihat suasana kantin yang sedikit ia rindukan. Iapun segera menyusul Yunho yang tengah sibuk memilih makanan.
"Kau mau makan hyung?" tanya Yunho saat dilihatnya Youngwoong berdiri disebelahnya.
"Anio, kau saja." jawab Youngwoong dan segera setelah Yunho selesai, merekapun berjalan mencari tempat duduk. Namun, baru selangkah mereka berjalan, Youngwoong segera menghentikan langkahnya kala matanya menangkap sosok Jaejoong kecil yang tengah makan bersama dengan Junhyung dan Junsu. Segera raut wajahnya berubah dan dengan sedikit kasar menarik tangan Yunho berjalan menuju tempat Jaejoong kecil duduk.
"Hei, pelan-pelan!" kaget Yunho karena Youngwoong tiba-tiba menariknya kencang. Hampir saja kuah udon yang diambilnya tumpah akibat tangannya yang tak seimbang menggenggam nampan makan siangnya. Namun Youngwoong tak memperdulikan teriakan Yunho, ia malah terus menarik namja culun itu dengan kasar.
"Joongie!" teriak Youngwoong lumayan kencang setelah dirinya sampai di meja Jaejoong kecil, dan membuat Jaejoong kecil terlonjak kaget karena suara teriakannya itu.
"OMO! Hyung! Kau mengagetkanku!" ucap Jaejoong kecil sambil mengelus dadanya pelan. "Sedang apa hyung disini?" tanyanya setelah kekagetannya mereda.
Youngwoong hanya diam tak menyahut, dirinya malah sibuk menatap tak suka pada Junhyung yang duduk tenang disebelah Jaejoong kecil. Ingin rasanya Youngwoong menumpahkan kuah ramyun yang tengah dimakan oleh namja cool itu, namun ia masih ingat tempat. Segera ia menolehkan wajahnya ke arah Jaejoong kecil sebelum ia benar-benar melakukan pikiran nistanya tadi.
"Anio. Aku hanya ingin menemuimu!" jawab Youngwoong sedikit ketus.
"Joongie, nuguya?" tanya Junsu saat melihat Youngwoong yang memang belum dikenalnya.
"Ah ya, kenalkan ini Youngwoong hyung, hyungku dari Amerika. Dan hyung, ini Junsu sahabatku." jawab Jaejoong kecil memperkenalkan Youngwoong dan Junsu.
"Youngwoong imnida."
"Junsu imnida. Hyung, kau sanggat cantik." puji Junsu tulus namun seketika membuat Youngwoong mengernyit tak suka.
"Kau tak lihat aku namja? Jangan memanggilku cantik!" semprot Youngwoong namun tak membuat Junsu takut. "Anio, hyung memang cantik. Seperti halnya Jaejoongie, ia juga cantik. Ah, kalian berdua adalah namja cantik." kata Junsu lagi sambil tersenyum senang kearah keduanya. Jaejoong dan Youngwoongpun hanya memutar mata malas melihat tingkah Junsu, mereka sangat tahu sifat sahabatnya yang satu itu.
"Ah hyung dan ini Jun-"
"Aku ikut bergabung dengan kalian ne. Ah Yunho-ah, kajja kita duduk disini saja." ucap Youngwoong segera memotong ucapan Jaejoong kecil yang ingin mengenalkan Junhyung padanya. Segera setelahnya ia duduk menyebelahi Junsu yang duduk dihapan JunJae, dan langsung mengisyaratkan Yunho untuk duduk menyebelahi Jaejoong kecil.
"Emm..Jaejoong-ssi, boleh aku duduk disebelahmu?" tanya Yunho sopan dan segera saja membuat Jaejoong kecil baru menyadari keberadaan namja culun itu. Iapun sedikit menatap tak suka pada Yunho, sebelum akhirnya kembali suara Youngwoong terdengar.
"Yah, duduk saja disana. Toh bangku itu masih muat untuk kalian bertiga." kata Youngwoong sambil mendelik pada Jaejoong kecil.
"Yah, kenapa tak disana saja. Bangku itu juga masih muat untuk kalian bertiga." jawab Jaejoong kecil tak mau kalah.
"Kau tak lihat pantat Junsu yang montok itu? Bahkan untuk pantatnya itu ia sudah menghabiskan setengah dari bangku ini." kata Youngwoong pedas tanpa menghiraukan perasaan Junsu yang kini cemberut mendengar perkataannya.
"Ck, ya sudah, kau boleh duduk disini." jawab Jaejoong kecil akhirnya karena malas jika harus bedebat lagi dengan Youngwoong. Iapun menggeser sedikit nampan makannya untuk memberikan ruang untuk Yunho, dan setelahnya kembali mereka memakan makan siangnya.
Youngwoong masih menahan marah dihatinya saat melihat Jaejoong kecil yang lebih senang mengobrol dengan Junhyung daripada dengan Yunho. Dan Yunhopun sama, ia lebih memilih memakan makan siangnya dengan lahap.
Namun sebenarnya yang terjadi adalah, Yunho yang merasa sangat sakit hati karena melihat keakraban antara Jaejoong kecil dan Junhyung. Maka dari itu ia berpura-pura sibuk dengan makan siangnya dan tak memperdulikan tendangan-tendangan kecil yang Youngwoong berikan di kakinya.
::
::
In The Time
::
::
Bel tanda berakhirnya pelajaran berdentang nyaring di dalam SMA Shinki. Nampak semua siswa bernafas lega karena jam membosankanpun akhirnya selesai. Semuanya segera bergegas membereskan buku pelajaran mereka setelah sang songsaenim menyudahi pelajaran.
Begitupun yang terjadi di kelas XI 4. Nampak semua siswa disana sudah selesai membereskan peralatan sekolah mereka dan mulai meninggalkan kelas. Begitu juga dengan Jaejoong kecil yang sudah beranjak dari bangkunya menemui Junsu yang sudah menunggunya diluar.
Sementara itu, namja culun yang kita ketahui bernama Yunho masih betah berada di dalam kelas. Bahkan ia hanya menatap datar kepergian Jaejoong kecil dari kelas. Dinaikkannya sedikit kaca matanya yang melorot sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas lelah.
Brakkkk
Suara pintu kelas yang dibuka kasar segera terdengar membuat beberapa siswa di dalam kelas XI 4 terlonjak kaget. Tanpa memperdulikan tatapan kesal yang ditujukan anak-anak XI 4 kepadanya, Youngwoong-namja yang membuka kasar pintu itu-tetap berjalan dengan langkah mengehentak menuju bangku belakang. Dengan raut wajahnya sedikit tak bersahabat, dan tatapan matanya yang tajam, iapun berjalan menuju bangku tempat Yunho duduk.
Brakkk
"Kau! Ikut aku!" ucapnya penuh penekanan setelah sebelumnya kembali menggebrak meja yang ditempati Yunho.
Yunho tak bergeming, ia hanya menatap Youngwoong dengan tatapan datar seakan tak terpengaruh dengan aura kelam yang ditunjukkan Youngwoong. Iapun hanya menuruti kemauan Youngwoong dan perlahan bangkit berjalan mengikuti kemana langkah Youngwoong.
Kini merekapun tiba di halaman belakang SMA Shinki, Youngwoongpun menghentikan langkahnya lalu berbalik mengahadap Yunho.
"Kau! Kenapa kau hanya diam saja hah! Aku sudah memberikan kesempatan untuk duduk dengan Jaejoong, kenapa kau malah menyia-nyiakannya!" kesal Youngwoong dan berteriak kencang pada Yunho. Ah, nampaknya penyebab kemarahan namja cantik itu adalah tadi saat makan siang bersama itu, Yunho sama sekali tak memanfaatkan keadaan sehingga Jaejoong kecil asik mengobrol bersama Junhyung.
"Kau sudah bilang akan membantuku bukan!" teriaknya lagi dan kini sambil menunjuk kearah Yunho.
"Ne, aku memang mengatakan akan membantumu." jawab Yunho akhirnya sambil menatap datar Youngwoong. "Tapi kau juga harus memahami bagaimana perasaanku." lanjutnya lagi dan tanpa sadar sedikit menaikkan intonasi suaranya.
"Apa kau pikir aku tidak merasa sakit saat melihat orang yang kusukai asik berbicara dengan orang lain sementara aku berada disebelahnya?"
"..."
"Dan apa kau pikir juga aku tak sakit hati saat tahu kalau Jaejoong sama sekali tak mengharapkan kehadiranku disana?"
"..."
"Kalau kau benar-benar ingin aku membantumu, lakukanlah dengan cara yang benar." teriaknya lagi dan perlahan membalikkan badannya dan melangkah menjauh dari Youngwoong.
Youngwoong hanya mengerjabkan matanya pelan saat mendengar suara Yunho yang membentaknya. Ia sama sekali tak menyangka kalau Yunho akan membentaknya seperti itu. Sekarang iapun jadi berfikir, apa cara yang dilakukannya salah? Apa ia melakukan kesalahan saat ingin mendekatkan Yunho dengan Jaejoong kecil? Sehingga Yunho menjadi marah dan membentaknya begitu.
Kembali ia mengingat bagaimana tadi saat mereka makan siang bersama, dan sekarang iapun mengerti kenapa Yunho bisa marah seperti itu.
"Geurae, aku memang sedikit egois." gumamnya setelah berfikir cukup lama sambil menatap tubuh Yunho sudah berada jauh didepannya.
::
::
In The Time
::
::
She got a something neon naege bujokhaeyo stop baby
Dodohae boijiman nareul hyanghan nunbichi heundeulliji
Jomdeo bunbalhaeya doelkkeol
Sebuah lagu terdengar nyaring dari arah kamar Jaejoong kecil, menemani sang empunya kamar yang tengah mematut dirinya di depan cermin. Hari ini Jaejoong kecil berencana untuk pergi bersama dengan Junsu. Dengan mengenakan sweater putih gading yang dipadukan dengan celana jeans hitam, ia nampak begitu menawan. Kini iapun beranjak menuju rak sepatu dan memilih sepatu mana yang akan dikenakannya.
Ceklekk
Pintu kamar Jaejoong kecilpun terbuka, menghadirkan sosok Youngwoong yang perlahan masuk ke dalam dan beranjak mematikan lagu yang sedari tadi mengalun di kamar itu, dan setelahnya iapun mendudukkan dirinya tepat disamping Jaejoong kecil.
"Kau mau pergi?" tanyanya saat melihat penampilan Jaejoong kecil yang rapi.
"Ne, aku akan pergi dengan Junsu. Ada komik baru yang ingin ku beli." jawab Jaejoong kecil sambil mengikat tali sepatunya.
Youngwoong terdiam cukup lama, hingga akhirnya kembali ia bertanya. "Apa aku boleh bertanya?"
"Nde? Kau mau bertanya apa hyung?" jawab Jaejoong masih sambil mengikat tali sepatunya.
"Junhyung, apa dia namja yang kau sukai?"
Deg
Jantung Jaejoong kecil berdetak kencang saat mendengar perkataan Youngwoong, segera saja ia mendongakkan wajahnya yang sedari tadi menunduk kearah Youngwoong.
"Nde?" tanya memastikan sekali lagi.
"Kau, apa kau menyukai Junhyung?" tanya Youngwoong sekali lagi sambil menatap dalam mata Jaejoong kecil.
Jaejoong kecil segera menunduk malu karena Youngwoong bisa tahu kalau dirinya menyukai Junhyung. Tak terasa wajahnyapun berubah warna menjadi kemerahan.
"Emm..i..itu..emmm..apa kelihatan jelas hyung?" tanyanya secara tak langsung membenarkan kalau dirinya memang menyukai Junhyung.
"Sudah kuduga."
"..."
"Apa yang kau suka darinya?" tanya Youngwoong lagi saat tak didengarnya Jaejoong kecil akan menjawab.
"Emm..dia orang yang keren." jawab Jaejoong kecil sambil tersenyum membayangkan sosok Junhyung dalam imajinasinya. "Dia juga cool dan baik hati. Senyumnya sangat manis, dan aku sangat menyukainya." jawab Jaejoong kecil ceria sambil tersenyum manis menatap Youngwoong.
'Ne, dulu memang ia sangat manis. Tapi sekarang-'
"Apa hyung juga berfikir begitu?" tanyanya meminta pendapat Youngwoong.
Youngwoong menghela nafas sejenak sebelum menjawab, "Sifat orang bisa berubah seiring dengan perkembangan zaman, belum tentu sifat orang dimasa yang akan datang akan tetap sama seperti sekarang." jeda sejenak, "Aku hanya ingin agar kau tak merasa sakit dikemudian hari, selagi bisa, aku minta supaya kau tak terlalu tenggelam dalam persaan sukamu itu."
"Apa yang kau bicarakan hyung? Aku tak mengerti." jawab Jaejoong kecil bingung dengan maksud perkataan Youngwoong.
"Sebaiknya kau menjauh dari Junhyung, ia bukanlah namja baik-baik."
Srett
"Maksud hyung, Junhyung namja tak baik untukku?" tanya Jaejoong kecil dengan suara bergetar menahan marah sambil bangkit dari duduknya.
"Bukan begitu, aku juga percaya kalau sekarang ia adalah namja yang baik. Tapi kau tak akan tahu bagaimana sifat dirinya dimasa depan nanti." jawab Youngwoong mencoba memberi pengertian pada Jaejoong kecil.
"Hyung tak berhak menentukan apa dia baik atau tidak untukku, ini hidupku, aku yang berhak menentukan dengan siapa aku menjatuhkan pilihanku." jawab Jaejoong kecil dengan menahan kesal dihatinya.
"Hyung belum mengenal siapa Junhyung, jadi jangan bicara yang tidak-tidak mengenai dirinya!" lanjutnya lagi setengah berteriak, dan setelahnya iapun berjalan keluar kamar dengan langkah yang menghentak pertanda ia tengah marah.
Blammm
"Aku hanya ingin membantumu agar dikehidupan dimasa depan tak merasakan sakit seperti apa yang aku rasakan sekarang." lirih Youngwoong sambil menatap pintu kamar yang ditutup kasar oleh Jaejoong kecil.
::
::
In The Time
::
::
Youngwoong berjalan pelan menyusuri jalanan kota yang terlihat begitu ramai, setelah tadi kembali ia bertengkar dengan Jaejoong kecil, iapun berniat untuk jalan-jalan sebentar guna mengurangi rasa penat yang mengelayuti hatinya.
Sekarang ia tengah berjalan pelan melewati beberapa estalase toko, dan diujung pertokoan, nampak gerombolan orang tengah memenuhi tempat itu. Nampaknya tengah diadakan sebuah pertunjukan di tempat itu. Youngwoongpun melangkahkan kakinya mendekat kerah kerumunan itu, ia merasa penasaran apa sebenarnya yang tengah dilihat oleh gerombolan orang-orang itu.
"Hei, apa yang terjadi?" tanya Youngwoong setelah dirinya sampai dikerumunan itu. Iapun segera bertanya pada seorang namja dengan rambut ikal yang berdiri disebelahnya.
"Disini sedang diadakan battle dance competition." jawab namja itu sambil menunjuk ketengah kerumunan. Youngwoongpun mengikuti arah tunjuk namja itu dan menemukan beberapa orang yang tengah menari lincah disana.
"Wow, tak kusangka ditempat ini ada kompetisi battle dance." jawab Youngwoong sedikit kaget, pasalnya dulu ia sama sekali tak tahu kalau ada kegiatan macam ini di dekat rumahnya.
"Apa kau orang baru disini? Penampilanmu sedikit berbeda." tanya namja itu lagi sambil menunjuk ke arah rambutnya sendiri.
"Ah ne, aku baru datang dari Amerika." jawab Youngwoong sambil menatap pelan kearah namja itu.
"Wow Amerika. Daebak! Namaku Hyunseung." kata namja itu lagi sambil menyebutkan namanya.
"Kau bisa memanggilku Youngwoong." jawab Youngwoong dan balas tersenyum kepada Hyunseung.
"Yaa, dan sekarang kita tampilkan peserta selanjutnya. Peserta nomor 7."
Suara teriakan segera menggema membuat Youngwoong dan Hyunseung kembali menolehkan kepala ketengah kerumunan, setelah tadi seorang MC menyebutkan peserta tampil yang berikutnya semua orang berseru gembira.
"Kenapa mereka semua berteriak girang?" tanya Youngwoong karena heran tiba-tiba semuanya berteriak heboh.
"Yang akan tampil berikutnya adalah dancer terbaik diajang ini. Ia sering mendapatkan juara." jawab Hyunseung dan setelah berkata demikian, alunan lagupun segera terdengar mengalun menambah seru suasana.
Suri surima suri susuri saba
Ouh~~~
Suri surima suri susuri saba
Yeyeyeahhh~~
"Hmmm." senyum segera menghiasi wajah Youngwoong kala telinganya mendengar intro dari lagu itu. Lagu yang saat ini memang tengah naik dan sering diputar di radio-radio. Youngwoongpun sebenarnya sangat menyukai lagu tersebut. Bahkan iapun bisa menirukan dance dari lagu tersebut.
Kembali Youngwoong mengarahkan kepalanya ketengah kerumunan, dan bisa dilihatnya kini seorang namja dengan hodie putih mulai bergerak lincah mengikuti irama musik itu. Gerakan namja itupun sangat luwes dan seakan menyatu dengan lagunya. Youngwoongpun sempat terpana sekejap melihat aksi dari namja itu.
"Bagaimana? Ia hebat bukan?" tanya Hyunseung yang sedikit terkikik geli melihat ekspresi yang ditunjukkan Youngwoong.
"Ne dia sungguh daebak." puji Youngwoong tanpa melepaskan pandangannya dari namja itu. Iapun seakan terpesona saat melihat gerakan lincah dari namja itu. Memang dirinya sangat menyukai gerakan dance dari lagu itu, dan iapun semakin terpesona saat melihat namja itu sama sekali tak melakukan kesalahan dalam menarikan tarian tersebut.
"Keren~" gumam Youngwoong lagi masih terpesona dengan namja tersebut.
Neowa hamke geoddeon gil
Neowa cheoeum nan wotdeon kiss
Dan han beonui tteollimi nae shinjangeul tturheo baghyeo beoryeoseo
I got you baby ijen eojjeol su eobtneun
Neomaneul bara boneun naega deo eodo gwencanha
Nae seuseuro mandeun eule e gadhyeo beorin noje
Youngwoong semakin jatuh terpesona dengan gerakan lincah namja itu, bahkan sekarang ia menatap tak berkedip kearah namja itu saat dengan lincahnya namja itu menarikan bagian reff dari lagu itu.
Suri surima suri susuri saba
Ting
"Woww~" teriakan penuh kekaguman segera meluncur darinya ketika namja itu mengakhiri dance dengan gerakan yang sangat sensual.
Dan gemuruh tepuk tanganpun segera terdengar saat namja itu mengakhiri aksinya. Namja itupun hanya tersenyum dan membungkukkan badannya sambil mengucapkan terimakasih.
"Yaa, beri tepuk tangan untuk peserta nomor 7, penampilan yang sangat memukau yang sudah diberikan olehnya!" teriak sang MC dan kembali membuat gemuruh tepuk tangan menggema.
"Khamsahamnida." ucap namja itu sambil membungkuk dan menyebabkan tudung(?)hodie yang dipakainya melorot.
Deg
Dan jantung Youngwoongpun berdetak kencang saat melihat wajah dari namja itu. Matanya membulat sempurna sangat tak menyangka jika namja itulah yang sedari tadi menari ditengah sana. Memang dirinya baru melihat wajah dari namja itu karena saat namja itu menari, namja itu mengenakan tudung(?)hodienya menyebabkan wajahnya terhalang tudung itu.
Youngwoongpun memandang shock pada namja itu, "I..itu-" gumamnya sambil menunjuk pelan kearah sang namja, "Dia-"
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hayolohhh... Siapa tuh yang diliat sama Youngwoong? Hehehe
Saya kembali dengan chap 4.. Bagaimana untuk chap ini? Kependekan yah? Kriikk kriikkk
Chap ini sedikit maksa ne,, mianhae :(
Dan ternyata banyak yang benar menebak siapa namja culun itu. Haha, tepuk tangan buat kalian karena berhasil menebak kalau itu adalah Yunho.. Hehehe,, Yunho culun(?) uhhh yeahhh :):) #dance bareng Dongwoon
Terimakasih bagi yang sudah follow, favorit plus mereview cerita ini.. Dan terimakasih banyak buat kalian karena mendukung saya untuk melanjutkan cerita ini. Big thank's buat :
rinayunjaerina | YunHolic | miu sara | Cho Sangkyu | cho kyu 549 | Youleebitha | Vic89 | fuwaliyaah | koukei8696 | Byunchannie26 | Little Asadachi | Iyta tan | gwansim84 | Dhea Kim | Lawliet Jung | Jung Jaehyun | cminsa | Uchiha Tchi'4'Sora | Hana - Kara | SimviR | Guest | Red Sky | merry | Zen Ikkika | ShinJiWoo920202 | FiandYJ | Himawari23 | PandaMYP | xena hwang | akiramia44
Dan ini balasan review kalian :
rinayunjaerina : yey~ semoga berhasil, dan iyah Yunho jadi si culun.
YunHolic : bentuknya ya biasa ajj. Coba bayangkan Yunho dengan kacamata plus kancing seragam yang dikait sampai kancing teratas(?)
miu sara : yaw, namja culun itu adalah Yunho~~
Cho Sangkyu : hah? Ngeselin bagaimana maksudnya(?) iya, ini sudah banyak ne dia munculnya, ini sudah dilanjut.
cho kyu 549 : iya, itu Yunho appa bear~ eum, gimana ya? Haha, ditunggu saja ne.. Ini next partnya.
Youleebitha : iya, itu memang Yunho. Iya, saya juga penasaran #loh(?) iya ini sudah dilanjut~
Vic89 : haha, iya.. Itu si Jung.
fuwaliyaah : haha, baru pengenalan, makanya kemunculannya sedikit :) ini sudah ditambah lagi ne kemunculannya.
koukei8696 : iya itu Yunho. Ini next partnya.
Byunchannie26 : iya itu Yunho. Haha, iya dia punya rencana untuk itu. Ini next chapnya~
Little Asadachi : annyeong ^^ iya itu Yunpa~
Iyta tan : haha, semoga! Kita lihat saja nanti.
gwansim84 : iya, itu appa gom.
Dhea Kim : iya, itu Yunho. Haha, imajinasi kamu boleh juga :P kita lihat saja ne apa yang bakal terjadi.
Lawliet Jung : ini dilanjut.
Jung Jaehyun : iya, terimakasih ^^
cminsa : yap! Seratus untuk kamu. Ups, mian. Namanya Junhyung bukan Jonghyun ^^ ini dilanjut.
Uchiha Tachi'4'Sora : iya itu Yunho. Ini sudah update.
Hana - Kara : ne, gwencanha. Iya, itu si Yunho. Ini next chapnya.
SimviR : haha, masa ngeri membayangkannya(?) biar gitu appa tetep cakep koo #hoo,, ne hwaiting~
Guest : iya, kurang lebih begitu ceritanya. Dan kebetulan saya juga nontonnya bolong-bolong XP iya, ini dilanjut.
Red Sky : iya itu Yunho.
merry : iya, eomma JaeMin memang meninggal gara-gara melahirkan baby Minie :'( iya, Yunho cupu.
Zen Ikkika : iya, salam kenal juga. Iya, kita lihat saja apa yang akan dilakukan Youngwoong.
ShinJiWoo920202 : iya, itu memang Yunho. Ini sudah dilanjut.
FiandYJ : haha, #ikut colek perut Yunho
Himawari23 : iya, sepertinya judulnya itu. Karena saya lupa dengan judulnya. wah, begitu. Ya, semoga dengan cerita ini bisa buat kamu tertarik ^^
PandaMYP : yap, ini nextnya~~
xena hwang : iya, saya juga sedikit terharu. Eh(?) kalo jangan cepet-cepet lahir malah tambah bahaya dong(?)
akiramia44 : hii juga~ iya Jaejoong memang suka Junhyung sejak SMA. haha, iya namja culun itu memang Yunho. Dan ini aku sudah update, baca lagi ne~
Jeongmal gomawoyo, dan untuk chap ini jangan lupa tinggalkan kesan kalian lagi ne~~ selamat membaca ^^
.
Denpasar, 14 Maret 2014
