In The Time

.

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Yong Junhyung

Genre : YAOI/Shonen-ai/Fantasi

Pairing : YunJae, (Slight) JunJae

Note : Cerita ini terinspirasi dari salah satu film Korea. Namun saya lupa judulnya. Ini adalah FF dengan genre Fantasy pertama saya. Semoga kalian semua menyukainya.

Warning : Cerita pasaran, alur lamban, typo(s)bertebaran, bahasa tak sesuai EYD, judul yang tidak selaras dengan isi cerita

Chap : 5 (lima)

.

.

.

Jaa, tanoshimi ni oyomi kudasai ^^

.

.

DOUZO

.

.

::

::

In The Time

::

::

Last chap

.

"Yaa, beri tepuk tangan untuk peserta nomor 7, penampilan yang sangat memukau yang sudah diberikan olehnya!" teriak sang MC dan kembali membuat gemuruh tepuk tangan menggema.

"Khamsahamnida." ucap namja itu sambil membungkuk dan menyebabkan tudung(?)hodie yang dipakainya melorot.

Deg

Dan jantung Youngwoongpun berdetak kencang saat melihat wajah dari namja itu. Matanya membulat sempurna sangat tak menyangka jika namja itulah yang sedari tadi menari ditengah sana. Memang dirinya baru melihat wajah dari namja itu karena saat namja itu menari, namja itu mengenakan tudung(?)hodienya menyebabkan wajahnya terhalang tudung itu.

Youngwoongpun memandang shock pada namja itu, "I..itu-" gumamnya sambil menunjuk pelan kearah sang namja, "Dia-"

.

.

.

Youngwoong masih setia mengacungkan telunjukknya kearah namja itu. Ia benar-benar tak menyangka jika namja itulah orang yang sudah menari dengan lincah ditengah kerumunan tadi. Iapun hanya diam dengan mulut yang sedikit terbuka, reaksi atas kekagetan yang dialaminya.

Hyunseung yang melihat gelagat aneh dari Youngwoong segera menatap namja cantik itu heran sambil mengibaskan tangannya didepan wajah Youngwoong. Iapun menolehkan wajahnya kearah tunjuk dari Youngwoong.

"Hei, kau kenapa?" tanyanya sambil masih mengibaskan tangannya didepan wajah Youngwoong. Sempat terlintas dipikirannya jika Youngwoong kemasukan roh halus, namun segera ia menepis pikiran nistanya itu dan berusaha mengembalikan Youngwoong kealam sadarnya.

Pletak

"Yah! Appoyo! Kenapa memukulku!" teriak Youngwoong marah saat dengan sayangnya Hyunseung menjitak kepalanya. Iapun seketika tersadar dari keterkejutannya dan menatap sebal ke arah Hyunseung.

"Ku panggil dari tadi kau hanya diam saja." jawab Hyunseung dan kini kembali memfokuskan pandangannya menatap kearah tengah kerumunan.

"Apa yang kau lihat? Nampaknya kau terkejut saat melihat siapa namja itu." kata Hyunseung lagi sambil menoleh kearah Youngwoong. "Apa kau mengenalnya?" tanyanya lagi sambil menaikkan sebelah alisnya.

Youngwoong terdiam sebentar sebelum menjawab, kembali diarahkannya pandangannya menuju tengah kerumunan, dan senyum segera mengembang diwajahnya saat kembali matanya menatap sosok itu.

"Ne, aku mengenalnya." jawabnya pasti tanpa melepas pandangannya dari namja itu.

Hyunseungpun semakin merasa aneh saat melihat Youngwoong yang tersenyum begitu, iapun semakin menaikkan alisnya tanda keheranan.

"Nugu?" tanyanya merasa sedikit penasaran karena Youngwoong mengaku mengenal namja itu.

Youngwoong menolehkan kepalanya kearah Hyunseung sambil masih mempertahankan senyum diwajahnya, "Yunho, Jung Yunho."

::

::

In The Time

::

::

Seorang namja dengan hodie putih melekat ditubuhnya, tengah sibuk membereskan peralatan yang dipakainya tadi untuk pertunjukan, yah, nampaknya namja ini tadi mengikuti battle dance competition. Selagi namja itu sibuk dengan kegiatannya, iapun tak menyadari jika seorang namja dewasa tengah berjalan pelan mendekat kearahnya. Namja dewasa itupun tersenyum tipis saat melihat namja dengan hodie putih itu masih sibuk dengan kegiatannya.

Tap

Sengaja, namja dewasa itu menghentakkan langkah terakhirnya agar namja dengan hodie putih itu menoleh kearahnya, dan benar saja, mendengar suara hentakan itu, namja dengan hodie putih itupun menolehkan kepalanya keasal suara.

"Tak kusangka, kau mempunyai bakat dance seperti itu." kata namja dewasa itu sambil berdiri menyebelahi namja dengan hodie itu. Namja dengan hodie putih itupun hanya mendengus sebentar dan kembali melanjutkan kegiatannya.

"Ku akui, kau sangat keren saat menari tadi." kata namja dewasa itu lagi dan perlahan ikut berjongkok, "Dan aku tahu bagaimana caranya, supaya Jaejoong bisa melihat kepadamu, Yunho!"

Srett

Segera namja dengan hodie putih itu-yang ternyata adalah Yunho-menolehkan kepalanya saat mendengar perkataan namja dewasa itu. Segera ia mengernyitkan keningnya bingung, "Nde? Apa maksudmu Youngwoong hyung?" tanyanya pada namja dewasa itu-yang ternayata adalah Youngwoong.

Youngwoong tersenyum kecil sebelum menjawab, "Kau-" tunjuknya pada Yunho, "Harus mengubah penampilanmu. Tampillah seperti ini dihadapan Jaejoong." lanjutnya lagi sambil menunjuk cara berpakaian Yunho.

Yah, memang sekarang penampilan Yunho sedikit berbeda. Lebih terlihat modis dan juga tak ada kacamata baca cupu yang menutupi pancaran mata musangnya. Maka dari itu Youngwoong sedikit merasa terpesona saat melihat penampilan Yunho itu.

"Mengubah penampilanku?" tanya Yunho sedikit tak mengerti dengan maksud Youngwoong.

"Ne, kau harus mengubah penampilan culunmu itu dihadapan Jaejoong. Kau tahu bukan Jaejoong menyukai namja keren?" jawab Youngwoong dan perlahan bangkit dari jongkoknya. "Dan kurasa kau cukup keren dengan tampilan seperti ini." lanjutnya masih dengan memperhatikan penampilan Yunho.

'Kalau dilihat-lihat, mata bocah ini sungguh menawan jika tak dihalangi kacamata butut itu. Dan lihatlah tubuhnya, sangat sexy. Biasanya tubuh itu terbalut seragam dengan kancing tertutup penuh. Yah, apa yang kau pikirkan Joongie!'

"Bagaimana? Apa kau mau menuruti perkataanku?" tanya Youngwoong lagi karena tak mendengar jawaban apapun dari Yunho.

Yunhopun menutup tasnya setelah membereskan semua perlengkapannya, perlahan iapun berdiri dari duduknya lalu menghadap ke arah Youngwoong. Setelah berfikir cukup lama, iapun mempertimbangkan ide dari Youngwoong itu.

"Bagaimana?" tanya Youngwoong lagi yang sudah merasa sebal karena Yunho begitu lama menjawabnya.

"Baiklah. Aku akan menurutimu!" jawab Yunho akhirnya dan tentu saja hal itu langsung membuat Youngwoong tersenyum puas.

"Aku yakin ini akan berhasil."

::

::

In The Time

::

::

Jaejoong kecil dan Junsu tengah asik memilih buku yang akan mereka beli. Keduanya tampak menikmati kegiatan mereka dan sesekali nampak keduanya tertawa pelan saat melihat ada buku yang menurut mereka aneh.

"Ah, Su-ie, kajja kita kesana. Ada novel yang ingin aku beli." kata Jaejoong kecil sambil menarik Junsu menuju rak novel yang berada diujung sana. Merekapun kini berjalan pelan melewati rak buku resep masakan dan rak buku musik sebelum mencapai rak novel yang diinginkan Jaejoong. Namun, saat mereka melewati rak buku musik-

"Junhyung-" pekik Jaejoong kecil dan mendadak menghentikan langkahnya saat matanya menangkap sosok Junhyung yang berada tak jauh darinya. Junsu yang tadinya ditarik oleh Jaejoong kecilpun akhirnya ikut berhenti karena tangannya tertarik oleh Jaejoong kecil.

"Joongie, waeyo?" tanyanya merasa heran Jaejoong kecil berhenti secara mendadak dan dengan suara yang lumayan kencang, dan menyebabkan Junhyung menolehkan kepalanya ke arah mereka.

"Jaejoong-ah!" panggil Junhyung saat melihat keberadaan Jaejoong kecil didekatnya. Segera saja ia menghampiri Jaejoong kecil.

"Kau sedang disini juga." tanya Junhyung setelah dirinya sampai disebelah Jaejoong kecil, dan dengan senyum diwajahnya iapun menyapa Jaejoong kecil.

Jaejoong kecil mendadak gugup mendapat senyum manis dari Junhyung itu, tak terasa semburat pink muncul diwajahnya, lalu dengan cepat ia mengangguk untuk menjawab pertanyaan Junhyung tadi.

"Kau sedang mencari buku apa?" tanyanya saat melihat Jaejoong kecil yang membawa beberapa buku ditangannya.

"Ah, anio. Aku hanya mencari komik ini tadi." jawab Jaejoong kecil sambil menunjukkan komik-komik itu pada Junhyung. "Kau sendiri, sedang mencari buku apa?" tanya Jaejoong kecil saat melihat Junhyung juga membawa beberapa buku ditangannya,

"Oh, ini. Aku membeli buku musik." jawab Junhyung dan menangkat buku yang dibelinya.

"Ekhemmm. Apa kalian lupa disini masih ada aku?" dan suara cempreng Junsupun segera terdengar memecah obrolan Junhyung dan Jaejoong kecil. Ia rupanya sedikit kesal karena lagi-lagi Jaejoong kecil melupakan keberadaannya.

"Omo, Su-ie. Mianhae." kata Jaejoong kecil cepat saat sadar jika Junsu masih disebelahnya. "Ah ya, Junhyung-ah kenalkan ini Junsu sahabatku, dan Su-ie, ini Junhyung." kata Jaejoong kecil memperkenalakan kedua orang itu.

"Junhyung imnida."

"Junsu imnida."

"Bagaimana kalau kita mencari buku sama-sama? Kalau lebih banyak orang, jadi lebih asik." kata Junsu dan mendapat anggukan dari Jaejoong kecil dan Junhyung.

"Kajja." ajak Junsu lagi dan setelahnya mereka bertigapun berjalan pelan menyusuri rak demi rak untuk mencari buku yang mereka inginkan.

::

::

In The Time

::

::

Youngwoong dan Yunho kini tengah berada di pusat perbelanjaan. Setelah tadi Yunho sepakat untuk mengikuti saran Youngwoong untuk mengubah penampilannya, kini iapun harus rela berjalan kesana-kemari mengimbangi langkah Youngwoong yang terlihat sangat bersemangat untuk mengubah penampilannya.

Dan sekarang, disinilah mereka. Didepan sebuah salon yang ada di pusat perbelanjaan itu. Setelah tadi membeli beberapa potong baju untuk menunjang penampilannya, sekarang Youngwoong ingin mengubah sedikit tatanan rambut Yunho yang terbilang sangat cupu tersebut.

"Shireo!" teriak Yunho saat Youngwoong sedikit memaksa dirinya untuk masuk ke dalam salon. Oh, nampaknya Yunho sangat anti dengan yang namanya salon.

"Ck, kau ini. Ayolah, aku hanya ingin merapikan sedikit tatanan rambutmu itu." yeah, rambut klimismu itu tepatnya, lanjut Youngwoong dalam hati.

"Shireo! Aku turuti semua perkataanmu, tapi tidak dengan masuk kesitu!" teriak Yunho lagi sambil menunjuk salon yang ada dihadapannya.

'Ck, keras kepala sekali bocah ini!'

"Baiklah, baiklah. Aku tak akan memaksamu untuk masuk, tapi kau harus mau jika aku yang mengubah tatanan rambutmu itu. Bagaimana?" tanya Youngwoong lagi malas jika harus berdebat dengan Yunho.

"Ne. Itu terdengar lebih bagus."

"Baiklah, sekarang tinggal 1 hal lagi." kata Youngwoong dan perlahan membalikkan badannya lalu mulai melangkah. "Kajja!" teriaknya lagi dan segera Yunho mengikuti dibelakangnya.

Sementara di tempat lain, Jaejoong kecil, Junhyung dan Junsu masih asik memilih buku. Kini mereka sudah berada dirak novel, tempat yang tadi ingin dikunjungi Jaejoong kecil. Nampak mereka tengah asik memilih novel itu dan sesekali nampak mereka berbincang mengenai isi dari novel itu.

Drttthhh drrtthhhh

"Ne yeoboseyo."

"..."

"Ne eomma, arraseo."

Pip

"Joongie!" teriak Junsu sedikit kencang dan membuat Jaejoong kecil dan Junhyung menoleh kearah dirinya. "Tadi eomma menelpon, dan menyuruhku pulang." kata Junsu lagi saat dirinya sudah berada dihadapan Jaejoong kecil dan Junhyung.

"Ah, kalau begitu kajja kita pulang saja." jawab Jaejoong kecil mengerti situasi Junsu.

"Ania, ania. Kau kan belum menemukan novelnya, carilah dulu bersama Junhyung. Biar aku pulang duluan." jawab Junsu cepat sambil menatap Junhyung. "Junhyung-ah, tolong temani Joongie ne. Aku pulang duluan." kata Junsu dan tanpa aba-aba segera pergi dari sana bahkan sebelum Junhyung sempat menjawab permintaannya itu.

"Yah, yah! Hei Junsu! Kim Junsu! Aissss." gerutu Jaejoong kecil sambil menatap sebal kearah sosok Junsu yang semakin menjauh. Tak sadar bahkan ia mempoutkan bibirnya kesal.

"Gwencanha? Aku akan menemanimu."

Blushhh

Wajah Jaejoong kecil kontan berubah warna saat mendengar suara Junhyung, ia lupa jika masih ada Junhyung disebelahnya. Iapun merutuki dirinya yang tadi sempat mempoutkan bibirnya.

'Aiss, aku lupa masih ada Junhyung. Ah, semoga ia tak melihat tingkahku tadi'

"Emm.. N..ne, gwencahnayo." jawab Jaejoong kecil gugup.

"Kajja." ajak Junhyung lagi dan merekapun berjalan kembali menyusuri rak demi rak buku. Sepanjang perjalanan, Jaejoong kecil nampak sangat senang. Terlihat ia yang sangat senang mengumbar senyum diwajah cantiknya.

"Aku sudah selesai, kajja kita bayar." kata Jaejoong kecil saat novel yang dicarinya sudah ketemu.

"Aku juga sudah, kajja kita bayar." jawab Junhyung sambil tersenyum dan setelahnya entah sadar atau tidak, iapun mengandeng hangat tangan Jaejoong kecil dan perlahan menuntunnya menuju kasir.

Deg

Dan jantung Jaejoong kecilpun berdetak kencang dan matanya membulat sempurna saat merasakan jemarinya digenggam hangat oleh Junhyung. Lagi-lagi rona merah menjalar dipipinya dan iapun tersenyum girang sambil melirik sekilas kearah tautan tangannya dan Junhyung.

::

::

In The Time

::

::

Langit siang perlahan berubah warna menjadi jingga, dan sorepun datang menjelang. Youngwoong baru saja tiba di rumah setelah tadi ia seharian berada dirumah Yunho guna merubah penampilan namja mata musang itu. Iapun sepanjang perjalan nampak mengeluarkan aura bahagia, terbukti dengan wajahnya yang selalu mengumbar senyum. Bahkan saat dirinya membantu sang eomma memasakpun dirinya terus tersenyum hingga membuat Mrs. Kim heran dengan tingkah ajaib dirinya.

"Apa ada hal yang lucu sampai kau tersenyum begitu Youngwoongie?" tanya eomma Jaejoong dan membuat Youngwoong salah tingkah karena ketahuan oleh sang eomma.

"Anio imo. Eopseoyo." jawabnya salah tingkah dan setelahnya kembali melanjutkan kegitannya memasak. "Apa Joongie belum pulang imo?" tanya Youngwoong saat teringat sedari tadi ia tak melihat keberadaan Jaejoong kecil.

"Ajig. Anak itu, suka sekali kelayapan hingga sore begini." gerutu sang eomma dan membuat Youngwoong terkikik kecil mengingat kebiasaannya dulu.

'Ne, aku dulu sangat suka membuat eomma khawatir'

"Kka, lanjutkan masakanmu." kata eomma Jaejoong lagi dan setelahnya kembali mereka melanjutkan acara memasaknya.

Brrummmm bruummmm

Tak berapa lama, terdengar suara bising motor dari arah luar.

"Sepertinya ada yang datang." gumam eomma Jaejoong dan bersiap melihat kedepan.

"Imo, biar aku saja." kata Youngwoong cepat dan setelahnya ia bergegas melangkahkan kakinya kedepan guna melihat siapa yang datang.

Sementara itu diluar rumah keluarga Kim, nampak Jaejoong kecil yang baru saja tiba dirumah. Dengan dibonceng Junhyung dengan motornya, Jaejoong kecilpun pulang dengan selamat.

"Gomawo sudah mengantarku." kata Jaejoong kecil sambil tersenyum memandang Junhyung.

"Cheonmaneyo." jawab Junhyung sambil melepas helmnya dan balas tersenyum kearah Jaejoong kecil.

"Emm, kalau begitu aku masuk dulu ne." kata Jaejoong kecil lagi dan perlahan berjalan mundur menuju rumahnya.

"Jaejoong-ah!" panggil Junhyung saat melihat Jaejoong kecil yang ingin berjalan.

"Nde?"

"Emm, itu-" kata Junhyung salah tingkah sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. "A..ano, besok, bagaimana kalau aku menjemputmu?"

"..."

"..."

"Ya kalau ka-"

"Ne. Aku mau." jawab Jaejoong kecil cepat sebelum Junhyung berubah pikiran. Ia tadi sangat terkejut dan tak menyangka Junhyung ingin menjemputnya. Maka dari itu ia sempat terdiam cukup lama.

Senyumpun segera mengembang diwajah Junhyung, "Baiklah. Aku akan menjemputmu besok." katanya lagi sebelum akhirnya memakai kembali helmnya dan mulai menghidupkan motornya.

"Sampai besok." ucap Junhyung dan melambaikan pelan tangannya ke arah Jaejoong kecil.

"Umm." gumam Jaejoong kecil tak mampu menjawab dan hanya mengangguk sambil tersenyum cerah. Iapun membalas lambaian tangan Junhyung dan terus menatap sosok Junhyung yang kini sudah pergi bersama dengan motornya.

Tanpa Jaejoong kecil sadari, Youngwoong menatap penuh amarah dan kesal saat melihat interaksi antara Jaejoong kecil dan Junhyung tadi. Youngwoong menatap nanar wajah Jaejoong kecil yang sarat akan kebahagiaan itu yang sekarang tengah berjalan pelan masuk kedalam rumah. Tak terasa bahkan ia mencengkram erat ujung apron yang dikenakannya untuk menyalurkan rasa kesalnya itu.

"Kau sekarang bisa tersenyum sangat tulus kepadaku, tapi kenapa dimasa depan semua itu menghilang?" gumamnya masih setia menatap sosok Jaejoong kecil yang berjalan riang sambil sesekali terlihat meloncat-loncat kegirangan.

"Aku tak mengerti kenapa kau berubah." ucapnya lirih sambil perlahan memejamkan matanya. "Aku membencimu, Yong Junhyung!"

::

::

In The Time

::

::

Jaejoong kecil tengah merapikan penampilannya didepan cermin. Jam baru menunjukkan pukul 6 pagi, namun dirinya sudah sangat rapi dengan seifuku yang sudah melekat sempurna ditubuhnya. Belum lagi senyum menghiasi wajah cantiknya sejak saat ia bangun dari tidur.

Dirinya sengaja bangun sangat pagi karena teringat akan Junhyung yang akan menjemputnya pagi ini. Iapun sudah sangat tidak sabar dan alhasil ia bangun sangat awal. Iapun bersenandung lirih mengekspresikan rasa senangnya. Ah, siapa yang tidak senang jika orang yang disuka akan menjemput dan berangkat sekolah bersama?

"Pagi-pagi begini kau sudah rapi. Ada keajaiban apa semalam." kata Youngwoong yang baru bangun dari tidurnya dan sedikit kaget karena Jaejoong kecil sudah rapi dengan seifukunya.

Jaejoong kecil tersentak keget mendengar suara Youngwoong yang tiba-tiba, namun segera ia menenangkan dirinya dan melanjutkan memakai jas.

"Yah, aku bicara padamu!" teriak Youngwoong karena Jaejoong kecil tak menjawab perkataannnya. Malah sekarang Jaejoong kecil hanya menoleh sekilas padanya sebelum akhirnya melengoskan wajahnya dan keluar dari kamar. Tak lupa sambil mencebirkan bibirnya kesal kearah Youngwoong. Oh, rupanya Jaejoong kecil masih kesal mengenai pertengkarannya kemarin dengan Youngwoong.

Blammm

Dan suara debaman pintulah yang menjawab pertanyaan Youngwoong itu.

"Yah, kenapa dengannya?" gumam Youngwoong merasa sangat aneh dengan kelakuan Jaejoong kecil.

.

.

.

Suasana sarapan keluarga Kim nampak lebih hangat dari biasanya. Semua orang yang sarapan disana nampak sangat bahagia pagi ini. Ah, nampaknya bukan semua. Namun hanya satu orang saja yang sedari tadi mengeluarkan aura-aura bahagia dari tubuhnya. Siapa lagi kalau bukan Jaejoong kecil yang nampak tersenyum bahagia sepanjang sarapan.

"Sepertinya uri Joongie sedang bahagia eoh?" tanya appa Jaejoong yang sedari tadi sudah memperhatikan tingkah sang putra yang suka tersenyum sendiri.

"Ne, eomma lihat sedari tadi kau tersenyum terus. Apa ada hal yang membuatmu senang hmm?" tanya eomma Jaejoong yang juga sedikit aneh melihat tingkah laku sang putra.

"Emm, anio appa, eomma. Eopseoyo." jawab Jaejoong kecil sambil berusaha menyembunyikan rasa senangnya.

"Mungkin ia semalam terbentur dan kepalanya mengalami gegar otak ringan." jawab Youngwoong pelan namun amat sangat menusuk.

"Yah! Apa katamu!" marah Jaejoong kecil dan tak sadar sudah membentak Youngwoong.

"Joongie, jangan bicara tak sopan. Kau Woongie, jangan berkata sembarangan!" hardik eomma Jaejoong kepada kedua(?)anaknya.

"Dia duluan yang mulai eomma!" rajuk Jaejoong kecil sambil menatap sebal kearah Youngwoong.

"Sudah, ini saatnya sarapan. Jangan merusak suasana!" kata appa Jaejoong dan seketika semuanya terdiam. Takut saat sang kepala keluarga sudah mulai mengeluarkan suaranya.

Kembali suasana tenang berlangsung saat sarapan bersama, hingga akhirnya mereka semua menyudahi acara sarapan dan Jaejoong kecil yang bersiap berangkat sekolah.

"Eomma, aku berangkat." teriak Jaejoong kecil dan berpamitan pada sang eomma.

"Ne hati-hati dijalan."

"Appa, aku berangkat." katanya lagi berpamitan pada sang appa.

"Ne."

"Padaku, kau tak berpamitan?" kata Youngwoong yang sudah berdiri disebelah Jaejoong kecil.

"Huh! Memangnya kau siapa!" jawab Jaejoong kecil ketus sambil menjulurkan lidahnya mengejek Youngwoong.

"Joongie!" hardik eomma Jaejoong dan Jaejoong kecil hanya memutar matanya malas.

"Ne, aku berangkat Youngwoong hyung~" kata Jaejoong kecil lagi dan sengaja membuat suaranya imut.

"Cih, konyol!"

"Annyeong yeorebeun!" teriak Jaejoong kecil lagi dan segera setelahnya ia bergegas keluar rumah saat mendengar suara motor Junhyung.

Youngwoongpun mengikuti langkah Jaejoong kecil keluar rumah, dan iapun terkesiap saat melihat Junhyung yang menjemput Jaejoong kecil di depan rumah. Apalagi nampak keduanya yang saling melempar senyum manis, dan mengeluarkan aura bahagia.

"Nampaknya aku sedikit terlambat, ternyata kalian sudah semakin dekat." gumamnya masih sambil menatap kearah Jaejoong kecil yang sekarang sudah naik keatas motor Junhyung.

"Ani. Ini belum terlambat. Akan kupastikan kalian tak akan bersama."

::

::

In The Time

::

::

Suasana riuh terdengar di lorong SMA Shinki di pagi yang cerah ini. Entah apa yang membuat siswa disana saling berbisik heboh. Ah, nampaknya karena kehadiran seorang namja yang kini tengah menjadi pusat perhatian di sekokah itu.

Lihatlah, bahkan semua siswa yang kebetulan berpapasan dengan namja itu tak bisa menyembunyikan keterpesonaan mereka. Oh, sebenarnya siapakah namja ini?

"Lihat, lihat. Siapa namja itu?"

"Omo! Keren sekali. Siapa orang itu? Apa dia anak baru?"

"Hei hei, aku meleleh. Tampannya. Siapa dia?"

"Tampannya. Siapa namja itu?"

Begitulah beberapa komentar siswa saat berpapasan dengan namja ini, semuanya terpesona dan bahkan tak malu memujinya secara langsung.

Sementara semua siswa itu menatap dirinya dengan kekaguman, sangat bertolak belakang dengan perasaan namja itu sendiri. Ia merasa sangat risih ketika semua mata orang-orang disana menatap kearahnya. Iapun hanya menundukkan wajahnya tak berani menatap tatapan-tatapan liar yang dilayangkan kepadanya.

"Seharusnya aku tak menuruti kemauannya!" gumam namja itu sepanjang perjalanan menuju kelasnya.

Sementara terjadi kehebohan dilorong SMA Shinki, kini diparikiran nampak Jaejoong kecil dan Junhyung yang baru saja tiba disekolah. Keduanya nampak sangat bahagia dengan aura ceria yang menguar dari tubun keduanya.

"Gomawo." ucap Jaejoon kecil saat turun dari motor Junhyung. Iapun menyerahkan helm yang tadi dipakainya pada Junhyung.

"Ne, kajja kita masuk." jawab Junhyung dan setelahnya merekapun berjalan beriringan masuk ke dalam.

"Eh, kenapa ramai sekali?" gumam Jaejoong kecil saat melintasi lorong sekolahnya.

"Ne, apa yang terjadi?" kata Junhyung juga merasa aneh dengan suasana sekitarnya.

"Hei, apa yang terjadi? Kenapa ribut sekali?" tanya Jaejoong kecil pada seorang namja rambut ikal yang kebetulan melintas disebelahnya.

"Ah, itu. Tadi ada seorang namja yang membuat heboh seluruh sekolah." jawab namja itu menjawab pertanyaan Jaejoong kecil.

"Eh?"

"Aku tak tahu, tapi nampaknya ia siswa baru." jawab namja itu lagi sambil menghendikkan bahunya.

"Ah, ne. Gomawo." jawab Jaejoong kecil dan setelahnya namja itupun berlalu. "Apa maksudnya?" gumam Jaejoong kecil lagi karena tak mengerti maksud dari namja itu.

"Sudahlah, tak usah dipikirkan. Kajja kita kekelas." kata Junhyung dan perlahan menggandengan tangan Jaejoong kecil menuju kelasnya.

::

::

In The Time

::

::

Youngwoong sedikit berlari saat memasuki lorong SMA Shinki. Ia nampak terburu-buru ingin menemui seseorang. Iapun semakin mempercepat langkah kakinya saat dilihatnya kelas XI 4 yang menjadi tujuannya, dan tanpa aba-aba segera dibukanya pintu kelas itu saat dirinya sudah sampai disana.

Brakkk

"YUNHO!" serunya lantang dan membuat semua orang yang berada di delam kelaspun serentak menolehkan wajah kearah dirinya.

Dan Youngwoongpun tanpa memperdulikan tatapan kesal yang ditunjukkan oleh semua siswa XI 4, dirinya malah dengan santai masuk ke dalam kelas dan berjalan cepat menuju bangku belakang tempat seorang namja dengan mata musang yang memandang kesal kearahnya.

Srettt

Bruukk

Dan suara debumanpun terdengar begitu Youngwoong mendudukkan dirinya dikursi depan namja itu. "Yunho!" panggilnya lagi sambil tersenyum cerah. Ah, tak tahu saja Youngwoong beberapa orang yang tadinya menatap kesal kearahnya kini malah menatap penuh cinta kearahnya, saat Youngwoong tersenyum sangat manis seperti itu.

"Ada apa?" tanya Yunho datar sambil menatap Youngwoong.

"Bagaimana? Apa kau sudah bertemu Jaejoong?" tanya Youngwoong lagi yang rupanya sangat penasaran. Yunho hanya menggeleng tanpa menjawab.

"Mwo? Jadi kau belum bertemu dengannya?" tanya Youngwoong dan kali ini Yunho mengangguk sambil mulai mengeluarkan buku dari dalam tasnya.

"Aiss, anak itu." kesal Youngwoong karena rencananya belum berjalan. "Gwencanha. Masih ada jam istirahat. Kau, harus menggunakan kesempatan itu dengan sebaiknya. Arraseo?"

"Ne." jawab Yunho akhirnya dan setelahnya Youngwoongpun keluar kelas setelah sebelumnya kembali membisikkan rencananya pada Yunho.

"Apa ini akan berhasil?" gumamnya sambil menatap punggung Youngwoong yang berjalan semakin jauh.

::

::

In The Time

::

::

Jaejoong kecil dan Junhyung baru saja tiba dikelas Jaejoong kecil, masih dengan saling bergandengan tangan, merekapun berhenti didepan pintu.

"Kka, masuklah." kata Junhyung sambil tersenyum manis dan perlahan melepaskan genggaman tangannnya.

"Ne, gomawo." jawab Jaejoong kecil dan setelahnya iapun segera masuk kelas dan tak lupa sebelumnya tersenyum manis kearah Junhyung.

Namun tanpa ia sadari, seorang dengan mata musang yang tajam merekam jelas semua kejadian itu. Iapun kembali fokus membaca bukunya saat dilihatnya Jaejoong kecil yang berjalan pelan masuk ke dalam kelas.

Brukkk

Jaejoong kecil segera duduk di bangkunya dan setelahnya iapun mengambil ponselnya dan mulai tenggelam bersama ponselnya. Namun baru saja ia membuka menu permainan dalam ponselnya, sebuah suara segera terdengar memanggilnya.

"Jaejoong-ssi."

"Omo! Kau mengagetkanku!" teriak kaget Jaejoong kecil karena suara tiba-tiba itu, hampir saja ia menjatuhkan ponselnya karena terkejut.

"Eh, mianhae. Aku tak bermaksud." kata orang itu lagi sambil membungkuk pelan.

"Ne ne, gwencanha." jawab Jaejoong kecil dan kemudian mendongakkan wajahnya guna melihat siapa orang yang memanggilnya.

Deg

'Orang ini-'

"Emm, Jaejoong-ssi, Jaejoong-ssi?"

"Eh? Nde?"

"Ah, kau melamun." kata orang itu lagi dan membuat Jaejoong kecil salah tingkah.

"A..anio. Aku tak melamun!" jawab Jaejoong kecil sedikit gugup.

'Sial! Kenapa aku jadi gugup! Dan orang ini, kenapa terlihat sangat keren?'

"Ah ya, ada apa kau memanggilku?" tanya Jaejoong kecil saat teringat kalau orang dihadapannya ini tadi memanggilnya.

Orang itu hanya diam, nampaknya setengah ragu untuk menyampaikan maksudnya memanggil Jaejoong kecil tadi. "Ah, itu-" gugupnya bingung sambil menggaruk kepaka belakangnya yang tidak gatal.

"Pulang sekolah nanti, aku ingin bicara berdua denganmu. Apa kau ada waktu?" tanya orang itu lagi sambil menatap Jaejoong kecil dengan tatapan mengharap.

Jaejoong kecil seakan terhanyut dalam tatapan mata orang itu, dan iapun tanpa sadar terus menatap bola mata orang itu dan perlahan tanpa ia sadari ia sudah mengangguk setuju.

"Jeongmal?" pekik orang itu lagi karena Jaejoong kecil menerima ajakannya dan seketika membuatnya senang. Jaejoong kecil lagi-lagi hanya menggangguk.

"Baiklah, sampai nanti." seru orang itu lagi dan perlahan berjalan menjauh dari bangku Jaejoong kecil bersamaan dengan Lee songsaenim masuk kekelas.

.

.

Bel tanda berakhirnya pelajaran sudah berdentang beberapa menit yang lalu. Keadaan sekolahpun sudah sepi, namun jika kita menengok ke halaman belakang sekolah, bisa kita lihat dua orang siswa masih berada disana, entah untuk melakukan apa.

"Apa yang mau kau bicarakan?" tanya namja satu dengan wajah yang cantik hingga kadang orang salah mengiranya sebagai yeoja.

Namja satunya hanya tersenyum pelan sebelum menjawab, "Aku menyukaimu, Jaejoong."

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Hayolohhh... Siapa yang nembak Jaejoong tuh?

Saya kembali dengan chap 5.. Hehee,, Mianhae kalo ceritanya tambah gaje.. Krikk krikkk

Yeeaaa, banyak(lebih tepatnya semua)tebakan kalian bener ne, siapa namja yang jago dance itu. Haha, chukaeyo~~ yapp, itu adalah Yunho.. ^^ Ternyata tebakan kalian bener semua, pintarnya kalian ~~

Terimaksih ne buat kalian yang uda follow, favorit dan review di chap kemarin, big thank's buat :

YunHolic | Byunchannie26 | akiramia44 | rinayunjaerina | YunJaeee Shipper | fuawaliyah | DhinJiWoo920202 | Dhea Kim | Vic89 | MaxMin | PandaMYP | Dhyta Melody si Otakufujo | Youleebitha | elf7clouds | cminsa | guest | merry | Guest | FiandYJ | shanzc | Hana - Kara | SimviR | cho kyu 459 | BunnyDevil16 | Uchiha Tachi'4'Sora | Red Sky | UKnowBooJae | ifa p arunda | Dhiant fitria | yuu

Dan ini balasan review kalian :

YunHolic : bukan kayaknya, tapi memang itu Yunho ^^

Byunchannie26 : gomawo. Iyah, gregetan sama sikap Jaejoong, nggak mau dengerin apa kata orang yang lebih tua(?) iya, tebakan kamj benar, selamat ^^

akiramia44 : iya, namja itu memang Yunho.

rinayunjaerina : permak(?) memangnya Yunho jeans pake dipermak segala XD umma dewasa belum jatuh cinta sama Yunho.

YunJaeee Shipper : ia, Jaejoong memang kembali ke masa lalu dan yang ngedance itj memang appa ^^ haha, semoga saja, berdoalah.

fuwaliyah : itu siapa ya? #KooBalikNanya.. Hyuna(?) jawabanmu kenapa melantur? Memangnya Hyuna namja(?) hahaa

ShinJiWoo920202 : iya, yang ngedance itu Yunho. Haha, sama-sama sakit hati ne. Iyah, ini dilanjut ~~

Dhea Kim : iya itu memang Yunho. Dia culun karena memang pada dasarnya dia cupu #apadah XD

Vic89 : aduh, jangan ditendang Junhyungnya ke antartika, nanti Beast kehilangan rappernya dong.. Hiks hiks

MaxMin : emm, sepertinya pernah di chap 1 dulu. Mian, saya juga lupa #plakk kalau berapa chap, saya juga gak tahu, soalnya saya buatnya ngalir dan ga ada patokan. Yap, pastinya YunJae dong ^^

PandaMYP : ayo kita bantu Jaema~~

Dhyta Melody si Otakufujo : iya itu Yunho. Iya, ini sudah dilanjut kouhei ~~

Youleebitha : iya itu Yunpa. Haha, awas dihinggapi lalat. Iya, ini dilanjut.

elf7clouds : iya dia Yunho.

cminsa : haha, memang itu Yunho. Iya, kemungkinan bisa seperti itu. Kukuku~~ ini dilanjut.

guest : iya itu Yunpa.

merry : iya, culun-culun tapi jago dance. Iya, dia ngubah tampilan Yunho.

Guest : ini nextnya~

FiandYJ : iya, ini audah di makeover jadi namja keren, cool dan mempesona XP

shanzec : iya itu Yunho. Oh ya? Yunho suka sama Youngwoong gitu maksudnha? #KooNanyaBalik

Hana - Kara : yeaa~~itu Yunho. Ini dia sudah diubah penampilannya~

SimviR : iya dia Yunho. Iya, biasa ababil XP tapi bukan anak buah bang billy yah :P

cho kyu 459 : gomawo masukannya. Tapi saya sudah terlanjur membuatnya dari awal Jaejoong kecil dan Youngwoong, jadi saya akan tetap konsisten ^^

BunnyDevil16 : ayoloh siapa? Koo bingung gitu? Hee~ iya, Youngwoong memang agak egois, hanya ingin keinginannya aja yang terwujud tanpa memperhatikan perasaan Yunho. Iya, namanya cinta mahh~ ini dilanjut.

Uchiha Tachi'4'Sora : iya itu Yunho. Haha, setuju! Diem aja udah keren apalagi ngedance.

Red Sky : iya, itu appa bear.

UKnoaBooJae : iya Yunho. Emm, memang mirip, hanya saja Youngwoongkan sudah dewasa dan pasti ada titik-titik tertentu dimana perubahan diwajahnya. #apadah. Hah(?) kealamnya? Memangnya Jaejoong makhluk halus apa? Haha, mungkin sebentar lagi dia pulang ke zamannya. Ditunggu aja.

ifa p arunda : yunyunnn #ikutan

Dhiant fitria : annyeong ^^ne gomawo. Emm, terus terang saya juga ga pernah baca dan belom pernah ngalamin #plakkk, jadi saya kurang paham bagaimana proses melahirkan itu. Mian #bow. Tapi saya akan usahakan, doakan saja supaya saya mendapat inspirasi dan ide untuk membuatnya. Arigatou~~

yuu : iya, itu Yunho. Ah, ia bukannya menyamar. Tapi memang dia ga begitu suka berdandan.

.

Khamsahamnida bagi kalian yang uda berbagi kesan dan tebakannya di chap sebelumnya.. Gomawo dan jangan lupa tinggalkan kesan lagi ne untuk chap ini ^^

Minna, review ne~~

.

Denpasar, 26 Maret 2014