In The Time
.
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Yong Junhyung
Genre : YAOI/Shonen-ai/Fantasi
Pairing : YunJae, (Slight) JunJae
Note : Cerita ini terinspirasi dari salah satu film Korea. Namun saya lupa judulnya. Ini adalah FF dengan genre Fantasy pertama saya. Semoga kalian semua menyukainya.
Warning : Cerita pasaran, alur lamban, typo(s)bertebaran, bahasa tak sesuai EYD, judul yang tidak selaras dengan isi cerita
Chap : 6 (enam)
.
.
.
Jaa, tanoshimi ni oyomi kudasai ^^
.
.
DOUZO
.
.
::
::
In The Time
::
::
Last chap
.
Bel tanda berakhirnya pelajaran sudah berdentang beberapa menit yang lalu. Keadaan sekolahpun sudah sepi, namun jika kita menengok ke halaman belakang sekolah, bisa kita lihat dua orang siswa masih berada disana, entah untuk melakukan apa.
"Apa yang mau kau bicarakan?" tanya namja satu dengan wajah yang cantik hingga kadang orang salah mengiranya sebagai yeoja.
Namja satunya hanya tersenyum pelan sebelum menjawab, "Aku menyukaimu, Jaejoong."
.
.
.
"Aku menyukaimu, Jaejoong."
"..."
"..."
Jaejoong kecil hanya terdiam saat namja dihadapannya ini secara tiba-tiba menyatakan perasaannya. Ia sungguh tak menyangka jika namja ini akan mengatakan hal seperti itu padanya. Padahal seingatnya di kelas, ia tak terlalu dekat dengan namja ini dan terlebih lagi tampilan namja ini sangat berbeda dari sehari-hari.
Jaejoong kecil bahkan tak bisa sedikitpun melepaskan tatapan matanya dari wajah tampan namja dihadapannya ini. Ia akui, namja ini terlihat sangat berbeda tanpa kaca mata culun yang selalu menempel dimata musangnya dan digantikan dengan soft lens berwarna coklat. Dan juga seifuku yang tak lagi dikancing hingga kancing teratas. Bahkan rambut klimis yang biasanya menemani penampilan namja inipun sudah hilang digantikan dengan potongan pendek yang membuat namja ini terlihat sangat berbeda.
"Aku menyukaimu, Jaejoong."
"Yunho." lirih Jaejoong kecil saat kembali mendengar pengakuan itu.
Yah, namja yang tengah menyatakan cintanya pada Jaejoong kecil ini adalah Yunho. Namja yang sudah bertransformasi(?)menjadi namja menawan berkat tangan seorang Youngwoong. Dan Youngwoong pulalah yang memberikan rencana untuk langsung mengutarakan perasaan Yunho pada Jaejoong kecil, agar dirinya tak didahului oleh Junhyung.
"Ne Jaejoong-ah." jawab Yunho sambil tersenyum memandang Jaejoong kecil.
"I..itu-" ucap Jaejoong kecil terbata tak tahu harus mengatakan apa.
'Aiss, aku ini kenapa eoh!'
"Aku hanya ingin mengatakan kalau aku menyukaimu Jaejoong-ah. Semenjak dulu, hanya ada kau dihatiku." kata Yunho saat tak mendengar Jaejoong kecil akan melanjutkan kalimatnya. Ditatapnya teduh wajah Jaejoong kecil yang masih menampakkan raut terkejut.
"Sejak awal aku melihatmu, aku benar-benar sudah merasa jatuh kedalam pesonamu." kata Yunho lagi dan perlahan berjalan semakin mendekat kearah Jaejoong kecil. Jaejoong kecil hanya diam tak merespon, pikirannya masih bercabang.
"Jaejoong-ah, nan neo jeongmal johayo."
Deg
Jantung Jaejoong kecil berdetak tak karuan saat mendengar suara bass Yunho yang mengatakan kata itu. Mata bulatnya semakin melebar saat melihat wajah Yunho yang semakin dekat kearahnya.
'A..astaga, a..apa yang ma..mau dilakukannya!'
Yunho semakin mendekatkan wajahnya pada Jaejoong kecil, iapun tersenyum kecil saat melihat Jaejoong kecil yang hanya diam dan tak menghindar. Ditatapnya lembut mata bulat Jaejoong kecil yang juga tengah menatapnya.
Perlahan jarak diantara keduanyapun terkikis, dan semakin mendekatkan wajah Yunho pada Jaejoong kecil. Entah apa yang ada dipikiran Jaejoong kecil sehingga ia hanya diam, seakan menunggu hal apa yang akan dilakukan Yunho terhadap dirinya. Apalagi ia juga tengah menatap mata musang Yunho yang memancarkan ketulusan dan rasa sayang, iapun seakan terlena dengan tatapan itu.
Perlahan jarak diantara keduanyapun semakin berkurang, dan Yunhopun sekarang bisa mencium aroma vanila yang menguar dari tubuh Jaejoong kecil. Iapun sudah bersiap memiringkan wajahnya, dan tatapannyapun beralih ke bibir merah Jaejoong kecil yang terlihat sangat manis itu.
Jaejoong kecil semakin melebarkan matanya saat melihat Yunho yang sudah sangat dekat dengannya.
'Ania, ania. Ini salah'
Sreettt
Jaejoong kecilpun mendorong sedikit keras dada Yunho saat sedetik lagi bibir hati Yunho akan menyentuh bibirnya. Iapun menggelengkan kepalanya, sambil berkata-
"Ani..ania, ini salah." ucapnya sambil memandang mata Yunho.
Yunho sedikit kaget atas perbuatan Jaejoong kecil yang tiba-tiba itu, namun ia segera mengerti dan kembali menjauhkan tubuhnya dari Jaejoong kecil.
"Yunho-" ucap Jaejoong kecil lagi sambil menatap mata musang Yunho, "Go..gomawo atas rasa sukamu padaku, tapi-" lanjutnya dan menggantungkan kalimatnya.
Yunhopun hanya diam menantikan kelanjutan kalimat Jaejoong kecil, walaupun ia tahu hal apa yang akan dikatakan oleh namja cantik itu.
"Mianhae, aku, aku tak bisa." jawab Jaejoong kecil akhirnya dan kini sambil menundukkan wajahnya, tak sanggup melihat wajah Yunho yang menampakkan raut kecewa.
"Mi..mianhae." kata Jaejoong kecil lagi dan perlahan berjalan mundur.
Yunho hanya tersenyum getir saat melihat tubuh Jaejoong kecil yang perlahan berjalan mundur darinya, ssbelum akhirnya Jaejoong kecil berbalik dan berlari kencang meninggalkan dirinya.
Sementara itu, tak jauh dari halaman belakang sekolah, Yougwoong berdiri tegap dan melihat dengan jelas semua kejadian yang terjadi. Iapun menghela nafas pelan saat melihat Jaejoong kecil yang berlari menjauh dari Yunho, perlahan iapun melangkahkan kakinya mendekat kearah Yunho lalu menepuk pelan bahu namja itu.
"Gwencanha?" tanyanya dan tersenyum pelan menatap Yunho.
Yunho menoleh dan matanya langsung melihat senyum menawan dari Youngwoong, "Ne gwencanha." jawab Yunho dan balas tersenyum kepada Youngwoong.
"Aku sudah melihat semuanya." kata Youngwoong lagi dan perlahan berjalan memutar dan berdiri dihadapan Yunho.
"Mianhae." kata Youngwoong lagi merasa ia semua ini salahnya. Ia akhirnya harus kembali membuat Yunho sakit hati atas penolakan Jaejoong kecil.
"Ania, kenapa hyung harus minta maaf?" tanya Yunho sambil mengangkat alisnya tanda tak mengerti.
"Mian, gara-gara aku terlalu memaksamu, kau jadi-"
"Ania, gwencanhayo." jawab Yunho cepat memotong ucapan Youngwoong, "Kau tahu hyung, bahkan aku harus lebih banyak belajar darimu." kata Yunho dan kini malah membuat Youngwoong bingung akan maksud dari kalimatnya.
"Kau begitu bersemangat untuk mendekatkanku dengan Jaejoong. Walaupun aku tak tahu alasan apa yang membuatmu sampai berbuat seperti itu, namun aku merasa sangat terbantu." lanjut Yunho lagi dan perlahan Youngwoongpun mengerti akan maksud ucapan Yunho itu.
"Kau sudah mau dan sudah membantuku sampai sejauh ini. Walaupun Jaejoong sekarang belum bisa menerimaku, tapi aku tak akan menyerah." lanjutnya dengan suara yang tegas dan penuh semangat.
Deg
"Yunho-" lirih Youngwoong saat mendengar kalimat terakhir Yunho itu. Ia tak menyangka Yunho akan berfikiran seperti itu.
"Ini baru awal hyung, kau yang dari awal sudah memaksaku. Jadi, kau harus membantuku sampai akhir!" tegas Yunho sambil menatap intens Youngwoong.
Hmmm
Youngwoongpun tersenyum saat mendengar kalimat Yunho itu, biasanya ia yang akan berkata tegas seperti itu pada Yunho, namun sekarang malah terbalik, Yunholah yang berkata tegas kepadanya.
"Ne arraseoyo." jawab Youngwoong sambil tersenyum manatap Yunho. "Ja, kalau begitu. Daripada kau bersedih disini-" kata Youngwoong dan perlahan berjalan kesamping Yunho, "Lebih baik kau ikut aku dan kita bersenang-senang." lanjutnya dan kini perlahan merangkul pundak Yunho. Yunho hanya tersenyum sambil menoleh kearah Youngwoong.
"Kajja!" kata Youngwoong dan kemudian menarik Yunho dan mulai melangkah keluar.
::
::
In The Time
::
::
Jaejoong kecil tengah berguling-guling malas dikasurnya. Semenjak pulang sekolah tadi, ia sudah terlihat seperti itu. Bahkan kasurnya yang tadinya tertata rapi, kini sudah terlihat sangat berantakan akibat ulahnya itu.
"Haaaaah~"
Iapun menghela nafas dan kini berbaring terlentang dikasurnya sambil menatal langit-langit kamarnya. Begitu banyak yang dipikirkannya, apaagi kejadian tadi sepulang sekolah yang sangat menyita pikirannya.
"Kenapa dia tiba-tiba berubah menjadi lebih keren?" gumamnya sambil kembali mengingat penampilan Yunho disekolah tadi.
"Matanya sungguh indah tanpa kacamata butut itu, seperti mata musang yang tajam." gumamnya lagi saat mengingat pesona yang dipancarkan dari mata musang Yunho itu.
"Aisss, apa yang kupikirkan! Walaupun ia berubah seperti apapun, ia tak akan bisa menyaingi Junhyung! " kata Jaejoong kecil lagi sambil perlahan bangkit dan duduk diatas kasurnya.
"Pabo!" rutuknya lagi sambik memukul-mukul pelan kepalanya.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan dipintu segera membuat Jaejoong menghentikan tindakan bodohnya itu, "Ne, masuk." teriaknya dan segera setelahnya pintu terbuka dan menampakkan sosok eomma Jaejoong.
"Joongie, kau tak makan siang?" tanya eomma Jaejoong dan perlahan berjalan mendekati Jaejoong kecil.
"Eomma~" rengek Jaejoong kecil dan segera memeluk tubuh sang eomma yang sudah berdiri disebelahnya.
"Aigoo, anak eomma ini, waeyo hmm?" tanya eomma Jaejoong karena merasa aneh dengan kelakuan Jaejoong kecil, tak biasanya putra manjanya itu bersikap seperti ini.
"Anio eomma. Eopseoyo. Aku hanya kangen dengan eomma, sudah lama aku tak memeluk eomma begini." jawab Jaejoong kecil dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh sang eomma.
"Ck, dasar kau ini!" kata eomma Jaejoong sambil mengusap sayang kepala anaknya itu. Dan senyumpun mengembang diwajah keduanya.
::
::
In The Time
::
::
Youngwoong dan Yunho kini tengah menikmati makan siang disalah satu kedai masakan Jepang didekat SMA Shinki. Keduanya kini tengah asik menyantap makan siang masing-masing. Youngwoong yang memesan okonomiyaki, sushi tuna dan bir, sementara Yunho memesan nasi kare dan orange juice. Keduanya tengah asik menikmati makan siang mereka, dan sesekali nampak keduanya yang bercanda dan tertawa bersama.
"Ah, kenyangnya." ucap Yunho setelah menghabiskan semua makan siangnya. "Ini pertama kalinya aku makan dikedai masakan Jepang, masakannya benar-benar enak. Tak kalah dengan masakan korea." lanjutnya sambil menyandarkan punggungnya di dinding belakangnya.
"Oh ya, jadi ini pertama kalinya kau makan masakan Jepang?" tanya Youngwoong sambil menyumpit satu rol sushi.
"Ne, begitulah."
Ting
Segera sebuah ide jahil melintas diotak Youngwoong saat mendengar kalau Yunho baru pertama kali makan makanan Jepang, iapun menyeringai jahil sudah bersiap akan melancarkan aksinya.
"Wah, kalau begitu kau harus mencoba ini. Ini adalah makanan khas dari Jepang, dan memang hanya ada dimakanan Jepang." kata Youngwoong sambil menunjukkan makanan berwarna hijau yang ada dipiringnya kepada Yunho.
"Nde? Masakan khas Jepang?" tanya Yunho sambil memiringkan wajahnya.
"Ne. Ini namanya wasabi, cobalah." kata Youngwoong lagi sambil menyodorkan sumpit kepada Yunho. Yunhopun mengambil sumpit dari tangan Youngwoong dan mulai menyumpit wasabi itu. Youngwoong berusaha menahan tawanya saat melihat Yunho yang dengan semangat menyumpit banyak wasabi itu, iapun berusaha mati-matian menahan tawanya itu.
"K..kka, cepat makan." kata Youngwoong sedikit tersedat karena menahan tawanya.
"Bentuknya sangat aneh." gumam Yunho sambil memperhatikan wasabi itu, sebelum akhirnya dengan cepat memasukkan gumpalan wasabi itu ke mulutnya.
1 detik
2 detik
3 detik
"Aaaaahhhh. Ige mwoyaaaa!"
"Buwaahahahahahhaaaaaa."
Teriakan kencang Yunhopun segera terdengar bersamaan dengan tawa Youngwoong yang pecah. Youngwoong tertawa terpingkal-pingkal saat melihat Yunho, bahkan sudut matanya mengeluarkan airmata akibat tertawanya yang diluar batas itu.
"Hahhahha...hhaaa..pe..perutku..ohh..ohh..perutku..." racau Youngwoong masih tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.
"Makanan apa itu! Air, air, aku butuh air!" Yunhopun tak kalau kacaunya, ia menjelajah kesana-kemari untuk mencari penetral rasa wasabi dimulutnya.
"AIR!" teriak Yunho lagi dan tanpa aba-aba langsung menyambar gelas yang ada dihadapannya, tanpa melihat apa isi dari gelas itu.
"Hahaha, pabo..hahh..hahh...pabo!" racau Youngwoong lagi sangat terhibur melihat tingkah Yunho. Iapun masih setia tertawa sambil memegangi perutnya yang mulai kram karena kebanyakan tertawa.
Gluk
Gluk
Gluk
Yunhopun terus meminum minuman digelas itu, berusaha menghilangkan rasa wasabi yang terasa sangat pekat dilidahnya.
Tak
"Kau, mengerjaiku!" ucap Yunho setelah menghabiskan minuman itu. Iapun menatap sebal kearah Youngwoong yang masih setia menertawainya.
"Haha..hah..siapa suruh mengambilnya banyak!" jawab Youngwoong sambil berusaha menghentikan tawanya.
"Kau menyuruhku mencobanya!" teriak Yunho masih merasa sebal.
Nyutttt
"Tapi aku menyuruh mencobanya, bukan menghabiskannya." jawab Youngwoong cepat karena kesal Yunho membentaknya.
"Ck, kenapa hik, kau kan bisa bi..hik..lang kalau mencoba se..hik..dikit." jawab Yunho yang entah kenapa suaranya terdengar sedikit aneh.
"Haha, ne mianhae. Aku hanya ingin mengerjaimu." kata Youngwoong akhirnya setelah sadar ia memang keterlaluan, tapi ia tak menyesalinya sama sekali. Karena ia bisa tertawa lepas seperti tadi setelah masalah yang belakangan ini dialaminya.
"Hik..jangan..ulangi..eoh..hik." jawab Yunho masih dengan suara yang aneh, bahkan sekarang ia tengah mengeleng-gelengkan kepalanya karena merasakan pening. Youngwoongpun melihat ada yang aneh dari Yunho, segera ia mendekat kearah namja itu memeriksa keadaannya.
"Hey, kau kenapa?" tanyanya khawatir saat melihat Yunho yang memegang kepalanya, dan kemudian memukulnya pelan.
"Ani..hik..gwe..can..hik..nayo..hik." jawab Yunho dengan suara yang senakin aneh. Iapun perlahan mengangkat wajahnya dan tersenyum bodoh kearah Youngwoong.
"Astaga, kau mabuk?" tanya Youngwoong setelah sadar jika Yunho mabuk, "Apa yang kau minum tadi?" tanya Youngwoong lagi dan berusaha menyadarkan Yunho.
"Ini!" tunjuk Yunho pada gelas kosong dihadapannya, sebelum akhirnya kembali menatap Youngwoong dan menunjuk wajah Youngwoong dengan telunjuknya.
"Kau, sengaja mengerjaiku eoh? Ck, kau seperti anak kecil hyung!" kata Yunho semakin tak karuan.
"Astaga, kau minum birku? Ck, pantas saja kau jadi seperti ini." jawab Youngwoong setelah menyadari kalau Yunho salah meminum birnya. "Dan kau menghabiskannya?" gumam Youngwoong tak percaya saat melihat gelas yang tadinya masih penuh sekarang sudah kosong.
"Hik..Jaejoong-ah?" gumam Yunho lagi sambil memandang Youngwoong, nampaknya Yunho benar-benar sudah mabuk. "Kau sangat cantik Jaejoong-ah!" katanya lagi sambil meraba-raba wajah Youngwoong dan mengira kalau Youngwoong adalah Jaejoong kecil. Yah, walaupun sebenarnya memang orang itu adalah Jaejoong sendiri.
"Yah, yah! Kau sudah sangat mabuk." kata Youngwoong merasa geli saat tangan besar Yunho menyentuh kulit wajahnya.
"Neomu yeoppo!"
Deg
Entah kenapa jantung Youngwoong malah berdetak kencang saat dengan lembutnya Yunho mengusap-ngusap pipinya. Bahkan sekarang rona merah nampak diwajahnya karena aksi Yunho itu.
"Em..mm..Yu..Yunho-" ucap Youngwoong terbata karena merasa gugup.
'Aiss, ada apa denganmu Joongie!'
Yunhopun seakan tak mendengar panggilan Youngwoong, malah dirinya terus menatap kearah mata bulat Youngwoong dan tangannyapun masih setia mengusap pipi Youngwoong.
"Kau sangat indah..hik..Jaejoong-ah." kata Yunho sambil tersenyum cerah.
Wajah Youngwoong semakin memerah dibuatnya saat Yunho mengatakan hal itu, iapun seakan menikmati apa yang dilakukan oleh Yunho itu.
"Jaejoong-ah!" panggil Yunho lagi dan kini iapun perlahan mendekatkan wajahnya kewajah Youngwoong. Masih dengan tangannya yang mengusap lembut pipi Youngwoong, memberi ketenangan pada namja cantik itu. Iapun semakin mendekatkan wajahnya pada Youngwoong sambil menatap teduh namja cantik itu.
Youngwoongpun hanya diam tak merespon, ia seakan terbuai dengan perlakuan lembut dari Yunho. Bahkan ia sekarang juga balas menatap mata musang Yunho yang memancarkan kelembutan, iapun tanpa sadar juga terpesona pada tatapan mata musang Yunho.
Semakin tipis jarak diantara keduanya, bahkan Youngwoong kini bisa mencium wangi mint yang menguar dari tubuh Yunho. Wangi yang menyejukkan saat ia menghirupnya dan sangat cocok untuk namja tampan itu.
Kini wajah Yunho sudah tinggal beberapa centi lagi dari wajah Youngwoong, iapun sekarang mengalihkan tatapannya pada bibir merah Youngwoong, sebelum akhirnya ia memiringkan wajahnya hingga akhirnya kedua bibir berbeda bentuk itu akhirnya bertemu dalam tubrukan yang lembut.
Chu~
Yunho awalnya hanya menempelkan sejenak bibirnya diatas bibir Youngwoong, menunggu respon dari Youngwoong, namun Youngwoong tak melakukan respon apapun dan membuat Yunho bersorak dalam hati. Iapun lalu mulai menggerakan bibirnya memanggut pelan bibir ranum Youngwoong.
Sementara Youngwoong? Ah, namja cantik itu rupanya sudah terlarut dalam sensasi yang Yunho ciptakan. Bahkan entah disadarinya atau tidak, ia mulai memejamkan matanya dan membalas pagutan Yunho pada bibirnya. Biarlah, setidaknya ia tahu kalau Yunho melakukan semua ini dengan tulus.
Merekapun terus berciuman hangat tanpa ada nafsu besar didalamnya. Yunho menyalurkan segenap rasa suka yang dimilikinya, walaupun dalam keadaan setengah sadar namun ia benar-benar tulus. Youngwoongpun demikian, ia tak memprotes segala tindakan Yunho karna ia menyadari, kalau namja tampan itu sangat tulus saat melakukannya.
::
::
In The Time
::
::
Sinar matahari perlahan menembus masuk melalui celah gorden, dan membuat dua namja cantik yang masih terlelap tidur itupun menggeliat pelan dalam tidurnya. Perlahan doe bening dua namja itupun terbuka pelan merasa terusik dengan sinar matahari tersebut.
"Eunghh." erang keduanya secara bersamaan dan meregangkan otot tubuhnya secera bersamaan pula. Sekilas, mereka terlihat seperti dua orang kembar dengan gerakan yang sama.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan dipintu segera membuat keduanya tersadar dan akhirnya sepenuhnya terbangun lalu mulai mendudukkan diri di atas kasur.
"Joongie, Woongie, cepat bangun! Kajja sarapan bersama." teriak eomma Jaejoong dari arah luar kamar dan membuat Jaejoong kecil dan Youngwoong segera turun dari kasur dan berjalan bersamaan keluar kamar.
"Ne!" teriak keduanya bersamaan.
Ceklekk
"Aigoo, kalian baru bangun? Ck, dasar pemalas!" kata eomma Jaejoong sambil mengelus sayang kepala Jaejoong kecil dan Youngwoong.
"Kka, mandi dulu. Setelah itu baru kita sarapan bersama." lanjutnya lagi dan setelahnya Jaejoong kecil dan Youngwoongpun kembali masuk ke kamar dan mulai membersihkan diri mereka.
"Anakku yang pemalas." gumam eomma Jaejoong lagi sambil tersenyum kecil, sebelum akhirnya berbalik dan melangkah keluar guna menyelesaikan masakannya.
.
.
Setelah memebersihkan diri yang sempat diwarnai dengan sedikit pertengkaran siapa yang mandi lebih dulu, akhirnya kini Jaejoong kecil dan Youngwoong sudah duduk manis di meja makan. Tinggal menunggu sang kepala keluarga saja, acara sarapan itupun akan segera dimulai.
"Appa, palliwa." teriak Jaejoong kecil karena sudah merasa kelaparan.
"Aigoo, kau ini. Jangan berterik begitu!" tegur appa Jaejoong yang baru saja datang dan ikut bergabung di meja makan.
"Appa lama." jawab Jaejoong kecil sambil mempoutkan bibirnya kesal.
"Sudah jangan bertengkar. Jja, berdoa dulu sebelum makan." ucap eomma Jaejoong, dan setelah berdoa merekapun memulai sarapan.
Selang beberapa menit, merekapun telah menyelesaikan acara sarapan mereka. Kini Jaejoong kecil sudah bersiap untuk berangkat sekolah, iapun hanya tinggal memakai jas sekolahnya lalu bersiap untuk berangkat.
"Yak, sudah selesai." katanya dan bersiap keluar kamar, namun saat hendak keluar kamar Youngwoong terlebih dulu menahan lengannya.
"Apa?" tanya Jaejoong kecil sedikit ketus.
"Sampai kapan kau mau bersikap ketus kepadaku?" tanya Youngwoong yang merasa harus menyelesaikan masalahnya dengan Jaejoong kecil.
"Ck, sampai kau berhenti menjelekkan Junhyung dan menerima keputusanku." jawab Jaejoong kecil masih ketus. Bahkan ia tak melihat Youngwoong saat berbicara.
Youngwoong memutar matanya bosan saat lagi-lagi Jaejoong kecil membahas Junhyung, "Ck, sesekali dengarkanlah apa kata orang yang lebih tua darimu. Aku sudah lebih dulu merasakan seperti itu, jadi aku bisa merasakan mana yang baik dan mana yang buruk." jawab Youngwoong sambil menatap intens tubuh Jaejoong kecil yang membelakanginya.
Jaejoong kecil bergeming tak menjawab perkataan Youngwoong, "Setidaknya, lihatlah orang lain selain dirinya." lanjut Youngwoong karena tak mendengar Jaejoong kecil akan menjawab perkataannya. "Apa kau tak bisa melihat perasaan tulus Yunho padamu?"
Deg
Deg
Jantung Jaejoong kecil dan Youngwoong sama-sama berdetak kencang saat Youngwoong mengucapkan nama Yunho. Jantung keduanya berdetak kencang tentu dengan alasan yang berbeda. Segera kejadian kemarin melintas diotak mereka masing-masing. Dan seketika wajah keduanya merona saat mengingat kembali kejadian kemarin.
"E..emm, ma..maksudmu a..apa?" gugup Jaejoong kecil berusaha menyembunyikan perasaannya, iapun akhirnya berbalik menghadap Youngwoong.
"Aku tahu, kemarin Yunho menyatakan perasaannya padamu bukan?" tanya Youngwoong sambil menatap dalam mata Jaejoong kecil, dan membuat Jaejoong kecil membulatkan matanya,
"Darimana kau tau?" tanyanya karena tak menyangka Youngwoong akan mengetahui kejadian itu.
'Tentu saja aku tau, karna aku yang merencanakannya'
"Apa kau menerimanya?" tanya Youngwoong balik mengabaikan pertanyaan Jaejoong kecil.
"Anio." jawab Jaejoong kecil sambil menggelengkan kepalanya.
"Wae?"
"Aku tak menyukainya." jawab Jaejoong kecil sambil memalingkan wajahnya.
"Wae? Kenapa kau tak menyukainya?"
Lama Jaejoong kecil tak menjawab pertanyaan Youngwoong, iapun bingung alasan kenapa sebenarnya ia tak menerima Yunho. "A..anio, aku hanya tak menyukainya saja." jawab Jaejoong kecil akhirnya karena tak tahu harus menjawab apa.
"Apa karna ia culun?" tanya Youngwoong merasa tak puas dengan jawaban Jaejoong kecil. Jaejoong kecil segera mengangguk saat mendengar perkataan Youngwoong.
"Walaupun ia merubah penampilannyapun, dimataku dirinya tetaplah namja culun." kata Jaejoong kecil lagi sambil kini mendongak menatap Youngwoong.
Keduanya kembali diam, tak tahu apa yang ingin mereka ungkapkan. Sampai akhirnya Youngwoong kembali berkata-
"Penampilan bukanlah segalanya Joongie. Jangan sekalipun menilai orang hanya dari penampilan luarnya. Penampilan seseorang bisa kita rubah sedemikian rupa, tapi tidak dengan hati."
"..."
"Jangan sampai kau menyesal nantinya karna menyiakan namja sebaik dirinya."
'Ya, jangan sampai kau menyesal, seperti sekarang aku yang sudah sangat menyesal, karna dulu tak pernah melihat ketulusan cintanya padaku'
::
::
In The Time
::
::
Perpustakaan SMA Shinki terlihat lengang dipagi yang cerah ini. Hanya ada segelintir orang yang tengah berada disana, entah untuk meminjam buku, atau sekedar untuk melanjutkan tidur karena terlalu pagi berangkat ke sekolah.
Nampak disalah satu sudut, seorang namja dengan kacamata butut yang menempel menutupi pancaran matanya, tengah asik membaca buku tebal dihadapannya. Iapun kini tengah membolak-balikkan halaman demi halaman di buku itu sambil sesekali mencorat-coret buku tulis disebelahnya guna mencatat kata-kata yang ada di dalam buku yang ia baca. Atau singkatnya, ia tengah merangkum apa yang ada di dalam buku tebal itu. Saking asiknya membaca buku, namja itupun sampai-sampai tak menyadari jika seorang namja tengah berjalan pelan kearahnya.
Tap
Tap
Tap
Sreettt
Brukk
"Disini kau rupanya!" segera terdengar suara memecah keheningan dalam peustakaan itu. Suara yang tak terlalu kencang karena mengerti jika ini adalah perpustakaan. "Sudah kuduga kau berada disini, setelah tadi aku tak menemukanmu di dalam kelas." lanjut suara itu lagi dan membuat namja dengan kaca mata butut itu menghentikan kegiatannya lalu mendongakkan kepala menatap lawan bicaranya.
"Hmm, kau sudah mengenalku rupanya Youngwoong hyung." jawab Yunho-namja dengan kacamata butut itu-sambil tersenyum.
"Ada apa dengan penampilanmu?" tanya Youngwoong saat melihat penampilan Yunho yang sudah kembali seperti dulu.
Yunho tersenyum mendengar pertanyaan Youngwoong. Ya, memang ia kembali ke penampilan awalnya dengan kacamata butut dan seifuku yang terkancing sampai atas, hanya rambut klimisnya saja yang tak kembali karena Youngwoong memang sudah memotong tambut Yunho menjadi pendek.
"Ne, aku sedikit risih dengan penampilan yang kemarin. Begini lebih baik." jawab Yunho sambil tersenyum memandang Youngwoong.
"Tapi jika kau kembali seperti ini, Jaejoo-"
"Tak apa. Aku lebih senang jika ia menyukaiku apa adanya. Bukan karena ada apanya." kata Yunho cepat memotong ucapan Youngwoong.
Hmmm
Youngwoong tersenyum kecil saat mendengar perkataan Yunho. Tak menyangka jika Yunho akan berkata hal seperti itu.
"Ne, arraseo." kata Youngwoong akhinya dan setelahnya kembali Yunho berkutat dengan buku tebal dihadapannya. "Yah, kau ini. Kajja, temani aku membeli minuman." kata Youngwoong saat melihat Yunho kembali berkutat dengan bukunya.
"Aiss hyung, kau sendiri saja." jawab Yunho mengelak.
"Ck, pantas saja Jaejoong tak melihat kepadamu, kau selalu berteman dengan buku-buku tua itu." dengus Youngwoong kesal, "Kajja, aku tak menerima penolakan!" kata Youngwoong lagi dan dengan sedikit paksaan, iapun menyeret Yunho keluar dari perpustakaan itu.
"Yah, yah. Hyung!" protes Yunho karena Youngwoong menariknya dengan tak elit begitu.
"Apa? Sudah, sekali ini ikuti kemauanku!" kata Youngwoong lagi sambil terus menarik Yunho keluar perpustakaan.
"Yah, bukankah aku sudah mengikuti kemauanmu sejak awal!" jawab Yunho sedikit berteriak dan membuat Youngwoong menolehkan wajahnya kearah Yunho.
"Hee, benar juga." jawab Youngwoong sambil nyengir(?)kearah Yunho. "Ah, sudahlah. Sekali-sekali kau harus dijauhkan dari buku-buku itu. Aku takut lama-kelamaan kacamatamu itu akan bertambah tebal jika kau terus-terusan membaca buku." lanjutnya sambil terkekeh geli mendengar kalimatnya sendiri.
"Yah, apa maksudmu!" protes Yunho tak terima.
"Hahaha, tuan kacamata tebal." ejek Youngwoong lagi membuat Yunho tambah kesal.
"Huh, terus saja mengejekku!" dengus Yunho sebal dan memalingkan wajahnya tanda kesal.
"Ckckck, kau seperti bocah saja." kata Youngwoong merasa geli saat mendengar suara Yunho yang merajuk, "Baiklah, aku tak akan mengejekmu lagi." kata Youngwoong dan kembali mereka berjalan menuju kantin.
"Ah ya hyung, gomawo kemarin sudah mengantarku sampai rumah." kata Yunho saat teringat kemarin ia diantarkan pulang oleh Youngwoong.
Younhwoongpun menolehkan wajahnya kearah Yunho saat mendengar namja itu berbicara, "Nde? Ah, ania, kau kemarin tak sadarkan diri, jadinya aku membawamu pulang." kata Youngwoong sambil tersenyum canggung.
"Yah, dan tadi pagi aku dimarahi habis-habisan oleh appaku, karena aku sudah berani meminum bir." jawab Yunho diikuti kekehan darinya.
"Oh ya? Mian gara-gara minumanku kau jadi dimarahi." jawab Youngwoong sedikit menyesal.
"Aniya, gwencanhayo. Tapi aku sedikit senang, karena akhirnya bisa meminum bir." kata Yunho sambil tertawa pelan.
"Ya apa katamu! Kau itu masih bocah, mana boleh meminum bir. Untung saja kadar alkohol bir yang kupesan sedikit, kalau tidak, bisa kupastikan kau tak akan bisa bangun pagi tadi." ketus Youngwoong.
"Ne ne, mianhae. Aku hanya bercanda."
"..."
"Ah ya, apa saat aku mabuk, aku memgatakan hal yang aneh hyung?" tanya Yunho lagi karena ia tak ingat apa yang ia lakukan kemarin.
Deg
Jantung Youngwoong berdetak kencang saat mendengar pertanyaan Yunho. Ia sedikit panik jika sampai Yunho mengingat apa yang terjadi kemarin.
"N..nde? A..ah, kau tak ada mengatakan hal ya..yang aneh." jawab Youngwoong sedikit gugup. Tak terasa rona merah segera menjalar dipipinya saat bayangan kejadian kemarin melintas diotaknya.
"Jeongmalyo? Ah syukurlah, aku pikir aku mengatakan hal aneh. Aku malu, jika kau mendengar kata-kata aneh, atau mungkin aib yang tak sengaja aku utarakan kemarin." kata Yunho sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.
'Ya, kau tak mengatakan hal aneh apapun, tapi kau sudah-, aiss, aku bisa gila jika mengingatnya'
"Hyung, gwencanha? Kenapa wajahmu merah begitu? Apa kau sakit?" tanya Yunho khawatir saat melihat wajah Youngwoong yang merah.
"A..anio. Kka, aku mau membeli minuman." jawab Youngwoong cepat saat Yunho sudah bersiap untuk menyentuh keningnya, dan iapun sudah berlari kencang memasuki kantin meninggalkan Yunho yang terdiam ditempatnya.
"Apa benar aku tak mengatakan hal aneh?" gumamnya masih tak percaya jika ia tak mengatakan apapun, "Tapi kenapa aku merasa jika kemarin aku bersama dengan Jaejoong?" lanjutnya lagi sambil menatap tubuh Youngwoong yang sudah masuk kedalam kantin.
"Dan lagi, aku rasa kemarin aku-" Yunho segera menghentikan kalimatnya, iapun menyentuh pelan bibir hatinya sambil terus berfikir, "Ah, mana mungkin. Aku bahkan tak sempat menciumnya." lanjutnya dan menggeleng pelan saat sebuah memori ia berciuman dengan Jaejoong melintas diotaknya.
::
::
In The Time
::
::
Jaejoong kecil dan Junsu tengah berjalan pelan menyusuri lorong sekolah menuju kelas. Tadi mereka berdua pergi ke ruang OSIS karena ada urusan, dan sekarang mereka akan kembali menuju kelas masing-masing. Ditengah perjalanan, merekapun berpapasan dengan Junhyung yang tengah sibuk membaca selebaran ditangannya.
"Junhyung-ah!" panggil Jaejoong kecil saat matanya menangkap sosok Junhyung yang tak jauh darinya, segera saja ia menyeret Junsu untuk mendekat kearah Junhyung.
"Ah, Jaejoong-ah, annyeong." jawab Junhyung sambil tersenyum setelah Jaejoong kecil sampai dihadapannya.
"Annyeong. Ah, apa yang sedang kau baca?" tanya Jaejoong kecil sedikit penasaran dengan selebaran yang tengah dibaca serius oleh Junhyung.
"Ah ini? Ini pamflet mengenai pencarian bakat." jawab Junhyung sambil menunjukkan selebaran itu pada Jaejoong kecil.
"Audisi pencarian bakat?" ucap Jaejoong kecil membaca tulisan di selebaran itu. "Apa kau ingin mengikutinya?" tanyanya lagi sambil kini menatap Junhyung.
"Ne, rencananya aku akan mengikutinya bersama bandku." jawab Junhyung sambil tersenyum memandang Jaejoong kecil.
"Ne, kau harus mengikutinya. Aku yakin kau akan menang." kata Jaejoong kecil memberi semangat pada Junhyung.
"Ne, dan kau harus datang untuk memberiku semangat." kata Junhyung lagi dan membuat Jaejoong mengangguk antusias.
"Ne, pasti. Tanpa dimintapun, aku akan datang mendukungmu." jawab Jaejoong kecil pasti sambil tersenyum manis pada Junhyung.
Sementara di tempat lain, Yunho dan Youngwoong tengah berjalan beriringan menuju kelas Yunho. Setelah tadi keduanya membeli minuman ringan dikantin, kini merekapun tengah berjalan pelan menuju kelas Yunho.
"Hei, sepertinya ada yang terjadi disana." kata Youngwoong saat melihat kerumunan orang-orang di depan mading.
"Ne, sepertinya ada pengumuman." jawab Yunho yang juga melihat kerumunan itu, "Kajja hyung kita kesana." kata Yunho lagi dan merekapun berjalan menuju kerumunan itu.
"Permisi, permisi, aku mau lewat." kata Yunho saat sudah berada dikerumunan itu, iapun merangsek kedepan guna melihat pengumuman apa yang ada di mading itu.
"Eoh? Audisi pencarian bakat?" gumam Yunho saat membaca selebaran yang tertempel dimading tersebut. Iapun menyobek salah satu dari sekian selebaran yang ditempel itu dan membawanya keluar guna memperlihatkannya pada Youngwoong yang berada diluar kerumunan.
"Hei Yunho, ada apa?" tanya Youngwoong saat melihat Yunho keluar dari tengah kerumunan.
"Ini, mereka heboh melihat pamflet ini." jawab Yunho sambil memperlihatkan selebaran itu pada Youngwoong. Younhwoongpun dengan segera menyamber selebaran itu dan dengan cepat pula membacanya.
"Audisi pencarian bakat." gumamnya setelah membaca selebaran itu, dan setik berikutnya sebuah idepun melintas dipikirannya.
"Yunho-" panggil Youngwoong dan membuat Yunho menolehkan wajahnya kepada Youngwoong. "Kau harus mengikuti ini. Kau harus mengikuti audisi ini." ucapnya bersemangat sambil tersenyum cerah memandang Yunho.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Holaaa, hayoloh... Yunho mau nggak tuh ikutan audisi, dan kalaupun dia mau, kira-kira dia akan menampilkan apa? Heheee
Saya kembali dengan Chap 6~~ Yuhuuu,, saya lagi bersemangat jadi bisa update cepat (apa ini sudah termasuk cepat readers semua?) hehee
Bagaimana untuk Chap ini, haaa, ternyata yang nembak Jaejoong kecil adalah Yunho.. Tapi sayang sekali ia ditolak, haha.. Tapi saya sudah bayar rasa sakit Yunho karna ditolak itu dengan ia kisseu dengan Youngwoong.. Wkakakaaa apa kalian menyangka kalau saya akan membuat YunWoong kisseu?
Terimakasih bagi kalian yang udah follow, favorit dan review dichap kemaren. Big thank's buat :
littlecupcake noona | cho kyu 549 | YunHolic | Youleebitha | rinayunjaerina | MaxMin | Guest | fuwaliyaah | SimviR | Jung Jaehyun | cminsa | Vic89 | YunJaeee Shipper | akiramia44 | Hana - Kara | williamzhenrie carloszayn | zitaofans | Merry | Dhea Kim | alint2709 | ShinJiWoo920202 | FiandYJ | Uchiha Tachi'4'Sora | Guest | UKnowBooJae
Dan ini balesan review kalian :
littlecupcake noona : haha, emak rempong? iya itu Yunho. Sayangnya dia ditolak.
cho kyu 549 : iya, memang saya membuatnya dalam alur lamban. Hah? Junhyung? Mian, tapi tebakan kamu salah, yang nembak itu Yunho. Iya, pasti mereka ketemu dimasa depan nanti.
YunHolic : haha, iya. Yunho sudah bertransformasi(?)jadi tampan XP yah, jangan dong, jangan dirape Yunhonya.
Youleebitha : iya, Jaejoong uda klepek-klepek koo, tapi sayang dia belum bisa terima Yunho. Ne, ini sudah update.
rinayunjaerina : iya, itu Yunho. Iya, supaya ga keduluan sama Junhyung makanya Yunho nembak Jaejoong langsung.
MaxMin : itu memang Yunho. Emm, itu karena dia uda tenar jadinya ngelupain Jae. Haha
Guest : iya itu Yunho.
fuwaliyaah : iya. Ha? Hyuna itu sodaraku lohh~~ hahaa
SimviR : iya, Yunho koo ^^ iya, sabar ya. Ini saya kasi YunWoong moment dulu XD
Jung Jaehyun : ne, gwencanha ^^ yang penting sekarang sudah review, iya, sabar yah~~
cminsa : yap. Itu Yunho, haha, tapi sayangnya Jaejoong nolak hehe, ne ini dilanjut.
Vic89 : iya, memang itu Yunho. Haha, Jaejoong uda nolak tuh, jadi mau meratakan muka Jaejoong dengan buku(?)
YunJaeee Shipper : ne hwaiting~~ mwo? Ahjussi? Kasian amat Junhyung dipanggil ahjussi ToT
akiramia44 : haha, iya. Semua jawabannya Yunho, dan kali inipun jawabannya Yunho. Emm, enaknya kita kasi award apa yah?
Hana - Kara : yap, itu Yunho. Haha
williamzhwnrie carloszayn : annyeong ^^ nama kamu susah sekali -_- iya, salam kenal juga.
zitaofans : iya itu Yunho. Sayang dia ditolak. Ini dilanjut.
Dhea Kim : iya, itu Yunho. Iya, supaya dirinya ga sakit hati dimasa depan. Emm, iya saya memang terinspirasi dari film korea, tapi bukan drama dengan judul itu.
alint2709 : iya itu Yunho.
ShinJiWoo920202 : iya itu Yunho. Iya, dia lebih berani sekarang. Jaejoong memang uda mulai sedikit tertarik dengan Yunho. Ne, ini dilanjut.
FiandYJ : haha iya~~ dugun dugun deh si Jaejoong. Iya itu Yunho, tapi sayang Jaejoong nolak Yunho. Yap, ini dia chap selanjutnya.
Uchiha Tachi'4'Sora : iya pastinya. Siapa coba yang bisa nolak pesona Yunho #termasuk saya
Guest : haha, ini apa sudah panjang? Iya, ini sudah update.
UKnowBooJae : eii? Jaejoong hidup didua alam? Maksudnya? Semacam amvibi begitu(?) iya, saya motong ceritanya supaya kalian penasaran. Haha, sayangnya Yunho ga ditrima sama Jaejoong. Iya, nanti dimasa depan mereka ketemu koo.
.
Terimakasih atas reviewnya, dan tebakan-tebakan kalian.. Hehe, rata-rata menjawabnya dengan benar ^^ chukae untuk kalian, dan jangan lupa untuk meninggalkan kesan kalian lagi ne untuk chap ini.
.
Oh ya, sedikit berbagi dengan kalian, ini adalah hari yang sungguh special bagi saya. Hehe, soalnya hari ini bertepatan dengan perayaan "Pengerupukan" di Bali dan juga hari ultahnya Gikwang oppa ^^
Saya ingin mengucapkan selamat hari raya "NYEPI" bagi kalian yang merayakannya, dan doakan saya supaya bisa lancar menjalaninya ^^ oh ya, kebetulan sekarang hari raya pengerupukan, apa ada diantara readers semua yang pernah menonton perayaan 'Pengerupukan' ini? Sedikit info, perayaan Pengerupukan ini dimeriahkan dengan adanya pawai "Ogoh-ogoh". Apa kalain semua pernah menontonnya? Kajja, kita berbagi cerita ^^
Dan satu lagi, saengil chukae buat Gikwang oppa.. Semoga makin eksis bareng Beast dan kapan-kapan bisa mean dan konser lagi di Indonesia ^^ 생일축해 기광 오빠~~
.
.
Ja, minna san, review ne~~
.
Denpasar, 30 Maret 2014
